Tandhuk Majeng (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. E-ISSN x-x Vol. 1 No. 1 (Juli 2. 8-15 Mengembangkan Jiwa Kemandirian dan Kepempimpinan melalui Kegiatan Kepramukaan di Sekolah Dasar Siddik Romadhan1. Eko Adi Sumitro2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Wiraraja,Sumenep. Indonesia Program Studi Teknologi Hasil Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Wiraraja. Sumenep. Indonesia Email : siddikromadhan@gmail. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kemandirian dan kepemimpinan siswa sekolah dasar melalui penerapan kegiatan kepramukaan di SD Negeri yang berlokasi di Desa Benaresep Timur. Kecamatan Lenteng. Kemandirian dan kepemimpinan merupakan dua komponen utama dalam penguatan pendidikan karakter yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Kepramukaan dipilih sebagai pendekatan strategis karena bersifat edukatif, menyenangkan, partisipatif, serta memberikan pengalaman langsung yang mendukung pembentukan karakter positif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan kegiatan kepramukaan, pendampingan dan pembinaan, evaluasi, hingga tahap tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan siswa dalam mengelola tugas secara mandiri, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta kepercayaan diri dalam memimpin kelompok. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas guru pembina dalam merancang dan mengelola program kepramukaan berbasis pendidikan karakter. Dengan demikian, kegiatan kepramukaan terbukti menjadi media yang efektif dalam mendukung pengembangan karakter peserta didik secara holistic. Kata Kunci : Kemandirian. Kepemimpinan. Kepramukaan PENDAHULUAN Melalui aktivitas-aktivitas seperti latihan baris-berbaris, penjelajahan Kegiatan kepramukaan di Sekolah alam, simulasi tanggap bencana, dan proyek Dasar (SD) memainkan peran krusial dalam kelompok, peserta didik dibimbing untuk membentuk karakter siswa, terutama dalam mengembangkan jiwa kemandirian dan 8 Tandhuk Majeng (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. 1 No. 1 (Juli 2. , 8-15 Maharani . Hanifah dan Hasibuan . menyatakan bahwa pendidikan kepramukaan tidak meningkatkan keterampilan komunikasi hanya mengajarkan keterampilan praktis, . ,5 %), kerjasama . %), dan tanggung tetapi juga nilai-nilai moral, kepemimpinan, jawab . %) siswa (Maharani, 2. dan kewarganegaraan yang menumbuhkan Sebelumnya. Wati dan Hadi . dalam karakter siswa secara menyeluruh. Studi di SDN 170 Pekanbaru oleh Zulfa dan Ain pelaksanaan pramuka yang melibatkan . kepramukaan yang terstruktur mampu kepemimpinan, dan penjelajahan di luar menanamkan nilai kemandirian, tanggung ruangan secara signifikan meningkatkan jawab, dan kerjasama dalam regu secara nilai kepemimpinan dan disiplin siswa dibandingkan kelompok kontrol. Selain itu. Pendidikan dasar merupakan fondasi Priono et al. mengungkap bahwa krusial dalam membentuk kepribadian dan kegiatan ekstrakurikuler pramuka tidak karakter anak. Pada masa sekolah dasar, hanya memperkuat rasa tanggung jawab dan kedisiplinan, tetapi juga rasa percaya perkembangan yang sangat menentukan diri dan kemampuan bekerja dalam tim. dalam pembentukan sikap, nilai, dan Selain keterampilan hidup. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, memimpin maupun dipimpin, sehingga tetapi juga mengembangkan ranah afektif secara efektif memperkuat kemampuan dan psikomotorik secara seimbang. Anshari kepemimpinan sejak usia dini. Dalam . menjelaskan bahwa proses belajar yang efektif harus menyentuh ketiga ranah sebagai pemimpin regu atau anggotaAi tersebut karena pembelajaran tidak hanya mereka belajar mengambil keputusan, tentang pengetahuan, tetapi juga melibatkan bekerja sama, dan bertanggung jawab atas pengembangan sikap dan keterampilan Nilai-nilai kepramukaan seperti motorik melalui interaksi langsung dengan kedisiplinan, gotong royong, dan rasa lingkungan dan orang lain. reguAitempat membentuk karakter yang kuat dan adaptif Tandhuk Majeng (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. 1 No. 1 (Juli 2. , 8-15 Selain itu, studi oleh Saputri et al. peserta didik, terutama nilai kepemimpinan, kemandirian, solidaritas, dan kejujuran. integrasi ketiga aspek perkembangan dalam Selain itu. Juwantara . dalam tinjauan pembelajaran di sekolah dasar, karena pustaka sistematis menegaskan bahwa membentuk pribadi anak yang utuh, kreatif, secara signifikan meningkatkan sikap jujur, dan mampu menghadapi tantangan sosial disiplin, dan tanggung jawab siswa melalui maupun akademik di masa depan. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang efektif dalam membentuk karakter Namun, tidak semua sekolah dasar peserta didik adalah kegiatan kepramukaan. Kepramukaan menyediakan ruang belajar kepramukaan sebagai sarana pendidikan kontekstual dan menyenangkan melalui karakter, baik karena keterbatasan sumber pendekatan Aubelajar sambil bermain dan daya, pelatihan pembina yang minim, bekerjaAy, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, pelaksanaan kegiatan. Untuk itu, diperlukan dan keberanian. Struktur regu dan sistem pengabdian masyarakat yang berfokus pada penugasan memungkinkan siswa belajar peningkatan kualitas kegiatan kepramukaan untuk berpikir dan bertindak mandiri, serta melalui pengalaman memimpin kelompok kepemimpinan peserta didik secara lebih dan mengambil keputusan. Rahmah et al. sependapat dengan Rusda . bahwa ekstrakurikuler pramuka berlandaskan Tri pramuka merupakan wadah pendidikan Satya nonformal yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda Dasa Dharma nilai-nilai Hal melalui pengalaman langsung, penanaman tanggung jawab secara nyata dalam praktik nilai-nilai sehari-hari siswa di SD Negeri Kota Baru. kepemimpinan dan kemandirian. Ay Studi lain oleh Yulianti . di Madrasah Melalui kegiatan ini, diharapkan Ibtidaiyah Negeri 3 Jember menunjukkan peserta didik tidak hanya aktif secara fisik bahwa layanan pramuka yang terstruktur dalam kegiatan pramuka, tetapi juga secara sistemik efektif membentuk karakter 10 Tandhuk Majeng (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. 1 No. 1 (Juli 2. , 8-15 mengalami pembelajaran nilai yang dapat pelaksanaan kegiatan pramuka yang sudah membentuk mereka menjadi pribadi yang Perancangan program kegiatan, bertanggung jawab, percaya diri, serta siap berupa modul kegiatan kepramukaan yang menjadi pemimpin masa depan. menitik beratkan pada penguatan nilai kemandirian dan kepemimpinan siswa. METODE PELAKSANAAN Penyusunan kolaboratif, yang melibatkan guru, pembina Kegiatan pramuka, serta siswa secara aktif dalam waktu belajar siswa. menggunakan pendekatan partisipatif dan disesuaikan dengan agenda sekolah dan Pengabdian ini dilaksanakan dengan dilaksanakan secara langsung dalam bentuk Metode serangkaian latihan kepramukaan tematik pelaksanaan dibagi dalam beberapa tahap sebagai berikut: karakter siswa. Bentuk kegiatan yang Tahap Persiapan Latihan Kemandirian, seperti: Simulasi kegiatan harian pramuka tanpa bantuan orang Tahap Pelaksanaan KegiatanKegiatan Tugas Pendampingan dan pembinaan Latihan Kegiatan pengabdian diawali dengan . kepemimpinan dalam situasi Seluruh kegiatan menggunakan sekolah, termasuk kepala sekolah dan Kepemimpinan, keputusan kelompok, permainan peran persiapan administratif dan teknis, yang Sistem regu dengan rotasi ketua regu agar Tindak Lanjut tandu sederhana, atau memasak mandiri. Dan Koordinasi aktivitas survival ringan, seperti membuat Evaluasi pendekatan experiential learning . elajar tujuan, manfaat, serta bentuk kegiatan mendorong siswa untuk aktif berpikir. Identifikasi kebutuhan dan mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas peran masing-masing. wawancara terhadap guru dan siswa terkait 11 Tandhuk Majeng (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. 1 No. 1 (Juli 2. , 8-15 HASIL DAN PEMBAHASAN Selama kegiatan berlangsung, tim Pendampingan Pelaksanaan langsung terhadap siswa dan pembina Dan selama 3 kali pertemuan menunjukkan hasil yang positif, baik dari segi antusiasme siswa maupun keterlibatan guru pembina terhadap pembina pramuka, agar mampu setelah program berakhir. Hasil jiwa kemandirian dan kepemimpinan siswa. karakter berbasis pengalaman, di mana siswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi yang mereka dapatkan. Wawancara singkat ini sejalan dengan konsep pendidikan menyampaikan pengalaman dan pelajaran menarik, partisipatif, dan edukatif. Temuan siswa selama dan setelah kegiatan. Refleksi asalkan dikemas dengan pendekatan yang langsung terhadap perubahan perilaku kemandirian dan kepemimpinan siswa. Evaluasi dilakukan melalui: Observasi di sekolah dasar dapat dijadikan sarana dampak kegiatan terhadap perkembangan menunjukkan bahwa kegiatan kepramukaan Evaluasi dilakukan untuk mengukur yang dilakukan di SDN Benaresep Timur memberi pengarahan, serta mengamati juga dari pengalaman langsung melalui aktivitas luar ruang, kerja sama tim, serta mengetahui kesan, manfaat, dan saran simulasi kehidupan nyata. pengembangan ke depan Selain itu, penggunaan sistem regu Setelah kegiatan pengabdian selesai, dan rotasi kepemimpinan terbukti menjadi dilakukan: Penyerahan laporan kegiatan dan dokumentasi kepada pihak sekolah. Pemberian media yang tepat untuk menumbuhkan rekomendasi dan modul kegiatan, agar sekolah tanggung jawab dan keberanian siswa dapat melanjutkan praktik baik yang telah dalam mengambil peran sebagai pemimpin. Pola ini tidak hanya menumbuhkan karakter memungkinkan, untuk melihat keberlanjutan pemimpin, tetapi juga rasa empati terhadap program beberapa bulan setelahnya rekan satu tim. Monitoring Dari sisi pembina, kegiatan ini membuka wawasan bahwa kepramukaan tidak harus selalu bersifat formal atau 12 Tandhuk Majeng (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. 1 No. 1 (Juli 2. , 8-15 seremonial, tetapi dapat menjadi media tidak harus bersifat seremonial, tetapi bisa pembelajaran karakter yang menyenangkan menjadi wahana pendidikan karakter yang dan berdampak besar jika dirancang dengan Hal ini diperkuat oleh penelitian Zihni et al. kepemimpinan dan Rachmadtullah . yang menyatakan perkembangan karakter siswa, khususnya sejalan dengan temuan Fadhilah dan menarik, partisipatif, dan edukatif. Hasil ini Kegiatan kepemimpinan siswa jika dikemas secara Dengan kepramukaan dapat menjadi sarana efektif KESIMPULAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian di efektif sejak dini. Mahasiswa Timur mengembangkan karakter siswa secara Gambar 1. Bersama Pembina Pramuka Perwakilan Benaresep SDN Pelaksanaan berbasis pengalaman langsung, kerja sama kelompok, dan sistem rotasi kepemimpinan terbukti mampu meningkatkan kemampuan tumbuhnya sikap disiplin dan tanggung siswa dalam berpikir dan bertindak secara jawab sejak usia dini . Pendekatan Aulearning mandiri, serta berani memimpin dan by doingAy dalam sistem regu dan rotasi mengambil keputusan. kepemimpinan juga terbukti menumbuhkan keberanian siswa dalam mengambil peran Selain serta membentuk empati dan kerja sama kegiatan ini juga meningkatkan kompetensi dalam tim, sebagaimana dijelaskan dalam guru pembina dalam merancang dan metode kepramukaan global (Wikipedia, melaksanakan kegiatan kepramukaan yang Bagi guru pembina, kegiatan ini lebih bermakna dan kontekstual. Dengan memberikan wawasan bahwa pramuka demikian, kegiatan kepramukaan dapat 13 Tandhuk Majeng (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. 1 No. 1 (Juli 2. , 8-15 menjadi salah satu sarana efektif untuk DAFTAR PUSTAKA mendukung pendidikan karakter di tingkat Anshari. Pengembangan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik terhadap psikologi belajar anak. Attending: Jurnal Bimbingan dan Konseling. https://journal. id/index. php/attending/article/view/9208 sekolah dasar. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan dan diadopsi program yang terstruktur dan pembinaan Fadhilah. , & Rachmadtullah. Eksplorasi sikap kemandirian siswa melalui ekstrakurikuler pramuka di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 16. , 74Ae87. https://doi. org/10. 21009/jpd. berkelanjutan, sehingga pembentukan jiwa kepemimpinan dan kemandirian pada anak dapat berlangsung secara konsisten sejak usia dini Hanifah. , & Hasibuan. Pembentukan karakter siswa melalui pendidikan kepramukaan. Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan Islam (JIPPI), 3. https://doi. org/10. 30596/jippi. UCAPAN TERIMA KASIH