Volume 9 No. Page 64-70 e-ISSN: 2598-2095 DOI: https://doi. org/10. https://journal. id/index. php/jcps/index Formulasi dan Uji Aktivitas sediaan Gel Moisturizer dengan bahan aktif ekstrak kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephor. Sebagai Antioksidan Abstract Dewi Rashati1* Asa Falahi2 Anies Rohman Dwijaya3 Indonesia is one of the biggest-coffee exporting countries in the world with Robusta coffee being one of the exported types. In the coffee bean processing, the large amount of coffee skin waste produced has the benefits and potentials to become an opportunity for developing In this study. Robusta fruit skin extract was used to make a moisturizer gel to determine its activity as an antioxidant. Robusta fruit skin extract has a stronger antioxidant activity compared to Arabica with an IC50 value of 72. 96 ppm. The extract yield obtained Anti-aging moisturizer gel formulation was made in 3 The 3 formulation gel were tested for physical properties and antioxidant activity. The results of the formulation test used had a viscosity value that was too high, but had organoleptic physical properties, pH, homogeneity and spreadability that met the Based on the results of the antioxidant activity test, the robusta coffee skin extract show strong activity (IC50 73. 25 pp. while the Moisturizer Gel show weak antioxidant activity ((IC50 > 200 pp. 1,2,3Fakultas ilmu Kesehatan. Universitas dr. Soebandi. Jember. Jawa timur. Indonesia *email: dewirashati08@gmail. Kata kunci: Kulit Kopi Gel moisturizer Coffea canephora Received: Mei 2025 Accepted: September 2025 Published: September 2025 A 2025. The Authors. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Indonesia adalah pengekspor kopi terbesar di Senyawa-senyawa Jenis kopi yang ada di Indonesia adalah Arabika dan Robusta dengan total produksi pada memberikan elektron, sehingga mencegah radikal tahun 2017 berturut-turut adalah 173. 765 ton dan bebas merusak sel-sel tubuh. Hasil pengujian 775 ton. Kulit kopi merupakan bahan yang ekstrak cascara kopi robusta diperoleh aktivitas dapat dimanfaatkan sebagai bahan penghasil antioksidan sebesar 39-57%, sedangkan arabika kafein, polifenol, dan bioetanol serta antioksidan 22,5-33,5%. Hasil pengujian ekstrak kulit buah dan antimikroba . Penelitian menunjukkan kopi robusta dengan pelarut etanol pada sediaan bahwa ekstrak kulit buah robusta memiliki krim diperoleh nilai IC50 sebesar 72,96 ppm. Nilai aktivitas antioksidan lebih besar dibandingkan tersebut menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah dengan arabika. Antioksidan dalam kulit kopi kopi robusta memiliki aktivitas antioksidan yang robusta, seperti flavonoid dan polifenol, bekerja kuat karena memiliki nilai IC50 <50 ppm . cara menangkal sel-sel Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 64-70 e-ISSN: 2598-2095 Antioksidan dapat digunakan sebagai anti aging METODE yang dapat mencegah penuaan dini. Untuk Alat Neraca analitik (PT. Andalan Sejahter. , pH meter antiaging dengan antioksidan tinggi agar dapat (Hoverlab. Viskometer Brookfield (PT. Alfa omega merawat kulit wajah. Besarnya jumlah kulit kopi indola. Mortir (One me. dan stemper (One yang dihasilkan dari proses pengolahan kopi serta me. , beaker glass (PT. Inala. , objek glass (PT. potensi manfaat dari kulit kopi menjadi peluang Inala. , pipet (PT. Inala. , sudip, batang pengaduk pengembangan produk dari kulit kopi salah (PT. satunya adalah produk kosmetik. Bahan alam timbangan gram (PT. Inala. , pipet (PT. Inala. , dengan aktivitas antioksidan dapat digunakan dan gelas ukur (PT. Inala. dalam produk anti-aging karena dipercaya dapat Bahan Ekstrak kulit Kopi robusta (RKB Roastery. Rumah Inala. , dibanding bahan kimia sintetis . Kopi Banjarsengo. Karbopol (Bratac. Gliserin Salah satu bentuk sediaan kosmetik yang sering (Bratac. Propilen Glikol (Inala. TEA (Inala. , digunakan adalah gel. Gel memiliki beberapa Metil paraben (Bratac. Aquadest (Bratac. keuntungan dibanding sediaan topikal lain, yaitu Prosedur Penelitian kemampuan penyebarannya baik pada kulit. Prosedur dalam penelitian ini adalah sebagai tidak menghambat fungsi fisiologis kulit karena tidak melapisi permukaan kulit secara kedap dan Determinasi tanaman pori-pori Tanaman dideterminasi di UPT Laboratorium Herbal memungkinkan pemakaian pada bagian tubuh Materia Medica Batu yaitu jenis Coffea canephora yang berambut, pelepasan obatnya baik,mudah Pembuatan ekstrak kulit buah kopi robusta. dioleskan, dan viskositasnya tidak mengalami Kulit kopi robusta berasal dari Rumah Kopi perubahan yang berarti selama penyimpanan. Gel Banjarsengon moisturizer anti aging yang mudah meresap ke Kabupaten Jember Jawa Timur. Kulit yang dalam kulit wajah pada saat pengaplikasiannya, dibeli dari RKB sudah dipisahkan dari bijinya serta jarang menimbulkan rasa lengket yang oleh para petani yang termasuk dalam anggota biasanya memberi efek lebih oily atau berminyak RKB. Sebanyak 1 kg kulit buah kopi disangrai . Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan terlebih dahulu pada suhu 150oC selama 25 sediaan gel moisturizer yang memiliki sifat fisik optimal serta memiliki kandungan antioksidan Maserasi dilakukan sebanyak 3 kali (RKB) Kecamatan Patrang, pengulangan dengan penambahan pelarut setelah penumbukan. Filtrat disaring sebanyak 3 kali setiap ulangan setelah ditambahkannya Ekstrak Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 64-70 menandakan senyawa-senyawa antioksidan dan pigmen kulit buah kopi telah banyak campuran etanol 70% dan akuades . Sisa campuran basis, gerus ad homogen Ekstrak kulit buah kopi kemudian dipekatkan Campuran 2 ditambahkan dalam basis gel sambil digerus hingga homogen. Pelarut yang digunakan adalah e-ISSN: 2598-2095 Campurkan campuran 3 ke dalam basis gel dan gerus ad homogen dan tambahkan vakum dengan suhu 40EE hingga dicapai aquades sedikit demi sedikit ad 100 gram. volume filtrat sebanyak penambahan pelarut yang pertama sebelum pengulangan . Uji Fisik Sediaan gel Moisturizer Formulasi Uji organoleptis Gel moisturizer diformulasikan menjadi 3 formula Uji organoleptis Gel moisturizer dilakukan dengan yang dapat dilihat pada tabel 1. aroma Gel moisturizer . Tabel 1. Formula Gel moisturizer ekstrak kulit buah kopi robusta Nama Bahan Ekstrak kopi robusta Karbopol Gliserin Propilen Glikol TEA Metil paraben Aquades ad Uji pH Masukkan 0,1 gram gel larutkan 10 mL aquadest. Persen . Kontrol Celupkan pH meter ke dalam larutan ini lalu amati angka yang ditunjukkan oleh pH meter. Lakukan sebanyak 3 kali replikasi . Uji homogenitas Timbang 1 gram Gel moisturizer dioleskan pada kaca Amati ada atau tidaknya butiran kasar . Uji daya sebar Pembuatan Gel moisturizer adalah sebagai berikut : Timbang 1 gram Gel moisturizer Timbang seluruh bahan secara hati-hati di atas kaca berukuran 20x20 cm. Kembangkan Karbopol selanjutnya ditutupi dengan kaca yang lain dan dalam mortir (Campuran . digunakan pemberat di atasnya hingga bobot Metil paraben dilarutkan dalam gliserin mencapai 125 gram. Ukur diameternya setelah 1 aduk hingga larut (Campuran . Lakukan sebanyak 3 kali replikasi . Ekstrak kulit kopi robusta digerus dengan menambahkan propilenglikol hingga tekstur Uji Aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menjadi lembut . idak ada partikel kasa. ,2 difenil-1-pikrilhidrazi. dan homogen (Campuran . Pembuatan Larutan Induk DPPH Setelah karbopol mengembang (Campuran Ditimbang DPPH . ,1-difenil-2- . gerus terlebih dahulu dan tambahkan TEA picrylhidrazi. sebanyak 4-5 mg, kemudian sedikit demi sedikit hingga terbentuk basis dilarutkan dalam etanol 96% hingga tanda batas dengan menggunakan labu ukur 100 ml, lalu tempatkan dalam botol kaca berwarna Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 64-70 e-ISSN: 2598-2095 Pembuatan Larutan Blanko DPPH pH, daya sebar, aktivitas antioksidan diolah Larutan Induk DPPH sebanyak 90 ml menggunakan program SPSS 25. Data diuji dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml, normalitasnya terlebih dahulu menggunakan kemudian dilarutkan dengan etanol 96% Kolmogorov smirnov test. Jika data normal (Sig > hingga tanda batas dan dihomogenkan. maka pengujian dilanjutkan menggunakan Didiamkan selama 30 menit dan diukur Anova one way. Jika data tidak normal (Sig < 0,. absorbansinya pada panjang gelombang 517 Kruskal Wallis test. Uji Aktivitas Antioksidan Larutan Uji Sampel sebanyak 10 mg dilarutkan ke dalam HASIL DAN PEMBAHASAN 10 ml etanol 96% dan dicukupkan hingga Hasil rendemen ekstrak tanda batas. Larutan sampel dibuat dengan Penelitian masing-masing konsentrasi 50 ppm, 100 ppm. Formulasi dan Studi in Vitro Gel Moisturizer Anti 150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm. Masing- aging kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephor. masing dipipet dan ditambahkan etanol 96% Sebagai Antioksidan. Ekstrak yang telah dibuat ke dalam labu ukur 10 ml hingga tanda batas. dilakukan identifikasi kandungan kimia ekstrak Dipipet larutan sampel sebanyak 2 ml dan kulit buah kopi robusta (Coffea canephor. untuk ditambahkan ke dalam tabung reaksi yang melihat ada atau tidaknya metabolit sekunder berisi larutan DPPH sebanyak 2 ml, kemudian yang tersari dalam pelarut yang digunakan. Dilakukannya analisis kualitatif kandungan kimia Selanjutnya divortex dan diinkubasi pada suhu 37AC selama 30 menit dalam keadaan didapatkan menunjukkan bahwa ekstrak kulit UV-Vis Hasil digunakan adalah 1,986 kg dan berat ekstrak yang dihitung persen hambatan atau % inhibisi didapat sebesar 116,51 gram. Hasil rendemen pada masing-masing larutan dihitung dengan yang didapatkan adalah 5,88%. Berat panjang gelombang 517 nm. Kemudian menggunakan rumus. % ycnycuEaycnycaycnycycn Hasil uji Fisik yaycaycycuycycaycaycuycycn ycaycoycaycuycoycu Oe ycaycaycycuycycaycaycuycycn ycycycn ycu 100% yaycaycycuycycaycaycuycycn ycaycoycaycuycoycu Hasil uji fisik organoleptis dapat dilihat pada tabel Setelah mendapatkan % inhibisi, kemudian dicari nilai dicari nilai IC50 . Tabel 1. Hasil uji fisik Organoleptis Parameter Aroma Lemah Sedikit Kuat Warna Coklat Coklat Coklat Bentuk Kental Kental Kental Analisa data Data homogenitas dianalisa dengan membandingkan dengan pustaka. Sementara data hasil pengujian Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 64-70 e-ISSN: 2598-2095 Berdasarkan data hasil penelitian uji organoleptis dilanjutkan uji Kruskall dan mendapatkan nilai gel dengan variasi ekstrak kulit kopi robusta pada signifikansi p= 0,027. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga formula memiliki bentuk kental. Aroma variasi ekstrak kulit kopi mempengaruhi sifat fisik yang dihasilkan pada formulasi 1 adalah beraroma pH yang dihasilkan. Semakin tinggi ekstrak yang kopi lemah, formulasi 2 sedikit kuat dan formula 3 digunakan, maka pH yang dihasilkan juga beraroma kopi kuat. semakin asam. Hal ini dikarenakan ekstrak kulit kopi robusta memiliki pH asam yang berkisar antara 4,20 hingga 4,60. Pengujian sifat fisik gel yang ketiga yaitu uji Uji mengetahui kekentalan suatu sediaan, dimana viskositas yang baik dapat menjamin kemudahan saat pengemasan dan juga memberikan rasa Gambar 1. Gel Moisturizer nyaman pada saat digunakan . Uji viskositas Hasil organoleptis warna menunjukkan bahwa sediaan gel antiinflamasi ekstrak kulit kopi formulasi 1 dan 2 memiliki warna coklat muda dilakukan 3 kali replikasi dalam setiap formula. sedangkan formula 3 memiliki warna coklat tua. Viskositas gel moisturizer yang baik berada pada Hal ini dipengaruhi oleh jumlah ekstrak, dimana 000 cps . enti pois. atau 20-40 dPa. eca Pascal secon. sesuai dengan standar SNI 16-4399-1996 . Berdasarkan hasil penelitian digunakan maka warna semakin pekat. didapatkan bahwa rata rata viskositas untuk Tabel 2. Hasil Uji Fisik Uji fisik Viskositas . Pa. Homogenitas Daya sebar . kontrol sebesar 4219 mPa. Viskositas untuk Formula 1 6,47 Formula 2 5,42 Formula 3 5,19 Homogen Homogen Homogen 7,38 6,80 6,63 dibandingkan formula 2 dan 3 yaitu sebesar 5051 mPa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi ekstrak yang digunakan maka viskositas Hal dikarenakan ekstrak yang digunakan dalam Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa penelitian memiliki bentuk yang kental. Hasil data pH kontrol sebesar 6,37. Formulasi 1 memiliki pH uji viskositas dilakukan analisis data normalitas yang lebih tinggi dibandingkan formula 2 dan 3. menggunakan kolmogorf smirnov dihasilkan nilai Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak signifikansi p= 0,113 yang berarti data terdistribusi ekstrak yang digunakan maka pH yang dihasilkan Data dilanjutkan uji annova one way dan akan semakin tinggi. Hasil data uji pH dilakukan mendapatkan nilai signifikansi p= 0,000. Hal ini analisis data normalitas menggunakan kolmogorf menunjukkan bahwa variasi ekstrak kulit kopi smirnov dihasilkan nilai signifikansi p= 0,04 yang berarti data tidak terdistribusi normal. Data Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 64-70 Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ketiga formulasi (F1,F2, dan F. memiliki hasil yang homogen karena tidak ada butiran kasar dan warna terdistribusi merata. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi ekstrak yang digunakan e-ISSN: 2598-2095 Tabel 3. Hasil uji DPPH Sampel Ekstrak Nilai IC50 (AAg/mL) 73,25 1629,92 1100,74 766,90 tidak mempengaruhi sifat fisik homogenitas. Berdasarkan hasil uji DPPH menyatakan bahwa Pengujian sifat fisik gel selanjutnya yaitu uji daya Ekstrak Kulit Buah Kopi Robusta memiliki IC50 Daya sebar sediaan berkaitan dengan sebesar 73,25 AAg/mL yang termasuk antioksidan kenyamanan pada pemakaian. Sediaan topikal kuat . ilai IC50 50Ae100 pp. Hal ini sesuai sangat diharapkan memiliki daya sebar yang baik . Berdasarkan hasil penelitian didapatkan menyatakan bahwa Hasil pengujian ekstrak etanol bahwa daya sebar Formula1 adalah 7,38 cm, kulit buah kopi robusta diperoleh nilai IC50 ekstrak Formula 2 sebesar 6,80 cm sedangkan formula 3 kulit buah kopi robusta sebesar 72,96 ppm . adalah 6,63 cm. Hal ini menunjukkan bahwa Nilai tersebut menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah kopi robusta memiliki aktivitas antioksidan digunakan maka daya sebar semakin menurun. yang kuat karena memiliki nilai IC50 antara <50 Daya sebar sediaan gel yang baik berkisar antara 5-7 cm yang menunjukkan konsistensi semisolid menunjukkan pada formula 1 memiliki IC50 yang sangat nyaman dalam penggunaan . sebesar 1629,92A 19,24 AAg/mL yang termasuk Berdasarkan data hasil uji daya sebar, nilai rata- antioksidan sangat lemah. Formula 2 dan 3 juga rata daya sebar formula 1 tidak memenuhi uji daya memiliki IC50 masing masing sebesar 1100,74A5,23 sebar gel yang baik. Sedangkan Formula 2 dan 3 AAg/mL dan 766,90A3,70 AAg/mL yang termasuk memiliki daya sebar yang baik yang memenuhi antioksidan sangat lemah. Hal ini menunjukkan Hasil data uji daya sebar dilakukan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang analisis data normalitas menggunakan kolmogorf digunakan maka nilai IC50 yang didapatkan smirnov dihasilkan nilai signifikansi p= 0,06 yang semakain rendah yang menunjukkan semakin berarti data terdistribusi normal. Data dilanjutkan meningkatnya aktivitas antioksidan. Gel Winahyu Moisturizer uji annova one way dan mendapatkan nilai signifikansi p= 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa variasi ekstrak kulit kopi mempengaruhi sifat fisik daya sebar yang dihasilkan. Semakin banyak konsentrasi ekstrak yang digunakan maka daya sebar semakin menurun karena viskositas sediaan semakin kental. KESIMPULAN Sediaan yang didapatkan dari formulasi penelitian ini memiliki sifat fisik organoleptis, pH, homogenitas dan daya sebar yang memenuhi syarat. Namun nilai viskositas sediaan melebihi batas atas persyaratan Berdasar nilai IC50 yang didapatkan dari sediaan ini menunjukan bahwa ekstrak kulit kopi Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 64-70 robusta yang digunakan dalam penelitian ini belum menunjukkan aktivitas antioksidan kuat. DAFTAR PUSTAKA