JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. No. Februari 2022, pp. A 186 Program Kegiatan Pendampingan belajar dan Peningkatkan kreativitas siswa melalui Pengelolaan Limbah Plastik Learning mentoring and Increasing studentsAo Creativity Programs through the Plastic Waste Management Nur Khalimah1. Ubaedillah2 Program Studi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Indonesia e-mail: 1nurkhalimahrahma@gmail. com, 2ubaedillah2@gmail. Abstrak Bidang yang paling terpenting dalam hidup manusia ialah Pendidikan. pendidikan sudah ditetapkan pada masa dulu hingga sekarang yang menjadi salah satu kewajiban yang harus dikembangkan terus menerus oleh setiap manusia,khususnya untuk pendidik dan peserta pada masa pandemi saat ini tingkat pendidikan sangat rendah salah satunya pembelajaran disekolah. rendahnya juga semangat untuk peserta didik dalam membaca begitupun dengan belajar dan beradaptasi dilingkungan sekitar. sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kuliah kerja nyata menjalankan program kegiatan pendampingan belajar ini yaitu untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Masyarakat. pendampingan belajar ini dilaksanakan di taman baca Dusun Sipugur Desa Banjaratma yang diikuti oleh kelas rendah dan kelas atas. pada kegiatan ini bukan hanya pendampingan belajar saja tetapi juga menerapkan literasi membaca lima menit dan meningkatkan kreatifitas siswa dalam pengelolaan limbah plastik yang akan menjadikan nilai seni untuk menjadi hasil karya seni hiasan dinding yang nantinya akan mengurangi limbah rumah tangga dan akan meningkatkan keindahan lingkungan. dalam kegiatan ini diharapkan siswa dapat menambah motivasi dalam meningkatkan pengetahuan pada saat pandemi ini. hasil kegiatan pendampingan belajar yang telah dilaksanakan ini adalah siswa senang dan tumbuh semangat belajar, selain itu anak-anak dan orang tua mengharapkan pengabdian ini akan terus berkelanjutan seterusnya karena memiliki respon yang sangat positif dilingkungan tersebut. pada kegiatan ini juga dilakukan dalam tahap persiapan,tahap pelaksanaan,dan tahap evaluasi. Kata kunciAiPendampingan. Kreatifitas. Limbah Abstract The most important field in human life is Education. Education has been established in the past until now which is one of the obligations that must be developed continuously by every human being, especially for educators and learners. At the current pandemic the level of education is very low, one of which is learning in school. ian real work college students run this learning mentoring program that is to run Tri Dharma Higher Education in the Community. This learning assistance is carried out in the reading park of Sipugur Village Banjaratma Village which is followed by low and upper classes. In this activity not only learning assistance but also applying five-minute reading literacy and increasing students' creativity in plastic waste management that will make art value to become the work of wall hanging art that will later reduce household waste and will improve the beauty of the environment. In this activity, it is expected that students can add motivation in increasing knowledge at the time of this pandemic. The result of learning assistance activities that have been carried out is students happy and growing the spirit of learning, in addition children and parents expect this devotion will continue to be sustainable onwards because it has a very positive response in the environment. Submitted: Januari 2022. Accepted: Februari 2022. Published: Februari 2022 ISSN 2746-6345 . edia onlin. ISSN 2746-6345 . edia onlin. KeywordsAiMentoring. Creativity. Waste PENDAHULUAN Belajar merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh para pembelajar. Kegiatan ini ditujukan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan oleh orang tersebut. Berdasarkan kaidahnya, pengalaman-penalaman yang didapatkan oleh seseorang ketika belajar baik di jenjang pendidikan formal maupun non-formal aknlahsangat menguntungkan untuk kehidupannya di kemudian (Palittin dkk. , 2. Di era pendemi saat ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya ilmu yang didapat dari suatu pendidikan sangatlah menurun. Banyak diantaranya orang tua, siswa, masyarakat umum, tenaga pendidik, guru, maupun relawan pendidik yang mengalami polemik ini. Sehingga berapa orang yang melek akan pendidikan berupaya untuk mengatasi persoalan tersebut. Hal ini dibutuhkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa pandemi ini melalui kegiatan pendidikan dan dukungan berupa bimbingan belajar di masyarakat. Pendidikan mempunyai tujuan untuk mengarahkan masyarakat menjadi masyarakat yang mandiri, mampu berdaya, mengelola ekonomi, dan meningkatkan produktifitasnya dalam bidang yang diminatinya (Ubaedillah dkk. , 2. Sehingga nantinya, dalam proses belajar ini siswa diharapkan dapat mengatasi kesulitan yang dialaminya, seperti kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang nantinya proses nalar dalam menyelesaikan persoalan ini dapat di implementasikan ke kehidupan sehari-hari. Kegiatan membaca bukanlah hanya sekedar kegiatan menangkap kata-kata yang terdapat dalam suatu kalimat ataupun paragraf. Namun, kegiatan membaca adalah kegiatan seseorang yang dilakukan secara sadar untuk memahami informasi dari kalimat atau paragraf yang telah dibacanya (Pradana, 2. Maka dari itu penulis melaksanakan program literasi membaca dengan mengajak siswa untuk membaca buku lima menit sebelum memulai pembelajaran agar siswa bisa terbiasa membaca dan lebih bertambah pengetahuan. Permasalahan yang dihadapi oleh penulis dalammelaksankan program pengabdian ini adalah rendahnya pemahaman materi siswa terhadap suatu peljaran yang telah diajarkan oleh Untuk itu, peneliti berupaya untuk mencoba mengulang kembali materi yang telah diajakan oleh guru guna untuk menguatkan pemahaman materi kepada siswa. Selain itu, peneliti juga berupaya untuk mendampingi siswa untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru agar pada saat pembelajaran di sekolah dimulai siswa sudah lebih memahami pelajaran Begitu juga dengan permasalahan sampah atau yang disebut dengan limbah. Limbah plastik yang semakin bertambah setiap harinya pada umumnya masyarakat memilih untuk membuangnya di tempat pembuangan akhir (TPA), dibakar, atau dibuang ke aliran sungai. Jarang dari beberapa warga yang mencoba untuk mengolah limbah tersebut menjadi barangbarang yang layak (Yana & Badaruddin, 2. Oleh karena itu melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, penulis mengajak siswa untuk bisa memanfaatkan limbah plastik dengan baik seperti gelas plastik, botol plastik, ataupun sampah plastik. Program kerja ini dilakukan untuk membantu anak-anak sekolah untuk belajar bersama, yang difokuskan untuk mendalami dan memahami materi pelajaran yang sulit untuk dimengerti oleh siswa selama sistem pembelajaran daring. Selain itu sebagai upaya untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, melalui program ini peneliti sebagai mahasiswa berharap dapat memberikan ilmu yang dimilikinya sebagai bentuk kontribusi dalam bidang pendidikan yang ditujukan untuk memajukan dan menambah keilmuan di dunia Selain itu, melalui program ini kami berharap akan mendapatkan wawasan yang lebih luas sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesejahteran pendidikan di Solusi Pada pendampingan belajar ini yaitu penulis juga mengajak siswa agar bisa meningkatkan kreativitas yang siswa miliki dengan membuat limbah plastik menjadi niai seni (Santoso dkk. , 2. Sampah plastik adalah jenis sampah yang mudah untuk di olah kembali Program Kegiatan Pendampingan belajar dan Peningkatkan kreativitas siswa melalui Pengelolaan Limbah Plastik (Nur Khalimah1. Ubaedillah. ISSN 2746-6345 . edia onlin. untuk menjadi benda yang lebih bermanfaat. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah dengan mendaur ulang sampah plastik ini. Kegiatan ini merupakanaktifitas yang positif sebagai bentuk dari kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan. Menurut Teori yang digunakan oleh Van Hoose dalam Sulasmi . menyatakan bahwa layanan bimbingan belajar adalah. ) Usaha yang didasarkan pada keyakinan seseorang akan hal baik yang terdapat dalam diri setiap manusia. Mereka memiliki potensi diri yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran guna dapat untuk membantu dan meningkatkan potensinya. ) Usaha yang didasarkan pada ide bahwa setiap anak itu unik dan berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. ) Usaha yang diupayakan untuk membantu anak-anak dalam melalui masa pertumbuhannya agar menjadi pribadi yang sehat. ) Usaha yang dilakukan untuk membantu mewujudkan harapan yang diinginkan oleh Aspek penting yang ingin dicapai dalam program kerja ini adalah, terselesaikannya permasalahan yang dihadapi oleh siswa mengenai kurangnya minat membaca dan rasa keingintahuan terhadap apa yang telah dipelajari dimasa pandemi saat ini. Membangun kedekatan antara tenaga pengajar dengan siswa untuk menciptakan pendampingan belajar yang lebih efektif. Oleh karena itu penulis melaksanakan program bimbingan belajar ini agar siswa dapat menambah motivasi dalam belajar terutama dalam membaca dan dalam proses pendampingan ini siswa merespon dengan sifat yang relatif dan positif . METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan di taman baca yang bertempat di dusun Sipugur desa Banjaratma, kecamatan Bulakamba, kabupaten Brebes. Indikator yang dapat menyatakan suatu taman baca dinyakatakan ideal adalah dengan melihat sarana dan prasarananya seperti memiliki koleksi buku-buku yang dijadikan sebagai perpustakaan, pelayanan yang baik, tenaga yang pengelola, dan pihak penyelenggara yang memiliki kualifikasi standar tertentu (Suwanto, 2. Kegiatan pendampingan ini hanya dilakukan selama 3 hari. Sasaran pengabdian ini yaitu siswa sekolah dasar dilingkungan Dusun Sipugur . Pendampingan belajar ini diikuti oleh siswa kelas rendah dan kelas atas namun peserta yang mengikuti pendampingan belajar ini jumlahnya tidak Kisaran jumlah siswa yang mengikuti pendampingan belajar yaitu berjumlah 11 Mekanisme pelaksanaan kegiatan pendampingan belajar ini yaitu: Tahap persiapan adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan sebelum pelaksanaan pengumpulan dan pengolahaan data. Tahap ini ditujukan untuk keefektifitasan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan dengan melakukan persiapan dalam perencanaan yang matang. Tahap pelaksanaan adalah kegiatan yang langsung ditujukan ke lapangan guna untuk mendapatkan hasil dari permasalahan yang dicari. Kegiatan ini didasarkan dari rancangan yang sudah disusun secara terperinci dan matang. Tahap evaluasi adalah proses identifikasi dari data-data yang telah dikumpulkan untuk mengukur atau menilai suatu program terlaksana dengan baik sesuai perencanaan dan mencapai tujuan atau tidak. Pada program ini juga menerapkan literasi membaca. Siswa diminta untuk membaca ulang pelajaran yang telah didipelajari disekolah dan menuntun siswa tersebut dalam mengerjakan tugas dari sekolah. Belajar dari rumah didasarkan pada premis bahwa siswa memiliki akses tak terbatas ke materi pembelajaran dan alat-alat terlepas dari waktu atau tempat (Ubaedillah dkk. , 2. Karena pada masa ini siswa memiliki penurunan dan tingkat semangat JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS: 186 Ae 191 ISSN 2746-6345 . edia onlin. yang rendah dalam pengetahuan. oleh sebab itu penulis juga memberikan sedikit motivasi siswa di akhir pembelajaran dengan memberikan rewad/hadiah dengan mengajak belajar sambil HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari program kerja ini adalah kegiatan pendampingan belajar dan peningkatkan kreativitas siswa melalui pengelolaan limbah plastik yang dilaksanakan ditaman baca yang bertempat di dusun Sipugur desa Banjaratma. Selain pendampingan belajar disini penulis juga melatih kreativitas siswa dalam pengelolaan limbah plastik menjadi nilai seni. Manfaat dari pemanfaatan limbah plastik ini adalah dapat meningkatkan kreativitas warga desa Banjaratma dari barang-barang yang tidak terpakai, khushsnya limbah sampah plastik. Produk yang dihasilkan memiliki nilai seni dan nilai jual sesuai dengan hasil kreasi yang didapat. Selain itu pemanfaatan limbah plastik ini juga dapat dijadikan sebagai solusi alternatif untuk mengatasi pencemaran lingkungan akibat menimbunnya sampah warga di lingkungan desa Banjaratma. Produk yang dihasilkan adalah tirai bunga yang memanfaatkan sampah gelas plastik, proses tahapannya adalah sebagai berikut : Bahan dan alat yang dibutuhkan: gelas plastik bekas Cara membuat Tirai bunga berbahan gelas plastik bekas Tahap pertama yaitu cuci gelas plastik bekas dengan bersih Langkah ke dua, memisahkan lingkaran/ring gelas plastik menggunakan gunting/cutter Langkah ke tiga, membuang atau merapikan sisa-sisa potongan plastik yang menempel disamping ring . ukan pada ringny. Langkah keempat, menandai gelas menjadi 8 sisi dengan ukuran sama. Pada proses ini upayakan untuk melipat terlebih dahulu gelas untuk mengira-ngiranya. Langkah kelima, memotong gelas sesuai dengan tanda yang telah dibuat pada langkah Langkah keenam, lipat bagian kanan dan kiri masing-masing 3 sisi, lalu straples ditengah-tengah . eperti bentuk bung. Langkah ketujuh, sisakan satu lipatan agar dapat bisa menggabungkan ring dan setelah itu distraples . Langkah kedelapan, melanjutkan dengan gelas berikutnya berbentuk bunga hingga membentuk tirai sesuai dengan panjang yang diinginkan. Adanya dilaksanakan pengabdian ini yaitu untuk memberikan semangat untuk siswa dan untuk menambah pengetahuan yang lebih dalam memahami pelajaran yang telah diberikan disekolah. Program Kegiatan Pendampingan belajar dan Peningkatkan kreativitas siswa melalui Pengelolaan Limbah Plastik (Nur Khalimah1. Ubaedillah. ISSN 2746-6345 . edia onlin. Spears mengemukakan pendapatnya bahwa belajar adalah tindakan yang dilakukan secara bertadap dari mengamati, mencermati, meniru, dan melakukannya sendiri (Palittin dkk. , 2. Dalam pendampingan belajar ini penulis menggunakan beberapa tahap, yaitu : Tahap persiapan Dalam tahap persiapan pendampingan belajar ini dilakukan dalam bentuk observasi terlebih dahulu lalu konsolidasi terhadap kepala dusun untuk menginformasikan kepada siswa yang tinggal didusun tersebut untuk dapat mengikuti kegiatan pendampingan yang akan dilaksanakan oleh program mahasiswa. Tahap pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini merancang menjadi 3 tahapan yaitu tahap pertama dilakukan untuk pendampingan kelas rendah yaitu kelas 1,2 dan 3 pada pendampingan ini siswa kurang tanggap terhadap apa yang telah dipelajari lalu tahap berikutnya yaitu dilakukan pendampingan belajar pada kelas atas yaitu kelas 4,5 dan 6 mereka sangat merespon cepat dan sangat aktif . hari berikutnya dilaukan kolaborasi antara kelas rendah dan kelas atas dalam hari tersebut tidak adanya pendampingan belajar atau mengerjakan tugastugas dari sekolah melainkan penulis mengajak siswa untuk meningkatkan kreatifitasnya dalam pengelolaan limbah plastik menjadi nilai seni. Tahap evaluasi Ditahap evaluasi dapat disimpulkan di hari ke tiga ,karena antara siswa kelas rendah dan kelas atas bisa memperlihatkan sisi kelebihan dan keaktifan terhadap apa yang telah didapat,karena pada umumnya siswa hanya butuh sebuah motivasi dan kesabaran. KESIMPULAN Dari beberapa aspek yang telah dilakukan oleh penulis dapat disimpulkan bahwa peserta didik di Dusun Sipugur. Desa Banjaratma harus lebih meningkatkan lagi intensitas membaca sehingga siswa juga akan lebih banyak mendapatkan informasi khususnya materi mata pelajaran yang telah diberikan disekolah karena peserta didik yang bertempat di Desa tersebut masih memiliki peningkatan yang sangat rendah dalam pembelajaran disekolah khususnya dalam membaca maka dari itu penulis menerapkan Literasi membaca minimal lima menit sebelum dimulainya pelajaran, adapun manfaat dari program tersebut yaitu untuk memancing siswa untuk dapat mengasah otak/pikiran terlebih dahulu agar siswa mendapatkan sedikit banyaknya pengetahuan. Selain minat baca siswa ,Penulis juga mengajak siswa agar bisa mengaktifkan kreatifitasnya dalam pengolaan limbah menjadi nilai seni yang bermanfaat. DAFTAR PUSTAKA