GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Pengaruh FOMO dan Boredom Proneness terhadap Perilaku Phubbing pada Gen Z pengguna Social Media di Karawang Giovani Effenbert Nababan 1* . Wina Lova Riza1. Dinda Aisha1 . Universitas Buana Perjuangan Karawang. Indonesia Abstract In Indonesia, there is a term "generation bowing". It is f ocused on individuals who will generally f ocus more attention on smartphones with their head down gesture, which is then manif ested through a way of behavior known as phubbing. The purpose of this study is to determine how FOMO and boredom proneness af f ect phubbing behavior in Gen Z social media users in Karawang. This study used a quantitative method with a sample of 208 participants consisting of 64 men and 144 women born between 1995 and 2010. Data analysis using multiple linear regression tests using the SPSS version 25. 0 f or windows The scales used in the results of this study are the f ear of missing out sc ale (FOMOS), a short boredom proneness scale (SBPS), and generic phubbing scale (GPS). According to the results of the T and F tests, with a signif icance of 0. 000 <0. 05, it shows that there is an inf luence of FOMO and boredom proneness on phubbing behavior by Keywords: Boredom Proneness. FOMO. Gen Z. Phubbing Behaviour. Social Media Info Artikel Histori Artikel: Dikirim: 2024-05-28 | Diterbitkan: 2024-10-26 DOI: http://dx. org/10. 24127/gdn. Vol 14. No 3 . Halaman: 637 - 648 (*) Penulis Korespondensi: Giovani Ef f enbert Nababan. Universitas Buana Perjuangan Karawang. Indonesia. Email: ps20. giovaninababan@mhs. Ini adalah artikel akses terbuka yang disebarluaskan di bawah ketentuan Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi 4. 0, yang mengizinkan penggunaan, penyebaran, dan reproduksi tanpa batasan di media mana pun dengan mencantumkan karya asli secara benar. PENDAHULUAN Di zaman era digital, perkembangan terknologi ke arah serba digital saat ini semakin pesat. Manusia secara umum memiliki gaya hidup baru yang tidak bisa dilepaskan dari tekonologi komunikasi perangkat yang serba elektronik. Intan dkk. alam Krismira dkk. , 2. menjelaskan peran teknologi komunikasi saat ini menjadi sangat penting karena banyaknya tuntutan kebutuhan akan pertukaran inf ormasi yang cepat dan t epat. Salah satu kemajuan teknologi saat ini sebagai alat komunikasi adalah menggunakan smartphone yang merupakan sebuah inovasi yang sangat penting bagi eksistensi manusia saat ini. Bukan hanya digunakan untuk menyampaikan inf ormasi, smartphone memiliki sorotan Page | 637 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA yang berbeda baik suara maupun visualisasi yang sangat memikat. Hal ini membuat penggunanya susah lepas dari smartphone mereka. Berdasarkan data newzoo perusahaan internasional yang bergerak dalam market research dan consulting firm . alam Mif tahun dkk. , 2. pada tahun 2022 tercatat pengguna smartphone di Indonesia sebanyak 170 juta pengguna. Kominf o atau Kementrian Komunikasi dan Inf ormatika . alam Dian dkk. , 2. menyebutkan bahwa data di tahun 2021 pengguna smartphone di Indonesia mayoritas pada usia 25-34 tahun. Hal ini didukung oleh Silver . alam Fellina dkk. , 2. mengatakan individu usia 18-34 tahun mendominasi penggunaan smartphone di Indonesia, dimana individu tersebut adalah generasi muda atau saat ini populer dengan sebutan Gen Z atau generasi Z. Santrock . alam Muhammad, 2. memberikan pengertian bahwa Gen Z adalah individu kelahiran tahun 1995-2010 di mana beberapa di antaranya memasuki masa perkembangan remaja dan dewasa awal yang merupakan generasi pertama diperkenalkannya pada inovasi teknologi sejak awal. Teknologi smartphone saat ini memberikan manf aat khususnya pada Gen Z. Ardha . mengatakan bahwa hadirnya inovasi ini kemudian membantu Gen Z untuk mendapatkan dan mengatasi masalah mereka untuk mendapatkan inf ormasi terbaru. Selain itu, mereka juga bisa terus bersosialisasi dengan banyak orang, dan membantu Gen Z dalam mengaktualisasikan dirinya. Hal inilah yang membuat mereka terus dinamis dalam menggunakan smartphone. Adapun Zain dan Immamul . menjelaskan dampak positif nya yaitu memudahkan dalam berinteraksi, meningkatkan hubungan sosial, menghilangkan stres dengan terdapatnya f itur di dalam smartphone yang bisa menolong penggunanya mengakses internet dengan mudah sehingga memperoleh data dan inf ormasi. Disisi lain penggunaan smartphone mendapatkan kekhawatiran mengenai dampak buruk penggunaan smartphone yang semakin meningkat karena meningkatnya jumlah pengguna dan lamanya waktu penggunaan smartphone. Alamsyah . alam Muhibbu, 2. mengatakan bahwa keleluasaan yang diberikan oleh smartphone sering kali menyebabkan penggunaan melebihi waktu yang masuk akal, karena hal ini dapat mendorong cara berperilaku yang tidak tertarik atau tidak terlalu memikirkan keadaan sekitar. Adapun menurut Mulyasih . alam Ardha dkk. , 2. kemudahan untuk terhubung ini mempengaruhi masyarakat karena keberadaan media pada akhirnya memenuhi kebutuhan mereka, yang membuat masyarakat bergantung pada media untuk memahami, mengambil keputusan, dan mendapatkan inf ormasi yang mereka butuhkan. Schaef f er . alam Mif tahun dkk. , 2. menjelaskan bahwa smartphone memf asilitasi penggunanya untuk memenuhi berbagai kebutuhan seperti jejaring social Berdasarkan laman Badan Strategi Kebijakan dalam Negeri (BSKDN) pada tahun 2018 dari 265,4 juta penduduk Indonesia terdapat 120 juta pengguna smartphone menggunakan smartphone-nya untuk mengakses social media yang dapat diakses dengan menggunakan internet. Menurut hasil survey data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2023 pengguna internet mencapai angka 215,6 jiwa juta dan dari data Lembaga marketing dan digital PR we are social sebuah layanan manajemen konten dan media daring yang dikutip dari laman dataindonesia. id yang ditulis oleh Widi . alam Dien & Rilla, 2. mengindikasikan bahwa terdapat 167 juta pengguna social media aktif di Indonesia per Januari 2023 yang mengakses social media rata-rata hingga tiga jam delapan belas menit setiap harinya. Angka ini mewakili 60,4% dari 276,4 juta orang yang tinggal di Indonesia. Page | 638 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Sulistyaningsih . alam Noriksa & Laras, 2. mengungkapkan bahwa di Indonesia terdapat istilah "generasi menunduk" yang dif okuskan pada individu yang pada umumnya akan lebih memusatkan perhatiannya pada smartphone dibandingkan dengan lawan Keunikan yang dapat dilihat di masyarakat saat ini adalah dalam suatu perkumpulan di suatu tempat ada satu atau beberapa individu di antara mereka yang asyik bermain smartphone dengan gesture kepala-nya menunduk, yang kemudian dimunculkan melalui cara berperilaku yang dikenal dengan istilah phubbing. Phubbing oleh Roberts dan David . alam Azzahra & Tatiyani, 2. diartikan sebagai bentuk singkat dua kata: phone yaitu telepon dan snubbing yaitu melecehkan di mana orang sering kali tanpa sadar melakukan phubbing dan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa meskipun f aktanya hal tersebut dapat mempengaruhi sifat hubungannya dan komunikasi antar individu. Menurut Karadag . alam Ardha dkk. , 2. phubbing adalah cara berperilaku individu yang saat berbicara dengan orang lain sambil melihat smartphone, yang sibuk dengan smartphone dan mengabaikan hubungan interpersonal mereka. Chotpitayasunondh dan Douglas . alam Fellina dkk. , 2. menyatakan bahwa perilaku phubbing adalah dibandingkan berinteraksi dengan orang di sekitarnya, individu lebih memilih menggunakan smartphone. Chotpitayasunondh dan Douglas . alam Fellina dkk. , 2. menjelaskan adanya empat aspek dalam perilaku phubbing, antara lain: nomophobia, konf lik interpersonal, isolasi diri dan pengakuan terhadap masalah Chotpitayasunondh dan Douglas . alam Noor dkk. , 2. mengilustrasikan delapan tanda ef ek negatif dari phubbing yang berdampak pada stabilitas kesehatan mental seperti mengabaikan interaksi tatap muka, menurunkan tingkat kepuasan dan kualitas interaksi, serta menurunkan kepercayaan terhadap orang lain. Hal ini juga menyebabkan hubungan menjadi rusak karena komunikasi yang buruk, kecemburuan, ketidakstabilan emosi, dan pengasingan sosial. Adapun ef ek tambahan adalah ketidakpedulian yang lebih besar terhadap lingkungan sekitar. Perilaku phubbing memiliki beberapa f aktor yang memengaruhinya menurut Chotpitayasunondh dan Douglas . alam Mif tahun dkk. , 2. adalah kecanduan internet, kontrol diri dan fear of missing out (FOMO). FOMO oleh Przybylski dkk. alam Judithya, 2. didef inisikan sebagai perasaan takut seseorang untuk melewatkan kesempatan bersosialisasi mendorong mereka untuk terus berhubungan dengan individu lain dan mengikuti perkembangan terbaru tentang apa yang dilakukan individu lain. Gupta dan Sharma . alam Nurliyana dkk. , 2. menjelaskan FOMO sebagai rasa takut akan tertinggal inf ormasi pada social media dan akan terus memaksakan diri mencari tahu kegiatan atau pengalaman yang dilakukan oleh individu atau kelompok lain. Przybylski . alam Dien & Rilla, 2. menyebutkan bahwa terdapat dua dimensi mengenai FOMO, yaitu: relatedness dan self Dalam penelitian Mei dkk. pada remaja berusia 10-24, diperoleh hasil bahwa adanya terdapat pengaruh positif signif ikan FOMO terhadap perilaku phubbing pada Didukung pula dalam penelitian selanjutnya oleh Ardha dkk. pada siswa SMA Kristen di kota Surakarta, phubbing dan FOMO berkorelasi positif . semakin besar FOMO, semakin sering terjadi perilaku phubbing. Selain FOMO ada pula f aktor lain yang memengaruhi perilaku phubbing menurut Karadag . alam Gaji & Ginda, 2. yaitu boredom proneness atau kecenderungan Vodanovich dan Kass . alam Gavriel & Leksmono, 2. mendef inisikan boredom proneness sebagai suatu kondisi gairah dan ketidakpuasan yang relatif rendah yang disebabkan oleh keadaan yang tidak cukup menggairahkan. Hawkins . alam Page | 639 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Zakyatul & Laurensius, 2. boredom proneness atau rasa bosan adalah salah satu jenis kecenderungan umum yang dialami oleh semua orang, baik wanita maupun pria, muda maupun tua, di tempat bekerja, di sekolah, dan dalam kehidupan sehari-hari di mana orang merasa bahwa waktu terasa berjalan lambat, kehilangan inspirasi dan minat untuk menindaklanjuti sesuatu, tidak bisa memusatkan perhatian, merasa canggung, dan pada umumnya ingin berdiam diri. Aspek-aspek dari boredom proneness menurut Vodanovich dan Kass . alam Zakyatul & Laurensius, 2. terdiri dari dua aspek yaitu: eksternal stimulation dan internal stimulation. Dalam penelitian Shuai Lv dan Hui Wang . pada 357 mahasiswa di Cina mendapatkan hasil adanya pengaruh positif boredom proneness terhadap perilaku Di dukung pula pada penelitian selanjutnya oleh Zakyatul dan Laurensius . pada 88 remaja berusia 12-22 tahun mendapatkan hasil adanya pengaruh boredom poreneness terhadap perilaku phubbing. Dari f enomena ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan monoton yang secara umum berulang sehingga membuat tidak bersemangat, atau juga karena secara ef ektif k elelahan dengan situasi yang berulang. Hal tersebut akan menimbulkan kecenderungan seseorang untuk mencari bahan hiburan lain yang menurutnya menarik, antara lain menggunakan smartphone atau sosial media. Adapun bahwa intensitas penggunaan social media yang berlebihan membuat individu terlalu f okus pada smartphone, ada rasa takut dan tertinggal jika tidak melihat social media secara terus menerus sehingga menganggap dirinya harus terus mengetahui inf ormasi yang terjadi di social media dan mengabaikan dan acuh terhadap lingkungan sekitar sehingga indikasi yang telah disebutkan tersebut menjadi perilaku phubbing. Berdasarkan literatur yang ada, banyak studi yang menjelaskan mengenai pengaruh FOMO terhadap perilaku phubbing, serta studi yang menjelaskan terkait pengaruh boredom proneness terhadap perilaku phubbing. Namun, belum ada penelitian yang f okus bersamaan menjelaskan terkait FOMO dan boredom proneness terhadap perilaku Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh FOMO dan boredom proneness terhadap perilaku phubbing. Melihat f enomena permasalahan di atas, tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh FOMO terhadap perilaku phubbing, pengaruh boredom proneness terhadap perilaku phubbing, pengaruh FOMO dan boredom proneness secara bersamaan terhadap perilaku phubbing pada Gen Z pengguna social media di Karawang. Adapun dalam penelitian ini hipotesis yang akan diuji adalah: Ha1 : Terdapat pengaruh FOMO terhadap perilaku phubbing pada Gen Z pengguna social media di Karawang. H01 : Tidak terdapat pengaruh FOMO terhadap perilaku phubbing pada Gen Z pengguna social media di Karawang. Ha2 : Terdapat pengaruh boredom proneness terhadap perilaku phubbing pada Gen Z pengguna social media di Karawang. H02 : Tidak terdapat pengaruh boredom proneness terhadap perilaku phubbing pada Gen Z pengguna social media di Karawang. Ha3 : Terdapat pengaruh FOMO dan boredom proneness terhadap perilaku phubbing pada Gen Z pengguna social media di Karawang. H03 : Tidak terdapat pengaruh FOMO dan boredom proneness terhadap perilaku phubbing pada Gen Z pengguna social media di Karawang. Page | 640 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA METODE Desain Penelitian Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif , yang mengutamakan penelaahan terhadap data-data numerikal . yang diperoleh dari proses pengukuran dan menggunakan teknik analisis statistik (Azwar, 2. Kausalitas merupakan metode penelitian kuantitatif yang diterapkan dalam penelitian ini. Melalui penelitian kausal, peneliti dapat memastikan apakah terdapat hubungan sebab akibat antara variabel independen yang mempengaruhi dan variabel dependen yang dipengaruhi (Azwar, 2. Dalam hal ini, peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana pengaruh FOMO dan boredom proneness terhadap perilaku phubbing pada Gen Z pengguna social media. Partisipan Populasi partisipan dalam penelitian ini adalah Gen Z atau individu kelahiran 1995-2010 berjenis kelamin perempuan dan laki-laki dan berdomisili di Karawang yang aktif menggunakan social media . inimal 3 jam perhar. Pengambilan sampel dilakukan secara non probality sampling dengan teknik insidental berdasarkan kebetulan dimana bila orang tersebut sesuai sebagai sumber data sehingga peneliti dapat gunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah Gen Z pengguna social media di Karawang. Dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah 208 partisipan. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian ini menggunakan tiga skala psikologi digunakan dalam penelitian ini sebagai metode pengumpulan data. Tiga skala psikologis yaitu FOMO, boredom proneness, perilaku phubbing, akan digunakan dalam penelitian ini. Skala psikologis akan dikirimkan secara online selama penyebaran, khususnya melalui penggunaan Google Form. Ukuran psikologis ini mengacu pada skala sikap yang menggunakan paradigma Likert dalam pembuatannya. Skala pertama untuk mengukur FOMO adalah Fear of missing out scale (FOMOS) yang disusun dan dikembangkan oleh Pryzbylski . Penelitian ini menggunakan adopsi skala baku yang mengacu pada dimensi Przybylski yang berjumlah 10 aitem dari dua dimensi yaitu kebutuhan relatedness dan self. Contoh aitem yang digunakan yaitu AuSaya khawatir orang lain memiliki pengalaman yang lebih berharga daripada sayaAy dan AuSaya merasa khawatir ketika saya tahu bahwa teman saya bersenang -senang tanpa sayaAy. Lima tanggapan pernyataan dibuat untuk setiap pernyataan: . sangat tidak sesuai, . sangat tidak sesuai, . kadang -kadang sesuai, . cukup sesuai, dan . sangat sesuai. Skala kedua untuk mengukur brodem proneness disini menggunakan a short boredom proneness scale (SBPS) yang dikembangkan oleh Vodanovich dan Kass . Penelitian ini menggunakan adopsi skala menggunakan teori aspek Vodanovich dan Kass yaitu eksternal stimulation dan internal stimulation berjumlah 8 aitem. Contoh aitem yang digunakan yaitu AuSaya melakukan sesuatu secara berulang dan monotonAy dan AuSaya tidak merasa termotivasi dengan sebagian besar hal yang saya lakukanAy. Lima tanggapan pernyataan dibuat untuk setiap pernyataan: . sangat tidak setuju, . tidak setuju, . netral, . sebagai setuju, . sangat setuju. Skala ketiga untuk mengukur perilaku phubbing yang dipakai disini adalah skala baku Generic Phubbing Scale (GPS) yang dikembangkan oleh Chotpitayasunondh dan Douglas . Penelitian ini menggunakan adopsi skala berdasarkan teori Chotpitayasunondh dan Douglas . yaitu nomophobia, konflik interpersonal, isolasi diri, dan pengakuan terhadap masalah yang berjumlah 15 aitem. Contoh aitem yang Page | 641 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA digunakan yaitu AuSaya merasa gelisah atau cemas jika jauh dari HP sayaAy dan AuSaya memperhatikan HP saya lebih lama dari niat awal sayaAy. Lima tanggapan pernyataan dibuat untuk setiap pernyataan: . tidak pernah, . jarang, . kadang-kadang, . sering, . sangat sering. Analisis Data Skala aitem pernyataan yang sudah tersusun akan dilakukan uji validitas dan realibilitas. Adapun uji analisis aitem atau uji coba dalam penelitian ini untuk melihat daya beda aitem maka penentunya dilihat dari nilai item rest corelation dengan menggunakan bantuan program SPSS version 25. 0 for windows. Menurut Azwar . aitem dikatakan jika nilai korelasi item-total terkoreksi lebih dari 0,3 . >0,. , maka mempunyai daya pembeda yang Uji reliabilitas menurut Azwar . reliabilitas f ungsi ukur skala diestimasi melalui koef isien reliabilitas . xx ). Azwar . berpendapat koef isien realibilitas dianggap memuaskan jika berada dikisaran . xx ) 0,90. Uji normalitas dan linearitas merupakan penilaian awal yang dilakukan dalam penelitian ini. Metode Kolmogorv-Smirnov untuk satu sampel digunakan dalam uji normalitas ini. Menggunakan program SPSS version 25. 0 for windows untuk mengujinya. Menurut Jelpa . suatu data dikatakan normal apabila hasil perhitungan menunjukan nilai p lebih dari 0,05 . >0,. Setelah uji normalitas dilakukan uji liniearitas, aturan atau kriteria yang digunakan untuk menentukan daya adalah nilai sig. deviation from linierity. Jika nilai sig lebih besar atau sama dengan 0,05 maka data tersebut linier. Hipotesis penelitian diuji menggunakan uji regresi linier berganda dengan uj i F simultan dan uji T parsial, dengan menggunakan program SPSS version 25. 0 for windows, peneliti dapat melakukan uji regresi linier b erganda. Menurut pedoman atau standarnya, terdapat hubungan antara variabel penelitian jika tingkat signif ikansi (P<0,. lebih kecil dari 0,05. Penelitian ini juga menguji koef isien determinasi dan sumbangan ef ektif nya. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum penyebaran data, dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Skala hasil expert judgment pada tiga skala terdiri dari 10 pada fear of missing out scale (FOMOS), 8 pada a short boredom proneness scale (SBPS), dan 15 pada generic phubbing scale (GPS). Setelah dilakukan penilaian oleh tiga panel ahli seluruh aitem yang ada dan hasilnya sudah ditabulasi dan diukur menggunakan rumus AikenAos V untuk setiap aitem dan dihasilkan seluruh data valid. Setelah itu dilakukan analisis aitem kepada 40 responden, dan didapatkan hasil seluruh aitem dinyatakan valid. Untuk fear of missing out scale validitas terendah pada butir 7 dengan nilai 0,366 dan validitas tertinggi pada butir 4 dengan nilai 0,732, kemudian untuk a short boredom scale validitas terendah pada butir 2 dengan nilai 0,353 dan validitas tertinggi pada butir 6 dengan nilai 0,712, selanjutnya untuk generic phubbing scale validitas terendah pada butir 13 dengan nilai 0,535 dan validitas tertinggi pada butir 11 dengan nilai 0,881. Hasil uji reliabilitas skala fear of missing out scale (FOMOS) dan a short boredom proneness scale (SBPS) masuk dalam kategori reliabel dengan nilai 0,895 dan 0,868, sedangkan untuk skala generic phubbing scale (GPS) masuk dalam kategori sangat reliabel dengan nilai 0,919. Dari hasil uji coba dengan mengukur uji validitas dan uji reliabilitas tersebut maka ketiga skala dalam penelitian ini layak untuk digunakan. Page | 642 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Berdasarkan hasil sebar data yang didapatkan dalam penelitian ini kepada Gen Z pengguna aktif social media yang berdomisili di Karawang terdiri total 208 orang dengan 64 laki-laki dan 144 perempuan dengan usia rata-rata 14-19 tahun . erjumlah 8 oran. , 20-24 tahun . erjumlah 145 oran. , 25-29 . erjumlah 55 oran. dengan rentang penggunaan social media perhari, 3 jam . erjumlah 47 orang ), 4-5 jam . erjumlah 88 oran. , 6-7 jam . erjumlah 35 oran. , >7 jam . erjumlah 38 oran. Tabel 1. Data Demograf i Demografi Jenis Kelamin Usia Penggunaan social media dalam sehari Kategori Laki-laki 30,80% Perempuan 69,20% 3,80% 69,70% 26,40% 3 jam 22,60% 4-5 jam 42,30% 6-7 jam 16,80% > 7 jam 18,30% Hasil uji normalitas pada skala fear of missing out scale (FOMOS), a short boredom proneness scale (SBPS) dan generic phubbing scale (GPS) menunjukan hasil Kolmogrov-Smirnov yaitu: Tabel 2. Uji Normalitas Fear of Missing Out Scale (FOMOS). A Short Boredom Proneness Scale (SBPS) dan Generic Phubbing Scale (GPS) One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Unstandardized Residual 200 c,d Dari temuan uji normalitas di atas dapat disimpulkan bahwa nilai signif ikansinya adalah 0,200 > 0,05. Dengan demikian, dapat dikatakan terdapat distribusi normal pada ketiga data tersebut. Dengan kata lain, data penelitian ini dapat digunakan dalam statistik Hasil pengujian linearitas pada penelitian ini dalam variabel FOMO dengan phubbing dan boredom proneness dengan phubbing, maka didapatkan hasil sebagai Page | 643 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Tabel 3. Uji Liniearitas Fear of missing out dengan Perilaku Phubbing PHUBBING * FOMO ANOVA Table Sum of Squares Between (Combine. Groups Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Mean Square Sig. Tabel 4. Uji Liniearitas Boredom Proneness dengan Perilaku Phubbing PHUBBING * BOREDOM ANOVA Table Sum of Squares Between (Combine. Groups Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Mean Square Sig. Variabel FOMO dengan perilaku phubbing pada pengguna social media Gen Z di Karawang memperoleh temuan yang signif ikan, sesuai dengan hasil uji linearitas di atas. Ditemukan hubungan yang linear antara FOMO dan boredom proneness dengan perilaku phubbing pada pengguna social media Gen Z di Karawang, yang ditunjukkan dengan nilai deviation from linearity variabel FOMO sebesar 0. 096 > 0. 05 dan nilai sig. proneness dengan perilaku phubbing sebesar 0. 157 > 0. Hasil analisis regresi linier berganda FOMO dan boredom proneness terhadap perilaku phubbing pada Gen Z pengguna social media di Karawang diperoleh hasil sebagai Tabel 5. Uji Regresi Linear Berganda (Uji T Parsia. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error (Constan. FOMO BOREDOM Dependent Variable: PHUBBING Beta Pearson Sig. Correlation . Sig. Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai signif ikansi variabel FOMO untuk hasil uji regresi berganda sebesar 0. 000 < 0. 05, sehingga dikatakan bahwa hipotesis dalam penelitian ini Ha1 diterima dan H01 ditolak yang berarti ada pengaruh positif FOMO terhadap perilaku phubbing pada Gen Z pengguna social media di Karawang, lalu pada variabel boredom proneness adalah 0. 000 < 0. 05 sehingga dikatakan bahwa hipotesis dalam penelitian ini Ha2 diterima dan H02 ditolak yang berarti ada pengaruh positif boredom proneness terhadap perilaku phubbing pada Gen Z pengguna social media di Karawang. Page | 644 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Pada penelitian ini FOMO memiliki skor beta sebesar 0. 403 dan koefisien korelasi 573 sehingga pengaruh FOMO terhadap perilaku phubbing memberikan kontribusi sumbangan 0. 403 x 0. 573 x 100% adalah 23. 1% dan boredom pronenes s memiliki skor beta sebesar 0. 364 dan koefisien korelasi sebesar 0. 552 sehingga pengaruh boredom proneness terhadap perilaku phubbing memberikan kontribusi sumbangan 0. 552 x 100% adalah 20. Tabel 6. Uji Regresi Linear Berganda (Uji F Simulta. ANOVAa Sum of Squares Regression Residual Total Dependent Variable: PHUBBING Predictors: (Constan. FOMO. BOREDOM Model Mean Square Sig. Hasil uji regresi berganda pada tabel di atas menunjukkan nilai signif ikansi sebesar 000 < 0. 05, yang mengindikasikan bahwa hipotesis Ha3 diterima dan hipotesis Ho3 ditolak dalam penelitian ini. Hal ini menunjukkan ada pengaruh positif FOMO dan boredom proneness terhadap perilaku phubbing pada Gen Z di Karawang. Berikut hasil yang diperoleh dengan menggunakan uji koef isien determinasi, yang digunakan untuk menilai pengaruh relatif dari FOMO dan boredom proneness terhadap perilaku phubbing: Tabel 7. Uji Koef isien Determinasi Model Summary Model R Square Predictors: (Constan. FOMO. BOREDOM Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Hasil uji determinasi menunjukkan R Square menampilkan nilai sebesar 0,432 atau 43,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa FOMO dan boredom proneness mempunyai besaran pengaruh sebesar 43,2% terhadap perilaku phubbing, sedangkan variabel lain mempunyai pengaruh sebesar 56,8%. Adapun uji data tambahan untuk melihat perbedaan perilaku phubbing dilihat dari data demograf i dengan menggunakan teknik uji statistik parametrik independent sample ttest dan one way anova. Tabel 8. Uji Data Tambahan Data Demografi Nilai sig. Jenis Kelamin Usia Penggunaan social media dalam sehari Berdasarkan tabel uji data tambahan pada data jenis kelamin memiliki nilai sig. >0. yang menyimpulkan tidak ada perbedaan perilaku phubbing dilihat berdasarkan jenis kelamin, sedangkan pada data usia dan penggunaan social media Page | 645 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA dalam sehari memiliki nilai sig. 010 dan 0. <0. yang menyimpulkan ada perbedaan perilaku phubbing dilihat berdasarkan usia dan penggunaan social media dalam sehari. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh FOMO dan boredom proneness terhadap perilaku phubbing Gen Z pengguna aktif social media di Karawang. Penelitian ini menunjukan FOMO memiliki pengaruh positif terhadap perilaku phubbing . 000 < 0. sehingga Ha1 diterima dan H01 ditolak. Hal ini pun membuktikan teori menurut Chotpitayasunondh dan Douglas . alam Mif tahun dkk. , 2. bahwa f aktor-f aktor yang memengaruhi terjadinya perilaku phubbing salah satunya adalah FOMO yang dicirikan sebagai kekhawatiran, ketakutan, dan kecemasan yang mungkin dimiliki orang sehubungan dengan interaksi, pengalaman, dan pembicaraan yang terjadi dalam jaringan sosial mereka yang lebih besar. Penelitian ini juga konsisten dengan penelitian lain mengenai topik perilaku phubbing dan rasa takut ketinggalan yang dilakukan Mei dkk. yang menemukan bahwa perilaku phubbing pada remaja pengguna social media seringkali dapat diprediksi oleh FOMO. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa remaja yang sering menggunakan media sosial secara signif ikan lebih mungkin terkena dampak positif dari FOMO, dengan korelasi yang lebih kuat antara FOMO dan phubbing di kalangan remaja tersebut. Sebaliknya, semakin kecil kemungkinan seorang remaja melakukan phubbing, semakin kecil FOMO. Hasil serupa bahwa boredom proneness berpengaruh terhadap perilaku phubbing . 000 < 0. sehingga Ha2 diterima dan H02 ditolak. Hal ini pun membuktikan teori Karadag . alam Zakyatul & Laurensius, 2. menjelaskan bahwa f aktor-f aktor yang memengaruhi perilaku phubbing yaitu boredom proneness dimana jika individu sangat rentan terhadap kebosanan, mungkin rentan terhadap phubbing karena individu mencari rangsangan dan hiburan yang lebih menarik di smartphone daripada dalam interaksi sosial di sekitar. Ketika seseorang merasa bosan, mereka mungkin merasa tidak tertarik dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Penelitian ini pun serupa dengan penelitian sebelumnya oleh Zakyatul . bahwa boredom proneness berpengaruh terhadap perilaku phubbing dimana jika boredom proneness individu meningkat maka akan kecenderungan perilaku phubbing juga akan meningkat begitupun sebaliknya. Adapun bahwa FOMO dan boredom proneness secara bersamaan memiliki pengaruh terhadap perilaku phubbing . 000 < 0. sehingga Ha3 diterima dan H03 Hal ini menunjukan adanya kebaruan penelitian dalam penelitian ini bahwa jika individu memiliki FOMO dan boredom proneness secara bersamaan yang tinggi maka individu juga memiliki perilaku phubbing yang tinggi. SIMPULAN Dapat disimpulkan berdasarkan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bahwa FOMO memiliki pengaruh positif terhadap perilaku phubbing, boredom proneness memiliki pengaruh positif terhadap perilaku phubbing, juga FOMO dan boredom proneness secara bersamaan memiliki pengaruh positif terhadap perilaku phubbing. Saran bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengingat bahwa keterbatasan masih ada dalam penelitian Adanya jumlah kesenjangan gender dalam penelitian ini dan rata-rata usia yang mendominasi namun belum menyeluruh. Diharapkan penelitian selanjutnya lebih menyeluruh dan respresentatif dalam mengumpulkan sampel. Selain itu diharapkan Page | 646 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA adanya pengembangan penelitian dengan meneliti variabel lain yang berpengaruh terhadap perilaku phubbing seperti kecanduan internet atau kontrol diri sehingga akan ada kebaruan penelitian dan hasil yang lebih kaya dan komprehensif . REFERENSI Abivian. Gambaran perilaku phubbing dan pengaruhnya terhadap remaja pada era society 5. Prophetic : Professional. Empathy. Islamic Counseling Journal, 5. , 155Ae164. http://syekhnurjati. id/jurnal/index. php/prophetic Alf aruqy. Generasi Z dan nilai-nilai yang dipersepsikan dari orangtuanya (Generation Z and the perceived values f rom the parent. Psyche , 4. , 85Ae95. http://journal. id/TIT Amiro. , & Laka. Pengaruh boredom proneness terhadap perilaku phubbing pada remaja di Desa Sekarmojo Kecamatan Purwosari Kab. Pasuruan. Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 1. , 1Ae17. Anastasha Istia. , & Sovitriana. Fear of missing out terhadap phubbing dengan social media addiction sebagai mediator di SMPK 3 Penabur Jakarta Pusat. Psikologi Kreatif Inovatif, 3. , 1Ae8. https://doi. org/10. 37817/psikologikreatif inovatif. Azwar. Metode penelitian psikologi (II ed. Pustaka Pelajar. Azwar. Konstruksi tes kemampuan kognitif. Pustaka Pelajar. Azwar. Metode penelitian psikologi edisi 3. Pustaka Pelajar. Basit. Purwanto. Kristian. Pratiwi. Krismira. Mardiana. , & Saputri. Teknologi komunikasi smartphone pada interaksi sosial. LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi, 10. , 1Ae12. https://doi. org/10. 30656/lontar. Fellina Wahyuni. Tuti Rahmi. NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Pengaruh f ear of missing out terhadap phubbing dengan adiksi smartphone sebagai variabel moderator. NUSANTARA: Jurnal Ilmu A, 10. , 2433Ae2443. http://jurnal. id/index. php/nusantara/article/view/12199http://jurnal. um tapsel. id/index. php/nusantara/article/download/12199/6979 Fitria. Setyaningsih. Puspasari. Yeni. Suarti. , & Rohmah. Pengaruh penarikan smartphone siswa terhadap nomophobia, kecemasan, dan Jurnal Keperawatan Jiwa, 10. , 865Ae874. https://jurnal. id/index. php/JKJ/article/view/10797/6615https://jurnal. id/index. php/JKJ/article/view/10797 Haf izah. Adriansyah. , & Permatasari. Kontrol diri dan komunikasi interpersonal terhadap perilaku phubbing Article Inf o ABSTRACT. Jurnal Imiah Psikologi Volume 9 No 3 | September 2021: 630-645. Volume 9 N. , 630Ae645. https://doi. org/10. 30872/psikoborneo Hura. Sitasari. , & Rozali. Pengaruh f ear of missing out terhadap perilaku phubbing pada remaja. Jurnal Psikologi: Media Ilmiah Psikologi, 19. , 34Ae Isrof in. Validasi Generic Scale of Phubbing (GSP) Versi Bahasa Indonesia dengan Rasch Model. Nusantara of Research : Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri, 7. , 9Ae18. https://doi. org/10. 29407/nor. Lv. , & Wang. The ef f ect of college studentsAo boredom proneness on phubbing: The chain-mediating ef f ects of f ear of missing out and online vigilance. Perspectives in Psychiatric Care, 2023. https://doi. org/10. 1155/2023/9713789 Page | 647 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Najah. Fadilah. Rachmi. , & Iskandar. Perilaku phone snubbing (Phubbin. pada Generasi X. Y, dan Z. Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah, 14. , 25Ae38. https://doi. org/10. 15294/intuisi. Oktorika. Pratikto. , & . Fear of missing out pada mahasiswa pengguna media sosial: Bagaimana peran dukungan sosial? JIWA: Jurnal Psikologi A, 000. , 7Ae16. https://jurnal. id/index. php/jiwa/article/view/9773https://jurnal. untag sby. id/index. php/jiwa/article/download/9773/6179 Periantalo. Penyusunan skala psikologi: asyik, mudah & bermanfaat . Pustaka