Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 SYIRKAH ABDAN DALAM PERSPEKTIF MAZHAB SYAFIAoI: ANALISIS KONTEKSTUALISASI FIKIH ISLAM KONTEMPORER Asrul Hamid Dosen Program Studi Hukum Ekonomi Syariah STAIN Mandailing Natal asrulhamid@stain-madina. ABSTRAK Syirkah Abdan adalah kesepakatan dua orang atau lebih untuk bekerja dengan mempergunakan kepandaian mereka tanpa adanya harta, disyaratkan mereka sama-sama berusaha dan upah yang mereka terima dibagi menurut kesepakatan Menurut mazhab SyafiAoi, syirkah abdan ini adalah bathil . idak sah, mereka beralasan bahwa perserikatan hanya berlaku pada serikat percampuran modal dan harta, bukan bekerja dan bukan pula dalam bidang tanggung jawab. Sementara sesuai dengan perkembangan zaman dan tingkat kemajuan ekonomi mengakibatkan semakin banyaknya jenis muamalah yang muncul, seperti syirkah abdan yang sekarang ini sangat banyak digunakan oleh masyarakat. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hukumnya diperbolehkan dengan alasan tujuan utama perkongsian adalah selain untuk mendapatkan keuntungan, akan tetapi dari perkongsian itu akan memupuk rasa kebersamaan, tolong-menolong dan melatih seorang muslim agar bersikap jujur serta mendidik disiplin tinggi dalam bekerja. Kata kunci : syirkah abdan, mazhab SyafiAoi, fikih kontemporer ABSTRACT Syirkah Abdan is an agreement of two or more people to work by using their intelligence without possessions, they are required to work together and the wages they receive are divided according to their agreement. According to the Syafi'i school of thought, syirkah abdan is false . llegitimate, they reasoned that association only applies to the union of capital and wealth, not work and not in the area of responsibility. While in accordance with the times and according to the level of economic progress, there are more and more it is the type of muamalah that arises, such as syirkah abdan which is currently very widely used by the The results of the study conclude that the law is permissible on the grounds that the main purpose of the partnership is in addition to profit, but from the partnership it will foster a sense of togetherness, help and help a person Muslims to be honest and educate high discipline in work. Keywords: syirkah abdan, the Shafi'i school of thought, contemporary fiqh Pendahuluan Pada dasarnya segala bentuk muamalah adalah mubah, kecuali ada dalil yang mengharamkannya dan telah ditentukan dalam Alquran dan Hadis. Islam Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 telah mengajarkan umat manusia supaya hidup harus saling tolong-menolong dan tanggung-menanggung dalam hidup masyarakat, serta Islam juga mengajarkan hidup dalam bermasyarakat harus ada nilai-nilai keadilan dan menghindari praktek-praktek penindasan dan pemerasan. Dalam Islam segala aturan baik ibadah mahdah maupun ghairu mahdah telah ditetapkan dalam Alquran dan alHadis untuk mengatur hubungan antara manusia dengan cara memperoleh, mengatur, mengelola dan mengembangkan mal . arta bend. yaitu dalam fiqh muamalah termasuk dalam bentuk kerja sama. Salah satu bentuk kerja sama dalam memenuhi kebutuhan hidup adalah perkongsian, melalui perkongsian manusia yang mempunyai kepentingan bersama, secara bersama-sama memperjuangkan suatu tujuan tertentu, dan dalam hubungan ini mereka mendirikan serikat usaha, 2 hal inilah yang dikenal dengan istilah syirkah. Syirkah sering juga disebut dengan kemitraan atau kerja sama yang terdiri atas persetujuan baik secara lisan, perilaku maupun secara tertulis. Syirkah disyariAoatkan Allah di dalam Alquran sebagai berikut : CeEUAAEaAEAE AACaECsAE EAaEAECUaE ACcAAEAIECE aC CAEaA EOAaCAEEAeAIa EaOCOEsa AaEa EAsCAEaAEA A EaCOAEAeAA EaA aea AAEAEAoAACaE CoeaAuCa aCiCEAACCACE ENEOEO ECOCEEUCsECE aC EAaEAEAACI Ca CAEaA A EAaECsEA EAaEAIAea EaCOECOCEa Artinya: AuHai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. ang demikian it. dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-NyaAy. (QS. Al-Maidah : . Adapun makna dari Auaufu bil AouqudAy, artinya, sempurnakan sekalian akad, tepati segala janji. Perkataan AuAouqudAy adalah jamaAo dari AuakadAy, artinya, simpul Dalam ungkapan, saya simpul tali ini, berarti saya ikat janji ini dengan Menurut yang diriwayatkan Ibnu Abbas, akad yang dimaksud dalam ayat di atas adalah segala perjanjian Allah Swt. yang telah dijanjikan-Nya kepada hamba-Nya, yang terdiri dari apa yang diharamkan, dihalalkan, dan di-fardu-kan. Rachmat SyafeAoi. Fiqh Muamalah, (Bandung: Pustaka Setia, 2. , h. Chairuman Pasaribu dan Suhrawardi K. Hukum Perjanjian dalam Islam, (Jakarta. Sinar Grafika, 1. , cet. Ke-1, h. Departemen Agama. Al-Quran dan Terjemahnya, (Jakarta: PT Bumi Restu, 1. , (Q. Al-Maidah : . Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 yakni segala hukum yang telah disebutkan dalam Alquran jangan kamu tukar dan jangan kamu rusak semua itu. 4 Nabi Muhammad Saw. , juga menjelaskan tentagn syirkah ini dalam Hadis Qudsi, sebagai berikut: ca A eO aEA ca AOA a A aIa a aEA: A Ca aE EEacNa a aEaOA: AAEacO EEacNa aEa eO aN aO aEac eIA a A Ca aE aA: AEEN a a eINa Ca aEA a Aa eI a aO Na aO ae a aA a AEE aNA a AA ca AEA )AA ac aN a eE a aE aIA a a a A( aON a aaOa aOa aOA a ,A AauaIa aae a aI eI a eOIa aN aIA,aNA a A a eO aEO aeI aIEa eI Oa a eI a aaNa aIA Artinya:AuDari Abu Hurairah r. a berliau berkata : Rasulullah Saw bersabda: Allah Swt berfirman: Aku adalah yang ketiga di antara dua orang yang bersekutu selama salah satu dari keduanya tidak menghianati temannya, apabila dia menghianati temannya maka akan keluar dari antara mereka berduaAy. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh al-Haki. Adapun maksud dari Hadis di atas adalah bahwa Allah menyertai mereka berdua . ang mengadakan syirka. , yakni menjaga dan melindungi, memberi pertolongan dalam pengembangan hartanya serta memberkahi perniagaan Tetapi apabila terjadi pengkhianatan dalam perkongsian itu, maka keberkahan itu akan dicabut dari harta keduanya. Syirkah secara garis besar dibagi menjadi dua macam yaitu: syirkah amlak dan syirkah uqud. Syirkah amlak adalah dua atau beberapa orang memiliki secara bersamaan suatu barang tanpa adanya dengan perserikatan, ada kalanya bersifat ikhtiari atau ijbari. Namun bentuk syirkah di atas tidak dibahas dalam fiqh muamalah, tetapi dalam masalah wasiat, waris, hibah dan wakaf. Sedangkan yang termasuk akad muamalah adalah syirkah uqud. Yang dimaksud akad . untuk berkerja sama dalam urusan harta dan keuntungan. Di antara syirkah uqud itu ada yang disebut dengan syirkah abdan. abdan ini adalah berserikat dua orang atau lebih pada semua yang mereka usahakan dengan tangan mereka seperti tukang yang berserikat mereka dalam mengerjakan pekerjaannya, apa saja yang diberikan Allah Swt. sebagai rezeki Abdul Hakim Hasan . Tafsir Al-Misbah, (Jakarta : Kencana . , h. Muhammad bin Ismail as-ShunAoani. Subulus Salam yang diterjemahkan oleh A. SyifaAoul Qulub AuTerjemah Subulus SalamAy, (Surabaya: Amelia, 2. Jilid i, h. Ibid, h. Wahbah al-Zuhaili. Al-Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, (Beirut: Dar al-Fikr, 1. Juz V. Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 adalah untuk mereka berdua. 8 Walaupun syirkah abdan ini telah berkembang dalam kehidupan masyarakat luas, namun terhadap boleh atau tidaknya bentuk perserikatan ini masih diperselisihkan oleh ulama fikih. Terminologi dan Bentuk Syirkah Lafal A E cEAbisa dibaca aA E ac a aEAatau a A E a c e aEAberarti nama sesuatu yang dibuat syirkah. Syirkah berarti perkongsian usaha antara dua orang atau lebih. Secara etimologi . syirkah artinya campur,10 sementara menurut terminologi . adalah bercampurnya salah satu dari dua harta dengan harta lainnya, tanpa dapat dibedakan antara keduanyaAy. 11 Adapun syirkah menurut ulama mazhab adalah sebagai berikut : Mazhab Hanafiyah menyebutkan bahwa syirkah adalah: a A eIA a UAeA a Aa aEO aeI AaO ae a eE aIA a ACa s aOeIa eE aIaA a a a aAE aO aE a cA Artinya: AuUngkapan tentang adanya transaksi . antara dua orang yang bersekutu pada pokok harta dan keuntunganAy. Mazhab Malikiyah menyebutkan bahwa syirkah adalah: ca AO a eI OaeaIa aE acE aO a a s aIIa EA A a aNA a a a AA acA a a Ea aN aI aIU a eIAA a A a eO aEO aeI aEA e a A aN aI A a ca AaO au e aI AaO EA a ANA AA aE aE scE aI eI aN aIA a AA acA a aAE Ea aN aI aI a auaCA ca a aO a eI OaA s AA AaO aIA a caA a c aC EA a AA aA Artinya: AuPerkongsian adalah izin untuk mendayagunakan . harta yang dimiliki dua orang secara bersama-sama oleh keduanya, yakni keduanya saling mengizinkan kepada salah satunya untuk mendayagunakan harta milik keduanya, namun masing-masing memiliki hak untuk ber-tasharrufAy. Menurut Mazhab SyafiAoiyah bahwa syirkah adalah: ca A aE a aN aN EA a AC aAOA a A eOs aE eIaO aeI Aa e eE a aA a c Aa eaOa eE aA a AO eaOA Abdul Aziz Dahlan, . Ensiklopedi Hukum Islam,(Jakarta: Ikhtiar Baru Hoeve, 1. Ke-1, h. Muhammad bin Ismail as-ShunAoani. Subulus Salam A h. Syaikh Syamsuddin AbuAoAbdillah Muhammad bin Qosim Asy-SyafiAoi. Fathul Qorib Al-Mujiib, diterjemahkan oleh Imron Abu Amar. AuTerjemah Fathul QoribAy, (Yogyakarta: Menara Kudus, 1. Jilid I, h. Rachmat SyafeAoi. Fiqh MuamalahA h. Ibid, h. Lihat Ibn Abidin. Radd Al-Mukhtar Dar Al-Muhtar, juz i, h. Ibid, h. Lihat Ad-Dasuqi. Asy-Syarh Al-Kabir MaAoa Ad-Dasuqi, juz i, h. Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 Artinya: AuKetetapan hak pada suatu yang dimiliki dua orang atau lebih dengan cara yang masyhur . Ay. Mazhab Hanabilah menyebutkan bahwa syirkah adalah: e a a AE a aa aIA sAA acAA a a AC a eOA s A AaO a eae CaA Artinya: AuPerhimpunan adalah hak . atau pengelohan harta . Ay15 Secara umum syirkah terbagi atas dua macam, sebagai berikut : Syirkah Amlak adalah dimana dua orang atau lebih memiliki barang tanpa adanya akad. syirkah ini ada dua macam: Syirkah Ikhtiari . erkongsian sukarel. adalah perkongsian yang muncul karena adanya kontrak dari dua orang yang bersekutu. Syirkah Ijbar . erkongsian paksaa. adalah perkongsian yang ditetapkan kepada kedua orang atau lebih yang bukan didasarkan atas perbuatan keduanya. Syirkah Uqud adalah dua orang yang bersekutu dalam harta, dan menyatakan bersekutu dalam menjual dan membeli secara bersama-sama, syirkah ini antara lain: Syirkah inan adalah persekutuan antara dua orang dalam harta milik untuk berdagang secara bersama-sama, dan membagi laba atau kerugian bersama-sama. Syirkah Mufawidhah adalah perkongsian antara dua orang atau lebih. Masing-masing pihak memberikan kontribusi yang sama dan turut terlibat dalam pekerjaan yang sudah disepakati. Syirkah Wujuh adalah bersekutunya dua pimpinan dalam pandangan masyarakat tanpa modal, untuk membeli barang secara tidak kontan Muhammad Asy-Syarbini. Mugni Al-Muntaj, (Beirut : Dar Al-Kutub al-Ilmiyyah,), juz i, h. Rachmat SyafeAoi. Fiqh Muamalah, h. Lihat Ibn Qudamah. Al-Muqni, juz II, h. Rachmat SyafeAoi. Fiqh Muamalah. Ibid, h. Asumi dan Siti Mujiatun. Bisnis Syariah AuSuatu Alternatif Pengembangan Bisnis yang Humanistik dan BerkeadilanAy (Medan: Perdana Publishing, 2. , h. Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 dan akan menjualnya secara kontan, kemudian keuntungan yang diperoleh dibagi di antara mereka dengan syarat tertentu. Syirkah AAomal atau Abdan adalah kerjasama antara dua orang yang satu profesi untuk menyelesaikan satu pekerjaan. Keuntungan yang diperoleh akan dibagi sama dan kerugian yang akan timbul ditanggung bersama. Syirkah Abdan Dalam Perspektif Mazhab SyafiAoi Sebelum diuraikan tentang syirkah abdan menurut mazhab Syafi'i, maka terlebih dahulu dikemukakan pengertian dari syirkah abdan sebagai berikut : Wahbah al-Zuhaily menjelaskan pengertian syirkah abdan sebagai berikut: AeA a A aOOa aE eOIa E aEAUAEA a AEaO a eI OaaCaacEa Aa eO IINA a AaIA a A aIEU aIIa e a e aIA a A a eI Oa e aa aE eIA Aa eOIa aN aIA Artinya: AuBahwa berserikat untuk menerima suatu pekerjaan di antara banyak pekerjaan dalam suatu perjanjian, dan di dalamnya terdapat usaha dari keduanya. Ay20 Imam Nawawi menjelaskan pengertian syirkah abdan sebagai berikut: AI a a e aIa aN aIA a AaOA a aAE eEaA a aAEaO aIOa eE a aA a AaO a acI aaEaa eE a e aA a AI aONA Artinya: Dan adapun syirkah abdan adalah syirkah yang dilakukan dengan adanya dari dua orang dengan mengunakan tenaga mereka. Asy-Syarbini menjelaskan pengertian syirkah abdan sebagai berikut: A aOOU a eOA a a A a a E aI e a a aEOa aE eOIa a eOIa aN aI aE ea aN aI aIA a AI aE aa eO aEa E a acIEaO aeI aOA a Aa e aEa eE a e aA AA eIa a a eO e aEa aA aNA ca AC EA a AaIa aOU aI a E a ca Artinya: AuSyirkah abdan seperti syirkah penanggungan dan semua bentuk pekerjaan yang di dalamnya sama-sama melakukan usaha yang sama banyak, berlebih atau berkurang serta adanya kesepakatan dalam bidang usaha atau berbeda. Ay22 Ibid, h. Wahbah al-Zuhaili. Al-Fiqh al-IslamA h. Zakaria Mahyuddin bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu' syarh al-Muhazzib, (Beirut: Dar al-Fikr, 1. Juz XIV, h. Muhammad Khatib asy-Syarbaini. Mugni Al-MuntajA h. Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 Dari beberapa pengertian yang diuraikan tersebut dapat disimpulkan bahwa syirkah abdan adalah kesepakatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan mempergunakan tenaga atau keahlian tanpa adanya modal/ harta. Terkait bagaimana hukum dalam praktik syirkah abdan ini, menurut mazhab SyafiAoi dinyatakan bathil karena di dalam perkongsian tersebut hanya mempergunakan kepandaian atau keahlian saja,23 tidak ada harta di dalamnya, maka jika seseorang bekerja maka itu adalah untuknya, selanjutnya jika keduanya sama-sama bekerja, maka upah dibagi sesuai dengan pekerjaan yang dilakukannya,24 dan juga terdapat unsur-unsur gharar karena tidak dapat diketahui teman seperkongsian apakah bekerja atau tidak, dan alasan lainya demikian juga akan manfaat yang didapatkan. 25 Dalam suatu perkongsian yang dilakukan apabila setiap syarat yang diajukan tersebut tidak terdapat dalam kitab Allah adalah maka hukumnya adalah bathil. Adapun dalil yang menguatkan bahwa syirkah abdan ini bathil, mazhab SyafiAoi menggunakan Hadis dari yang bersumber dari Aisyah r. a yang berbunyi: e aA AaCaEA,aAO a aO aeeA e aA eI aNCaEA AEaOA a a a AOA a aAO EEacNA a Aa aA a A eIA a AaOA e AO aEaea a eN aEA e caA auIA e aA a aeIA:AA a AA A ac Na Ea aN eIA a a A eaI a aac a eNEa aE a eI A, aAO AaCa eEA a AO aE acEA s Aa ae a eOA e aA sI a eO CaOaca Aa a a eOIa eOIA e aA AA,ACA e aA AaCaEA,A a aO aee a auEaO a eN aE aNA e aA a aNA, aAO a eEA ,AEa eO aNA a A Aa a a eOA:A Ea aN eIA e AaOOaEa eO aI aOEaIa aE aEA e aA AaCaEA,AA e a a aA A aA a A aO aA,A aI eI a eI a aN eIA U AEac aI a aEA a AO Ca eA a aEacO EEacNA a AEa eO aN aOA a A eO EEac aNA e caA auIA:AA AEacIA a aEUcO EEUcNA a a a EaEA a AEa eO aN aOA a aA AA,AEa eO aN eI a eOuaEac a eI Oa aE eOIa eE aOEa a Ea aN eIA a AOA ca aA aI a EIacA e a a ea aA ,AO Ea aN eI E aOEa aA a aA aA a aEENA a AEa eO aN aOA a AOA e A a a eO aN aO e a a aA:,aA AaCaEA,AE aIA ca A EIac aA e a aIac aIA e aA aEA, aAE aOEa a aE aI eI a eaCA AAEacOA a a a AI aA a aAO EEacNA a AA a Aa aA a A eO aE EEac aNA a aA a acI CA,AIe aNA a AA A Aa aIa aE a sEA,aA a acIa eA:aA a acI CUEA,AEa eO aNA a caAO EIA a A Aa a aI a EEacNa aOaeIaOA a aAEEacNA a AEa eO aN aOA e AEac aI a U A a eOA a AOa ea aA e AA a aA eOIA a AO aEaA a AO aEaA a A Ea eOA a A EEac aN aaEaO aI aEIa aI eI eas EaOA e aAe AA e aA AA e A aOuaIac aIA,A a eO a aCA a A aO eaA,A a EEac aN a a acCA AE aOEa aA a aAEEac aN Aa aN aO A a aA CA, sA aOua eI aEIa aIaa eaA,A UEA a eAEa eO aN aOEEacAA )aAOA a A ( aIacAa UCA, aE aI eI a eaCA c a a A aeaA Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibari al-Fannani. Terjemah Fathul MuAoin. Jilid I, (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2. , h. Sayyid al-Bakry bin Sayyid Muhammad Syata ad-Dimyathi. Khasyiyatan I'anah athThalibin,( Bandung : al-Ma'rif, t. Juz II, h. Muhammad Khatib asy-Syarbaini. Mugni Al-MuntajA h. Abi Ishaq Ibrahim bin Ali Ibnu Yusuf al-Firuzi. Abadi as-Syirazi, al-Muhazzab fi fiqh al-Imam asy-Syafi'i. Dar al-Fikr, t. Juz I, h. Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 Artinya: AuDari Aisyah r. a berkata. Barirah datang kepadaku seraya berkata. AuAku telah bermukatabah27 dengan majikanku sebesar sembilah uqiyyah, setiap tahun satu uqiyyah, maka tolonglah akuAy. Aku berkata. AuJika majikanmu bersedia aku membayarnya kepadanya dengan syarat walaAo28-nya nanti untukku maka aku akan menolongmuAy. Kemudian Barirah menghadap majikannya dan mengungkapkan hal itu, namun majikannya menolak. datang lagi sewaktu Rasullullah Saw. sedang duduk seraya berkata. AuAku telah menyampaikannya kepadanya, tetapi ia menolak kecuali jika walaAo itu tetap miliknyaAy. Nabi Saw. mendengar dan Aisyah memberitahukan hal itu kepada Nabi Saw. lalu beliau bersabda. AuAmbillah dan berilah persyaratan walaAo itu kepadanya, sebab walaAo itu hanya bagi orang yang memerdekakanAy. Lalu Aisyah melakukan itu. Kemudian Rasulullah Saw. berdiri dihadapan orang-orang dan setengan memuji Allah dan menyanjung-Nya beliau bersabda. AuAmma baAodu, mengapa ada orangorang yang memberikan persyaratan yang tidak ada dalam AlqurAoan? Setiap syarat yang tidak tercantum dalam AlqurAoan adalah batil, walaupun seratus syarat. Ketetapan Allah itu lebih hak dan syarat Allah itu lebih kuat, dan walaAonya itu hanya bagi orang yang memerdekakan. Ay (HR. Muttafaq alaihi dan lafalnya menurut Bukhar. Hadis lain yang dijadikan mazhab SyafiAoi sebagai dalil untuk menguatkan pendapatnya, sebagai berikut: e Aa aIac aN a a aA AOA a A aA a A eI a aeIA a A eIA a A aI aA a A eI Ia aA aA a AEaO aI aE aEA a aAO Ca aE Ca aeA a A I a e a a Aa acaIa Oa eA :AI AaCa aEA. A eO aE EEacN AA a AEaO a eI aOEaIaNa EaIaE eaA a A a aE aE aE acA a A a eNEa aN Ia a eOa aE aNA:AOaU a eaCa aNAaCa aEA a a )AEOEaIa aE aI eI a eaCa (ON IEIA a AOIE a aE aE AauaIac aIA Artinya: AuYahya bin Yahya menceritakan kepada kami ia berkata: telah berkata aku kepada Malik dari NafiAo dari Ibnu Umar dari Aisyah r. a katanya: dia bermaksud hendak membeli seorang hamba sahaya perempuan untuk memerdekakannya, kata keluarganya. Aukami berdua menjualnya pada anda dengan syarat kewaliannya tetap dipihak kamiAy. Lalu Aisyah menanyakan hal itu kepada Nabi Saw. Sabda beliau: tidak ada yang dapat menghalangimu memerdekakannya kewalian berada dipihak yang Ay(HR. Musli. Dari uraian tersebut di atas menjelaskan bahwa mazhab SyafiAoi dengan mutlak menolak syirkah abdan ini, dikarenakan tidak terdapatnya modal di dalamnya sedangkan dalam suatu usaha harus ada modal. Selain itu, juga terdapat Mukatabah : perjanjian antara seorang budak dengan majikannya bahwa budak tersebut akan merdeka bila dapat membayar sejumlah uang yang mereka sepakat. Lihat Muhammad bin Ismail as-ShunAoani. Subulus SalamA h. WalaAo : harta warisan bagi yang memerdekakan budak. Ibid, h. Ibid, h. Imam Abi al-Husein Muslim bin Hajjat Ibnu Muslim al-Kusayiri an-Nisabury, al-Jami as-Shahih. Beirut : libanon, t. Juz II, h. Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 unsur gharar di dalamnya karena setiap tenaga atau keahlian manusia berbedabeda sehingga ditakutkan adanya salah satu pihak yang dirugikan oleh pihak lain, dengan memanfaatkan keahlian teman seperkongsiannya, sesuai dengan Hadis Nabi Muhammad Saw yang dijadikan sebagai kaidah fikih: UAEA a aA EEac aN Aa aN aO A a Ae Aa eO aE aA a A aI aEIa aI eI eas EaOA. Artinya: Au. Syarat-syarat apapun yang tidak ada dalam Kitab Allah, maka syarat tersebut adalah batal. Ay. Syirkah Abdan : Analisis Kontekstualisasi Fiqh Islam Kontemporer Islam diyakini sebagai agama yang universal, tidak terbatas oleh waktu dan tempat tertentu. Alquran menyatakan bahwa lingkup keberlakuan ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. adalah untuk seluruh umat manusia, di mana mereka berada. Oleh sebab itu. Islam seyogianya dapat diterima oleh setiap manusia di muka bumi ini, tanpa harus ada konflik dengan keadaan di mana ia Ketika Islam berhadapan dengan masyarakat modern, ia dituntut untuk dapat menghadapinya. Kesiapan Islam menghadapi tantangan zaman selalu dipertanyakan oleh para pemikir muslim kontemporer. Hukum Islam diyakini oleh umat Islam sebagai hukum yang bersumber pada wahyu Tuhan . ivine la. Keyakinan ini didasarkan pada kenyataan bahwa sumber hukum dalam Islam adalah Alquran dan Hadis. Allah dan Rasul-Nya lazim disebut syariAoat . aw give. Namun demikian, harus diakui bahwa Alquran dan Hadis terbatas, baik dalam peristiwa maupun waktu penetapan hukumnya, sementara itu peristiwa semakin banyak jumlahnya dengan aneka ragam Dalam menghadapi masalah inilah penafsiran dan upaya penemuan hukum dan ahli hukum Islam sangat dituntut. Hukum Islam bersifat elastis, sempurna dan universal, ia meliputi segala bidang dan lapangan kehidupan manusia. Permasalahan kemanusiaan, kehidupan jasmani dan rohani, hubungan sesama makhuk, hubungan makhluk dengan Djazuli. Kaidah-kaidah Fikih AuKaidah-kaidah Hukum Islam dalam Menyelesaikan Masalah-masalah yang PraktisAy (Jakarta: Kencana Prenada Media Group: 2. Harun Nasution. Dasar Pemikiran Pembaharuan dalam Islam, dalam M. Yunan Yusuf, (E. Cita dan Citra Muhammadiyah, (Jakarta: Pustaka Panjimas: 1. , h. Fathurrahman Djamil. Filsafat Hukum Islam, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1. Cet- ke. i, h. Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 Khalik, serta tuntutan hidup dunia dan akhirat terkandung dalam ajarannya. Hukum Islam memperhatikan berbagai segi kehidupan, baik bidang muAoamalah, ibadah, jinayah, dan lain-lain. Meski demikian, ia tidak memiliki dogma yang kaku, keras dan memaksa. Ia hanya memberikan kaidah-kaidah hukum yang mesti dijalankan umat manusia. 34 Hukum Islam juga tidaklah statis, tetapi senantiasa berubah dan berkembang. Pemahaman terhadap hukum-hukum syaraAo pun akan mengalami perubahan, sehingga ijtihad yang merupakan prinsip gerak dalam Islam tidak boleh seditik-pun berhenti. Hukum juga diciptakan untuk memelihara ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat, sementara masyarakat senantiasa mengalami perubahan. Untuk pengertian dan pelaksanaan hukum harus sesuai dengan keadaan yang ada. Artinya, asas dan prinsip hukum tidaklah berubah, tetapi cara penerapannya harus disertaikan dengan perkembangan masyarakat, perubahan suasana, dan perubahan keperluan hidup. Singkatnya, penerapan hukum terus dapat menegakkan kemaslahatan dan keadilam yang menjadi tujuan dari hukum Islam. 36 Dalam menghadapi perubahan di berbagai kehidupan yang cepat ini, adalah tepat apabila kita gunakan kaidah fikih: a aAE aI a AA e a A aOeE a ea aEa a a eOaeEA ca AEaO ECa aO aeI EA a a a aEA a AA aEA Artinya: Memelihara keadaan yang lama yang maslahat dan mengambil yang baru lebih maslahat. Gambaran yang telah dijelaskan di atas harus menjadi suatu kemampuan bagi syariAoat Islam dalam menjawab segala persoalan modern dengan mengemukakan beberapa prinsip syriAoat Islam mengenai tatanan hidup secara vertikal . ntara manusia dengan Tuhanny. dan secara horizontal . ntara manusia sesema manusi. Kebanyakan masalah yang timbul pada saat masa sekarang ini Ibid, h. Muhammad Iqbal. The Recononstruction of Religious Though in Islam, (Lahore, 1. , 140 dan 180. Lihat pula H. Bilgrami. Iqbal. Sekilas tentang Hidup dan Pikiran-pikirannya. Djohan Efendi, cet. II, (Jakarta: Bulan Bintang, 1. , h. Ibid, h. Djazuli. Kaidah-kaidah FikihA, h. Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 adalah hubungan antara sesama manusia terutama dibidang muamalah, sehingga ahli fikih menetapkan sebuah kaidah fikih, sebagai berikut: AEaO a aeO aeI aNA e a AaeEA a AuEa aa auEac a eI Oa acaE a aE eO UEA a AA aE aA eO E aIa aIEa aA Artinya: Auhukum asal dalam semua bentuk muamalah adalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Ay38 Adapun tujuan Allah Swt. mensyariatkan hukumnya adalah untuk memelihara kemaslahatan manusia, sekaligus untuk menghindari mafsadat, baik di dunia maupun di akhirat. Tujuan tersebut hendak dicapai melalui taklif, yang pelaksanaannya tergantung pada pemahaman sember hukum yang utama. Alquran dan Hadis. Dalam rangka mewujudkan kemaslahatan di dunia dan di akhirat, berdasarkan penelitian para ahli ushul fiqih, ada lima unsur pokok yang harus dipelihara dan diwujudkan yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dari uraian di atas, sebagaimana diketahui syirkah abdan yang penetapan hukumnya tidak diatur secara ekplisit dalam Alquran dan Hadis. Pada saat ini banyak masyarakat mempergunakan syirkah abdan sebagai lahan pencarian rezeki untuk melanjutkan kehidupan, sementara mazhab SyafiAoi mengatakan hukum bathil dalam konsep syirkah abdan tersebut, sementara mayoritas masyarakat di Indonesia merupakan pengikut dari mazhab SyafiAoi yang terkesan lebih dominan kepada fanatisme mazhab sehingga akan sulit menerima pendapat yang berbeda dengan yang difahaminya selama ini. Terkait dengan hukum bathil menurut mazhab SyafiAoi dalam dalam pelaksanaan syirkah abdan dengan alasan tidak adanya modal dalam pekerjaannya, yang ada hanya keahlian saja, juga terdapat unsur gharar di dalamnya karena setiap tenaga atau keahlian manusia berbeda-beda sehingga ditakutkan adanya salah satu pihak yang dirugikan dalam masalah upah yang akan Akan tetapi, ketika permasalahan syirkah abdan ini dilihat dari konteks sekarang ini, bahwa syrikah abdan sangat penting bagi kehidupan manusia, karena dapat memberikan peran yang signifikan dalam perekonomian masyarakat sekarang ini. Syirkah abdan dalam kehidupan masyarakat terjadi dalam kerja Ibid, h. Fathurrahman Djamil. FilsafatA h. Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 sama dalam pembangunan seperti gedung, rumah, orang yang bekerja di pabrik dan di tempat lain yang menghasilkan jasa. Mereka satu sama lain saling membutuhkan dan tidak bisa berdiri sendiri. Islam juga menyuruh umat manusia untuk saling tolong-menolong, sesuai dengan firman Allah Swt. sebagai berikut: EOACaECOea EOAaEasa CeaE aEAeaEAA Ca A ACeaEACANa EaACaEOAEa CeaE ACaEAeaEa. Artinya: Au. Dan tolong-menolonglah kamu dalam . kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan Ay (Q. S Al- Maidah : . Melihat dari konteks sekarang ini, dapat disimpulkan bahwa syirkah abdan penerapannya diperbolehkan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun tujuan utama perkongsian adalah untuk mendapatkan keuntungan, akan tetapi dari itu agar memupuk rasa kebersamaan, tolong-menolong dan melatih seorang muslim agar bersikap jujur serta mendidik disiplin tinggi dalam bekerja serta tidak ada batasan dalam pekerjaan yang ditetapkan dalam perkongsian yang dilakukan, hal ini bertujuan agar masing-masing mempunyai kebebasan memilih pekerjaan yang akan diperkongsikan, asalkan sesuai dengan nilai yang terkandung dalam Alquran dan Hadis. Hukum Islam senantiasa memberikan kemudahan dan menjauhi kesulitan, semua hukumnya dapat dilaksanakan oleh umat manusia. Sesuai dengan berlandaskan kaidah fikih, sebagai berikut: a eAaE aac eO aa a a eO a E aIA a A eO aA Artinya: Kemudharatan itu membolehkan hal-hal yang dilarang. Dalam Alquran juga diterangkan Allah Swt. , bahwa: aEECoEA CAEaA ACCEEAAe Ca EAEaECE CA Artinya: AuAllah tidak membebani seseorang melainkan sesuai Ay (Q. S Al-Baqarah : . Departemen Agama R. Al-QurAoan dan TerjemahnyaA (Q. S Al-Maidah : . Di kalangan ulama ushul, yang dimaksud dengan keadaan darurat yang membolehkan seseorang melakukan hal-hal yang dilarang adalah keadaan yang memenuhi syarat sebagai berikut: Pertama, kondisi darurat itu mengancam jiwa dan/ atau anggota badan. Kedua, keadaan darurat hanya dilakukan sekedarnya dalam arti tidak melampaui batas. Ketiga, tidak ada jalan lain yang halal kecuali dengan melakukan yang dilarang seperti yang dikutip dari oleh H. Djazuli. Kaidah-kaidah FikihA, h. Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 Perubahan hukum tersebut mengajarkan kepada umat Islam bahwa ajaran Islam itu bersifat elastis dan dinamis, relevan dalam setiap kondisi dan keadaan apapun, dan perlu difahami bahwa ayat Alquran dan Hadis tidak akan akan pernah berubah, akan tetapi pengambilan hukumnya yang bisa berubah sesuai dengan perubahan waktu dan tempat seperti kaidah: aA aOEa aOaA a AE aOEIacOaA a aO aac EAae aOO aO eaEa aN a a eA a A aaO aac eE a e aIIa a aOeE a aI eEIa a aOeE a a eOA Artinya: AuFatwa berubah dan berbeda sesuai dengan perubahan zaman, tempat keadaan, niat, dan adat kebiasaanAy43 Kesimpulan Syirkah abdan menurut mazhab SyafiAoi adalah batil, dikarenakan tidak terdapatnya modal di dalamnya sedangkan dalam suatu usaha harus ada modal. Selain itu, juga terdapat unsur gharar di dalamnya karena setiap tenaga atau keahlian manusia berbeda-beda sehingga ditakutkan adanya salah satu pihak yang Akan tetapi dalam perkembangan dewasa ini, mengingat peran dari syirkah abdan sangatlah penting untuk memajukan ekonomi, dalam konteks seperti sekarang ini maka hukumnya diperbolehkan dengan alasan tujuan utama perkongsian adalah selain untuk mendapatkan keuntungan, akan tetapi dari perkongsian itu akan memupuk rasa kebersamaan, tolong-menolong dan melatih seorang muslim agar bersikap jujur serta mendidik disiplin tinggi dalam bekerja. Allah Swt pun menyurung umat manusia agar tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa. Departemen Agama R. Al-QurAoan dan Terjemahnya A (Q. S Al-Baqarah : . Ibn Qayyim, al-Jauziyah. IAolam al-MuwaqiAoinAoan Rabb al-Alamin, (Beirut: Dar al-Jail, t. Juz i, h. Jurnal Islamic Circle Vol. 1 No. 1 Juni 2020 E-ISSN : 2722-3493 P-ISSN : 2722-3507 DAFTAR PUSTAKA