JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Volume: 6. Nomor 2, 2025. Hal: 20-26 Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Diinganka. Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Ki. Dengan Media Audiovisual Siti Kholifah1. Resti Utami1. Anisatus Syamsil Arifin1. Fatimah Azzahra1. Yuli Suci Andarini1. Anggih Nadiatul Jannal1. Kamilah Rachmadita1. Septia Widari1 Universitas Muhammadiyah Jember. sitikholifah@unmuhjember. Abstrak: Kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja perempuan berpotensi memicu tingginya angka aborsi, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta stunting. Meningkatnya kasus KTD pada remaja dapat menyebabkan bencana non alam berupa tingginya AKI. AKB, dan stunting di Indonesia. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat besarnya populasi remaja di Indonesia. Faktor penyebab KTD Copyright: A 2025 by the authors. Submitted meliputi usia, pendidikan, status ekonomi keluarga, pengetahuan alat for possible open access publication under the kontrasepsi, pengaruh teman sebaya, dan pengetahuan kesehatan reproterms and conditions of the Creative Commons Upaya prevensi KTD memerlukan peran aktif tenaga kesehatan. Attribution (CC BY) khususnya perawat, dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi di . ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). berbagai setting. Penggunaan media audiovisual dalam edukasi terbukti meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terkait kesehatan reproduksi. Salah satu lokasi pengabdian adalah SMK 3 Muhammadiyah Ambulu di Jember, yang belum pernah mendapatkan edukasi KTD berbasis audiovisual. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dengan media audiovisual belum pernah Oleh karena itu, intervensi melalui KIE dengan media audiovisual diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap pencegahan KTD. Adapun metode yang telah dilakukan adalah KIE dengan media audiovisual, pemberdayaan mitra, dan keberlanjutan program, antara lain: . tahap persiapan. tahap pelaksanaan edukasi . Tahap evaluasi pelaksanaan edukasi . Tahap Tindak lanjur dan rekomendasi. Hasil edukasi PPAM adalah adanya peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan dan sikap remaja tentang KTD. Hendaknya peran serta dinas terkait, perangkat desa, tokoh Masyarakat dan utamanya orang tua dioptimalkan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan bencana non alam berupa KTD. *Correspondensi: Siti Kholifah Email: sitikholifah@unmuhjember. Keywords: Prevensi. Bencana Non Alam. KTD (Kehamilan Tidak Diinganka. Remaja. Komunikasi Informasi Edukasi (KIE). Media Audiovisual Abstract: Unintended pregnancy (KTD) among adolescent girls has the potential to trigger high rates of abortion, maternal mortality (AKI), infant mortality (AKB), and stunting. The increasing cases of KTD among adolescents can lead to non-natural disasters in the form of high AKI. AKB, and stunting in Indonesia. This condition is of serious concern given the large adolescent population in Indonesia. Factors contributing to KTD include age, education, family economic status, knowledge of contraceptive methods, peer influence, and reproductive health knowledge. Efforts to prevent KTD require the active role of health workers, especially nurses, in providing reproductive health education across various settings. The use of audiovisual media in education has been proven to enhance adolescents' knowledge and attitudes regarding reproductive health. One community service location is SMK 3 Muhammadiyah Ambulu in Jember, which has never received audiovisual-based KTD education. Based on interviews with the school principal. Communication. Information, and Education (KIE) activities using audiovisual media have never been Therefore, intervention through KIE with audiovisual media is expected to increase adolescents' understanding and awareness of KTD prevention. The methods carried out include the application of PPAM education, partner empowerment, and program sustainability, consisting of: . preparation phase. socialization phase. education implementation phase. education evaluation phase. follow-up and recommendation phase. The results of PPAM education showed a significant increase in adolescents' knowledge and attitudes about KTD. The inhttp://jurnal. id/index. php/jiwakerta JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Volume: 6. Nomor 2, 2025 21 of 26 volvement of related agencies, village apparatus, community leaders, and especially parents should be optimized to raise adolescents' awareness of non-natural disasters in the form of KTD. Keywords: Prevention. Non-Natural Disaster. Unintended Pregnancy (KTD). Adolescents. Communication. Information, and Education (KIE). Audiovisual Media. Pendahuluan Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja perempuan bisa menjadi pemicu tingginya aborsi angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) juga terjadinya stunting. Meningkatnya kejadian KTD pada remaja bisa memicu terjadinya bencana non alam yang AKI. AKB dan stunting di Indonesia. Kondisi remaja tersebut sangat memprihatinkan untuk masa depan dimana jumlah remaja yang cukup besar dalam populasi penduduk Indonesia. Berdasarkan data WHO bahwa jumlah remaja di dunia setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, dalam rentang waktu mulai tahun 2015 hingga 2021 jumlah remaja tertinggi berada di negara India, kemudian peringkat kedua China, ketiga Nigeria dan Indonesia menempati urutan ke empat (WHO, 2. Data sensus penduduk Indonesia tahun 2023 Jumlah remaja . sia 10 Ae 24 tahu. sebesar 66 juta jiwa atau sebesar 24% dari total penduduk Indonesia (BPS Indonesia, 2. Data BKKBN tahun 2021 menunjukkan bahwa dari jumlah penduduk remaja di Indonesia usia . -19 tahu. terdapat 19,6% kasus kehamilan tidak diinginkan dan sekitar 20% kasus aborsi di Indonesia yang dilakukan oleh remaja (BKKBN, 2. Beberapa faktor yang berhubungan dengan perilaku tersebut yaitu usia, pendidikan, status pekerjaan, status ekonomi keluarga, pendidikan orang tua, pengetahuan alat kontrasepsi, sikap, gaya berpacaran, pengaruh teman sebaya dan pengetahuan kesehatan reproduksi (Pidah et al. , 2. Beragamnya faktor yang menjadi penyebab terjadinya KTD pada remaja tentunya menjadi tantangan bagi perawat sebagai tenaga kesehatan dalam menjalankan perannya. Peran perawat dalam mencegah terjadinya perilaku seksual berisiko pada remaja menurut penelitian (Pavelovy et al. , 2. yaitu memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi di berbagai setting tempat, termasuk di komunitas, pelayanan kesehatan dan sekolah. Pemberian edukasi kesehatan kepada remaja dapat meningkatkan pengetahuan dan keyakinan diri terkait kesehatan reproduksi (Kholifah & Utami, 2. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi virtual terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pelaksanaan PPAM Kesehatan reproduksi remaja pada situasi kesiapsiagaan bencana (Kholifah et al. , 2. Semakin banyaknya informasi yang dimiliki remaja secara perlahan akan berdampak pada perubahan sikapnya, masing-masing metode dan media mempunyai kelebihan dan memberikan dampak yang berbeda-beda (Sari, 2. Penggunaan audiovisual untuk mendukung proses belajar dan menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik meningkat setelah menggunakan media audiovisual (Suing et al. , 2. Pemberian edukasi kepada remaja selain dapat meningkatkan pengetahuan juga dapat mempengaruhi sikap remaja. Intervensi yang memberikan KIE yang dirancang dapat meningkatkan sikap remaja dalam mencegah KTD (Mohamed et al. Perlu upaya prevensi bencana non alam KTD (Kehamilan Tidak Diinganka. pada remaja melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dengan media audiovisual. JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Volume: 6. Nomor 2, 2025 22 of 26 Salah satu sekolah menengah kejuruan yang ada di Jember adalah SMK 3 Muhammadiyah Ambulu. SMK Muhammadiyah 3 Ambulu-Jember ini dahulu bernama SMEA Muhammadiyah 1 Ambulu, berdiri pada tanggal 9 Februari 1987 Nomor: 365/ 34. B-87 dan diganti serta diperbaharui piagam tanda bukti pendirian Sekolah Nomor: 1018/ 34. U/1989 atas prakarsa Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ambulu, dan sekolah ini adalah sekolah lanjutan tingkat atas dengan masa belajar selama 3 tahun. Seluruh siswa dan siswi SMK 3 Muhammadiyah ini merupakan remaja awal hingga pertengahan yang secara lokasi berada di selatan kota Jember dan belum pernah mendapatkan edukasi KTD dengan media audiovisual. Hasil wawancara dengan kepala sekolah didapatkan data belum pernah ada kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dengan media audiovisual, sementara SMK memiliki jumlah siswa siswa kelas X 105. XI 97 siswa dan kelas XII sebanyak 119 siswa. Metode Pengabdian dilakukan mulai dari tanggal 12- 15 Maret 2025 di SMK 3 Muhammadiyah Ambulu. Jarak lokasi pengabdian dengan Perguruan Tinggi adalah 30 km. Transportasi yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun mobil penumpang umum dilanjutkan dengan ojek tradisional maupun ojek online. Mitra SMK Muhammadiyah 3 Ambulu-Jember ini dahulu bernama SMEA Muhammadiyah 1 Ambulu, berdiri pada tanggal 9 Februari 1987 Nomor: 365/ 34. B-87 dan diganti serta diperbaharui piagam tanda bukti pendirian Sekolah Nomor: 1018/ 34. U/1989 atas prakarsa Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ambulu, dan sekolah ini adalah sekolah lanjutan tingkat atas dengan masa belajar selama 3 tahun. Adapun metode pengabdian yang dilakukan adalah Pihak yang terlibat dalam kegiatan PKM ini antara lain: antara lain: . tahap persiapan. tahap sosialisasi. tahap pelaksanaan edukasi . Tahap evaluasi pelaksanaan edukasi . Tahap Tindak lanjur dan rekomendasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil dan Pembahasan Kegiatan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja telah dilaksanakan dengan lancar sesuai jadwal. Jumlah peserta 105 siswa. Tahap persiapan didahului dengan koordinasi dengan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan terkait waktu dan tempat pelaksanaan serta berapa siswa yang dilibatkan. Adapun data desktiptif peserta edukasi ini adalah: Tabel 1. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Peserta Edukasi Kesehatan Reproduksi Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%) Laki-laki Perempuan Total Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa peserta edukasi sebagian besar adalah remaja laki-laki. JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Volume: 6. Nomor 2, 2025 23 of 26 Tabel 2. Distribusi Frekuensi Usia Peserta Edukasi Kesehatan Reproduksi Rentang Usia . Jumlah Persentase (%) Total Tabel 2 menunjukkan bahwa rentang usia peserta edukasi terbanyak adalah rentang 15-17 tahun, dimana usia tersebut termasuk dalam klasifikasi usia remaja pertengahan. Kegiatan edukasi edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja dilaksanakan di Aula SMK Muhammadiyah 3 Ambulu dengan pemateri dari tim pengusul yaitu Ns. Siti Kholifah. Kep. Kep. Kegiatan ini melibatkan 105 siswa dan dilaksanakan secara luring. Sebelum kegiatan edukasi dimulai, terlebih dahulu siswa diberikan kuisioner pre test untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan sikap remaja tentang KTD. Materi yang disampaikan yaitu tentang kesehatan reproduksi meliputi materi pengertian KTD. Penyebab. Dampak, dan Pencegahan KTD. Materi dan tanya jawab terlaksana selama 45 menit. Selama materi dan tanya jawab berlangsung semua peserta antusias dan aktif terbukti saat sesi tanya jawab peserta aktif dalam bertanya. Metode ini digunakan supaya siswa bisa berperan aktif dalam proses edukasi sehingga hasil dari edukasi lebih efektif, peserta sangat antusias dan aktif dalam berdiskusi. Setelah rangkaian kegiatan KIE dilaksanakan pengusul melakukan post test dengan kuisioner yang sama dan sasaran yang sama. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan KTD. Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap pada remaja setelah dilakukan edukasi dengan menggunakan media audiovisual, hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil post test. Tabel 3. Hasil Pre Test dan Post Test Pengetahuan Pra Edukasi Pengetahuan Frekuensi Pasca Edukasi Persentase Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) (%) Baik Baik Cukup Cukup Kurang Kurang Tabel 4. Hasil Pre Test dan Post Test Sikap Pra Edukasi Sikap Pasca Edukasi Frekuensi Persentase (%) Sikap Frekuensi Persentase (%) JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Volume: 6. Nomor 2, 2025 24 of 26 Baik Baik Cukup Cukup Kurang Kurang Hasil pre test yang telah dilakukan mendapatkan bahwa pengetahuan remaja masih minim tentang KTD dengan memiliki pengetahuan baik hanya 6,6% begitu juga sikap remaja yang menunjukkan hasil baik hanya 3,9 %. Setelah dilakukan pre test maka dilanjutkan KIE dengan media audiovisual tentang KTD. Edukasi ini menjelaskan tentang pengertian KTD. Penyebab. Dampak, dan Pencegahan KTD. Kegiatan pasca KIE adalah pemberian post test untuk peserta. Hasil post test yang diperoleh menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan sikap peserta yang signifikan tentang KTD Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mencegah Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) pada remaja melalui Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan media audiovisual dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 3 Ambulu. Jember. Kegiatan ini melibatkan 105 siswa yang mayoritas berada dalam rentang usia remaja pertengahan . -17 tahu. Tahap Persiapan Kegiatan diawali dengan tahap persiapan berupa koordinasi dengan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan untuk menentukan waktu, tempat pelaksanaan, dan jumlah siswa yang akan dilibatkan. Pelaksanaan Edukasi Edukasi dilakukan secara luring di Aula SMK Muhammadiyah 3 Ambulu, dipandu oleh pemateri dari tim pengusul, yaitu Ns. Siti Kholifah. Kep. Kep. Materi yang diberikan mencakup pengertian KTD, penyebab, dampak, dan pencegahan KTD. Sebelum kegiatan edukasi, dilakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan dan sikap awal peserta tentang KTD. Sesi edukasi dilaksanakan selama 45 menit dengan metode ceramah dan tanya jawab. Partisipasi aktif terlihat saat sesi diskusi, di mana peserta menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Evaluasi Hasil Edukasi Setelah edukasi, dilakukan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan sikap peserta. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki pengetahuan dan sikap yang kurang mengenai KTD. Setelah diberikan edukasi dengan media audiovisual, terdapat peningkatan signifikan baik dalam aspek pengetahuan maupun sikap. Hal ini sejalan dengan teori dari Kholifah & Utami . yang menyatakan bahwa pemberian edukasi kesehatan kepada remaja dapat meningkatkan pengetahuan dan keyakinan diri terkait kesehatan reproduksi. Media audiovisual dipilih karena efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik (Suing et al. , 2. Pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja telah diakui secara luas, terutama dalam mencegah kehamilan tidak diinginkan (KTD). Pendekatan Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) menggunakan media audiovisual telah terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Volume: 6. Nomor 2, 2025 25 of 26 terkait kesehatan reproduksi. Penelitian ini melibatkan 105 siswa SMK Muhammadiyah 3 Ambulu, dengan mayoritas peserta berusia 15-17 tahun . ,2%) dan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki . ,5%). Penggunaan media audiovisual dalam edukasi kesehatan reproduksi telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Sebuah penelitian menemukan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi dengan media video lebih efektif dalam meningkatkan skor pengetahuan dan sikap dibandingkan dengan media booklet. Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan reproduksi melalui audio visual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Sebelum pelaksanaan KIE, pengetahuan remaja tentang KTD tergolong rendah, dengan hanya 6,6% peserta memiliki pengetahuan baik, dan sikap baik hanya ditunjukkan oleh 3,9% peserta. Setelah intervensi KIE menggunakan media audiovisual, terjadi peningkatan signifikan, di mana 70,6% peserta memiliki pengetahuan baik dan 24% menunjukkan sikap baik terkait pencegahan KTD. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa pendidikan kesehatan dengan media audiovisual dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan masalah kesehatan reproduksi. Metode edukasi yang melibatkan peran aktif peserta, seperti sesi tanya jawab dan diskusi, dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dalam kegiatan ini, peserta menunjukkan antusiasme dan keaktifan selama sesi tanya jawab, yang berkontribusi pada peningkatan pemahaman mereka tentang materi yang Pendekatan partisipatif ini penting dalam memastikan bahwa informasi yang diberikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh remaja. Simpulan Intervensi edukasi melalui KIE dengan media audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan KTD. Peran aktif dari pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat penting untuk mendukung upaya pencegahan KTD di kalangan remaja. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mengoptimalkan upaya edukasi dan pencegahan, sehingga remaja memiliki pemahaman yang lebih baik dan mampu mengambil keputusan yang sehat terkait kesehatan reproduksi mereka. Ucapan Terima Kasih Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai Penyandang Dana Kegiatan Kepala Sekolah SMK 3 Muhammadiyah Ambulu beserta jajarannya yang telah berkenan memberikan dukungan dalam kegiatan pengabdian. JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Volume: 6. Nomor 2, 2025 26 of 26 DAFTAR PUSTAKA