Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 DETERMINAN AUDIT REPORT LAG PADA PERUSAHAAN CONSUMER CYCLICALS DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2022-2023 Dita Anggia Lailatul Fitri1. Rizdina Azmiyanti2* 1,2Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur 121013010076@student. id, 2*rizdina. ak@upnjatim. ABSTRAK Meningkatnya jumlah perusahaan yang mengalami audit report lag disetiap tahunnya dan Standar Audit (SA) 701 terkait key audit matters yang diterapkan di Indonesia pada 1 Januari 2022 mendorong untuk diteliti lebih Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah key audit matters, opini audit, audit fee, dan reputasi Kantor Akuntan Publik (KAP) berkontribusi pada audit report lag. Laporan tahunan dan laporan auditan digunakan sebagai sumber penelitian utama. Perusahaan di sektor consumer cyclicals yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2022-2023 menjadi populasi penelitian. Sampel penelitian diperoleh sebesar 75 perusahaan berdasarkan metode purposive sampling dan menghasilkan 150 data yang diolah. Pendekatan Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS-SEM) digunakan dalam penelitian ini, yang memberikan hasil bahwa key audit matters dan reputasi KAP tidak memengaruhi audit report lag, sedangkan opini audit dan audit fee dapat memengaruhi audit report lag. Penelitian ini secara teoritis dapat memperkaya literatur akademik terkait aspek apa saja yang memengaruhi audit report lag dan secara praktis memberikan wawasan bagi auditor dan regulator untuk mengevaluasi kembali atas peran key audit matters dalam laporan Kata kunci: Audit Report Lag. Key Audit Matters. Opini Audit. Audit Fee. Reputasi KAP. ABSTRAK The increasing number of companies that experience audit report lag every year and Auditing Standard 701 related to key audit matters implemented in Indonesia on January 1, 2022 encourage further research. This study was conducted to determine whether key audit matters, audit opinion, audit fees, and reputation of the public accounting firm contribute to audit report lag. Annual reports and audited reports are used as the main research sources. Companies in the consumer cyclicals sector listed on the Indonesia Stock Exchange in 20222023 became the research population. The research sample was obtained as many as 75 companies based on the purposive sampling method and resulted in 150 processed data. The Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach is used in this study, which provides results that key audit matters and reputation of the public accounting firm do not affect audit report lag, while audit opinion and audit fees can affect audit report lag. Theoretically, this study can enrich the academic literature regarding what aspects affect audit report lag and practically provide insight for auditors and regulators to re-evaluate the role of key audit matters in audited reports. Keywords: Audit Report Lag. Key Audit Matters. Audit Opinion. Audit Fee. Reputation of the Public Accounting Firm PENDAHULUAN Laporan keuangan memiliki peran penting bagi pihak berkepentingan karena memberikan informasi menyeluruh mengenai kinerja dan capaian suatu perusahaan dalam satu periode (Azmiyanti & Sukiswo, 2. Laporan keuangan berguna bagi manajemen perusahaan sebagai penentuan perencanaan strategis, pengelolaan pendanaan, serta evaluasi efektivitas operasional perusahaan. Bagi pemegang saham dan investor, laporan keuangan bermanfaat sebagai bahan evaluasi potensi keuntungan dan risiko yang dapat memengaruhi *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 206 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 keputusan investasi (Indriyani & Tawas, 2. Namun, diperlukan audit sebagai bentuk jaminan atas kualitas atau keandalan informasi keuangan yang disajikan kepada pihak berkepentingan (Danuta & Wijaya, 2. Durasi waktu antara tanggal akhir tahun buku dengan tanggal terbit laporan audit disebut sebagai audit report lag (ARL) (Putra et al. Otoritas Jasa Keuangan Republik (OJK) Indonesia menerbitkan peraturan Nomor 14/POJK. 04/2022 yang menjelaskan kewajiban perusahaan publik untuk menyerahkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit paling lambat 90 hari setelah akhir tahun buku. Namun, kenyataannya banyak perusahaan yang melanggar peraturan tersebut, dibuktikan dengan daftar perusahaan yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2022-2023. Tabel 1. Jumlah Perusahaan yang Mengalami Audit Report Lag No. Sektor Perusahaan 1 Basic Materials 2 Consumer Cyclicals 3 Consumer Non-Cyclicals 4 Financials 5 Properties & Real Estate 6 Energy 7 Infrastructures 8 Transportation & Logistic 9 Healthcare 10 Industrials 11 Technology Sumber: (Bursa Efek Indonesia, 2023, 2. Tabel 1 membuktikan bahwasanya perusahaan dari seluruh sektor di BEI mengalami audit report lag (ARL) di setiap tahunnya. Perusahaan sektor consumer cyclicals mencatat angka tertinggi dengan 12 perusahaan yang mengalami ARL ditahun 2022 dan meningkat menjadi 28 perusahaan ditahun 2023. Hal ini menunjukan bahwa fenomena kenaikan ARL di tahun 2022-2023 menjadi topik yang layak diteliti guna memahami aspek apa saja yang memengaruhi ARL. Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) menerbitkan Standar Audit (SA) 701 tentang Key Audit Matters (KAM) atau Hal Utama Audit (HAU) yang resmi berlaku pada 1 Januari 2022 di Indonesia (IAPI, 2. Penerapan pegungkapan KAM dalam laporan auditor di Indonesia mampu meningkatkan nilai komunikatif laporan dan membantu mengurangi kesenjangan informasi melalui transparansi area-area penting yang memerlukan perhatian khusus dari auditor (Yoga & Dinarjito, 2. Namun, penelitian dari Lauren & Mita . mengungkapkan adanya beberapa tantangan dalam pelaporan KAM di Indonesia, diantaranya struktur bahasa dalam paragraf KAM dan penetapan tingkat signifikansi yang bersifat *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 207 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 Menurut penelitian Abdullatif et al. yang bertujuan untuk mengeksplorasi terkait pengaruh KAM pada ARL di Yordania, memberikan hasil bahwa jumlah KAM yang dilaporkan oleh firma audit tidak memengaruhi lamanya ARL. Namun, temuan Rahaman & Bhuiyan . yang bertujuan menganalisis hubungan KAM pada ARL di Australia, membuktikan bahwasanya KAM yang diungkapkan dapat memengaruhi ARL. Aspek lainnya yang dapat memengaruhi ARL antara lain opini audit, audit fee, dan reputasi KAP. Menurut penelitian Setiyowati & Januarti . mengungkapkan bahwa opini audit dapat memengaruhi secara negatif pada ARL. Berbeda dengan riset Abdullatif et al. yang menyatakan bahwasanya opini wajar tanpa pengecualian memengaruhi secara positif pada ARL. Selain itu, fee yang dibayarkan lebih tinggi dapat mengindikasikan lingkup audit yang lebih luas, sehingga memengaruhi ARL (Oradi, 2. Namun, riset Baatwah et . mengungkapkan bahwasanya semakin tinggi audit fee dapat memperpendek ARL. KAP bereputasi baik juga dapat memengaruhi ARL, karena sumber dayanya yang memadai (Endri et al. , 2. Berbeda dengan riset Wulandari & Barokah . yang mengatakan reputasi KAP tidak memengaruhi ARL. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih lanjut aspek apa saja yang memengaruhi ARL guna memperkaya literatur akademik dan memberikan wawasan yang lebih komprehensif bagi praktisi dan regulator sebagai bahan evaluasi untuk pengungkapan KAM di periode berikutnya. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS Agency Theory Penelitian ini menggunakan agency theory yang menjelaskan terkait hubungan kontrak yang terjalin antara pihak manajer pengelola perusahaan sebagai agent dengan pihak pemegang saham sebagai principal. Teori ini bertujuan untuk mengatasi konflik kepentingan yang mungkin terjadi antara agent dengan principal atas perbedaan tujuan dan asimetri informasi (Jensen & Meckling, 1. Peran pihak yang independen atau auditor dibutuhkan sebagai penengah dalam memeriksa keandalan laporan keuangan yang disajikan manajer perusahaan untuk mengurangi terjadinya konflik tersebut. Ketepatan dalam penyampaian laporan auditan yang dilakukan auditor dipercaya dapat mengurangi asimetris informasi dengan memenuhi syarat keandalan dan relevansi informasi (Saputra & Agustin, 2. Audit Report Lag Audit report lag (ARL) adalah rentang waktu yang diperlukan auditor dalam penyelesaian prosedur audit atas laporan keuangan perusahaan (Sabilla & Erinos, 2. *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 208 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 ARL mencerminkan lamanya waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan dan menganalisis data, memeriksa bukti atau dokumen, serta evaluasi kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku. Semakin lamanya ARL, maka dapat mengindikasikan bahwa laporan keuangan suatu perusahaan terdapat beberapa masalah dan dapat dipandang negatif bagi investor (Fhellicia et al. , 2. Selain itu, terjadinya ARL dapat mengurangi kualitas, relevansi, dan keandalan informasi yang disajikan. Hal ini dapat menghambat pengambilan keputusan dalam berinvestasi bagi investor (Puspitasari & Sudjiman, 2. Gambar 1 Kerangka Pemikiran Sumber: Hasil data diproses peneliti . Key Audit Matters Key audit matters (KAM) adalah isu penting yang diungkapkan auditor dalam mengidentifikasi area-area yang dianggap memiliki risiko material tinggi yang membutuhkan audit khusus (Wuttichindanon & Issarawornrawanich, 2. Adanya pengungkapan KAM diindikasikan dapat membantu mengurangi konflik keagenan yang terjadi akibat asimetris informasi antara agent dan principal, karena memudahkan auditor meningkatkan transparansi dan pemahaman pihak eksternal terhadap risiko dan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan (Herawaty & Nugraha, 2. Rahaman & Bhuiyan . dalam penelitiannya mengatakan bahwa KAM membantu proses audit yang dilakukan akan lebih efisien dan tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku dengan menyoroti area-area berisiko yang membutuhkan audit khusus, sehingga potensi terjadinya audit report lag (ARL) dapat menurun. Berbeda dengan riset Abdullatif et al. yang mengungkapkan bahwasanya KAM tidak memengaruhi *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 209 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 ARL, karena pengungkapan KAM hanya untuk memenuhi persyaratan regulasi. H1: Key audit matters memengaruhi audit report lag Opini Audit Opini audit adalah pernyataan yang diterbitkan auditor berdasarkan hasil evaluasi dan analisis mendalam mengenai kewajaran laporan keuangan suatu perusahaan (Putra et al. Opini audit wajar tanpa pengecualian dapat mengurangi konflik keagenan atas ketidakseimbangan informasi yang dimiliki pihak agent dengan pihak principal karena memberikan jaminan keyakinan atas kebenaran tanggung jawab yang diberikan kepada manajer untuk mengelola keuangan perusahaan. Menurut penelitian Setiyowati & Januarti . mengungkapkan bahwa opini audit wajar tanpa pengecualian cenderung cepat dipublikasikan dibandingkan opini selain wajar tanpa pengecualian yang memiliki risiko tinggi, sehingga memperpendek audit report lag (ARL). Berbeda dengan penemuan Abdullatif et al. yang menyatakan opini wajar tanpa pengecualian membutuhkan waktu tambahan dalam mengumpulkan bukti yang kuat agar opini yang diterbitkan dapat dipertanggung jawabkan, sehingga memperpanjang ARL. H2: Opini audit memengaruhi audit report lag Audit Fee Imbalan yang diberikan auditor atas pelayanan audit laporan keuangan disebut sebagai audit fee (Khamisah et al. , 2. Audit fee yang tepat diindikasikan dapat membantu auditor dalam proses audit, sehingga laporan auditan yang tepat waktu dapat digunakan sebagai alat komunikasi agent dan principal untuk mengurangi konflik keagenan. Menurut Baatwah et al. mengatakan bahwa audit fee tinggi yang diberikan oleh perusahaan, dapat memengaruhi pendeknya audit report lag (ARL). Hal ini dikarenakan upaya dan sumber daya teralokasi dengan baik. Namun, dalam penelitian Oradi . fee yang besar dapat mengindikasikan adanya risiko audit yang besar juga, sehingga memengaruhi lamanya waktu penyelesaian audit. H3: Audit fee memengaruhi audit report lag Reputasi KAP Kantor Akuntan Publik (KAP) yang bemitra dengan Big Four dipercaya dapat menjamin keabsahan dan ketepatan pelaporan keuangan perusahaan sesuai ketentuan OJK dengan memberikan pelayanan sumber daya dan teknologi yang memadai dibandingkan KAP non-Big Four (Wulandary & Difinubun, 2. Adanya pelayanan jasa audit yang handal ini *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 210 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 dapat membangun kepercayaan principal atas kebenaran laporan keuangan yang disajikan agent, sehingga dapat mengurangi konflik keagenan. Menurut Endri et al. , pelayanan yang diberikan KAP Big Four lebih optimal dibandingkan KAP non-Big Four, sehingga memperpendek audit report lag (ARL). Namun, dalam riset Wulandari & Barokah . mengatakan bahwa jasa audit yang berasal dari KAP Big Four maupun KAP non-Big Four memiliki profesionalisme pekerjaan yang sama, sehingga tidak memengaruhi ARL. H4: Reputasi KAP memengaruhi audit report lag METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber pada laporan tahunan dan laporan keuangan auditan yang dikumpulkan melalui . dan website resmi setiap perusahaan. Sampel penelitian diperoleh berdasarkan metode purposive sampling dengan kriteria yang telah ditetapkan. Terdapat 75 perusahaan yang memenuhi kriteria pada tahun 2022-2023, sehingga dalam pengamatan 2 . tahun didapatkan sejumlah 150 total Selain itu, penelitian ini menggunakan analisis data dengan pendekatan Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS 3. Teknik ini dipilih karena mampu menangani berbagai jenis data, termasuk data non-normal. Berikut adalah rumus model analisis dalam penelitian ini: Y= 1. X1 2. X2 3. X3 4. X4 A Keterangan: Y = Audit report lag = Konstanta X1 = Key audit matters X2 = Opini audit X3 = Audit fee X4 = Reputasi KAP 1- 4 = Koefisien regresi A = Error Key Audit Matters (X. Menurut Kitiwong & Sarapaivanich . , key audit matters (KAM) terdiri dari 11 indikator yaitu, revenue recognition, acquisition, investment valuation, property investment, accounts receivable, provision, litigation and regulation, impairment, taxation, dan other. *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 211 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 KAM diukur dengan cara memberi skor sesuai sesuai dengan jumlah indikator KAM yang diungkapkan pada laporan keuangan audited (Abdullatif et al. , 2. KAM = Jumlah indikator yang diungkapkan Opini Audit (X. Opini audit dihitung berdasarkan variabel dummy dengan memberikan skor 1 untuk opini audit perusahaan wajar tanpa pengecualian dan skor 0 untuk opini selain wajar tanpa pengecualian (Abdullatif et al. , 2. Opini WTP Opini non WTP Audit Fee (X. Audit fee dihitung berdasarkan logaritma natural dari pembayaran audit yang tercatat pada laporan tahunan (Abdullatif et al. , 2. Audit Fee = Ln (Biaya audit yang tercata. Reputasi KAP (X. Reputasi KAP dihitung berdasarkan variabel dummy yaitu memberikan skor 1 untuk penggunaan jasa audit KAP Big Four dan skor 0 untuk jasa audit selain KAP Big Four (Abdullatif et al. , 2. KAP Big Four KAP non-Big Four Audit Report Lag (Y) Audit report lag (ARL) dihitung berdasarkan tanggal tutup buku 31 Desember hingga laporan auditan terbit (Sabilla & Erinos, 2. ARL = Tanggal Laporan Auditan Terbit Ai Tanggal Penutupan Tahun Buku HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis statistik deskriptif berguna untuk menggambarkan data penelitian yang Berikut merupakan hasil statistik deskriptif yang diperoleh pada variabel audit report lag (ARL), key audit matters (KAM), opini audit (OP), audit fee (AF), dan reputasi KAP (RK). *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 212 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 Tabel 2. Hasil Uji Statistik Deskriptif Var. Min. Max. KAM 0,000 3,000 0,000 1,000 18951309,000 2394685342,000 0,000 1,000 ARL 87,000 330,000 Sumber: Hasil olah data peneliti, 2025 Mean 1,240 0,973 1836185619,760 0,187 88,080 0,562 0,161 467845885,203 0,390 31,670 Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa KAM memiliki nilai mean 1,240 yang artinya pengungkapan KAM perusahaan consumer cyclicals tergolong rendah. Nilai mean opini audit yaitu sebesar 0,973 yang artinya sebagian besar sampel mendapatkan opini wajar tanpa Audit fee memperoleh nilai mean sebesar 1836185619,760 yang artinya audit fee yang diberikan perusahaan consumer cyclicals tergolong kecil. Nilai mean reputasi KAP adalah 0,187 yang artinya sebagian besar sampel menggunakan jasa audit selain KAP Big Four. Selain itu, nilai mean ARL menunjukkan 88,080 yang artinya sebagian besar sampel telah memenuhi regulasi OJK yaitu melaporkan laporan auditan maksimal 90 hari setelah tahun buku berakhir. Validitas Konvergen Validitas konvergen dihitung dengan loading factor yaitu >0,7 yang bermanfaat untuk mengetahui korelasi antara indikator dan konstruk laten yang diukurnya, serta valid tidaknya (Hardisman, 2021:. Berikut adalah hasil uji validitas konvergen. Tabel 3. Hasil Uji Outer Loadings Var. ARL KAM 1,000 1,000 1,000 1,000 Sumber: Hasil olah data peneliti, 2025 1,000 Berdasarkan informasi tabel 3, diketahui bahwa seluruh indikator mempunyai nilai loadings factor >0,7, yaitu sebesar 1,000. Hal tersebut menunjukan terdapat korelasi yang baik antara indikator dengan masing-masing variabel. Validitas Diskriminan Validitas diskriminan dinilai berdasarkan cross loading yang diperoleh dari membandingkan AVE dengan akar dari AVE atas masing-masing konstruk. Dikatakan baik apabila memiliki nilai >0,7 dimana konstruk target harus lebih tinggi dibandingkan konstruk *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 213 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 lainnya (Hardisman, 2021:. Berikut hasil uji validitas diskriminan. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Diskriminan Var. ARL KAM 1,000 -0,195 1,000 0,096 -0,059 1,000 -0,028 -0,030 -0,003 0,094 -0,058 0,161 Sumber: Hasil olah data peneliti, 2025 1,000 0,079 1,000 Berdasarkan tabel 4 diketahui bahwa hasil uji validitas pada setiap variabel mempunyai nilai cross loading sejumlah 1,000, sehingga dapat dinyatakan valid dapat mengukur variabel yang digunakan. Reliabilitas Komposit Pengujian reliabilitas komposit berfungsi sebagai pembuktian atas keakuratan instrumen dalam mengukur konstruk. Sebuah konstruk dianggap reliabel jika nilai reliabilitas kompositnya adalah >0,7 (Hardisman, 2021:. Berikut hasil uji reliabilitas komposit yang Tabel 5. Nilai Reliabilitas Komposit Variabel ARL 1,000 KAM 1,000 1,000 Sumber: Hasil olah data peneliti, 2025 1,000 1,000 Tabel 5 mencerminkan bahwa uji reliabilitas yaitu >0,7, dengan jumlah 1,000, sehingga dapat mengindikasikan bahwa data yang diolah termasuk reliabel. Koefisien Determinasi (R. Pengujian koefisien determinasi (R. berguna untuk mengetahui seberapa baik konstruk menjelaskan keterpengaruhan dalam variabel dependen oleh variabel independen. Apabila nilai R2 Ou0,75, maka dianggap memiliki prediktif yang sangat baik, sedangkan nilai 0,5-0,75 dianggap cukup baik, dan nilai Ou0,25-0,5 dianggap lemah (Hardisman, 2021:. Berikut ini merupakan hasil pengujian koefisien determinasi (R. Tabel 6. Nilai Koefisien Determinasi Variabel Koefisien Determinasi (R. ARL 0,042 Sumber: Hasil olah data peneliti, 2025 *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 214 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 Tabel 6 menunjukkan nilai R2 variabel ARL sebesar 0,042 atau 4,2% yang artinya terdapat 95,8% bahwa ARL mungkin dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain diluar dalam model yang tidak dimasukan. Selain itu, jumlah sampel yang sedikit dapat menyebabkan variabilitas data menjadi terbatas, sehingga model sulit menangkap hubungan yang kuat antara variabel independen dan dependen. Oleh karena itu, hasil model menjadi rentan terhadap random error dan noise, yang menyebabkan kemampuan model untuk menjelaskan variasi variabel dependen menjadi rendah. Predictive Relevance (Q. Pengujian predictive relevance (Q. dilakukan untuk memprediksi varians dalam data berdasarkan model yang dibangun. Nilai Q2 diperoleh melalui prosedur analisis blindfolding yang menghasilkan nilai dari crossvalidated redundancy. Apabila nilai Q2>0, maka model memiliki keterkaitan prediktif, sedangkan nilai Q2 <0, menunjukkan model memiliki keterkaitan prediktif yang rendah (Hardisman, 2021:. Tabel 7. Nilai Predictive Relevance Variabel Predictive Relevance (Q. ARL -0,019 Sumber: Hasil olah data peneliti, 2025 Tabel 7 menunjukan nilai Q2 yang dimiliki ARL adalah -0,019 yang artinya Q2 <0. Nilai tersebut mencerminkan bahwa model memiliki relevansi prediktif yang rendah, sehingga variabel independen penelitian cukup lemah dalam memprediksi variabel Selain itu, persebaran data yang tidak normal pada variabel key audit matters dikarenakan penerapannya yang masih belum menyeluruh pada setiap perusahaan menyebabkan hubungan antar variabel lemah. Implikasi terhadap validitas model juga menjadi lemah, sehingga kurang memprediksi fenomena yang diteliti. Uji Hipotesis Nilai path coefficient digunakan untuk mengetahui estimasi atas besarnya pengaruh dari konstruk laten. Nilai tersebut dilihat berdasarkan nilai t-statistics dan p-value. Jika tstatistics >1,96 dan p-value <0,05 maka hipotesis dapat diterima. Namun, apabila t-statistics <1,96 dan p-value >0,05 maka hipotesis dianggap ditolak (Hardisman, 2021:. Berikut ini merupakan hasil dari pengujian hipotesis. Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis Variabel KAM ->ARL OP -> ARL *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. t-statistics 1,645 3,867 p-value 0,175 0,018 Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 215 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 AF -> ARL 4,245 RK ->ARL 1,010 Sumber: Hasil olah data peneliti, 2025 0,013 0,370 Tabel 8 menyajikan informasi terkait uji hipotesis atas pengukuran terhadap setiap variabel antara lain: Hasil t-statistics dan p-value variabel KAM terhadap ARL adalah 1,645 dan 0,175 yang artinya h1 ditolak. Opini audit terhadap ARL menghasilkan nilai t-statistics dan p-value sejumlah 3,867 dan 0,018 yang artinya h2 diterima. Hasil t-statistics dan p-value variabel audit fee terhadap ARL menunjukkan 4,245 dan 0,013 yang artinya audit fee h3 terbukti diterima. Variabel reputasi KAP terhadap ARL memiliki nilai t-statistics dan p-value sebesar 1,010 dan 0,370 yang menyatakan bahwa h4 ditolak. Pembahasan Pengaruh Key Audit Matters Terhadap Audit Report Lag Hasil uji hipotesis atas key audit matters (KAM) pada audit report lag (ARL) menyatakan bahwa jumlah KAM yang diungkapkan tidak memengaruhi ARL. Pengungkapan KAM yang bertujuan membantu auditor untuk menyoroti area-area yang dianggap memiliki risiko material tinggi tidak berkontribusi terhadap durasi waktu pelaksanaan proses audit. Hal tersebut dikarenakan profesionalisme pekerjaan yang dilakukan auditor dalam mengaudit keuangan perusahaan secara tepat waktu tidak bergantung banyak atau sedikitnya KAM yang diidentifikasi (Sakin & Yildirim, 2. Teori agensi yang dikenalkan oleh Jensen & Meckling . mengatakan bahwasanya asimetris informasi antara agent dan principal membutuhkan mekanisme pengawasan yang efektif untuk menanganinya. Penelitian ini menduga bahwa dengan adanya pengungkapan KAM dapat membantu auditor untuk lebih efisien dalam melaksanakan prosedur audit secara tepat waktu sehingga dapat menjembatani komunikasi agent dan principal. Namun, hasil menunjukkan bahwa banyak atau sedikitnya jumlah pengungkapan KAM tidak mengindikasikan kinerja auditor menjadi lebih baik dalam penyelesaian audit secara tepat Oleh karena itu, adanya KAM yang diungkapkan dalam LAI belum bisa mengurangi konflik keagenan antara agent dan principal. Hasil riset ini sejalan dengan riset Abdullatif et al. bahwa pengungkapan KAM tidak memengaruhi ARL. Hal ini dikarenakan bahwa KAM yang disajikan dalam laporan auditor independen hanya memberikan informasi atas proses audit yang telah dilewati oleh *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 216 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 auditor untuk memenuhi persyaratan regulasi, sehingga variabel KAM tidak menentukan durasi lamanya ARL. Selain itu, menurut riset Herawaty & Nugraha . mengungkapkan bahwa KAM tidak memengaruhi ARL karena auditor yang terlibat dalam proses audit sudah kompeten dan memiliki keahlian khusus, sehingga mereka dapat menyusun laporan keuangan yang diaudit secara tepat waktu tanpa perlu waktu tambahan untuk mengelaborasi KAM. Namun, tidak sejalan dengan riset Rahaman & Bhuiyan . yang mengungkapkan bahwasanya KAM membantu prosedur audit yang dilakukan auditor menjadi lebih efisien dan tepat waktu dengan menyoroti area-area tertentu yang memerlukan audit khusus, sehingga bisa mengurangi terjadinya ARL. Pengaruh Opini Audit Terhadap Audit Report Lag Pengujian hipotesis pada opini audit pada audit report lag (ARL) menunjukkan bahwasanya opini audit memengaruhi ARL. Opini audit yang dikeluarkan auditor atas hasil evaluasi dan analisis mendalam mengenai kewajaran laporan keuangan yang disajikan terbukti dapat berkontribusi terhadap durasi lamanya pelaksanaan proses audit. Hal tersebut disebabkan oleh opini wajar tanpa pengecualian yang disajikan dalam laporan auditor independen tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengumpulkan bukti yang relevan dan analisis mendalam dibandingkan opini selain wajar tanpa pengecualian yang membutuhkan waktu lama untuk dapat mempertanggungjawabkan atas keabsahannya (Setiyowati & Januarti, 2. Teori agensi Jensen & Meckling . yang mengatakan konflik keagenan atau asimetris informasi dapat dihindari jika manajer bisa memberikan informasi keuangan perusahaan dengan transparan. Penelitian ini menduga adanya laporan keuangan audited yang tepat waktu dan beropini wajar tanpa pengecualian dapat mengurangi terjadinya konflik Hal tersebut sejalan dengan hasil riset ini yang membuktikan bahwasanya opini wajar tanpa pengecualian memberikan jaminan keyakinan dan membantu investor untuk menilai keabsahan informasi keuangan yang disajikan oleh pihak manajer, sehingga riset ini sesuai dengan teori agensi. Hasil riset sesuai dengan Safitri & Triani . bahwasanya opini wajar tanpa pengecualian berpeluang cepat dipublikasikan karena mempunyai risiko kecil, sehingga memperpendek ARL. Hal ini diperkuat oleh Setiyowati & Januarti . yang mengatakan bahwa opini yang positif mencerminkan perusahaan telah menjalankan praktik akuntansi yang baik dan dapat dipercaya. Namun, berbeda dengan riset Abdullatif et al. yang menyatakan opini wajar tanpa pengecualian memengaruhi secara positif terhadap ARL, *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 217 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 karena auditor mungkin memerlukan waktu tambahan untuk mengumpulkan bukti yang relevan agar opini audit yang dikeluarkan dapat dipertanggung jawabkan atas keabsahannya. Pengaruh Audit Fee Terhadap Audit Report Lag Hasil uji hipotesis yang telah dilakukan mengungkapkan bahwasanya audit fee memengaruhi audit report lag. Jumlah audit fee yang dibayarkan kepada auditor berdasarkan pada tarif minimum per jam yang berlaku, jumlah jam kerja personal yang digunakan untuk setiap tingkatan auditor dalam KAP, serta biaya tambahan lainnya (IAPI, 2. Namun, fee dengan nominal yang besar dipercaya dapat memotivasi auditor untuk menuntaskan laporan audit dengan tepat waktu sesuai ketentuan OJK (Effendi, 2. Hal tersebut akan membantu auditor untuk memperoleh akses sumber daya yang lebih luas dalam pelaksanaan proses Teori agensi menurut Jensen & Meckling . mengatakan bahwa diperlukannya pihak pengawasan yang independen untuk mengurangi konflik ketidakseimbangan informasi yang dimiliki pihak manajer dengan pemegang saham. Penelitian ini menduga dengan adanya audit fee yang sesuai akan memberikan proses audit yang memadai, sehingga dapat memperpendek ARL. Hal tersebut dikarenakan laporan keuangan yang telah diaudit digunakan sebagai alat komunikasi yang menjembatani ketidakseimbangan informasi antara pihak manajer dengan pemegang saham. Oleh karena itu, hasil riset ini sesuai dengan teori agensi bahwasanya penyelesaian laporan audit yang tepat waktu dapat menjadi alat komunikasi yang baik untuk mengurangi konflik keagenan. Sejalan dengan hasil riset Baatwah et al. yang menyatakan bahwasanya audit fee memengaruhi ARL karena dalam meningkatkan upaya dan sumber daya yang dialokasikan untuk memenuhi persyaratan pengungkapan yang lebih ketat dan tepat waktu, dibutuhkan audit fee yang besar, sehingga dapat membantu memperpendek ARL. Namun, tidak sesuai dengan riset Oradi . yang menjelaskan bahwa semakin besar audit fee, cenderung memperpanjang ARL. Hal ini dikarenakan fee yang tinggi dapat mencerminkan adanya risiko audit yang besar, sehingga auditor memerlukan banyak waktu untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Pengaruh Reputasi KAP Terhadap Audit Report Lag Pengujian hipotesis yang telah dilakukan menghasilkan bahwasanya reputasi KAP tidak memengaruhi audit report lag (ARL). Pemilihan jasa audit yang bereputasi baik seperti KAP yang bermitra dengan KAP Big Four dipercaya memberikan pelayanan audit yang baik atas *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 218 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 teknologi, kemampuan, dan sumber daya yang dimilikinya (Ajisantoso & Kuntadi, 2. Namun hasil menunjukan tidak adanya kontribusi terhadap durasi lamanya pelaksanaan proses audit. Hal tersebut dikarenakan profesionalisme pekerjaan yang dilakukan auditor dalam memberikan informasi keuangan yang transparan tidak bergantung pada jasa audit yang bermitra dengan KAP Big Four ataupun KAP non-Big Four (Wulandari & Barokah. Teori agensi Jensen & Meckling . yang mengatakan bahwa principal mengandalkan mekanisme pengawasan eksternal, seperti pihak yang independen untuk memeriksa dan menjamin bahwa laporan keuangan yang disajikan agent telah sesuai Penelitian ini menduga dengan pemilihan jasa audit yang berafiliasi KAP Big Four dipercaya difasilitasi teknologi, kompetensi, pengalaman, dan sumber daya yang lebih baik dalam mendeteksi dan mengungkapkan informasi keuangan secara transparan serta tepat Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jasa audit dari KAP Big Four tidak menjamin kinerjanya lebih baik dalam menyelesaikan prosedur audit secara tepat waktu dibandingkan KAP non-Big Four. Oleh karena itu, jasa audit yang berafiliasi dengan KAP Big Four tidak bisa dianggap mengurangi konflik keagenan antara principal dan agent, karena setiap jasa audit memiliki kinerja yang sama dalam mengusahakan laporan auditan secara tepat waktu terhadap kliennya. Sejalan dengan penelitian dari Wulandari & Barokah . yang menyatakan reputasi KAP tidak memengaruhi ARL. Hal ini disebabkan oleh KAP yang berafiliasi dengan Big Four maupun tidak, keduanya sama berusaha untuk mempertahankan kliennya atas ketatnya persaingan bisnis, dengan bekerja secara efektif dan profesional. Selain itu, diperkuat oleh Abdillah et al. yang menyatakan reputasi KAP tidak memengaruhi ARL karena antara KAP yang bermitra oleh Big Four atau tidak, tetap profesional dalam menyelesaikan proses audit sehingga ARL tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Namun, tidak sejalan dengan riset Endri et al. yang mengungkapkan bahwasanya reputasi KAP yang bermitra dengan Big Four dapat memperpendek durasi ARL atas pelayanan sumber daya dan teknologi yang diberikannya lebih optimal dibandingkan KAP non-Big Four. PENUTUP Kesimpulan *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 219 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka simpulan yang dapat ditarik yaitu key audit matters (KAM) dan reputasi KAP tidak memengaruhi audit report lag (ARL). Hal tersebut dikarenakan jumlah KAM yang disajikan dalam laporan auditor independen hanya memberikan informasi atas proses audit yang telah dilewati oleh Selain itu, pemilihan jasa audit yang bereputasi KAP Big Four tidak dapat dipastikan bahwa kinerja auditor lebih baik dalam menyelesaikan proses audit secara tepat waktu dibandingkan KAP lainnya. Berbeda dengan opini audit dan audit fee yang memiliki pengaruh terhadap ARL, karena opini wajar tanpa pengecualian yang diterbitkan auditor tidak memerlukan waktu banyak dalam pengumpulan dokumen yang relevan, serta audit fee dengan nominal yang besar dapat meningkatkan upaya sumber daya yang dialokasikan untuk memenuhi persyaratan pengungkapan. Keterbatasan Keterbatasan penelitian ini yang dapat menjadi perhatian khusus adalah variabel penelitian yang kurang merepresentatifkan audit report lag (ARL), karena R2 yang diperoleh sebesar 4,2%. Artinya, banyak aspek lain diluar konstruk yang memengaruhi ARL. Selain itu, jumlah sampel yang dapat diuji dan dianalisis berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan hanya memperoleh 75 perusahaan, sehingga hasil riset yang diperoleh hanya menggambarkan ARL dalam jangka pendek. Saran Saran yang dapat dikemukakan untuk penelitian berikutnya yaitu diharapkan untuk meneliti atau mengobservasi lebih lanjut variabel key audit matters (KAM) agar memperkuat pemahaman terkait peran KAM yang diungkapkan dalam laporan keuangan auditan bagi auditor, perusahaan, maupun investor, serta menambahkan variabel penelitian lainnya berdasarkan aspek dari dalam perusahaan seperti CEO yang memimpin perusahaan, ukuran perusahaan, dan kompleksitas perusahaan agar menambah sumber literatur aspek apa saja yang dapat merepresentatifkan audit report lag (ARL). Selain itu juga diperlukannya penambahan rentang tahun pengamatan agar memperoleh penggambaran ARL dalam jangka Auditor diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses audit melalui pengelolaan waktu dan sumber daya yang optimal. Hal ini mencakup perencanaan audit yang lebih strategis, komunikasi yang efektif dengan klien, serta pemanfaatan teknologi audit untuk mempercepat pengumpulan dan analisis bukti audit. Bagi perusahaan, penting untuk *Email Correspondence: rizdina. ak@upnjatim. Dita Anggia Lailatul Fitri dan Rizdina Azmiyanti 220 | 223 Vol. 11 No. Edisi Juli p-ISSN 2339-1502 e-ISSN 2723-1070 menyediakan data dan dokumen yang dibutuhkan secara tepat waktu dan akurat, serta membangun koordinasi yang baik dengan auditor eksternal. Dengan demikian, proses audit dapat berjalan lancar dan laporan keuangan audited dapat diselesaikan sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap perusahaan. Implikasi Implikasi teoritis yang dapat diterapkan atas hasil penelitian ini adalah memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur di bidang auditing, khususnya terkait faktorfaktor apa saja yang memengaruhi audit report lag (ARL). Penelitian ini juga memperkuat temuan sebelumnya terkait opini audit dan audit fee yang memengaruhi ARL, sehingga mendukung teori agensi terkait pelaporan laporan auditan secara tepat waktu dapat menjembatani komunikasi dan mengurangi konflik keagenan. Selain itu, secara praktis hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi auditor dan regulator untuk memberikan perhatian khusus terhadap efektivitas pengungkapan key audit matters (KAM). Evaluasi perlu dilakukan untuk menilai apakah KAM benar-benar berkontribusi dalam mempercepat proses penyelesaian audit secara substansial, atau hanya menjadi formalitas dalam rangka memenuhi ketentuan Standar Audit (SA) 701 tanpa memberikan nilai tambah terhadap efisiensi audit. Temuan ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi auditor dalam menjaga keseimbangan antara kepatuhan terhadap standar profesional dengan efektivitas pelaksanaan audit di lapangan. Oleh karena itu, auditor dituntut untuk tetap menjunjung tinggi profesionalisme dan efisiensi kerja agar proses audit dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai dengan ketentuan OJK Nomor 14/POJK. 04/2022 yaitu menyerahkan laporan keuangan audited paling lambat 90 hari setelah akhir tahun buku. DAFTAR PUSTAKA