Jurnal Kebidanan 11 . 105 - 201 Jurnal Kebidanan http : //w. PENGARUH PEMBERIAN STIMULASI TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK UMUR 12-24 BULAN DI DESA LEMBU. BANCAK Farida Utaminingtyas Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan E-mail: diajenk. farida@gmail. ABSTRAK Masa balita adalah periode penting dalam tumbuh kembang anak. Tumbuh kembang anak yang optimal salah satunya dipengaruhi oleh faktor stimulasi. Anak yang mendapatkan stimulasi terarah, teratur dan dilakukan sejak dini akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang atau terlambat mendapatkan stimulasi. Kurangnya stimulasi dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan dan kesulitan untuk mengembangkan potensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian stimulasi terhadap perkembangan anak umur 12-24 bulan di Desa Lembu. Bancak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain analitik prospektif kohort pada anak umur 12-24 bulan. Sampel yang digunakan sebanyak 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden sebagai kelompok kontrol, instrumen yang digunakan kuesioner dan lembar observasi KPSP. Analisis data menggunakan statistik nonparametrik dengan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan pemberian stimulasi pada perkembangan anak umur 12-24 bulan pada kelompok intervensi dengan nilai p < 0,05, dan tidak terdapat pengaruh stimulasi pada perkembangan anak umur 12-24 bulan pada kelompok kontrol dengan nilai p > 0,05. Tidak terdapat pengaruh stimulasi pada perkembangan anak umur 12-24 bulan sebelum perlakuan pada kedua kelompok dengan nilai p=0,094. Terdapat pengaruh stimulasi pada perkembangan anak umur 12-24 bulan setelah perlakuan pada kedua kelompok dengan nilai p=0,000. Kata kunci: stimulasi, perkembangan, 12-24 bulan. KPSP THE EFFECT OF GIVING THE STIMULATION IN DEVELOPING OF 12-24MONTH-OLD CHILDREN AT LEMBU VILLAGE IN BANCAK ABSTRACT The toddler's period is an important period in the growing child threshold. The growth of child, one of them is affected by stimulationAos factors. The children who get a directional stimulation, well-ordered, and performed early, they will develop quickly comparing to the children who are less or late for stimulation. Lack of stimulation can result in developmental delay and difficult in developing their potential. The study aimed to identify the influence of stimulating on the development of 12-24-month-old children in Lembu Village. Bancak. The method used on this study was an analytic observational with prospective analytic design of cohorts in 12-24-monthold child. The participants of the study were used 15 intervention group respondents and 15 respondents as control groups. The instruments used questionnaires and KPSP observation sheets. The data analysis used nonparametric statistics with the Wilcoxon and Mann Whitney tests. The results of this study contained a significant effect of stimulating on the development of 12-24month aged children in intervention groups with a value of p < 0. 05, and there was no stimulation effect on the development of 12-24-month aged children in control groups with a value of p > 0,05. There was no stimulation effect on the development of 12-24 months old children before treatment of both groups with p=0,094 value. There was a stimulation effect on the development of 12-24 months old children after treatment of both groups with p=0,000 value. Keyword: Stimulation. Development, 12-24 months children. KPSP Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 Profil kesehatan Indonesia tahun PENDAHULUAN Tujuan 2012 menyatakan bahwa perkembangan nasional adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara tergolong rendah, hasil penelitian Pusat berkesinambungan dan berkelanjutan. Penelitian Kualitas kemenkes RI tahun 2012 hasil survei SDM Indonesia Pengembangan keberhasilan tumbuh kembang pada Denver Development Screaning kanak-kanak. Gizi Test Masa (DDST) II didapat prevalensi gangguan gangguan motorik halus dan kasar pada tumbuh kembang anak, karena termasuk balita sebesar 25%, atau setiap 2 dari dalam masa emas perkembangan. Pada masa ini juga merupakan masa kritis perkembangan motorik (Kemenkes RI, yang akan menentukan hasil proses (Depkes RI, 2. Data Tumbuh kembang anak yang Riskesdas faktor, salah satunya stimulasi. Anak yang mendapatkan stimulasi terarah, terjadi pada anak adalah gizi kurang teratur dan dilakukan sejak lebih dini sebesar 13,8% dan stunting 30,8%, masalah gangguan pertumbuhan ini dibandingkan dengan anak yang kurang atau terlambat mendapatkan stimulasi perkembangan anak. (Kemenkes RI, (Hati dan Lestari, 2. Selain itu, adapun faktor-faktor Pada plastisitas otak anak masih sangat anak yaitu faktor internal dan faktor tinggi sehingga akan lebih terbuka Beberapa sedangkan faktor eksternal meliputi Lingkungan dari: gerak kasar . otorik kasa. , gerak dipandang sebagai faktor penentu bagi halus . otorik halu. , bahasa dan perkembangan anak, bicara serta perkembangan sosialisasi penentu utama di lingkungan keluarga Rachmawati, 2. (Lubbna Yektiningsih Penelitian Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 terdapat hubungan antara pemberian keterlambatan perkembangan pada anak, menunjukkan bahwa peran orang tua perkembangan bahasa pada anak usia pra sekolah (Yektiningsih, 2. kebutuhan anak (Haryani, 2. Namun, selain faktor keturunan Pemantauan dan lingkungan masih terdapat faktor perkembangan setiap anak usia 12-59 lain yang bulan dilaksanakan melalui pelayanan memengaruhi tumbuh kembang anak Stimulasi Tumbuh Kembang (SDIDTK) minimal disebabkan karena kurangnya peduli 2 kali pertahun . etiap 6 bula. dan orang tua dalam menstimulasi tumbuh tercatat pada Kohort Anak Balita dan Penelitian yang dilakukan Prasekolah atau pencatatan pelaporan oleh Soccoro dan Elizabeth M King di Philipina membuktikan bahwa terjadi anak tersebut peningkatan perkembangan psikososial sebesar 6 Ae 11% pada anak usia 0-4 Kuesioner Praskrining Perkembangan tahun yang dilakukan stimulasi selama 2 Anak (KPSP) (Depkes RI, 2. tahun terhadap 7 domain yaitu : Gross Deteksi Pemantauan Dini salah satunya Persentase Intervensi motor, fine motor, self help, receptive anak balita di Kabupaten Semarang tahun 2018 sebesar 92,1%, cakupan ini cognitive, social emotional (Soccoro dan sedikit menurun dari cakupan tahun Elizabeth, 2. sebelumnya yaitu 94,2 %. Meningkatnya Usia anak kurang dari lima tahun kesadaran masyarakat untuk memantau di Indonesia dengan gangguan bahasa, pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak ditangani akan memiliki balita melalui posyandu menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya gangguan dalam membaca, dan mengeja cakupan pelayanan anak balita (Profil Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Hal menunjukkan bahwa, gangguan bicara dan bahasa merupakan gangguan yang satu dari sembilan desa di Kecamatan mengakibatkan gangguan perkembangan Bancak. Kabupaten Semarang. Provinsi lainnya, seperti kognitif dan psikososial. Jawa Tengah. Hasil profil kesehatan di Melihat Desa Lembu merupakan salah Desa Lembu pada bulan Oktober 2017, jumlah balita usia 12-24 bulan adalah 36 Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 anak dari total jumlah balita 79 anak. ukur Kuesioner Pra Screening Test Berdasarkan data tersebut dari frekuensi (KPSP) sesuai tahap umur yang terdiri balita yang melakukan kunjungan ke posyandu 97%, 2% kadang-kadang, dan . otorik halu. , bicara dan bahasa, 1% tidak pernah. Hasil wawancara studi bersosialisasi dan bahasa. Sementara pendahuluan dari 3 orang dari 10 orang variabel dependen pada penelitian ini tua pengasuh dengan anak usia balita adalah perkembangan anak umur 12-24 menunjukkan bahwa terdapat 4 anak bulan dengan penilaian perkembangan yang mengalami keterlambatan dalam anak yang dibagi menjadi tiga tahap perkembangan personal sosial, 2 anak umur sesuai KPSP yang terdiri dari. umur 12-15 bulan, 15-18 bulan, dan 18- 24 bulan, terdiri dari 10 pertanyaan. masing-masing kuesioner Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 36 orang, dengan sampel 30 Responden yang digunakan pada pengalaman anak sebelumnya. penelitian ini adalah ibu atau pengasuh balita umur 12-24 bulan di Posyandu METODE Balita sesuai dengan kriteria inklusi Penelitian ini dilaksanakan di sebanyak 15 balita kelompok intervensi Lembu. Bancak, dan 15 balita dengan kelompok kontrol yang diambil dengan teknik Simple Februari sampai dengan April 2018. Random sampling. Penelitian ini terdiri Metode dari pre test dan post test. Kelompok Desa Kabupaten Kecamatan Semarang adalah observasional analitik dengan intervensi pada penelitian ini desain analitik prospektif kohort pada diberikan dan dijelaskan oleh peneliti anak umur 12-24 bulan. tentang cara pemberian stimulasi yang Variabel penelitian ini terdiri dari . benar pada ibu atau pengasuh dengan menggunakan lembar stimulasi sesuai variabel terikat . Variabel umur anak menurut independen penelitian ini yaitu stimulasi Stimulasi. Deteksi, dan Intervensi Dini pada anak balita dengan penilaian Tumbuh pemberian stimulasi pada pemantuan Departemen perkembangan yang terbagi menjadi Indonesia, sedangkan untuk kelompok empat bagian dengan menggunakan alat kontrol tidak diberikan lembar stimulasi. Kembang Buku Pedoman Anak Kesehatan Republik Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 Jarak Proses dilakukan yaitu dari kuesioner dan menyesuaikan jadwal posyandu yang formulir KPSP pada ibu atau pengasuh di Desa Lembu. Kesimpulan Teknik Kuesioner Pra Skrining Perkembangan menggunakan statistik nonparametrik (KPSP) dari dengan uji Wilcoxon dan Mann Whitney setiap masing-masing (Notoatmodjo, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Subjek Responden Tabel 1. Karakteristik subjek responden Karakteristik Kelompok Intervensi Umur Ibu/Pengasuh < 20 tahun 20-35 tahun > 35 tahun Pendidikan Terakhir Ibu/Pengasuh Kelompok Kontrol 6,7% 13,3% Dasar Menengah Tinggi Pekerjaan Ibu/Pengasuh Bekerja Tidak bekerja Lama Stimulasi > 8 jam < 8 jam Umur Balita 1 tahun 2 tahun 26,6% 66,7% 6,7% 6,7% 93,3% 13,3% 86,7% 66,7% 33,3% 53,3% 46,7% Jumlah Sumber: Data Primer Tahun 2018 Pada tabel 1. menunjukkan penelitian ini . ,7%), mayoritas responden tidak bekerja . %), memilki waktu reproduktif yaitu umur 20-35 tahun dari 8 jam untuk berinteraksi dengan . %), anak . ,7%), dan responden sebagian pendidikan terakhir adalah menengah besar umur 1 tahun . ,3%). Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 Tabel 2. Uji Normalitas Data Pre test dan Post test Pada Kelompok Intervensi dan Kontrol Variabel Tabel 4. Perbedaan Pre Test dan Post Test pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol Nilai P Pre test Kelompok Intervensi Kelompok Kontrol Variabel Kelompok Intervensi Pre test Ae Post test Kelompok Kontrol Pre test Ae Post test 0,104 0,107 Post test Kelompok Intervensi Kelompok Kontrol Nilai P 0,004 0,084 Keterangan: *Uji wilcoxon 0,000 0,138 Tabel 4. diperoleh hasil perbedaan Keterangan: *Uji Shapiro-Wilk pre test dan post test pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, yang menunjukkan hasil uji normalitas data menunjukkan bahwa nilai p < 0,05 pada menggunakan Shapiro Wilk kelompok intervensi, sehingga dapat data pre test pada kelompok intervensi disimpulkan bahwa terdapat pengaruh stimulasi pada perkembangan anak umur normal, sedangkan data post test pada 12-24 bulan pada kelompok intervensi. Sedangkan nilai p > 0,05 pada kelompok tidak normal dengan nilai p < 0,05 dan kontrol, sehingga dapat disimpulkan pada kelompok kontrol berdistribusi bahwa tidak terdapat pengaruh stimulasi Sehingga peneliti menggunakan pada perkembangan anak usia 12-24 bulan pada kelompok kontrol. Stimulasi normalitas tidak sepenuhnya terpenuhi merupakan hal yang penting dalam pada masing-masing kelompok. tumbuh kembang anak. Anak yang Berdasarkan Pada mendapatkan stimulasi terarah, teratur Tabel 3. Uji Homogenitas Data Pre test dan Post test Pada Kelompok Intervensi dan Kontrol dan dilakukan sejak lebih dini akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan Variabel Nilai P Pre test 0,842 Post test 0,291 Penelitian terdapat hubungan positif kuat antara Berdasarkan Pada tabel 3. hasil uji homogenitas data dengan perkembangan anak usia 1-3 tahun (Hati nilai p > 0,05, artinya bahwa data varian dan Lestari, 2. Perkembangan yang atau bervariasi dalam kelompok sama. terjadi pada anak akan berlangsung Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 secara Aspek perkembangan yang dapat berkesinambungan, terutama pada masa kanak- kanak. Pada usia ini anak mulai perkembangan terbagi menjadi 4 bagian mengalami perkembangan yang cukup yaitu perkembangan personal sosial, motorik halus dan kasar serta bahasa. Perkembangan ini saling berhubungan lebih banyak bergerak, mengembangkan satu sama lain, apabila ada gangguan rasa ingin tahu, dan eksplorasi terhadap perkembangan pada salah satu aspek (Soedjatmiko, 2. Variabel Tabel 5. Perbedaan Intervensi Antara Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol (Mea. Nilai Untuk perkembangan perlu dilakukan sejak gangguan perkembangan anak sehingga Kelompok Intervensi Kelompok Kontrol 18,13 12,87 0,094 Post test 21,60 9,40 Keterangan: *Uji mann whitney 0,000 kemandirian pada anak berlangsung Pre test dan bahasa, optimal sesuai umur anak (Wang, 2. Tabel 5. diperoleh hasil tidak Perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perkembangan anak umur 12-24 bulan faktor hereditas . dan faktor Terdapat p=0,094. Lingkungan dipandang sebagai faktor penentu bagi perkembangan anak, perkembangan anak umur 12-24 bulan penentu utama di lingkungan keluarga setelah perlakuan pada kedua kelompok adalah orang tua. Ibu yang merupakan dengan nilai p=0,000. Pada penelitian ini memiliki pemahaman dan pengetahuan nonparametrik, karena uji normalitas yang baik tentang tumbuh kembang anak (Kemenkes RI, 2010 dan Irmawati, mengetahui apakah terdapat perbedaan Pemberian stimulasi oleh ibu kontrol dan kelompok intervensi peneliti sangatlah penting. Rangsangan stimulasi menggunakan Uji Mann Whitney. Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 perkembangan organ-organ. Rangsangan yang diberikan oleh ibu anak di masa mendatang. Salah satu mempunyai pengaruh besar terhadap aspek yang akan terganggu apabila perkembangan kognitif, visual, verbal, serta mental anak. Sementara anak dengan perkembangan yang pembelajaran di sekolah (Lovena, 2. Tabel 6. Efektivitas Stimulasi Terhadap Perkembangan Anak Umur 12-24 Bulan di Desa Lembu. Bancak Perkembangan Sosial Kelompok Intervensi Kontrol Gerak kasar Intervensi Kontrol Bahasa Intervensi Kontrol Gerak halus Intervensi Kontrol Keterangan:*Uji kruskal wallis dan mann whitney Tabel 6. menunjukkan bahwa adanya Hasil penelitian ini, sejalan perbedaan yang bermakna pada hasil dengan penelitian Putra tahun 2018 di perkembangan bahasa dan gerak halus Malang setelah diberikan p < 0,05 Mean 18,00 13,00 17,60 13,40 18,63 12,37 19,90 11,10 Nilai P 0,050 0,112 0,019 0,003 pemberian stimulasi oleh orang tua pemberian stimulasi yang diberikan oleh terhadap perkembangan bahasa anak ibu atau pengasuh berpengaruh terhadap usia toddler (Putra, 2. perkembangan bahasa balita dengan Kemampuan p = 0,019 dan perkembangan gerak halus dengan p = 0,003. perkembangan anak karena kemampuan Pemberian stimulasi pada tiga kemampuan kognitif, sensori motor, merupakan organ yang sangat pesat Pada masa periode sekitar anak. Seorang anak tidak akan ini kritis ini, diperlukan rangsangan atau mampu berbicara tanpa bantuan dari stimulasi yang berguna agar potensinya merupakan hal yang sangat penting. Mereka Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 mendengar penggunakan sekelompok otot-otot kecil berkaitan dengan kehidupannya sehari- seperti jari jemari dan tangan yang hari maupun pengetahuan tentang dunia, sering membutuhkan kecermatan dan pengalamannya dengan orang lain serta bekerja dan obyek yang kecil atau mengemukakan keinginannya (Yektiningsih, 2. Korelasi pengontrolan terhadap mesin misalnya dengan stimulasi ini juga berkaitan (Sumantri, 2. dengan periode emas . olden perio. Salah lain-lain . indow perkembangan motorik gerak halus yang opportunit. , serta masa kritis . ritical dapat diberikan, misalnya pada usia 12- perio. perkembangan otak pada masa 18 bulan anak menyusun menara dari balok dan pada usia 18-24 bulan anak Adanya kemampuan plastisitas otak pada masa ini menyebabkan anak lebih mudah Jika anak tidak di stimulasi menerima proses belajar serta stimulasi, dengan mainan, maka perkembangan motorik halus anak akan terhambat lingkungan yang mendukung, seperti (Soetjiningsih, 2. kesehatan (Kemenkes RI, 2. Pada PENUTUP Kesimpulan Dan Saran Pemberian stimulasi berpengaruh motorik bahasa, pemberian stimulasi terhadap perkembangan anak umur 12- 24 bulan dengan nilai p < 0,05. Saran perkembangan motorik gerak halus. Hal yang diberikan penulis adalah perlu ini ditunjukan pada nilai p=0,003. Hasil adanya peningkatan peran serta ibu penelitian ini didukung oleh Difatiguna untuk memperoleh informasi mengenai bagaimana memberikan stimulasi yang pengaruh antara stimulasi menggunakan media playdough terhadap kemampuan motorik halus anak (Difatiguna, 2. terutama di usia golden period dengan Menurut Sumantri keterampilan motorik memerhatikan lama waktu interaksi dan Jurnal Kebidanan. Vol. XI. No. Desember 2019 Sehingga apabila ditemukan adanya kecurigaan penyimpangan yang terjadi pada perkembangan anak dapat segera ditangani sedini mungkin. DAFTAR PUSTAKA