JURNAL MEDIKA MENGABDI https://publikasi. id/ind php/jmm/index VOL. 01 NO. JANUARI 2025 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN KASUS KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN BAHASA BICARA PADA ANAK DENGAN KASUS STUNTING DI KAMPUNG KLASEMAN. KELURAHAN TONGGALAN. KOTA KLATEN Alfiani Vivi Sutanto1. Lia Ratih Nurhidayah2 Jurusan Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta Alamat e-mail: alfianivivi85@gmail. Received: 12 December 2024. Revised: 18 December 2024. Accepted: 20 December 2024. Abstract The World Health Organization states that children from birth to age six experience critical growth During this time, their development occurs at a very fast pace. An essential part of a child's evolution that starts right at birth is their communication skills. Initially, these skills manifest through reactions to sounds or voices, eventually leading to the ability to engage with others. Without these experiences, a child may show signs of delayed speech and language. One factor contributing to such delays is growth inhibition. Stunting, a form of malnutrition, arises from insufficient nutrition within the first 1,000 days of a childAos life. In Central Java, the overall stunting rate fell by 0. 1% from 2021 to 2022, landing at 20. Nonetheless, 20 districts reported an increase in stunting cases. In Klaten regency, the stunting rate saw a rise of 2. 4% in 2022, moving from 15. 8% to 18. By April 2023, in Tonggalan village, the number of stunted children As a result, a community service initiative was implemented to enhance health workers' and parents' knowledge and skills about the risks of speech and language development delays in stunted children. The approach involved teaching and training 50 participants, who were assessed before and after the program through a questionnaire to evaluate the outcomes of the The evaluation findings were analyzed using the T-Test, revealing that the average score for respondents' understanding before the activity was 30. 06, which increased to 40. 22 afterward. Additionally, the mean skill level of participants before the activity was 29. 34 and rose to 39. The significance levels for both measurements indicated p=0. Training and educational programs can enhance the knowledge and skills of healthcare providers and parents regarding the prevention of language delays in stunted children. Key words: Child language growth, stunting risk, children. Abstrak Menurut WHO, anak usia 0 hingga 6 tahun berada di fase kritis. Pada periode ini, anak mengalami pertumbuhan serta perkembangan yang sangat cepat. Salah satu aspek yang mulai berkembang sejak lahir adalah kemampuan untuk berkomunikasi. Proses komunikasi anak bermula dari bagaimana ia bereaksi terhadap suara hingga mampu berinteraksi dengan orang lain. Jika anak tidak mengalami perkembangan ini, maka ia bisa dikategorikan mengalami keterlambatan dalam bahasa dan bicara. Salah satu faktor penyebab keterlambatan tersebut adalah stunting. Stunting adalah kondisi kurang gizi yang dialami anak selama seribu hari pertama kehidupannya. Di Jawa Tengah, angka stunting secara keseluruhan turun 0,1 persen di tahun 2022 dibandingkan tahun 2021, menjadi 20,8 persen. Namun, ada 20 kabupaten atau kota yang melaporkan peningkatan kasus stunting. Di Kabupaten Klaten, prevalensi stunting meningkat 2,4% dari 15,8% menjadi 18,2% pada tahun 2022. Di Kelurahan Tonggalan pada April 2023, jumlah kasus stunting telah mencapai 15 anak. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan serta orangtua mengenai risiko keterlambatan perkembangan bahasa dan bicara pada anak yang mengalami stunting. Metode yang diterapkan E-ISSN 3067-7120 P-ISSN 3063-0444 | 79 JURNAL MEDIKA MENGABDI https://publikasi. id/ind php/jmm/index VOL. 01 NO. JANUARI 2025 adalah memberikan pendidikan dan pelatihan kepada 50 orang responden, yang akan dievaluasi sebelum dan sesudah kegiatan melalui kuesioner. Hasil dari evaluasi ini selanjutnya dianalisis menggunakan Uji T-Test. Didapatkan rata-rata pemahaman responden sebelum kegiatan adalah 06 dan meningkat menjadi 40. 22 setelah kegiatan. Sementara itu, rata-rata keterampilan responden sebelum kegiatan adalah 29. 34 dan naik menjadi 39. Nilai signifikansi untuk keduanya adalah p=0. Kegiatan pendidikan dan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan serta orangtua dalam mencegah keterlambatan bahasa dan bicara pada anak yang mengalami stunting. Kata kunci: Perkembangan Bahasa Bicara. Anak. Risiko Stunting. PENDAHULUAN WHO menyatakan bahwa anak-anak berusia 0 hingga 6 tahun mengalami masa yang sangat penting. Ini terjadi karena pada fase ini, perkembangan yang sangat cepat (Istiqlal. Setiap tahap tumbuh kembang anak memiliki tugas perkembangan yang meliputi sekumpulan keterampilan dan kemampuan yang perlu dicapai agar anak dapat berinteraksi dengan baik dengan lingkungan mereka (Joni. Kemampuan anak dalam berinteraksi dapat dilihat dari rasa ingin tahunya serta semangatnya terhadap hal-hal yang mereka lihat, dengar, dan rasakan, yang kemudian mereka sampaikan melalui ucapan atau berbicara (Istiqlal, 2. Apabila pada tahap ini, kemampuan anak dalam membentuk suara dan berkomunikasi masih kurang dibandingkan dengan anak-anak seumurannya, maka anak tersebut bisa dikategorikan mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa dan bicara. Terlambat bicara adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan berbicara atau Masalah merupakan keterlambatan yang dialami anak dalam bidang bahasa (Istiqlal, 2. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan dalam perkembangan bahasa dan bicara pada anak adalah stunting. Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami malnutrisi akibat asupan gizi yang tidak mencukupi selama 1. 000 hari pertama kehidupannya, yang berpengaruh pada (Kementerian Kesehatan RI, 2. Stunting pertumbuhan anak-anak. Syahrani . mencatat bahwa penelitian yang melibatkan 220 balita berusia antara 3 hingga 5 tahun menunjukkan adanya hubungan antara stunting dan perkembangan anak. Anak-anak yang mengalami stunting memiliki risiko 4,9 kali lebih tinggi untuk mengalami perkembangan yang tidak normal jika dibandingkan dengan anak-anak balita yang tidak mengalami stunting (Murniati, 2. Banyaknya masalah yang timbul akibat stunting menjadikannya isu kesehatan masyarakat yang sangat serius. Hal ini terlihat dari jumlah 149 juta balita di seluruh dunia yang mengalami stunting . ,2%), dengan setengah dari jumlah tersebut berada di Asia . ,7 juta atau 54,8%). Menurut data dari WHO mengenai prevalensi stunting pada balita. Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara dengan angka stunting tertinggi di kawasan Asia Tenggara (SEAR), yaitu 36,4% (Pusdatin Kemenkes, 2. Berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) 2022 yang baru dirilis, angka stunting di Jawa Tengah masih lebih rendah dibandingkan angka nasional yang mencapai 21,6 persen. Di sisi lain, prevalensi stunting di Kabupaten Klaten pada tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar 2,4% dari 15,8% menjadi 18,2%. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader kesehatan serta orangtua mengenai risiko keterlambatan perkembangan bahasa bicara pada anak-anak yang mengalami E-ISSN 3067-7120 P-ISSN 3063-0444 | 80 JURNAL MEDIKA MENGABDI https://publikasi. id/ind php/jmm/index VOL. 01 NO. JANUARI 2025 PELAKSANAAN DAN METODE Kegiatan pelayanan kepada masyarakat ini diadakan di Kampung Klaseman, yang terletak di Kelurahan Tonggalan. Kecamatan Klaten Tengah. Kabupaten Klaten. Provinsi Jawa Tengah pada bulan Mei 2024. Menurut informasi dari bidan desa setempat, pada tahun 2024, terdapat 50 anak balita yang mengalami Oleh karena itu, diperlukan langkah yang cepat untuk menghentikan penambahan kasus stunting dan juga untuk mengurangi efek buruk yang mungkin ditimbulkan oleh kondisi perkembangan bahasa dan berbicara pada anak. Kegiatan ini dihadiri oleh kader kesehatan dan orangtua yang memiliki anak stunting, disajikan dalam bentuk pelatihan dan Materi yang diajarkan berkaitan dengan efek yang ditimbulkan oleh stunting, seperti keterlambatan dalam perkembangan berbicara dan berbahasa, serta strategi untuk mencegahnya pada anak di bawah usia lima Proses pengabdian ini terbagi menjadi tiga fase, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan Sekitar 37 orangtua dan 13 kader kesehatan berpartisipasi dalam kegiatan ini yang berlangsung di Desa Jati. Kabupaten Karanganyar. Dalam kegiatan sosialisasi, peserta menjalani pre-test dan post-test, yang masing-masing terdiri dari 20 pertanyaan mengenai pemahaman tentang perkembangan bahasa dan bicara yang normal, tanda-tanda langkah-langkah Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan Uji T-Test dengan bantuan aplikasi SPSS. Gambar 1. Tahapan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Kelurahan Tonggalan, yang berada di Kecamatan Klaten Tengah, adalah suatu wilayah di Kabupaten Klaten. Jawa Tengah, yang menghadapi berbagai isu terkait stunting dan keterlambatan berbicara pada anak-anak di usia dini. Beberapa masalah yang muncul antara lain: masih terdapat anak-anak yang kekurangan nutrisi dalam seribu hari pertama pertumbuhan dan perkembangan mereka, banyak anak yang mengalami keterlambatan dalam berbicara, dan kurangnya pengetahuan dari Kader Kesehatan serta orangtua mengenai langkah-langkah pencegahan keterlambatan perkembangan bahasa, yang mungkin dipicu oleh stunting, tahapan perkembangan berbicara yang normal, deteksi awal keterlambatan berbicara pada balita, serta cara untuk memberikan stimulasi berbicara kepada Oleh karena itu, dilakukan pendidikan pertumbuhan kasus stunting atau sekurangnya mengurangi efek buruk yang ditimbulkan oleh kondisi stunting, seperti keterlambatan dalam perkembangan bahasa dan bicara anak. Dalam kegiatan ini, para peserta pengabdian diberikan tes awal dan akhir mengenai pengetahuan tentang perkembangan bahasa dan bicara yang normal, tanda-tanda keterlambatan bahasa dan bicara, serta metode pencegahannya. Data dianalisis dengan menggunakan Uji T-Test yang diproses melalui aplikasi SPSS, menghasilkan temuan sebagai berikut: Perbedaan pengetahuan kader kesehatan dan orangtua sebelum dan sesudah mengikuti edukasi dan pelatihan program pengabdian kepada masyarakat dijelaskan dalam tabel Tabel 1. Hasil Pre-Post Test Rerata Variabel Pre Post Perkembangan Normal Bahasa Bicara Identifikasi Keterlambatan 29. Perkembangan E-ISSN 3067-7120 P-ISSN 3063-0444 | 81 JURNAL MEDIKA MENGABDI https://publikasi. id/ind php/jmm/index VOL. 01 NO. JANUARI 2025 Berdasarkan tabel tersebut, terlihat bahwa ada kemajuan dalam pemahaman kader perkembangan bahasa dan bicara yang normal perkembangan anak. Sebelum mengikuti rata-rata kesehatan dan orang tua tentang perkembangan bahasa dan bicara adalah 30. 06, namun angka tersebut meningkat menjadi 40. 22 setelah mengikuti kegiatan. Sementara itu, rata-rata mengidentifikasi keterlambatan perkembangan sebelum mengikuti kegiatan adalah 29. 34, lalu meningkat menjadi 39. 86 setelah kegiatan Analisis data dengan menggunakan Uji TTest memperlihatkan nilai p=0. <0. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah kader kesehatan serta orangtua mengikuti kegiatan, pengetahuan meningkat sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Peningkatan ini terjadi karena adanya proses pembelajaran yang dipicu oleh materi yang diberikan dan diakhiri dengan umpan balik melalui kegiatan pre-post test. Pentingnya peningkatan pengetahuan kader kesehatan dan orangtua mengenai perkembangan bahasa dan bicara yang normal serta cara untuk mengenali keterlambatan perkembangan pada anak sangatlah krusial sebagai langkah awal dalam mencegah keterlambatan dalam perkembangan bahasa bicara, terutama pada anak-anak Banyak orang tua merasa cemas ketika anaknya mengalami sedikit keterlambatan dalam perkembangan bahasa jika dibandingkan dengan anak lainnya (Imroatun, 2. Keterlambatan berbicara pada anak merupakan salah satu masalah yang paling sering ditemukan dalam tahap perkembangan anakanak. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua untuk terlibat dalam proses perkembangan anak. Keterlibatan orang tua dianggap krusial untuk mengenali masalah perkembangan, termasuk kesulitan dalam berbicara (Astriani et al. , 2. Memiliki pengetahuan yang baik tentang perkembangan bahasa dan bicara yang normal pada anak dapat membantu mencegah terjadinya keterlambatan dalam komunikasi. Ini sangat penting untuk diperhatikan, terutama bagi orang tua yang memiliki anak dengan kondisi stunting sehingga dapat segera mengenali keadaan anak dan mengatasi keterlambatan yang terjadi. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membantu anak yang mengalami keterlambatan dalam Salah satunya adalah melatih anak berbicara melalui cara menyanyi, melakukan tanya jawab, dan permainan tebak-tebakan untuk meningkatkan dan memperkaya kosakata mereka. Selain itu, sering berbincang dengan anak juga penting agar mereka lebih terbiasa berbicara dengan baik. Mengajarkan perilaku berbahasa yang santun juga perlu agar anak terbiasa menggunakan kata-kata yang tidak menyinggung perasaan orang lain. Orang tua juga disarankan untuk melatih anak berbicara berulang kali menggunakan berbagai media teknologi, seperti ponsel, program televisi edukatif, dan buku audio, untuk meningkatkan kosakata anak lebih banyak (Aurelia et al. , 2. PENUTUP Simpulan Hasil dari program pendidikan serta pelatihan yang dijalankan menunjukkan adanya kemajuan dalam keterampilan para kader kesehatan dan orang tua dalam mencegah keterlambatan perkembangan bahasa serta bicara pada anak-anak yang mengalami stunting. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah permulaan dalam menangani anak-anak yang mengalami masalah dalam bahasa dan komunikasi. Dengan tindakan pencegahan yang bisa dilakukan oleh kader kesehatan dan orang tua, diharapkan dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh kondisi stunting pada anak. E-ISSN 3067-7120 P-ISSN 3063-0444 | 82 JURNAL MEDIKA MENGABDI https://publikasi. id/ind php/jmm/index VOL. 01 NO. JANUARI 2025 Saran Jika Anda menemukan bahwa anak tidak berkembang sesuai dengan teman sebayanya, segera bawa masalah ini kepada seorang profesional. Anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa dan komunikasi sebaiknya segera diperiksakan ke Terapis Wicara untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Ucapan Terima Kasih Kami ingin menyampaikan rasa syukur atas segala dukungan yang diberikan oleh semua pihak, termasuk pihak kelurahan, ketua RW dan RT setempat, serta semua kader kesehatan dan orangtua yang berpartisipasi dalam acara ini. DAFTAR PUSTAKA