Urecol Journal. Part B: Economics and Business Vol. 2 No. eISSN: 2797-1902 The Effect of Environmental Performance. Environmental Costs, and Environmental Disclosure on Profitability of Manufacturing Companies Listed in Indonesia Stock Exchange 2016 - 2020 Fandy Wicaksono. Barkah Susanto . Farida Department of Accounting. Universitas Muhammadiyah Magelang. Indonesia barkah@unimma. https://doi. org/10. 53017/ujeb. Received: 16/02/2022 Revised: 26/03/2022 Accepted: 29/03/2022 Abstract This study aims to empirically examine the effect of environmental performance, environmental cost and environmental disclosure on profitability that is measured using the (ROA) as a market performance ratio. This type of research is quantitative research conducted using secondary data in the form of data from annual reports from 2016 to 2020. The population in this study is manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2016 to The sampling method uses purposive sampling and obtained a sample of 13 companies or 65 company samples. Hypothesis testing is done by using multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that the environmental performance and environmental disclosure have a positive effect on profitability. However, environmental cost had no effect on the profitability. Keywords: Environmental Performance. Enviromental Cost. Enviromental Disclosure. Profitability Pengaruh Kinerja Lingkungan. Biaya Lingkungan, dan Pengungkapan Lingkungan terhadap Profitabilitas Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris mengenai pengaruh kinerja lingkungan, biaya lingkungan dan pengungkapan lingkungan terhadap profitabilitas yang diukur menggunakan rasio ROA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa data dari laporan tahunan pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 sampai tahun 2020. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 13 perusahaan atau 65 sampel perusahaan. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja lingkungan dan pengungkapan lingkungan berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Namun, biaya lingkungan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Kata kunci: Profitabilitas Kinerja Lingkungan. Biaya Lingkungan. Pengungkapan Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Lingkungan. Fandy Wicaksono et al. Pendahuluan Setiap perusahaan pasti akan melakukan kegiatan usaha tertentu yang berhubungan dengan kinerja keuangan perusahaan yang berperan penting dalam perhitungan profit. Menurut Kasmir . profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Pertumbuhan pendapatan industri manufaktur di Indonesia mengalami fluktuatif setiap tahunnya. Pertumbuhan pendapatan industri manufaktur tahun 2016 - 2019 selalu mengalami positif yaitu dikisaran 4% tetapi pada tahun 2020 minus -2,93% . Perusahaan dalam hal mendapatkan keuntungan harus memperhatikan masalah lingkungan, apalagi di masa Revolusi Industri 4. 0 saat ini dimana isu lingkungan merupakan suatu masalah yang serius. Permasalahan pencemaran lingkungan di Indonesia masih menjadi sorotan utama dikarenakan masih banyaknya perusahaan yang belum mengelola limbah industri dengan baik . Perusahaan saat ini tidak hanya mementingkan keuntungannya saja tetapi harus juga memikirkan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Berdasarkan riset Global Aliance on Health and Pollution . Indonesia menjadi negara keempat penyumbang kematian terbesar akibat polusi. Berdasarkan riset tersebut, ada 232,9 ribu kematian di Indonesia. Secara global, polusi udara menyumbang 40 persen kematian akibat polusi dengan angka kematian 3,4 juta. Pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup membentuk Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) yang telah dilaksanakan mulai tahun 2002 dibidang pengendalian dampak lingkungan untuk meningkatkan peran perusahaan dalam program pelestarian lingkungan hidup . Peringkat PROPER sendiri terdiri dari emas, hijau, biru, merah dan hitam namun tingkat ketaatan PROPER di Indonesia dalam kurun waktu 2016-2020 mengalami fluktuatif bisa dilihat dalam Tabel 1. Tabel 1. Tingkat ketaatan seluruh perusahaan yang mengikuti program penilaian peringkat kinerja perusahaan . Tingkat Ketaatan PROPER Sumber: . id, 2. Persentasi tingkat PROPER tertinggi mencapai sebesar 92% pada tahun 2018 setelah itu mengalami penurunan hingga tahun 2019, namun pada tahun 2020 tingkat persentase PROPER kembali meningkat dengan persentase sebesar 88%. PROPER sendiri diikuti 040 perusahaan yang terdiri dari berbagai macam industri perusahaan seperti perusahaan manufaktur, industri jasa, dan penghasil bahan baku atau pengelola sumber daya alam . Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebutkan selama tahun 2019 sudah ada 47 perusahaan dari 114 industri manufaktur yang memiliki cerobong asap beroperasi di ibu Dinas Lingkungan Hidup DKI menerapkan sanksi terhadap industri yang melanggar berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 2 tahun 2013 tentang pedoman penerapan sanksi administratif di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sanksi berjenjang itu yakni mulai dari teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Fandy Wicaksono et al. izin lingkungan dan atau izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan jenjang berikutnya yakni pencabutan izin lingkungan dan atau izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup . Perusahaan yang mendapatkan nilai emas dalam tingkat ketaatan PROPER akan mendapatkan apresiasi dan perhatian lebih dari masyarakat, peningkatan apresiasi yang lebih serta perhatian dari masyarakat inilah yang akan berdampak terhadap penjualan produk sehingga akan berdampak langsung terhadap profitabilitas perusahaan. Profitabilitas merupakan salah satu informasi yang penting bagi para investor dimana mereka dapat menganalisis perkembangan pemerolehan keuntungan perusahaan. Perusahaan akan mengharapkan profitabilitas yang tinggi setiap tahunnya. Semakin tinggi profit perusahaan, maka akan memberikan sinyal positif bagi para investor bahwa mereka juga mendapatkan keuntungan dari investasinya . Profitabilitas merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja Menurut Hery . rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktivitas normal Profitabilitas sendiri diukur menggunakan rasio ROA (Return On Asse. ROA ini digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dengan memanfaatkan aset yang di milikinya . Kinerja lingkungan merupakan kinerja perusahaan untuk menjadikan lingkungan yang lebih baik guna untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Kinerja lingkungan berpedoman pada besarnya rusaknya lingkungan yang diakibatkan aktivitas Apabila kinerja lingkungan meningkat, maka kerusakan yang ditimbulkan lebih sedikit. Sebaliknya, semakin menurun kinerja lingkungan suatu organisasi maka semakin bertambah kerusakan yang ditimbulkan . Penelitian yang dilakukan oleh . mengatakan bahwa kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Namun dalam penelitian . kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Biaya lingkungan merupakan biaya yang timbul akibat dari mutu lingkungan yang tidak memenuhi standar. Biaya lingkungan bisa diidentifikasi sebagai presentase dari total biaya operasi . Biaya lingkungan digunakan sebagai salah satu komponen analisis dalam mengambil keputusan investasi yang sejalan dengan peningkatan profitabilitas perusahaan. Biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas lingkungan ini tentulah akan berdampak pada profitabilitas perusahaan, sehingga perusahaan perlu mengalokasikannya dengan baik. Penelitian yang dilakukan oleh . menyatakan bahwa biaya lingkungan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh . menyatakan bahwa biaya lingkungan memiliki pengaruh yang positif terhadap Penelitian ini mengacu pada penelitian . yang menguji pengaruh kinerja lingkungan dan biaya lingkungan terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2014-2018. Persamaan penelitiannya yaitu menggunakan seluruh variabel independen yaitu kinerja lingkungan dan biaya lingkungan. Pengembangan dalam penelitian ini adalah, pertama menambahkan variabel pengungkapan lingkungan karena pengungkapan lingkungan merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholdernya. Reni & Anggraini . menyatakan bahwa tuntutan terhadap perusahaan untuk memberikan informasi yang transparan, organisasi yang akuntabel serta tata kelola yang baik memaksa perusahaan untuk memberikan informasi mengenai aktivitas sosialnya. Masyarakat membutuhkan informasi mengenai sejauh mana perusahaan sudah melaksanakan aktivitas sosialnya sehingga hak masyarakat untuk hidup aman dan Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Fandy Wicaksono et al. tentram, kesejahteraan karyawannya dan lain-lain. Wibisono . berpendapat bahwa dengan melakukan pengungkapan lingkungan perusahaan akan memperoleh banyak keuntungan, perusahaan memenuhi kebutuhan sosial dan pengungkapan diri yang lebih tinggi, dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan image perusahaan di mata masyarakat yang akan membeli produk perusahaan atau menanamkan modal dalam operasi perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh . pengungkapan lingkungan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, tetapi penelitian yang dilakukan oleh . mengatakan bahwa variabel pengungkapan lingkungan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Berdasarkan uraian yang telah dikebangkan sebelumnya, masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Apakah kinerja lingkungan berpengaruh terhadap profitabilitas? 2. Apakah biaya lingkungan berpengaruh terhadap profitabilitas? 3. Apakah pengungkapan lingkungan berpengaruh terhadap profitabilitas? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kinerja Lingkungan. Biaya Lingkungan dan Pengungkapan Lingkungan Terhadap Profitabilitas Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Tahun 2016 -2020. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dimana populasi yang digunakan adalah entitas dari sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2020. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang merupakan teknik penentuan sampel menggunakan pertimbangan tertentu yang disesuaikan dengan kriteria yang ditetapkan Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2016 sampai Perusahaan manufaktur tidak mengalami delisting dan perpindahan sektor dari tahun 2016 sampai 2020. Perusahaan manufaktur yang berpartisipasi dalam Program Peringkat Kinerja Lingkungan (PROPER). Perusahaan manufaktur yang memperoleh PROPER tidak mengalami kerugian dari tahun 2016 sampai 2020. Perusahaan manufaktur yang menerbitkan laporan tahunan tahun 2016-2020. Perusahaan manufaktur yang memberikan informasi kelengkapan terkait data Metode analisis data yang digunakan menggunakan regresi linier berganda. Alat analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS. Alat analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS meliputi: Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan data yang digunakan dalam Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata, standart deviasi, varian, maksimum, minimum. Analisis deskriptif menggambarkan data kuantitas yang diolah menjadi data secara kualitas . Uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk melihat pendistribusian sebuah data . Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data yang digunakan dalam penelitian telah terdistribusi secara normal atau mendekati normal. Uji normalitas yang digunakan adalah uji statistik non parametrik uji Kolmogrov-Smirnov (K-S) pada tingkat signifikansi 0,05 atau 5% . Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Fandy Wicaksono et al. Uji multikolinearitas ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat korelasi antara variabel bebas di dalam model regresi. Multikolonieritas disebabkan oleh adanya efek kombinasi dua atau lebih variabel independen. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolonieritas dalam model regresi dapat dilihat dari nilai Tolerance dan variance inflation faktor (VIF). Jika nilai tolerance Ou 0,10 dan nilai VIF O 10 maka model regresi tersebut bebas dari multikolonieritas . Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance dari residual pengamat satu dengan pengamat lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika hasilnya yang diperoleh berbeda disebut heteroskedasitas. Untuk menguji adanya heteroskedasitas menggunakan uji gletser dengan tingkat signifikansi sig > 0,05 atau 5%. Maka data tersebut bebas dari heteroskedasitas . Uji Autokorelasi dalam penelitian ini menggunakan Uji Durbin Waston dimana hanya digunakan untuk autokorelasi tingkat satu dan mensyaratkan adanya intercept dalam model regresi dan tidak ada variabel lain diantara variabel independent . Analisis regresi linier berganda merupakan teknik yang digunakan agar mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen . Uji Hipotesis menggunakan Uji Koefisen Determinasi (R. Uji F dan Uji t. Koefisien Determinasi (R. dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan dari model penelitian ini untuk dapat menerangkan variasi variabel dependen . Uji F menguji apakah variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen secara baik atau untuk menguji apakah model yang digunakan telah fit atau tidak . Uji F digunakan untuk menguji ketepatan model penelitian. Uji t bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen . Hasil dan Pembahasan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 13 perusahaan dengan periode observasi selama lima tahun, sehingga total sampel akhir dalam penelitian adalah sebesar 65 perusahaan. Statistik Deskriptif Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 13 perusahaan dengan periode observasi selama lima tahun, sehingga total sampel akhir dalam penelitian adalah sebesar 65 perusahaan. Tabel 2. Statistik deskriptif Minimum PROF 0,00 2,00 0,00 0,26 Valid N . Sumber: Data sekunder yang diolah 2021 Maximum 0,30 4,00 0,15 0,59 Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Mean 0,1112 3,40 0,0257 0,4492 Std. Deviation 0,07400 0,553 0,03345 0,08197 Fandy Wicaksono et al. Berdasarkan hasil pengujian statistik deskriptif (Tabel . tersebut diketahui bahwa banyaknya data dalam sampel sebanyak 65 (N) yaitu dari data annual report perusahaan manufaktur yang sesuai dengan kriteria penelitian dengan periode selama lima tahun . Diketahui bahwa profitabilitas dengan jumlah sampel sebanyak 65 perusahaan memiliki nilai minimum 0,00 dan nilai maksimum sebesar 0,30. Kinerja Lingkungan dengan jumlah sampel sebanyak 65 perusahaan memiliki nilai minimum 2,00 dan nilai maksimum sebesar 4,0. Biaya Lingkungan dengan jumlah sampel sebanyak 65 perusahaan memiliki nilai minimum 0,00 dan nilai maksimum sebesar 0,15. Pengungkapan Lingkungan dengan jumlah sampel sebanyak 65 perusahaan memiliki nilai minimum 0,26 dan nilai maksimum sebesar 0,59. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal Cara mendeteksi apakah residual tersebut terdistribusi normal atau tidak dalam penelitian ini menggunakan uji statistik non parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S) . Tabel 1. Uji normalitas 0,095 0,200 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Sumber: Data sekunder yang diolah 2021 Berdasarkan Tabel 3 menunjukkan bahwa besarnya nilai kolmogorov-smirnov adalah 0,095 dengan signifikansi 0,200. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan data terdistribusi secara normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen . Data dikatakan bebas dari multikolinearitas jika nilai tolerance > 0,10 atau nilai VIF < 10 . Tabel 2. Uji multikolinearitas Variabel Tolerance 0,676 0,678 0,996 VIF Keterangan 1,480 1,476 1,004 Tidak ada multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas Sumber: Data sekunder yang diolah 2021 Hasil uji multikolinearitas pada Tabel 4 menunjukkan bahwa tidak terdapat variabel yang memiliki nilai tolerance kurang dari 0,10. Hal ini berarti tidak terdapat korelasi antar variabel independen. Hasil perhitungan nilai variance inflation factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama, tidak ada satupun variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih dari 10,00. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas dalam model regresi. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan kepengamatan lain . Heteroskedastisitas dalam penelitian ini diuji dengan uji gletser. Dasar pengambilan keputusan uji gletser yaitu jika Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Fandy Wicaksono et al. tingkat signifikansi diatas 0. 05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil pengujian heteroskedastisitas pada Tabel 5 dapat diketahui semua variabel independen tidak ada yang memiliki nilai signifikansi dibawah 0,05. Tabel 5. Uji heteroskedastisitas Variabel Sig. (Constan. 2,596 -1,010 0,316 0,12 0,316 0,753 Sumber: Data sekunder yang diolah 2021 -0,503 0,617 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji model suatu model regresi linear terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 . Uji autokorelasi menggunakan Durbin Watson. Tabel 6. Uji autokorelasi Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 0,05110 2,055 0,383a 0,147 0,104 Sumber: Data sekunder yang diolah 2021. Nilai Durbin-Watson sebesar 2,055 terletak diantara nilai dU dan nilai 4-dU (Tabel . Dengan demikian, ditunjukkan bahwa nilai Durbin-Watson 2,055 lebih besar dari nilai dU sebesar 1,6960 dan lebih kecil dari nilai . -dU) sebesar 2,304. Maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak terjadi autokorelasi positif maupun autokorelasi negatif. Regresi Linier Berganda Analisis Regresi Linier Berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Tabel . Tabel 7. Regresi linier berganda Variabel Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. 0,014 0,243 -0,082 0,651 Sumber: Data sekunder yang diolah 2021 0,075 0,104 0,054 0,157 Standardized Coefficients Sig. 0,185 2,347 -1,529 4,142 0,854 0,022 0,131 0,000 Beta 0,314 -0,204 0,456 ycEycIycCya = 0,014 0,243 yaya Oe 0,082 yaAya 0,651 ycEya 0,075 . Nilai konstanta sebesar 0,014 mengindikasikan bahwa kinerja lingkungan, biaya lingkungan dan pengungkapan lingkungan dianggap konstan, maka rata-rata tingkat profitabilitas sebesar 0,014. Nilai koefisien regresi kinerja lingkungan adalah sebesar 0,243 mengindikasikan bahwa setiap terjadi peningkatan kinerja lingkungan sebesar satu satuan, maka akan meningkatkan profitabilitas sebesar 0,243. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Fandy Wicaksono et al. Nilai koefisien regresi biaya lingkungan adalah sebesar -0,082 mengindikasikan bahwa setiap terjadi peningkatan biaya lingkungan sebesar satu satuan, maka akan menurunkan profitabilitas sebesar -0,082. Nilai koefisien regresi pengungkapan lingkungan adalah sebesar 0,651 mengindikasikan bahwa setiap terjadi peningkatan pengungkapan lingkungan (PL) sebesar satu satuan, maka akan meningkatkan profitabilitas sebesar 0,651. Uji Hipotesis Uji Koefisien Determinasi (R. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R. besarnya adjusted R Square sebesar 0,226. Hal tersebut menunjukkan kemampuan variabel kinerja lingkungan, biaya lingkungan dan pengungkapan lingkungan dalam menjelaskan variabel profitabilitas sebesar 0,226 atau 22,6% sedangkan sisanya 77,4% . % - 22,6%) dijelaskan oleh faktor lainnya diluar model penelitian, sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 8. Tabel 8. Hasil uji r2 R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,226 0,10283 0,512a 0,262 Sumber: Data sekunder yang diolah 2021 Uji F Berdasarkan dari Tabel 9 dapat diketahui bahwa nilai F sebesar 7,230 dan nilai signifikan sebesar 0,000. Dari hasil itu, maka dapat diambil kesimpulan bahwa model yang digunakan dalam penelitian ini layak. Tabel 9. Hasil uji f F tabel F hitung 2,76 7,230 Sumber: Data sekunder yang diolah 2021 Sig. 0,000b Uji t Tabel 10. Hasil uji t Variabel t table t hitung Sig Keterangan 2,347 -1,529 4,142 Sumber: Data sekunder yang diolah 2021 0,022 0,131 0,000 H1 Diterima H2 Tidak Diterima H3 Diterima Berdasarkan hasil pengujian analisis regresi linier berganda penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Hasil ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi kinerja lingkungan maka akan semakin meningkatkan profitabilitas pada perusahaan manufaktur. Sampel perusahaan manufaktur dalam penelitian ini telah memperoleh peringkat hijau dan biru, artinya bahwa perusahaan manufaktur dalam penelitian ini telah menunjukkan kinerja lingkungan yang baik dan tertib sesuai dengan peraturan dari Kementrian Lingkungan Hidup. Sesuai dengan teori stakeholder bahwa Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) dapat mempengaruhi minat stakeholder. Sesuai yang dikatakan oleh Suratno . bahwa pelaku lingkungan yang baik percaya bahwa dengan mengungkapkan kinerja lingkungan berarti menggambarkan good news bagi pelaku pasar yaitu investor dan masyarakat, dimana kinerja lingkungan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melihat citra positif perusahaan yang dapat meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Fandy Wicaksono et al. pembelian produk perusahaan yang membuat profitabilitas meningkat, profitabilitas yang meningkat akan meningkatkan pula harga saham dan nilai saham perusahaan sehingga menarik minat investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . yang menyatakan kinerja lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian . yang menyatakan bahwa kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Berdasarkan hasil pengujian analisis regresi linier berganda, penelitian ini menunjukkan bahwa biaya lingkungan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Hasil ini dapat diartikan bahwa besar kecilnya biaya lingkungan yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk pengelolaan lingkungan sebagai wujud tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan tidak selalu berbanding lurus dengan nilai profitabilitas perusahaan. Hal ini karena tanggung jawab sosial perusahaan lewat berbagai dimensi biaya lingkungan kurang memiliki konsekuensi ekonomi . Perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi belum tentu lebih banyak mengeluarkan biaya lingkungan, lalu mengungkapkan dilaporan tahunan perusahaan. Selama periode penelitian ini juga ditemukan bahwa perusahaan memiliki profitabilitas yang tidak stabil setiap tahunnya sehingga biaya lingkungan yang dikeluarkan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Hasil tersebut tidak sesuai dengan teori stakeholder bahwa semua stakeholder mempunyai hak memperoleh informasi mengenai aktivitas perusahaan dalam hal ini biaya lingkungan yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan mereka. Para stakeholder dapat memilih untuk tidak menggunakan informasi tersebut dan bahkan tidak dapat memainkan peran secara langsung dalam suatu perusahaan . Namun hasil penelitian ini belum mampu menarik keinginan stakeholder untuk menanam modal di perusahaan. Dimana adanya asupan modal akan menjadikan perusahaan dapat menggunakannya baik untuk kegiatan operasional ataupun produksi umtuk peningkatan profitabilitas . Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Susilowati, . yang menyatakan bahwa biaya lingkungan berpengaruh positif tehadap profitabilitas. Namun penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . bahwa biaya lingkungan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan lingkungan berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik pengungkapan lingkungan, maka akan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Besar kecilnya luas pengungkapan lingkungan yang dilaksanakan oleh perusahaan berpengaruh terhadap Hal ini dapat terlihat pada besarnya nilai pengungkapan lingkungan dari perusahaan manufaktur yang menjadi sampel penelitian dengan jumlah skor CSR Index yang relatif seimbang antar perusahaan, sehingga pengungkapan lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan akan menambah profitabilitas yang diukur dari rasio ROA. Hasil tersebut sesuai dengan teori stakeholder bahwa pengungkapan lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan bisa menjadi dasar tambahan bagi stakeholder dalam hal ini investor untuk berinvestasi, serta bagi masyarakat bahwa pengungkapan lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan membuat masyarakat antusias dan tertarik membeli produk perusahaan tersebut sehingga akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . yang menyatakan bahwa pengungkapan lingkungan berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Namun, hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . yang menyatakan bahwa pengungkapan lingkungan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Fandy Wicaksono et al. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kinerja lingkungan, biaya lingkungan dan pengungkapan lingkungan terhadap profitabilitas. Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purpossive sampling dan memperoleh sampel 13 perusahaan, sehingga jumlah sampel secara keseluruhan selama 5 tahun sebanyak 65 perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan Hasil uji koefisien determinasi atau Adjusted R Square menunjukkan angka sebesar 0,226 yang berarti bahwa kemampuan variabel profitabilitas dapat dijelaskan oleh variabel kinerja lingkungan, biaya lingkungan dan pengungkapan lingkungan sebesar 22,6%. Sedangkan sisanya sebesar 77,4% dijelaskan oleh variabel lain diluar model Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel kinerja lingkungan, biaya lingkungan dan pengungkapan lingkungan mampu menjelaskan variasi variabel profitabilitas. Hal tersebut menunjukkan bahwa model penelitian ini fit digunakan untuk uji t statistik yang menguji variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji t menunjukkan bahwa kinerja lingkungan dan pengungkapan lingkungan berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Namun variabel biaya lingkungan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Referensi