Shine dan Rasyid : Faktor Ae faktor yang mempengaruhi stock market return FAKTOR Ae FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STOCK MARKET RETURN Angel Elaine Shine* dan Rosmita Rasyid Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: angel. 125190116@stu. Abstract This study aims to examine the effect of exchange rates, trading volume activity and COVID-19 on stock market returns in publicly listed companies engaged in the consumer non-cyclicals and listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 20202021. This study used a purposive sampling method and company data that matched the criteria were found 61 companies. Data processing uses the Microsoft Excel 2021 and SPSS Statics programs. From this study it can be concluded that exchange rate activity, trading volume activity and COVID-19 using daily positive cases have an effect on stock market returns. Keywords: Exchange rate. TVA. COVID-19 and SMR. Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji pengaruh nilai tukar, trading volume activity dan COVID-19 terhadap stock market return pada perusahaan terbuka publik yang bergerak di sektor consumer non-cyclicals dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2020-2021. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan data perusahaan yang sesusai dengan kriteria terdapat 61 perusahaan. Pengolahan data menggunakan program SPSS Statics dan Microsoft Excel 2021. Dari penelitian ini dapat disimpulkan kalau aktivitas nilai tukar, trading volume activity dan COVID-19 menggunakan kasus positif harian berpengaruh terhadap stock market return. Kata kunci : Nilai kurs. TVA. COVID-19 dan SMR. PENDAHULUAN Pada awal tahun 2020, virus COVID-19 pertama kali ditemukan dan ketika WHO menyatakan COVID-19 sebagai pandemi global, hal itu juga mempengaruhi Indonesia. Selain jumlah kasus positif COVID-19 yang terus berlanjut di awal pandemi. Indonesia juga mengalami keterpurukan ekonomi. Sehingga investor Indonesia yang sebelumnya melakukan investasi dengan membeli saham untuk mendapatkan keuntungan . tidak lagi diuntungkan karena nilai pasar saham turun selama Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas faktor-faktor yang mempengaruhi stock market return yaitu Nilai Kurs. Trading Volume Activity dan COVID-19. KAJIAN TEORI Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1117-1125 Shine dan Rasyid : Faktor Ae faktor yang mempengaruhi stock market return Signaling Theory. Sebuah teori yang memperhitungkan naik turunnya harga pasar dan juga dapat memberi investor dan manajer bisnis, informasi pasar asimetris yang sama tentang prospek perusahaan. Meskipun signaling theory dikembangkan di pasar tenaga kerja, ini juga merupakan signal biasa yang dapat diterapkan pada semua pasar asimetris informasi contohnya adalah pasar modal. Informasi Ae infromasi dapat muncul di pasar modal karena internal perusahaan biasanya memiliki informasi yang lebih akurat dan banyak daripada pihak eksternal perusahaan. Rational Expectation Theory. Menurut Murhaban dan Adnan . dari Michael Carter, ekspektasi rasional adalah cara memberikan informasi masa depan kepada variabel yang mempengaruhi, tetapi variabel tersebut mungkin tidak benar, sehingga tetap perlu dipertimbangkan dengan baik. Ekspektasi rasional (Thalib dan Mukhlisin, 2. merupakan ekspektasi yang didasarkan pada informasi sempurna yang dimiliki pelaku ekonomi baik dari produsen maupun konsumen. Informasi yang lengkap adalah infromasi yang tidak mencakup informasi dari masa lalu atau yang baru saja dialami, tetapi juga terdapat informasi masa depan. Berdasarkan informasi ini, bisnis mengambil perilaku yang wajar. Tindakan rasional contohnya adalah kalau produsen berusaha akan memaksimalkan keuntungan dengan menggunakan kendala pada faktor-faktor produksi, sedangkan konsumen yang cenderung memaksimalkan utility tetapi malah mempunyai hambatan pada pendapatan. Wirausahawan yang cerdas selalu mengikuti prinsip dasar, terutama saat menghadapi perubahan kondisi ekonomi makro seperti pengangguran dan Pengusaha juga menyadari efek dari kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah. Informasi ini diperoleh dari pengalaman pengusaha sebelumnya. Behavioural Finance Theory. Teori tersebut berfokus pada pengaruh psikologis investor terhadap pengambilan keputusan keuangan dan bagaimana investor pasar mengambil keputusan ketika kondisi pasar penuh dengan ketidakpastian. Konsep keuangan perilaku memperhitungkan berbagai jenis investor dalam hal risiko yang terkait dengan keputusan investasi. Bailard. Biehl dan Kaiser berpendapat bahwa pada dasarnya ada lima jenis investor di pasar modal, yang dikenal dengan model lima arah (Sukandani et al, 2. Kelima jenis investor ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori yang terdiri dari individualis, penjaga dan yang terakhir, yang tidak dapat diklasifikasikan dalam salah satu dari lima kelompok . traight arro. Stock Market Return. adalah profit yang dapat didapat oleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasinya. Return dapat berupa return realisasi atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi diharapkan di masa depan (Handayati dan Zulyanti, 2. Sudah menjadi rahasia umum saat investasi, akan adanya risk dan return, yaitu. resikonya tinggi maka profit atau pengembaliannya juga akan tinggi, dan sebaliknya jika returnnya rendah maka resikonya juga akan tinggi. rendah (Madhiyah, 2. (Tandellin, 2. juga mengatakan bahwa return merupakan faktor mengapa investor mau berinvestasi, karena return merupakan keuntungan investor, karena return juga merupakan investor yang tidak takut mengambil resiko dalam investasinya. Menurut (Tandellin, 2. , investasi adalah kontribusi sumber daya yang dilakukan saat ini untuk mencapai berbagai keuntungan di masa depan. Seorang investor disebut investor. COVID-19. Di saat Indonesia sedang menghadapi tantangan besar untuk menahan dan mencegah penyebaran COVID-19 yang semakin meluas dan mempengaruhi seluruh kehidupan, tidak terkecuali di dunia perbankan. Terdapat beberapa efek dari PSBB saat ini, terutama terkait dengan situasi ekonomi yang sangat melemah saat ini, sehingga Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1117-1125 Shine dan Rasyid : Faktor Ae faktor yang mempengaruhi stock market return pemerintah harus dapat memastikan terpenuhinya kebutuhan sehari-hari masyarakat kelas menengah ke bawah. Dan dalam menghadapi kasus COVID-19, tidak hanya pemerintah yang berperan penting, tetapi juga peran masyarakat dengan saling peduli, mengingatkan dan membantu dalam Penerapan Pembatasan Sosial Menyeluruh (PSBB). PSBB di Indonesia merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyebaran virus corona (Thorik, 2. Upaya membendung penyebaran COVID-19 di Indonesia dalam bentuk pembatasan sosial yang luas ternyata tidak hanya berdampak pada pekerja Nilai Kurs. Suatu penghitung untuk mata uang satu negara terhadap mata uang negara lainnya menurut Krugman dan Obstfeld . Dan Salvatore menjelaskan arti yang berbeda antara kurs dan nilai tukar, sebagai contoh, jika semula nilai US $1 = Rp1. kemudian menjadi US $1 = Rp2. 000, maka kurs rupiah naik karena angkanya semakin besar namun jika nilai tukarnya turun maka kurs dolar juga akan turun, namun nilai tukarnya naik maka nilai dolarnya juga akan menjadi lebih kuat (Tamam dan Muslikhati, 2. Dalam mengukur nilai tukar rupiah perlu dilakukan selama beberapa periode untuk melihat bagaimana kinerja mata uang Indonesia jika dibandingkan dengan mata uang negara lain. Pengukuran nilai tikar Rupiah dibandingkan dengan nilai mata uang dollar AS. Nilai tukar Rupiah/US$ menunjukkan nilai dari mata uang Dolar AS yang ditranslasikan dengan mata uang Rupiah. Sebagai contoh. US$ 1 = Rp 13. 000,artinya apabila 1 dollar AS dihitung dengan menggunakan rupiah maka nilainya adalah sebesar Rp 10. 000,-. Data yang diambil untuk penelitian ini adalah nlai tukar Rupiah/USD$ per hari 1 Januari 2021 hingga 31 Maret 2021. Trading Volume Activity. Adalah semacam pembanding antar volume transaksi saham dengan banyaknya jumlah saham yang tersebar di dalam waktu tertentu di pasar (Estuti dan Hendrayanti, 2. menyatakan dalam penelitiannya bahwa aktivitas volume perdagangan merupakan informasi yang dapat berguna bagi investor dalam mengambil keputusan dan menganalisa naik turunnya harga saham. KAITAN ANTAR VARIABEL COVID-19 dengan Stock Market Return. Perubahan yang sedang terjadi karena pandemi dapat secara langsung menurunkan laba perusahaan yang berujung terhadap penurunan nilai perusahaan dan hal ini adalah implementasi dari teori rational expectation theory (Koerniawan, 2. di mana pelaku ekonomi alergi dengan kondisi perekonomian yang penuh ketidakpastian karena dengan penurunan nilai perusahaan artinya penurunan terhadap pengembalian saham atau keuntungan yang didapat oleh para pemegang saham. Nilai Kurs dengan Stock Market Return. Nilai kurs yang terus menurun menyebabkan harga komoditi impor semakin terus mengalami peningkatan seiring dengan menurunnya nilai tukar rupiah. Artinya jika nilai tukar rupiah turun, maka akan ada peningkatan di pengeluaran bahan baku yang menyebabkan harga jual produk juga Dan hal ini juga berlaku terhadap produk lokal juga akan mengalami peningkatan harga jika bahan bakunya menggunakan komoditi impor. Trading Volume Activity dengan Stock Market Return. Merupakan pembanding antar jumlah saham yang diperdagangkan dengan jumlah saham beredar dan digunakan sebagai alat penghitung untuk melihat aktivitas perdagangan suatu saham itu sendiri. Sebaliknya, suatu pasar akan dibilang mengalami downtrend ketika aktivitas bisnis mengalami penurunan dan return pasar saham mengalami peningkatan. Hal ini Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1117-1125 Shine dan Rasyid : Faktor Ae faktor yang mempengaruhi stock market return didukung oleh penelitian (Septariani, 2. yang menunjukkan bahwa aktivitas volume perdagangan berpengaruh negatif terhadap return saham. PENGEMBANGAN HIPOTES Pengaruh COVID-19 terhadap Stock Market Return. Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap kegiatan perekonomian. Hal ini seperti pukulan bertubi-tubi terhadap perusahaan karena dengan sulitnya menghasilkan pendapatan ditambah dengan menurunkan suntikan modal karena perusahaan tidak mampu memberikan pengembalian saham yang memuaskan. Dan juga hal ini berdampak terhadap penurunan pengembalian saham karena kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba juga menurun dikarenakan kebijakan pemerintah yang banyak menghambat ruang gerak kegiatan operasional bisnis. Dari uraian tersebut dapat ditarik H1 : COVID-19 berpengaruh negatif signifikan terhadap stock market return Pengaruh Nilai Kurs terhadap Stock Market Return. Konsep ini berkaitan dengan signalling theory (Putri, 2. di mana nilai kurs yang melemah dapat memberikan sinyal kepada kreditur akan terjadi peningkatan harga produk perusahaan dan menurunnya permintaan karena kenaikan harga tersebut. Dengan menurunnya permintaan tentu saja berdampak terhadap laba perusahaan dan juga kemampuannya dalam pengembalian saham. Dengan menurunnya kegiatan konsumtif masyarakat berujung terhadap penurunan pendapatan perusahaan yang juga penurunan dalam laba. Dari uraian tersebut, dapat ditarik kesimpulan: H2 : Nilai kurs berpengaruh positif signifikan terhadap stock market return. Pengaruh Trading Volume Activity terhadap Stock Market Return. Adalah perbandingan antara jumlah saham yang diperdagangkan dengan jumlah saham yang beredar dan digunakan sebagai parameter untuk melihat aktivitas perdagangan saham itu sendiri (Nisa Halimatusyadiyah, 2. Begitupun sebaliknya pasar dapat dikatakan mengalami tren turun . jika trading volume activity mengalami penurunan dan stock market return mengalami kenaikan. Dari uraian tersebut, hipotesis yang dapat ditarik berupa: H3 : Trading Volume Activity berpengaruh negatif signifikan terhadap stock market Gambar 1. Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1117-1125 Shine dan Rasyid : Faktor Ae faktor yang mempengaruhi stock market return METODELOGI Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Sampel yang digunakan di dalam penelitian ini adalah perusahaan terbuka yang bergerak di sector consumer non-cyclicals di Indonesia dengan kriteria: Perusahaan yang bergerak di sektor consumer non-cyclicals dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020-2021. Perusahaan yang menyajikan laporan keuangan dengan menggunakan mata uang Rupiah. Perusahaan yang menyajikan laporan keuangan tahunan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember. Perusahaan yang memiliki harga penutupan saham selama tahun 2020-2021. Perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) sebelum tahun 2019. Perusahaan yang aktif di tahun 2020 Ae 2021. Jumlah seluruh populasi yang valid adalah 61 perusahaan Hasil Uji dan Kesimpulan Hasil Uji statistik deskriptif untuk penelitian ini menggunakan data yang berkaitan dengan standar deviasi, rata-rata, nilai minimum dan nilai maksimum. Standar deviasi memperlihatkan hasil dispersi data dari rata-rata. Rata-rata memperlihatkan mean dari data-data yang sudah dikumpulkan. Nilai minimum memperlihatkan nilai data yang paling rendah. Nilai maksimum memperlihatkan nilai data yang paling tinggi. Tabel hasil uji statistik deskriptif : Tabel 1 Analisis Data Statistik Deskriptif Tabel 4. 3 Analisis Data Statistik Deskriptif Sumber: olah data SPSS oleh penulis Berdasarkan hasil pada tabel 1, dapat dilihat bahwa jumlah data untuk masingmasing variabel yang diteliti adalah sejumlah 480 data yang menggambarkan 480 hari selama tahun 2020 Ae 2021. Data yang diambil hanyalah 480 dikarenakan data positive COVID-19 yang baru ada dari bulan Maret 2020 - Desember 2021. Variabel independent yang digunakan terdiri atas COVID-19. ositive_cas. Nilai Kurs(Middle_Kur. dan Trading Volume Activity. Variabel dependent didalam penelitian ini Stock Market Return. Tujuan Uji normalitas untuk menentukan apakah variabel residual didalam model regresi berdistribusi normal. Ada 3 cara untuk menguji normalitas yaitu P-P plot. Kolmogorov-Smirnov dan histogram. Di dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Berikut adalah tabel hasil pengujian normalitas: Tabel 2 Uji Asumsi Klasik Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber: Olah data SPSS oleh penulis Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1117-1125 Shine dan Rasyid : Faktor Ae faktor yang mempengaruhi stock market return Dilihat dari table diatas kalau nilai asymp. Sig. Sedanglan tingkat signifikansi yang dipakai didalam penelitian ini sebesar 5% atau 0,05. Maka kalau di bandingkan dengan nilai asymp. Sig. pada table 2, dapat disimpulkan kalau nilai asymp. Sig. lebih tinggi dari tingkat signifikansi. Sehingga bisa disimpulkan kalau data variable yang digunakan terdistribusi dengan normal. Uji multikolinearitas dipakai agar mengetahui jika terdapat korelasi tinggi atau bahkan sempurna antar para variabel independent pada model suatu regresi (Ghozali. Pendeteksian permasalahan multikolinearitas dalam penelitian ini bisa terlihat dari nilai Variance Inflation Factor dan nilai tolerance. Tabel hasil uji multikolinearitas: Sumber: Olah data SPSS oleh penulis Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui hasil tolerance untuk variabel positive COVID-19 0,972, middle kurs 0,970 dan TVA 0,997. Keseluruhan variabel memiliki nilai tolerance > 0,05 sehingga hal tersebut dapat menunjukan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen, dan didukung oleh nilai VIF masingmasing variabel <10 yaitu untuk positive COVID-19 sebesar 1. 029, middle kurs 1. dan trading volume activity sebesar 1. Hasil Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui atau menguji apakah terdapat ketidaksamaan varian pada model regresi dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya (Ghozali, 2. Model regresi yang baik adalah model yang tidak memiliki gejala heteroskedastisitas. Ada berbagai cara untuk mengidentifikasi gejala heteroskedastisitas, beberapa cara untuk mengujinya menggunakan uji Glejser, uji Park dan uji koefisien korelasi Spearman. Di dalam penelitian ini menggunakan uji Glejser. Berikut adalah tabel yang menunjukkan hasil pengujian heteroskedastisitas: Tabel 4 Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas Sumber: Olah data menggunakan SPSS statics oleh penulis Bisa dilihat pada table diatas kalau terlihat bahwa nilai sig. positive COVID-19 0,552, untuk kasus Nilai Kurs per hari 0. 640, dan untuk trading volume activity 0,519. Tingkat signifikasi yang dipakai didalam penelitian ini adalah 5% atau 0,05, jika hasil penelitian diatas dibandingkan dengan nilai koefisien sig. yang sudah ditentukan, dapat disimpulkan kalau nilai koefisien sig lebih besar. Keseluruhan variabel independen lebih besar dari tingkat signifikansi. Maka dapat dikatakan kalau penelitian ini tidak memiliki gejala heteroskedastisitas. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1117-1125 Shine dan Rasyid : Faktor Ae faktor yang mempengaruhi stock market return Hasil Uji autokorelasi, untuk menguji apakah model regresi memiliki masalah autokorelasi atau tidak, dapat digunakan beberapa cara, salah satunya adalah uji Lagrange multiplier (LM) yang menghasilkan statistik Breusch-Godfrey. Berikut ini adalah hasil uji autokorelasi: Sumber: Olah data SPSS oleh penulis Berdasarkan tabel 5, hasil pengujian autokorelasi terlihat pada nilai signifikansi yang diperoleh, dimana pada variabel positive covid-19 nilai signifikansi sebesar 0,962, pada variabel middle kurs sebesar 0. 854, dan pada variabel trading volume activity sebesar 0,484, masing-masing variabel menunjukan nilai signifikansi yang lebih dari 0,05 maka tidak terjadi autokorelasi pada variabel. Hasil Uji F memiliki tujuan untuk mengetahui apakah nilai kurs, trading volume activity dan COVID-19 memiliki pengaruh secara simultan terhadap stock market Tabel hasil uji F: Tabel 6 Uji F ANOVAa Sum of Squares Model Regression Mean Square Residual Total Sig. Dependent Variable: STOCK_MARKET_RETURN Predictors: (Constan. TRADING_VOLUME_ACTIVITY. POSITIVE_COVID19. MIDDLE_KURS Sumber: Olah data menggunakan SPSS statics oleh penulis Dari tabel 6bisa diihat nilai F adalah 1. 805, nilai sig. Tingkat signifikasi yang dipakai didalam penelitian ini adalah 5% atau 0,05, kalau dibandingkan dengan nilai koefisien sig. di tabel 6, maka dapat dikatakan nilai kurs, trading volume activity dan kalau COVID-19 secara simultan mempengaruhi stock market return. Uji t digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh nilai kurs, trading volume activity dan COVID-19 pada stock market return. Berikut adalah tabel hasil Uji t: Tabel 7 Uji t Sumber: Olah data menggunakan SPSS statics oleh penulis Dari table di atas, bisa dilihat nilai sig. kasus positif COVID-19 perhari 0. 010 dan nilai t nya -2. Tingkat signifikansi yang di pakai didalam penelitian ini adalah 5% atau 0,05, maka dapat disimpulkan kalau nilai sig. kasus positif COVID-19 perhari lebih rendah dari tingkat signifikansi. Sehingga menandakan kalau kasus positif COVID-19 Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1117-1125 Shine dan Rasyid : Faktor Ae faktor yang mempengaruhi stock market return perhari mempunyai pengaruh signifikan terhadap stock market return, sedangkan Uji t 057 menandakan bahwa pengaruh yang terjadi adalah negatif. Berdasarkan hasil pada tabel 7, bisa dilihat kalau nilai sig. kasus nilai kurs menggunakan middle rate perhari sebesar 0. 017 dan nilai t nya 2. Maka dapat disimpulkan kalau nilai sig. nilai kurs lebih rendah dari tingkat signifikansi. Sehingga menandakan kalau nilai kurs mempunyai pengaruh signifikan terhadap stock market Sedangkan hasil Uji t sebesar 2. 596 menunjukan berpengaruh positif. Berdasarkan hasil pada tabel 7, bisa dilihat kalau nilai sig. trading volume activity 19 dan nilai t nya sebesar -2. Maka dapat disimpulkan kalau nilai sig. volume activity lebih rendah dari tingkat signifikansi. Sehingga menandakan kalau trading volume activity memiliki pengaruh signifikan stock market return. Sedangkan hasil Uji t sebesar -2. 646 menunjukan pengaruh yang negatif. DISKUSI