JURNAL RUPA VOL 9 NO 2 2024 DOI address: 10. 25124/rupa. Analisis Nilai Estetik dan Makna Visual Karya Pemenang Lomba Desain Batik Kota Tangerang Selatan 2023 Fariz Al Hazmi*1 1 Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Indraprasta PGRI. Jakarta. Indonesia Abstract. The process of designing motifs is one of the stages in making batik work before This process requires creativity and knowledge in making something into a motif. In the batik design competition held by the City of South Tangerang in 2023, one work was won with the title "Triasih Nawasena. " The aim of this research is to examine aesthetics and describe meaning through a semiotic approach. The research method uses descriptive qualitative with data collection through observation, semi-structured interviews and literature study. The interview was conducted with Septi Rahmawati as the winner of the competition and owner of the work. The research results show that the "Triasih Nawasena" batik design has three motif elements, namely the main motif, complementary motifs and filling motifs or isen-isen. These motifs complement each other with the main motif being made larger but the number is not too dominant compared to the complementary Meanwhile, isen-isen is used to create texture in certain motifs. So that the overall design has design elements such as points, lines, shapes, textures, space and color in each motif and becomes one unit. All of the motifs on this batik have meanings that represent typical objects in South Tangerang City. The benefits of the results of this study can be information in the development of batik design with meanings related to the identity of South Tangerang City. In addition, it can be a theoretical reference in batik designers with the theme of South Tangerang City. Keywords: aesthetics, batik, motif design, semiotics. South Tangerang city Abstrak. Proses merancang motif adalah salah satu tahapan penting dalam kriya batik. Proses ini membutuhkan kreativitas dan pengetahuan tertentu untuk mengubah suatu hal ke dalam pola. Pada lomba desain batik yang diselenggarakan kota Tangerang Selatan tahun 2023, salah desain yang menjadi pemenang adalah desain dengan judul AuTriasih Nawasena. Ay Penelitian ini bertujuan untuk meneliti estetika desain batik tersebut dan mendeskripsikan makna dibaliknya melalui pendekatan Metode rised menggunakan kualitas deskriptif dengan daya yang dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara semi-terstruktur, serta studi pustaka. Wawancara dilakukan dengan Septi Rahmawati sebagai pemenang lomba dan pencipta desain terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain batik AuTriasih NawasenaAy dapat dibagi ke dalam tiga unsur, motif utama, komplemen, dan pengisi atau isen-isen. Motif-motif ini saling melengkapi satu sama lain. motif utama berukuran besar namun tidak terlalu dominan secara jumlah dibanding motif komplemen sementara isen-isen digunakan untuk menciptakan tekstur pada bagian motif tertentu sehingga terdapat keseluruhan desain memiliki unsur seperti titik, garis, bentuk, tekstur, spasi, dan warna yang menyatu. Setiap motif batik memiliki makna yang mewakili objek tipikal kota Tangerang Selatan. Temuan penelitian Correspondence address: * Fariz Al Hazmi Email : farizalhazmi16@gmail. Address : Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Indraprasta PGRI. Jakarta. Indonesia Jl. Nangka Raya No. 58 C. RT. 7/RW. Tj. Bar. Kec. Jagakarsa. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12530 ini dapat dimanfaatkan sebagai informasi dasar untuk pengembangan lanjut motif batik dengan makna yang berkaitan dengan Tangerang Selatan, dan diharapakan juga dapat menjadi salah satu rujukan teoritis untuk perancang batik yang ingin mengangkat tema Tangeran Selatan Kata Kunci: estetika, batik, desain motif, semiotic, kota Tangerang Selatan PENDAHULUAN Manusia sejatinya memiliki kreativitas yang tidak terbatas yang terinspirasi dari lingkungan sekitarnya. Karya seni merupakan salah satu bentuk dari hasil kreativitas tersebut dengan berbagai perwujudan menyesuaikan kebutuhan dan fungsinya. Seni memiliki fungsi secara personal, sosial maupun fisik. Dalam konteks personal seni menjadi pemuas ekspresi pribadi . Fungsi seni secara sosial yaitu apabila seni mempengaruhi hubungan sosial dan fungsi secara fisik yaitu seni yang digunakan sebagai kebutuhan yang Melalui kegiatan seni, fungsi-fungsi tersebut dapat membantu meningkatkan kreativitas masyarakat dan pengetahuan dibalik seni tersebut. Salah satu karya seni budaya Indonesia yang banyak ditemui dan telah ada sejak lama yaitu batik. secara pengertian, batik merupakan kain bergambar yang dibuat dengan cara-cara tertentu menggunakan lilin malam sebagai perintang warna . Dalam membuat karya batik, proses desain motif dibutuhkan sebagai rancangan sebelum diterapkan pada kain. Proses perancangan desain batik menjadi bagian penting agar memudahkan proses penerapan pada kain sebelum diproduksi . Di masa sekarang ini karya batik semakin berkembang dengan motif dan warna yang beragam. Hal ini didukung oleh kebutuhan akan permintaan motif dan kreativitas dari para desainer maupun seniman batik. Beberapa daerah di Indonesia menggunakan batik untuk merepresentasikan identitas daerah mereka dan menjadikannya karya unggulan. Sehingga, peran pemerintah juga perlu turut andil dalam memajukan dan mempromosikan karya batik sebagai penguatan identitas daerahnya. Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah untuk mempromosikan identitas daerah, misalnya di Kota Tangerang Selatan yang menyelenggarakan lomba desain batik pada tahun 2023 dengan tema motif menggunakan kearifan lokal yang ada di Kota Tangerang Selatan. lomba tersebut diikuti oleh sebanyak sekitar 40 orang yang berasal dari Kota Tangerang Selatan maupun dari dalam. Lomba atau kompetisi merupakan aktivitas untuk mencapai suatu tujuan dengan cara mengalahkan orang lain sebagai lawan . Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kompetisi merupakan pertandingan untuk mendapatkan kejuaraan. Dalam hal ini, lomba desain batik yang dilakukan oleh Kota Tangerang Selatan adalah untuk memberikan ruang persaingan antar peserta dalam membuat karya batik yang sesuai dengan tema. Lomba desain batik merupakan upaya dalam mendorong generasi muda untuk menciptakan desain baru dan memupuk kecintaan terhadap batik . Karya pemenang desain batik pada lomba desain batik Kota Tangerang Selatan pada tahun 2023 merupakan desain batik unggulan dan menjadi desain batik khas Kota Tangerang Selatan. Desain batik yang menjadi pemenang pada lomba yaitu karya desain batik milik Septi Rahmawati dengan judul batik AuTriasih NawasenaAy. Desain batik tersebut telah melalui penilaian perhatian para juri dan menjadikannya sebagai pemenang lomba, sehingga desain batik tersebut menarik untuk dibahas terkait motif-motif yang digunakannya. Karya batik tidak hanya sebagai sebuah produk seni yang digunakan sebagai Motif-motif di dalamnya memiliki simbol dan makna yang dapat diungkapkan sebagai pesan komunikasi visual. Motif batik menjadi pokok pada karya batik yang mengandung makna, simbol atau tanda yang dapat diungkap . Dalam karya batik. Motif dapat dibuat melalui representasi berbagai bentuk objek maupun peristiwa yang ada di lingkungan . Karya batik merupakan penyaluran-penyaluran kreasi yang memiliki makna tersendiri dan dihubungkan dengan tradisi, kepercayaan ataupun sumber-sumber kehidupan . Berbagai penelitian telah mengungkapkan bahwa beberapa karya batik dibuat dengan representasi lingkungan suatu daerah. Misalnya, dalam penelitian Setiyoko . menjelaskan bahwa motif yang diterapkan pada batik Pacitan difokuskan pada jenis batik petani dengan bentuk tumbuhan dan hewan yang ada di sekitar lahan. Penelitian Raditya & Purwanto . menyebutkan bahwa batik khas Wonosobo memiliki motif yang merepresentasikan identitas daerahnya sesuai dengan peraturan Bupati No. 33 tahun 2020 yaitu motif lereng purbayasa dan lereng tunggul madya. Kemudian, penelitian lainnya yang dilakukan oleh Sari & Haryanto . melakukan analisis terhadap batik Selotigo dan menemukan bahwa motif batik tersebut merupakan motif yang merepresentasikan identitas Salatiga melalui motif Bunga Rejasa. Dari beberapa penelitian di atas menjelaskan bahwa motif batik dapat terinspirasi dari lingkungan suatu daerah. Hal ini menjadi dorongan bagi Kota Tangerang Selatan untuk membuat desain batik melalui kompetisi desain batik. Dalam karya desain batik AuTriasih NawasenaAy. Septi terinspirasi dari berbagai objek yang khas di lingkungan Kota Tangerang Selatan. Objek-objek tersebut direpresentasikan ke dalam sebuah desain batik, sehingga desain batik merepresentasikan objek-ojek khas Kota Tangerang Selatan yang menjadi sebuah identitas daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara visual nilai estetik dan makna dari desain batik AuTriasih NawasenaAy milik Septi Rahmawati sebagai pemenang lomba desain batik Kota Tangerang Selatan tahun 2023. Hal ini dilakukan karena kegiatan lomba desain batik merupakan salah satu bentuk pengelolaan dan peningkatan identitas budaya daerah dengan melibatkan aktivitas kompetisi antar individu. Sehingga, penelitian ini perlu dilakukan untuk mendeskripsikan hasil karya batik yang menjadi pemenang lomba dan diunggulkan oleh Kota Tangerang Selatan sebagai karya yang mewakili dan merepresentasikan identitasnya. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat menjadi informasi dalam pengembangan desain batik yang memiliki makna terkait identitas Kota Tangerang Selatan serta dapat menjadi referensi teoritis dalam perancangan batik bertema Kota Tangerang Selatan. Proses penelitian dilakukan melalui kajian estetik dan semiotika visual untuk mengungkapkan bentuk-bentuk makna yang direpresentasikan pada motif batik tersebut. Estetik merupakan ilmu filsafat yang membahas tentang rasa, kaidah ataupun hakikat dalam suatu keindahan . Estetika digunakan untuk mendalami tentang nilai suatu keindahan . Meskipun realitas estetika dalam seni diciptakan oleh penciptanya sebagai bentuk kreativitas, namun kenikmatan estetis dimunculkan melalui unsur-unsur yang melingkupinya . Adapun unsur-unsur sebuah karya visual yaitu titik, garis, bentuk, tekstur, ruang dan warna . Secara pengertian, semiotika berasal dari bahasa Yunani yaitu semeion yang memiliki arti ilmu mengkaji tanda-tanda . Semiotika merupakan cabang ilmu semantik yang membahas ragam makna dan berkaitan erat dengan tanda atau lambang . Semantik ilmu yang digunakan untuk mengkaji simbol atau tanda yang mengungkapkan makna dan pengaruhnya terhadap manusia atau masyarakat . Semiotika ilmu yang digunakan untuk mengkaji tanda-tada dan menemukan makna . Kemudian. Semiotika Visual berarti ilmu yang digunakan untuk menyelidiki segala jenis makna yang disampaikan melalui indra penglihatan . Dalam teori Peirce . , pendekatan semiotika dilakukan melalui segitiga makna yaitu ikon, indeks dan simbol. Menurut Sujarweni . , ikon merupakan tanda yang muncul sebagai perwakilan fisik, sedangkan indeks merupakan tanda yang muncul dari hubungan sebab akibat. Kemudian, menurut Rose, simbol merupakan tanda yang menunjukkan hubungan secara alamiah antara penanda dan petanda. Namun sebuah tanda tidak selalu menunjukkan ketiganya dan bisa saja hanya mengandung dua dari ketiga unsur tersebut . Sehingga, diperlukan adanya proses identifikasi untuk menemukan bentuk semiotika dalam sebuah karya visual. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Objek dalam penelitian ini yaitu desain batik pemenang lomba desain batik Kota Tangerang Selatan 2023 karya Septi Rahmawati yang berjudul AuTriasih NawasenaAy. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi, studi literatur dan wawancara semi terstruktur. Observasi merupakan teknik yang dilakukan melalui pengamatan jangka panjang untuk menemukan hasil dari suatu masalah . Wawancara dilakukan setelah proses observasi terhadap motif-motif pada batik. wawancara semi terstruktur dilakukan kepada Septi Rahmawati sebagai pemenang dan pemilik desain batik tersebut. Proses analisis estetik dilakukan dengan mengidentifikasi unsur-unsur desain melalui teori Chodijah & Mamdy . yaitu titik, garis, bentuk, tekstur ruang dan warna. Kemudian, analisis makna visual dilakukan melalui pendekatan semiotika yang dikemukakan oleh Peirce . , yaitu dengan menafsirkan suatu tanda yang mewakili apa yang ditandainya melalui hubungan representamen, objek dan interpretan. Representamen merupakan sesuatu yang dapat dilihat secara kasat mata sebagai perwakilan tanda . , objek merupakan sesuatu yang diacu oleh tanda dan dikenali oleh pemakai tanda tersebut . , dan interpretan merupakan konsep pemikiran dari pengguna tanda dan menurunkannya pada suatu makna tertentu . Mendeskripsikan semiotika visual dilakukan dengan dua bentuk yaitu denotasi dan konotasi. Makna denotatif bersifat sebenarnya berdasarkan kesepakatan sosial, sedangkan konotatif bersifat samar dan kemungkinan menghasilkan penafsiran baru . Sehingga, proses analisis ini dilakukan dengan melalui kaitan hubungan desain terhadap makna-makna yang terdapat di balik tradisi dan budaya yang ada di Tangerang Selatan. Gambar 1. Alur penelitian. Sumber: penulis PEMBAHASAN Nilai Estetik Pada Desain Batik AuTriasih NawasenaAy Desain motif batik yang dibuat oleh Septi Rahmawati berjudul AuTriasih NawasenaAy merupakan desain batik yang menjadi pemenang juara 1 . dalam lomba desain batik Kota Tangerang Selatan. Desain motif batik ini telah menjadi motif khas Tangerang Selatan dan telah dipromosikan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasd. Kota Tangerang Selatan pada tahun 2023. Desain motif batik ini menjadi pemenang karena memiliki kesesuaian tema yang merepresentasikan beberapa objek khas di Kota Tangerang Selatah sebagai identitas daerah. Hasil wawancara yang dilakukan bersama Septi Rahmawati, menyebutkan bahwa desain batik dibuat melalui pengamatan dan studi literatur tentang objek-objek khas di daerah Kota Tangerang Selatan. Objek-objek tersebut kemudian diterapkan pada motif dan memiliki makna-makna di balik motif yang merepresentasikan identitas Kota Tangerang Selatan. Gambar 2. Desain Batik Triasih Nawasena. Sumber: Septi Rahmawati, 2023 Penamaan AuTriasih NawasenaAy diambil dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti harapan masa depan yang cerah. Nama tersebut terinspirasi dari harapan Kota Tangerang Selatan yang berupaya menguatkan identitas daerah melalui karya seni. Secara keseluruhan dari desain memiliki unsur-unsur desain seperti titik, garis, bentuk, tekstur, ruang dan warna pada setiap motifnya dan menjadi satu kesatuan. Desain batik ini menggunakan tiga warna pada latarnya yaitu hijau, tosca dan hijau gelap yang kemudian diisi oleh motif-motif beragam. Menurut Wulandari, motif batik terbagi menjadi tiga bagian yaitu motif utama, motif pelengkap dan motif isian . Motif-motif tersebut saling melengkapi satu sama lain sesuai dengan tema desain batik. Motif utama merupakan motif yang lebih ditonjolkan dan menjadi motif yang penting dalam desain batik. Biasanya motif ini terlihat lebih besar dibanding motif pelengkap. Pada desain batik Triasih Nawasena. Motif utama yaitu berupa rumah Blandongan sebagai rumah khas Kota Tangerang Selatan yang diberi nama AuSulur BlandonganAy. Meskipun motif ini merupakan motif utama, namun penempatannya hanya pada bagian bawah desain batik dengan posisi berjejer secara horizontal. Motif ini dibuat lebih besar namun jumlahnya tidak terlalu dominan dibandingkan dengan motif pelengkap. Gambar 3. Motif Utama Pada Desain Batik Triasih Nawasena. Sumber: Septi Rahmawati, 2023 Bentuk motif dibuat dari bentuk rumah blandongan dengan kombinasi warna krem pada dinding rumah, cokelat muda dan kuning pada bagian gigi balang, warna kuning sebagai siluet pencakar langit pada jendela dan warna cokelat gelap pada bagian atap. Kemudian, dua buah sulur tumbuhan di bagian depan rumah berwarna cokelat gelap. Warna-warna krem hingga cokelat gelap merupakan warna turunan yang dikombinasikan melalui komposisi warna analog. Kemudian, warna kuning yang digunakan pada jendela dan lubang gigi balang menjadi lebih kontras dan tetap memberikan kesan yang selaras. Motif pelengkap merupakan motif yang digunakan sebagai pelengkap dan saling terkait antara motif utama. Motif pelengkap pada desain batik ini diambil dari objekobjek yang ada di lingkungan Kota Tangerang Selatan yaitu bunga anggrek vanda douglass, bambu kuning, buah karet, eceng gondok, kacang sangrai, biji kopi, dan kacang Motif pelengkap dibuat lebih kecil dibandingkan motif utama namun penerapannya lebih banyak digunakan pada desain. Warna-warna yang digunakan juga lebih beragam agar terlihat menonjol dari warna latar. Motif-motif ini diberi penamaan yaitu motif AuPesona Vanda DouglassAy, motif AuBambu KuningAy, motif AuBuah KaretAy, motif AuMekar Eceng GondokAy, motif AuKacang SangraiAy, motif AuBiji KopiAy, motif AuSinar TerataiAy dan AuIndah Bola Api. Ay Gambar 4. Motif Pelengkap Pada Desain Batik Triasih Nawasena. Sumber: Septi Rahmawati. Dari keseluruhan motif utama dan pelengkap terlihat bahwa teknik yang digunakan dalam pembuatan motif yaitu teknik stilasi dan deformasi. Teknik pembuatan motif merupakan bagian penting dalam proses membuat desain batik, karena dalam proses ini objek dibuat dengan penekanan unsur garis yang lebih bersifat dekoratif. Stilasi merupakan teknik menggambar dengan mengubah bentuk asli suatu objek tanpa meninggalkan karakter asli dan deformasi yaitu teknik menggambar dengan menyederhanakan atau mengubah struktur namun tidak meninggalkan unsur utamanya . Adapun motif yang menggunakan teknik stilasi yaitu sulur blandongan sulur, pesona vanda douglass, mekar eceng gondok, kacang sangrai, sinar teratai dan indah bola api. Sedangkan motif yang menggunakan teknik deformasi yaitu bambu kuning, buah karet dan biji kopi. Dari keseluruhan garis, desain ini menggunakan garis yang tebal berwarna putih untuk memudahkan desain diaplikasikan pada kain dengan teknik batik. garis-garis tersebut saling memberikan batas antara motif-motif lainnya sehingga memberikan kesan tegas. Motif Isian atau isen-isen pada desain batik ini digunakan untuk mengisi bagian kosong dari motif tertentu. Isen-isen merupakan isian pada batik yang berfungsi untuk mengisi bidang kosong melalui kreasi . Dengan adanya isen-isen membuat motif lebih terlihat penuh dan menarik. Adapun motif isian yang digunakan pada desain batik ini yaitu ukel, sisik, gion dan titik atau cecek. Gambar 5. Motif isian . sen-ise. Pada Desain Batik Triasih Nawasena. Sumber: Septi Rahmawati, 2023 Pada desain batik ini, titik digunakan sebagai pengisi bagian motif. Dalam desain batik, titik digunakan sebagai pengisi atau yang biasa disebut dengan cecek. Penggunaan titik menjadi bagian penting dalam batik, karena pada dasarnya istilah batik berasal dari dua kata yaitu AuambaAy dan AutitikAy. Amba yang berarti kain lebar dan titik berarti membuat titik . Isen-isen juga digunakan untuk memberikan tekstur semu pada motif. Misalnya pada motif bambu, isen-isen digunakan untuk memberikan tekstur kayu atau pada kelopak bunga untuk memberikan tekstur kelopak bunga yang kasar dan bercorak. Isenisen sisik digunakan untuk memberi tekstur pada atap motif blandongan dan isen-isen gion digunakan untuk memberi kesan riak air. Beberapa desain memiliki anatomi berupa bagian badan, kepala, papan, pinggiran dan seret . Namun susunan desain pada batik ini hanya berupa bagian badan dengan dua bagian ornamen, yaitu ornamen bagian atas dan bagian bawah. Ornamen bagian atas diberi latar berwarna tosca dan hijau tua dengan susunan persegi belah ketupat atau disebut dengan istilah limaran. Ornamen pada bagian atas tampak penuh dengan susunan motif bambu membentuk limaran yang diisi dengan motif kacang sangrai, motif indah bola api motif buah karet dan motif biji kopi. Kemudian, ornamen bagian bawah diberi latar warna krem dengan susunan motif yang dibuat dengan tidak terlalu penuh. Ornamen bagian bawah tersusun dari motif sulur blandongan, motif pesona vanda douglass, mekar eceng gondok dan sinar teratai. Pada desain batik ini, ornamen bagian bawah memberikan ruang sehingga tidak terkesan padat dengan warna yang berbeda untuk memberikan irama antara ornamen bagian bawah dengan ornamen bagian atas. Berdasarkan pengamatan, desain batik yang dibuat ini dapat diterapkan pada teknik batik secara tulis maupun cap. Hal tersebut dilihat dari penggunaan garis berwarna putih pada setiap motif yang ditunjukkan untuk proses membatik, di mana warna garis akan berwarna putih jika menggunakan warna dasar kain yang langsung dibatik menggunakan lilin malam. Penggunaan teknik cap juga lebih dimungkinkan untuk digunakan karena pada desain ini lebih banyak menggunakan motif yang berulang. Namun, untuk isen-isen sebaiknya menggunakan teknik tulis dengan canting berukuran kecil . anting cece. karena isen-isen yang digunakan lebih kompleks dan padat. Makna Visual Pada Desain Batik AuTriasih NawasenaAy Desain batik AuTiasih NawasenaAy memiliki makna pada setiap motifnya yang merepresentasikan beberapa objek khas yang ada di Kota Tangerang Selatan. Hal tersebut merupakan syarat dalam lomba untuk menerapkan objek yang mewakili keragaman budaya, lingkungan dan kearifan lokal yang ada di Kota Tangerang Selatan. menurut Septi, makna-makna yang ada pada motif batik dipilih berdasarkan objek yang paling mewakili Kota Tangerang Selatan. Penggunaan warna juga dipilih melalui kesesuaian tema seperti menggunakan warna tosca yang merupakan warna khas Kota Tangerang Selatan. Warna tosca digunakan oleh Kota Tangerang Selatan sebagai warna khas yang diterapkan pada berbagai objek seperti logo kota, gedung pemerintahan dan Melalui analisis Semantik penggunaan warna pada batik Triasih Nawasena memberikan nuansa warna khas Kota Tangerang Selatan agar dapat mudah dikenali oleh berbagai kalangan masyarakat bahwa batik tersebut merupakan batik yang dibuat secara khusus untuk Kota Tangerang Seatan. Bangunan rumah Blandongan dijadikan sebagai motif utama karena merepresentasikan bangunan khas Kota Tangerang Selatan. Visual bangunan ini juga dapat dilihat pada logo Kota Tangerang Selatan. Blandongan merupakan bangunan khas masyarakat Betawi Ora yang ada di Kota Tangerang Selatan. Bangunan ini biasanya terletak di depan bangunan utama rumah masyarakat Betawi Ora yang digunakan untuk kegiatan berkumpul seperti bermain, belajar, berkesenian dan beristirahat . Motif sulur blandongan merupakan bentuk dari kolaborasi antara budaya dengan kemajuan modern yang direpresentasikan melalui bentuk siluet gedung pencakar langit pada jendela Blandongan. Motif tersebut ingin menyampaikan bahwa budaya harus tetap dilestarikan meskipun dalam kemajuan modernisasi. Karena Rumah Blandongan sudah sulit ditemui dan digantikan oleh-rumah-rumah modern. Melalui batik tersebut, masyarakat dapat melihat bentuk dari rumah Blandongan yang khas tanpa harus melihat bentuk asli yang sudah sulit ditemui. Motif Pesona Vanda Douglas merupakan motif yang distilasi dari bunga anggrek. Bunga tersebut banyak ditemui di Kota Tangerang Selatan sebagai komoditas tanaman Menurut data Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan tahun 2020, tanaman anggrek yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan jenis tanaman lainnya. Hal tersebut karena masih banyak petani tanaman hias yang membudidayakan anggrek di Kota Tangerang Selatan. Anggrek jenis Vanda Douglas merupakan jenis anggrek yang banyak dibudidayakan di Kota Tangerang Selatan dan menjadi identitas daerah . Dalam karya desain batik Triasih Nawasena, motif anggrek memiliki makna keindahan, ketahanan dan kemandirian karena anggrek sebagai tanaman hias yang indah telah membantu perekonomian para petani anggrek dan penjual tanaman hias. Motif bambu, biji kopi, kacang, buah karet dan buah bintaro disusun menjadi satu ornamen limaran memiliki makna sebagai keberagaman yang saling berdampingan. Hal ini memberikan pesan bahwa Kota Tangerang Selatan berkembang melalui keragaman budaya masyarakat dan lingkungannya yang saling berdampingan satu sama lain. Pohon bambu merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari seperti membuat bangunan, perabotan dan daunnya dijadikan pembungkus makanan. Sehingga pohon bambu memiliki makna kebermanfaat. Motif kacang tanah atau kacang sangrai merepresentasikan dan mewakili identitas dalam komoditas utama kota Tangerang Selatan khususnya di daerah Kelurahan Kranggan dengan mayoritas masyarakatnya sebagai petani dan produsen kacang sangrai. Kacang sangrai menjadi produk unggulan Kota Tangerang Selatan yang sebagian besar berasal dari Kelurahan Kranggan . Kacang sangrai menjadi komoditas yang bernilai ekonomis di Kota Tangerang Selatan . Untuk motif karet dan kopi digunakan untuk mengingatkan masyarakat bahwa dulu di Kota Tangerang Selatan terdapat kebun kopi dan karet yang kini sudah tidak ada lagi dan sudah menjadi wilayah perkotaan. Motif indah bola api merupakan motif yang dibuat dari objek buah bintaro untuk merepresentasikan wilayah Bintaro, di mana penamaan daerah diambil dari buah bintaro karena banyak tumbuh di wilayah tersebut. Motif bunga teratai dengan kelopak yang berjumlah 9 . merepresentasikan jumlah danau atau situ yang ada di Koat Tangerang Selatan yaitu situ rompong, situ ciledug, situ kayu antap, situ legoso, situ bungur, situ parigi, situ pamulang, situ gintung dan situ pondok jagung. Sedangkan motif mekar eceng gondok merepresentasikan banyaknya tumbuhan ini yang hidup di danau atau situ-situ di kota Tangerang Selatan. Dari keseluruhan motif pada batik ini memiliki makna yang merepresentasikan objek-objek khas yang ada di Kota Tangerang Selatan. Makna tersebut didapatkan oleh Septi Rahmawati melalui pengamatan lingkungan dan kreativitasnya untuk menarik perhatian para dewan juri sebagai perwakilan dari Kota Tangerang Selatan. Hal ini sejalan dengan pendapat Susanto, yang mengatakan bahwa karya batik dibuat melalui penyaluran kreasi yang memiliki makna tersendiri . Selain itu, motif batik dapat mengandung makna, simbol atau tanda yang dapat diungkapkan . KESIMPULAN Lomba desain batik Kota Tangerang Selatan yang dilaksanakan pada tahun 2023 menghasilkan desain batik yang berjudul AuTriasih NawasenaAy milik Septi Rahmawati sebagai pemenang. Melalui kajian estetika, desain batik ini memiliki tiga unsur motif yang saling melengkapi satu sama lain. Penggunaan warna yang kontras antara warna latar dengan motif membuat motif-motif tampak terlihat dan mencolok. Motif utama dibuat dengan ukuran yang lebih besar namun penerapannya terlalu banyak dibandingkan motif pelengkap sehingga menghasilkan keseimbangan yang baik. Makna yang terdapat pada batik tersebut merepresentasikan bentuk-bentuk objek yang ada di lingkungan Kota Tangerang Selatan seperti rumah belandongan, bunga anggrek jenis vanda douglas, bambu kuning, buah karet, eceng gondok, kacang sangrai, biji kopi dan bunga teratai. Motif-motif tersebut direpresentasikan sebagai identitas dan kearifan lokal di Kota Tangerang Selatan. Sehingga dalam hal ini, karya desain batik AuTriasih NawasenaAy memiliki makna yang telah diungkapkan melalui kajian semiotik. Desain batik ini juga dapat diterapkan pada teknik batik secara tulis maupun cap dengan tetap memberikan garis putih pada setiap motif. Penggunaan teknik cap juga lebih dimungkinkan untuk digunakan karena pada desain ini lebih banyak menggunakan motif yang berulang. Namun, untuk isen-isen sebaiknya menggunakan teknik tulis dengan canting berukuran kecil . anting cece. karena isen-isen yang digunakan lebih kompleks dan padat. DAFTAR PUSTAKA