JURNAL REKOGNISI MANAJEMEN Tersedia pada http://ejournal. id/jrm/ Vol. Nomor 2. Hal. Pengaruh Pengelolaan Keuangan. Financial Teknologi, dan Modal Sosial Terhadap Kinerja UMKM Adeliza Laily Fitriasandy. Khoirul Anam. * Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara1,. 171110002102@unisnu. , anam@unisnu. Abstract Several factors affect the performance of MSMEs, including internal and external The problems faced by MSMEs are related to weak financial management, financial technology, and social capital. These three variables attracted the attention of current studies and the results of previous studies have not been consistent. This study aims to analyze the influence of financial management, financial technology, and social capital on the performance of MSMEs in the Center for The Art of Sculpture and Carving Industry of Mulyoharjo Village. Jepara. The study population was 97 The sampling technique uses nonprobability sampling with the total sampling technique. This research is quantitative research with analysis using PLS. The results of the study obtained a significant positive influence between financial management, financial technology, and social capital on the performance of MSMEs. The results obtained also provide support for the results of previous research. Keywords: financial management, financial technology, social capital Abstrak Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja UMKM, antara lain faktor internal dan eksternal. Permasalahan yang dihadapi UMKM terkait dengan masih lemahnya pengelolaan keuangan, financial teknologi, dan modal sosial. Ketiga variabel tersebut menarik perhatian penelitian saat ini dan hasil penelitian sebelumnya belum Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan keuangan, financial teknologi, dan modal sosial terhadap kinerja UMKM di Sentra Industri Seni Patung dan Ukir Desa Mulyoharjo Jepara. Populasi penelitian sejumlah 97 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan teknik total sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis menggunakan PLS. Hasil penelitian diperoleh pengaruh positif yang signifikan antara pengelolaan keuangan, financial teknologi, dan modal sosial terhadap kinerja UMKM. Hasil yang diperoleh juga memberikan dukungan terhadap hasil penelitian sebelumnya. Kata Kunci: Financial Teknologi. Modal Sosial. Pengelolaan Keuangan Corresponding author: Khoirul Anam Pengaruh Pengelolaan Keuangan. Financial Teknologi, dan Modal Sosial Terhadap Kinerja UMKM | 67 PENDAHULUAN Dalam pengambilan keputusan bisnis. UMKM cenderung memiliki tujuan jangka pendek, salah satunya dilihat dari tidak adanya rancangan inovasi yang berkesinambungan serta aktivitas dasar bisnis yang tidak konsisten, sehingga pengembangan UMKM dalam jangka panjang cenderung pasif dan tidak terorganisasi dengan baik (Manurung & Barlian, 2. Beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja UMKM pada umumnya dibagi menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor Faktor internal antara lain aspek keuangan, aspek pemasaran, aspek Sumber Daya Manusia (SDM), dan aspek teknis produksi. Sedangkan faktor eksternal antara lain kebijakan pemerintah, aspek ekonomi dan sosial budaya, serta peran lembaga terkait (Munizu, 2. Untuk meningkatkan kinerja dan keberlangsungan UMKM, dibutuhkan upaya strategis antara lain dengan memperdalam pengetahuan pelaku UMKM terhadap pengetahuan keuangan sehingga pengelolaan dan akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan dengan lebih baik. Para pelaku UMKM harus dapat bertahan dan siap bersaing dengan pelaku UMKM lainnya disaat UMKM semakin berkembang pesat dengan memperhatikan kinerja usahanya. Agar dapat menciptakan kinerja yang baik, pelaku UMKM harus mengetahui cara mengelola keuangan usahanya karena pengelolaan keuangan merupakan salah satu bagian penting namun saat ini masih menjadi kelemahan sebagian besar UMKM. Kurangnya pengetahuan mengenai akuntansi menjadikan para pelaku UMKM tidak mampu mengelola keuangan usahanya dengan baik sehingga akan mempengaruhi kinerja usahanya (Suindari & Juniariani, 2. Pentingnya pengelolaan keuangan sebagaimana penelitian Wahyudiati & Isroah . dan Suindari & Juniariani . menyimpulkan bahwa pengelolaan keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Semakin baik pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh para pelaku UMKM, kinerja usahanya juga akan semakin meningkat. Namun Eni. Dwi, & Ika . dalam penelitianya mendapatkan hasil yang berbeda, dimana kompetensi pengelolaan keuangan berpengaruh signifikan terhadap keberlangsungan usaha pada UMKM dan berpengaruh negatif dalam upaya optimalisasi laba terhadap keberlangsungan usaha. Keberlangsungan UMKM pada era revolusi industri 4. 0 juga ditunjang melalui adopsi teknologi Dalam bidang keuangan adanya financial teknologi yang berguna untuk menunjang layanan keuangan. Inovasi yang dapat dimanfaatkan dari perkembangan financial teknologi dalam bidang jasa keuangan yaitu sarana pembayaran, media kredit atau pinjaman, alat simpanan, dan sebagainya (Safitri, 2. Pentingnya teknologi financial sebagaimana penelitian Hamidah. Prihatni, & Ulupui . menyimpulkan bahwa financial teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Financial teknologi memberikan kemudahan dalam menunjang kegiatan usaha karena dinilai lebih efektif dan efisien serta aplikasinya mudah didapatkan. Penelitian tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan Infithor & Kornitasari . dan Onyango. Ongus. Awuor, & Nyamboga . bahwa teknologi dapat meningkatkan kinerja suatu organisasi, penerapan financial teknologi membuka peluang kenyamanan antara pelaku usaha dan konsumen karena lebih cepat serta dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Namun hasil berbeda penelitian Mulyani & Soenhardji . dan Suharyati & Ediwarman . menyatakan bahwa minat menggunakan financial teknologi berpengaruh tidak langsung terhadap kinerja UMKM karena kurangnya pemahaman yang mendalam pelaku UMKM mengenai financial teknologi. Keberlangsungan usaha UMKM diantaranya ditunjang dari keberadaan modal usaha. Modal sosial merupakan hasil dari kerja sama, mengembangkan kepercayaan, dan membangun rangkaian sosial. Burt . memaknai modal sosial sebagai teman, kolega dan lebih umum kontrak lewat siapapun yang membuka peluang bagi pemanfaatan modal ekonomi dan manusia. Menurut Eklinder-Frick. Eriksson, & Hallyn . modal sosial dilihat sebagai penghubung dalam menciptakan norma dan JRM, 2022, 6. , 66-77 Adeliza Laily Fitriasandy. Khoirul Anam kepercayaan dalam struktur jaringan. Pentingnya modal sosial sebagaimana penelitian Yani. Eliyana. Hamidah. Sudiarditha, & Buchdadi . bahwa modal sosial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja UMKM. Namun Mahar & Ghumro . dalam penelitiannya menyatakan bahwa salah satu dimensi dari modal sosial yaitu jaringan, tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM, hal ini dijelaskan bahwa tidak semua jaringan dalam modal sosial memberikan layanan kepada para pengusaha untuk mengakses sumber daya yang relevan. Penelitian ini dilaksanakan pada UMKM kerajinan ukiran kayu di Kabupaten Jepara. Keberadaan Sentra Industri Seni Patung dan Ukir yang berada di Desa Mulyoharjo. Kecamatan Jepara. Kabupaten Jepara, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Permasalahan yang ada, dilihat dari jumlah unit usaha terjadi penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara, jumlah industri kerajinan kayu di Desa Mulyoharjo tahun 2017 sebanyak 109 unit dan cenderung mengalami penurunan tahun 2018 sejumlah 104 unit. Selain itu, dilihat dari skala usaha UMKM, tidak ada perubahan yang signifikan terhadap pergeseran skala usaha dari mikro ke kecil, kecil ke menengah maupun menengah ke besar. Artinya belum ada pergeseran atau naik kelas secara signifikan pada UMKM. Penelitian terhadap pengelolaan keuangan, financial teknologi, dan modal sosial, dimana ketiga varibel tersebut menjadi permasalahan yang dihadapi oleh UMKM, serta minat penelitian sebelumnya terdapat perbedaan hasil. Sehingga diharapkan menghasilkan implikasi terhadap peningkatan kinerja dan keberlangsungan UMKM, serta kontribusi pada pengembangan pengetahuan utamanya berkaitan dengan kinerja UMKM. TINJAUAN PUSTAKA Kinerja UMKM Kinerja merupakan parameter keberhasilan sebuah usaha dalam mencapai tujuannya. Kinerja perusahaan berkaitan dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen dan berkontribusi dalam perekonomian. Jadi, kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan, hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut dan tentang apa yang dikerjakan serta bagaimana cara mengerjakannya (Wahyudiati & Isroah, 2. Dalam persaingan di dunia usaha yang semakin ketat, perusahaan diharapkan mampu memberikan nilai tambah lebih pada barang maupun jasa yang ditawarkan baik dalam hal kualitas . ebih bai. ataupun efisien . ebih tepat gun. dari pada pesaing. Secara individual hal tersebut relative sulit dilakukan oleh UMKM, karena kurangnya kemampuan manajemen dan pengelolaan modal kerja yang terbatas. Kinerja UMKM dianalisis dengan menggunakan pendekatan yang didasarkan pada tiga asumsi, yaitu: . Pengukuran kinerja UMKM terkadang susah dilakukan secara kuantitatif, karena terbatasnya sumber daya . emahaman keuangan dan tenaga kerj. Pengukuran kinerja pada dasarnya melihat indikator keuangan yang kompleks, sehingga hal ini tidak cukup memperlihatkan kondisi yang sesungguhnya terjadi dalam bisnis tersebut. Pengukuran kinerja yang sering dipakai relatif hanya sesuai jika digunakan dalam perusahaan besar yang terstruktur dalam manajemen perusahaannya. Oleh karena itu, dirumuskan pendekatan non-cost performance measures untuk mengukur serta melihat kinerja UMKM sebagai pengukuran kinerja keuangan dan non keuangan UMKM. Dengan pengukuran yang mudah, diharapkan mampu memperlihatkan kondisi sebenarnya dari UMKM tersebut, di samping ke depan perlu dilakukan edukasi untuk menghitung kinerja perusahaan dengan indikator yang mudah seperti pertumbuhan perusahaan, total pendapatan, total order, posisi kas (Ariwibawa, 2. Pengelolaan Keuangan JRM, 2022, 6. , 66-77 Pengaruh Pengelolaan Keuangan. Financial Teknologi, dan Modal Sosial Terhadap Kinerja UMKM | 69 Pengelolaan keuangan merupakan seluruh kegiatan yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan menyeluruh. Seluruh proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan laba perusahaan dengan meminimalkan biaya, selain itu dalam penggunaan dan pengalokasian dana yang efisien dan dapat memaksimalkan nilai perusahaan (Suindari & Juniariani, 2. Elemen pokok dalam mengelola keuangan yang baik yaitu pembukuan dan administrasi yang rapi dan tepat. Berdasarkan banyaknya pengalaman pelaku UMKM, pengendalian keuangan yang lambat dan administrasi yang berantakan menjadi salah satu faktor utama gagalnya sebuah perusahaan (Wibowo, 2. Pengelolaan keuangan yang kompeten akan membantu para pelaku usaha yang berkaitan dengan pengelolaan usaha mulai dari anggaran, merencanakan simpanan modal usaha dan dasar-dasar keuangan untuk mencapai tujuan keuangan usaha (Anggraeni, 2. Dalam mengelola sebuah usaha perlu pengelolaan keuangan yang baik agar menghasilkan kinerja yang baik pula. Jika aspek keuangan semakin baik maka kinerja UMKM akan semakin naik (Wahyudiati & Isroah, 2. Secara umum praktik pengelolaan keuangan yang baik yang ditunjukkan dan dikelola oleh pemilik/ manajer UKM dapat menciptakan kinerja UKM yang unggul. Mohammed. Noraini, & Kohar . menyimpulkan bahwa pengelolaan keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan. Kemudian Suindari & Juniariani . bahwa pengelolaan keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja UMKM. Semakin bagus pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh pelaku UMKM maka kinerja usahanya juga akan semakin meningkat. Berdasarkan uraian tersebut, maka dirumuskan hipotesis: H1: Pengelolaan keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM Financial Teknologi Financial teknologi merupakan gabungan antara layanan keuangan dan teknologi, yang mengubah model bisnis dari konvensional menjadi model bisnis modern, dimana jual beli, pinjam meminjam, dan jenis transaksi lainnya dilakukan tanpa perlu lagi bertatap muka. Kemunculan financial teknologi sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat, saat ini perubahan tersebut didominasi oleh pengguna teknologi informasi yang membutuhkan aktivitas yang serba cepat. Dengan financial teknologi permasalahan dalam transaksi jual beli dan pembayaran tidak ada waktu cari barang untuk belanja, tidak ada waktu transfer dana ke bank atau ATM, malas mengunjungi tempat karena pelayanan yang tidak menyenangkan bisa diminimalisir. Dengan kata lain, financial teknologi membantu transaksi penjualan dan sistem pembayaran menjadi lebih efisien dan ekonomis namun tetap efektif (Safitri, 2. Menurut Infithor & Kornitasari . menyatakan bahwa teknologi informasi dapat membantu dalam menyelesaikan tugas yang berorientasi pada tujuan pemilik usaha. Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa teknologi informasi berpengaruh positif signifikan terhadap ekspektasi peningkatan kinerja. Kemudian Hamidah et al. dalam penelitiannya menyatakan bahwa financial teknologi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja UMKM. Financial teknologi dinilai memberikan kemudahan untuk menunjang bisnis karena lebih efektif dan efisien serta aplikasinya mudah didapat. Selain itu, adopsi financial teknologi dapat dilakukan konsumen dengan berbagai promosi dan layanan pengiriman yang berdampak semakin meningkat pada bisnis mereka. Berdasarkan uraian tersebut, maka dirumuskan H2: Financial teknologi berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Modal Sosial Perusahaan mengandalkan sumber daya berwujud dan tidak berwujudnya untuk mengubah keunggulan kompetitif jangka pendeknya menjadi keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. JRM, 2022, 6. , 66-77 Adeliza Laily Fitriasandy. Khoirul Anam Proses ini membutuhkan sumber daya unik, yang tidak dapat diganti atau dilepas. Sumber daya sosial dapat diubah menjadi modal yang dapat digunakan untuk pembangunan, yang dikenal sebagai modal sosial. Dalam modal sosial, terdapat informasi yang menjadi dasar bagi dua orang untuk saling percaya dan mempengaruhi. Melalui konversi sumber daya, informasi ini dapat ditingkatkan untuk memungkinkan individu dan kelompok mencapai tujuan bersama. Modal sosial merupakan jumlah sumber daya aktual dan potensial yang tersaji berkat jaringan koneksi yang dimiliki oleh individu atau unit sosial Yani et al. Sumber daya ini diketahui mencakup modal finansial, tenaga kerja terampil, dan pengetahuan yang dapat diperoleh dari berinvestasi dalam interaksi sosial (Sclepphorst. Koetter. Werner. Soost, & Moog, 2. Dengan menggunakan modal sosial akan tercipta kemudahan akses terhadap sumber daya intelektual, keuangan dan budaya yang sangat penting untuk kinerja bisnis yang efisien. Selain itu, modal sosial dikatakan sangat vital bagi seorang wirausahawan sehingga mampu saling melengkapi dalam memastikan kinerja bisnis yang efisien dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (Akintimehin et al. , 2. Hal ini dapat terjadi karena modal sosial berperan besar dalam kegiatan kewirausahaan, melalui proses sosial ekonomi yang didasarkan pada konteks dan kondisi sosial dari dua perspektif. Pertama, kewirausahaan merupakan produk dari lingkungan sosialnya dan kedua, kewirausahaan merupakan kegiatan sosial dan ada atau tidaknya hubungan dan koneksi sosial mempengaruhi sifat usaha (Nasip. Fabeil. Buncha. Hui, & Sondoh, 2. Modal sosial dikenal sangat berharga dalam memfasilitasi berbagi penciptaan nilai, pengetahuan, keunggulan bersaing, dan kinerja bisnis yang lebih baik serta perkembangan yang lebih cepat (Yani et al. Menurut Hongyun. Adomako. Appiah-twum, & Akolgo . menyatakan bahwa modal sosial sangat penting bagi kelangsungan hidup UMKM. Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil penelitiannya yang menunjukkan bahwa modal sosial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan. Kemudian (Yani et al. , 2. dalam penelitiannya menyatakan bahwa modal sosial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja usaha. Jika modal sosial meningkat, maka kinerja UMKM juga akan meningkat. UMKM dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan bagi usahanya melalui pengaruh modal sosial terhadap kinerja usahanya, sehingga meningkatkan potensi para pelaku UMKM dalam beradaptasi dengan lingkungan usaha. Berdasarkan uraian tersebut, maka dirumuskan hipotesis: H3: Modal sosial berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Pengelolaan Keuangan Financial Teknologi Kinerja UMKM Modal Sosial Gambar 1. Model Penelitian JRM, 2022, 6. , 66-77 Pengaruh Pengelolaan Keuangan. Financial Teknologi, dan Modal Sosial Terhadap Kinerja UMKM | 71 METODE Penelitian ini dilakukan terhadap pelaku UMKM Sentra Industri Seni Patung dan Ukir yang berada di Desa Mulyoharjo. Kecamatan Jepara. Kabupaten Jepara. Populasi penelitian sejumlah 140 unit. Pengambilan sampel dilakukan secara nonprobabiliy sampling dengan teknik sampling total . Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Penelitian yang dilakukan bersifat explanatory research, menekankan hubungan antar variabel penelitian melalui pengujian hipotesis, dimana dalam uraiannya mengandung deskripsi, namun fokus terletak pada hubungan antar variabel. Variabel yang dimaksud meliputi: pengelolaan keuangan, financial teknologi, modal sosial dan kinerja UMKM. Pengelolaan keuangan diukur menggunakan indikator yang dikembangkan dari (Andreas, 2. , meliputi: sumber-sumber dana usaha, laporan keuangan, manajemen kas, penganggaran. Financial teknologi diukur menggunakan indikator yang dikembangkan dari (Purnamasari. Pramono. Haryatiningsih. Ismail, & Shafie, 2. , meliputi: faktor eksternal, manfaat yang dirasakan, kemudahan yang dirasakan, sikap terhadap penggunaan, niat berperilaku. Modal Sosial diukur menggunakan indikator yang dikembangkan dari (Mahar & Ghumro, 2. , meliputi: jaringan personal, jaringan professional, jaringan asosiatif, jaringan institusional, dan Kinerja UMKM diukur menggunakan indikator yang dikembangkan dari (Ariwibawa, 2. , meliputi: pertumbuhan perusahaan, total pendapatan, total order, posisi kas. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu statistik deskriptif yang kemudian dilakukan evalusi model PLS dengan cara evaluasi model pengukuran . uter mode. dan evaluasi model struktural . nner mode. PLS mampu mengelola masalah multikolinearitas antar variabel independen, memberikan hasil yang kuat walaupun terdapat data yang hilang dan tidak normal, dapat digunakan pada sampel kecil, tidak mensyaratkan data berdistribusi normal (Abdillah & Jogiyanto, 2. Selanjutnya dianalisis dengan metode analisis regresi linear berganda agar dapat di tarik kesimpulan. HASIL Data pada penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada responden sebanyak 104. Pendistribusian kuesioner dilakukan dengan cara membagikan secara langsung kuesioner kepada pelaku UMKM yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Kuesioner yang dibagikan sebanyak 104 kuesioner sesuai dengan jumlah sampel penelitian. Dari jumlah kuesioner yang disebarkan, 7 kuesioner tidak diisi dengan lengkap sehingga jumlah kuesioner yang dapat diolah adalah 97. Tabel 1. Demografi Responden Profil Komponen Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Umur 20 Ae 27 tahun 28 Ae 38 tahun 39 Ae 49 tahun 50 Ae 60 tahun > 60 tahun Pendidikan SD/MI SMP/MTs SMA/MA/SMK S1/D4 Pendapatan per minggu Rp. 0 Ae Rp. JRM, 2022, 6. , 66-77 Jumlah 72 | Jumlah Karyawan Adeliza Laily Fitriasandy. Khoirul Anam Rp. 000 Ae Rp. Rp. 000 Ae Rp. > Rp. Tidak ada 2 Ae 5 orang 6 Ae 10 orang > 10 orang Sumber: Data diolah Jika dilihat dari demografi responden (Tabel . sebagian besar responden berjenis kelamin Lakilaki 80% hal ini menunjukkan bahwa sektor UMKM pada Sentra Industri Patung dan Ukir Desa Mulyoharjo sebagai mata pencaharian utama. Dilihat dari umur responden didominasi pada rentang umur 39-49 tahun . %) dan 50-60 tahun . %) menunjukkan pengrajin UMKM didominasi usia dewasa dan tua, menunjukkan kematangan usaha dan memahami permasalahan yang ada. Pendidikan responden sebagian besar berpendidikan SMA . %) dan memiliki pendapatan per minggu sejumlah > Rp. %) serta hanya 19% responden yang tidak memiliki karyawan hal ini menunjukkan usaha yang dijalankan bukan merupakan usaha rumahan namun terdapat pengelolaan usaha dengan melibatkan karyawan. Uji validitas dilaksanakan melalui pengujian convergent validity dan discriminant validity. Convergent validity menunjukkan hubungan antar indikator reflektif dengan variabel latennya dilihat dari nilai faktor loading lebih dari 0,7 dan AVE lebih dari 0,5. Discriminant validity untuk memastikan bahwa setiap konsep dari setiap variabel laten berbeda dengan variabel lainnya, dilihat dari fornell larcker criterion yang nilai korelasi variabel dengan variabel itu sendiri tidak boleh lebih kecil dari korelasi variabel dengan variabel lainnya dan cross loading yang nilai korelasi indikator dengan variabel harus lebih besar dari korelasi antara indikator dengan variabel lainnya. Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa masing-masing indikator variabel penelitian memiliki nilai loading factor >0,7 dan nilai AVE >0,5 sehingga semua indikator dinyatakan layak . untuk digunakan dalam penelitian dan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Latent Variable Indicator Penge lolaan Keuangan Sumber-sumber dana usaha Laporan keuangan Manajemen kas Penganggaran Financial Teknologi Faktor eksternal Manfaat yang dirasakan Kemudahan yang dirasakan Sikap terhadap penggunaan Niat berperilaku Modal Sosial Jaringan personal Jaringan profesional Jaringan asosiatif Jaringan institusional Kinerja UMKM Pertumbuhan perusahaan Total pendapatan Total order Posisi kas Sumber: Data diolah Loading >0,7 0,751 0,820 0,834 0,751 0,808 0,775 0,744 0,727 0,788 0,761 0,841 0,790 0,900 0,771 0,890 0,844 0,838 AVE >0,5 0,624 0,592 0,680 0,700 JRM, 2022, 6. , 66-77 Pengaruh Pengelolaan Keuangan. Financial Teknologi, dan Modal Sosial Terhadap Kinerja UMKM | 73 Hasil pengujian terhadap nilai korelasi masing-masing variabel dengan variabel itu sendiri lebih besar dari nilai korelasi masing-masing variabel dengan variabel lainnya, sehingga semua variabel dinyatakan memiliki discriminant validity yang tinggi serta layak . untuk digunakan dalam penelitian dan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Nilai korelasi masing-masing indikator dengan variabel itu sendiri lebih besar dari nilai korelasi masing-masing indikator dengan variabel lainnya, sehingga semua indikator dinyatakan memiliki discriminant validity yang tinggi serta layak . untuk digunakan dalam penelitian dan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Uji reliabilitas diukur menggunakan composite reliability dan cronbachAos alpha yang nilainya harus lebih dari 0,7 Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pengelolaan Keuangan Financial Technology Modal Sosial Kinerja UMKM Sumber: Data diolah Composite Reliability 0,869 0,879 0,894 0,903 CronbachAos Alpha 0,799 0,828 0,843 0,857 Berdasarkan tabel 3 diperoleh bahwa composite reliability dan cronbachAos alpha untuk semua variabel memiliki nilai lebih dari 0,7 sehingga semua variabel dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Sebelum melakukan analisis regresi linear berganda, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi Berdasarkan pengujian asumsi klasik diketahui bahwa variabel penelitian berdistribusi normal, terbebas dari masalah multikolonieritas, tidak terjadi heteroskedastisitas, dan tidak terjadi gejala autokorelasi. Untuk menguji hipotesis penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil uji regresi linear berganda dapat dilihat dalam tabel 4. Tabel 4. Ringkasan Model Struktural Original Sample Sample Mean (O) (M) X1 PK -> Y KU 0,469 0,477 X2 FT -> Y KU 0,271 0,262 X3 MS -> Y KU 0,163 0,164 Sumber: Data diolah SmartPLS 2021 Standard Deviation (STDEV) 0,086 0,120 0,082 T Statictics (|O/STDEV|) Values 5,439 2,255 2,001 0,000 0,025 0,046 Hasil pengujian hipotesis pertama yaitu hubungan variabel Pengelolaan Keuangan terhadap Kinerja UMKM menunjukkan nilai koefisien jalur positif yaitu sebesar 0,469. Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan bahwa hubungan antara variabel Pengelolaan Keuangan terhadap Kinerja UMKM adalah searah. Nilai T-statistik menunjukkan angka sebesar 5,439 lebih besar dari T-tabel 1,64 dengan nilai P-values sebesar 0,000 sehingga lebih kecil dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan hubungan antara Pengelolaan Keuangan terhadap Kinerja UMKM. Dengan demikian hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. Hasil pengujian hipotesis kedua yaitu hubungan variabel Financial Teknologi terhadap Kinerja UMKM menunjukkan nilai koefisien jalur positif yaitu sebesar 0,271. Koefisien jalur yang bernilai JRM, 2022, 6. , 66-77 Adeliza Laily Fitriasandy. Khoirul Anam positif menunjukkan bahwa hubungan antara variabel Financial Teknologi terhadap Kinerja UMKM adalah searah. Nilai T-statistik menunjukkan angka sebesar 2,255 lebih besar dari T-tabel 1,64 dengan nilai P-values sebesar 0,025 sehingga lebih kecil dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan hubungan antara Financial Teknologi terhadap Kinerja UMKM. Dengan demikian hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima. Hasil pengujian hipotesis ketiga yaitu hubungan variabel Modal Sosial terhadap Kinerja UMKM menunjukkan nilai koefisien jalur positif yaitu sebesar 0,163. Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan bahwa hubungan antara variabel Modal Sosial terhadap Kinerja UMKM adalah Nilai T-statistik menunjukkan angka sebesar 2,001 lebih besar dari T-tabel 1,64 dengan nilai P-values sebesar 0,46 sehingga lebih kecil dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan hubungan antara modal sosial terhadap kinerja UMKM. Dengan demikian hipotesis ketiga dalam penelitian ini diterima. PEMBAHASAN Pengelolaan keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja UMKM. Hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata pelaku UMKM Sentra Industri Seni Patung dan Ukir Desa Mulyoharjo Jepara memiliki kemampuan pengelolaan keuangan dengan baik sehingga diperoleh kinerja UMKM yang tinggi. Hasil yang diperoleh ini sejalan dengan penelitian Suindari & Juniariani . dan Mohammed et al. Dalam mengelola sebuah usaha perlu pengelolaan keuangan yang baik agar menghasilkan kinerja yang baik pula. Jadi semakin baik pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh pelaku UMKM, maka kinerjanya juga semakin meningkat. Bagi UMKM perlu membuat catatan laporan keuangan, melaksanakan dan menyusun pengelolaan kas, serta membuat perencanaan keuangan agar apa yang sudah menjadi target atau rencana usaha dapat terealisasi dengan baik. Hal tersebut berarti bahwa rata-rata pelaku UMKM memiliki kemampuan pengelolaan keuangan dengan baik sehingga diperoleh kinerja UMKM yang tinggi. Financial teknologi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja UMKM. Hasil ini sejalan dengan penelitian Hamidah et al. dan Infithor & Kornitasari . Financial teknologi dinilai memberikan kemudahan untuk menunjang suatu bisnis karena lebih efektif dan efisien serta aplikasinya mudah. Transparansi riwayat uang masuk dan uang keluar juga menjadi salah satu pertimbangan para pelaku UMKM dalam melakukan transaksi pembayaran melalui Financial teknologi pada kegiatan bisnisnya. Hasil analisis diperoleh bahwa financial teknologi mampu meningkatkan pendapatan usaha UMKM karena permintaan produk dari pelanggan selalu mengalami peningkatan. Hal tersebut berarti bahwa ketika UMKM menggunakan financial teknologi dalam bisnisnya dengan baik menjadikan kinerjanya juga semakin meningkat. Modal sosial berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Hasil ini sejalan dengan Yani et al . dan Hongyun et al . Jika modal sosial meningkat, maka kinerja UMKM juga akan meningkat. UMKM dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan bagi usahanya melalui pengaruh modal sosial terhadap kinerja usahanya, sehingga meningkatkan potensi para pelaku UMKM dalam beradaptasi dengan lingkungan usaha. Membangun modal sosial oleh UMKM dilakukan melalui menjalin hubungan dan pergaulan dengan lingkungan sosial seperti teman, keluarga, tetangga, sesama pelaku UMKM hingga organisasi dan paguyuban sentra industri untuk mengembangkan usahanya. Kemudian membangun hubungan yang profesional dengan pelanggan . untuk mendapatkan informasi komersial yang bermanfaat dan dapat membantu mencapai sumber daya yang berharga. Serta menjalin hubungan dengan berbagai badan atau otoritas pemerintah seperti Dinas Koperasi UKM. Asosiasi Kerajinan UKM, dan Kantor Pelayanan Pajak. JRM, 2022, 6. , 66-77 Pengaruh Pengelolaan Keuangan. Financial Teknologi, dan Modal Sosial Terhadap Kinerja UMKM | 75 SIMPULAN DAN SARAN Simpulan yang didapat dari pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya yaitu dari masingmasing variabel yang dianalisis, diperoleh hasil pengaruh positif signifikan antara pengelolaan keuangan, financial teknologi dan modal sosial terhadap kinerja UMKM. Hasil yang diperoleh ini sekaligus memberikan dukungan terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Penelitian tentang kinerja UMKM merupakan area yang menarik, mengingat UMKM merupakan sektor yang memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian, namun terdapat tantangan pengembangan UMKM yang perlu menjadi perhatian. Permasalahan yang ada pada sektor UMKM belum ada perubahan yang signifikan terhadap pergeseran skala usaha dari mikro ke kecil, kecil ke menengah maupun menengah ke besar. Artinya belum ada pergeseran atau naik kelas secara signifikan pada UMKM. Tidak adanya pergeseran signifikan atas komposisi UMKM tersebut merupakan indikasi bahwa tidak terdapat perkembangan kinerja UMKM yang signifikan atau cenderung stagnan. Stagnasi kinerja UMKM tersebut tidak dapat dilepaskan dari berbagai permasalahan yang menjadi hambatan bagi UMKM untuk berkembang dan bertumbuh. Hasil penelitian ini berkontribusi terhadap pentingnya pengelolaan keuangan, financial teknologi dan modal sosial bagi UMKM. Diharapkan kepada UMKM khususnya dalam pengelolaan keuangan dengan memulai melakukan pencatatan keuangan, serta memanfaatkan berbagai aplikasi pengelolaan keuangan berbasis teknologi informasi di playstor dan lainnya yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh UMKM. Pelaku UMKM dapat menyusun rencana pengeluaran dengan target penjualan dan penerimaan kas yang bertujuan agar pemilik UMKM lebih paham dan mengetahui cara melakukan pengelolaan keuangan dengan tepat sehingga kinerja UMKM dapat meningkat. DAFTAR PUSTAKA