JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. IDENTIFIKASI KETERDAPATAN POTENSI BAHAN GALIAN PASIR KUARSA DI KELURAHAN PADANG, KECAMATAN SUKAMARA. KABUPATEN SUKAMARA ARTICLE HISTORY Received: July 02, 2025 Revised August 9, 2025 Accepted: August 9, 2025 Online available: August 09, 2025 Keyword: Quartz sand. Sukamara Regency, resource estimation, polygon method, geological formation, *Correspondence: Name: Desyana Ghafarunnisa E-mail: desyana@politap. Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. WailelaRumahtiga. Ambon Maluku. Indonesia Kode Pos: 97234 ABSTRACT Quartz sand plays a vital role in various industries due to its unique properties and practical applications. Sukamara Regency is one of the regions with widespread quartz sand distribution. This research was conducted in Teluk Madang. Padang Sub-district. Sukamara District. Sukamara Regency. Central Kalimantan Province. The objectives of this study are to determine the distribution and thickness of quartz sand in the study area and to estimate its resource potential. The research method involved direct field observation, which was then processed into spatial data and resource calculation using the polygon method. Based on the regional geological map of the Pangkalan Bun sheet, the area comprises three geological formations: the Dahor Formation (TQ. Alluvial Deposits (Q. , and Mud Deposits (Q. , all of which show potential for quartz sand accumulation. Geomorphological observations identified three landform units: alluvial plains . %), swampy lowlands . %), and undulating terrain . %). A total of 96 hand-drilled boreholes were carried out across the study area, which covers 4. 62 hectares. The thickest quartz sand layer recorded was 3. 6Ae4 meters, while the thinnest was 0. The average thickness ranged from 1. 3 to 1. 8 meters. Using the polygon method, the estimated volume of quartz sand resources is 12,225 mA. With a density of 2. 6 g/cmA, the total estimated tonnage of silica sand in the 4. 62-hectare study area is approximately 31,785 tons. Keywords : Quartz sand. Sukamara Regency, resource estimation, polygon method, geological formation, geomorphology. Desyana Ghafarunnisa, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Identifikasi Keterdapatan Potensi Bahan Galian Pasir JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. PENDAHULUAN Pasir kuarsa adalah bahan galian yang terdiri atas kristal-kristal silika (SiOCC) dan mengandung senyawa pengotor yang terbawa selama proses pengendapan. Pasir kuarsa, yang juga dikenal dengan nama pasir putih, merupakan hasil pelapukan batuan seperti kuarsa dan feldspar. Pasir kuarsa berasal dari endapan . lacer/alluvia. yang terbentuk akibat pelapukan batuan yang banyak mengandung mineral kuarsa (SiOCC), kemudian mengalami proses transportasi oleh air atau es, dan akhirnya terendapkan serta terakumulasi di cekungan seperti danau dan pantai (Febrian, 2. Di Indonesia, pasir kuarsa umumnya ditemukan sebagai endapan sedimen hasil perombakan batuan seperti granit, porfir granit, riolit, dan Butiran pasir kuarsa ini kerap tercampur dengan mineral-mineral lain seperti lempung, feldspar, magnetit, ilmenit, limonit, pirit, mika, biotit, hornblenda, zircon, serta bahan organik (Suhayat. Proses pengangkutan oleh air menyebabkan butiran pasir menjadi semakin halus dan murni. Pasir kuarsa memiliki peranan yang sangat penting dalam berbagai sektor industri karena sifat fisik dan kimianya yang unik. Menurut Kristiana . , pasir kuarsa memiliki aplikasi luas dalam industri kaca, elektronik, semikonduktor, hingga pengecoran logam. Dalam industri kaca, pasir kuarsa digunakan untuk memproduksi kaca bangunan, kaca optik, dan kaca kendaraan (Hill, 1. Sementara itu, dalam industri elektronik dan semikonduktor, pasir kuarsa merupakan bahan dasar utama dalam pembuatan silikon, yang menjadi komponen penting bagi perangkat teknologi seperti komputer dan ponsel. Selain itu, pasir kuarsa juga digunakan dalam pembuatan cetakan logam karena kemampuannya menahan suhu tinggi dan sifatnya yang tidak reaktif terhadap logam cair (Suri. Melihat banyaknya potensi dan pemanfaatan pasir kuarsa, komoditas ini memiliki peluang ekonomi yang besar, termasuk dalam skala ekspor. Kabupaten Sukamara merupakan salah satu daerah di Kalimantan Tengah yang diketahui memiliki sebaran pasir kuarsa cukup luas. Daerah ini memiliki potensi untuk menjadi salah satu pemasok pasir kuarsa ke pasar nasional maupun global. Namun demikian, kendala yang dihadapi dalam pengembangan potensi ini adalah kurangnya data yang akurat dan lengkap mengenai letak, sebaran, ketebalan, serta jumlah sumberdaya pasir kuarsa yang ada. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilaksanakan di Teluk Madang. Kelurahan Padang. Kecamatan Sukamara. Kabupaten Sukamara. Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran, ketebalan, serta estimasi sumberdaya pasir kuarsa di daerah penelitian. Diharapkan, hasil dari penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pengelolaan sumber daya pasir kuarsa secara optimal, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi tinggi, serta membuka peluang investasi bagi daerah. Desyana Ghafarunnisa, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Identifikasi Keterdapatan Potensi Bahan Galian Pasir TINJAUAN PUSTAKA 1 Karakteristik dan Sebaran Pasir Kuarsa Pasir kuarsa merupakan bahan galian industri non-logam yang tersusun atas kristal silika (SiOCC) dengan kemurnian tinggi. Endapan ini umumnya berasal dari pelapukan batuan granit, granodiorit, dan batuan asam lainnya, lalu terbawa oleh media transportasi seperti air atau angin hingga terendapkan dalam lingkungan sedimentasi seperti sungai, danau, atau pantai (Syafrizal et al. , 2. Di Indonesia, beberapa wilayah seperti Kalimantan Tengah. Bangka Belitung, dan Riau memiliki potensi besar endapan pasir kuarsa. Studi oleh Institut Teknologi Bandung menunjukkan bahwa pasir kuarsa dari Kalimantan Tengah memiliki kadar SiOCC sebesar 97,9Ae99,1%, namun masih terdapat kandungan pengotor seperti FeCCOCE dan TiOCC (Institut Teknologi Bandung, 2. Penelitian Arif. Razi, & Fadhli . juga menyebutkan bahwa di Barito Selatan. Kalimantan Tengah, keterdapatan pasir kuarsa umumnya terjadi pada alur sungai tua yang tersusun oleh material hasil pelapukan batuan beku asam. Pemahaman terhadap sebaran dan karakteristik fisik maupun kimia pasir kuarsa sangat penting dalam proses evaluasi ekonomis bahan galian ini. Pemanfaatan Pasir Kuarsa dalam Industri Pasir kuarsa memiliki peranan penting dalam berbagai sektor industri. Industri kaca menggunakan pasir kuarsa sebagai bahan utama dalam pembuatan kaca bangunan, kaca optik, dan peralatan laboratorium karena sifatnya yang transparan dan tahan panas (Geosriwijaya, 2. Dalam industri elektronik, pasir kuarsa adalah sumber utama silikon untuk pembuatan chip semikonduktor, panel surya, dan perangkat teknologi lainnya. Namun, menurut laporan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi . , pemanfaatan pasir kuarsa dalam negeri masih terbatas, sementara sebagian besar produksinya diekspor dalam bentuk bahan mentah. Menurut HIPKI . , saat ini industri dalam mengembangkan hilirisasi pasir kuarsa menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti wafer silikon. Permintaan global terhadap pasir kuarsa terus meningkat seiring dengan kebutuhan bahan baku energi terbarukan dan teknologi digital. JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Potensi dan Tantangan Hilirisasi Pasir Kuarsa di Indonesia Pemerintah telah menetapkan pasir kuarsa sebagai salah satu dari 47 mineral strategis nasional (HIPKI. Meski demikian, pengembangan industri hilir seperti pemurnian dan fabrikasi silikon masih terkendala oleh teknologi, infrastruktur, dan investasi. Syafrizal et al. menyatakan bahwa selain tantangan teknis, kebijakan tata kelola mineral yang belum stabil juga menjadi penghambat utama dalam pengembangan industri pasir kuarsa di Indonesia. Sebagai perbandingan, negara seperti Tiongkok telah berhasil membangun rantai industri pasir kuarsa dari bahan mentah hingga komponen semikonduktor. Indonesia perlu mengambil pelajaran dari negaranegara tersebut dalam hal penguasaan teknologi dan pembangunan kawasan industri terpadu. 4 Urgensi Studi Keterdapatan Pasir Kuarsa di Sukamara Kabupaten Sukamara. Kalimantan Tengah, merupakan salah satu wilayah dengan indikasi sebaran pasir kuarsa, namun belum banyak data geologi rinci yang tersedia. Studi keterdapatan pasir kuarsa sangat diperlukan untuk mengetahui kualitas, kuantitas, dan potensi ekonomisnya secara akurat. Arif et al. menekankan pentingnya eksplorasi awal berupa pemetaan geologi permukaan dan pengambilan sampel laboratorium untuk mendukung investasi dan perencanaan pengelolaan sumber daya mineral daerah. Dengan tersedianya data keterdapatan dan estimasi sumber daya, pemerintah daerah dapat menyusun rencana tata ruang berbasis potensi geologi, serta mendorong pengembangan industri lokal berbasis METODOLOGI Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif, dimana penelitian ini dilakukan studi lapangan langsung dengan target komoditas pasir Metode studi lapangan langsung ini kemudian diolah menjadi data spasial dan data hasil perhitungan sumberdaya menggunakan teknik poligon. Dari data yang didapat selanjutnya dikomparasikan dengan studi pustaka yang mendukung dan digunakan untuk membuat kesimpulan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di Teluk Madang. Kelurahan Padang. Kecamatan Sukamara. Kabupaten Sukamara. Provinsi Kalimantan Tengah. Peralatan pemboran secara manual menggunakan bor tangan . and auge. Bor tangan adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengeboran lubang di tanah atau material lainnya menggunakan tenaga manusia untuk memutarnya. Alat ini biasanya digunakan dalam penelitian geologi, perkebunan, maupun konstruksi (Afandi, 2. Desyana Ghafarunnisa, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Data yang didapat berupa data primer dan data Data primer meliputi data bor yang selanjutnya diolah untuk kepentingan penelitian ini. Data Sekunder adalah data yang diperoleh melalui sumber dan studi literatur untuk menunjang penelitian. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah peta sebaran ketebalan pasir kuarsa dan penaksiran sumberdaya pasir kuarsa di daerah penelitian. Sumber : Afandi, 2023 Gambar 1. Bor Tangan (Hand Auge. HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Geologi Berdasarkan pada evaluasi peta geologi regional lembar Pangkalan Bun (Hermanto, 1. pada wilayah survei terdapat tiga formasi geologi yaitu formasi dahor (TQ. Endapan Aluvium (Q. dan endapan lumpur(Q. Ketiga Formasi batuan tersebut menunjukkan potensi untuk terendapkannya pasir Di samping hal tersebut di atas adanya informasi dari masyarakat yang menunjukkan ditemukannya singkapan pasir kuarsa pada wilayah dimaksud perlu diperiksa kebenarannya dengan kegiatan langsung dengan melakukan kegiatan eksplorasi di lapangan. Keadaan Geomorfologi Berdasarkan peninjauan geomorfologi, daerah penelitian dibagi menjadi 3 . satuan, yaitu: Satuan Dataran Aluvial (A. , meliputi 51,% lokasi penyelidikan. Satuan ini memiliki beda tinggi 20 meter dengan kelerengan <2o. Densitas sungai rendah dengan jenis sungai intermitten yang memiliki pola aliran Vegetasi pada satuan ini di dominasi oleh padang ilalang dan semak belukar dengan densitas tinggi. Litologi pada satuan ini adalah endapan pasir dan endapan pasir-lanau. Satuan Dataran Rawa (D. , meliputi 20,% lokasi penyelidikan. Satuan ini memiliki beda tinggi 7 meter dengan kelerengan <1o. Densitas sungai rendah dengan jenis sungai intermitten yang memiliki pola aliran dendritik. Satuan ini terletak dekat dengan Identifikasi Keterdapatan Potensi Bahan Galian Pasir JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. sungai perennial yaitu Sungai Jelai. Pada musim penghujan, satuan ini kerap terendam oleh luapan air sungai tersebut. Vegetasi pada satuan ini di dominasi oleh hutan primer dan sekunder, serta pada beberapa tempat, vegetasi di dominasi semak belukar. Litologi pada satuan ini adalah endapan pasir, endapan pasir-lanau, dan endapan rawa. Satuan Perbukitan Gelombang Lemah (Pg. , meliputi 39% lokasi penyelidikan. Satuan ini memiliki beda tinggi >25 meter dengan kelerengan <5o. Densitas sungai rendah dengan jenis sungai intermitten yang memiliki pola aliran dentritik. Vegetasi pada satuan ini di dominasi oleh padang ilalang dan semak belukar dengan densitas tinggi. Litologi pada satuan ini adalah endapan pasir, batupasir berwarna hitam dan endapan pasir-lanau. Sumber : Dokumentasi pribadi,2025 Gambar 2. Foto Kenampakan Morfologi Daerah Penelitian Pemboran Bor Tangan Metode pemboran menggunakan cara manual dengan tenaga manusia dengan alat bor tangan. Mekanisme pemboran dengan cara diputar dan ditekan. Setiap batang bor akan ditambahkan per meter hingga batas pemboran. Pemboran dilakukan sebanyak 96 titik dengan grid 156 m2 dengan luas daerah eksplorasi adalah 4,62 Ha. Sumber : Dokumentasi pribadi, 2025 Gambar 3. Kegiatan Pemboran Desyana Ghafarunnisa, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Sumber : Dokumentasi pribadi, 2025 Gambar 4. Hasil Pemboran Pemetaan Identifikasi Sebaran Ketebalan Pasir Kuarsa Pemetaan sebaran ketebalan pasir kuarsa dilakukan menggunakan aplikasi ArcMap dan disajikan dalam bentuk dua dimensi. Basis data diperoleh dari hasil pemboran sebanyak 96 titik dengan jarak grid 156 mA. Penyusunan peta memperhatikan batas-batas geologi dan morfologi yang telah diidentifikasi sebelumnya, serta mendeniliasi areal yang diasumsikan memiliki potensi keterdapatan pasir kuarsa namun secara topografi dianggap tidak memungkinkan untuk dilakukan pengusahaan bahan galian secara Hal ini sesuai dengan pendekatan eksplorasi berbasis potensi dan aksesibilitas lahan yang banyak digunakan dalam studi geologi terapan (Van der Meer et al. , 2. Peta sebaran ketebalan pasir kuarsa dapat dilihat pada Gambar 5. Dari peta tersebut diketahui bahwa ketebalan lapisan pasir kuarsa bervariasi. Ketebalan maksimum tercatat antara 3,6 Ae 4 meter, sedangkan ketebalan minimum tercatat sebesar 0,4 meter. Ratarata ketebalan pasir kuarsa pada area penelitian adalah antara 1,3 Ae 1,8 meter. Nilai ketebalan ini menunjukkan bahwa endapan pasir kuarsa di daerah penelitian tergolong sedang dan memiliki potensi untuk dikembangkan, terutama pada zona dengan ketebalan di atas rata-rata (>2 mete. Pada peta anomali ketebalan terlihat beberapa titik yang tidak menunjukkan keterdapatan pasir kuarsa, ditandai dengan warna putih. Ketidakhadiran pasir kuarsa di beberapa titik dapat disebabkan oleh faktor sedimentasi lokal, kondisi geomorfologi, atau erosi yang menyebabkan distribusi pasir tidak merata. Fenomena ini umum terjadi pada lingkungan aluvial atau fluvial di mana dinamika aliran air sangat berpengaruh terhadap proses transportasi dan deposisi material kuarsa (Boggs, 2006. Arif et al. , 2. Pemetaan ketebalan pasir kuarsa menggunakan pendekatan geospasial ini sangat membantu dalam Identifikasi Keterdapatan Potensi Bahan Galian Pasir JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. menentukan area prioritas eksploitasi serta dalam memperkirakan volume sumber daya secara lebih Aplikasi teknologi GIS dalam eksplorasi mineral terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan dan perencanaan tambang (Yulianto et al. , 2. Sumber: Pengolahan data pribadi, 2025 Gambar 5. Peta Sebaran Pasir Kuarsa Berdasarkan Anomali Ketebalan Estimasi Sumberdaya Pasir Kuarsa Perhitungan volume pasir kuarsa menggunakan Potensi bahan galian pasir kuarsa di lokasi teknik yaitu surface volume dan polygon volume. Secara penelitian dengan luas 4,62 Ha dilakukan estimasi prinsip perhitungan volume dihitung berdasarkan sumberdaya dari endapan pasir kuarsa di daerah proyeksi luas permukaan relatif terhadap tinggi tertentu. Estimasi sumberdaya menggunakan alat bantu Pada penelitian ini digunakan metode surface volume Arcgis dengan metode poligon yang dihitung dengan dengangaris imaginer untuk batasan sebagai bidang mempertimbangkan batasan kondisi geologi, dimana referensi di bagian bawah. Hasil estimasi sumberdaya lokasi daerah penelitian merupakan kondisi sederhana pasir kuarsa dapat dilihat pada Tabel 1. sesuai dengan SNI 4726 . 2019 (Gambar . Tabel 1. Hasil Estimasi Sumberdaya Pasir Kuarsa Longitude Latitude SP-1 SP-2 SP-3 SP-4 SP-5 SP-6 111,1798083 111,1795834 111,1793585 111,1791336 111,1789087 111,1786838 -2,583484008 -2,58348404 -2,583484072 -2,583484104 -2,583484136 -2,583484168 8,82 9,16 10,21 10,02 10,44 10,22 Desyana Ghafarunnisa, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. TEBAL Grid . Volume . Density . /cm. 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 Tonase Identifikasi Keterdapatan Potensi Bahan Galian Pasir JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Longitude Latitude SP-7 SP-8 SP-9 SP-10 SP-11 SP-12 SP-13 SP-14 SP-15 SP-16 SP-17 SP-18 SP-19 SP-20 SP-21 SP-22 SP-23 SP-24 SP-25 SP-26 SP-27 SP-28 SP-29 SP-30 SP-31 SP-32 SP-33 SP-34 SP-35 SP-36 SP-37 SP-38 SP-39 SP-40 SP-41 SP-42 SP-43 SP-44 SP-45 SP-46 SP-47 SP-48 SP-49 SP-50 SP-51 SP-52 SP-53 SP-54 SP-55 SP-56 SP-57 111,1784589 111,178234 111,1798083 111,1795834 111,1793585 111,1791336 111,1789087 111,1786838 111,178459 111,1782341 111,1780092 111,1777843 111,1800332 111,1798084 111,1795835 111,1793586 111,1791337 111,1789088 111,1786839 111,178459 111,1782341 111,1780092 111,1777843 111,1800333 111,1798084 111,1795835 111,1793586 111,1791337 111,1789088 111,1786839 111,178459 111,1782341 111,1780092 111,1777843 111,1800333 111,1798084 111,1795835 111,1793586 111,1791337 111,1789088 111,1786839 111,178459 111,1782342 111,1780093 111,1777844 111,1800333 111,1798084 111,1795836 111,1793587 111,1791338 111,1789089 -2,5834842 -2,583484231 -2,583710186 -2,583710218 -2,583710249 -2,583710281 -2,583710313 -2,583710345 -2,583710377 -2,583710409 -2,583711278 -2,583712148 -2,583936331 -2,583936363 -2,583936395 -2,583936427 -2,583936458 -2,58393649 -2,583936522 -2,583936554 -2,583936586 -2,583936617 -2,583936649 -2,584162508 -2,58416254 -2,584162572 -2,584162604 -2,584162636 -2,584162667 -2,584162699 -2,584162731 -2,584162763 -2,584162795 -2,584162826 -2,584388685 -2,584388717 -2,584388749 -2,584388781 -2,584388813 -2,584388845 -2,584388876 -2,584388908 -2,58438894 -2,584388972 -2,584389003 -2,584614862 -2,584614894 -2,584614926 -2,584614958 -2,58461499 -2,584615022 9,06 9,44 8,86 10,39 10,61 11,78 12,09 11,66 10,87 9,79 10,84 10,81 8,33 9,85 11,49 12,01 13,42 13,76 13,35 12,59 11,23 10,93 10,71 8,07 9,87 11,65 13,37 14,98 15,35 15,21 14,56 12,93 11,97 11,75 8,05 9,65 11,09 13,73 15,56 16,53 16,84 16,35 14,79 13,95 13,53 8,71 10,13 11,59 12,51 14,53 16,12 Desyana Ghafarunnisa, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. TEBAL Grid Volume . Density . /cm. 0,15 0,62 1,85 0,45 1,27 1,55 0,88 1,45 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 Tonase Identifikasi Keterdapatan Potensi Bahan Galian Pasir JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Longitude SP-58 SP-59 SP-60 SP-61 SP-62 SP-63 SP-64 SP-65 SP-66 SP-67 SP-68 SP-69 SP-70 SP-71 SP-72 SP-73 SP-74 SP-75 SP-76 SP-77 SP-78 SP-79 SP-80 SP-81 SP-82 SP-83 SP-84 SP-85 SP-86 SP-87 SP-88 SP-89 SP-90 SP-91 SP-92 SP-93 SP-94 SP-95 SP-96 111,178684 111,1784591 111,1782342 111,1780093 111,1777844 111,1775595 111,1773346 111,1798085 111,1795836 111,1793587 111,1791338 111,1789089 111,178684 111,1784591 111,1782342 111,1780093 111,1777844 111,1775595 111,1773346 111,1795836 111,1793587 111,1791338 111,1789089 111,178684 111,1784591 111,1782342 111,1780094 111,1777845 111,1775596 111,1773347 111,1784592 111,1782343 111,1780094 111,1777845 111,1775596 111,1782343 111,1780094 111,1777758 111,1775596 Latitude -2,584615054 16,75 -2,584615085 16,64 -2,584615117 16,37 -2,584615149 16,05 -2,58461518 15,56 -2,584615212 15,18 -2,584615244 15,19 -2,584841071 9,74 -2,584841103 10,84 -2,584841135 11,46 -2,584841167 13,02 -2,584841199 14,35 -2,584841231 15,22 -2,584841262 16,12 -2,584841294 16,22 -2,584841326 15,60 -2,584841358 15,26 -2,584841389 15,05 -2,584841421 15,18 -2,58506728 10,54 -2,585067312 10,94 -2,585067344 11,59 -2,585067376 12,34 -2,585067408 12,93 -2,58506744 13,77 -2,585067471 15,14 -2,585067503 15,00 -2,585067535 14,24 -2,585067566 13,51 -2,585067598 13,22 -2,585293617 13,28 -2,585293648 13,53 -2,58529368 13,51 -2,585293712 13,26 -2,585290522 12,94 -2,585519826 13,21 -2,585519857 12,70 -2,585518681 12,77 -2,585519921 13,42 Total Sumber: Pengolahan data pribadi, 2025 Berdasarkan Tabel 1 di atas, dapat dilihat bahwa hasil estimasi sumberdaya pasir kuarsa menggunakan teknik poligon didapatkan volume sebanyak 12. Densitas pasir kuarsa adalah 2,6 g/cm3 sehingga didapatkan tonase pasir silika dalam daerah penelitian seluas 4,62 Ha sebesar 31. 785 Ton. Desyana Ghafarunnisa, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. TEBAL Grid 1,38 1,45 0,75 1,23 2,51 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 156,25 Volume . Density . /cm. Tonase PENUTUP Kesimpulan Keterdapatan pasir kuarsa di Teluk Madang. Kelurahan Padang. Kecamatan Sukamara. Kabupaten Sukamara. Provinsi Kalimantan Tengah Berdasarkan pada evaluasi peta geologi regional lembar Pangkalan Bun terdapat tiga formasi geologi yaitu formasi dahor (TQ. Endapan Aluvium (Q. dan endapan lumpur(Q. Ketiga Formasi batuan tersebut Identifikasi Keterdapatan Potensi Bahan Galian Pasir JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. menunjukkan potensi untuk terendapkannya pasir Dalam peninjauan geomorfologi terdapat 3 . satuan meliputi satuan daratan aluvial 51%, satuan daratan rawa 20%, dan satuan daratan tanah gelombang 29%. Pemboran dilakukan dengan alat bor tangan sebanyak 96 titik. Luas daerah penelitian adalah 4,62 Ha. Berdasarkan pengolahan data, lapisan pasir kuarsa yang paling tebal adalah senilai 3,6 Ae 4 meter. Lapisan pasir kuarsa paling tipis adalah senilai 0,4 Ketebalan rata-rata pasir kuarsa pada penelitian ini adalah senilai 1,3 Ae 1,8 meter. estimasi sumberdaya pasir kuarsa menggunakan teknik poligon didapatkan volume sebanyak 12. 225,6 m3. Densitas pasir kuarsa adalah 2,6 g/cm3 sehingga didapatkan tonase pasir silika dalam daerah penelitian seluas 4,62 Ha sebesar 785 Ton. Saran Dilakukan eksplorasi lanjutan dengan metode pemboran yang lebih dalam dan jarak antar titik yang lebih rapat untuk memperoleh data ketebalan yang lebih detail dan memperkecil ketidakpastian dalam estimasi sumber daya. Dilakukan analisis laboratorium terhadap sampel pasir kuarsa, khususnya untuk mengetahui kandungan senyawa pengotor (FeCCOCE. AlCCOCE. TiOCC) dan kadar SiOCC guna menentukan kelayakan industri dari pasir kuarsa tersebut. Perlu dilakukan kajian kelayakan ekonomi dan lingkungan sebagai dasar dalam khususnya terkait aksesibilitas, tata guna lahan, dan potensi dampak ekologis. Pemanfaatan teknologi pemetaan geospasial seperti GIS dan drone sangat disarankan dalam pemetaan sebaran, perencanaan tambang, dan monitoring keberlanjutan usaha penambangan ke depan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi teknis diperlukan agar potensi ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan serta mendukung pembangunan ekonomi wilayah berbasis sumber daya alam DAFTAR PUSTAKA