Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 PEMANFAATAN YOUTUBE DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA MUHAMMADIYAH 1 BOARDING SCHOOL Juliyansa1. Syubli2. Lety Febriana3. Desi Firmasari4. Imam Ahmad Amin5 1,2,3,4. Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Bengkulu. Indonesia juliyansyahjuli95@gmail. Abstract The purpose of this research is to find out how the utilization of Youtube in the learning process of Islamic Religious Education at SMA Muhammadiyah 1 Boarding School. The background of this research is based on the rapid development of digital technology, especially the YouTube platform, which has the potential to be an effective and interesting learning medium. YouTube as a video sharing platform is now not only used for entertainment, but also utilized in the context of learning by various groups, ranging from teachers to students. However, in this school, the use of YouTube in learning has not been utilized in the learning process. The method used in this research is descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The informants in this study consisted of principals. Islamic Religious Education teachers, and students. The results showed that although the use of YouTube in learning Islamic Religious Education in this school has not been utilized, all parties in the school showed a positive response. The principal supports the use of YouTube digital media as long as it remains in accordance with Islamic values and the curriculum. Islamic Education teachers recognize that videos from YouTube can help explain material visually and are more interesting for students. Students themselves expressed enthusiasm and readiness to learn using videos from YouTube. In conclusion. YouTube has great potential to be utilized in learning Islamic Religious Education at SMA Muhammadiyah 1 Boarding School. Keywords: YouTube. Islamic Religious Education. Learning Media. Digital Technology. SMA Muhammadiyah 1 Boarding School. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Youtube dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 1 Boarding School. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, khususnya platform YouTube, yang berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif dan menarik. YouTube sebagai platform berbagi video kini tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dimanfaatkan dalam konteks pembelajaran oleh berbagai kalangan, mulai dari guru hingga siswa. Namun, di sekolah ini, penggunaan YouTube dalam pembelajaran belum manfaatkan dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemanfaatan YouTube dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 sekolah ini belum dimanfaatkan. Namun seluruh pihak di sekolah menunjukkan respon yang positif. Kepala sekolah mendukung penggunaan media digital Youtube selama tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam dan kurikulum. Guru Pendidikan Agama Islam mengakui bahwa video dari YouTube dapat membantu menjelaskan materi secara visual dan lebih menarik bagi siswa. Siswa sendiri menyatakan antusiasme dan kesiapan untuk belajar menggunakan video dari YouTube. Kesimpulannya. YouTube memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 1 Boarding School. Kata Kunci: YouTube. Pendidikan Agama Islam. Media Pembelajaran. Teknologi Digital. SMA Muhammadiyah 1 Boarding School PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan dengan kesadaran penuh untuk mentransfer nilai-nilai pendidikan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Proses pendidikan berlangsung dalam suasana belajar dan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik secara aktif mengembangkan potensi mereka. Dengan demikian, mereka dapat membentuk kekuatan spiritual keagamaan, kemampuan mengendalikan diri, kepribadian yang baik, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan baik untuk diri mereka sendiri maupun masyarakat1. Pendidikan adalah sarana mencapai tujuan negara Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat butir ketiga yakni Mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah telah melaksanakan banyak hal yag dilakukan oleh pemerintah di dalam upaya untuk meningkatkan mutunya. Salah satu contoh upaya yang telah dilakukan pemerintah yaitu mengganti kurikulum sekolah salah satunya kurikulum pendidikan2. Dengan pendidikan kita akan semakin dewasa karena pendidikan memberikan dampak yang sangat besar bagi diri kita sendiri dan juga pendidikan bisa memberikan berbagai keterampilan, kemampuan mental, dan Undang-Undang Sistem Pendidikan No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran, sehingga peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi mereka, guna memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Abd Rahman et al. AuPengertian Pendidikan. Ilmu Pendidikan Dan Unsur-Unsur Pendidikan,Ay Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam 2, no. : 1Ae8. Ahmad Khairani Saputra. AuKualitas Pendidikan Di Indonesia,Ay Universitas Andalas, no. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 kemampuan pengendalian diri, kepribadian yang baik, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi diri mereka sendiri dan masyarakat3. Pendidikan dapat didefinisikan sebagai sebuah proses yang bertujuan mengubah etika dan perilaku individu atau kelompok sosial untuk mencapai kemandirian, dengan tujuan mematangkan atau mendewasakan manusia melalui pendidikan, pembelajaran, bimbingan, dan pembinaan4. Pendidikan di Indonesia mencakup segala jenis pendidikan formal dan nonformal di Indonesia. Pendidikan formal di Indonesia diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, yang sebelumnya disebut Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia5. Dengan demikian, setiap warga negara diwajibkan mengikuti program wajib belajar selama sembilan tahun, yaitu dibagi enam tahun masa pendidikan di sekolah dasar, kemudian ditambah lagi tiga tahun di sekolah menengah pertama, dan tiga tahun mengah atas. Proses pembelajaran merupakan aspek yang paling esensial dalam pendidikan. Pembelajaran meliputi segala upaya yang dilakukan oleh guru untuk mendorong siswa dalam proses belajar. Secara implisit, pembelajaran melibatkan proses pemilihan, penetapan, dan pengembangan teknik untuk mencapai hasil yang diharapkan. Beberapa komponen yang memengaruhi kualitas pembelajaran meliputi guru, siswa, fasilitas, dan Proses ini berperan dalam membantu siswa mencapai tingkat optimal dalam penguasaan pengetahuan, pengembangan sikap, dan keterampilan mereka. Proses pembelajaran adalah inti dari pendidikan karena melalui pembelajaran, individu memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, dan sikap yang penting untuk menjalani kehidupan. Pembelajaran bukan hanya sekadar transfer informasi, tetapi juga proses membangun karakter dan kecakapan berpikir kritis yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia yang terus berkembang7. Jika proses pembelajaran tidak Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003,Ay Zitteliana 19, no. : 159Ae Adelia Putri et al. AuPendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional,Ay Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Agama Islam 2, no. : 221Ae27. Junaedi Ifan. AuProses Pembelajaran Yang Efektif. ,Ay Jisamar VOL. 3 NO. , no. : 19Ae25. Amelia Putri Wulandari et al. AuPentingnya Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar,Ay Journal on Education 5, no. : 3928Ae36. Nurkholis. AuPendidikan Dalam Upaya Memajukan Teknologi Oleh: Nurkholis Doktor Ilmu Pendidikan. Alumnus Universitas Negeri Jakarta Dosen Luar Biasa Jurusan Tarbiyah STAIN PurwokertoAy 1, no. : 24Ae44. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 terlaksana dengan baik, maka akan ada dampak signifikan terhadap perkembangan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Proses pembelajaran yang terstruktur dan efektif, potensi individu untuk berkembang secara optimal akan terhambat. Pembelajaran tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademis, tetapi juga membentuk kemampuan sosial, emosional, dan moral Tanpa hal ini, individu cenderung menghadapi kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial dan ekonomi. Proses pembelajaran membantu siswa memahami dunia di sekitar mereka dan memberi mereka alat untuk berkontribusi secara positif kepada masyarakat8. Proses pembelajaran jika tidak berjalan, atau tidak terlaksana, individu kehilangan kesempatan untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Dalam konteks pembelajaran agama seperti Pendidikan Agama Islam, proses pembelajaran sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang religius dan berakhlak mulia. Jika pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak berjalan, siswa mungkin kehilangan panduan moral yang penting dalam menjalani kehidupan9. Hal ini tidak hanya berdampak pada perilaku individu, tetapi juga pada keharmonisan sosial dalam masyarakat yang Oleh karena itu, memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik adalah tanggung jawab bersama untuk membangun individu yang berkualitas dan masyarakat yang berdaya saing. Guru merupakan teladan kedua setelah orang tua. Seorang guru idealnya adalah pribadi yang serba bisa dan serba tahu, serta mampu mentransfer kebiasaan dan pengetahuan kepada muridnya dengan metode yang sesuai dengan perkembangan dan potensi peserta didik. Peran guru sebagai pendidik dan pengajar menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan setiap upaya pendidikan10. Hal ini menegaskan betapa pentingnya profesi guru dalam dunia pendidikan. Anak Agung Ngurah Bayu Artawijaya and Ni Made Saptiari. AuHubungan Perkembangan Kognitif Peserta Didik Dengan Proses Belajar,Ay Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin 3, no. : 504Ae15, https://doi. org/10. 37329/metta. Difa Zalsabella P. Eka Ulfatul C, and Moh Kamal. AuPentingnya Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Nilai Karakter Dan Moral Anak Di Masa Pandemi,Ay Journal of Islamic Education 9, no. : 43Ae63, https://doi. org/10. 18860/jie. Adelia Putri and Fatimah Zahara. AuHakikat Pendidik Dalam Strategi Pembelajaran,Ay Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2, no. : 98Ae108. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Guru berperan dalam membangun hubungan positif di kelas, yang dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dan mendorong mereka untuk aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Dengan itu guru di dukung dengan media pembelajaran sebagai meningkatkan efektivitas proses belajar-mengajar. Media juga berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana yang dapat menyajikan informasi dengan cara yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami11. Dengan media, guru dapat mengilustrasikan konsep-konsep abstrak menjadi lebih konkret, sehingga siswa dapat memahami materi pelajaran dengan lebih baik. Misalnya, dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, video animasi tentang kisah nabi dapat membantu siswa memahami cerita dengan lebih visual dan menyenangkan dibandingkan hanya membaca teks. Media pembelajaran memiliki peran penting dalam membantu pembelajar dalam membangun pengetahuan di berbagai institusi pendidikan di seluruh dunia12. Dalam perkembangan teknologi yang pesat saat ini, penggunaan berbagai media pembelajaran yang lebih canggih dan efektif menjadi lebih memungkinkan dalam proses pembelajaran. Integrasi media dan teknologi dalam pembelajaran memungkinkan guru untuk menyampaikan pengetahuan, nilai-nilai, dan keterampilan dengan lebih efektif. Media berperan penting dalam membantu pemahaman dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Media yang menarik, seperti video, simulasi interaktif, atau gamifikasi, dapat memicu rasa ingin tahu siswa dan membuat mereka lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Di era digital saat ini, media pembelajaran berbasis teknologi, seperti platform YouTube atau aplikasi pendidikan, sangat relevan karena sesuai dengan gaya belajar generasi muda yang akrab dengan teknologi. Pada dasarnya, media adalah salah satu komponen dalam sistem pembelajaran yang seharusnya menjadi bagian integral dan selaras dengan keseluruhan proses pembelajaran13. Buchari Agustini. AuPeran Guru Dalam Pengelolaan Pembelajaran,Ay Jurnal Ilmiah Iqra 12 . 1693Ae5705. E Manik. AuIntegrasi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi,Ay Book Chapter of Proceedings Journey-Liaison A 1, no. : 181Ae88, https://jlas. org/index. php/BCoPJ-LAS/article/view/20. Septy Nurfadhillah et al. AuPeranan Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa SD Negeri Kohod i,Ay PENSA : Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial 3, no. : 243Ae55, https://ejournal. id/index. php/pensa. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Media pembelajaran juga mendorong pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, kolaborasi, dan kreativitas. Ketika siswa terpapar pada media pembelajaran yang inovatif, mereka tidak hanya belajar tentang materi pelajaran, tetapi juga mengembangkan kemampuan untuk menggunakan teknologi secara produktif14. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, misalnya, siswa dapat diajak membuat konten video edukatif tentang nilai-nilai agama, yang melibatkan proses berpikir kreatif dan kerja sama tim. Dengan demikian, media pembelajaran tidak hanya memperkaya proses belajar-mengajar, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin digital. YouTube adalah platform berbagi video yang populer, di mana pengguna dapat mengunggah, menonton, dan membagikan klip video secara gratis. Situs ini didirikan pada Februari 2005 oleh tiga mantan karyawan PayPal, yaitu Chad Hurley. Steve Chen, dan Jawed Karim15. Umumnya, video di YouTube mencakup klip film, acara TV, serta video buatan pengguna. YouTube memanfaatkan teknologi web untuk menampilkan kontennya, memungkinkan pengguna untuk memposting atau menampilkan video yang dapat dilihat dan diapresiasi oleh banyak orang. YouTube dapat dianggap sebagai jejaring sosial berbasis video, menyediakan akses ke beragam konten seperti hiburan, berita, tutorial, serta memfasilitasi proses belajar mengajar dan membantu guru sebagai media Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Muhammadiyah 1 Boarding School, proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilakukan oleh guru masih menggunakan metode konvensional, seperti hanya ceramah, pemberian tugas, latihan, dan sesi tanya jawab. Menurut pengamatan penulis, metode ini membuat siswa kurang termotivasi dan mudah merasa bosan. Padahal, pembelajaran Pendidikan Agama Islam seharusnya mengadopsi pendekatan yang lebih kontekstual dan aplikatif untuk mencapai hasil yang optimal. METODE Naila Nafaul Faiza et al. AuMedia Pembelajaran Abad 21 : Membangun GenerasiAy 2, no. Miftach Zaini. AuPemberian Royalty Terhadap Penggunaan Hak Cipta Musik Di Youtube. ,Ay Repository UMS 5, no. : 53Ae54. Ralph Adolph. AuPengertian Youtube,Ay 2016, 1Ae23. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode kualitatif yaitu mendeskripsikan data-data yang diperoleh di lapangan. Tujuan utama dari pendekatan ini adalah memperoleh wawasan mendalam tentang fenomena yang diteliti. Subyek penelitian ini adalah Guru Pendidikan Agama Islam. Kepala Sekolah, dan Siswa/I SMA Muhammadiyah 1 Boarding School. Teknik pengumpulan data pertama Obeservasi langsung di SMA Muhammadiyah 1 Boarding School kelas XI untuk menyaksikan langsung Guru Pendidikan Agama Islam mengajar dalam kelas. Kedua. Wawancara dengan kepala sekolah untuk informasi awal. HASIL DAN PEMBAHASAN Wawancara dengan berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan dengan wawancara yang meliputi beberapa pertayaan yang di ajukan kepada para responden untuk mendapatkan data-data mengenai masalah yang diteliti, yaitu Kepala Sekolah. Guru Pendidikan Agama Islam dan Siswa/I SMA Muhammadiyah 1 Boarding School. Berdasarkan hasil wawancara dan pengumpulan data, diketahui bahwa pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran belum diterapkan secara aktif di SMA Muhammadiyah 1 Boarding School. Meskipun demikian, baik kepala sekolah, guru, maupun siswa memberikan respon yang positif terhadap gagasan pemanfaatan YouTube dalam kegiatan pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Mereka menilai bahwa YouTube memiliki potensi sebagai sarana yang efektif untuk menyampaikan materi pembelajaran, secara visual, menarik, dan lebih mudah dipahami oleh siswa. Kepala sekolah menekankan pentingnya pemanfaatan media yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, serta menyatakan kesiapan untuk mendukung program inovatif seperti pembelajaran berbasis video YouTube, asalkan dilakukan secara terarah dan bertanggung Hasil wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan adanya dukungan terhadap pemanfaatan media digital dalam pembelajaran, khususnya YouTube, selama penggunaannya tidak bertentangan dengan prinsip dan nilai-nilai Islam yang menjadi dasar pendidikan di SMA Muhammadiyah 1 Boarding School. Wawancara dengan Kepala Sekolah Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Bagaimana penggunaan media digital. Seperti Youtube dalam pembelajaran di sekolah Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Husnul Hakim selaku Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Boarding School, beliau menyampaikan bahwa penggunaan media digital seperti YouTube dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebagaimana yang di sampaikan informan: AuMemandang bahwa penggunaan media digital seperti YouTube dalam pembelajaran itu adalah hal yang positif dan relevan dengan perkembangan zaman saat ini. Anakanak sekarang sudah sangat akrab dengan teknologi, jadi kalau kita bisa mengarahkan mereka untuk menggunakan YouTube secara tepat dalam pembelajaran, saya kira itu akan sangat membantu. Khususnya dalam pelajaran yang membutuhkan visualisasi video bisa membuat materi lebih mudah dipahami dan menarik. Tapi tentu saja, kami di sekolah juga perlu memastikan bahwa konten yang digunakan tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam dan tidak bertentangan dengan karakter sekolah sebagai lembaga pendidikan Islam berasrama. Jadi, penggunaannya harus bijak dan terkontrol. Ay17 Dari hasil wawancara di atas Bapak Husnul Hakim selaku Kepala Sekolah sangat mendukung proses pembelajaran menggunakan media digital seperti Youtube menurut beliau sangat baik dan mengikuti perkembang zaman, selama proses pembelajaran memilih konten yang baik. Wawancara dengan Guru Pendidikan Agama Islam Bagaimana perkembangan teknologi saat ini mempengaruhi cara mengajar? Berdasarkan pendapat dari Ibu Sari Harlini selaku Guru Pendidikan Agama Islam SMA Muhammadiyah 1 Boarding School menyatakan bahwa. Perkembangan teknologi saat ini sangat membatu proses belajar. Sebagaimana yang di sampaikan AuKalau kita lihat sekarang, perkembangan teknologi memang sangat cepat, dan itu jelas berpengaruh besar pada cara belajar siswa. Anak-anak sekarang sudah terbiasa dengan perangkat digital seperti HP, laptop, dan internet. Jadi, mereka cenderung lebih cepat menangkap informasi dari media visual, seperti video atau gambar. AuWawancara Dengan Bapak Husnul Hakim Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Boarding School. " Pada Tanggal 16 Mei 2025,Ay n. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Di sekolah ini, kami juga melihat siswa lebih semangat belajar kalau guru menggunakan video atau alat bantu lainnya. Jadi, teknologi bisa membuat siswa lebih aktif dan mudah memahami pelajaran. Tapi tentu saja, teknologi juga harus digunakan dengan bijak. Kalau tidak diarahkan, bisa saja membuat siswa malah tidak fokus belajar. Maka itu, sekolah dan guru harus mengarahkan supaya teknologi benar-benar membantu pembelajaran, bukan Ay18 Wawancara dengan Siswa Apa pendapat kamu tentang belajar lewat video Youtube? Berdasarkan hasil wawancara yang di sampaikan Dani Oktobriansyah menyampaikan bahwa: Belajar lewat video YouTube itu enak , soalnya penjelasannya biasanya lebih gampang dimengerti. Dengan belajar lewat video Youtube bisa membuat lebih mudah memahami, karena menarik dan videonya ada gambar atau animasinya. Hasil Pembahasan Wawancara Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1 Boarding School, diperoleh informasi bahwa pemanfaatan media digital seperti YouTube dalam pembelajaran saat ini belum diterapkan secara aktif. Meskipun demikian, pihak sekolah memiliki pandangan yang terbuka dan positif terhadap inovasi pembelajaran berbasis digital, termasuk penggunaan YouTube sebagai media pendukung dalam proses Kepala sekolah menyatakan bahwa media seperti YouTube berpotensi menjadi alat bantu yang efektif, selama digunakan secara terarah dan tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kepala sekolah juga menyampaikan bahwa sekolah siap mendukung penggunaan media pembelajaran berbasis YouTube, dengan syarat pelaksanaannya dilakukan secara bertanggung jawab. Dukungan yang diberikan meliputi penyediaan fasilitas seperti koneksi internet dan perangkat proyektor, serta pengawasan konten yang digunakan agar tetap sesuai dengan kurikulum dan nilai-nilai keislaman. Sekolah juga akan mendorong AuWawancara Dengan Ibu Sari Harlini Guru Pendidikan Agama Islam SMA Muhammadiyah 1 Boarding School. Ao Pada 13 Mei 2025. ,AoAy . AuWawancara Dengan Dani Oktobriansyah Siswa SMA Muhammadiyah 1 Boarding School. Ao Pada 8 Mei 2025,AoAy n. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 guru untuk mengikuti pelatihan agar lebih siap menggunakan media digital dalam proses Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam, diperoleh informasi bahwa saat ini penggunaan YouTube sebagai media pembelajaran belum secara aktif diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di SMA Muhammadiyah 1 Boarding School. Meskipun demikian, guru menunjukkan sikap yang positif dan terbuka terhadap pemanfaatan media digital tersebut sebagai inovasi dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh kesadaran akan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan kebutuhan siswa terhadap metode belajar yang lebih menarik dan sesuai dengan gaya belajar generasi saat ini. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa siswa, diperoleh informasi bahwa sebagian besar dari mereka sudah familiar dan sering menonton video pelajaran Pendidikan Agama Islam di YouTube. Mereka menyebutkan bahwa videovideo tersebut biasanya berisi penjelasan materi yang berkaitan dengan sejarah Islam, kisah nabi, serta praktik ibadah yang disampaikan secara visual dan menarik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa sudah memiliki pengalaman awal dalam memanfaatkan YouTube untuk keperluan belajar secara mandiri. Para siswa umumnya menyatakan bahwa belajar melalui YouTube sangat membantu mereka dalam memahami materi. Menurut mereka, penyampaian materi dalam bentuk video lebih mudah dicerna karena didukung oleh gambar, animasi, dan narasi suara yang membuat informasi lebih jelas. Selain itu, siswa juga dapat mengulang video jika ada bagian yang belum dipahami, sehingga mereka merasa lebih fleksibel dalam mengatur ritme belajar. Ketika ditanya apakah mereka tertarik jika guru menggunakan video dari YouTube saat pembelajaran berlangsung di kelas, mayoritas siswa menyatakan bahwa mereka sangat tertarik dan mendukung penggunaan YouTube sebagai media Menurut mereka, pembelajaran dengan bantuan video akan membuat suasana kelas menjadi lebih hidup, tidak monoton, serta lebih menyenangkan. Siswa juga mengemukakan bahwa materi yang paling cocok disampaikan melalui video YouTube adalah sejarah Islam dan praktik ibadah, karena dua topik ini membutuhkan penjelasan visual agar lebih mudah dimengerti. Misalnya, dalam menjelaskan peristiwa penting Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 dalam sejarah Islam, penggunaan ilustrasi dan narasi dalam video dapat membantu siswa membayangkan alur cerita dengan lebih baik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara dan observasi di SMA Muhammadiyah 1 Boarding School, diperoleh informasi bahwa YouTube sebagai media pembelajaran belum dimanfaatkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Namun, terdapat minat dan kesiapan dari pihak sekolah untuk mengembangkan media digital tersebut dalam kegiatan belajar mengajar di masa depan. YouTube dipandang sebagai media pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini dan dinilai mampu meningkatkan minat serta pemahaman siswa, khususnya pada materi yang bersifat visual seperti sejarah kebudayaan Islam, kisah para nabi, dan tata cara ibadah. Kepala sekolah menunjukkan sikap terbuka terhadap pemanfaatan media digital seperti YouTube, selama penggunaannya tetap sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan dilakukan secara terarah dan bertanggung jawab. Pihak sekolah juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung program pembelajaran berbasis media digital dengan mempertimbangkan ketersediaan fasilitas seperti internet dan proyektor. Guru Pendidikan Agama Islam menyambut baik ide pemanfaatan YouTube karena media tersebut dinilai dapat memudahkan penyampaian materi dan menarik perhatian siswa, meskipun masih ada kendala seperti keterbatasan jaringan internet dan kebutuhan akan pelatihan penggunaan teknologi. Siswa SMA Muhammadiyah 1 Boarding School pun menunjukkan antusiasme terhadap pembelajaran menggunakan YouTube. Mereka menyatakan bahwa belajar melalui video dapat membantu memahami materi dengan lebih cepat dan menyenangkan. Siswa berharap pembelajaran berbasis YouTube ke depannya dapat dikemas lebih interaktif, menggunakan konten yang menarik, dan mudah dipahami. Penggunaan pemanfaatan YouTube juga dinilai mampu mendukung metode pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif. Hal ini menjadi peluang bagi guru untuk berinovasi dalam menyampaikan materi. Dengan demikian. YouTube memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 1 Boarding Scool. DAFTAR PUSTAKA