Diterima Disetujui Hal Al-Qlu: Jurnal Matematika. Teknik dan Sains https://jurnal. com/index. php/aqlu e-ISSN : 2985-4369 Vol. No. Januari 2023 : 02 November 2022 : 10 Desember 2022 : 14 - 20 IDENTIFIKASI DAN INTENSITAS PARASIT PADA LOBSTER AIR LAUT (PANULIRUS SP. (Identification and Intensity of Parasites in Sea Water Lobster (Panulirus sp. Abid Azomi. Kurniawati. Aryani Rahmawati. Sukmaring Kalih. * Alumni, 3,. Fakultas Perikanan Universitas 45 Mataram. SMKN 1 Lembar, tantilar@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi parasit pada lobster air laut . anulirus s. dan untuk mengetahui intensitas serangan parasit pada lobster air laut . anulirus s. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif yaitu metode yang memberi gambaran secara lengkap, sistematis dan faktual mengenai data atau kegiatan yang tidak terbatas pada pengumpulan dan penyusunan data yang meliputi analisis dan pembahasan data. Penelitian ini mengambil 7 sampel dan dalam pemeriksaan ada 5 sempel yang dinyatakan positif terinfeksi parasit dan 2 dinyatakan negatif. Hasil penelitian atau pemeriksaan menunjukkan bahwa parasit yang menyerang panulirus sp ditemukan pada bagian eksternal . , sedangkan pemeriksaan pada bagian iternal . tidak dapat dilakukan karena kurangnya alat dan bahan yang mendukung. Adapun parasit yang berhasil ditemukan pada bagian eksternal diantaranya Octolasmis. Nematoda dan Chilodonella sp. Hasil perhitungan intensitas dan privalensi parasit pada lobster air laut . anulirus s. sangat beragam yaitu Octolasmis sp. 23,5%. Chilodonella sp. 23% dan Nematoda 13%,. Hasil perhitungan privalensi menunjukkan Octolasmis. sp, dan Chilodonella sp. mempunyai tingkat privalensi yang sama yaitu 28,57 % sedangkan Nematoda mempunyai tingkat privalensi terendah yaitu 14,28 %. _____________________________________________________ Kata kunci: identifikasi, intensitas, parasit, lobster, panulirus ABSTRACT The aims of this study were to identify parasites on sea crayfish . anulirus s. and to determine the intensity of parasitic attacks on sea crayfish . anulirus s. This research was conducted at the Fish Quarantine Center for Quality Control and Safety of Class II Fishery Products in Mataram. The method used in this study is the Descriptive Method, which is a method that provides a complete, systematic and factual description of data or activities that are not limited to data collection and compilation which includes analysis and discussion of data. This study took 7 samples and during the examination there were 5 samples that tested positive for parasite infection and 2 tested negative. The results of the research or examination showed that the invading parasite panulirus sp was found on the external part . , while examination on the internal part . could not be carried out due to a lack of supporting tools and materials. The parasites that were found on the external part included Octolasmis. Nematoda and Chilodonella sp. The results of calculating the intensity and prevalence of parasites on sea crayfish . anulirus s. are very diverse, namely Octolasmis sp. Chilodonella sp. 23% and Nematodes 13%. The results of the valence calculation show Octolasmis. , and Chilodonella sp. have the same prevalence rate of 28. 57% while Nematodes have the lowest prevalence rate of ____________________________________________________ Keywords: identification, intensity, parasites, lobsters, panulirus PENDAHULUAN Parasit merupakan organisme yang hidup pada atau di dalam organisme lain dan mengambil makanan dari organisme yang ditumpanginya untuk berkembang biak (Subekti dan Mahasri, 2. Berdasarkan habitatnya parasit dalam tubuh ikan dibagi menjadi dua yaitu ektoparasit . arasit yang menyerang bagian luar tubuh ikan, misalnya pada insang, sirip dan kuli. , dan endoparasit . arasit yang menyerang bagian dalam tubuh ikan, misalnya usus, ginjal dan hat. (Balai Karantina Ikan Batam, 2. Salah satu biota air yang sering terserang parasit adalah (Panulirus sp. (Panulirus sp. merupakan salah satu komoditas primadona di subsektor perikanan yang diharapkan dapat meningkatkan devisa negara. Permintaan pasar di luar negeri yang cenderung meningkat serta sumber daya yang cukup tersedia di Indonesia memberikan peluang sangat besar untuk dapat dikembangkan budidayanya. Harga jual untuk lobster pasir yang berukuran panen 200-300 gram di pasaran pulau Lombok Nusa Tenggara Barat mencapai 150. 000 per Kg (Priyambodo, 2. Diperlukan sistem karantina ikan yang maju, tangguh, cermat dan terpercaya serta profesionalisme kerja untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat merusak kelestarian sumberdaya alam hayati di Wilayah Republik Indonesia dan mencegah tersebarnya hama dan penyakit ikan dari satu area ke area lain ( Anonymus,1997 dalam Khaerunnas 2012 ). Karantina Ikan mempunyai Tugas Pokok yaitu Au melaksanakn pencegahan masuk dan tersebarnya HPIK (Hama Penyakit Ikan Karantin. dari luar negeri dan dari suatu area ke area lain didalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Au berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan. Ikan dan Tumbuhan serta Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 tentang Karantina Ikan (BKI Kelas I Selaparang, 2. Berdasarkan paparan di atas, peneliti bertujuan untuk mengidentifikasi parasit pada lobster air laut . anulirus s. dan untuk mengetahui intensitas serangan parasit pada lobster air laut . anulirus s. Manfaat dari penelitian ini untuk Menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam bidang penyakit ikan khususnya identifikasi parasit pada lobster air laut (Panulirus sp. penelitian ini juga sebagai bahan kajian untuk mengembangkan riset dalam pemeriksaan maupun penanggulangan parasit bagi lembaga perguruan tinggi dan instansi terkait serta sebagai informasi bagi pihak yang membutuhkan data mengenai teknik identifikasi, intensitas parasit, serta jenis parasit yang sering menyerang lobster air laut di Propinsi Nusa Tenggara Barat. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif yaitu metode yang memberi gambaran secara lengkap, sistematis dan faktual mengenai data atau kegiatan yang tidak terbatas pada pengumpulan dan penyusunan data saja, tetapi juga meliputi analisis dan pembahasan Penelitian tentang identifikasi intensitas parasit pada Panulirus sp yang di lalulintaskan di Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Mataram ini tentunya akan dilaksanakn di Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Mataram. Alat-alat Peralatan yang digunakan dalam peroses identifikasi parasit pada panulirus sp adalah : Pinset digunakan sebagai alat untuk memindahkan parasit dari organ target ke cawan petri. Tabung tertutup sebagai tempat untuk memfiksasi parasit. Mikroskop untuk melihat parasit yang kasat mata atau untuk memperjelas bentuk parasit dalam pemeriksaan secara mikroskopis. Gunting untuk memotong organ yang akan diambil untuk proses identifikasi. Object glass sebagai tempat untuk meletakkan organ yang telah dipotong untuk peroses Bahan-bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam peroses identifikasi parasit pada (Panulirus sp. Panulirus sp sebagai bahan utama dalam proses identifikasi yang berjumlah 7 sempel. NaCl fisiologis 100% untuk memudahkan pergerakan parasit dan memungkinkan parasit tetap Formalin 10% sebagai media perendaman parasit dalam proses fiksasi. Prosedur Kerja Adapun prosedur kerja yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam identifikasi parasit Pemeriksaan secara makroskopis dan mikroskopis. Pemeriksaan Makroskopis Pemeriksaan Gejala Luar Bertujuan untuk mengetahui perubahan-perubahan patologis pada tubuh bagian luar, kelainan anatomi tubuh bagian luar seperti luka, bercak kemerahan, tutup insang kemerah-merahan, pengembangan abdomen dan kelainan pada mata. Prosedur Kerja Pemeriksaan Organ Luar / Eksternal . Sempel yang akan diamati ditempatkan diatas nampan bedah . Amati secara seksama kelainan-kelainan patologis yang mungkinan ada pada organ tubuh . aki renang, kaki jalan, uropoda, insang dan carap. Apabila terdapat parasit makro, segera pindahkan ke cawan petri yang berisi aquadest. Lakukan identifikasi terhadap parasit yang ditemukan. Catat organ tempat ditemukan, jenis serta jumlah parasit yang ditemukan. Pemeriksaan Gejala Dalam Bertujuan untuk mengetahui perubahan patologis pada alat tubuh bagian internal seperti jantung, hati, usus dan kelainan anatomi tubuh internal. Prosedur Kerja Pemeriksaan Organ Dalam / Internal sbb. Abdomen digunting dari ruas teratas sampe paling bawah. Abdomen dibuka sampe isi perut / usus terlihat. Amati secara seksama dengan mata biasa atau dengan bantuan kaca pembesar, apabila terdapat parasit makro segera dipindahkan ke cawan petri yang berisi akuadest. Lakukan identifikasi terhadap parasit yang ditemukan. Catat organ tempat ditemukan, jenis serta jumlah parasit yang ditemukan. Pemeriksaan Mikroskopis Pemeriksaan Ektoparasit Bertujuan untuk mencari dan menentukan intensitas dan pirvalensi ektoparasit pada bagian tubuh eksternal . bdomen, kaki jalan, kaki renang, insang dl. yang menimbulkan gangguan kesehatan komoditi dengan cara memeriksa abdomen, kaki jalan, kaki renang, insang dll. Prosedur Kerja Pemeriksaan Ektoparasit sbb: Siapkan objek glass yang bersih, teteskan air media sebanyak 1-2 tetes . Gunting / kerok organ target yang akan diperiksa seperti . nsng, kaki jalan, kaki renang dl. Potongan-potongan / kerokan organ target tersebut disuspensikan pada objek glass yang telah disiapkan secara sendiri-sendiri, kemudian ditutup dengan gelass penutup dan diamati dibawah . Lakukan identifikasi terhadap parasit yang ditemukan . Catat organ tempat ditemukan, jenis serta jumlah parasit yang ditemukan b. Pemeriksaan Endoparasit Bertujuan untuk mencari dan menentukan identitas endoparasit pada bagian organ tubuh internal yang menimbulkan gangguan kesehatan organisme perairan dengan sumber pemeriksaan organ internal . antung, hati, usu. Prosedur Kerja Pemeriksaan Endoparasit sbb. Organ dalam dipindahkan ke dalam cawan petri yang berisi aquadest . Setiap organ dipisahkan antara satu dengan organ lainnya, organ yang berongga diperiksa isi dan permukaan bagian dalamnya . Untuk saluran pencernaan, usus dibuka secara memanjang, parasit yang ada diambil . engan mengerutkan substart dengan pinse. dan diletakkan diatas object glass, selanjutnya diamati dibawah mikroskop . Catat organ tempat ditemukan, jenis serta jumlah parasit yang ditemukan . Hitung intensitas dan privalensi parasit yang ditemukan sesuai dengan rumus yang digunakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Parasit Hasil identifikasi parasit yang ditemukan yaitu : Octolasmis sp. Chilodonella sp dan Nematoda. Tabel 1. Organ Terget Ektoparasit yang di Periksa dan Jenis Parasit yang Ditemukan No Kode Lobster Organ Target Jenis Parasit yang di Temukan Jumlah (Individ. Lb1 - Insang - Octolasmis sp. - Kaki jalan - Kaki renang - Uropoda - Carapak Lb2 - Kaki jalan - Nematode - Insang - Octolasmis sp. - Insang - Chiladonella sp. - Insang - Chiladonella sp. - Insang - Kaki jalan - Kaki renang - Negatif - Uropoda - Carapak - Insang - Kaki jalan - Kaki renang - Negatif - Uropoda - Carapak Berdasar 7 sampel yang diperiksa dalam penelitian ini ada 5 sampel yang dinyatakan positif terinfeksi parasit dan 2 dinyatakan negatif. Hasil pemeriksaan yang dilakukan diketahui bahwa parasit yang menyerang panulirus sp ditemukan pada bagian eksternal . , sedangkan pemeriksaan pada bagian internal . tidak dapat dilakukan karena kurangnya alat dan bahan yang mendukung. Insang Octolasmis sp Gambar1. Octolasmis sp pada organ target insang Insang Chilodonella sp Gambar 2. Chilodonella sp pada organ target insang Kaki jalan Nematoda Gambar 3. Nematoda pada organ target kaki jalan Identifikasi Parasit Identifikasi dalam biologi adalah proses untuk menempatkan individu yang sudah ada atau nama kelas untuk organisme individu. Identifikasi organisme untuk nama individu . tau kod. didasarkan pada ciri tubuh (Anonim 2. Berdasarkan hasil identifikasi ditemukan parasit Octolasmis sp. Chilodonella sp. Nematoda. Octolasmis sp. Klasifikasi Octolasmis sp Menurut Jeffries dan Voris . dalam Syakiran M. 1 ) Octolasmis sp. diklasifikasikan sebagai berkut. Kingdom Animalia Phylum Arthropoda Class Maxillopoda Sub Class Cirripedia Order Thoracica Sub order Lepadomorpha Family Poecilasmatidae Genus Octolasmis Spesies Octolasmis sp. Octolasmis sp. hanya ditemukan pada organ insang, dikarenakan siklus hidupnya memerlukan kebutuhan nutrisi yang lebih banyak dibandingkan kelompok Protozoa (Jurnal Sains dan Seni ITS 2. Melalui pemeriksaan parasit pada lobster, diketahui bahwa Octolasmis sp suka menempel pada insang, karapas, dan bagian tubuh eksternal lainnya. Pada dasarnya teritip adalah organisme yang membutuhkan substrat sebagai tempat penempelan (Syakiran M. Arus air menyebabkan perontokan teritip pada insang dalam jumlah besar dan sekaligus juga membawa koloni teritip baru dalam jumlah yang lebih besar. Octolasmis sp. pada akhirnya akan menempelkan antenula pada insang inang dengan dibantu oleh cairan semen yang dihasilkan oleh kelenjar semen dalam tubuhnya (Walker, 1. Chilodonella sp. Menurut (Gunanti Mahasri 2. mengatakan parasit Chilodonella sp. biasa menyerang ikan atau organisme perairan tawar, payau dengan organ target insang, sirip dan kulit. Klasifikasi Chilodonell sp. Phylum : Ciliophora / Ciliata Kingdom : Phyllopharyngeal Ordo : Chlamydodontida Famili : Chilodonnellidae Genus : Chilodonella Spesies : Chilodonell sp. Gejala ke linis yang terlihat pada lobster yang terserang parasit Chilodonell sp seperti terdapat bercak-bercak warna putih pada insang, kulit, iritasi kulit, berenang melompat-lompat di permukaan, insang keputihan . , nafsu makan turun, tubuh ikan terserang berwarna keputihputihan / keabu-abuan (Gunanti Mahasri 2. Parasit ini berbentuk seperti hati berukuran sangat kecil dan bergerak sangat cepat, menurut (Roberts. 1989 dalam Dini S. dan Eni R. Parasit ini berukuran 80 m dan tertutup oleh Bergerak dengan sangat cepat atau tergolong dalam parasit motil. Nematoda Klasifikasi Nematoda Domain : Eukaryota Kerajaan : Animalia Filum Nematoda Nematoda merupakan filum yang paling beragam dalam pseudocoelomates, dan salah satu yang paling beragam dari semua binatang. Spesies Nematoda sangat sulit untuk dibedakan, lebih 000 spesies yang telah diidentifikasi, diantaranya terdapat 16. 000 spesies yang bersifat Kelompok ini dahulu dikenal sebagai Aschelminths atau Pseudocoelomata, saat ini tidak lagi diakui sebagai salah satunya di alam. Hal ini sangat memungkinkan bahwa rancangan tubuh yang sederhana dari mikroorganisme ini telah menunujukkan adanya pengurangan dan penyederhanaan lebih dari satu kelompok organisme asal (Wallace et al. , 1. Menurut Buchmann & Bresciani . , cacing ini berbentuk panjang, ramping, silindris, tidak bersegmen, dengan kedua ujung meruncing, mempunyai mulut serta anus . aluran pencernaan yang lengka. serta memiliki rongga tubuh semu yang disebut AypseudoselomAy. Daur hidup Nematoda terdiri dari empat stadia larva dan satu stadia dewasa. Nematoda membutuhkan satu inang akhir dan satu atau dua inang antara. Ikan atau udang merupakan inang Intermediet . bagi parasit Nematoda sp. Inang antara pertama yang menyebabkan ikan atau udang terinfeksi adalah Crustacea (Grabda, 1991 ). Intensitas Parasit Intensitas merupakan jumlah rata-rata parasit per ikan yang terifeksi. Sedangkan privalensi adalah persentase ikan yang terinfeksi dibandingkan dengan seluruh ikan contoh yang diperiksa (Awilia 2002, dalam Syakiran M 2. Berikut grafik intensitas parasit dan prevalensi. Intensitas Prevalensi Gerafik 1 Penghitungan Intensitas dan Privalensi Parasit (Panulirus s. Octolasmis sp. Cladonella sp. Nematoda Gambar 4. Intensitas parasit pada panulirus sp Alifuddin dkk. Intensitas parasit memperlihatkan kelimpahan suatu parasit pada individu atau populasi. Beradasarkan grafik hasil penelitian ini terlihat bahwa keragaman dan kelimpahan parasit sangat rendah. PENUTUP Simpulan Hasil penelitian ini memperoleh simpulan bahwa ada 3 jenis parasit yang berhasil ditemukan yaitu : Octolasmis sp. Chilodonella sp, dan Nematoda. Sedangkan untuk perhitungan privalensi dan intensitas parasit yaitu : Octolasmis sp. dengan privalensi 28,57 % dan intensitas 23,5 %. Chilodonella sp dengan privalensi 28,57 % dan intensitas 23 % dan Nematoda dengan privalensi 14,28 % dan intensitas 6,5%. Saran Berdasarkan hasil penelitian identifikasi parasit pada panulirus sp, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk megetahui spesies parasit dan cara penanggulangannya. Kepada Kepala Balai KIPM Kelas II Mataram kiranya dapat mensosialisasikan serta memberikan penyuluhan kepada pelaku usaha perikanan tentang bahaya hama dan penyakit ikan. Kepada mahasiswa/i yang berminat untuk melanjutkan hasil penelitian ini ataupun melakukan penelitian tentang identifikasi intensitas parasit pada panulirus sp, kiranya dapat memperluas parameter pengamatan dalam skala yang lebih besar, sehingga data dan informasi yang diperoleh lebih akurat dan aplikatif. DAPTR PUSTAKA