Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi di SDK Maubesi II Kabupaten Timor Tengah Utara Hendrikus Hironimus Botha1. Yohanes FritantusA. Yohanes Imanuel NaifA. Makarius Erwin BriaA Universitas Timor. Indonesia Universitas Nusa Cendana. Indonesia hendrabotha@gmail. com1, yfritantus@gmail. imanuelnaif89@gmail. com3, makarius. bria@staf. Submitted: 02nd Feb 2024 | Edited: 12th May 2024 | Issued: 01st July 2024 Cited on: Botha. Fritantus. Naif. , & Bria. Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi di SDK Maubesi II Kabupaten Timor Tengah Utara. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 4. , 93-106. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi pada siswa di SD Katolik Maubesi 2 Kecamatan Insana Fafinesu Kabupaten Timor Tengah Utara. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu melakukan koordinasi/komunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU dan sekolah binaan, melakukan observasi awal, merancang program kerja dan mendiskusikannya dengan pihak sekolah, melaksanakan program kerja dan mengevaluasi pelaksanaannya. dari program kerja. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah komunikasi, observasi dan pelaksanaan program kerja serta evaluasi. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan, ditemukan adanya peningkatan kemampuan literasi dan numerasi yang ditunjukkan dengan peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung siswa di SD Katolik Maubesi 2. Hal tersebut diwujudkan melalui tersedianya media pembelajaran yang mampu membangkitkan minat siswa dalam belajar, pendampingan. dan penataan lingkungan kelas dan perpustakaan sehingga mempengaruhi semangat belajar dan berpartisipasi dalam pembelajaran Kata Kunci: Literasi. Numerasi. SD Katolik Maubesi 2 ABSTRACT This community service activity aims to improve literacy and numeracy skills for students at Maubesi 2 Catholic Elementary School. Insana Fafinesu District. North Central Timor Regency. This community service is carried out in several stages, namely coordinating/communicating with the TTU Regency Education and Culture Office and the target school, conducting initial observations, designing a work program and discussing it with the school, implementing the work program and evaluating the implementation of the work program. The community service methods used are communication, observation and implementation of work programs and evaluation. Based on the results of the community service carried out, it was found that there was an increase in literacy and numeracy skills as demonstrated by the increase in reading, writing and arithmetic skills of students at Maubesi 2 Catholic Elementary School. This was realized through the availability of learning media that was able to arouse students' interest in learning, mentoring. and structuring the classroom and library environment so that it influences enthusiasm for learning and participating in Keywords: Literacy. Numeracy. Maubesi 2 Catholic Elementary School Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam Upaya meningkatkan mutu kehidupan masyarakat di sebuah negara atau daerah tertentu. Beberapa tahun terakhir pemerintah Negara Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan. Kebudayaan Riset dan Teknologi gencar melaksanakan berbagai program peningkatan mutu Pendidikan sebagai pengejawantahan dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan demi mewujudkan tujuan negara yang termatub dalam pembukaan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui kebijakan Merdeka Belajar kementerian berupaya merangkul semua pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan antara lain keluarga, pendidik dan tenaga kependidikan, lembaga pendidikan, industri dan pemberi kerja, serta masyarakat untuk menghela semua potensi bangsa menyukseskan pemajuan pendidikan dan kebudayaan yang bermutu tinggi bagi semua rakyat sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia (Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2022, 2. Kampus mengajar adalah suatu program aktivitas mengajar di sekolah yang merupakan salah satu dari program kampus merdeka yang diperuntukkan bagi mahasiswa dari seluruh jurusan dan perguruan tinggi di seluruh indonesia (Shabrina, 2. Kampus Mengajar juga merupakan salah satu produk dari kebijakan Merdeka Belajar yang hingga saat ini telah dilaksanakan sebanyak 6 angkatan, dimulai sejak tahun 2021. Secara umum Kampus mengajar bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan beragam keahlian dan keterampilan sehingga dapat menjadi mitra guru agar dapat berinovasi dalam pembelajaran pengembangan strategi dan model pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan (Waldi et al. , 2. Total keterlibatan mahasiswa dalam program ini telah mencapai 67. 000 lebih yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Secara umum Program Kampus Mengajar bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa mempertajam kompetensi abad 21 . erpikir analitis, penyelesaian masalah, kepemimpinan, manajemen tim, kreativitas dan inovasi, serta komunikas. melalui aktivitas pengembangan pembelajaran di satuan pendidikan dasar. Selain itu program ini diarahkan untuk Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi pada siswa di satuan pendidikan dasar . Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019. Indonesia menempati peringkat ke-62 dari 70 negara atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah (Novrizaldi, 2. Hasil survei tersebut memberikan gambaran bahwasanya pemerintah perlu memberikan perhatian lebih pada upaya peningkatan kemampuan literasi dan numerasi seluruh masyarakat Indonesia melalui program-program yang tepat sasaran dan dapat memberikan kontribusi positif pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi yang dimaksud. Langkah ini tentunya membutuhkan sinergitas dari pemerintah dan setiap stakeholders lainnya . NGO dan dunia usaha serta akademis. Program Kampus Mengajar yang telah diimplementasikan oleh Kemendikbud merupakan salah satu wadah bagi terciptanya kolaborasi dalam rangka peningkatan sumber daya manusia masyarakat Indonesia. Secara khusus program kampus mengajar bertujuan . membantu meningkatkan pemerataan pendidikan. membantu meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi. mengembangkan wawasan, mengasah keterampilan berfikir dan melatih memecahkan masalah secara tim. memberi manfaat bagi mahasiswa untuk mengasah jiwa kepemimpinan, soft skills, karakter dalam berinovasi dan berkolaborasi. memberikan inspirasi dan motivasi belajar bagi para peserta didik untuk dijadikan acuan meraih masa depan (Pardede et al. , 2. Demi muwujudkan sasaran dari program kampus mengajar tersebut maka penulis bersama tim kampus mengajar (Dosen pedamping lapangan dan mahasisw. merancang beberapa program kerja yang selanjutnya diwujudkan selama pelaksanaan kegiatan kampus mengajar angkatan 5 yang berlokasi di SDK Maubesi 2. Kecamatan Insana fafinesu. Kabupaten Timor Tengah Utara. Selama kegiatan ini tim pengabdian berperan sebagai mitra dari SDK Maubesi 2 yang selalu berkoordinasi dan membangun kerjasama yang konstruktif guna meningkatkan Sumber daya manusia peserta didik pada lokasi sasaran pengabdian (SDK Maubesi . Tim pengabdian melalu kegiatan kampus mengajar berperan untuk membantu sekolah dalam proses pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi dan membantu kegiatan di sekolah (Kurniasari et al. , 2. Berdasarkan survei awal dan hasil koordinasi serta komunikasi yang dibangun antara tim pengabdian dan pihak SDK Maubesi 2 maka tim pengabdian Menyusun beberapa program kerja antara lain Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pembuatan Pohon Literasi. Papan Mading. Pojok Baca, penataan perpustakaan dan penataan kelas serta AKM yang merupakan tugas wajib dari setiap peserta KM 5. Selain program kerja di atas tim pengabdian juga diberikan kepercayaan untuk mendampingi peserta didik dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi yang dilakukan di dalam maupun di luar kelas . , di mana secara teknis kegiatan ini dilakukan ketika terdapat guru yang berhalangan dan tidak dapat memberikan pelajaran kepada kelas tertentu maka waktu yang ada diisi oleh tim pengabdian untuk mendampingi dan membimbing peserta didik untuk belajar membaca, berhitung dan juga Rangkaian Panjang pelaksanaan program kerja di atas diarahkan untuk dapat meningkatkan kemampuan dan semangat belajar peserta didik serta memperkenalkan metode dan media belajar yang menyenangkan sehingga pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di SDK Maubesi 2. Oleh karena itu kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah seluruh peserta didik SDK Maubesi 2. Penentuan lokasi dan kelompok sasaran pada kegiatan pengabdian ini disesuaikan dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh panitia penyelenggara kegiatan Kampus Mengajar Angkatan V. METODE Pengabdian kepada Masyarakat merupakan salah satu dari tridharma Perguruan Tinggi. Oleh karenanya kegiatan pengabdian menjadi salah satu tugas dan kewajiban yang harus diwujudkan oleh setiap akademisi di perguruan tinggi manapun sebagai bentuk kontribusi Lembaga Pendidikan untuk menunjang program Pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Pengabdian masyarakat secara jelas didefinisikan di dalam Undang-undang Republik Inonesia Nomor 12 tahun 2012 sebagai kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa yang telah dilaksanakan ini didasari pada semangat keterlibatan akademisi dalam upaya menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di masayarakat (Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi, 2. Metode merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. optimal (Sanjaya, 2. Selain itu metode juga didefinisikan sebagai alat yang dapat merupakan bagian dari perangkat alat dan cara dalam pelasanaan suatu strategi (Hasibuan & Moedjiono, 2. Dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa metode merupakan cara yang digunakan untuk melaksanakan rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu Metode pelaksanaan pengabdian ini disesuaikan dengan rangkaian kegiatan kampus mengajar Angkatan V yang terdiri dari beberapa tahapan pelaksanaan antara lain: Koordinasi/komunikasi dengan Dinas Pendidikan. Koordinasi/komunikasi dengan sekolah sasaran. Melakukan observasi awal penugasan. Merancang program kerja dan mendiskusikannya Bersama pihak sekolah. Implementasi program kerja. Evaluasi pelaksanaan program kerja Bersama pihak sekolah Koordinasi/ dengan Dinas Pendidikan Melakukan Koordinasi/ Implementasi Merancang program kerja dan Bersama pihak Evaluasi Bersama pihak sekolah Gambar 1. Skema Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di SDK Maubesi 2 Kecamatan Insana Fafinesu Kabupaten Timor Tengah Utara. Kegiatan ini dilaksanakan selama 16 pekan yang dimulai sejak tanggal 16 Februari 2023 dan berakhri pada tanggal 09 Juni 2023. PEMBAHASAN Rangkaian kegiatan program Kampus Mengajar yang menjadi wadah pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat merupakan salah satu produk kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dicanangkan dan dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan Riset dan Teknologi. Sasaran kegiatan ini adalah untuk dapat memberikan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang pendidikan untuk turut serta mengajarkan dan memperdalam ilmunya dengan cara menjadi guru di satuan Selain itu untuk membantu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan, serta relevansi pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan tinggi dan perkembangan zaman (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2. Proses diselenggarakan oleh Tim Kampus Mengajar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan teknologi. Selanjutnya setelah dinyatakan lolos maka akan ditentukan lokasi sasaran pelaksanaan kegiatan Kampus Mengajar dengan merujuk pada Surat Tugas Nomor 0367/E2. 1/DT. 02/2023 tentang Daftar Peserta Kampus Mengajar Angkatan 5 Tahun Didasari pada surat tugas tersebut tim pengabdian pun melakukan koordinasi untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan selama pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan tim pengabdian pun bersepakat untuk melakukan komunikasi secara langsung dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2023. Agenda komunikasi antara lain tim pengabdian memperkenalkan diri dan menjelaskan gambaran umum dari kegiatan Kampus Mengajar kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Utara. Gambar 2. Komunikasi Tim Kampus Mengajar Bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU Berdasarkan komunikasi yang dilaksanakan tim kampus mengajar mendapat dukungan penuh dari pihak dinas dalam upaya pelaksanaan rangkaian kegiatan di sekolah Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pihak dinas pun berkontribusi untuk memberikan informasi awal kepada sekolah sasaran terkait kegiatan yang akan dilaksanakan serta memastikan kesiapan dari sekolah Kegiatan selanjutnya tim membangun komunikasi dengan pihak sekolah dan menyepakati kegiatan lapor diri kepada pihak sekolah sasaran dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2023. Pada kegiatan ini tim kampus mengajar bertemu secara langsung dengan pimpinan SDK Maubesi 2 beserta para guru, untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan secara detail tentang rangkaian kegiatan kampus mengajar yang akan dilaksanakan selama 16 pekan. Gambar 3. Lapor diri dan penjelasan rangkaian kegiatan kampus mengajar kepada pihak SDK Maubesi 2 Penerimaan tim pengabdian oleh pihak SDK Maubesi 2 menjadi Langkah awal pelaksanaan seluruh kegiatan Kampus Mengajar di sekolah sasaran. Oleh karena itu pada hari berikutnya tim pengabdian melaksanakan observasi untuk menemukan dan memetahkan permasalahan yang terjadi di lingkungan SDK Maubesi 2 dan selanjutnya merancang program kerja yang akan didesiminasikan bersama pihak sekolah agar mendapatkan persetujuan dan dukungan. Pada tahapan ini observasi dilaksanakan selama satu minggu dan selanjutnya berdasarkan hasil observasi tim pengabdian menyusun rancangan program kerja antara lain: Pembuatan Pohon Literasi. Papan Mading. Pojok Baca, penataan perpustakaan dan penataan kelas serta AKM yang merupakan tugas wajib dari setiap peserta KM 5. Selain program kerja tersebut tim pengabdian juga diberikan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. kepercayaan untuk mendampingi peserta didik dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi yang dilakukan di dalam maupun di luar kelas . dan terlibat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh SDK Maubesi Secara teknis kegiatan pendampingan peserta didik dilakukan ketika terdapat guru yang berhalangan dan tidak dapat memberikan pelajaran kepada kelas tertentu maka waktu yang ada diisi oleh mahasiswa untuk mendampingi dan membimbing peserta didik untuk belajar membaca, berhitung dan juga menulis. Program kerja yang disusun oleh tim pengabdian di atas mendapat persetujuan dan diapresiasi oleh pihak sekolah Ketika tim pengabdian menjabarkan pada saat kegiatan koordinasi/komunikasi antara tim pengabdian dan pihak sekolah sasaran. Gambar 4. Kegiatan forum koordinasi/komunikasi antara tim pengabdian dan pihak SDK Maubesi 2 Kegiatan forum koordinasi/komunikasi dilaksanakan pada hari selasa 28 Maret 2023, dengan melibatkan tim pengabdian, para guru, pegawai dan pimpinan SDK Maubesi 2 (Kepala Sekola. Pada kegiatan tersebut tim pengabdian menjelaskan secara rinci tentang hasil observasi dan menjabarkan program kerja yang disusun sebagai mana yang telah disebutkan di atas. Program kerja yang dirancang oleh tim pengabdian disetujui dan didukung oleh pihak sekolah. Atas dasar persetujuan dan dukungan dari pihak sekolah maka kegiatan selanjutnya yang dilaksanakan oleh tim pengabidan adalah implementasi/pelaksanaan program kerja. Pembuatan Pohon Literasi, papan mading dan pojok baca Pelaksanaan program kerja ini diawali dengan menyiapkan bahan-bahan yang Tim pengabdian Bersama-sama menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan dengan cara membeli dan juga mengumpulkan bahan-bahan yang Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. berasal dari barang-barang bekas. Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan oleh tim pengabdian tetapi juga melibatkan para guru dan peserta didik, hal ini bertujuan agar menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil kerja mereka . ohon literasi, papan mading dan pojok bac. sehingga mereka dapat menjaga dan memanfaatkannya secara baik. Selain itu pelibatan peserta didik juga bertujuan untuk membangkitkan semangat mereka untuk dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang masih dapat digunakan. Gambar 5. Pembuatan pohon literasi Mading adalah majalah dinding yang dipajang dilingkungan sekolah (Mujahidah, al: 2. dan dapat digunakan sebagai media bagi peserta didik untuk menyalurkan ide dan gagasannya melalui karya tulis atau karya seni lainnya. Gambar 6. Pembuatan Papan Mading Pojok baca adalah sarana untuk mendekatkan siswa pada buku bacaan (Khasanah et al. , 2. Selain itu pojok baca menjadi tempat agar peserta didik dapat memperoleh tambahan pengetahuan melalui media yag disiapkan. Oleh karena itu melalui pengadaan pojok baca dapat memberikan tambahan media bagi peserta didik dalam upaya peningkatan pemahaman literasi dan numerasi. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Gambar 7. Pembuatan Pojok Baca Penataan kelas dan perpustakaan Kegiatan ini ditujukan untuk menghadirkan suasana kelas dan perpustakaan yang mampu membangkitkan gairah belajar, menciptakan kenyamanan dan perasaan betah untuk belajar dan mengikuti kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini juga melibatkan peserta didik dan para guru. Gambar 8. Penataan Kelas Gambar 9. Penataan Perpustakaan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pendampingan peserta didik dan terlibat dalam kegiatan sekolah Telah dijelaskan sebulumnya bahwa kegiatan pendampingan dilaksanakan untuk membimbing peserta didik dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi baik dilakukan pada saat jam Pelajaran di dalam ruang kelas maupun diluar jam Pelajaran yang dilaksanakan di Perpustakaan. Sedangkan keterlibatan tim pengabdian dalam kegiatan sekolah antara lain terlibat aktif dalam kegiatan persiapan dan pelaksanaan koor/Paduan suara yang ditampilakan di Gereja, persiapan dan pelaksanaan upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin dan pada saat peringatan Hari Pendidikan Nasional. Gambar 10. Pendampingan peserta didik di Kelas dan Perpustakaan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Gambar 11. Keterlibatan dalam Kegiatan Sekolah Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan semuanya diarahkan untuk dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di SDK Maubesi 2. Hal ini sejalan dengan misi yang Tengah dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan Riset dan Teknologi. Program kerja yang dilaksanakan pada akhirnya dievaluasi secara Bersama-sama dengan melibatkan tim pengabdian dan pihak SDK Maubesi 2. Pelaksanaan evaluasi program kerja ini bertujuan untuk menemukan kekurangan dan memperbaikinya dan untuk mengetahui sejauh mana program kerja yang sudah dilaksanakan berdampak secara khusus bagi peserta didik dan pihak SDK Maubesi 2 secara umum. Kegiatan evaluasi dilaksanakan bersamaan dengan temu pisah antara tim pengabdian dengan pihak SDK Maubesi 2 yang diselenggarakan pada hari Jumat 09 Juni Gambar 12. Evaluasi Program Kerja Sekaligus Temu Pisah Berdasarkan hasil evaluasi ditemukan bahwa program kerja yang telah rancang dan dilaksanakan telah diimplementasikan secara baik, hal tersebut dapat dilihat dari tersedianya pojok baca dan pohon literasi disetiap ruang kelas dan papan mading sekolah. Selain itu tertatanya ruang kelas dan perpustakaan yang berdampak pada meningkatnya antusias peserta didik untuk belajar dan mengikuti kegiatan pembelajaran. Selanjutnya Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. berkaitan dengan kegiatan pendampingan peserta didik telah memberikan efek pada meningkatnya kemampuan membaca, menulis dan berhitung dari beberapa siswa yang selama ini memiliki kelemahan pada aspek tersebut. Sedangkan, keterlibatan tim pengabdian dalam kegiatan sekolah berdampak pada terlaksananya semua kegiatan sekolah secara baik dan suskes. Untuk semuanya itu pihak sekolah melalui Kepala Sekolah SDK Maubesi 2 menyampaikan apresiasinya untuk semua yang telah dilakukan oleh tim pengabdian dan berharap bahwa kegiatan-kegiatan seperti yang telah dilaksanakan dapat terus dipertahankan agar dapat memberikan efek pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di SDK Maubesi 2. Setelah melakukan evaluasi program kerja tim pengabdian pun memohon ijin untuk pamit dari sekolah dan berterimakasih atas kerja sama yang telah dibangun selama pelaksanaan kegiatan dan program kerja. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di SDK Maubesi 2 merupakan bentuk perhatian dari tim pengabdian terhadap permasalahan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di sekolah tersebut. Berbagai program kerja yang telah dilaksanakan semuanya diarahkan untuk dapat memberikan efek pada meningkatnya kemampuan literasi dan numerasi peserta didik melalui berbagai media pembelajaran yang disediakan dan lingkungan kelas dan perpustakaan yang telah ditata secara baik. Dampak langsung yang dirasakan setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah tersedianya berbagai media pembelajaran yang menarik dan dapat meningkatkan semangat belajar peserta didik seperti pojok baca, pohon literasi dan madding sekolah. Dampak lainnya adalah tertatanya lingkungan kelas dan perpustakaan yang akan memberikan rasa betah bagi peserta didik saat belajar dan mengikuti kegiatan pembelajaran. Hambatan dalam kegiatan ini adalah jarak sekolah yang cukup jauh yang mempengaruhi kegiatan-kegiatan yang dirancang sering molor atau tertundi, namun semuanya tetap dapat dilaksanakan secara baik. Oleh karena itu sebagai saran untuk kegiatan pengabdian lainnya untuk dapat memperhatikan lokasi pengabdian dan mempertimbangan secara baik apa yang akan dilaksanakan dengan memperhatikan situasi dan lingkungan tempat pengabdian. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. DAFTAR PUSTAKA