JUKMAS Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. No. 2 Oktober 2019 Analisis Pengaruh Higiene Penjamah Dan Sanitasi Makanan Terhadap Kontaminasi E. Coli Pada Jajanan Sekolah Ratna Dwi Rahmayani . Meithyra Melviana Simatupang Program Studi Kesehatan Masyarakat. Universitas Respati Indonesia Email : meithyra@urindo. ABSTRAK Jajanan dapat berupa makanan atau minuman yang dipersiapkan dan dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan atau di tempat-tempat umum yang ramai, umumnya langsung dimakan atau dikonsumsi tanpa pengolahan lebih lanjut. Higiene sanitasi makanan merupakan upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat, dan perlengkapannya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Jajanan di sekolah dasar, selain perlu diperhatikan aspek gizinya, juga perlu diperhatikan faktor higiene dan sanitasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh higiene penjamah dan sanitasi makanan terhadap adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli pada jajanan di dua sekolah dasar. Studi cross sectional ini menggunakan teknik total sampling sejumlah 30 jajanan. Pengumpulan data higiene penjamah dan sanitasi makanan dilakukan dengan wawancara dan observasi sedangkan pemeriksaan E. coli pada jajanan menggunakan uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukan bahwa higiene penjamah, penyimpanan bahan pengolahan dan penyajian makanan/minuman berhubungan signifikan . <0,. dengan adanya kontaminasi Escherichia coli pada jajanan. Pedagang jajanan disarankan untuk menjaga kebersihan diri, proses produksi jajanan mulai dari pemilihan sampai penyajian, serta menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat pengolahan agar menghindari terjadinya kontaminasi bakteri. Pihak sekolah, bekerja sama dengan Puskesmas, disarankan untuk melakukan pembinaan dan pendataan pedagang yang berjualan di sekitar sekolah, sekaligus melakukan pemberdayaan dengan memberikan stimulan berupa kelengkapan sarana sanitasi. Kata kunci: Higiene, penjamah makanan, sanitasi, jajanan ABSTRACT Street food can be the form of foods or drinks prepared and sold on the streets or in crowded public places, generally directly eaten or consumed without further processing. Food hygiene and sanitation is an effort to control food factors, people, places, and equipment that can cause health problems. Street food in primary school, in addition to the aspects of nutrition, hygiene and sanitation factors has also to be considered. This study aimed to determine the influenced of food-handler hygiene and sanitation on the presence of Escherichia coli contamination in street food in two primary schools. This cross sectional study used total sampling technique of 30 foods and beverage. Data collection of food-handler hygiene and sanitation was done by interview and observation while of E. coli examinated by laboratory tests. The results showed that hygiene of food-handler, storage of processing materials, and food/beverage serving were significantly related . <0. to the presence of Escherichia coli Street vendors are advised to maintain personal hygiene, production process of street food from selection to serving, and sanitation of the environment around the processing site to avoid bacterial contamination. The school, in collaboration with the health center http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat (Puskesma. , is advised to provide guidance then identified vendors around the school, as well as empowering by providing stimulants in the form of sanitation facilities. Keywords: Hygiene, foodhandler, sanitation, street food http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat PENDAHULUAN disajikan sebagai makanan siap santap untuk Makanan merupakan salah satu kebutuhan dijual bagi umum selain yang disajikan jasa pokok manusia untuk dapat melangsungkan boga, rumah makan/restoran, dan hotel kehidupan selain kebutuhan sandang dan Makanan selain mengandung Umumnya PKL berjualan makanan jajanan nilai gizi juga merupakan media untuk menggunakan gerobak, mobil, atau kalau berkembangbiaknya mikroba atau kuman pun menetap hanya menggunakan fasilitas yang dapat mengakibatkan gangguan pada Termasuk fasilitas sanitasi seperti kesehatan manusia yang mengonsumsinya. penyediaan air bersih, pengolahan sampah Nutrisi padat dan limbah cair yang tidak memenuhi dibutuhkan oleh tubuh. Nutrisi yang baik syarat kesehatan. Kondisi tersebut dapat harus cukup dan seimbang. Nutrisi yang menimbulkan adanya kontaminasi pada kurang dapat menyebabkan berkurangnya makanan atau minuman yang dijual. Food borne disease . enyakit bawaan terhadap penyakit, gangguan perkembangan makana. merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkembang di seluruh . Gangguan kesehatan ini merupakan Seseorang dapat menyiapkan dan mengolah akibat dari mengonsumsi bahan makanan sendiri bahan makanan untuk memenuhi yang terkontaminasi mikroorganisme atau kebutuhan makanannya. Namun, untuk bahan kimia. Kontaminasi makanan dapat situasi dan kondisi tertentu kebutuhan terjadi pada setiap tahap proses produksi makanan didapat dengan membeli makanan Kontaminasi Terdapat beberapa tempat yang menjual dan menyediakan makanan matang, mulai Manifestasi Berbeda pengusaha restoran atau rumah makan yang Namun, penyakit tersebut menjual makanan di bangunan permanen, juga dapat memiliki gejala neurologis. Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di mana saja di keramaian, seperti Kegagalan multiorgan dan kanker bahkan di pinggir jalan, pasar, termasuk di sekolah. Makanan dan minuman yang diolah oleh makanan yang terkontaminasi, yang dapat penjamah makanan di lokasi berjualan atau http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kebersihan jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat di tahun 2012 dan 2013 adalah kuantitas (Angka Lempeng . emanis memastikan keamanan makanan mulai Total/ALT), produksi hingga dikonsumsi. Makanan dapat kalor. , cemaran koliform dan kandungan terkontaminasi di titik mana pun selama pewarna tekstil. Sedangkan jenis pangan jajanan anak sekolah yang paling banyak penyimpanan, distribusi, transportasi, dan Kebersihan makanan yang kurang minuman es, minuman berwarna dan sirup, memadai dapat menyebabkan gangguan bakso, jelly atau agar-agar. Upaya Salah satu bakteri yang sering dijadikan indikator terjadinya pencemaran makanan mengendalikan faktor makanan, orang, adalah Esherichia coli. Bakteri ini lazim tempat dan perlengkapannya yang dapat terdapat dan hidup pada usus manusia dan atau mungkin dapat menimbulkan penyakit termasuk salah satu jenis bakteri koliform. atau gangguan kesehatan. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Makanan yang bergizi dan aman merupakan Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011 Tentang faktor penting untuk mendukung kebutuhan Higiene nutrisi dan menyokong kehidupan dan kuman E. coli pada makanan/minuman harus Makanan yang tidak aman dapat 0/gr contoh makanan/minuman. menimbulkan penyakit dan malnutrisi yang Makanan dan minuman jajanan di sekolah berpotensi menimbulkan outbreak pada Sanitasi Terutama pada anak sekolah dasar yang sumber daya manusia penerus bangsa di masih rentan terhadap infeksi patogen. mulai sejak masa sekolah sampai mereka Maka, perlu dilakukan penelitian mengenai mencapai usia produktif. Oleh sebab itu, kontaminasi E. coli pada makanan dan peranan zat gizi dan keamanan makanan minuman yang dijajakan di sekolah dasar anak sekolah harus diperhatikan agar anak dan pengaruh higiene penjamah dan sanitasi tumbuh menjadi sumber daya manusia makanan terhadap terjadinya kontaminasi berkualitas dan produktif. Tujuannya untuk merumuskan Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan intervensi yang efektif untuk mencegah Makanan (BPOM), empat agent yang paling Pembentukan pertumbuhan, terutama untuk bayi, balita anak-anak. Jasaboga, banyak ditemui sebagai penyebab pangan http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat METODE kornet, burger, bakso tusuk kuah, bakso Penelitian ini merupakan studi analitik bakar, bakso cilok, bakso crispy, telur gulung cross-sectional. sosis bakso, nyamnyam cokelat, roti bakar Penelitian ini dilakukan pada pedagang kaki dan takoyaki, sedangkan sampel minuman lima (PKL) penjual jajanan di lingkungan yang diambil adalah es teh manis, es doger, sekolah dasar. Populasi dalam penelitian ini es coklat sereal, es cappuccino cincau, es adalah PKL makanan dan minuman yang buah, es sari kacang hijau es susu coklat dan berjualan di sekitar 2 Sekolah Dasar di Kelurahan Bintara Jaya Kota Bekasi selama kegiatan belajar berlangsung . terkontaminasi E. coli sebanyak 6 jajanan WIB), dengan jumlah total sebanyak 30 Penelitian dilakukan pada bulan Juli berjumlah 24 jajanan . %). Jajanan yang terkontaminasi E. coli yaitu es susu coklat sereal, burger, es doger, es sari kacang PKL Hasil menjadi responden. Instrumen penelitian hijau, es cappucino cincau, dan es buah. Analisis data hasil wawancara mengenai mengenai higiene penjamah dan sanitasi higiene penjamah dan sanitasi makanan makanan serta lembar checklist berisi daftar terhadap kontaminasi E. coli menunjukkan hasil sebagai berikut: melengkapi data higiene penjamah dan sanitasi makanan. Pemeriksaan kontaminasi Esherichia Coli pada jajanan akan dilakukan di laboratorium. Uji univariat dan bivariat akan digunakan untuk menganilisis data pada studi ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Jajanan yang dijual pedagang kaki lima di lokasi penelitian terdiri dari 22 makanan dan 8 minuman. Sampel yang diambil berupa berbagai jajanan makanan antara lain kue cubit, siomay, batagor, cakwe, mie stick, mi donat, bihun telur gulung, makaroni, cilok, cilok mini, cilok gulung, cimol, cireng isi Tabel 1. Analisis Bivariat Higiene Penjamah dan Sanitasi Makanan Terhadap Kontaminasi E. Kontaminasi E. Tidak % value Personal Hygiene Tidak 5 45,5 6 54,5 Memenuhi 0,016 Syarat Memenuhi 5,3 18 94,7 Syarat Sanitasi Makanan Pemilihan Bahan Makanan Tidak 1 16,7 5 83,3 Memenuhi 1,000 Syarat Memenuhi 5 20,8 19 79,2 Syarat Penyimpanan Bahan Makanan Tidak 5 41,7 7 58,3 0,026 http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kontaminasi E. Tidak Memenuhi Syarat Memenuhi Syarat Pengolahan Makanan Tidak 4 44,4 Memenuhi Syarat Memenuhi Syarat Higiene Penjamah Makanan Penjamah makanan adalah orang yang langsung mengelola makanan. Pengelolaan 17 94,4 5 55,6 0,049 Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa perilaku higiene penjamah makanan 19 90,5 Penyimpanan Makanan/Minuman Matang Tidak 50 0,169 Memenuhi Syarat Memenuhi 4 15,4 22 84,6 Syarat Pengangkutan Makanan/Minuman Matang Tidak 1 33,3 2 66,7 Memenuhi 0,501 Syarat Memenuhi 5 18,5 22 81,5 Syarat Penyajian Makanan Tidak Memenuhi 0,018 Syarat Memenuhi 3 11,5 23 88,5 Syarat makanan/minuman. Saat berbicara sambil mengolah makanan, tidak makanan/minuman untuk dicampur dengan bahan-bahan lain dalam pengolahan atau pun penyajian, berkuku panjang, dan tidak memakai masker atau celemek. Tindakantindakan tersebut dapat menjadi salah satu Kontaminan tersebut dapat berasal dari mulut penderita, yang keluar ketika sedang berbicara apalagi penjamah tidak menggunakan penutup mulut, serta dari tangan yang tidak dicuci Berdasarkan uji bivariat, ditemukan bahwa pengaruh yang signifikan terhadap adanya makanan/minuman. Sedangkan sanitasi makanan yang berhubungan dengan adanya kontaminasi E. coli pada jajanan sebelum menjamah makanan dan kuku yang tidak dipotong. Analisis data yang dilakukan membuktikan hal tersebut. Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara higiene penjamah dengan adanya kontaminasi E. coli pada makanan jajanan. Hasil yang sama ditunjukkan oleh studi Romanda dkk. Personal higiene penjamah makanan pada penelitian ini dikategorikan buruk karena penjamah makanan tidak http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat melakukan kontak fisik responden tidak mengelola makanan dan tidak memotong menggunakan sabun, bahkan ada yang tidak terjadinya kontaminasi. Riset lain dengan mencuci tangan sama sekali dan hanya responden yang tidak melakukan cuci menggunakan lap untuk membersihkan tangan sebelum berjualan, tidak mencuci Sedangkan lap yang digunakan tangan setelah memegang uang, tidak adalah lap kurang bersih karena hanya mencuci tangan menggunakan sabun dan air dicuci dua mnggu sekali atau ketika sudah mengalir, tidak menggunakan sarung tangan kotor saja. dan celemek dapat menjadi faktor yang Penjamah menyebabkan terjadinya kontaminasi pada memenuhi persyaratan tidak menderita Studi ini juga sejalan dengan penelitian penyakit mudah menular seperti batuk. Yunus pilek, influenza, diare atau penyakit perut pengetahuan penjamah tentang higiene jika terdapat luka terbuka/bisul sanitasi makanan serta pengawasan dan atau luka lainnya harus ditutup. kebersihan tangan, rambut, kuku, dan kepada tenaga penjamah makanan penting memakai celemek, dan tutup untuk mencegah terjadinya kontaminasi mencuci tangan setiap kali hendak pada makanan. Hal tersebut disebabkan menangani makanan. ketika menjamah karena pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku perlengkapan, atau dengan alas tangan. higiene perorangan penjamah makanan. tidak sambil merokok, menggaruk anggota Studi yang dilakukan oleh Yuniatun dkk juga badan . elinga, hidung, mulut atau bagian tidak batuk atau bersin di hadapan bermakna antara higiene penjamah dengan makanan jajanan yang disajikan. Responden pada studi tersebut memiliki Pemilihan Bahan Makanan/Minuman higiene perorangan yang kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada Berdasarkan hasil observasi, responden hubungan yang signifikan antara pemilihan tidak menggunakan celemek, sarung tangan, bahan baku makanan atau minuman dengan dan penutup kepala, yang dianggap tidak adanya kontaminasi bakteri E. Hal ini mungkin disebabkan kebiasaan pedagang digunakan saat mengelola makanan. Setelah yang membeli bahan baku dari pasar http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat tradisional dan tempat yang resmi hanya beberapa jenis jajanan yang diolah di lokasi untuk kebutuhan berjualan satu hari saja. berjualan, bahan baku di simpan di gerobak Sehingga kualitas bahan baku masih segar. Kondisi yang mirip ditemukan oleh sebuah penyimpanan bahan baku di sekitar lokasi tersebut dengan kondisi tempat berjualan yang tidak jauh dari akses jalan. Di tempat kontaminasi E. coli di terminal. Observasi penjaja jajanan juga tidak tersedia lemari pendingin yang dapat digunakan untuk menemukan bahwa bahan makanan mentah menjaga kesegaran bahan baku sebelum yang mudah busuk hanya dibeli sesuai kebutuhan untuk sehari sehingga tidak Studi terlalu lama disimpan. Uji statistik juga menjelaskan bahwa salah satu faktor yang menunjukkan tidak ada pengaruh sanitasi mempengaruhi tumbuh kembang bakteri bahan makanan dengan kontaminasi E. yaitu suhu. Suhu ideal untuk tumbuhnya . Ningsih bakteri patogen berkisar pada suhu 10oC Ae Untuk menjamin kualitas makanan yang Pemanasan sampai mendidih selama beberapa menit akan membunuh bakteri, menjadi makanan jajanan harus dalam keadaan baik mutunya, segar dan tidak makanan atau minuman harus dipanaskan Jika menggunakan bahan olahan pada suhu 120oC. Suhu rendah tidak dapat dalam kemasan untuk diolah menjadi makanan jajanan, bahan olahan tersebut membuat bakteri tersebut non aktif. Bakteri harus terdaftar, tidak kadaluwarsa, tidak akan aktif kembali kalau kondisi lingkungan cacat dan tidak rusak. memungkinkan untuk tumbuh kembang Bakteri memerlukan air, oleh Penyimpanan Bahan Makanan/Minuman Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya mengandung cairan lebih cepat busuk dibandingkan dengan bahan makanan atau membuktikan bahwa terdapat hubungan Studi makanan terhadap kontaminasi E. coli pada Hasil bahan makanan atau minuman karena kontaminasi E. coli pada jajanan. bahan yang disediakan hanya sesuai untuk Terdapat empat cara penyimpanan yang Namun, bahwa penjaja makanan tidak menyimpan http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat Sebagian jenis makanan/minuman yang berdasarkan suhunya, yaitu penyimpanan dijajakan bahkan tidak mengalami proses sejuk . , yaitu metode penyimpanan 10oC-15oC Jadi hanya mencampurkan satu bahan dengan minuman, buah, es krim, dan sayuran. bahan lainnya. Oleh karena itu metode penyimpanan bahan baku dan penyajian penyimpanan dengan suhu 4oC-10oC untuk sangat penting. Karena titik pengendalian bahan makanan yang berprotein yang akan kritis kontaminasi makanan berupa proses segera diolah kembali. penyimpanan dingin pemanasan tidak dilakukan. , yaitu suhu penyimpanan Hasil penelitian ini didukung hasil penelitian dengan suhu 0oC-4oC untuk bahan protein yang dilakukan oleh Eryando dkk. Studi yang mudah rusak untuk jangka waktu tersebut menjelaskan bahwa mencuci bahan sampai 24 jam. penyimpanan beku . , . , yaitu penyimpanan dengan suhu <0 C untuk menggunakan air yang tidak mengalir atau bahan makanan protein yang mudah rusak tidak mencuci bahan makanan dikategorikan . untuk jangka waktu >24 jam. sebagai perlakuan yang berisiko. Mencuci bahan makanan dengan air mengalir adalah Pengolahan Makanan/Minuman Analisis hubungan pengolahan makanan/minuman dengan ditemukannya kontaminasi E. terdapat di bahan baku. Metode lain yang pada jajanan. Berdasarkan observasi dan dapat digunakan untuk membunuh kuman wawancara, sebagian pedagang jajanan dahulu di rumah, sehingga yang di bawa ke . lokasi adalah makanan matang, dan untuk Ada beberapa faktor yang juga harus minuman proses yang dilakukan hanya diperhatikan dalam mengolah makanan. Peralatan yang digunakan untuk mengolah Ketika melakukan pengolahan di makanan jajanan harus sesuai dengan rumah, penjamah makanan menjelaskan peruntukannya dan memenuhi persyaratan bahwa mereka tidak menggunakan penutup higiene sanitasi. Peralatan yang sudah mulut atau penutup kepala. Sehingga dipakai harus dicuci dengan air bersih dan pengering/lap http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat Penjaja juga sebaiknya tidak penyimpanan makanan matang/siap saji terhadap kontaminasi bakteri E. dirancang hanya untuk sekali pakai. Penyimpanan Air yang digunakan dalam pengolahan makanan jajanan juga harus memenuhi standar dan persyaratan higiene sanitasi Makanan jajanan yang mengandung yang berlaku bagi air bersih atau air minum. Air bersih yang digunakan untuk membuat minuman harus dimasak sampai mendidih. persyaratan kesehatan. Kondisi tersebut Untuk penjaja minuman berjenis es, air yang dapat menyebabkan berbagai foodborne digunakan untuk membuat es juga harus . Makanan yang harus disimpan memenuhi syarat kesehatan. terlebih dahulu sebelum disajikan sebaiknya diletakkan di wadah yang tertutup sehingga Penyimpanan Makanan/Minuman Matang mencegah dihinggapi atau lalat kontaminasi Hasil uji bivariat menunjukkan penyimpanan matang tidak memiliki pengaruh terhadap adanya kontaminasi E. coli di jajanan. Hal ini Pengangkutan Makanan/Minuman disebabkan karena sebagian besar penjaja Tidak makanan menyimpan makanan/minuman pengangkutan makanan/minuman matang matang dan siap untuk disajikan di wadah atau siap saji dengan adanya kontaminasi E. yang tertutup. Meskipun ketika disajikan coli pada jajanan. Hal ini disebabkan karena jajanan yang sudah matang sering dalam selama pengangkutan makanan/minuman kondisi terbuka untuk efisiensi pelayanan yang sudah diolah di rumah, penjaja kepada pembeli, namun karena durasi menyimpan jajanan di wadah yang tertutup. berjualan tidak terlalu lama . nak sekolah Sehingga kontaminasi tidak terjadi selama hanya jajan ketika waktu istiraha. dan proses pengangkutan. makanan/minuman Hasil analisis penelitian ini sejalan dengan sebelumnya hanya dijual untuk satu hari penelitian yang dilakukan oleh Wardana dkk saja, kemungkinan kontaminasi tidak terjadi yang menemukan tidak ada hubungan yang pada saat penyimpanan makanan/minuman yang sudah matang. Sesuai dengan hasil kandungan bakteri E. coli pada makanan. analisis pada studi ini, penelitian Wardana Metode penjaja makanan sudah sesuai dengan http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat syarat sanitasi makanan jajanan, yaitu sama memegang uang dan tidak mencuci makanan jajanan yang diangkut harus dalam tangan sebelum menjamah makanan. keadaan tertutup atau terbungkus dalam Hasil uji statistik penelitian ini sesuai dengan wadah yang bersih, serta terpisah dengan studi yang dilakukan Kurniadi dkk yang juga bahan mentah. membuktikan adanya pengaruh penyajian Pengangkutan terhadap adanya kontaminasi E. coli pada memindahkan makanan untuk disimpan Berdasarkan observasi yang dilakukan pada Kontaminasi pedagang kantin tidak menggunakan wadah menyajikan makanan, tidak menggunakan kontaminasi pada makanan. higiene sanitasi yang baik dan menghindari makanan selama pengangkutan harus dapat alat yang bersih pada saat mengambil makanan serta tempat penyajian makanan Penyajian Makanan/Minuman juga tidak bersih. Kontaminasi juga dapat Uji bivariat membuktikan adanya hubungan pedagang kantin yang dapat menggunakan kontaminasi E. coli di jajanan yang dijual di penutup kertas berupa koran atau plastik lokasi penelitian. Saat observasi, dapat untuk menutup makanan jajanan yang dijual dilihat bahwa penyajian makanan di dua sehingga makanan tidak tertutup dengan sekolah ini umumnya tidak saniter karena . wadah penyajian tidak tertutup. Anak-anak Makanan sekolah yang membeli beberapa jenis dengan tempat/alat perlengkapan yang bersih, dan aman bagi kesehatan dan cenderung langsung mengambil makanan dijajakan dalam keadaan terbungkus atau Pembungkus atau tutup makanan Karena waktu istirahat yang sedikit dan yang digunakan dan jajanan harus dalam makanan atau mencampurkan bahan untuk makanan . membuat minuman dengan menggunakan SIMPULAN seperti penjepit atau sendok. Padahal, baik Higiene penjamah memiliki pengaruh yang anak-anak maupun penjaja makanan sama- signifikan terhadap adanya kontaminasi makanan/minuman. http://ejournal. id/index. php/jukmas JUKMAS : Jurnal Kesehatan Masyarakat Sedangkan variabel sanitasi makanan yang Indonesia. Keputusan Menteri berhubungan dengan adanya kontaminasi E. Kesehatan Republik Indonesia Nomor coli pada jajanan yaitu penyimpanan bahan 942/MENKES/SK/VII/2003 Tentang Pedoman Persyaratan Hygiene penyajian makanan. Sebagai Sanitasi Makanan Jajanan [Interne. Available from: foodborne disease akibat kontaminasi E. https://w. com/url?sa=t&r ct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1 mengonsumsi jajanan, disarankan kepada &ved=2ahUKEwiDvte4kaXlAhVBcCsK Puskesmas HXMqCPoQFjAAegQIBBAC&url=http penyuluhan kepada pedagang jajanan agar ://dinkes. meningkatkan perilaku hidup bersih dan Fportal/files/kepmenkes/Ke Untuk mendukung hal tersebut, pihak pmenkes 942-MENKES-SK-VII- Dinas Kesehatan Dinas Pendidikan Kota Bekasi agar bekerjasama Makanan Jajanan. pdf&usg=AO vVaw1m3ht0qDE7kZzxU5FLV3st Foodborne Disease [Interne. sanitasi untuk pengelolaan jajanan agar . ited 2019 Oct . Available from: memenuhi nilai gizi dan tidak berbahaya https://w. int/topics/foodbor bagi kesehatan. Perlu dilakukan penelitian ne_diseases/en/ lanjutan untuk melihat variabel lain seperti World Health Organization. World Health Organization. Food pengetahuan dan sikap penjamah makanan. Hygiene [Interne. ited 2019 Oct atau variabel lain yang belum diteliti dalam Available from: penelitian ini, sehingga data pendukung https://w. int/foodsafety/are yang diperoleh akan lebih lengkap. as_work/food-hygiene/en/ Kementerian Kesehatan Republik DAFTAR PUSTAKA