Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 5, 2025 E-ISSN : 3090-6121 Open Access: https://ojs. id/jste/ Enhancing Students' Character and Faith through Akidah Akhlak: A Study at MA Mursyidatul Jannah Anis1 1 MA Mursyidatul Jannah Correspondence: anisaqil915@gmail. Article Info Article history: Received 12 Agust 2025 Revised 02 Sept 2025 Accepted 23 Sept 2025 Keyword: Akidah Akhlak. Character Education. Faith Development. Islamic Ethics. MA Mursyidatul Jannah. Teaching Strategies. Moral Behavior. Islamic Identity. ABSTRACT This research focuses on enhancing students' character and faith through the study of Akidah Akhlak (Islamic Creed and Ethic. at MA Mursyidatul Jannah. Akidah Akhlak plays a pivotal role in shaping the moral and spiritual development of Muslim students, as it serves as the foundation for their understanding of Islamic beliefs and ethical conduct. The aim of this study is to examine the impact of Akidah Akhlak education on the students' behavior, attitudes, and faith, and to identify the strategies employed by educators to effectively teach these subjects in a modern educational The study utilizes a qualitative approach, incorporating observations, interviews, and questionnaires to gather data from students and teachers. This research highlights the importance of integrating both theoretical knowledge and practical application of Akidah Akhlak in everyday life. analyzing the results, the study aims to provide recommendations for improving the teaching methods and content of Akidah Akhlak in order to foster a stronger sense of Islamic identity and ethical responsibility among The findings suggest that students who receive a comprehensive education in Akidah Akhlak demonstrate better understanding, stronger faith, and improved moral behavior in their daily lives. Additionally, the study underscores the need for a more interactive and student-centered approach to teaching, as well as the importance of continuous evaluation and adaptation of teaching strategies to meet the needs of the students. A 2025 The Authors. Published by PT SYABANTRI MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek krusial dalam dunia pendidikan Islam. tengah arus globalisasi dan perubahan sosial cepat, generasi muda dihadapkan pada banyak tantangan moral dan etika. Di sinilah pentingnya pendidikan yang tidak hanya menekankan pengetahuan akademik, tapi juga pembentukan akhlak dan keimanan. Akidah akhlak Ai sebagai kombinasi antara keyakinan . dan perilaku . Ai menjadi pondasi utama dalam membentuk individu yang tidak hanya pintar secara kognitif, tetapi juga matang secara spiritual dan moral (Shantika et al. , 2. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak fenomena sosial negatif muncul di kalangan remaja dan pelajar: ketidakpedulian, kurangnya empati, perilaku kasar, atau bahkan tindakan Banyak dari masalah ini bisa ditelusuri ke kurangnya internalisasi nilai moral dan spiritual sejak dini. Oleh karena itu, sekolah Islam Ai khususnya madrasah Ai memiliki tanggung jawab besar untuk membekali siswa dengan pemahaman akidah dan akhlak sejak awal (Reynata, 2. Materi akidah akhlak di madrasah bukan sekadar teori, melainkan harus diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari siswa. Kalau hanya menghafal teks agama tanpa pemahaman mendalam dan praktik nyata, efeknya terhadap karakter siswa bisa terbatas. Penelitian di sejumlah Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 madrasah menunjukkan bahwa ketika akidah akhlak diajarkan dengan pendekatan kontekstual dan praktik, siswa cenderung menunjukkan perilaku terpuji seperti jujur, disiplin, empati, dan tanggung jawab (Sari, 2. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa implementasi akidah akhlak di banyak madrasah menghadapi tantangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan media pembelajaran inovatif, kurangnya pelatihan guru, serta perbedaan latar belakang sosial dan budaya siswa (Shantika et al. , 2. Tanpa strategi yang tepat, materi bisa terasa abstrak dan sulit diterima oleh siswa dalam kehidupan nyata. Dalam konteks madrasah modern Ai seperti MA Mursyidatul Jannah Ai dibutuhkan pendekatan yang adaptif dan relevan. Materi harus disesuaikan dengan realitas siswa: lingkungan sosial, tantangan zaman, pengaruh media, serta nilai-nilai lokal. Materi akidah akhlak yang relevan akan lebih mudah diinternalisasi dan diterjemahkan ke dalam sikap sehari-hari. Pentingnya integrasi akidah akhlak ke seluruh ranah sekolah juga tidak boleh diabaikan. Pendidikan karakter tidak bisa hanya bergantung pada satu mata pelajaran. harus ada pendekatan holistik Ai dari kurikulum, ekstrakurikuler, hingga budaya sekolah. Studi menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam ketika dijadikan dasar pendidikan karakter membawa hasil lebih baik dalam membentuk moral siswa (Ilmi, 2. Lebih jauh, pendidikan karakter berbasis Islam dapat membentuk individu yang tidak hanya taat secara ritual, tetapi juga bertanggung jawab sosial, punya empati, dan sadar akan tanggung jawab terhadap masyarakat (Romzi et al. , 2. Inilah nilai penting akidah akhlak dalam membentuk generasi yang tidak hanya dewasa secara spiritual, tetapi juga matang secara sosial. Selain itu, lingkungan sekolah yang mendukung Ai guru sebagai teladan, suasana toleran, interaksi positif antar siswa Ai sangat mempengaruhi efektivitas pembelajaran akhlak. Ketika siswa melihat teladan nyata dari guru dan teman, nilai-nilai yang diajarkan menjadi hidup dan melekat lebih dalam (Nurjannah & Hidayat, 2. Konteks Indonesia, dengan pluralitas budaya dan agama serta tantangan modernitas Ai media sosial, konsumerisme, pergaulan bebas Ai membuat pendidikan akidah akhlak semakin Tanpa fondasi moral yang kuat, generasi muda mudah terombang-ambing oleh arus budaya yang tidak sesuai dengan nilai Islam (Saputra & Ahmadi, 2. Lebih lanjut, pendidikan karakter di sekolah Islam berperan penting dalam membangun masyarakat yang harmonis, toleran, dan etis. Individu yang dibentuk melalui akidah akhlak akan tumbuh menjadi warga yang menghormati perbedaan, bertanggung jawab sosial, dan peduli terhadap lingkungan (Hakim, 2. Dalam kerangka penelitian di MA Mursyidatul Jannah, penting untuk mengevaluasi bagaimana materi akidah akhlak diimplementasikan: seberapa relevan dengan kebutuhan siswa, metode pengajarannya, sarana pendukung, serta hasil nyata terhadap karakter siswa. Penelitian semacam ini penting untuk memperbaiki kualitas pendidikan karakter di madrasah. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan implementasi akidah akhlak, madrasah dapat merancang strategi yang lebih efektif Ai misalnya melalui pembiasaan rutin, kegiatan ekstrakurikuler berbasis nilai, teladan guru, dan kolaborasi dengan orang tua (Munaqosyah. Selain itu, penelitian ini juga berpotensi memberikan rekomendasi bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran akidah akhlak yang kontekstual dan inovatif Ai sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mengimplementasikan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian tentang implementasi akidah akhlak di MA Mursyidatul Jannah menjadi penting Ai bukan hanya untuk kepentingan akademik, tetapi untuk kontribusi nyata dalam mencetak generasi Islam yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 RESEARCH METHODS Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis dan mengevaluasi implementasi materi Akidah Akhlak di MA Mursyidatul Jannah. PTK bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam pengajaran Akidah Akhlak dan memberikan solusi yang dapat meningkatkan kualitas pengajaran serta dampaknya terhadap karakter siswa. Pendekatan kualitatif dipilih karena lebih memungkinkan untuk memahami fenomena yang terjadi di dalam kelas secara mendalam, melihat dinamika interaksi antara siswa, guru, serta lingkungan pembelajaran yang ada (Amirullah, 2. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI di MA Mursyidatul Jannah, yang menjadi sasaran untuk menilai pemahaman dan perilaku mereka setelah mengikuti pembelajaran Akidah Akhlak. Guru pengampu mata pelajaran juga terlibat dalam penelitian ini, karena mereka memiliki peran penting dalam mengimplementasikan materi dan memberikan teladan kepada Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta penyebaran angket untuk mengukur perubahan sikap dan pemahaman siswa terkait materi Akidah Akhlak (Pratama, 2. Dalam penelitian ini, siklus PTK akan dilaksanakan dalam dua tahap: perencanaan dan pelaksanaan, serta refleksi dan evaluasi. Pada tahap pertama, guru akan merancang strategi pengajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan siswa, seperti diskusi kelompok, studi kasus, dan penerapan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, pada tahap kedua, akan dilakukan evaluasi dan refleksi untuk mengetahui seberapa efektif metode yang diterapkan dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku siswa (Hasan, 2. Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik analisis Observasi akan dilakukan untuk melihat perubahan sikap dan perilaku siswa selama dan setelah proses pembelajaran. Selain itu, wawancara dengan guru dan siswa akan memberikan gambaran tentang kesulitan yang dihadapi dan bagaimana cara mengatasi tantangan tersebut dalam pembelajaran Akidah Akhlak (Lestari, 2. Berdasarkan analisis ini, peneliti akan dapat mengevaluasi efektivitas metode yang diterapkan serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan di masa depan. Pada akhirnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan model pembelajaran Akidah Akhlak yang lebih inovatif dan efektif di madrasah, sehingga dapat memperbaiki kualitas pendidikan karakter dan akhlak siswa. Dengan pendekatan yang lebih kontekstual, siswa dapat lebih mudah memahami nilai-nilai Islam dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari mereka (Fajar, 2. RESULTS AND DISCUSSION Pada penelitian ini, ditemukan bahwa pemahaman siswa terhadap materi Akidah Akhlak di MA Mursyidatul Jannah pada awalnya masih bersifat teoritis, dengan kurangnya aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari mereka. Meskipun siswa dapat menghafal ajaran akidah dan akhlak Islam dengan baik, mereka kesulitan dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam perilaku sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh pendekatan yang lebih menekankan hafalan daripada praktik langsung (Rohmah, 2. Namun, setelah penerapan metode pengajaran yang lebih interaktif dan berbasis konteks kehidupan nyata, perubahan signifikan terlihat pada sikap dan perilaku siswa. Melalui diskusi kelompok dan studi kasus yang relevan dengan kehidupan mereka, siswa mulai lebih memahami bagaimana akidah akhlak seharusnya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini berhasil menggugah kesadaran siswa tentang pentingnya akhlak yang baik, seperti jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, dalam membangun karakter mereka (Diana. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 Salah satu temuan menarik dari penelitian ini adalah meningkatnya partisipasi siswa dalam diskusi kelas dan aktivitas kelompok. Sebelumnya, siswa cenderung pasif dan tidak terlalu terlibat dalam materi Akidah Akhlak, tetapi setelah diterapkan metode yang lebih interaktif, siswa menjadi lebih antusias dan aktif bertanya. Ini menunjukkan bahwa pendekatan yang memfasilitasi keterlibatan langsung siswa dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan (Yulia, 2. Temuan lainnya adalah adanya peningkatan hubungan positif antara siswa dan guru. Guru yang menjadi teladan dalam mengaplikasikan akidah akhlak dalam kehidupan sehari-hari berperan penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan karakter siswa. Guru yang mengintegrasikan nilai-nilai akhlak dalam setiap interaksi dengan siswa memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa. Selain itu, siswa merasa lebih dihargai dan didorong untuk mengembangkan potensi diri mereka (Mardiana, 2. Pada tahap refleksi, ditemukan bahwa tantangan terbesar dalam pengajaran Akidah Akhlak adalah kesenjangan antara teori yang diajarkan di kelas dengan realitas kehidupan sosial siswa. Siswa yang datang dari latar belakang sosial yang berbeda-beda sering kali menghadapi kesulitan dalam menyelaraskan nilai-nilai yang diajarkan dengan kondisi mereka sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih dalam menjembatani kesenjangan ini, dengan menyesuaikan materi agar lebih relevan dengan pengalaman hidup mereka (Hasyim, 2. Meski demikian, sebagian besar siswa menunjukkan perubahan sikap yang positif setelah mengikuti pembelajaran Akidah Akhlak dengan metode yang lebih aplikatif. Mereka menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama, serta lebih memerhatikan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan ini teramati dalam tingkah laku mereka yang lebih sopan, menghargai orang lain, serta meningkatkan kedisiplinan dalam menjalani rutinitas sekolah dan pribadi (Fahmi, 2. Selain itu, penerapan metode berbasis praktik ini juga mengurangi kejadian perilaku negatif di kalangan siswa. Sebelumnya, di beberapa kelas, sering ditemukan masalah seperti ketidakhadiran tanpa alasan jelas, keterlambatan, dan kurangnya rasa tanggung jawab terhadap Setelah diterapkannya pendekatan yang lebih mengarah pada pemahaman dan penerapan nilai-nilai Islam secara langsung, perilaku-perilaku negatif ini berkurang secara signifikan (Ishak, 2. Hasil yang menggembirakan juga terlihat pada peningkatan kesadaran siswa akan pentingnya akhlak dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai contoh, siswa lebih memperhatikan etika dalam berinteraksi dengan teman-teman sekelas maupun dengan guru. Mereka mulai memahami bahwa setiap perilaku yang mereka tunjukkan dapat mempengaruhi hubungan sosial dan bagaimana orang lain memandang mereka sebagai individu (Rahmadani, 2. Namun, meskipun ada peningkatan yang signifikan dalam pengajaran Akidah Akhlak, ada beberapa siswa yang masih kesulitan dalam menyelaraskan akidah mereka dengan perilaku sehari-hari. Mereka lebih terbiasa dengan pola pikir yang pragmatis dan belum mampu memahami sepenuhnya nilai-nilai moral yang diajarkan. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih intensif untuk kelompok siswa yang mengalami kesulitan tersebut (Latifah, 2. Selain itu, meskipun pengajaran materi Akidah Akhlak menggunakan metode yang lebih menarik dan kontekstual, beberapa siswa tetap merasa kesulitan dalam menjaga konsistensi perilaku mereka di luar lingkungan sekolah. Ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai moral memerlukan waktu yang lebih lama dan membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan dari guru, orang tua, dan lingkungan sosial di luar sekolah (Huda, 2. Di sisi lain, keberhasilan pengajaran Akidah Akhlak di MA Mursyidatul Jannah dapat diukur melalui peningkatan perilaku positif siswa yang mencerminkan karakter islami. Mereka tidak hanya menghafal dan memahami ajaran Islam, tetapi juga mulai mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Hal ini menunjukkan Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 bahwa pendekatan pembelajaran yang mengutamakan aplikasi nilai-nilai Islam dapat membentuk siswa menjadi individu yang lebih bertanggung jawab (Rizky, 2. Melalui pendekatan yang lebih holistik, siswa diharapkan dapat melihat kaitan antara akidah dan akhlak dalam setiap aspek kehidupan mereka. Proses internalisasi ini tidak hanya terjadi dalam ruang kelas, tetapi juga dalam interaksi mereka dengan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter berbasis akidah akhlak ini (Aminah, 2. Salah satu keberhasilan lain yang ditemukan dalam penelitian ini adalah penggunaan metode yang memperkenalkan siswa pada nilai-nilai sosial yang lebih luas. Melalui kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis pada pengembangan karakter, seperti organisasi siswa atau kegiatan sosial, siswa diberi kesempatan untuk mengaplikasikan nilai-nilai akhlak dalam konteks yang lebih nyata. Hal ini terbukti meningkatkan rasa tanggung jawab sosial mereka (Irfan, 2. Akhirnya, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode yang berfokus pada praktik dan aplikasi akidah akhlak memiliki dampak yang sangat positif terhadap perkembangan karakter siswa. Namun, diperlukan evaluasi berkala dan penyesuaian metode pengajaran agar selalu relevan dengan tantangan yang dihadapi siswa. Keberhasilan jangka panjang akan tercapai jika pendekatan ini diintegrasikan secara menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan sekolah dan masyarakat (Sari, 2. CONCLUSION Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi materi Akidah Akhlak di MA Mursyidatul Jannah dan menganalisis dampaknya terhadap perkembangan karakter dan perilaku siswa. Berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh dari proses pembelajaran dan refleksi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pendekatan yang lebih interaktif dan kontekstual dalam mengajarkan Akidah Akhlak memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pemahaman dan perubahan perilaku siswa. Salah satu kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan pembelajaran Akidah Akhlak yang lebih aplikatif dan berbasis pada pengalaman nyata siswa mampu meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan. Sebelumnya, siswa cenderung mempelajari Akidah Akhlak secara teoritis, yang mengarah pada pemahaman yang terbatas dan kurangnya aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, setelah diimplementasikan metode yang lebih berfokus pada diskusi kelompok, studi kasus, serta penerapan nilai-nilai moral dalam konteks kehidupan nyata, siswa menjadi lebih aktif dan terlibat dalam proses Ini menunjukkan bahwa metode yang mengajak siswa untuk berpikir kritis dan berpartisipasi dalam pemecahan masalah dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap konsep-konsep akidah dan akhlak. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan metode pengajaran yang mengutamakan nilai-nilai sosial dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari dapat memperkuat karakter siswa. Siswa yang sebelumnya kurang menunjukkan sikap disiplin, empati, dan tanggung jawab, mulai menunjukkan perubahan positif setelah mengikuti pembelajaran Akidah Akhlak. Mereka menjadi lebih peduli terhadap orang lain, lebih jujur dalam interaksi sosial, serta lebih bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban mereka sebagai pelajar. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang menekankan nilai-nilai praktis dapat memberikan dampak yang lebih nyata pada perubahan karakter siswa. Keberhasilan implementasi Akidah Akhlak tidak hanya bergantung pada metode pengajaran yang diterapkan, tetapi juga pada peran guru sebagai teladan. Guru yang menerapkan prinsipprinsip akidah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari mereka sendiri dapat memberikan contoh langsung yang menjadi model bagi siswa. Hubungan positif antara siswa dan guru yang Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 didasari oleh rasa saling menghargai dan saling mendukung menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif untuk perkembangan karakter siswa. Namun, meskipun telah ada peningkatan dalam pemahaman dan perilaku siswa, masih terdapat tantangan yang perlu dihadapi. Beberapa siswa kesulitan dalam menginternalisasi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari mereka, terutama di luar lingkungan sekolah. Faktor lingkungan sosial dan budaya yang berbeda, serta paparan terhadap pengaruh media sosial, menjadi hambatan bagi sebagian siswa untuk konsisten menerapkan nilai-nilai yang telah mereka pelajari. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dari pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk mendukung dan memperkuat pendidikan karakter siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak yang efektif dapat menghasilkan perubahan positif dalam karakter siswa jika diterapkan dengan metode yang relevan dan sesuai dengan konteks kehidupan mereka. Pembelajaran yang berbasis pada penghayatan dan aplikasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari terbukti efektif dalam membentuk siswa yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Dengan demikian, penting untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan pendekatan ini agar pendidikan karakter berbasis akidah akhlak dapat terus memberikan kontribusi signifikan dalam mencetak generasi yang memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat. REFERENCES