MERPATI 6 . JURNAL MERPATI Media Publikasi Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Logistik dan Bisnis Internasional https://ejurnal. id/index. php/merpati PENYULUHAN MASYARAKAT MELALUI PERHITUNGAN KELAYAKAN USAHA ALTERNATIF BUDIDAYA UDANG BERBASIS PEMANFAATAN LAHAN BEKAS SAWAH Benny Osta Nababan1. Yesi Dewita Sari2. Arsyad Al-Amin3. Dinda Febta4 Prodi Manajemen. ITB Dewantara. Universitas Pakuan bennyosta@gmail. Prodi Penyuluhan Perikanan. Politeknik Ahli Usaha Perikanan yesidewita@gmail. PKSPL arsyad_pkspl@yahoo. PKSPL dindafebtam@gmail. ABSTRAK Ratusan petani di Desa Langensari. Kecamatan Blanakan. Kabupaten Subang, mengeluhkan kondisi sawah yang sudah puluhan tahun tergenang air berakibat lahan seluas 198 hektar tidak dapat digunakan untuk pertanian. Hal ini terjadi karena sering dan terlalu lama lahan sawahnya terendam, masyarakat petani enggan dan belum bisa memastikan akan kembali menanam padi. Perlu alternatif usaha berbasis lahan bekas sawah untuk pengembangan ekonomi lokal. Tujuan kegiatan ini adalah penyuluhan masyarakat melalui perhitungan kelayakan usaha alternatif budidaya udang berbasis pemanfaatan lahan bekas sawah yang tidak termanfaatkan. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan masyarakat melalui hasil analisis kelayakan usaha. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu: identifikasi permasalahan untuk mengetahui potensi yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan lahan bekas sawah. mitra antusias dalam mengikuti penyuluhan lahan bekas sawah di belakang kantor dan analisis kelayakan usaha budidaya tambak udang ini hasilnya cukup menjanjikan dari lahan bekas sawah. Dampak multiplier dari kegiatan ini adalah para pemilik lahan dapat memanfaatan lahan bekas sawahnya yang selama ini terbengkalai untuk memperoleh pendapatan oleh pemilik sawah, penyerapan tenaga kerja, meningkatkan APBDes karena selama ini tidak ada petani yang dapat membayar PBB karena lahan sawah yang ada tidak dapat diusahakan. Kata Kunci: kelayakan usaha, lahan bekas sawah, budidaya, tambak. Desa Langensari ABSTRACT Hundreds of farmers in Langensari Village. Blanakan District. Subang Regency, complained about the condition of their rice fields that had been submerged for decades, resulting in 198 hectares of land not being able to be used for agriculture. This happened because their rice fields were often and for too long submerged, the farming community was reluctant and could not be sure whether they would plant rice again. Alternative businesses based on former rice fields are needed for local economic The aim of this activity is to educate the public through calculating the feasibility of alternative shrimp farming businesses based on the use of unused former rice fields. The method used is community education through the results of a business feasibility analysis. The results obtained from this activity are: identification of problems to determine the potential that can be developed by utilizing former rice fields. partners are enthusiastic in counseling in the pilot project of former rice fields behind the village office. and the feasibility analysis of this shrimp farming business has quite promising results from former rice fields. The multiplier impact of this activity is that land owners can utilize their former rice fields that have been abandoned to generate income for rice field owners, absorb labor, and increase the Village Budget because so far there have been no farmers who have been able to pay PBB because the existing rice fields cannot be cultivated. MERPATI 6 . C Hal. Keywords: business feasibility, former rice field land, cultivation, ponds. Langensari PENDAHULUAN Desa Langensari merupakan salah satu desa di Kecamatan Blanakan. Kabupaten Subang. Jawa Barat. Desa ini dikenal memiliki potensi unggulan dalam sektor perikanan, khususnya tambak udang dan ikan. Dengan luas wilayah mencapai 787 hektar dan jumlah penduduk sekitar 3. 408 jiwa. Desa Langensari terus mengembangkan potensi alamnya untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satu kekuatan ekonomi Desa Langensari adalah sektor perikanan . Wilayah desa yang sebagian besar merupakan lahan pertanian dan tambak mendukung berkembangnya usaha budidaya udang dan ikan. Untuk mengelola potensi ini, masyarakat desa membentuk Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Langgeng Jaya, yang fokus pada penjualan hasil Koperasi ini menjadi motor penggerak perekonomian desa dan telah memberikan dampak positif bagi warga sekitar. Desa Langensari memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti hasil pertanian dan perikanan. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat . Banyak warga desa yang awalnya bekerja sebagai petani, namun saat ini kesulitan mengusahakan lahan sawahnya. Sedikitnya 198 hektare area persawahan milik warga Desa Langensari. Kecamatan Blanakan. Kabupaten Subang, terendam banjir baik dari darat maupun pasang air laut . Ratusan petani di Desa Langensari. Kecamatan Blanakan. Kabupaten Subang, mengeluhkan kondisi sawah yang sudah sepuluh tahun tergenang air . Akibatnya, lahan seluas 198 hektar tersebut tidak dapat digunakan untuk bercocok tanam. Kepala Desa Langensari. Sodikin, mengungkapkan bahwa genangan air tersebut berasal dari akumulasi air hujan yang tidak dapat mengalir karena saluran irigasi yang tersumbat. Meskipun musim kemarau tiba, air di sawah tetap menggenang. Ini disebabkan oleh sedimentasi pada lima saluran irigasi yang ada. Kondisi ini tentu sangat merugikan para petani. Mereka kehilangan mata pencaharian dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari . Banjir yang merendam ratusan hektare area persawahan di Desa Langensari itu hampir terjadi setiap tahun bahkan areal persawahan yang siap panen . Bahkan, akibat kerap terendam banjir, petani hanya bisa melakukan panen satu kali setiap tahunnya, itu pun dilakukan dengan penyedotan karena telah rusaknya saluran air dari darat ke laut. Banjir yang merendam sawah-sawah kami ini, selain akibat tingginya curah hujan, juga disebabkan buruknya 5 saluran pembuangan air di Desa Langensari akibat pendangkalan . Saluran irigasi sawah di Desa Langensari airnya dari saluran tarum timur. Sungai Cijengkol dan Ciasem. Tiga sungai tersebut airnya melimpah dan aliran ke Desa Langensari meluap dan membanjiri lahan sawah . Gambar 1. Petak-petak sawah yang selalu terendam air banjir di Desa Langensari Lahan sawah ini terbentang dari Desa Blanakan. Langensari dan Ciasem. Lahan sawah tersebut secara merata kebanjiran semua dengan luas ratusan hektar . Karena sering dan terlalu lama lahan sawahnya terendam, masyarakat petani enggan dan belum bisa memastikan akan kembali menanam padi apalagi cuaca di wilayah Subang yang sering hujan deras. Perlu alternatif usaha berbasis lahan MERPATI 6 . C Hal. sawah yang tidak dimanfaatkan milik masyarakat tersebut untuk pengembangan ekonomi lokal. Aspek ekonomi memang menjadi salah satu unsur yang turut dipertimbangkan oleh petani dalam memilih alternatif penggunaan atau alokasi sumberdayanya . Oleh karena itu, perlu adanya upaya penyuluhan masyarakat untuk pengembangan usaha alternatif berbasis uji coba pemanfaatan lahan sawah di Desa Langensari. Tujuan kegiatan ini adalah penyuluhan masyarakat melalui perhitungan kelayakan usaha alternatif budidaya udang berbasis pemanfaatan lahan bekas sawah. METODE PELAKSANAAN 1 Tempat dan waktu. Kegiatan dilaksanakan di Desa Langensari pada bulan Juli - Agustus 2024 yaitu di kantor Desa Langensari dan lahan bekas sawah di belakang kantor Desa Langensari. Blanakan. Subang. Gambar 2. Uji coba pemanfaatan lahan bekas sawah di belakang kantor Desa Langensari 2 Khalayak Sasaran Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah mitra desa dan pemilik sawah untuk memanfaatkan lahan bekas sawah yang selalu terendam air. Saat ini kegiatan dilaksanakan pada lahan milik desa yang terendam untuk dijadikan kolam uji coba pemanfaatan lahan bekas sawah. Alasan pelibatan mitra desa dalam hal ini adalah aparat desa sebagai bentuk layanan publik yang diberikana kepada masyarakat untuk membantu kesulitan masyarakat . 3 Metode Pengabdian Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) mengikuti 5 langkah yaitu observasi, penyediaan, serah terima, pelatihan dan evaluasi . Pengabdian dilakukan melakukan pendekatan kepada mitra desa untuk memanfaatkan lahan bekas sawah di belakang kantor Desa Langensari. Blanakan. Kabupaten Subang sebagai percontohan dan melakukan analisis kelayaka usaha tambak di lahan bekas sawah. Gambar 3. Tahapan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat . MERPATI 6 . C Hal. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan mengikuti apabila mitra aktif dan berperan dalam mengikuti tahapantahapan pengabdian masyarakat sebagaimana tercantum dalam Gambar 3. Observasi dan Koordinasi : observasi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini dari mitra, sedangkan koordinasi bertujuan untuk mendiskusikan permasalahan dan kekurangan yang dialami Penyediaan untuk pemanfaatan oleh mitra : alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk mitra. Serah terima : Penyerahan kegiatan pengabdian kepada mitra. Mendukung sosialisasi dan pelatihan : Masyarakat mitra penerima pengabdian kepada masyarakat diberikan program sosialisasi. Evaluasi, publikasi dan laporan. Evaluasi program dan keberlanjutan program setelah kegiatan selesai dilaksanakan Pelaksanaan selalu dipantau dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sebagai keberlanjutan program. Evaluasi dan keberlanjutan program dapat terlihat dari terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat sesuai perencanaan. Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, dapat terlihat dari pelaksanaan mata pencaharian alternatif oleh mitra. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Observasi dan Koordinasi Observasi dan koordinasi ini dilakukan dengan mengunjungi mitra di Desa Langensari. Blanakan. Kabupaten Subang. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini dari mitra terkait lahan sawah yang sudah tidak dimanfaatkan untuk pertanian. Sedangkan koordinasi bertujuan untuk mendiskusikan permasalahan dan kekurangan yang dialami mitra selama ini dan merumuskan solusi yang ditawarkan kepada mitra serta mencatat kebutuhan alat serta pelatihan/sosialisasi/FGD yang Kemudian dibahas pula koordinasi untuk menentukan rencana waktu pelaksanaan kegiatan dan pelatihan. Gambar 4. Observasi dan koordinasi terkait program pengabdian 2 Penyediaan untuk pemanfaatan oleh mitra Pada tahap ini, identifikasi mata pencaharian alternatif yang cocok dan dapat dimanfaatkan untuk mitra di lahan bekas sawah yang terendam. Data yang dikumpulkan meliputi kondisi lahan sawah terkini, identifikasi pemasaran, rancangan usaha dan analisis kelayakan usaha. Analisis kelayakan usaha yang menguntungkan akan mendorong program dapat berjalan dengan baik . Pasar yang sudah tersedia di Desa Langensari adalah pelelangan ikan dan udang, sehingga sudah teridentifikasi usaha alternatif untuk memanfaatkan lahan bekas sawah adalah untuk budidaya ikan dan udang. MERPATI 6 . C Hal. Gambar 5. Identifikasi kondisi lahan dan pemasaran 3 Serah terima Penyerahan analisis kelayakan usaha dan contoh mata pencaharian alternatif kepada mitra yang dilakukan sebelum pelaksanaan pelatihan pada hari, waktu dan tempat yang telah disepakati oleh mitra. Gambar 6. Analisis usaha dan uji coba lahan bekas sawah menjadi tambak udang Mendukung sosialisasi dan pelatihan Masyarakat mitra penerima pengabdian kepada masyarakat diberikan program sosialisasi. Sosialisasi yang dimaksud adalah bagaimana cara pengetahuan terkait mata pencaharian alternatif. Selanjtunya adalah menyusun analisis kelayakan usaha dari pemanfaatan lahan bekas saya kepada peserta sosialisasi dan memberikan percontohan di lahan bekas sawah menjadi kolam usaha budidaya udang di belakang kantor Desa Langensari. Pengetahuan selanjutnya adalah agar dapat dilakukan copy paste pada mitra lainnya . alam hal ini adalah untuk peningkatan masyarakat yang memiliki lahan sawah tidak termanfaatka. di Desa Langensari. Blanakan. Kabupaten Subang. Evaluasi, publikasi dan laporan. Setelah kegiatan inti pelaksanaan PPM dilaksanakan, tahap selanjutnya adalah evaluasi kegiatan dengan membuat rangkuman proses pelaksanaan serta mencatat hambatan dan saran untuk Kemudian membuat publikasi yang diajukan ke jurnal pengabdian masyarakat nasional. 4 Keberhasilan Kegiatan Observasi dan Koordinasi : observasi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini dari mitra, sedangkan koordinasi bertujuan untuk mendiskusikan permasalahan dan kekurangan yang dialami Dalam hal ini mitra menyampaikan sudah enggan untuk menanam padi, karena selalu mengalami kerugian dimana sebentar lagi akan panen, lahan pertanian akan terendam banjir dalam MERPATI 6 . C Hal. waktu cukup lama menyebabkan lahan pertanian gagal panen. Apalagi saat ini dimana saluran irigasi mengalami pendangkalan dimana air laut yang pasang naik ke lahan pertanian sulit untuk turun dan menyebabkan lahan pertanian terendam air laut. Berdasarkan masukan dari desa dan masyarakat, untuk mengusahakan ikan atau udang dengan kondisi saat ini. Penyediaan untuk pemanfaatan oleh mitra : alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk mitra. Dari pihak desa membantu menyediakan sarana prasarana untuk uji coba kolam untuk budidaya udang. Hasilnya masih tidak terlalu banyak dan udang yang dihasilkan juga tidak terlalu banyak, karena masih memanfaatkan dari benih udang yang terperangkap di lahan-lahan bekas sawah. Namun kolam uji coba pemanfaatan untuk budidaya udang ini sudah dapat digunakan di belakang kantor Desa Langensari. Selain itu, juga dilakukan analisis kelayakan usaha untuk budidaya udang dari pemanfaatan lahan bekas sawah ini, dimana hasil analisis menunjukkan hasil yang menguntungkan untuk dilanjutkan. Serah terima : Penyerahan kegiatan pengabdian kepada mitra. Selanjutnya adalah serah terima pengabdian berupa hasil analisis kelayakan usaha budidaya udang di lahan bekas sawah dan kolam yang telah dipersiapkan sebagai pelaksanaan percontohan budidaya udang di belakang Kantor Desa Langensari Mendukung sosialisasi dan pelatihan : mitra penerima pengabdian kepada masyarakat diberikan pelatihan bagaimana mencatat secara ekonomi biaya dan penerimaan untuk melakukan usaha Mitra juga menerima sosialisasi untuk budidaya udang secara sederhana atau tradisional dengan memanfaatkan kondisi yang ada saat ini supaya lahan bekas sawah dapat termanfaatkan dengan baik. Evaluasi, publikasi dan laporan. Hasil evaluasi pengabdian masyarakat menunjukkan 100% mitra terbantu dengan kegiatan pengabdian yang diberikan, karena selama ini masyarakat merasa lahan pertanian bekas sawah ini sudah tidak dapat digunakan lagi. Mitra masyarakat akan menyusun proposal dengan melampirkan analisis kelayakan usaha yang telah disusun untuk diajukan kepada SKPD pemerintah Kabupaten Subang agar dapat membantu dalam sarana dan prasarana peralihan dari lahan bekas sawah menjadi kolam budidaya perikanan. Publikasi dan laporan pengabdian ini akan diterbitkan ke jurnal online supaya kegiatan ini dapat menjadi perhatian pemerintah untuk membantu masyarakat memanfaatkan lahan bekas sawah yang tidak produktif. Gambar 7. Keterlibatan mitra dalam program pengabdian masyarakat KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berjudul AuPenyuluhan Masyarakat Melalui Perhitungan Kelayakan Usaha Alternatif Budidaya Udang Berbasis Pemanfaatan Lahan Bekas SawahAy, maka diperoleh simpulan sebagai berikut: Identifikasi permasalahan dapat mengetahui potensi yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan lahan bekas sawah . Mitra Desa Langensari sangat antusias untuk mengembangkan budidaya udang dengan memanfaatkan lahan bekas sawah yang saat ini masih dilakukan uji coba di lahan milik desa di belakang kantor Desa Langensari MERPATI 6 . C Hal. Berdasarkan analisis usaha dan kelayakan usaha budidaya tambak udang ini cukup menjanjikan dengan pemanfaatan lahan bekas sawah. Dampak multiplier dari pemanfaatan lahan bekas tambak ini dapat meningkatkan pendapatan pemilik sawah, penyerapan tenaga kerja, meningkatkan APBDes karena selama ini tidak ada petani yang dapat membayar PBB karena lahan sawah yang ada tidak dapat diusahakan. Berdasarkan kesimpulan di atas maka rekomendasi yang dapat kami sarankan dari kegiatan ini . Kegiatan uji coba ini dapat di-copy paste untuk lahan bekas sawah yang tidak dimanfaatkan oleh pemilik lahan karena selama ini selalu terendam air. Perlu pelatihan dan pendampingan serta dukungan modal untuk memulai usaha ini pada luasan lahan yang terbatas terlebih dahulu, mengingat budidaya tambak udang membutuhkan biaya yang . Melakukan kunjungan kepada institusi terkait untuk dukungan kegiatan usaha pemanfaatan budidaya udang dari pemanfaatan lahan bekas sawah agar dapat berkelanjutan. REFERENSI