Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Asrifani Asi1. Ardiansyah Rahmat Hidayatullah2, 1 Mahasiswa Program Studi Arsitektur. Universitas AoAisyiyah Yogyakarta 2 Dosen Program Studi Arsitektur. Universitas AoAisyiyah Yogyakarta Email: Asrifaniasi11@gmail. Abstrak Buton Tengah meliputi wilayah seluas A837,08 kmA, yang terdiri dari 7 kecamatan, 67 Desa dan 10 Kelurahan. Buton Tengah memiliki potensi wisata alam, wisata budaya, wisata bahari dll. Buton Tengah sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) memfokuskan pembangunan dari sektor pariwisata. Dengan adanya Pusat Informasi Pariwisata melalui penerapan konsep arsitektur analogi, transformasi berupa nilai-nilai unsur tradisional rumah setempat dengan kebutuhan fungsional pusat informasi pariwisata memberikan landasan untuk perancangan yang unik dan autentik. desain pusat informasi pariwisata ini menciptakan pengalaman dengan kemudahan akses informasi di era modern. Eksplorasi pendekatan perancangan pusat informasi pariwisata yang inovatif melalui penerapan konsep arsitektur analogi diterapkan sebagai metode untuk merancang bangunan yang terinspirasi dari bentuk dan fungsi yang telah terbukti berhasil dalam konteks berbeda. Desain yang dihasilkan tidak hanya memenuhi persyaratan fungsional, tetapi juga memberikan pengalaman yang inovatif dan menarik bagi pengunjung. Kata Kunci: Rumah duka, privat, perkotaan, biophilic design. Abstract Central Buton covers an area of A837. 08 kmA, consisting of 7 sub-districts, 67 villages and 10 sub-districts. Central Buton has the potential for natural tourism, cultural tourism, marine tourism, etc. Central Buton as a New Autonomous Region (DOB) focuses on development of the tourism sector. With the existence of a Tourism Information Center through the application of analogous architectural concepts, the transformation of the values of traditional elements of local houses with the functional needs of a tourism information center provides the basis for a unique and authentic design. the design of this tourism information center creates an experience with easy access to information in the modern era. Exploration of innovative tourism information center design approaches through the application of analogous architectural concepts applied as a method to design buildings that are inspired by forms and functions that have proven successful in different The resulting design not only meets functional requirements, but also provides an innovative and engaging experience for visitors. Keywords : Central Buton. Tourism Information Center. Analogy Architecture @copyright 2019 All rights reserved Article history: Received 5 April 2023. Revised 15 Sept 2023. Accepted 25 Okt 2023. Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 PENDAHULUAN Kabupaten Buton Tengah AuNegeri 1000 GoaAy sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) hasil pemekaran dari Kabupaten Buton yang ditetapkan pada (UU) Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pembentukan Kabupaten Buton Tengah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Buton Tengah memiliki luas A 837,08 kmA, yang terdiri dari 7 kecamatan, 67 Desa dan 10 Kelurahan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Buton Tengah. Grafik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Buton Tengah menunjukkan tren yang menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir. pertumbuhan yang konsisten setiap tahun, jumlah pengunjung terus meningkat, mencapai puncaknya pada tahun terakhir 2021. Faktor-faktor seperti keindahan alam yang memukau, keragaman budaya, dan upaya promosi pariwisata telah menjadi pendorong utama meningkatnya minat wisatawan untuk menjelajahi pesona Kabupaten Buton Tengah. Dengan melihat grafik ini, dapat diantisipasi bahwa Kabupaten Buton Tengah akan terus menjadi destinasi unggul bagi para pelancong dalam waktu yang akan (Buton Tengah dalam Angka 2022. BPS Kab. Buton Tenga. Gambar. Data Kunjungan Wisatawan Sumber : BPS Kab. Buton Tengah. Buton Tengah Dalam Angka 2022 Di tengah pertumbuhan industri ini, kebutuhan akan informasi pariwisata yang akurat, aktual, dan relevan menjadi sangat penting. Informasi merupakan salah satu kunci utama dalam menentukan keberhasilan destinasi pariwisata, mulai dari tahap perencanaan perjalanan hingga evaluasi setelah perjalanan selesai. Buton Tengah secara aktif fokus pada pengembangan pariwisata sebagai sektor utama perekonomiannya yang bertujuan untuk menarik Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 lebih banyak wisatawan domestik dan internasional. Pariwisata di Buton Tengah menawarkan banyak obyek wisata menarik, tetapi belum sepenuhnya dioptimalkan dalam hal promosi dan pengelolaan, sehingga potensinya belum tergali secara maksimal. Bertolak dari latar belakang di atas, idealnya terdapat Pusat Informasi Pariwisata (TIC) guna mengakomodir pesatnya perkembangan pariwisata dan peningkatan wisatawan yang berkunjung ke Buton Tengah. Melalui Pusat Informasi Pariwisata hal-hal kepariwisataan dan kebutuhan akan informasi yang memadai seperti informasi lokasi objek-objek wisata yang akurat dan up-todate serta menyelaraskan program pemerintah daerah agar terwujudnya tujuan dari kepariwisataan yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, melestarikan alam dan lingkungan, memajukan kebudayaan, mengangkat citra bangsa dan meningkatkan pendapatan daerah. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Pariwisata dan Pusat Informasi Pariwisata Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 2009. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha. Pemerintah, dan Pemerintah Daerah. Definisi dari Tourist Information Center atau Pusat Informasi Pariwisata adalah sebuah lokasi fisik yang menyediakan informasi seputar pariwisata kepada wisatawan yang ingin berpergian atau mengunjungi daerah tujuan (Ajriyani, 2. Tourist Information Center memiliki peran terkait dengan tujuan dan sasaran dari strategi pelayanan destinasi Berikut adalah peran dan tujuan dari keberadaan TIC : Promosi - Tourist Information Center (TIC) memiliki fungsi meningkatkan permintaan wisatawan. mengunjungi suatu tempat melalui cara mempromosikan daerah tersebut dengan sasaran meningkatkan jumlah wisatawan. Travel Advice - Tourist Information Center (TIC) membantu pengunjung wisatawan. Dalam hal ini TIC berperan sebagai pemberi saran terhadap arus kegiatan dari pengunjung, seperti kemana mereka sebaiknya pergi, jam berapa dan memberi saran terkait keamanan dan keselamatan. Kegiatan Perdagangan - Performa suatu Tourist Information Center (TIC) menjadi generator aktivitas dimana dpaat membantu aspek finansial pengoprasian TIC tersebut. Aktivitas yang dimaksud dapat terkait penjualan tiket, paket tur wisata, menjual souvenir dan juga menjual makanan ringan dan minuman bahkan memiliki sebuah Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 Sebagai sarana Edukasi dan Interpretasi - Tourist Information Center (TIC) menjadi sebuah media edukasi bagi wisatawan dengan memiliki sebuah area Informasi yang berisikan display dari informasi yang disediakan. Arsitektur Analogi Analogi dalam arsitektur merujuk pada penggunaan perbandingan, persamaan, pemahaman sesuatu berdasarkan kesejajarannya dengan sesuatu yang lain dalam merancang bangunan atau ruang. Dalam arsitektur, analogi bisa digunakan untuk menjembatani konsep-konsep atau ide-ide dengan bentuk-bentuk fisik. Penggunaan analogi dalam arsitektur bisa memberikan makna mendalam pada desain dan memungkinkan pengguna bangunan untuk terhubung dengan ruang tersebut dalam cara yang lebih intuitif atau emosional. Prinsip dan tujuan Arsitektur Analogi menurut Geoffrey Broadbent . , prinsip dari pendekatan analogi ialah menghasilkan bentuk baru yang memiliki kemiripan visual dengan objek yang dianalogikan. Analogi berusaha memindahkan karakteristik dari suatu objek seakan merupakan hal yang sama. Donna P. Duerk . Muslimin dan Ashadi . , prinsip atau kriteria yang termasuk dalam Arsitektur Analogi ialah hasil desain memiliki kemiripan visual dengan objek yang menjadi acuan/ pembandingnya, berusaha mentransfer suatu keterangan seakan merupakan hal yang sama, hasil desain dengan konsep arsitektur analogi tidak menimbulkan interpretasi lain. Setelah memahami prinsip-prinsip diatas, maka tujuan dari Perancangan Analogi adalah membuat persamaan dari dua hal yang Desain memiliki kemiripan visual dengan objek yang menjadi acuan/ pembanding. Menghasilkan bentuk baru dengan objek yang dianalogikan. Hasil desain tidak menimbulkan interpretasi lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Analogi adalah perbandingan yang dibuat antara dua hal yang memiliki hubungan atau kesamaan tertentu. Arsitektur analogi digunakan untuk mengacu pada unsur-unsur dari bangunan atau desain arsitektural yang sebelumnya memiliki kesamaan dengan desain yang dikembangkan. Analogi digunakan untuk memahami dan menginterpretasikan desain secara lebih mudah dan membantu dalam pengembangan ide-ide baru. Rumah Malige Rumah Malige berarti mahligai/istana, yaitu tempat tinggal raja atau sultan beserta keluarganya. Rumah Malige memiliki atap yang Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 bersusun 2 . Malige biasanya bertingkat 3 . dan mempunyai 4 . tiang penyangga. ruangan kadangkadang memiliki 2 . jendela kiri dan 2 . Bila diamati dengan lebih seksama. Rumah Malige seakan akan terdiri dari bagian kepala, badan, dan kaki yang sarat dengan falsafah orang Buton. Rumah Malige merupakan media penyampaian untuk memahami kehidupan masyarakat pada zamannya . dan sebagai alat komunikasi dalam memahami bentuk struktur masyarakat, status sosial, ideologi dan gambaran struktur (Bonnieta Franciska, 1Laksmi Kusuma Wardani. Gambar. Rumah Malige Sumber : warisanbudaya. Gambar. Denah Malige Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 Sumber : Penulis Denah Rumah Malige terbagi atas 3 zonasi, yaitu zona publik, zona semi-privat, dan zona privat. Zona publik mencakup area seperti Tangkebala . Bamba . uang tam. Sasambiri . uang rapa. tempat di mana penghuni rumah dan tamu saling berinteraksi. Zona semi-privat mencakup Tanga . uang keluarg. di mana interaksi sesama antar keluarga dengan tingkat privasi yang lebih tinggi dibandingkan zona publik. Sementara itu. Zona privat adalah Suo . uang tidur sulta. dikhususkan untuk kebutuhan pribadi dan ketenangan Sultan. Gambar. Facade Malige Sumber : Koeksistensi Konsep Makna Simbolik Rumah Kaum Kaomu (Malig. Dengan Kantor Diapenda Kota Baubau Gambar. Tampak Malige Sumber : Koeksistensi Konsep Makna Simbolik Rumah Kaum Kaomu (Malig. Dengan Kantor Diapenda Kota Baubau Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 Rumah Suku Wolio Banua Tada adalah sebutan rumah suku wolio merupakan rumah tempat tinggal suku wolio atau orang Buton di pulau Buton. Sulawesi Tenggara. Kata Banua dalam bahasa setempat berarti rumah sedangkan kata Tada berarti siku. Banua tada tare talu pale yang berarti rumah bertiang tiga adalah rumah tempat tinggal orang Bila diamati dengan lebih seksama, rumah ini seakan-akan terdiri dari bagian kepala, badan, dan kaki yang sarat dengan falsafah orang Buton. Pembagian zonasi ruangan yang terdapat pada Rumah Suku Wolio secara garis besar wajib terbagi menjadi 3 bagian yaitu depan, tengah dan belakang. Ruangan depan digunakan sebagai ruang untuk menerima tamu laki-laki. Ruang tengah untuk perempuan saja yang menggunakan kecuali kepala Ruang belakang digunakan untuk memingit serta menjadi Gambar. Rumah Suku Wolio Sumber : https://w. com/maps Pembagian tata ruangan Rumah Suku Wolio mengandung unsur pemaknaan sebagai berikut: Sasambiri (Depa. Bamba dan Tanga (Tenga. Suo (Belakan. Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 Gambar. Denah Rumah Suku Wolio Sumber : Dok. Pribadi Penghuni rumah disimbolkan sebagai nyawa atau roh pada Hubungan antara tubuh dengan roh manusia yang mengandung pemahaman saling menjaga dan saling merawat dan Fungsi pemisahan tentang tamu laki-laki ditempatkan diruangan Bamba sedangkan tamu wanita diruangan Tanga. Rumah Suku Wolio dalam penataan struktur bangunannya, didasari oleh konsep kosmologis sebagai wujud keseimbangan alam dan manusia. METODE PERANCANGAN Metode yang digunakan untuk merancang Tourist Information Center diantaranya mengidentifikasi masalah yang ada di lokasi site, ide perancangan yang muncul dilatar belakangi melalui potensi dan peraturan perda yang ada dan kemudian di jelaskan kembali dengan maksud serta tujuan pencapaian dari hasil perancangan. Terdapat beberapa metode pengumpulan data berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari sumber asli seperti survey dan observasi langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari media perantara seperti sumber yangbberupa artikel dan publikasi lain. Data-data tersebut kemudian dianalisa dari beberapa aspek untuk mendapatkan hasil perancangan Buton Tengah Tourist Information Center dengan pendekatan arsitektur Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 PROSES RANCANG DAN EKSPLORASI Data Site Messo Kabupaten Buton Tengah memiliki hasil kepadatan sebesar 1. Jiwa/km2. Kepadatan penduduk cukup beragam, dengan kepadatan penduduk tertinggi pada Kecamatan Mawasangka sebesar 328,56 jiwa/km2 dan terendah pada Kecamatan Sangia Wambulu sebesar 66,22 jiwa/km2. (Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka, 2. Perlu adanya perancangan Pusat Informasi Pariwisata Kabupaten Buton Tengah untuk menyasar berbagai kalangan baik dari kalangan Wisatawan. Masyarakat, dan Pelaku UMKM di Kabupaten Buton Tengah. Kabupaten Buton Tengah sebagai daerah otonom baru sedang memfokuskan pengembangan sektor pariwisata dan tentu masih banyak obyek-obyek wisata yang tersebar masih minim dengan informasi. Analisa Pemilihan Site Data yang di peroleh dari Perda No. 1 Tahun 2014 Tentang RTRW Kabupaten Buton Tahun 2013-2033. Bab IV Rencana Pola Tata Ruang Wilayah Pasal 31 Tentang Kawasan Pariwisata, menyampaikan bahwa Kawasan Peruntukan Pariwisata alam laut/bahari. Pariwisata alam pegunungan/hutan. Pariwisata budaya dan sejarah terletak di Kecamatan Lakudo. Kabupaten Buton Tengah. Dalam menentukan lokasi site perancangan Tourist Information Center dilakukan dengan menyusun beberapa kriteria pemilihan lokasi yang ideal untuk perancangan, sebagai berikut : terhubung dengan kategori ruas jalan kolektor primer . angsung/deka. untuk memudahkan pencapaian lokasi melalui transportasi umum maupun pribadi, dekat dan tidak jauh dari pusat-pusat kegiatan seperti pasar, permukiman, dan terminal antar daerah serta tidak jauh dengan kegiatan industri lokal dan pendidikan, lokasi perancangan dapat menjadi penggerak ekonomi, lingkungannya, ketersediaan jaringan utilitas daerah . istrik, telekomunikasi, air bersih, pemadam kebakaran, ambulance dan jaringan lain yang mendukung kinerja banguna. , lokasi site perancangan yang sesuai dengan peruntukan lahan dan luasan yang ideal untuk perancangan Tourist Information Center membutuhkan ruang-ruang untuk kegiatan publik, kesenian dan kebudayaan, mengoptimalkan view atau orientasi dari lahan perancangan ke sekitarnya untuk membentuk hubungan visual yang baik dan menunjang kegiatan yang ada di dalam maupun diluar ruangan, lokasi site berdekatan dengan Pelabuhan Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 Speedboat dan Pelabuhan Ferry yang menjadi AuPintu MasukAy ke Kabupaten Buton Tengah. Untuk pemanfaatan lahan. Perencanaan menyediakan fasilitas berupa Cottage bagi wisatawan/pengunjung yang ingin menginap jika armada jalur penyebrangan ke kota Baubau belum tersedia. Lokasi Site Lokasi site berada pada Jl. Poros Wamengkoli - Jl. Gersamata yang menghubungkan Kabupaten Buton Tengah dan Kabupaten Muna. Lokasi menuju site cukup mudah dengan jangkauan transportasi umum maupun pribadi dari jaringan jalan kolektor primer 1 dan jalan kolektor primer 2. Site terletak pada lahan kosong yang di peruntukan fungsinya sebagai perkebunan warga. Untuk penunjangnya terdapat beberapa fasilitas pelayanan lainnya seperti Pelabuhan Speedboat Wamengkoli. Pelabuhan Ferry. Terminal Angkutan Penumpang, serta gerbang Selamat Datang di Buton Tengah. Gambar. Lokasi Site Sumber : https://w. com/maps Luas lahan site 18. 002 m2 dengan sisi yang menghadap ruas Jl. Poros Wamengkoli dengan lebar 15 m. Ketentuan pemanfaatan ruang berupa : KDB : 60%, KTB : 4 Lt. KDH : 30%, GSB : minimal 2,5 meter. GSJ : 10 meter. KB : 7,5 meter. Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 Gambar. Pelabuhan Ferry dan Gapura Selamat Datang Kab. Buton Tengah Sumber IG : @uncle_syaf dan Dinas Pariwisata Buton Tengah Analisis Site Gambar. Analisis Site Sumber : Penulis Analisis Gerak Matahari Matahari terbit pada jam 05:56 WITA dan terbenam pada jam 18:14. titik tertinggi matahari berada di jam 12:02 WITA dengan suhu rata-rata 25,90AC Ae 29,90AC. terdapat beberapa kekurangan seperti intensitas cahaya yang berlebih pada siang hari. Dengan kondisi tersebut maka terdapat beberapa alternative desain secara arsitektural untuk meningkatkan kinerja bangunan, yaitu: mengoptimalkan bentuk bangunan mengikuti arah datangnya matahari dan bentuk bangunan yang simetris agar distribusi cahaya dapat menyeluruh, mengurangi paparan cahaya matahari langsung ke dalam ruangan dengan memberikan secondary skin maupun material yang mereduksi suhu dan radiasi berlebihan. Analisis Drainase. Rata-rata hari hujan dalam setiap tahunnya berada diantara 13-26 hari hujan dan Curah hujan berkisar antara 62,1 - 437,3 mm3 untuk itu di bulan november sampai februari curah hujannya sangat tinggi. Sehingga berdasarkan data tersebut, untuk merespon lokasi perancangan ialah penggunaan grass block pada area parkir dan pedestrian karena mampu meresap air. Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 Analisis Vegetasi. Vegetasi yang ada pada site cukup baik dan perlu ditambahkan dibeberapa titik vegetasi dalam site perancangan untuk mengurangi intensitas masuknya panas matahari yang masuk ke dalam bangunan. Dalam perancangan Tourist Information Center perlu menerapkan beberapa strategi seperti : menempatkan vegetasi sebagai peredam kebisingan yang ditempatkan pada sisi utara yang berbatasan langsung dengan jalan raya, menempatkan vegetasi sebagai peneduh yang ditempatkan pada ruang terbuka hijau yang digunakan untuk tempat duduk/bersantai. Analisis Arah Angin. Kecepatan Angin di lokasi site berkisar 20 km/jam dan paling cepat pada 35 km/jam, dan angin dominan datang pada jam 10:15 dan 12:23 dan paling banyak datang dari arah timur laut. Mengingat fungsi bangunan sebagai pusat informasi sehingga untuk menyiasati permasalahan dan potensi tersebut, respon desain yang dapat digunakan yaitu : memberikan bukaan pada fasad bangunan sehingga angin dapat masuk ke dalam bangunan serta menerapkan prinsip cross ventilation, menggunakan permainan level lantai untuk menyiasati pergerakan udara secara vertikal. Analisis Sirkulasi. Lokasi Perancangan terletak pada Jln. Poros Wamengkoli dengan jenis Jalan Kolektor Primer. Pada arah barat dan utara site terdapat jalan desa/lokal dan berhubungan langsung dengan Jln. Poros Wamengkoli. direncanakan beberapa hal terkait sirkulasi ke dalam site maupun aksesibilitasnya, yaitu memberikan sistem sirkulasi dalam site yang panjang untuk menguraikan penumpukan kendaraan keluar masuk, memberikan pedestrian untuk akses pejalan kaki menuju tapak. Analisis Zonasi. Lokasi perancangan berada pada daerah dengan intensitas pembangunan rendah. pada sisi utara, timur dan barat terdapat rumah penduduk sedangkan bangunan yang ada di dalam site dulunya difungsikan sebagai mess atau rumah singgah bagi pekerja aspal jalan. Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 Analisis Pendekatan Konsep Gambar. Konsep Dasar Sumber : Penulis Perancangan Tourist Information Center di Buton Tengah, konsep yang digunakan adalah pendekatan analogi Rumah Malige dan Rumah Suku Wolio. Berikut beberapa filosofi yang diyakini oleh masyarakat Buton ialah : Rumah sebagai Struktur Adat serta pengingat kepada Sang Maha Pencipta. Kosmologi elemen Alam. Manusia & Tuhan. Facade dan Tampak yang Simetris. Secara keseluruhan bentuk dari Tourist Information Center adalah transformasi dari Rumah Malige dan Rumah Suku Wolio. Pembagian zonasi di kelompokkan berdasarkan fungsi bangunan yang di atur guna merespon aksesibiltas (Publik. Semi Privat. Priva. Facade bangunan yang merepresentasikan hubungan antara alam, manusia, dan Tuhan. Beberapa Implementasi ke desain ialah bangunan berlantai <4 Lt. (PERDA Kab. Buton No. Tahun 2014 Tentang Bangunan Gedun. Gambar. Potongan Bangunan Sumber : Penulis Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 Kosmologi elemen Alam. Manusia & Tuhan Gambar. Kosmologis Bangunan Sumber : Penulis Facade dan Tampak yang Simetris. Gambar. Tampak & Facade Bangunan Sumber : Penulis Hasil Rancangan Perspektif Eksterior Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 Gambar. Perspektif Eksterior Sumber : Penulis Perspektif Interior Gambar. Lobby & Area Informasi Sumber : Penulis Gambar. Area Display Wisata & Area Souvenir Sumber : Penulis Fasilitas Gambar. Cottage & Area Travel Advice Sumber : Penulis Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 Gambar. Lounge & Amphitheater Sumber : Penulis SIMPULAN Buton Tengah Tourist Information center berperan sebagai pintu gerbang dalam menyambut wisatawan. Konsep yang di gunakan pada bangunan ini yaitu pendekatan Arsitektur Analogi yang didalamnya terdapat beberapa prinsip atau aspek desain dengan karakteristik kearifan lokal. Beberapa pendekatan tersebut memiliki indikator yang di terapkan dalam desain seperti bentuk bangunan, fungsi serta keselarasian antara hubungan alam, manusia dan Tuhan yang saling terhubung. Secara keseluruhan, perancangan ini menegaskan bahwa pusat informasi pariwisata bukan hanya penyedia informasi praktis, tetapi juga pemain utama dalam membentuk citra dan pengalaman destinasi wisata. Semoga kedepannya pusat informasi pariwisata dapat terus berperan sebagai pilar utama dalam memandu perkembangan pariwisata yang berkelanjutan. DAFTAR RUJUKAN Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan Badan Pusat Statistik. Buton Tengah Dalam Angka 2022. Laporan. Pemerintah Kabupaten Buton Tengah. Dinas Pariwisata Kabupaten Buton Tengah, . Analisa informasi wisata unggulan. Sulawesi Tenggara. Oktaverina. , & Anisa. Kajian konsep arsitektur analogi pada bangunan museum. Prosiding Semnastek. Broadbent. Design in Architecture. Architecture and the Human Scuences. Abel. Chris . Architecture and Identity. Architectural Press. An imprint of Butterworth- Heinemann Muslimin. , & Ashadi. Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio Journal of Architecture Student. Vol. No. November 2023: 69-85 Penerapan Konsep Arsitektur Analogi Pada Bangunan Museum Purna Bhakti Pertiwi. PURWARUPA Jurnal Arsitektur, 4. , 3. Franciska. Bentuk. Fungsi, dan Makna Interior Rumah Adat Suku Tolaki dan Suku Wolio di Sulawesi Tenggara. Intra, 2. , 257-270. Umar. Koeksistensi Konsep Makna Simbolik Rumah Tradisional Buton (Rumah Kaum Maradik. Dengan Kantor BKDD di Kota Baubau. Jurnal Ilmiah Mustek Anim Ha, 5. Ahmadi. Makna Simbolis pada Istana Malige. Staf Arkeologi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara. Umar. AoKoeksistensi Konsep Makna Simbolik Rumah Tradisional Buton dan Bangunan Modern di Kota BaubauAo. Tesis. Makassar. Program Pascasarjana ArsitekturAeUnhas. Umar. AoJiwa Puitis Nenek Moyang Orang Buton Pada Rumah Tradisional Buton Malige Di Kota Baubau Sulawesi TenggaraAo. Jurnal Sosial dan Budaya Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo. Volume 04. Nomor 03. Oktober. Zainab Jasru. Wa Ode Sifatu. Dinamika Makna Simbolis Ornamen Rumah Adat Malige di Keraton Buton Kecamatan Murhum Kota Bau-Bau Vol. 7 Hal. 22 - 28 Pearce. P . The functions and planning of visitor centres in regional tourism. Priautama I Gde Banyu, . Perancangan Pusat Informasi Pariwisata Ubud Dengan Pendekatan Placemaking. Tesis Institut Teknologi Bandung. Arsitektur. Buton Tengah Tourist Information Center dengan Pendekatan Analogi Arsitektur Rumah Malige & Rumah Suku Wolio