JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 225 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar Hubungan Gaya Belajar dengan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X MIA di SMA Negeri 2 Takalar Fifi Angrasari Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar. Makassar 90221 E-mail: fifiangrasari1303@gmail. Abstrak Ae Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto bersifat analisis korelasional dengan tujuan untuk mendeskripsikan tingkat gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik dan hasil belajar fisika yang dicapai peserta didik kelas X MIA di SMA Negeri 2 Takalar serta hubungan antara kedua variabel populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X MIA SMA Negeri 2 Takalar, dengan sampel Penentuan jumlah sampel penelitian berdasarkan teknik random sampling dan perhitungan sampel minimum menggunakan nomogram Harry King sebanyak 50 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial yang meliputi uji normalitas, uji linearitas dan uji korelasi product moment. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat gaya belajar peserta didik didominasi oleh gaya belajar visual,kemudian auditorial dan kinestetik, tingkat hasil belajar fisika peserta didik berada pada kategori rendah, dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara gaya belajar dengan hasil belajar fisika peserta didik kelas X MIA di SMA Negeri 2 Takalar. Kata kunci: Gaya Belajar. Hasil Belajar Fisika Abstract Ae This research is an ex-post facto research is a correlational analysis with the aim to describe the level of visual, auditorial and kinesthetic learning style and physics learning achievement achieved by X class MIA students in SMA Negeri 2 Takalar and the relationship between the two variables. population in this study is all class X MIA SMA Negeri 2 Takalar, with sample Determination of the number of research samples based on random sampling technique and the calculation of minimum samples using Harry King nomogram as much as 50 respondents. Teknik data analysis used is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis including normality test, linearity test and product moment correlation test. From the result of the research, it can be concluded that the level of learning style of learners is dominated by visual learning style, then auditorial and kinestetik, the level of physics learners learning outcomes are in low category, and there is a significant positive relationship between learning styles with physicslearning outcomes of students class X MIA in SMA Negeri 2 Takalar. Keywords: Learning Style,Physics Achivement Belajar fisika lebih memfokuskan pada fisika PENDAHULUAN sebagai produk, sebagai proses dan sebagai Mempelajari untuk memperoleh kompetensi yang berupa mengembangkan pemahaman konsep yang berkaitan dengan pengalaman sehari-hari. Fisika sebagai produk terdiri atas pengetahuan berupa konsep, fakta, hukum, prinsip serta teori gejala alam. Hal tersebut penting untuk dikuasai oleh peserta didik. Sehingga peserta didik diharapkan mampu JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 226 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Gaya dalam pemecahan masalah, pengembangan Faktor stuktural yang dimaksud ilmu pengetahuan dan teknologi. yaitu pendekatan belajar. Syarat yang dilakukan untuk mendapat Gaya belajar tidak hanya mempengaruhi pengetahuan mengenai penjelasan gejala- gejala alam merupakan fisika sebagai proses. Logika berpikir peserta didik tersusun dalam Ghufron & Risnawita, 2. gaya belajar memandang alam lingkungannya. Fisika mempengaruhi faktor kognitif,afektif dan sebagai sikap memiliki berbagai keyakinan fisiologis dalam penyajian beberapa tujuan yang harus dipertahankan ketika mencari pencapaian yang tetap mengenai seperti apa maupun mengembangkan pengetahuan baru. siswa merasa, berhubungan dengan lainnya Dengan cara tanggung jawab, rasa ingin tahu, serta bereaksi terhadap lingkungan belajar. disiplin, teliti serta tekun dan menerima Fakta Menurut Keefe . alam pendapat orang lain. Dengan kata lain hal khususnya di SMA 2 Takalar, bahwa tersebut merupakan sikap ilmiah. kebanyakan peserta didik tidak mengetahui Pengajaran fisika di sekolah perlu gaya belajar apa yang dominan pada dirinya. ditingkatkan agar hasil belajar yang diperoleh Padahal, gaya belajar adalah kunci dalam mengembangkan kinerja pada pekerjan maupun di sekolah. Pemahaman tentang gaya pembelajaran fisika di sekolah, pendidik belajar sangat penting karena akan berguna menjadi pusat informasi dan mendominasi sehari-hari. Pada Berdasarkan Negeri Berdasarkan pemaparan diatas, dapat Takalar, metode yang digunakan pendidik disimpulkan bahwa gaya belajar merupakan cara yang menunjukkan bagaimana individu memperoleh informasi, mengolah informasi SMA Sehingga rata-rata hasil belajar berkaitan dengan hal-hal yang menjadi pusat Oleh karena itu, gaya belajar menjadi salah satu penentu bagi guru dalam Salah satu faktor pendukung efektivitas menggunakan metode pembelajaran yang belajar adalah gaya belajar (Kolb dan Kolb Dengan penggunaan metode yang dalam Ghufron & Risnawati, 2. Satu tepat maka proses pembelajaran dikelas akan individu dengan individu yang lain akan Untuk mewujudkan hal tersebut, memiliki cara belajar yang berbeda-beda. JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 227 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 mengenai AuHubungan Gaya Belajar Dengan Seperti minat intelegensi, perhatian, bakat Hasil Belajar Fisika Peserta Didik SMA dan sebagainya. Setiap manusia memiliki Kelas XAy. cara tersendiri dalam mengusahakan proses belajar yang terjadi dalam dirinya. Individu II. LANDASAN TEORI yang satu dengan yang lain melakukan proses pembelajaran berbeda, dalam aspek kognitif. Hasil Belajar Fisika Menurut Winkel belajar merupakan proses dalam diri individu yang berinteraksi afektif, dan psikomotorik (Purwanto, 2016: Evaluasi adalah pemberian keputusan perubahan dalam perilakunya. Belajar adalah aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang tentang nilai sesuatu yang mungkin dilihat dari segi tujuan, gagasan, cara bekerja, . menghasilkan perubahan-perubahan dalam merupakan sebuah perilaku hubungan antara Menurut belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa Pada pandangan behavioristik, belajar Berdasarkan (Purwanto, 2016: . (Sudjana. Dahar diamati melalui kaitan antara stimulus dan respons menurut prinsip yang mekanistik. Bower & Hilgard mengemukakan dasar belajar adalah asosiasi antara impression . dengan implus to action . orongan untuk melakuka. Hal tersebut menjadi kuat atau lemah seiring munculnya kebiasaan (Purwanto, 2016: . Proses belajar merupakan proses yang unik dan kompleks. Keunikan itu disebabkan oleh hasil belajar yang terjadi pada individu yang belajar dan tidak ada pada orang lain. Perbedaan penampilan itu disebabkan karena individu mempunyai ciri yang berbeda-beda. belajar adalah proses perubahan tingkahlaku individu ketika berinteraksi dengan adanya stimulus maupun respon yang diterimanya. Gaya Belajar Penelitian mengenai metode mengajar yang paling sesuai ternyata hampir semua bergantung pada cara atau gaya siswa belajar, pribadinya serta kesanggupannya. Biasanya dicari metode mengajar yang paling sesuai dengan siswa Aurata-rataAy yang sebenarnya khayalan belaka (Nasution, 2. Belakangan ini muncul pemikiran baru memperhatikan gaya belajar atau Aulearning styleAy siswa, yaitu cara ia bereaksi dan menggunakan perangsang-perangsang yang diterimanya dalam proses belajar (Nasution, 2. JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 228 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Nasution . menjelaskan tak ada berulang-ulang. Gaya belajar kinestetik, satu metode yang sesuai bagi semua murid. gaya belajar ini mengandalkan aktivitas Ada yang lebih serasi belajar sendiri, ada belajarnya kepada gerakan. Para pelajar yang lebih senang mendengarkan penjelasan kinestetik suka belajar melalui gerakan, dan dan informasi dari guru melalui metode paling baik menghapal informasi dengan Untuk mempertinggi efektivitas mengasosiasi gerakan dengan setiap fakta. Mereka lebih suka duduk di lantai dan penelitian yang mendalam tentang gaya menyebarkan pekerjaan di sekeliling mereka, belajar siswa. Penelitian diadakan dalam tiga (Gunawan, 2. Hubungan belajar-mengajar siswa,. Gaya . Gaya Belajar Dengan Hasil Belajar stimulus, . Model belajar. Berdasarkan Gaya Tak ada satupun metode yang memiliki kesesuaian dengan semua peserta didik. menganai pengertian gaya belajar, maka penulis menyimpulkan bahwa gaya belajar belajarnya masing-masing. Ada yang serasi merupakan faktor-faktor pendukung dalam dengan belajar secara mandiri, ada yang lebih senang mendengarkan penjelasan dari guru menerima pembelajaran. dan ada yang lebih senang mempraktekan Tipe gaya belajar siswa secara umum secara langsung. Secara umum, hal-hal adalah sebagai berikut. Gaya belajar tersebut merupakan suatu modalitas belajar atau gaya belajar (Nasution, 2015:. aktivitas belajarnya kepada materi pelajaran Menurut kolb . alam Ghufron,2. yang dilihatnya. Pada gaya belajar visual ini bahwa gaya belajar adalah suatu metode yang yang memegang peranan penting dalam cara dimiliki peserta didik untuk mendapatkan Peta informasi atau pengetahuan baru, sehingga pikiran/konsep dapat menjadi alat yang bagus dalam prinsipnya gaya belajar adalah suatu bagi para pelajar visual karena mereka belajar bagian dari integral dalam jalur belajar aktif. terbaik saat mereka mulai dengan Aygambaran Menurut Hamzah Uno . alam keseluruhanAy, melakukan tinjauan umum Agustina, 2. bahwa apapun cara yang megenai bahan pelajaran. Gaya belajar auditorial, gaya belajar ini mengandalkan menunjukkan cara tercepat dan terbaik untuk aktivitas belajarnya kepada materi pelajaran yang didengarnya. Para pelajar auditori lebih informasi baru. Apabila kita dapat memahami suka merekam pada kaset daripada mencatat, perbedaan gaya belajar pada setiap orang, karena mereka suka mendengarkan informasi mungkin akan lebih mudah untuk memandu JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 229 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 seseorang dalam mendapatkan gaya belajar pembelajaran yang baik. proses pembelajaran yang sesuai dan memberikan hasil maksimal yang baik dapat berlangsung disebabkan bagi dirinya. Terdapat beberapa tipe gaya terjadinya kesesuaian antara gaya mengajar belajar yang dapat diperhatikan yaitu, gaya pendidik dengan gaya belajar peserta didik. belajar visual, gaya belajar auditorial, dan Hipotesis gaya belajar kinestetik. Hipotesis dari penelitian ini adalah Pemikiran Edgar Dale dalam kerucut terdapat hubungan positif antara gaya belajar pengalaman Dale, menyatakan hasil belajar yang dominan dengan hasil belajar fisika pengalaman langsung seseorang bahwa fakta peserta didik kelas X MIA. dikehidupan individu belajar melalui benda tiruan, sampai pada lambang verbal . Semakin penyampaian pesan tersebut semakin abstrak. Padahal proses pembelajaran tidak harus berasal dari pengalaman langsung, akan tetapi dimulai dari pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kelompok individu dengan mempertimbangkan keadaan Pengalaman i. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu ex-post facto. Istilah expost facto menunjukkan bahwa perubahan variabel bebas itu telah terjadi ( Intang S. Baso, 2. Lokasi penelitian di SMA Negeri 2 Takalar. Paradigma penelitian yang digunakan yaitu : memberikan informasi dan gagasan yang terkandung dalam pembelajaran. Hal tersebut . penciuman, dan peraba (Agustina, 2. Salah satu yang menjadi keberhasilan dalam proses pembelajaran yaitu hasil belajar Gambar 1. Paradigma Penelitian Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas X MIA SMA Negeri 2 Takalar yang berjumlah 140 peserta didik. Teknik kognitif peserta didik. semakin baik hasil digunakan pada penelitian ini yaitu simple belajar peserta didik maka keberhasilan random sampling. Penentuan jumlah sampel proses pembelajaran tersebut pun semakin penelitian berdasarkan perhitungan sampel minimum menggunakan nomogram Harry Berdasarkan penjelasan di atas, maka King. Terdapat dalam lampiran 8 halaman Berdasarkan nomogram Harry king hubungan gaya belajar dengan hasil belajar tersebut, untuk populasi 140 peserta didik saling berkaitan dimana keberhasilan hasil dengan mengambil tingkat kesalahan 10%, persentase populasi yang diambil sebagai JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 230 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 sampel yaitu 30% sehingga untuk jumlah Teknik sampel minimumnya adalah 42. Dalam digunakan adalah penyajian data berupa skor, penelitian ini, peneliti menggunakan sampel rata-rata, dan deviasi diatas sampel minimum yaitu 50 peserta Rumus Mean. ata-rat. Oc. yce ) ycUI = Oc ycn ycn . Untuk mengukur gaya belajar dan hasil yceycn StandarDeviasi belajar peserta didik menggunakan metode angket dan test. Metode angket ycu. Oc yceycUycn2 Oe(Oc yceycUycn )2 yc=Oo ycu. cuOe. Selanjutnya dilakukan uji Hipotesis pernyataan tertulis untuk memperoleh data penelitian, untuk menguji apakah hipotesis mengenai gaya belajar yang dimiliki peserta yang telah diajukan dapat diterima atau tidak. didik atau variabel X penelitian. Angket yang Untuk uji hipotesis uji korelasi pearson digunakan dalam penelitian ini merupakan product moment dengan rumus: angket langsung dan tertutup. Angket tertutup yc= merupakan angket yang memperbolehkan ycu. (Oc ycUycU)Oe(Oc ycU). (Oc ycU) . Oo. Oc ycU 2 Oe(Oc ycU)2 }. Oc ycU 2 Oe(Oc ycU)2 } jawaban pendek dengan menggunakan tanda Setelah semua data terkumpul, untuk silang (X) atau ceklis (O. pada alternatif mengetahui signifikasi kedua variabel, maka jawaban yang dipilih (Winarni dalam Fitria, dilakukan uji dengan rumus: Untuk ycEaycnycycycuyci = yc OoycuOe2 Oo1Oeyc 2 . peserta didik dapat dilihat dari angket yang telah diisi. Apabila skor jawaban peserta IV. HASIL DAN PEMBAHASAN didik lebih dominan ke pernyataan visual, maka peserta didik tersebut memiliki gaya belajar visual, dan seterusnya. Metode test digunakan untuk memperoleh data mengenai hasil belajar fisika peserta didik atau variabel Y penelitian. Hasil Penelitian Berdasarkan jawaban yang diberikan peserta didik, pada tingkatan peserta didik menggunakan gaya belajar visual, gaya kinestetikdapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Tingkat Frekuensi Peserta Didik Pada Tiap Dimensi Gaya Belajar No. Dimensi Gaya Belajar Frekuensi . Frekuensi (%) Visual Auditorial Kinestetik Jumlah JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 231 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 Berdasarkan tabel 1 maka, persentase frekuensi peserta didik untuk masing-masing dimensi gaya belajar dapat ditunjukkan dalam bentuk diagram batang berikut. Gambar 3. Diagram Batang Persentase Kategori Tingkat Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Dari Gambar 4 terlihat bahwa hasil belajar fisika peserta didik kelas X MIA di Gambar 2. Diagram Persentase Frekuensi Peserta Didik Pada Dimensi Gaya Belajar Berikut dikemukakan rangkuman dari analisis statistik deskriptif hasil belajar fisika. SMA Negeri 2 Takalar, tidak ada yang mencapai kategori tinggi maupun sangat tinggi kebanyakan berada pada kategori rendah kemudian sedang. Hasil Pengujian Hipotesis Dengan distribusi skor hasil belajar fisika Berdasarkan terhadap hasil penelitian ini. korelasi untuk gaya belajar visual sebesar r = Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengkategorian Skor Hasil Belajar Fisika Peserta Didik 0,4630. Untuk gaya belajar auditorial r = 0,6475. Dan untuk gaya belajar kinestetik r = 0,6227. Dengan tingkat signifikansi yang secara umum, nilai korelasi antara gaya belajar dengan hasil belajar fisika sebesar r = 0,5321. Karena nilai r yang diperoleh tidak sama dengan 0, maka Ha . da hubunga. diterima Dari Tabel 2 di atas, distribusi frekuensi dan Ho . idak ada hubunga. tingkat hasil belajar fisika peserta didik dapat ditunjukkan dalam diagram batang pada Gambar 3. Pembahasan Berdasarkan menunjukkan bahwa gaya belajar peserta didik kelas X MIA di SMA Negeri 2 Takalar berbeda-beda. Skor yang diperoleh peserta didik pada setiap dimensi gaya belajar JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 232 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 berbeda-beda, tersebut signifikan. Jadi, dapat disimpulkan belajar yang sama. Peserta didik yang terdapat hubungan positif yang signifikan menggunakan gaya belajar visual sebanyak antara gaya belajar dengan hasil belajar fisika 32 peserta didik dengan persentase 64% dari peserta didik kelas X MIA di SMA Negeri 2 50 peserta didik. Selanjutnya peserta didik Takalar. Koefisien determinansi . yakni dengan gaya belajar auditorial sebanyak 10 0,2831 menunjukkan kontribusi variabel gaya peserta didik dengan persentase 20% dan belajar terhadap variabel hasil belajar fisika peserta didik dengan gaya belajar kinestetik hanya sebesar 28,31% dan sisanya 71,69% sebanyak 8 peserta didik dengan persentase ditentukan oleh variabel lain yang tida Hal tersebut berarti peserta didik kelas X MIA di SMA Negeri 2 Takalar lebih Jika berdasarkan hasil analisis korelasi mendominasi gaya belajar visual dalam antara setiap dimensi gaya belajar dan hasil pembelajaran fisika. belajar fisika diperoleh tingkat korelasi dan Selanjutnya, dari hasil analisis deskriptif kontribusi yang berbeda-beda. Hal tersebut didapatkan pula hasil belajar fisika peserta dapat ditunjukan oleh koefisien korelasi . didik kelas X MIA di SMA Negeri 2 Takalar dan koefisien determinansi . Berdasarkan yaitu berada pada kategori rendah dengan hasil tersebut dapat dikemukakan bahwa nilai rata-rata sebesar 8,58. Hal tersebut ditunjukkan presentase yakni 66% peserta kinestetik lebih besar dibandingkan gaya didik berada pada kategori rendah, 34% berada pada kategori sedang dan tidak ada peserta didik yang berada pada kategori pendengarannya dimana dengan mendengar sangat rendah, tinggi dan sangat tinggi. Ciri Secara umum hasil yang diperoleh mengingatnya dibandingkan membaca atau berdasarkan analisis inferensial menunjukkan melihat sendiri. Kemudian ciri gaya belajar signifikan antara gaya belajar yang dominan melalui gerakan. Dalam fisika hal tersebut dengan hasil belajar fisika peserta didik kelas lebih mudah dilakukan seperti pada saat X MIA di SMA Negeri 2 Takalar. Adapun melakukan praktikum. Sehingga konstribusi koefisien korelasi adalah r = 0,5321. Yang dari kedua gaya belajar tersebut lebih besar berada pada kategori cukup. Berdasarkan uji dari gaya belajar visual. signifikansi yang dilakukan nilai t hitung Ou nilai t tabel, sehingga dapat dinyatakan bahwa hubungan antara kedua variabel JPF | Volume 6 | Nomor 2 | 233 p - ISSN: 2302-8939 e - ISSN: 2527-4015 memberikan bimbingan serta senantiasa PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan belajar fisika peserta didik kelas X MIA di menyelesaiakan soal-soal fisika. berhubungan dengan hasil belajar. UCAPAN TERIMA KASIH Ibu Dra. Hj. Rahmini Hustim. Pd. Ibu Dra. Hj. Aisyah Aziz. Pd dengan Serta SMA Negeri2 PUSTAKA