JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 PENGARUH SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PERSEDIAAN BARANG PADA PT. KORINA NETWORKS Reny Fitria Marsya Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Langlang Buana Email :marsyafitria94@gmail. Abstrak Penulisan penelitian ini dibuat melalui penelitian yang dilakukan di PT Korina Networks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh System Development Life Cycle (SDLC) terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Persediaan Barang pada PT Korina Networks. System Development Life Cycle (SDLC) adalah suatu metode yang digunakan untuk membangun, memelihara dan mengganti suatu Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang terkait siklus penjualan kredit dan persediaan barang untuk kegiatan operasional pada PT Korina Networks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa System Development Life Cycle (SDLC) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi penjualan kredit (Y. dan persediaan barang (Y. SDLC (X) mempengaruhi kualitas sistem informasi penjualan kredit sebanyak 40%. Sedangkan. SDLC (X) mempengaruhi kualitas sistem informasi akuntansi persediaan sebanyak 17,4%. Kata kunci: SIA. Penjualan Kredit. Persediaan. System Development Life Cyc PENDAHULUAN Sistem informasi merupakan bagian yang terintegrasi dalam suatu perusahaan. Setiap perusahaan bergantung pada sistem informasi untuk dapat bersaing. Sistem informasi menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh para pengguna baik manajemen maupun pihak luar yang memerlukan informasi tersebut. Berdasarkan sisi perspektif bisnis, sistem informasi merupakan instrumen yang penting untuk menciptakan nilai dalam organisasi. Dalam setiap bentuk organisasi terdapat sistem informasi akuntansi (Nugroho Widjajanto, 2005:. Menurut Stair & Reynolds dalam bukunya berjudul Fundamentals of Information Systems yang diterjemahkan olehIndrajani . , bahwa: AuPerusahaan memerlukan suatu sistem informasi akuntansi yang berguna dan sesuai dengan kepentingan perusahaan, melalui suatu proses atau pengelolaan sistem informasi yang berkualitas umumnya fleksibel, efisien, mudah diakses, dan tepat waktu untuk membantu proses pengambilan keputusan. Ay Sementara itu. Heidmann . mengatakan ada lima dimensi yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas dari sebuah sistem informasi akuntansi yaitu integrasi, fleksibel, mudah diakses, formal, dan tepat waktu. Sistem informasi yang memadai dan memenuhi kriteria yang sesuai dengan kebutuhan dapat menjadi semakin dinamis dalam mengikuti perkembangan teknologi, supaya tetap relevan perusahaan harus dapat mengikuti perkembangan dan penerapan teknologi, sehingga sistem informasi dapat menunjang perusahaan untuk meningkatkan kualitas sistem kinerjanya (Krismiaji, 2015:. Salah satu sistem informasi yang diperlukan oleh organisasi atau perusahaan yaitu sistem informasi akuntansi. Menurut Krismiaji . AuSistem Informasi Akuntansi adalah JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis. Ay Sedangkan, menurut Bodnar & Hopwood yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Jusuf . AuSistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya yang dirancang untuk mengubah data keuangan menjadi suatu informasi. Ay Beberapa perusahaan manufaktur perlahan ingin menerapkan sistem informasi akuntansi yang berkualitas dan terkomputerisasi guna mengembangkan bisnisnya. Sistem informasi akuntansi pada suatu perusahaan merupakan suatu sistem yang berbasis teknologi informasi yang menyediakan sistem informasi akuntansi seperti sistem informasi akuntansi penjualan kredit dan sistem informasi akuntansi persediaan barang yang didapat dari transaksi rutin di Perusahaan (Mulyadi, 2005:. Peran mendasar sistem informasi akuntansi dalam organisasi sebagai penampung dan pengolah data akuntansi untuk menghasilkan informasi akuntansi yang berkualitas untuk mendukung aktivitas internal perusahaan yang dilakukan oleh para manajer dan karyawan serta aktivitas perusahaan dengan pihak luar seperti dengan konsumen, pemasok pemerintah dan lainlain (Azhar Susanto, 2013: . Kualitas Informasi akuntansi adalah hasil dari sistem informasi akuntansi yang berkualitas yang menjadi salah satu keunggulan kompetitif organisasi (Baltzan, 2012:. Informasi akuntansi yang berkualitas berguna untuk membantu para pemakai informasi dalam membuat keputusan yang bermanfaat (Gellinas, 2012:. Informasi yang berkualitas tersebut diperoleh pada saat yang tepat untuk pengambilan keputusan, dimana hasilnya adalah keputusan yang lebih tepat, alokasi sumber daya yang lebih tepat dan waktu respon yang lebih baik, sehingga dapat mengurangi biaya dan menimbulkan keuntungan (Rapina, 2. Sebaliknya, informasi akuntansi yang tidak berkualitas dapat mengakibatkan keputusankeputusan yang diambil oleh user tidak berkualitas sehingga dapat menimbulkan kerugian (Huang et al, 1. Sistem informasi akuntansi ini dapat mendorong perusahaan untuk meningkatkan mutu dan memaksimalkan konsumsi masyarakat yang tinggi untuk selalu melakukan perbaikan pada biaya persediaan dan penjualan. Kualitas persediaan dan strategi penjualan yang baik dapat mendorong peningkatan penjualan yang berguna untuk menguasai pasar dan meraih keuntungan yang optimal. Keuntungan yang optimal merupakan salah satu tujuan utama perusahaan dalam menjalankan kegiatannya (Rapina, 2. Tujuan ini akan digunakan sebagai ukuran penilaian keberhasilan atau kegagalan yang telah dilaksanakan. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan mengandalkan kegiatannya dalam bentuk penjualan kredit. Perusahaan yang kurang dapat mengembangkan usahanya, lambat laun akan tergeser oleh perusahaan pesaing (Rapina, 2. Di dalam dunia usaha, terdapat beberapa strategi yang digunakan oleh penjual untuk meningkatkan volume penjualan maupun kesetiaan pelanggan. Diantara sekian banyak strategi, pemberian piutang dagang . enjualan secara kredi. merupakan salah satu strategi penjualan yang banyak diminati oleh para pengusaha. Selain karena cukup praktis, tingkat pertambahan ekonomi yang kurang merata di negara ini juga menjadi salah satu mengapa sistem penjualan secara kredit cepat berkembang dan mendapatkan respon yang baik dari kalangan masyarakat. Penjualan dari suatu produk yang dihasilkan oleh perusahaan merupakan salah satu faktor penentu dalam kegiatan perusahaan. Kondisi ini memotivasi perusahaan dalam pelaksanaan sistem penjualan kredit yang baik dalam usaha meningkatkan pendapatan. Penjualan kredit atas suatu produk merupakan salah satu sumber penerimaan kas bagi perusahaan, khususnya pelunasan piutang (Rapina, 2. Menurut V Wiratna Sujarweni . bahwa: AuKualitas Sistem Informasi Akuntansi Penjualan kredit merupakan kemampuan sistem informasi sebagai upaya perusahaan dalam JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 memberikan pelayanan kepada konsumen di mana penjualan dibayar setelah barang diterima Jumlah dan jatuh tempo pembayarannya disepakati oleh kedua pihakAy. Di perusahaan manufaktur, salah satu bagian atau divisi yang penting adalah persediaan. Persediaan ini perlu dikontrol secara teratur dan periodik, mulai dari bahan baku, bahan dalam proses, sampai barang jadi. Persediaan bahan baku harus dapat memenuhi kebutuhan rencana produksi, karena jika persediaan bahan baku tidak dapat dipenuhi, maka akan menghambat proses produksi. Keterlambatan jadwal pemenuhan produk yang dipesan konsumen dapat merugikan perusahaan. Di samping itu perlu adanya sistem informasi akuntansi persediaan yang berkualitas agar tidak terjadi perhitungan jumlah bahan baku yang rusak atau kadarluwarsa, cacat, di return atau dikembalikan karena kualitas yang tidak baik atau rusak. Pengertian dari Sistem informasi akuntansi persediaan yang dikemukakan oleh krismiaji . menyatakan bahwa: AuSistem persediaan merupakan sebuah sistem yang memelihara catatan persediaan dan memberitahu manager apabila jenis barang tertentu memerlukan Ay Kualitas sistem informasi akuntansi persediaan merupakan kemampuan suatu sistem informasi untuk melaksanakan fungsinya, meliputi keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian persediaan untuk mencapai kualitas produk yang diinginkan (O'Brien dan Marakas, 2008:. Menurut Mulyadi . bahwa: AuDalam perusahaan manufaktur, persediaan terdiri dari persediaan produk jadi, persediaan produk dalam proses, persediaan bahan baku, persediaan bahan penolong, persediaan perlengkapan pabrikAy. Dengan adanya sistem informasi akuntansi persediaan dapat mengetahui aktivitas dari pembelian atau penerimaan dan penjualan barang oleh perusahaan sebagai manajemen kontrol bagi perusahaan. Menurut Krismiaji . , bahwa: AuPerubahan terhadap Sistem Informasi Akuntansi dapat berupa perubahan kecil maupun menyeluruh sekaligus pembuatan sistem baru. Seberapa pun besarnya perubahan terhadap sebuah sistem, upaya perbaikan yang dilakukan tetap melalui sebuah proses yang sama yaitu disebut daur hidup pembuatan sistem (System Development Life Cycle/SDLC)Ay. Menurut Jogiyanto . AuPengembangan sistem dapat berarti penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Ay Untuk mengembangkan sistem informasi akuntansi dengan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC), menurut Azhar Susanto . menyatakan bahwa: AuSystem Development Life Cycle (SDLC) adalah salah satu metode pengembangan sistem informasi yang popular pada saat sistem informasi pertama kali dikembangkan. Ay Fenomena yang terjadi di Indonesia menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi di Indonesia saat ini masih belum efektif dan belum terintegrasi. Hal tersebut dinyatakan oleh Syahganda Nainggolan . selaku Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (CMC) yang mengatakan bahwa. Aukorupsi terjadi karena sistem penyelenggaraan negara yang tidak efisien, transparan, serta akuntabel. Ay Sumber: repository. Lemahnya sistem juga terjadi di BUMN seperti yang dikatakan oleh Uchok Sky Khadafi . , selaku Kordinator Investigasi dan Advokasi Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) yang mengatakan bahwa. AuPotensi kerugian negara dalam 144 BUMN induk mencapai Rp 4,9 triliun, 305 juta dollar AS, dan 3,3 juta yen Jepang dengan total dugaan penyimpangan penggunaan keuangan sebanyak 2. 757 kasusAy. Potensi kerugian negara itu, terjadi akibat lemahnya sistem pengendalian akuntansi dan pelaporan, lemahnya sistem pengendalian pelaksanaan anggaran, dan lemahnya pengendalian internal. Sumber: detik. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Sistem yang belum efektif juga terjadi pada sektor perbankan, hal ini terlihat dari pernyataan yang dikemukakan oleh Wibowo . selaku Dewan Pengawas Bank Perkreditan Rakyat (BPR) bahwa. AuTingginya kredit macet di BPR tersebut akibat lemahnya sistem pemberian pinjaman kredit. Ay Selanjutnya, sistem yang belum efektif terjadi pada PLN seperti yang dikemukakan oleh Sudirman Said . selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa. AuSistem accounting di PLN harus di tata ulang kembali. Ay Terakhir Rizal Ramli . selaku Menteri Kordinator Kemaritiman dan Sumber Daya mengatakan bahwa. AuMafia yang ada di pelabuhan memanfaatkan lemahnya sistem, termasuk sistem informasi yang buruk dan belum terintegrasinya sistem informasi. Ay Sumber: repository. Salah satu strategi agar sistem informasi akuntansi terintegrasi dengan baik di antaranya dengan menerapkan metodologi yang dilakukan oleh para pelaku bisnis saat ini dalam pengembangan sistem yaitu metode daur hidup pengembangan sistem atau disebut juga dengan System Development Life Cycle untuk sebuah perbaikan sistem informasi akuntansi penjualan kredit dan persediaan, agar dapat meningkatkan kinerja dan mendapat keuntungan dari setiap informasi yang diperoleh sebagai aktivitas untuk menghasilkan kualitas sistem informasi akuntansi berbasis komputer dan untuk menyelesaikan persoalan organisasi atau memanfaatkan kesempatan . yang timbul. Salah satu perusahaan yang menerapkan System Development Life Cycle adalah PT Korina Networks. Sebagaimana dikemukakan oleh Ahmad & Lulu Komarudin bahwa: AuPenerapan sistem informasi akuntansi di PT Korina Networks harus mampu mengendalikan transaksi penjualan kredit dan persediaan barang yang ada, untuk menghasilkan informasi yang akurat serta mendukung kinerja didalam perusahaan. Karena, pihak manajemen PT Korina Networks baru menerapkan System Development Life Cycle inipada perusahaan, penerapan sistem pengembangan tersebut baru berjalan selama 6 bulan. (Sumber: kepala bagian Penjualan dan Persediaan Barang di PT. Korina Network. Penjualan kredit dilakukan perusahaan dengan cara mengirimkan barang sesuai dengan order yang diterima dari pembeli dan untuk jangka waktu tertentu perusahaan mempunyai tagihan kepada pembeli tersebut. Untuk menghindari tidak tertagihnya piutang, setiap penjualan kredit yang pertama dilakukan kepada seorang pembeli selalu didahului dengan analisis terhadap pembeli. PT Korina Networks merupakan perusahaan industri yang bergerak di bidang kabel serat optik dimana penulis melaksanakan praktek kerja lapangan yang ditempatkan di bagian finance. PT Korina Networks sebagai perusahaan yang cukup besar memerlukan suatu sistem informasi akuntansi penjualan kredit dan persediaan barang yang baik. Dari hasil pengamatan, penelitian dan wawancara dengan pihak perusahaan bahwa pengelolaan data penjualan kredit dan persediaan barang perusahaan ini menggunakan Microsoft Visual Basic. Sistem informasi akuntansi penjualan kredit yang dilakukan di PT Korina Networks meliputi prosedur order penjualan, pengiriman barang, penagihan, dan pencatatan akuntansi dengan melibatkan bagian akuntansi atau fungsi yang terkait dan dokumen yang digunakan. Untuk menghindari kecurangan yang terjadi dalam sistem informasi akuntansi penjualan kredit di PT Korina Networks dilakukan pemisahan terhadap fungsi dan dokumen yang bernomor urut Sebagai pengawasan atas dokumen yang telah diotorisasi oleh bagian yang berwenang dan informasi yang ada didalamnya telah disetujui dan dipertanggungjawabkan. Sistem informasi akuntansi persediaan yang dilakukan di PT Korina Networks meliputi persediaan bahan baku, bahan dalam proses dan bahan jadi, dalam proses pembelian bahan baku yang selama ini dilakukan pada PT Korina Networks yaitu diperlukan waktu tenggang, dihitung mulai dari bahan baku dipesan sampai bahan baku diterima oleh gudang. Persediaan pengaman diperlukan untuk menjaga kemungkinan kekurangan bahan baku, akibat penggunaan JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 bahan baku lebih besar dari pada perkiraan semula ataupun keterlambatan datangnya bahan baku yang dipesan. Permasalahan sistem informasi akuntansi sering terjadi sebelum adanya penerapan sistem baru yaitu metode System Development Life Cycle di PT Korina Networks. Permasalahan yang sering terjadi yaitu kurangnya pengelolaan dalam mendokumentasikan data, mengolah data, menyimpan data penjualan kredit dimana aktifitas pemrosesan data sampai pada pelaporannya dilakukan secara manual mengakibatkan kurang efisiennya sistem, sehingga terjadinya penulisan ganda data profil pelanggan dan berpengaruh dalam pencatatan laporan total piutang yang ditagih, serta terjadi penumpukan pada pengisian faktur penjualan dan menyebabkan kesulitan dalam mencari data. Permasalahan juga sering terjadi di sistem informasi akuntansi persediaan, data bahan baku hanya dicatat manual dengan menggunakan notes baik penerimaan dan pengeluaran bahan baku. Karena tidak dilakukan perhitungan secara otomatis . enambahan atau pengurangan jumlah bahan bak. , maka pencatatan tersebut sering tidak sesuai dengan jumlah barang baku asli di gudang. Selama ini tidak ada yang mengawasi stok persediaan bahan baku langsung di lapangan, ketika ada permintaan bahan baku keluar dari manajer produksi barulah dilakukan pencatatan jumlah bahan baku keluar dan begitu pula ketika bahan baku datang dari supplier. Pengeluaran bahan baku oleh manajer produksi yang tidak dihitung berdasarkan standar bahan baku yang sudah ditentukan oleh perusahaan, manajer produksi hanya meminta bahan baku lewat notes berdasarkan perkiraan yang seringkali melebihi jumlah kebutuhan sehingga terjadi pemborosan pemakaian bahan baku di pabrik. Hal ini mengakibatkan informasi yang tidak akurat. Ketidakakuratan ini berakibat pada sistem informasi persediaan barang jadi dan sering terjadinya penumpukan barang jadi akibat kurangnya kontrol dari manajemen dan kurangnya pengelolaan sistem yang terkomputerisasi, sehingga terjadinya penyimpangan di bagian persediaan. Tidak adanya data realtime tentang informasi persediaan barang menyebabkan kesulitan untuk mengetahui stok yang ada. Jika sistem informasi tidak akurat maka informasi persediaan barang pun menjadi tidak akurat juga dan dalam melakukan perhitungan fisik terdapat peluang terjadinya human error dalam perhitungan fisik persediaan. (Sumber: kepala bagian Persediaan Barang PT Korina Network. Hal ini menyebabkan perusahaan harus dapat meningkatkan kualitas sistem informasi akuntansi penjualan kredit dan persediaan. Untuk mengatasi masalah yang terjadi pada PT Korina Networks dalam pembuatan laporan maupun dalam mengelola data penjualan kredit dan persediaan, perusahaan perlu mengembangkan dan memperbaiki sistem informasi berbasis komputer yang tepat bagi PT Korina Neworks agar standar akutansi yang digunakan dapat mudah dipahami, meminimalisir kesalahan yang akan terjadi, pengelolaan data dapat lebih cepat, ringkas dan untuk menjaga keakuratan data serta untuk dapat menghasilkan laporan dengan tepat waktu, untuk meningkatkan kualitas sistem informasi akuntansi di dalam perusahaan sehingga dapat terkontrol baik serta dapat menghemat waktu dan dapat melayani kebutuhan konsumen yang lainnya, baik dalam kota maupun luar kota. umber: Kepala Bagian Persediaan PT Korina Network. Penerapan System Development Life Cycle (SDLC) sangat berpengaruh untuk sistem informasi akuntansi di PT Korina Networks, dengan adanya sistem ini yang sudah berjalan selama 6 bulan pada dasarnya kualitas sistem informasi akuntansi penjualan kredit dan persediaan sudah menjadi lebih baik, tetapi perlu di kaji kembali tentang sistem yang digunakan sehingga fungsi yang terkait dapat berperan sesuai dengan tugasnya masing-masing, sehingga tidak ada penyalahgunaan dan hasilnya lebih efektif. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Kelancaran arus sistem informasi akan memberikan kemudahan bagi karyawan dalam menentukan keputusan atau mengambildata maupun informasi yang dibutuhkan, sehingga dapat meningkatkan efektivitas kerja karyawan. Menurut Jogiyanto HM . informasi harus didukung oleh tiga pilar yaitu relevan . , tepat waktu . , akurat (Accurat. Berdasarkan tinjauan umum diperlukannya pengembangan sistem informasi akuntansi di PT Korina Networks yaitu karena adanya permasalahan-permasalahan . yang timbul di sistem yang lama, untuk meraih kesempatan-kesempatan . Adanya instruksi-instruksi . Faktor utama adalah adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama. Permasalahan timbul dapat berupa sistem yang lama yang tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan dan pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru, karena adanya perubahan ini menyebabkan sistem yang lama tidak efektif lagi sehingga sistem lama sudah tidak di terapkan. Berdasarkan latar belakang penelitian, maka yang menjadi tema sentral dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Dengan adanya pengembangan sistem informasi akuntansi apakah metode system development life cycle diharapkan dapat mampu menangani sejumlah kendala dalam penjualan kredit dan persediaan barang atau tidak, maka yang dilakukan oleh perusahaan adalah menentukan kebijakan-kebijakan dan pengendalian sistem informasi akuntansi penjualan kredit dan persediaan barang yang disajikan secara terstruktur yaitu organisasi yang memiliki wewenang dan tanggung jawab sehingga dalam proses kebijakan dan pengendalian yang telah dibuat dapat meminimalisasi penyimpangan-penyimpangan, maka perlu adanya perbaikan secara sederhana dalam mengelola transaksi siklus penjualan kredit dan persediaan barang di perusahaan, perbaikan tersebut dilakukan dengan metode system development life cycle. Apakah nantinya metode tersebut dapat mampu menangani sejumlah kendala dalam sistem informasi penjualan kredit dan persediaan barang atau tidak. Oleh karena itu, topik ini diangkat menjadi bahan penyusunan skripsi ini dengan judul AuPENGARUH SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PERSEDIAAN BARANG PADA PT KORINA NETWORKSAy. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian, maka rumusan masalah sebagai berikut: Berapa besar pengaruh System Development Life Cycle terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit pada PT. Korina Networks? . Berapa besar pengaruh System Development Life Cycle terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Persediaan barang pada PT. Korina Networks? KAJIAN PUSTAKA Sistem Informasi Akuntansi Setiap perusahaan membutuhkan sistem informasi akuntansi agar kegiatan operasinya berjalan dengan lancar. Melalui sistem informasi akuntansi diharapkan berbagai penyimpangan yang dapat merugikan dapat dikurangi. Sistem Informasi Akuntansi memiliki beberapa sistem-sistem bagian . ub-syste. yang berupa siklus-siklus akuntansi. Siklus akuntansi menunjukkan prosedur akuntansi mulai dari sumber data sampai ke proses pencatatan/pengolahan akuntansinya. Siklus Sistem Informasi Akuntansi menurut Romney & Steinbart, dalam buku AuSistem Informasi JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Gambar 2. Siklus Sistem Informasi Akuntansi Pemrosesan Order Penjualan Penagihan Piutang Dagang Analisis Penjualan Penerimaan Kas Buku Besar Persediaan Bahan Baku Pemrosesan Persediaan Laporan Keuangan Penggajian Pembeliaan Utang Dagang Pengeluaran Kas Absensi Persediaan Bahan Jadi Siklus Pendapatan Siklus Produksi Siklus Pengeluaran Kas Siklus Buku Besar dan Pelaporan Siklus Manajemen SDM Sumber: Sistem Informasi Akuntansi. (Romney & Steinbart, 2005:. AkuntansiAy yang dialih bahasakan oleh Dewi Fitriasari dan Deny Arnos . , ada 5 siklus sistem informasi akuntansi, yaitu: Siklus Pendapatan Siklus Pendapatan merupakan prosedur pendapatan dimulai dari bagian penjualan otorisasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan penerimaan kas. Siklus Produksi Siklus konversi merupakan siklus produksi mulai dari persediaan bahan mentah sampai ke barang jadi. Siklus Pengeluaran Siklus pengeluaran kas merupakan prosedur pengeluaran kas mulai dari proses pembelian sampai ke proses pembayaran. Siklus Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Siklus manajemen Sumber Daya Manusia melibatkan prosedur penggajian. Siklus buku besar dan laporan keuangan Siklus buku besar dan pelaporan keuangan berupa prosedur pencatatan, perekaman ke jurnal, buku besar dan pencetakan laporan-laporan keuangan yang datanya diambil dari buku besar. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan suatu cara untuk memperoleh pemecahan terhadap berbagai masalah penelitian. Metode diperlukan agar tujuan penelitian dapat tercapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Untuk memperoleh hasil yang baik harus digunakan metode penelitian yang tepat. Definisi metode penelitian menurut Sugiyono . , yaitu: Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah yang bersifat logis. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Berdasarkan tingkat penjelasan dan bidang penelitian, maka jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan verifikatif. Suharsimi Arikunto . menjelaskan bahwa. AuPenelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk memperoleh deskriptif tentang ciri-ciri variabel. Sedangkan sifat penelitian verifikatif pada dasarnya ingin menguji kebenaran suatu hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan. Ay Penelitian deskriptif ini mempunyai maksud untuk memperoleh deskripsi tentang variabel kualitas sistem informasi akuntansi penjualan kredit dan variabel persediaan barang. Sedangkan penelitian verifikatif bermaksud untuk menguji kebenaran dari suatu hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan. Jadi, penelitian verifikatif ini untuk menguji apakah system development life cycle berperan dalam kualitas sistem informasi akuntansi penjualan kredit dan persediaan barang. Berdasarkan jenis penelitian di atas yaitu penelitian deskriptif dan verifikatif yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory survey. Menurut Sugiyono . yang dimaksud dengan metode survei adalah metode penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, dan hubungan-hubungan antara variabel sosiologis maupun Penelitian ini meliputi dua variabel inti, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Menurut Sugiyono . yang dimaksud dengan variabel bebas dan variabel terikat yaitu: Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi variabel terikat secara positif maupun . Variabel dependen sering disebut variabel output, kriteria, konsekuen dalam Bahasa Indonesia sering disebut variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Asep Hermawan . mendefinisikan bahwa operasionalisasi variabel adalah bagaimana caranya kita mengukur suatu variabel. Dalam suatu penelitian agar dapat membedakan konsep teoritis dengan konsep analitis maka perlu adanya penjabaran konsep melalui operasionalisasi variabel. Secara lebih rinci Populasi merupakan sekelompok objek yang dapat dijadikan sumber penelitian. Menurut Sugiyono . AuPopulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanAy. Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek tersebut. Sumber informasi dalam penelitian ini berupa : Data Primer Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden yaitu karyawan dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara maupun penyebaran kuesioner kepada sumber data. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain. Adapun data sekunder dari penelitian ini adalah data pendukung dari buku lain yang diperoleh penulis yang dianggap relevan dengan topik penelitian. Jenis data merupakan informasi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan variabel yang diteliti. Oleh karena itu harus diproses terlebih dahulu untuk memperoleh informasi yang diperlukan bagi suatu penelitian. Jenis data dalam penelitian ini berupa : Data Kualitatif, yaitu data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar, seperti literatur-literatur serta teori-teori yang berkaitan dengan penelitian penulis. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 . Data Kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka . Menurut Suharsimi Arikunto . AuSampel adalah sebagian atau wakil populasi yang ditelitiAy. Agar memperoleh sampel yang representatif dari populasi, maka setiap subjek dalam populasi diupayakan untuk memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Dalam penelitian ini tidak mungkin semua populasi dapat penulis teliti, hal ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya: Keterbatasan biaya. Keterbatasan tenaga. Keterbatasan waktu yang tersedia. Maka dari itulah peneliti diperkenankan mengambil sebagian dari objek populasi yang ditentukan, dengan catatan bagian yang diambil tersebut mewakili yang lain yang tidak diteliti. Menurut Sugiyono . bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi, untuk itu sampel dari populasi harus benar-benar representatif. Agar memperoleh sampel yang representatif dari populasi, maka setiap subjek dalam populasi diupayakan untuk memiliki peluang yang sama untuk menjadi Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, sehingga dapat diperoleh nilai karakteristik perkiraan . stimate Sugiyono . mengemukakan bahwa AuTeknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampelAy. Menurut Suharsimi Arikunto . teknik pengambilan sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel . yang benar-benar dapat berfungsi sebagai contoh atau menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling, karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Menurut Suharsimi . teknik sampling jenis simple random sampling, peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan . dipilih menjadi sampel. Setelah memperoleh data dari responden yang merupakan populasi penelitian, penulis mengambil sampel berdasarkan teknik simple random sampling. Menurut Suharsimi Arikunto . teknik ini digunakan apabila populasi yang diteliti dianggap homogen. Peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan . dipilih menjadi sampel. Oleh karena itu hak setiap subjek sama, maka peneliti terlepas dari perasaan ingin mengistimewakan satu atau beberapa subjek untuk dijadikan sampel. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 HASIL PENELITIAN Responden dalam penelitian ini adalah Karyawan PT Korina Networks yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karakteristik yang digambarkan dalam penelitian ini antara lain meliputi jenis kelamin dan pendidikan terakhir. 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan hasil pengujian terhadap 35 responden, diperoleh hasil sebagaimana disajikan Pada Tabel 4. 1 berikut: Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Jumlah Persentase Kelamin Pria Wanita Total Sumber: Pengolahan Data 2016 Tabel 4. 1 menunjukan bahwa dari 35 responden, menunjukkan bahwa sebagian besar yaitu pria sebanyak 20 orang . %). Kemudian minoritas adalah wanita sebanyak 15 orang . %). Karakteristik responden berdasarkan pendidikan dan pekerjaan disajikan pada tabel 4. Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Jumlah Persentase SLTA Total Pendidikan Terakhir Sumber: Pengolahan Data 2016 Berdasarkan Tabel 4. 2 diatas, diperoleh informasi tentang karakteristik responden dengan latar belakang pendidikan terakhir, dimana sebagian besar redponden berlatar belakang pendidikan SLTA/Sederajat berjumlah sebanyak 23 orang . %), sedangkan pendidikan D3 berjumlah sebanyak 1 orang, sebagai pelajar/mahasiswa dan pendidikan S1 berjumlah sebanyak 8 orang dan S2 berjumlah 3 orang. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 KESIMPULAM Berdasarkan uraian-uraian teori, hasil penelitian, dan pengujian analisis korelasi pearson product moment dan regresi linear sederhana yang dilaksanakan, mengenai pengaruh system development life cycle terhadap kualitas sistem informasi akuntansi penjualan kredit dan persediaan barang dapat disimpulkan sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian terhadap responden dalam hal ini karyawan PT Korina Networks dapat diketahui bahwa System Development Life Cycle (X) mempengaruhi kualitas sistem informasi penjualan kredit (Y. sebanyak 40%, dan sisanya 60% dipengaruhi oleh variabel . Berdasarkan hasil penelitian terhadap responden dalam hal ini karyawan PT Korina Networks dapat diketahui bahwa System Development Life Cycle (X) mempengaruhi kualitas sistem informasi akuntansi persediaan (Y. sebanyak 17,4% dan sisanya 82,6% dipengaruhi oleh variabel lain. SARAN Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis merekomendasikan beberapa hal mengenai pelaksanaan system development life cycle terhadap kualitas sistem informasi akuntansi penjualan kredit dan persediaan barang yaitu: Pelaksanaan metode pengembangan system development life cycle (SDLC)telahterbukti mampu diterapkan dengan baik di PT Korina Networks, namun masih ada beberapa penilaian responden terhadap system development life cycle yang dinilai kurang yaitu kurangnya review setelah 6 bulan sistem yang baru berjalan. serta bagian input data masih kurang memiliki kemampuan melakukan kontrol secara tepat dalam memperbaiki data informasi. Penilaian yang kurang disebabkan karena dalam pelaksanaan SDLC perusahaan harus terus melakukan strategi yang lebih lanjut dan konsisten agar perusahaan memberikan efek yang sangat besar terhadap karyawan PT Korina Networks. Hasil penelitian menyatakan bahwa system development life cycle (SDLC) berpengaruh secara positif dalam meningkatkan kualitas sistem informasi akuntansi penjualan kredit dan persediaan barang, maka penulis merekomendasikan agar perusahaan tetap menjaga dan memaksimalkan metode SDLC. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi dasar untuk dilakukannya penelitian lain mengenai SDLC tetapi dengan indikator serta berbeda. Ucapan terimakasih kepada: Karyawan PT Korina yang membantu penulisan penelitian ini Nur Zeina Maya Sari selaku Dosen Pembimbing Universitas Langlang Buana. DAFTAR PUSTAKA