1-6 Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 P-ISSN KURIKULA: JURNAL PENDIDIKAN VOLUME: 10 NO :1 TAHUN 2025 E-ISSN https://ejournal. id/index. php/kurikula/index PENERAPAN KHUTWATUT TADRIS TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA ARAB DI PONDOK PESANTREN DARUL AMIEN TMI (TARBIYATUL MUAoALLIMIN WAL MUAoALLIMAT ALISLAMIYAH) Alfiannor1. Nor Afifah2 Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan. Indonesia Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan. Indonesia Email : nooralfian38@gmail. Email : afifahnoor00@gmail. Article history Submitted 21/04/2025 Accepted 25/05/2025 Published 26/05/2026 ABSTRACT The Khutwatut Tadris program at Darul Amien TMI (Tarbiyatul Mu'allimin Wal Mu'allimat Al-Islamiya. Islamic Boarding School is an integrative learning initiative that aims to improve the active Arabic language skills of students while developing their pedagogical competence as prospective educators. This program is based on the need for educators who not only master religious material, but are also able to teach with effective methods and speak Arabic fluently. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews with santri and supervising ustadz, as well as document analysis of lesson plans and teaching evaluation notes. The data were analyzed thematically to identify the impact of the program on the students' Arabic language ability and teaching skills. The findings show that students experienced a significant increase in Arabic fluency after participating in the program, especially in the aspect of maharah al-kalam . peaking abilit. In addition, students reported increased confidence in managing the class and delivering the material. The main challenges include time constraints and difficulty in mastering vocabulary, which are overcome through intensive guidance and habituation to the Arabic-speaking environment in the pesantren. Khutwatut Tadris proved to be effective as a practice-based learning model that integrates linguistic and pedagogical The success of the program is supported by the role of ustadz as facilitators and evaluators, as well as the communicative language teaching (CLT) approach applied. The implications of this study highlight the importance of Arabic immersive environments and continuous teaching training in the pesantren curriculum. Key Words: Khutwatut Tadris. Active Arabic. Islamic Boarding School. ABSTRAK Program Khutwatut Tadris di Pondok Pesantren Darul Amien TMI (Tarbiyatul MuAoallimin Wal MuAoallimat Al-Islamiya. merupakan inisiatif pembelajaran integratif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab aktif santri sekaligus mengembangkan kompetensi pedagogis mereka sebagai calon pendidik. Program ini didasarkan pada kebutuhan akan pendidik yang tidak hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga mampu mengajar dengan metode yang efektif dan berbahasa Arab secara lancar. Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan santri dan ustadz pembimbing, serta analisis dokumen RPP dan catatan evaluasi mengajar. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi dampak program terhadap kemampuan bahasa Arab dan keterampilan mengajar Temuan menunjukkan bahwa santri mengalami peningkatan signifikan dalam kelancaran berbahasa Arab setelah mengikuti program, terutama dalam aspek maharah al-kalam . emampuan Selain itu, santri melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengelola kelas dan menyampaikan materi. Tantangan utama meliputi keterbatasan waktu dan kesulitan penguasaan kosakata, yang diatasi melalui bimbingan intensif dan pembiasaan lingkungan berbahasa Arab di Khutwatut Tadris terbukti efektif sebagai model pembelajaran berbasis praktik yang mengintegrasikan aspek linguistik dan pedagogik. Keberhasilan program didukung oleh peran ustadz sebagai fasilitator dan evaluator, serta pendekatan communicative language teaching (CLT) yang Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya lingkungan imersif bahasa Arab dan pelatihan mengajar berkelanjutan dalam kurikulum pesantren. Kata Kunci: Khutwatut Tadris. Bahasa Arab Aktif. Pondok Pesantren PENDAHULUAN Penguasaan bahasa Arab aktif di kalangan santri pondok pesantren seringkali terhambat oleh metode pembelajaran yang masih bersifat pasif dan teoritis. Padahal, sebagai calon pendidik, santri dituntut tidak hanya memahami ilmu keagamaan tetapi juga mampu mengajarkannya secara efektif dalam bahasa Arab. Realitas di banyak pesantren menunjukkan bahwa meskipun santri telah mempelajari bahasa Arab selama bertahuntahun, mereka masih mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa tersebut secara lisan, khususnya dalam konteks pengajaran. (Atabik et al. , 2. Pondok Pesantren Darul Amien Nagara yang didirikan pada tahun 1996, memiliki sedikit kesamaan dengan Pondok Modern Darussalam Gontor, dimana beberapa aspek pendidikan di dalamnya memiliki pembaharuan, salah satunya dalam bidang kurikulum. Dan untuk meningkatkan mutu pendidikan baik pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan yang telah diupayakan di pesantren yaitu untuk mempersiapkan peserta didik menjadi manusia yang memiliki wawasan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan demi tercapainya tujuan Pendidikan. (Afifah, 2. Program Khutwatut Tadris di Pondok Pesantren Darul Amien TMI (Tarbiyatul MuAoallimin Wal MuAoallimat Al-Islamiya. menawarkan pendekatan inovatif dengan mengintegrasikan pelatihan mengajar praktis dan pembelajaran bahasa Arab aktif dalam satu model terpadu. Berbeda dengan program serupa di pesantren lain yang biasanya memisahkan antara pembelajaran bahasa dan pelatihan pedagogik. Khutwatut Tadris menciptakan lingkungan imersif bahasa Arab di mana santri wajib menggunakan bahasa Arab sepenuhnya dalam seluruh proses mengajar, mulai dari penyusunan rencana pembelajaran, praktik mengajar, hingga evaluasi. Model ini belum banyak diimplementasikan di pesantren tradisional, sehingga menjadi nilai kebaruan dari penelitian ini. (Afifah, 2. penelitian oleh (Yasin & Fadhlullah, 2. menunjukkan tantangan dalam pembelajaran Bahasa Arab merupakan interaksi dan komunikasi yang kurang aktif. Jadi diperlukan inovasi metode dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 Menganalisis efektivitas program Khutwatut Tadris dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab aktif santri, khususnya dalam konteks pengajaran. Mengeksplorasi dampak program terhadap pengembangan keterampilan pedagogis santri sebagai calon pendidik. Mengidentifikasi tantangan implementasi dan strategi yang digunakan untuk mengatasinya dalam konteks pesantren METODEPENELITIAN Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif deskriptif (Rukin, 2. yaitu untuk menganalisis implementasi program Khutwatut Tadris di Pondok Pesantren Darul Amien. Teknik pengumpulan data (Sugiyono, 2. diambil dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan melibatkan partisipan: Jumlah Kriteria Teknik Pengambilan Sampel Santri peserta Santri kelas akhir yang sedang mengikuti program . laki-laki, 7 perempua. Purposive sampling berdasarkan rekomendasi ustadz Ustadz 3 orang Pengajar dengan pengalaman membimbing program Ou2 tahun Snowball sampling Alumni 5 orang Lulusan 2020-2023 yang pernah mengikuti program Kelompok Teknik pengumpulan data menggunakan 3 metode yaitu: Observasi yakni dengan mengamati Proses penyusunan RPP, praktik mengajar mikro, dan evaluasi. Wawancara mendalam kepada partisipan tentang pemahaman Bahasa Arab melalui Khutwatut Tadris. Dokumentasi RPP santri, catatan evaluasi ustadz dan jurnal refleksi peserta. Analisis Data menggunakan teori Milles Hubberman pada (Albi Anggito & Johan Setiawan, 2. yaitu dengan memadukan data observasi, wawancara dan dokumentasi untuk menyimpulkan hasil HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Hasil wawancara observasi, dan dokumentasi ditemukan sebagai Peningkatan Kemampuan Berbahasa Arab Aktif Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 Program Khutwatut Tadris terbukti meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri secara signifikan, khususnya dalam aspek maharah al- kalam . emampuan berbicar. Berdasarkan observasi dan wawancara: Kelancaran Berbicara: 80% santri menunjukkan peningkatan dalam menyampaikan materi pelajaran menggunakan bahasa Arab, dengan durasi bicara rata-rata meningkat dari 3 menit menjadi 10 menit per sesi mengajar. Kosakata Pedagogis: Penggunaan istilah khusus dalam pengajaran . eperti tarkib, qawa'i. meningkat 60% setelah mengikuti program. Interaksi Santri: Lingkungan imersif di asrama memicu peningkatan frekuensi percakapan bahasa Arab harian dari 5x menjadi 15x per hari. Temuan ini sejalan dengan teori Communicative Language Teaching (Brown, 2. yang menekankan pembelajaran bahasa melalui konteks nyata. Program ini mengatasi kelemahan metode tradisional pesantren yang terlalu berfokus pada gramatika (Hamad, 2. , dengan mengintegrasikan praktik mengajar sebagai media pembelajaran bahasa. Penguatan Ketrampilan Pedagogis Santri Penyusunan RPP: Santri yang mengikuti program Khutwatut Tadris 75% mampu merancang RPP berbasis bahasa Arab dengan struktur yang jelas, termasuk tujuan pembelajaran dan metode evaluasi. Pengelolaan Kelas: 70% santri sukses memimpin diskusi interaktif dalam bahasa Arab, dengan partisipasi aktif santri junior meningkat 40%. Kepercyaan diri santri mengikuti program Khutwatut Tadris meningkat Hasil ini mendukung penelitian (Simmonds et al. , 2. tentang korelasi antara praktik mengajar langsung dan pembentukan identitas profesional. Peran ustadz sebagai facilitator (Afriani et al. , 2. dalam memberikan feedback konstruktif menjadi kunci keberhasilan. Tantangan dan Solusi Implementasi Tantangan Strategi Solusi Hasil Keterbatasan waktu Time-blocking khusus latihan Efisiensi waktu Kosakata terbatas Bank kosakata harian Penggunaan istilah Gugup berbicara Simulasi mengajar berulang Skor percaya diri Tantangan ini sesuai dengan temuan (Yasin & Fadhlullah, 2. tentang problem interaksi pasif di pesantren. Solusi berbasis peer-learning (Nurkholis, 2. dan lingkungan imersif terbukti efektif. Dampak Program Khutwatut Tadris Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 Karakter Pendidik: Nilai tawadhu' . erendahan dan istiqamah . dominan dalam evaluasi karakter. Dampak Kelembagaan: Permintaan terhadap lulusan pesantren di sekolah Islam meningkat (Afifah, 2. Program ini tidak hanya mencapai tujuan linguistik, tetapi juga merealisasikan visi Tarbiyatul Mu'allimin sebagai pencetak pendidik berkarakter (Kemenag RI. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: Pertama Efektivitas Program Khutwatut Tadris Program ini terbukti meningkatkan kemampuan berbahasa Arab aktif santri secara signifikan, khususnya dalam aspek maharah al-kalam . emampuan berbicar. dan penguasaan kosakata pedagogis. Lingkungan imersif berbasis full Arabic communication menjadi faktor kunci keberhasilan. Kedua Penguatan Ketrampilan Mengajar Santri tidak hanya menguasai bahasa Arab, tetapi juga mengembangkan kompetensi pedagogis seperti penyusunan RPP, pengelolaan kelas, dan kepercayaan diri dalam mengajar. Hal ini sejalan dengan visi Tarbiyatul MuAoallimin sebagai pencetak pendidik profesional. Ketiga Tantangan dan Solusi Kendala utama berupa keterbatasan waktu, kosakata terbatas, dan rasa gugup berhasil diatasi melalui strategi time-blocking, bank kosakata, serta pendampingan intensif ustadz pembimbing. Keempat Dampak Program Khutwatut Tadris berkontribusi pada pembentukan karakter pendidik . eperti tawadhuAo dan istiqama. serta meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja pendidikan Islam. Saran Untuk pengembangan program dan penelitian selanjutnya, disarankan: Bagi Pesantren: Menerapkan model serupa di pesantren lain dengan adaptasi konteks lokal. Memperluas lingkungan imersif bahasa Arab ke seluruh kegiatan pesantren, tidak hanya terbatas pada program Khutwatut Tadris. Bagi Ustadz Pembimbing: Meningkatkan kapasitas dalam memberikan feedback konstruktif melalui pelatihan coaching berbasis kompetensi. Mengembangkan bank kosakata tematik untuk mendukung pembelajaran yang lebih terstruktur. Bagi Peneliti Selanjutnya: Melakukan penelitian lanjutan dengan cakupan sampel yang lebih luas dan periode observasi lebih panjang. Mengembangkan instrumen pengukuran dampak jangka panjang program terhadap karir alumni. Bagi Kebijakan Pendidikan: Kementerian Agama dapat mempertimbangkan program ini sebagai model standar pelatihan bahasa Arab aktif di pesantren. Perlunya kolaborasi antar-pesantren untuk pertukaran praktik terbaik . est Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 DAFTAR PUSTAKA