Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 1 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 ANALISIS SISTEM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PT SUMBER SAWIT MAKMUR DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) Abdul Azis Syarif 1. Uun Novalia Harahap1. Sumardi Juniwan Sinaga 1. Masdania Zurairah Siregar2 Prodi Teknik Industri. Fakultas Teknik Dan Komputer Universitas Harapan Medan JL. M Joni No. 70C Medan Prodi Teknik Industri. Fakultas Teknik Universitas Al Azhar Medan JL. Pintu Air IV No. Kwala Bekala. Medan. Sumstera Utara-20142 *Email: abdulaziz75132@gmail. ABSTRAK Setiap lingkungan kerja selalu memiliki risiko kecelakaan kerja, dimana besarnya kecelakaan kerja tergantung dari jenis industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi proses kecelakaan pada PT. Sumber Sawit Makmur menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dan selanjutnya menganalisis penyebab terjadinya bahaya kerja dengan metode Fault Tree Analysis (FTA) guna mengurangi angka kecelakaan kerja, peralatan kerja dan lingkungan kerja. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada 12 stasiun kerja dimana didapatkan 52 potensi bahaya pada pembuatan CPO minyak kelapa sawit. Tingkat penerapan manajemen risiko yang ditetapkan dalam PP RI No. 50 Tahun 2012 sebesar 50%, ini menunjukan bahwa penerapan masih kurang dilaksanakan dan hasil Safe T Score dengan angka negatif menunjukkan keadaan Untuk mengetahui dan mengurangi kecelakaan kerja dimana harus memasang ramburambu larangan dibeberapa stasiun antara lain stasiun perebusan dan stasiun pres serta para pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap serta melakukan perbaikan pada alat proses produksi. Kata kunci : FTA. HIRARC. ABSTRACT Every work environment always has a risk of work accidents, the amount of work accidents depends on the type of industry. This study aims to identify the accident process at PT. Sumber Sawit Makmur uses the Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) method and next to analyze work hazards by Fault Tree Analysis (FTA) method in order to reduce the number of work accidents, work equipment and the work environment. Based on the results obtained at 12 work stations where 52 potential hazards were obtained in the manufacture of CPO palm oil. Based on the level of risk management application in PP RI No. 50 of 2012 by 50%, which means that the implementation is still not implemented and the results of the Safe T Score with a negative number indicate the situation is improving. To find out and reduce work accidents where they have to install prohibition signs at several stations, including boiling stations and press stations, workers are required to use complete personal protective equipment (PPE) and make improvements to the production process equipment. Keywords: FTA. HIRARC. K3 Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 1 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 target yakni zero accident, selama tiga tahun terakhir masih terjadi kecelakaan kerja di lantai produksi di PT. Sumber Sawit Makmur. Ini tentunya sangat merugikan perusahaan dimulai dari berkurangnya tenaga kerja yang tersedia dan waktu produksi yang terhenti akibat terjadinya kecelakaan kerja sehingg proses produksi tidak efektif dan efesien. Pada dasarnya perusahaan sudah memiliki sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, tetapi masih saja terjadi kecelakaan kerja. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut perbaikan berdasarkan permasalahan yang telah di uraikan. Untuk menganalisis tingkat potensial Hazard dan penilaian Risiko disertai upaya Peneliti menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment Control (HIRAC) dan Fault Tree Analysis (FTA). Dengan Hazard Identification Risk Assessment Control (HIRAC) dan Fault Tree Analysis (FTA), diharapkan dapat melakukan usaha pencegahan dan pengurangan terjadinya kecelakaan kerja yang terjadi di PT. Sumber Sawit Makmur, dan menghindari serta menanggulangi risiko tersebut dengan cara yang tepat. Penelitian tentang K3 metode HIRARC pernah dilakukan oleh Bramastro et. al, . di PT. Total Dwi Daya Kota Semarang. Hasil kecelakaan kerja yang terdapat pada bagian workshop yaitu: kejang otot, terkena plat jatuh, terkilir, terpeleset, terjepit plat, terjepit mesin, tersengat listrik, terbentur mesin, tersayat plat, tersambar plat, terkena permukaan panas, terkena api, menghirup asap, tersandung kabel, terkena gerinda, terkena percikan api, tersambar pipa, terkena mata bor, tertimpa, terkena steelwool, terkena paku, tersandung plat, terkena pisau, tergores. Dan untuk pengendalian yang diperlukan menjalankan pekerjaannya dengan baik dan benar, menjaga jarak antara posisi mesin dengan bagian tubuh, tidak membawa beban terlalu banyak dan berat, pergunakan alatbantu dan alat pelindung diri yang tepat. PENDAHULUAN Kualitas produk yang akan di hasilkan tidak terlepas adanya peranan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki perusahaan. Dalam produksi ada beberapa faktor di perusahaan seperti modal, mesin, dan material dapat bermanfaat apabila dikelola oleh SDM. Sumber daya manusia sebagai tenaga kerja tidak terlepas dari masalah-masalah yang kesehatannya di waktu bekerja. Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) adalah salah satu metode teknik identifikasi, analisis bahaya dan pengendalian risiko serta penerapan pengendalian yang digunakan untuk meninjau proses atau operasi pada sebuah sistem secara sistematis sedangkan Fault Tree Analysis (FTA) merupakan sebuah alat atau tools untuk menganalisis dengan tampilan visual . dan mengevaluasi jalur dari kegagalan dalam suatu sistem serta mengevaluasi tingkatan bahaya pada sistem (Ericson: 1. Keselamatan dan kesehatan kerja mempunyai peranan penting dalam suatu perusahaan, karena berdampak kecelakaan dan penyakit yang diakibatkan karena kurangnya kepedulian keselamatan dan kesehatan kerja tidak hanya merugikan tenaga kerja, tetapi juga merugikan perusahaan (Putri, 2. Untuk perusahaan sudah membuat sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK. yang telah diwajibkan oleh pemerintah, dengan peraturan nomor 50 tahun 2012 tentang keselamatan kerja pada perusahaan yang telah memiliki lebih dari 100 pekerja dengan 2 resiko kerja yang tinggi. PT. Sumber Sawit Makmur merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi minyak kelapa sawit, dimana pembuatan minyak kelapa sawit ini sebahagian besar menggunakan mesin yang berteknologi Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK. yang telah dibuat oleh PT. Sumber Sawit Makmur belum menunjukan hasil yang optimal dalam tindakan menuju Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 1 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Nur Fadilah Fatma, dan Dhimas Eka Mustafa Putra . melakukan penelitian di PT. Surya Toto Indonesia Tbk Divisi Sanitary dengan Metode HIRA Dan FTA, dimana hasilnya menunjukkan bahwa pada di seksi Slip Preparing PT Surya Toto Indonesi Tbk. 25 macam risiko terbagi menjadi 2 risiko tingkat rendah, 10 risiko tingkat sedang, 11 risiko tingkat tinggi dan 2 risiko tingkat Setelah dilakukan penanganan oleh manajemen perusahaan terhadap risiko tingkat ekstrim dan tinggi maka risiko ada menjadi 2 risiko tingkat tinggi dan 11 risiko tingkat Untuk mengurangi nilai risiko, perusahaan dapat membuat ketentuan kerja yang lebih aman dan pengawasan yang lebih baik lagi terhadap perilaku tidak aman dari Penelitian mengidentifikasi resiko faktor, menentukan tingkat penilaian resiko dan untuk memberikan usulan perbaikan pencegahan kecelakaan kerja di PT. Sumber Sawit Makmur Tabel 1. Hazard Identification pada Bagian Pengolahan CPO . N Bagian o Stasiun 1 Jembatan Timbang TBS Kegiatan/ Potensi Bahaya Aktivitas Penim1 Terjepit/ Tergores Tertimpa TBS TBS Tertabak Truk Tabel 2. Hazard Identification pada Bagian Pengolahan CPO . N Bagian Kegiatan/ Potensi Bahaya o Stasiun Aktivitas 4 Rebus- Pengope- 1. Terkena Uap Panas 2 Terjepit Lori (Stari- Rebusan Terjepit pintu rebusan Terpeleset Terkena besi panas Kebisingan 5 There- Pengope1. Rantai/Wire Rop putus/lori jatuh Hoisting Terjatuh Crane Kebisingan 6 Kempa Pengope1. Screw patah (Pres. rasian Press 2. Terkena Uap Panas Digester Kebisingan 7 Kernel Pengope1. Kebakaran Silo Kebisingan/Berdebu Kernel Tergiling polishing Silo (Polisdrum/tangan terjepit hing dru. Terpeleset/terjatuh 8 Klari- Pengope- 1. Kebakaran Terpeleset/terkena Klarifikasi steam panas Kebisingan 9 Mesin Pengoperas 1. Terbakar dan meledak ian Mesin 2. Kebisingan Insta- Turbin Tersengat Listrik Pengope- 1. Terbakar dan Meledak Kebisingan Boiler Semburan Api Polusi Debu 10 Empty Pengope- 1. Terjatuh/terpeleset Bunch rasian EB (EB) Penyu1. Terjatuh/Terpeleset Hopper sunan Tertimpa janjangan Hopper Janjangan Kosong Kosong Terantuk besi/plat 11 Water Pengope- 1. Terhirup Bahan Kimia Treat- rasian Terpeleset Water Terkena Bahan Kimia Treatment 4. Kebisingan 12 FatFit FatFit Kebakaran Terjatuh/terpeleset Pengope- 1. Radiasi Komputer Tersetrum Listrik Komputer 3. Terbakar 2 Loading Pengope- 1. Kebakaran Ramp Tertimpa TBS Loading Ramp Pengope- 1. Terjepit Lori rasian Lori 2. Tertimpa Lori Anjlok Pengisian 1. Tertimpa TBS Lori 3 Capstand Pengope- 1. Tergulung Tali Terjepit Capstand 3. Terpeleset Terpental Tali Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 1 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Stasiun Rebusan (Sterillize. Pada stasiun rebusan . , kegiatan yang menimbulkan bahaya yaitu pada proses pengoperasian rebusan. Potensi bahaya yang ditimbulkan dari kegiatan ini berupa terkena uap panas, terjepit lori, terjepit pintu rebusan, terpeleset, terkena besi panas, dan kebisingan. Stasiun Theresing Pada theresing terdapat kegiatan yang menimbulkan bahaya, yaitu pada proses pengoperasian hoisting crane. Kegiatan tersebut menimbulkan potensi bahaya berupa rantai/wire rop putus yang menyebabkan lori jatuh, terjatuh dari ketinggian, dan kebisingan. Stasiun Kempa . Pada stasiun Kempa . terdapat kegiatan yang menimbulkan bahaya, yaitu pada proses pengoperasian press / digester. Kegiatan tersebut menimbulkan potensi bahaya berupa screw patah, terkena uap panas . dan Stasiun Kernel silo Pada stasiun kernel silo terdapat kegiatan yang menimbulkan bahaya, yaitu pada proses pengoperasian kernel silo . olishing dru. Kegiatan tersebut menimbulkan potensi bahaya berupa kebakaran, kebisingan, berdebu, tergiling polishing drum / tangan terjepit, terpeleset dan terjatuh. Stasiun Klarifikasi Pada stasiun klarifikasi terdapat kegiatan pengoperasian klarifikasi. Kegiatan tersebut kebakaran, terpeleset, terkena steam panas, dan Stasiun Mesin dan Instalasi Pada stasiun mesin dan instalasi terdapat dua kegiatan yang menimbulkan bahaya, yaitu pada proses pengoperasian mesin genset / turbin dan proses pengoperasian boiler. Kegiatan tersebut menimbulkan potensi bahaya berupa terbakar, meledak, kebisingan, tersengat arus listrik, semburan api dan polusi debu. Stasiun Empty Bunch Hopper Pada stasiun empty bunch hopper, terdapat dua kegiatan yang menimbulkan bahaya yaitu proses pengoperasian empty bunch hopper dan penyusunan janjangan kosong. Kegiatan METODE PENELITIAN Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan pada objekobjek yang sering dan memiliki resiko bahaya yang tinggi diantaranya Stasiun Jembatan Timbang TBS. Stasiun Loading Ram. Stasiun Capstand. Stasiun Rebusan (Sterillize. Stasiun Theresing. Stasiun Kempa . Stasiun Kernel silo,dan lain-lain. Berikut data kecelakaan kerja di PT. Sumber Sawit Makmur pada tahun 2018-2020 dapat dilihat pada Tabel 1 dan 2. Pengolahan Data Hazard Identification Perancangan dokumen HIRAC dimulai dengan melakukan hazard identification kemudian dilakukan risk assessment untuk mengetahui tingkat risiko dari potensi bahaya dan selanjutnya dilakukan risk control. Hazard Identification dilakukan di setiap stasiun pengolahan CPO di PT. Sumber Sawit Makmur. Hasil identifikasi bahaya antara lain : Stasiun Jembatan Timbang TBS Pada stasiun Jembatan Timbang TBS terdapat dua kegiatan yang menimbulkan bahaya, yaitu penimbangan tandan buah segar (TBS),dan pengoperasian komputer. Kegiatan tersebut menimbulkan potensi bahaya berupa terjepit, tertimpa TBS, tertabrak truck, radiasi komputer terkena listrik dan terbakar. Stasiun Loading Ramp Pada stasiun Loading Ramp terdapat tiga kegiatan yang menimbulkan bahaya, yaitu pengoperasian loading ramp, pengoperasian lori, dan pengisian lori. Kegiatan tersebut kebakaran, tertimpa TBS, terjepit lori, tertimpa lori anjlok. Stasiun Capstand Pada stasiun capstand, kegiatan yang menimbulkan bahaya yaitu pengoperasian tali capstand yang dapat menimbulkan potensi bahaya berupa tergulung tali, terjepi, terpeleset dan terpental tali. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 1 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 tersebut menimbulkan potensi bahaya berupa terjatuh/terpeleset, tertimpa janjangan kosong dan terantuk besi/plat. Stasiun Water Treatment Pada stasiun water treatment kegiatan yang menimbulkan bahaya yaitu proses pengoperasian water treatment. Kegiatan tersebut menimbulkan potensi bahaya berupa terhirup bahan kimia, terpeleset, terkena bahan kimia, dan kebisingan. Stasiun Fat-Fit Pada stasiun fat-fit terdapat kegiatan yang menimbulkan bahaya, yaitu pengoperasian Fatfit. Kegiatan tersebut menimbulkan potensi bahaya berupa kebakaran, dan terjatuh / Hasil pengukuran tingkat frekuensi/ kekerapan kecelakaan kerja pada PT. Sumber Sawit Makmur dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 3. Matriks Risk Assessment Tahun 2021 Bagian/Stasiun Terjepit/Tergores Tertimpa TBS Tertabrak Truck 1 Jembatan Timbangan TBS Radiasi Komputer Pengoperasian Komputer Tersetrum Listrik Terbakar Loading Ramp Pengoperasian Loading Kebakaran Ramp Tertimpa TBS Terjepit Lori Pengoperasian Lori Capstand Starillizer Risk Control pada Pengolahan CPO Pada tahap pengendalian risiko . isk contro. , risiko bahaya yang menjadi prioritas di tahap sebelumnya yakni tahap penilaian risiko akan ditindak lanjuti sehingga dapat menghilangkan atau mengurangi risiko kecelakaan kerja hingga batasan yang dapat diterima oleh perusahaan. Risk control pada pengolahan CPO bisa dilihat pada Tabel 4. Theresing Kempa (Pres. Kernel Silo Klarifikasi Pengoperasian Press/Digester Pengoperasian Kernel Silo Pengoperasian Klarifikasi Pengoperasian Mesin Genset/Turbin Perhitungan Frequency Rate Data yang digunakan untuk menghitung Frequency Rate adalah banyak kecelakaan dan total jam kerja manusia. Adapun tujuannya adalah untuk melihat potensi kasus kecelakaan dalam kurun waktu tertentu. Pada Frequency Rate ini menggunakan per 1. 000 jam kerja. Rumus Mengukur tingkat frekuensi / kekerapan cidera cacat (Frequency Rat. Terjatuh Kebisingan Rantai/Wire Rop putus/lori jatuh Terkena Uap Panas Screw patah Kebisingan Tergiling polishing drum/tangan Terpeleset/terjatuh Kebisingan/Berdebu Kebakaran Terpeleset/terkena steam panas Kebisingan Kebakaran Tertimpa Lori Anjlok Pengoperasian Empty Bunch Hopper Empty Bunch Hopper Penyusunan Janjangan Kosong 11 Water Treatment Pengoperasian Water Treatment Pengoperasian FatFit Terbakar dan meledak Kebisingan Tersengat Listrik Semburan Api Polusi Debu Terbakar dan Meledak Kebisingan Terjatuh/terpeleset Tertimpa janjangan kosong Terantuk besi/plat Terjatuh/Terpeleset Terkena Bahan Kimia Terhirup Bahan Kimia Kebisingan Terpeleset Terjatuh/terpeleset Kebakaran Mesin dan Instalasi Pengoperasian Boiler Penilaian Resiko A Tingkat Resiko Tertimpa TBS Terpeleset Terpental Tali Pengoperasian Capstand Terjepit Tergulung Tali Terkena Uap Panas (Stea. Terjepit Lori Terkena besi panas Pengoperasian Rebusan Terpeleset Kebisingan Terjepit pintu rebusan Pengoperasian Hoisting Crane Pengisian Lori Penilaian risiko . isk assessmen. adalah tindakan lanjutan setelah melalui tahap identifikasi bahaya. Metode yang digunakan untuk penilaian risiko adalah Ranking Sistem Metode HIRAC. Parameter yang digunakan dalam metode ini adalah peluang dan akibat. Matriks Risk Assessment bisa dilihat pada Tabel 3. Potensi Bahaya Penimbangan TBS Risk Assessment pada Pengolahan CPO Kegiatan/Aktivitas FatFit Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 1 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Tabel 4. Lanjutan Risk Control Tahun 2021 Bagian/Stasiun Penilaian Resiko A Tingkat Resiko Tertimpa TBS Terpeleset Terpental Tali Pengoperasian Capstand Terjepit Tergulung Tali Terkena Uap Panas (Stea. Terjepit Lori Terkena besi panas Pengoperasian Rebusan Terpeleset Kebisingan Terjepit pintu rebusan Terjatuh Kebisingan Pengoperasian Hoisting Crane Rantai/Wire Rop putus/lori jatuh Terkena Uap Panas Screw patah Kebisingan Tergiling polishing drum/tangan Terpeleset/terjatuh Kebisingan/Berdebu Kebakaran Terpeleset/terkena steam panas Kebisingan Kebakaran Kegiatan/Aktivitas Potensi Bahaya Terjepit/Tergores Penimbangan TBS Tertimpa TBS Tertabrak Truck 1 Jembatan Timbangan TBS Radiasi Komputer Pengoperasian Komputer Tersetrum Listrik Terbakar Loading Ramp Pengoperasian Loading Kebakaran Ramp Tertimpa TBS Terjepit Lori Pengoperasian Lori Tertimpa Lori Anjlok Pengisian Lori Capstand Starillizer Theresing Kempa (Pres. Kernel Silo Klarifikasi Pengoperasian Press/Digester Pengoperasian Kernel Silo Pengoperasian Klarifikasi Pengoperasian Mesin Genset/Turbin Pengoperasian Empty Bunch Hopper Empty Bunch Hopper 11 Water Treatment Semburan Api Polusi Debu Terbakar dan Meledak Kebisingan Mesin dan Instalasi Pengoperasian Boiler Tersengat Listrik Terbakar dan meledak Kebisingan FatFit Pengoperasian Water Treatment Pengoperasian FatFit Pemasangan rambu - rambu K3 Pemasangan rambu - rambu K3 Pemasangan rambu - rambu K3 Pemasangan kaca anti radiasi Pemasangan rambu Ae rambu peringatan Pemeliharaan instalasi listrik Pemasangan rambu - rambu peringatan Penempatan peralatan tanggap darurat Pemasangan rambu - rambu K3 Pemasangan rambu - rambu K3 Mengondisikan tempat kerja, penggunaan peralatan, cara kerja, posisi kerja dalam kondisi aman Penggunaan APD . elm,sarung tanga. Pemasangan rambu - rambu K3 Pemasangan rambu - rambu K3 Pemasangan rambu - rambu K3 Pemasangan rambu - rambu K3 Pemasangan rambu - rambu K3 Pemasangan rambu - rambu K3 Pemasangan rambu - rambu K3 Pemasangan rambu - rambu K3 Penggunaan APD . ar plu. Pemasangan rambu - rambu K3 Pemasangan rambu - rambu K3 Penggunaan APD . ar plu. Sertifikasi peralatan sesuai dengan peraturan perundangan Pemelihraan/perawatan dilaksanakan oleh Instansi yang berwenang Penempatan peralatan tanggap darurat Pemeliharaan peralatan secara rutin Penggunaan APD . ar plu. Penggunaan APD . elm, sarung tangan, sepatu safet. Penggunaan APD . elm, sepatu safet. Penempatan peralatan tanggap darurat Pemeliharaan peralatan secara rutin Penggunaan APD . ar plug, helm, masker, sepatu safety Penempatan peralatan tanggap darurat Pemeliharaan peralatan secara rutin Penggunaan APD (Helm, sepatu safety, sarung tanga. Penggunaan APD . ar plu. Penempatan peralatan tanggap darurat Pemeliharaan peralatan secara rutin Pemeliharaan peralatan secara rutin Pemasangan rambu - rambu peringatan Sertifikasi Operator (SIO) Penyediaan peralatan tanggap darurat Penggunaan ear plug Penggunaan sarung tangan ,kaca mata, sepatu,baju tahan api Penggunaan APD . arung tangan,kaca, mata,maske. Pemasangan rambu - rambu peringatan Sertifikasi Operator (SIO) Penyediaan peralatan tanggap darurat Penggunaan APD . ar plu. Terjatuh/terpeleset Pemasangan rambu - rambu K3 Tertimpa janjangan kosong Terkena Bahan Kimia Terhirup Bahan Kimia Kebisingan Terpeleset Terjatuh/terpeleset Kebakaran Pemasangan rambu - rambu K3 Pemasangan rambu - rambu K3 Penggunaan APD . epatu, hel. Pemasangan rambu - rambu K3 Penggunaan APD . asker,sarung tangan dan kaca mat. Tersedianya MSDS Penggunaan APD . Penggunaan APD . ar plu. Pengunaan APD . epatu safety ) Penggunaan APD . epatusafety ) Pemasangan rambu - rambu peringatan Mencegah terjadinya kebakaran Penyusunan Janjangan Terantuk besi/plat Kosong Terjatuh/Terpeleset untuk melihat potensi hari kerja hilang dalam jangka waktu tertentu akibat kasus kecelakaan Rumus yang digunakan adalah sebagai Pengendalian Resiko Hasil pengukuran tingkat saverity/ keparahan kecelakaan kerja pada PT. Sumber Sawit Makmur dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 5. Hasil Pengukuran Tingkat Frekuensi Kecelakaan Kerja Tahun Jumlah kecelakaan kerja Tabel 6. Hasil Pengukuran Tingkat Keparahan Kecelakaan Kerja Tahun Jumlah Jam Hilang Kerja . (H) . (N) Pengukuran Nilai T-selamat . Membandingkan hasil tingkat kecelakaan suatu unit kerja pada masa lalu dan masa kini, sehingga dapat diketahui tingkat penurunan Nilai F1 diambil dari tahun sebelumnya dan nilai F2 adalah nilai pada tahun yang akan diukur. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : Nts = Oo Nts. = -800 Nts. = -818 Artinya terjadi peningkatan prestasi tingkat frekuensi kecelakaan kerja pada masa kini jika dibandingkan terhadap masa lampau. Arti Safe T Score positif menunjukkan keadaan Perhitungan Saverity Rate Data untuk menghitung nilai severity rate diperoleh dari jumlah total hilangnya hari kerja 000 jam manusia. Tujuannya adalah Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 1 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 yang memburuk sedangkan angka negatif menunjukkan keadaan membaik. rambu K3 di tempat kerja dan tempattempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. Pengendalian ini sesuai dengan PP RI No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3 kriteria audit 6. menyatakan rambu-rambu K3 harus dipasang sesuai dengan standar dan pedoman teknis. Mengkondisikan penggunaan peralatan dan cara kerja dalam kondisi aman Dari hasil observasi di area kerja PT. Sumber Sawit Makmur pengendalian administrasi pengkondisian tempat kerja, penggunan peralatan, dan cara kerja dalam kondisi kurang baik, belum dilaksanakan oleh perusahaan bisa dilihat dilakukan sesuai SOP kerja yang ada. Penerapan SOP pelanggan, serta menjaga nama baik dan perusahaan dapat bertahan dalam bisnis yang semakin ketat (Tambunan, 2. Penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) Berdasarkan data dari perusahaan, jenis APAR yang digunakan di PT. Sumber Sawit Makmur pada proses pengolahan adalah APAR Venus. Dari data yang di dapat terdapat 55 APAR dengan berbagai ukuran dan bahan aktif . owder dan CO. yang ada di stasiun pengolahan untuk mengantisipasi jika terjadi kebakaran. APAR digunakan untuk penanganan awal atau pencegahan awal pada saat kebakaran terjadi. Menurut Peraturan Menteri negara kerja RI No. Per04/ME0N/1980 tentang syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan APAR. Pemeliharaan instalasi listrik dan Perusahan pemeliharaan instalasi listrik dan peralatan HASIL DAN PEMBAHASAN Pengendalian Risiko Kecelakaan PT. Sumber Sawit Makmur sudah melakukan beberapa tindakan untuk mencegah dan mengendalikan kecelakaan kerja, hal ini sesuai dengan PP RI No. 50 Tahun 2012 tentang AuPelaksanaan Rencana K3Ay yang terdapat pada pasal 11 ayat 1. Pengendalian risiko setelah dilakukan identifikasi potensi bahaya dan penilaian risiko pada tiap stasiun: Rekayasa Teknik Menurut ILO salah satu hirarki pengendalian risiko adalah rekayasa teknik, pengendalian ini dilakukan bertujuan untuk memisahkan bahaya dengan pekerja serta untuk mencegah terjadinya kesalahan manusia. Perusahan sudah melakukan rekayasa teknik seperti pemasangan kaca anti radiasi pada monitor komputer untuk mengurangi radiasi langsung dari komputer. Pengendalian Administrasi Pengendalian administrasi merupakan pengendalian risiko dengan cara merubah metode (Tarwaka, 2. Pengendalian ini sudah diterapkan oleh perusahaan yaitu: Pemasangan Rambu-rambu K3 Pengendalian secara adminitrasi dilakukan dengan memasang ramburambu K3 yang bermanfaat untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja dan pengunjung yang sedang berada di tempat kerja (Wahyudi, 2. PT. Sumber Sawit Makmur telah melakukan pengendalian risiko dengan memasang rambu- rambu K3 di tempat kerja seperti larangan untuk melintasi area berbahaya, peringatan untuk hati-hati di area kerja yang mengandung potensi bahaya dan rambu peringatan untuk menggunakan APD pada pekerja. Menurut UU RI No. 1 Tahun 1970 tentang Rambu K3 dalam pasal 14b menyebutkan pengusaha wajib memasang Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 1 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 yang dilakukan pertriwulan bersamaan dengan inspeksi umum di tempat kerja PT. Sumber Sawit Makmur. Hal ini sesuai dengan PP RI No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3 kriteria 6. 5 yang perbaikan, dan perubahan sarana produksi. Pelatihan pada pekerja Menurut Gomes . pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki prestasi kerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung Pengendalian administrasi Pelatihan pada pekerja sudah dilaksankan perusahaan,pelatihan diberikan seperti sertifikasi operator Hal ini sesuai dengan PP RI No. Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen keterampilan dan kemampuan. Penyediaan APD Penggunaan alat pelindung diri adalah alternatif pengendalian paling akhir setelah pengendalian sebelumnya tidak dapat diterapkan. Penggunaan APD bukan untuk mencegah kecelakaan tetapi untuk mengurangi dampak atau konsekuensi dari suatu kejadian (Ramli, 2. Pengendalian dilakukan dengan penyediaan APD bagi pekerja. PT. Sumber Sawit Makmur telah menyediakan APD bagi para pekerja sesuai dengan bahaya yang ada di setiap area kerja,APD tersebut seperti masker, sarung tangan, ear muff atau ear plug atau sumbat telinga, safety shoes, helm dan baju kerja. Hal ini sesuai dengan PP RI No. 50 Tahun 2012 dalam elemen keamanan bekerja berdasarkan SMK3. Namun dari hasil observasi yang dilakukan masih banyak pekerja yang tidak disiplin dalam pemakaian APD di area kerja. Peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi RI No. Per 08/MEN/VII/2010 menyatakan APD wajib digunakan Alat pelindung diri haruslah nyaman dipakai, tidak mengganggu kerja dan memberikan perlindungan yang efektif terhadap bahaya (HIPERKES. Berdasarkan penilaian risiko, masih terdapat kegiatan atau aktivitas dengan tingkat risiko tinggi namun pengendalian yang dilakukan oleh pihak perusahaan untuk mencegah kecelakaan kerja di PT. Sumber Sawit Makmur yaitu hanya dengan melakukan rekayasa teknik, memberikan APD, pemasangan rambu K3 dan APAR,dan pelatihan namun hal kecelakaan kerja secara optimal. Hal ini mengoperasikan capstand untuk menarik lori masuk ke stasiun rebusan, tiba- tiba tali capstand putus sehingga menciderai lengan kanan pekerja,sehingga untuk tingkat risiko yang tinggi perlu dilakukan penyuluhan K3 secara berkala terhadap penggunaan APD saat bekerja dan sertifikasi peralatan. KESIMPULAN Pada identifikasi bahaya yang dilakukan di PT. Sumber Sawit Makmur ditemukan beberapa potensi bahaya yaitu terjepit, tertimpa, terpental tali, terjatuh, terkena uap panas, kebisingan, terkena bahan kimia, berdebu, kebakaran dan meledak, pada penilaian risiko ditemukan beberapa tingkat risiko yaitu risiko extreme, high, medium, dan low. Tingkat penilaian resiko dari hasil penelitian adalah dalam pelaksanaan manajemen risiko (HIRARC) yang sesuai dengan PP RI No. 50 Tahun 2012 didapatkan nilai penerapan sebesar 50% dengan kategori penerapan masih kurang dilaksanakan sedangkan dengan FTA, dari hasil pengukuran Nts selama 3 tahun, didapat Nts pada tahun 2019 besarnya adalah -800 dan 2020 sebesar -818 yang berarti nilai frekuensi kecelakaan dari tahun 2019 sampai 2020 mengalami Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 1 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Upaya pengendalian risiko yang sudah dilakukan sudah sesuai dengan PP RI No. 50 Tahun 2012 yaitu rekayasa teknik, pemasangan rambu K3, pemeliharaan peralatan dan instalasi, pelatihan, penyediaan APD, penyediaan APAR dan peralatan tanggap darurat. Delvika. Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pada Pabrik Pakan Ternak Di Kota Medan. Jurnal Sistem Teknik Industri. Vol. 19 No. ISSN 1411 Ae 5247. Juli 2017 DAFTAR PUSTAKA