Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 63 - 68 SOSIALISASI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Ni Ketut Putri Marthasari1*. Kadek Agustina Puspa Ningrum2. Ni Made Raningsih3 1 Prodi Sarjana Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng 2 Prodi Sarjana Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng 3 Prodi Sarjana Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng e-mail: putri17stikesbuleleng@gmail. com1, kadekagustina4545@gmail. * Penulis Korespondensi: E-mail: putri17stikesbuleleng@gmail. Abstract Adolescent Reproductive Health is something that needs to be given attention, in the adolescent phase many things will change, starting from the physique to the behavior and characteristics of the adolescents themselves. The goal is for youth to be able to understand about handling and what needs to be done when facing these changes. The implementation of this community service activity is the head of the drafting team who will be assisted by 9 students of the Bachelor of Nursing Study Program. Buleleng High School of Health. Before carrying out the activity, of course the team will coordinate in advance with the school of SMK Negeri 1 Sukasada. Buleleng Regency. This socialization activity was carried out and attended by class X students of SMK Negeri 1 Sukasada with a total of 59 teenagers accompanied by 2 teachers. The pretest is carried out by distributing questions to students to answer before the socialization is given. Information provided regarding adolescent reproductive health, how to prevent transmission of sexually transmitted diseases and how to maintain reproductive health in adolescents. The provision of education using lecture methods, discussions and posters, leaflets and audiovisual media ran smoothly, attended by 58 students and 2 teachers of SMK Negeri 1 Sukasada. Based on the pre and post test scores of 58 students, it was found that there was an increase in value knowledge from an average of 58% to 87%. Keywords: Socialization. reproduction health. Abstrak Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan hal yang perlu diberi perhatian, pada fase remaja banyak hal yang akan berubah mulai dari fisik hingga perilaku serta sifat dari remaja itu sendiri. Tujuannya agar remaja mampu memahami tentang penanganan dan hal yang perlu dilakukan ketika menghadapi perubahan tersebut. Pelaksanaan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ketua tim penyusun yang akan dibantu oleh 9 mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan Sekolah Tinggi Kesehatan Buleleng. Sebelum melaksanakan kegiatan, tentunya tim akan berkoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak sekolah SMK Negeri 1 Sukasada Kabupaten Buleleng. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dan dihadiri oleh siswa-siswi kelas X SMK Negeri 1 Sukasada dengan jumlah 59 remaja didampingi oleh 2 guru. Pretest dilakukan dengan membagikan soal kepada siswa untuk dijawab sebelum sosialisasi diberikan. Informasi yang diberikan mengenai kesehatan reproduksi remaja, bagaimana cara mencegah penularan penyakit menular seksual dan bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi pada remaja. Pemberian edukasi dengan metode ceramah, diskusi dan dengan media poster, leaflet dan audiovisual berjalan dengan lancar diikuti oleh 58 siswa-siswi dan 2 orang guru SMK Negeri 1 Sukasada. Berdasarkan nilai pre dan post test dari 58 siswa diketahui terdapat peningkatan pengetahuan nilai dari rata-rata 58% menjadi 87%. Kata kunci: Sosialisai. kesehatan reproduksi. PENDAHULUAN Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan hal yang perlu diberi perhatian lebih lanjut, hal ini merupakan hal yang penting karena semua hal akan berbeda antara fase anak-anak dan fase remaja. Pada fase remaja banyak hal yang akan berubah mulai dari fisik hingga perilaku serta sifat dari remaja itu sendiri. Remaja perlu memahami perubahan tersebut sebelum Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 63 - 68 menghadapi hal yang akan terjadi kedepannya. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar remaja mampu memahami tentang penanganan dan hal yang perlu dilakukan ketika menghadapi perubahan tersebut (Darmayanti & Armaijin, 2. Remaja dengan pengetahuan minim akan kesehatan reproduksi cenderung akan berperilaku yang tidak semestinya dilakukan dan akan berujung memberikan dampak negatif dalam pertumbuhannya. Kesehatan reproduksi, tidak hanya mencakup tentang cara remaja menjaga kesehatan terkait alat reproduksinya. Akan tetapi, juga mencakup tentang pengetahuan remaja mengenai kodrat yang perlu diemban dan perilaku yang tidak boleh dilakukan setelah mengalami perkembangan seks sekunder atau yang kerap disebut sebagai pubertas (Himawati et al. , 2. Pubertas merupakan salah satu periode pematangan seksual yang akan dialami oleh sebagian besar remaja dengan hasil akhir adanya perkembangan kemampuan seksual. Perkembangan ini ditandai dengan adanya perkembangan karakteristik seks sekunder dan diakhir dengan menars pada anak perempuan dan akan terus berlanjut pada laki-laki. Perkembangan pada remaja, bukanlah hal yang tidak lazim dan tentu merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap remaja (Maria & Mahendra, 2. Oleh karena itu, remaja perlu dibekali dengan pengetahuan yang memadai sebelum memasuki dan menjalani masa tersebut. Sejauh ini, masyarakat menganggap bahwa masalah kesehatan reproduksi hanya dapat dipelajari dan dipecahkan oleh ahli kedokteran. Akan tetapi, banyak bukti bahwa ini persoalan kesehatan reproduksi sesungguhnya terletak pada konteks sosial, ekonomi dan kebudayaan yang sangat kompleks (Rengat et al. , 2. Hubungan personal antara remaja laki-laki dan remaja perempuan kini telah dimarginalkan oleh sebagian besar masyarakat. Padahal jika ditinjau dari segi agama Islam sendiri, hubungan antara laki-laki dan perempuan telah diatur sedemikian rupa. Globalisasi yang kian menggeser sedikit demi sedikit budaya timur sehingga pacaran dan kedekatan antara laki-laki dan perempuan dianggap hal yang biasa dan tidak perlu dikhawatirkan (Fitria et al. , 2. Hal inilah yang memicu timbulnya anggapan dan kepercayaan diri dari remaja bahwa mereka bisa berbuat sesuka hati yang menyimpang dari norma agama dan norma sosial (Baroroh & Meikawati, 2. Masalah seperti ini tidak hanya dialami oleh remaja di kota besar saja. Akan tetapi, hampir seluruh daerah di Indonesia. Kurangnya pendekatan secara aktual dan komprehensif terhadap remaja dan ketidaktahuan orangtua mendorong peningkatan risiko terjadi masalah kesehatan reproduksi pada remaja. Dengan melihat pentingnya sumbangan faktor sosial, budaya, ekonomi terhadap kesehatan reproduksi, maka sangat diharapkan suatu pendekatan sosial budaya terhadap pemecahan masalah yang ditemukan di lapangan (Munthe et al. Permasalahan yang timbul dari kurangnya pengetahuan remaja akan pentingnya kesehatan reproduksi mendorong munculnya ide atau solusi untuk mencegah dan mengatasi hal Salah satu solusinya adalah mengadakan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja yang dilaksanakan di SMKN 1 Sukasada dengan harapan bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak positif dan mampu menjadi solusi dari masalah kesehatan reproduksi remaja yang terjadi di Buleleng. Bali. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ketua tim penyusun yang akan dibantu oleh 9 mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan Sekolah Tinggi Kesehatan Buleleng. Sebelum melaksanakan kegiatan, tim akan berkoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak sekolah SMK Negeri 1 Sukasada Kabupaten Buleleng. Sasaran kegiatan ini adalah siswa siswi Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 63 - 68 kelas X ditargetkan berjumlah 50 orang. Adapun metode dalam pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut: Perkenalan dan menyampaikan tujuan kegiatan kepada khalayak sasaran Memberikan pretest Menyampaikan informasi melalui metode presentasi. Metode presentasi diartikan menyajikan atau mengemukakan informasi kepada orang lain dengan tujuan dan bermacam-macam seperti memberi tahu, mempengaruhi atau mengajak . Media yang digunakan adalah power point, leaflet dan video edukasi berupa pemberian informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja, cara mencegah penularan penyakit menular seksual, dan cara menjaga kesehatan reproduksi pada remaja. Melakukan diskusi dan tanya jawab untuk memastikan pemahaman khalayak sasaran Melakukan posttest Lokasi kegiatan pengabdian masyarakat di SMK Negeri 1 Sukasada yang beralamat Ssambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Peta lokasi kegiatan dapat diliat pada gambar berikut Jarak antara Stikes Buleleng ke SMK Negeri 1 Buleleng adalah 14 km. Akses ke lokasi kegiatan dapat ditempuh dengan transportasi darat. Lokasi kegiatan terletak di pinggir jalan Waktu kegiatan adalah pada hari Kamis, 8 Juni 2023. HASIL DAN PEMBAHASAN Tim pengabdian masyarakat mengadakan penjajakan kepada pihak sekolah dan mengatur waktu pelaksanaan kegiatan. Penjajakan ke sekolah dilakukan sebanyak 2 kali. Pada penjajakan pertama dilakukan pada tanggal 1 Juni 2023, pihak sekolah menerima dengan baik tentang maksud dan tujuan diadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan dari pihak Stikes Buleleng. Kegitan ini disepakati waktu pelaksanaan yaitu tanggal 8 Juni 2023 pada pukul 09. 00 WITA karena pada hari ini siswa-siswi dalam kegiatan ekxtra dan telah menyelesaikan ujian akhir sekolah. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dan dihadiri oleh siswa-siswi kelas X SMK Negeri 1 Sukasada dengan jumlah 59 siswa-siswi yang didampingi oleh 2 guru. Pretest dilakukan dengan membagikan soal kepada siswa untuk dijawab sebelum sosialisasi diberikan. Informasi yang disampaikan adalah mengenai kesehatan reproduksi remaja, bagaimana cara mencegah penularan penyakit menular seksual, dan bagimana cara menjaga kesehatan reproduksi pada remaja. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 63 - 68 Gambar 1. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMK Negeri 1 Sukasada Kabupaten Buleleng (Sumber: Dokumentasi Pribad. Gambar 2. Kegiatan Dokumentasi Foto Bersama Siswa-Siswi Beserta Guru SMK Negeri 1 Sukasada Kabupaten Buleleng (Sumber: Dokumentasi Pribad. Kesehatan reproduksi identik dengan seksualitas karena menyangkut beberapa hal antara lain dimensi biologis, yaitu berkaitan dengan organ reproduksi, cara merawat kebersihan dan Kesehatan reproduksi sama halnya dengan kesehatan pada umumnya merupakan hak setiap umat manusia. Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas yang benar dan komprehensif sangat dibutuhkan guna mencapai derajat kesehatan yang optimal dan demikian juga pada aspek kesehatan reproduksi (Kemenkes RI, 2. Pengetahuan tersebut dapat diperoleh melalui pendidikan, karena pendidikan merupakan cara yang sangat efektif guna mendapatkan ilmu atau pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas (Yuliani et al. , 2. Sejalan dengan Lela Zakiah yang memaparkan adanya pengaruh edukasi pengetahuan tentang kesehatan reproduksi di Desa Cibeuteung Udik. Ciseeng (Zakiah et al. , 2. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 63 - 68 Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas merupakan cara atau solusi untuk mencegah terjadinya masalah pada kesehatan reproduksi salah satunya penyakit HIV/AIDS. Pendidikan kesehatan reproduksi belum banyak dilakukan. Perawat memiliki peran sebagai edukator dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja. Peran perawat tersebut untuk membentuk pola fikir serta perilaku yang baik dengan memberikan pengetahuan serta ilmu kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas (Azizah et al. , 2. Setelah melaksanakan pemberian edukasi, siswa-siswi agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dan diterapkan dalam kesehariannya. Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan memberikan pretest dan post test serta melihat minat peserta ketika presentasi dilakukan dan melihat antusias dalam diskusi dan tanya jawab berdasarkan pre dan post test dari 58 siswa diketahui terdapat peningkatan pengetahuan dari 58% menjadi 87%. Grafik Peningkatan Pengetahuan Pre test Post test Series 1 Series 2 Gambar 3 Grafik Peninglatan Pengetahuan Siswa Setelah melakukan posttest, kegiatan dilanjutkan dengan memberikan memberikan leaflet dan spanduk sebagai media edukasi pada sekolah untuk dapat menjaga kesehatan reproduksi remaja, dampak apa saja yang terjadi jika melakukan seks pranikah seperti: kehamilan yang tidak diinginkan, meningkatkan angka kematian ibu dan bayi, resiko tertular penyakit menular seksual, trauma kejiwaan, mempengaruhi perkembangan karakter dan ketergantungan KESIMPULAN Kegiatan pemberian edukasi berjalan dengan lancar diikuti oleh 58 siswa-siswi dan 2 orang guru SMK Negeri 1 Sukasada. Berdasarkan nilai pre dan post test dari 58 siswa diketahui terdapat peningkatan pengetahuan nilai dari rata-rata 58% menjadi 87%. Siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan yang dibuktikan dengan adanya diskusi dua arah. Pemberian media edukasi berupa poster dan leafet serta pemutaran video pada siswa-siswi mendapatkan sambutan baik dari pihak sekolah dan siswa. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada Stikes Buleleng atas dukungan material dan non material sehingga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat terselenggara dengan lancar. Ucapan terimakasih juga tidak lupa ditujukan kepada semua siswa-siswi serta para guru SMK Negeri 1 Sukasada sebagai mitra dan sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 63 - 68 DAFTAR PUSTAKA