(JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 PERBEDAAN KADAR LEUKOSIT PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH PRC KONVENSIONAL DENGAN PRC LEUCODEPLETED DI UTD PMI KOTA SURABAYA THE DIFFERENCES OF LEUCOCYTE LEVEL PROCESSING CONVENTIONAL PRC BLOOD COMPONENTS WITH LEUCODEPLETED PRC AT UTD PMI, SURABAYA CITY Info artikel Diterima: 12 Oktober 2021 Direvisi: 10 Desember 2021 Disetujui: 22 Desember 2021 Thania Erviandita Permata P.1*, Sasi Widuri2, Renata Primasari3 Program Studi D-III Teknologi Bank Darah, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dr.Soetomo Surabaya 1,3 (*penulis korespondensi: eppthania@gmail.com) ABSTRAK Latar belakang: Transfusi darah saat ini memegang peran medis yang penting, baik dalam terapi ke gawat daruratan (life savings) maupun pada penyakit khusus yang memerlukan terapi transfusi secara terus-menerus, sebagai contoh, packed red cells (PRC) komponen darah yang paling tinggi di minta pada unit pelayanan darah saat ini merupakan terapi utama bagi penyakit keganasan hematologis, thalasemia, serta anemia aplastik, dan salah satu komponen sel darah yang paling sering digunakan untuk transfusi adalah packed red cell. Untuk mengetahui perbedaan kadar leukosit pengolahan komponen darah PRC biasa konvensional dengan PRC Leucodepleted di UTD PMI Kota Surabaya. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian analitik, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variable dalam ruang lingkup laboratorium. Metode yang digunakan adalah studi perbandingan. Hasil: Kualitas produk komponen darah PRC Konvensional kadar leukosit yang kurang baik sebanyak 9 kantong darah (30%) dan produk yang baik sebanyak 21 kantong darah (70%) dan kualitas produk komponen darah PRC Leukodepleted kadar leukosit kualitas yang baik terdapat 30 kantong darah (100%) Kesimpulan: Ada perbedaan kadar leukosit pengolahan komponen darah PRC Konvensional dengan PRC Leucodepleted di UTD PMI Kota Surabaya tahun 2020. Kata Kunci: Leukosit, PRC Leukodepleted ABSTRACT Background: Blood transfusion currently plays an important medical role, both in emergency therapy (life savings) and in special diseases that require continuous transfusion therapy. For example, Packed Red Cells (PRC), the component of blood that is most requested in blood service units, is currently the main therapy for haematological malignancies, thalassemia, and aplastic anemia, and one of the components of blood cells most often used for transfusions is Packed Red. Cell. To determine the difference in levels of leukocytes from conventional conventional PRC blood component processing with Leucodepleted PRC at UTD PMI Surabaya City. Methods: The research method used by researchers is analytical research, namely research that aims to determine the relationship between variables within the scope of the laboratory. The method used is a comparative study. Results: The quality of the blood component products of Conventional PRC Leukocyte levels are not good as many as 9 bags of blood (30%) and good products are 21 bags of blood (70%) and the quality of blood component products of PRC Leukodepleted good quality leukocyte levels are 30 bags of blood (100% ) Conclusion: There are differences in the levels of leukocytes from conventional prc blood component processing with prcleucodepleted at UTD PMI Surabaya City in 2020. Keywords: Leukocytes, Leukodepleted PRC. |92 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 LATAR BELAKANG Transfusi merupakan pengobatan yang digunakan untukmenyembuhkan pasien dari kondisi yang dapat mengancam jiwa atau dapat juga sebagai terapi jangka panjang terhadap suatu penyakit tertentu, mengingat fungsinya yang sangat vital oleh karena itu, proses tranfusi harus dilakukan sebaik dan seaman mungkin, sehingga pasien mendapat manfaat dari proses tranfusi tersebut.1 Transfusi darah saat ini memegang peran medis yang penting, baik dalam terapi kegawatdaruratan (life savings) maupun pada penyakit khusus yang memerlukan terapi tranfusi secara kontium. Sebagai contoh, packed red cells (PRC) komponen darah yang paling tinggi diminta pada unit pelayanan darah saat ini merupakan terapi utama bagi penyakit keganasan hematologis, thalasemia, serta anemia aplastik.2 Salah satu komponen sel darah yang sering digunakan untuk tranfusi adalah packed red cell (PRC). Pemberian transfusi dapat disertai dengan reaksi tranfusi, baik reaksi tranfusi cepat atau lambat yang dapat menimbulkan gejala klinis pada pasien.Reaksi tranfusi sebagian besar (55%) berupa demam atau febrile non haemolytic transfusion reaction (FNHTR). Penyebab dari FNHTR dikaitkan dengan adanya allogenic leucocytes (kemampuan untuk membedakan antara selsel tubuh sendiri dan sel asing berdasarkan protein human leukocyte antigen (HLA).5 Semakin sering tranfusi diberikan, semakin tinggi pula risiko reaksi yang dapat terjadi.Berbagai upaya telah dilakukan untuk menimalisir reaksi tranfusi melalui modifikasi pembuatan komponen untuk anak laki‐ laki dan 4,9 % untuk anak perempuan.3 Di Sumatera Selatan, persentase stunting dalam enam tahun terakhir mengalami darah dan produk darah. Penggunaan washed erythrocyte (WE) dan PRC leukodepleted (PRC LD) ini dianggap mampu mencegah reaksi terkait tranfusi darah karna hanya megandung sedikit leukosit dan plasma. Komponen darah PRC LD juga ditunjukan untuk mencegah atau mengurangi reaksi tranfusi. Leukodepleted merupakan suatu prosedur untuk menurunkan jumlah leukosit dalam darah atau komponen darah yang akan ditransfusikan sampai dengan minimal <1x10 leukosit/unit (standar eropa) atau menurunkan jumlah leukosit >99%.5 Untuk mengurangi jumlah leukosit dalam produk darah, terdapat 2 pilihan prosedur yaitu prestorage filter atau poststorage filter/bedside filter. Secara umum, prestorage filter memiliki keuntungan yaitu mengurangi akumulasi dari metabolit yang timbulakibat degradasi dari leukosit serta mengurangi pengeluaran sitokininflamasi yang berada didalam leukosit, alloimunisasi HLA, dan trombositopenia refrakter sebelum sel darah merah lisis. Sedangkan pada penggunaan bedside filter, reaksi tranfusi dapat terjadi akibat pengeluaran sitokin dan interlukin dari sel darah merah yang pecah selama penyimpanan. Sel darah putih (leukosit) dianggap sebagai penyebab penting dari FNHTR. 5 Leukodepleted adalah komponen darah dengan jumlah leukosit yang sudah dikurangi menurut standar PMK 91 tahun 2015 menjadi kurang dari 1 x 106 perunit ada bebereapa metode yang digunakan, antara lain: metode pencucian PRC dengan salin, metode sentrifugasi dan penghilangan buffy coat, metode pembekuan dan degliserolisasi, serta metode filtrasi. Metode pencucian PRC dapat menurunkan jumlah leukosit menjadi 107 per unit, metode sentrifugasi dan penghilangan buffy coat menurun kan jumlah leukosit menjadi 108 per unit, metode pembekuan dan degliserolisasi dapat menurunkan jumlah leukosit menjadi 106-107 per unit, sedangkan metode filtrasi dapat menurunkan jumlah leukosit menjadi kurang dari 1 x 106 perunit. 5 Beberapa yang indikasi penggunaan produk darah leukodepleted PRC adalah untuk mencegah reaksi demam non hemolitik (Febrile nonhemolitik transfusion reaction, FNHTR), Aloimunisasi HLA dan pencegahan penularan infeksi cytomegalovirus (CMV) melalui tranfusi darah pada wanita hamil, transfusi intra-uterus pada bayi prematur, transfusi pasien defisiensi sistem imun, transfusi pada pasien kelainandarah, pasien akan melakukan transplantasi autologous atau alogenik hemopoetik stem sel dan pasien transplantasi organ.5 |93 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 Berikut contoh rumus Mc. Nemar: METODE Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitin analitik, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variable dalam ruang lingkup laboratorium. Metode yang digunakan adalah studi perbandingan. Populasi yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalahproduk PRC dan PRC Leucodepleted di UTD PMI Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan 30 sampel produk PRC dan 30 sample produk PRC Leucodepleted di UTD PMI Kota Surabaya dengan kantong 450 cc. Cara pengambilan bahan pemeriksaan yang digunakan pada penelitian ini adalah random sampling dengan menggunakan rumus Mc. Nemar. Langkah-langkah pengujian : H0 : p (A) = p (D) = ½ (Proposi sebelum perlakuan = proporsisetelah perlakuan) H1 : = (2 arah ) atau (1 arah) A : taraf signifikansi Tingkat kepercayaan 95% / a = 5% dengan ketentuan sebagai berikut: - Jika p value > a 5(%)maka H0 diterima dan Ha ditolak - Jika p value < a (5%)maka H0 ditolak dan Ha diterima Variable bebas dalam penelitian ini adalah nilai kadar leukosit pada PRC konvensional dan PRCLeucodepleted.Variabel terkait pada penelitian ini adalah nilai kadar leukosit pada PRC konvensional dan PRC leukodepleted pemgolahan PRC dan leukodepleted di UTD PMI Kota Surabaya. Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa untuk menganalisis nilai perbandingan kadar leukosit PRC konvensional dengan PRC leukodepletet untuk p erhitungan l eukosit N= (volume x kadar WBC Sysmex x 1000 ) Dibagi 1.000.000. HASIL Sample Produk Komponen darah PRC konvensional dan PRC Leucodepleted yang akan diuji pada alat Hematologi Analyzer Tabel 1. Sample Produk Komponen Darah PRC Konvensional dan PRC Leucodepleted Berdasarkan Usia. Umur 18-24 Tahun 25-44 Tahun 45-64 Tahun 65 Tahun Total Frekuensi 14 28 15 3 60 Presentase (%) 23 47 25 5 100 |94 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa sample produk darah yang diambil sebanyak 60 sample kantong darah, sebagian besar berusia 2544 Tahun sebanyak 28 ( 23%), dan sebagian kecil berusia 18-24 Tahun sebanyak 14 (23%) 45-64 Tahun sebanyak 15 (25%), dan 65 Tahun sebanyak 3 (5%). Sample produk komponen darah PRC konvensional dan PRC Leucodepleted yang akan diuji pada alat Hematology Analyzer. Tabel 2. Sample Produk Komponen Darah PRC Konvensional dan PRC Leucodepleted Berdasarkan Jenis Kelamin. Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Frekuensi 38 22 60 Berdasarkan table 2 dapat diketahui bahwa sample produk darah yang diambil sebanyak 60 sample kantong darah, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 38 sample (63%) dan sebagian kecil berjenis kelamin perempuan Presentase (%) 63 37 100 sebanyak 22 sample (37%). Sample produk komponen darah PRC konvensional dan PRC Leuocodepleted yang akan diuji menggunakan alat Hematology Analyzer. Tabel 3. Sample produk komponen darah PRC konvensional dan PRC Leucodepleted Berdasarkan Golongan Darah. Golongan Darah A Frekuensi 14 Presentase (%) 23 B O AB Total 19 20 8 60 31 33 13 100 Berdasarkan tabel 3. dapat diketahui bahwa sample produk darah yang diambil sebanyak 60 sample kantong darah, yang sebagian besar terdiri dari golongan O sebanyak 20 (33%), dan sebagian kecil terdiri dari golongan B sebanyak 19 (31%),golongan A sebanyak 14 sample (23%), dan golongan AB sebanyak 8 sample (13%). Sample produk komponen darah PRC konvensional dan PRCLeucodepleted yang akan diuji pada menggunakan Hematology Analyzer sebanyak 60 kantong darah yang telah melalui peroses penyadapan darah lengkap (WB) yang telah memenuhi standar prosedur operasional sebanyak 30 kantong tanpa filter dan 30 kantong dengan filter. Darah WB yang diperoleh selanjutnya melalui proses pengolahan komponen darah yang telah dilakukan sesuai standar prosedur operasional yang berlaku di UTD PMI Kota Surabaya. Tabel 4. Sample Produk Komponen Darah PRC Konvensional tanggal 01 Februari - 10 April 2020 Setelah Dilakukan Pemeriksaan Dengan Menggunakan Alat Sysmex XP-100. Kadar Leukosit PRC Konvensional < 1,2 x 109 >1,2 x109 Total Frekuensi Presentase (%) 0 30 30 0 100 100 |95 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 Berdasarkan Table 4. hasil pemeriksaan komponen darah PRC konvensional menggunakan alat Sysmex XP-100 didapatkan hasil sebagian besar sebanyak 30 (100%) kantong memiliki kadar leukosit >1,2 x109, dan sebagian kecil 0 (0%) kantong memiliki kadar leukosit <1,2 x109. Table 5. Sample Produk Komponen Darah PRC Leucodepleted tanggal 01 Februari s/d 10 April 2020 Setelah Dilakukan Pemeriksaan Dengan Menggunakan Alat Sysmex XP-100. Kadar Leukosit PRC Leucodepleted <1,2 x109 >1,2 x109 Total Berdasarkan Tabel 5, hasil pemeriksaan komponen darah PRC Leucodepleted di UTD PMI Kota Surabaya menggunakan alat Sysmex XP-100 didapatkan hasil sebagian besar kadar leukosit PRC Leucodepleted baik 30 (100%) kantong memiliki kadar leukosit <1,2 x109dan kadar leukosit PRC leukodepleted >1,2 x109sebanyak 0 (0%). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kadar leukosit pada komponen darah PRC konvensional terdapat kualitas darah yang kurang baik sebanyak 30 kantong (100%)yang diperoleh melalui penelitian yang dilakukan sesuai dengan standar prosedur operasional yang berlaku di UTD PMI Kota Surabaya dan pemeriksaan kadar trombosit menggunakan alat Hematology Analyzer Frekuensi 30 0 30 Presentase (%) 100 0 100 yaitu Sysmex XP-100 memiliki kadar leukosit >1x106 perkantong. Hal ini dikarenakan PRC konvensional tidak menggunakan metode filtrasi yang mana ini berguna untuk mengurangi jumlah leukosit yang berada di dalam PRC sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 91 Tahun 2015. Salah satu faktor yang mendukung kualitas kadar leukosit <1x106 pada produk PRC Leucodepleted yakni adanya metode filtrasi yang berguna untuk menyaring leukosit yang berada di dalam PRC. Secara keseluruhan PRC Leucodepleted mendapatkan hasil baik dikarenakan input, proses, dan output yang baik sesuai dengan SPO yang berlaku di UTD PMI Kota Surabaya. KESIMPULAN DAN SARAN Kualitas produk komponen darah PRC Konvensional kadar leukosit yang kurang baik sebanyak 9 kantong darah (30%) dan produk yang baik sebanyak 21 kantong darah (70%) dan kualitas produk komponen darah PRC Leukodepleted kadar leukosit kualitas yang baik terdapat 30 kantong darah (100%). Disarankan pada UTD PMI Kota Surabaya adalah peningkatan layanan karena belum semua produk PRC biasa dan PRC leuocodepleted yang dicek kandungan kadar leukositnya hanya 10 kantong tiap bulan yang dicek kandungan kadar leukositnya kemungkinan besar masih ada produk PRC biasa dan PRC Leucodepleted yang belum memenuhi standar pemenkes, maka input, Proses, Output harus dilakukan dengan konsisten mengacu kepada SPO yang berlaku di UTD PMI Kota Surabaya. DAFTAR PUSTAKA 1. Kemenkes RI.2015.Permenkes RI No.91 tahun 2015 tentang standar pelayanan tranfusi Darah Jakarta : Depkes RI. 2. SPO Pengolahan darah UTD PMI Kota Surabaya 2020 3. Syaifuddin. 2009. Anatomi Tubuh Manusia Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.. Jakarta 4. Evelyn C, Pearce. 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta: PT Gramedia, 5. Dinda Kamilah, dan Dian Widyaningrum. Hubungan jenis packed red cell (PRC) yang ditransfusikan dengan reaksi transfusi febrile non haemolytic transfusion reaction (FNHTR). Intisari Sains Medis 2019, Volume 10, Number 1: 227-231 P-ISSN: 2503-3638, E-ISSN: |96 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 2089-9084. 6. Heriyanto. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif. Metode Penelitian, 7. Kosasih, E.N dan A.S Kosasih.(2008).Tafsiran Hasil pemeriksaan Laboratorium Klinik edisi kedua. Karisma Publishing Group : Surabaya. 8. Notoatmodjo, S. (2010).Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta : RinekaCipta. 9. Prof. Dr. Soekidjo Notoatmojo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta : Jakarta. 10. Sugiyono.(2011). Metode Penelitian Administratif. Bandung: Alfabeta. 11. Sugiyono.(2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. 12. Sadikin, M., 2001, Biokimia Darah, hal: 53, Widya Medika, Jakarta. |97