VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Volume 2 Nomor 2 April 2024 e-ISSN : 3030-8992. p-ISSN : 3030-900X. Hal 122-131 DOI: https://doi. org/ 10. 62027/vitamedica. Available online at:https://journal. id/index. php/VitaMedica KARAKTER KEBANGSAAN Aprillia Sumenda 1. Nomi Tampilang 2. Christo Rompis3. Melky Pangemanan4 Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado Korespondensi penulis: sumendaepril@gmail. com, nomitampilng30@gmail. itorompis@gmail. com, melkypangemanan@unima. Abstract. This research explores the important role of national character as the main foundation in forming identity and maintaining the integrity of the nation, especially in the era of globalization which expands intercultural interactions and the spread of foreign values. With the rapid flow of information from all over the world, maintaining a strong identity is crucial for every nation to overcome the challenges of an identity crisis that may arise. A qualitative approach was used in this research, by analyzing data from literature, interviews with experts, as well as policy studies in the fields of education and national culture. The results show that strengthening national character plays a role in preventing identity crises, increasing social unity, and protecting cultural integrity amidst the challenges of This research emphasizes the importance of sustainable national character education and policies that support the creation of a strong national identity. Keywords: National Character. National Identity. Globalization. Character Education. National Integrity. Abstrak. Penelitian ini mengeksplorasi peran penting karakter kebangsaan sebagai landasan utama dalam membentuk identitas serta menjaga keutuhan bangsa, terutama di era globalisasi yang memperluas interaksi antarbudaya dan penyebaran nilai-nilai asing. Dengan derasnya arus informasi dari seluruh dunia, menjaga identitas yang kuat menjadi krusial bagi setiap bangsa untuk mengatasi tantangan krisis identitas yang mungkin muncul. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan menganalisis data dari literatur, wawancara dengan pakar, serta kajian kebijakan di bidang pendidikan dan budaya nasional. Hasil menunjukkan bahwa penguatan karakter kebangsaan berperan dalam mencegah krisis identitas, meningkatkan kesatuan sosial, dan melindungi integritas budaya di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan karakter kebangsaan yang berkelanjutan serta kebijakan yang mendukung terciptanya identitas nasional yang kuat. Kata kunci: Karakter bangsa. Jati diri bangsa. Globalisasi. Pendidikan karakter. Integritas Nasional. LATAR BELAKANG Di era globalisasi yang ditandai dengan semakin cepatnya arus informasi, teknologi, dan interaksi budaya lintas negara, identitas nasional menghadapi tantangan yang signifikan. Dinamika perubahan sosial, politik, serta ekonomi global telah membuat masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia, lebih mudah mengalami krisis identitas. Nilai-nilai dan budaya asing kerap kali lebih mendominasi, memengaruhi cara berpikir dan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda. Kekhawatiran muncul terkait semakin melemahnya rasa nasionalisme dan semangat kebangsaan, yang pada akhirnya dapat mengancam persatuan dan kesatuan negara. Received: Maret 17, 2024. Revised: Maret 30 2024. Accepted: April 14, 2024. Online Available: April 29, *Aprillia Sumenda, sumendaepril@gmail. KARAKTER KEBANGSAAN Karakter kebangsaan menjadi elemen penting dalam menjaga jati diri serta identitas nasional. Karakter ini meliputi nilai-nilai seperti cinta terhadap tanah air, solidaritas, kerja sama, toleransi, dan tanggung jawab kepada negara. Nilai-nilai tersebut memiliki peran vital dalam menciptakan kesatuan sosial, meningkatkan rasa bangga terhadap bangsa, serta melestarikan budaya lokal di tengah gempuran pengaruh global. Meskipun begitu, terdapat berbagai tantangan dalam menanamkan karakter kebangsaan, terutama pada generasi muda yang lebih terekspos budaya global melalui teknologi dan media sosial. Hal ini memerlukan pendekatan yang sistematis dari berbagai pihak, mulai dari sektor pendidikan, kebijakan pemerintah, hingga peran aktif masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang relevan dengan konteks masa kini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelaah lebih jauh tentang bagaimana karakter kebangsaan dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam membentuk identitas nasional di tengah arus globalisasi. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengeksplorasi strategi-strategi efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya menjaga persatuan bangsa dan mengatasi krisis identitas yang mungkin terjadi. KAJIAN TEORITIS Karakter kebangsaan merupakan salah satu konsep penting dalam pembangunan jati diri dan identitas sebuah bangsa. Menurut Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, karakter kebangsaan mencakup nilai-nilai seperti cinta tanah air, kemanusiaan yang adil dan beradab, serta persatuan Indonesia. Hal ini sejalan dengan pandangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyebutkan bahwa pembentukan karakter kebangsaan harus dimulai sejak dini melalui pendidikan yang berkelanjutan, baik di sekolah maupun di masyarakat (Kemdikbud, 2. Dalam kerangka teoritis, karakter kebangsaan dapat dikaitkan dengan konsep identitas sosial yang dikembangkan oleh Tajfel . Identitas sosial berhubungan dengan bagaimana individu mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari kelompok tertentu, yang dalam konteks ini adalah bangsa. Ketika individu memiliki identitas Jurnal VitaMedica VOLUME 2. NO. APRIL 2024 e-ISSN: 3030-8992. p-ISSN: 3030-900X. Hal 122-131 kebangsaan yang kuat, ia cenderung berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh bangsa tersebut, seperti solidaritas, cinta tanah air, dan tanggung jawab sosial. Menurut teori ini, identitas sosial dapat membentuk cara pandang individu terhadap dirinya sendiri serta terhadap orang lain, terutama dalam konteks perbedaan budaya dan pengaruh global (Tajfel & Turner, 1. Selain itu. Bennett . dalam teorinya tentang "Intercultural Sensitivity" menjelaskan bahwa di era globalisasi, di mana interaksi antarbudaya semakin intensif, kemampuan untuk memahami dan menghargai perbedaan budaya menjadi penting. Namun, karakter kebangsaan yang kuat tetap diperlukan untuk menjaga keutuhan dan identitas nasional. Bennett menekankan bahwa penghargaan terhadap budaya global tidak harus menghilangkan karakter nasional. justru, keduanya dapat saling memperkaya dengan catatan bahwa karakter kebangsaan tetap dijaga dengan baik (Bennett, 2. Secara praktis, pendidikan karakter kebangsaan di Indonesia sudah mulai diimplementasikan melalui kurikulum yang mencakup pelajaran PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraa. , namun efektivitasnya seringkali bergantung pada penerapan di lapangan. Penelitian oleh Suyadi dan Selvi . menunjukkan bahwa pendidikan karakter kebangsaan yang diterapkan di sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan sikap nasionalisme pada siswa, terutama dalam hal cinta tanah air dan toleransi terhadap perbedaan. Dalam studinya, mereka mengamati bahwa siswa yang terpapar pendidikan karakter kebangsaan lebih cenderung mengembangkan rasa kepemilikan terhadap identitas nasional mereka, meskipun terpapar budaya global (Suyadi & Selvi, 2. Dalam konteks Indonesia, globalisasi memiliki dampak yang ambivalen. Di satu sisi, globalisasi memberikan peluang besar untuk peningkatan ekonomi, teknologi, dan pertukaran budaya. Namun di sisi lain, seperti yang diungkapkan oleh Kurniawati . , globalisasi juga membawa tantangan dalam menjaga identitas kebangsaan karena masyarakat, terutama generasi muda, lebih rentan terhadap pengaruh budaya asing melalui media sosial dan internet. Oleh karena itu. Kurniawati menekankan pentingnya strategi pendidikan dan kebijakan budaya yang mampu mempertahankan karakter kebangsaan di tengah tantangan global ini (Kurniawati, 2. KARAKTER KEBANGSAAN METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi literatur atau tinjauan pustaka sebagai pendekatan utama dalam mengkaji peran karakter kebangsaan dalam membentuk identitas dan keutuhan bangsa di era globalisasi. Studi literatur adalah metode yang mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis berbagai sumber tertulis yang relevan dengan topik penelitian. Melalui metode ini, peneliti dapat memahami bagaimana konsep dan teori yang sudah ada diterapkan dalam konteks yang lebih luas serta bagaimana hasil penelitian sebelumnya dapat memberikan landasan bagi penelitian saat Dalam melakukan studi literatur ini, beberapa tahapan yang diterapkan meliputi: Pengumpulan Sumber Data Peneliti mengumpulkan berbagai sumber literatur, baik yang bersifat teoritis maupun empiris, yang berkaitan dengan tema karakter kebangsaan, identitas nasional, serta dampak globalisasi. Sumber yang digunakan mencakup buku-buku akademis, jurnal ilmiah, artikel penelitian, serta dokumen kebijakan pemerintah yang relevan. Peneliti juga mengakses artikel dari database jurnal internasional seperti Google Scholar. ScienceDirect, serta jurnal nasional yang terindeks oleh SINTA dan DOAJ. Kriteria Seleksi Sumber Seleksi literatur dilakukan berdasarkan relevansi dan kualitas sumber. Sumber yang dipilih adalah yang memiliki kredibilitas tinggi dan relevan dengan topik penelitian, terutama yang berkaitan dengan karakter kebangsaan di era globalisasi. Artikel penelitian yang dipilih merupakan hasil penelitian empiris atau kajian teoritis yang dipublikasikan dalam jurnal yang terakreditasi, baik di tingkat nasional maupun Tahun publikasi juga menjadi pertimbangan, dengan prioritas pada sumber-sumber yang dipublikasikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir untuk memastikan data yang lebih up-to-date. Analisis Isi Setelah mengumpulkan sumber-sumber literatur, peneliti melakukan analisis isi . ontent analysi. terhadap materi yang ditemukan. Teknik ini bertujuan untuk memahami isi dan argumen dari setiap literatur yang dianalisis, serta untuk menemukan Jurnal VitaMedica VOLUME 2. NO. APRIL 2024 e-ISSN: 3030-8992. p-ISSN: 3030-900X. Hal 122-131 kesamaan, perbedaan, dan pola-pola penting yang relevan dengan topik penelitian. Peneliti mengkategorikan literatur berdasarkan tema-tema utama seperti pendidikan karakter, identitas nasional, pengaruh globalisasi, dan upaya penguatan karakter Sintesis Temuan Sintesis dilakukan dengan menyatukan hasil-hasil yang diperoleh dari berbagai sumber literatur tersebut. Peneliti mengidentifikasi tema-tema kunci yang muncul dari berbagai kajian sebelumnya, termasuk bagaimana pendidikan karakter kebangsaan dipraktikkan di berbagai negara, dampak globalisasi terhadap identitas nasional, dan kebijakan apa saja yang diterapkan untuk menjaga karakter kebangsaan di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini membangun kerangka pemikiran yang komprehensif berdasarkan temuan yang ada. Kesimpulan dan Implikasi Tahap akhir dari metode studi literatur ini adalah menarik kesimpulan berdasarkan temuan yang telah disintesis dari literatur yang dipelajari. Kesimpulan ini mencakup pandangan tentang pentingnya karakter kebangsaan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan bagaimana pendidikan serta kebijakan nasional dapat memperkuat identitas bangsa. Selain itu, implikasi dari temuan ini juga diuraikan untuk memberikan rekomendasi yang dapat diimplementasikan dalam konteks pendidikan dan kebijakan kebangsaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Studi literatur yang dilakukan untuk meneliti karakter kebangsaan sebagai fondasi dalam pembentukan identitas dan keutuhan bangsa di era globalisasi menunjukkan bahwa konsep ini memiliki peran yang krusial dalam menghadapi berbagai tantangan modern. Globalisasi, dengan segala kemajuan teknologi dan arus informasi yang cepat, menciptakan lingkungan yang memungkinkan pertukaran budaya yang semakin intensif, namun juga berisiko melemahkan identitas nasional jika tidak diimbangi dengan penguatan karakter kebangsaan. Dalam konteks pendidikan, berbagai literatur menegaskan pentingnya pendidikan karakter kebangsaan sebagai sarana utama untuk membentuk individu yang memiliki kesadaran tinggi terhadap identitas nasional. Penelitian oleh Suyadi dan Selvi KARAKTER KEBANGSAAN menunjukkan bahwa siswa yang diberikan pendidikan karakter kebangsaan cenderung lebih memiliki sikap cinta tanah air dan mampu menghadapi pengaruh budaya asing. Pendidikan ini, yang menekankan nilai-nilai seperti toleransi, persatuan, dan tanggung jawab sosial, sangat relevan dalam menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman dan interaksi global. Selain itu, literatur yang dikaji juga menunjukkan bahwa pembentukan identitas nasional melalui karakter kebangsaan dapat dihubungkan dengan teori identitas sosial. Tajfel dan Turner . menjelaskan bahwa identitas seseorang sebagai bagian dari kelompok . alam hal ini, bangs. memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan Individu yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat akan cenderung lebih loyal terhadap nilai-nilai nasional dan mempertahankan jati dirinya sebagai bagian dari bangsa tersebut, meskipun terpapar oleh budaya global. Ini menjadi penting di era globalisasi, di mana generasi muda sering kali lebih rentan terhadap krisis identitas akibat paparan terhadap budaya asing yang lebih dominan melalui media digital. Dalam studi yang lain. Bennett . mengemukakan bahwa intercultural sensitivity atau sensitivitas antarbudaya menjadi keterampilan yang dibutuhkan di era Namun, ia juga menekankan bahwa sensitivitas ini tidak berarti melemahkan karakter kebangsaan. Justru, individu yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat dapat lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan budaya lain tanpa kehilangan jati dirinya. Ini menunjukkan bahwa globalisasi tidak harus dilihat sebagai ancaman, melainkan peluang untuk memperkaya identitas nasional selama nilai-nilai kebangsaan tetap dijaga. Dari perspektif kebijakan, studi literatur juga mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam merumuskan strategi yang tepat untuk memperkuat karakter kebangsaan. Kurniawati . dalam penelitiannya menyoroti pentingnya kebijakan yang mendukung penguatan karakter kebangsaan melalui pendidikan, media massa, dan kebijakan budaya. Ia menekankan bahwa globalisasi bisa membawa dampak negatif terhadap identitas kebangsaan jika tidak diimbangi dengan kebijakan yang tepat. Pemerintah harus memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan selalu Jurnal VitaMedica VOLUME 2. NO. APRIL 2024 e-ISSN: 3030-8992. p-ISSN: 3030-900X. Hal 122-131 menjadi bagian integral dari pendidikan dan budaya masyarakat, sehingga identitas nasional tetap kuat meski ada pengaruh global. Temuan lain dari literatur menunjukkan bahwa kohesi sosial, seperti yang dijelaskan oleh Durkheim . , dapat tercapai jika masyarakat memiliki kesamaan nilai-nilai kebangsaan. Karakter kebangsaan menjadi semacam "perekat sosial" yang menyatukan individu dari berbagai latar belakang etnis, agama, dan budaya dalam satu identitas nasional. Dalam situasi globalisasi yang sering kali memecah masyarakat melalui perbedaan ideologi atau pengaruh budaya asing, karakter kebangsaan memainkan peran penting dalam menjaga persatuan bangsa. Berdasarkan hasil studi literatur ini, dapat disimpulkan bahwa karakter kebangsaan tidak hanya berfungsi sebagai fondasi dalam pembentukan identitas nasional, tetapi juga sebagai mekanisme perlindungan terhadap tantangan yang dibawa oleh globalisasi. Pendidikan yang mengedepankan karakter kebangsaan dan kebijakan yang mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan adalah kunci dalam menjaga keutuhan dan keberlanjutan identitas bangsa di tengah arus perubahan global yang Dengan demikian, meskipun globalisasi membawa banyak peluang, penting untuk tetap menekankan karakter kebangsaan sebagai landasan dalam membentuk generasi yang mampu bersaing secara global, namun tetap berakar kuat pada identitas nasional mereka. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Karakter kebangsaan memainkan peran yang sangat vital sebagai dasar dalam pembentukan identitas nasional dan mempertahankan keutuhan bangsa, terutama di tengah era globalisasi. Di era arus informasi, teknologi, serta interaksi budaya lintas negara yang semakin deras, nilai-nilai kebangsaan seperti cinta tanah air, solidaritas, gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab terhadap bangsa terbukti menjadi perisai yang kuat dalam menghadapi krisis identitas, terutama di kalangan generasi muda. Penguatan karakter kebangsaan tidak hanya berfungsi menjaga persatuan sosial, tetapi juga melindungi warisan budaya lokal dan memperkokoh semangat nasionalisme. Melalui proses pendidikan yang berkelanjutan dan kebijakan yang tepat, karakter KARAKTER KEBANGSAAN kebangsaan dapat terus ditanamkan dan disesuaikan dengan tantangan yang muncul dari globalisasi saat ini. Saran