JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 35-44 Penguatan literasi keuangan bagi ibu rumah tangga untuk mewujudkan kemandirian keuangan berkelanjutan Empowering housewives through financial literacy to foster sustainable financial independence Amir Hamzah1*). Yudi Febriansyah. dan Iman Teguh. 1,2,. Universitas Kuningan. Jl. Cut Nyak Dhien No 36A Cijoho,Kuningan, 45513 Email: amir. hamzah@uniku. *) penulis korespondensi DOI:http://10. 37577/jamari. v%vi%i. Diterima: Juni, 2025. Disetujui: Juli, 2025. Dipublikasikan: Juli, 2025 Abstrak: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan ibu rumah tangga di Desa Cikijing melalui pelatihan interaktif dan praktik pencatatan keuangan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, simulasi, dan diskusi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman keuangan sebesar 45%. Program ini terbukti efektif dalam mendorong praktik pengelolaan keuangan berkelanjutan. Aspek strategi menabung realistis mengalami kenaikan tertinggi . %), diikuti oleh praktik pengelolaan keuangan berkelanjutan . %). Survei kepuasan peserta mencatat 75% menilai materi sangat relevan dengan kebutuhan mereka, sementara 80% memberikan penilaian sangat baik untuk interaksi dengan fasilitator. Kegiatan ini tidak hanya berhasil meningkatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga memicu inisiatif berkelanjutan seperti pembentukan arisan cerdas dan penggunaan buku keuangan kolektif. Hasil ini mengindikasikan bahwa pelatihan berbasis praktik nyata yang dilaksanakan secara komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan literasi keuangan peserta sekaligus membangun dukungan sosial berkelanjutan. Kata kunci: literasi keuangan, pelatihan masyarakat. PKK. Ibu Rumah Tangga, pengabdian Abstract: This community service initiative aimed to enhance financial literacy among mothers from the PKK (Family Welfare Empowermen. group in Cikijing Village through intensive training. The program employed interactive lectures, hands-on financial recordkeeping simulations, and case discussions on household financial management and the risks of illegal online loans. Evaluation results demonstrated significant improvements across all financial literacy indicators, with an average 45% increase in participants' understanding based on pre-test and post-test comparisons. The highest improvement was observed in realistic saving strategies . % increas. , followed by sustainable financial management practices . %). Participant satisfaction surveys revealed that 75% rated the training materials as highly relevant to their needs, while 80% gave excellent ratings for facilitator The program not only enhanced theoretical knowledge but also inspired sustainable follow-up initiatives, including the establishment of a "smart arisan" . otating savings grou. and collective financial record-keeping. These findings indicate that practicePenguatan literasi keuangan bagi ibu rumah tangga untuk mewujudkan kemandirian keuangan berkelanjutan DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 35-44 based, community-oriented training approaches are effective for improving financial literacy while creating sustainable support systems at the village level. Keywords: financial literacy, community training. PKK, household, community service. Pendahuluan Ibu rumah tangga di Desa Cikijing. Kecamatan Cikijing. Kabupaten Majalengka, memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Namun, berdasarkan observasi lapangan dan wawancara dengan pengurus PKK setempat, ditemukan bahwa sebagian besar ibu rumah tangga belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam pengelolaan keuangan keluarga. Kondisi ini diperkuat oleh hasil pre-test kegiatan sosialisasi keuangan yang dilakukan tim pengabdian pada Maret 2025 terhadap 30 peserta aktif PKK. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 76% responden belum pernah mencatat pengeluaran dan pemasukan rumah tangga secara sistematis, sementara 63% mengaku tidak memiliki perencanaan keuangan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Temuan ini menggambarkan kondisi literasi keuangan yang masih rendah di kalangan ibu rumah tangga, yang berimplikasi pada rentannya stabilitas ekonomi keluarga, terutama dalam menghadapi kebutuhan mendesak atau fluktuasi pendapatan (Murwenie et al. Salah satu isu krusial yang muncul akibat rendahnya literasi keuangan adalah tingginya ketergantungan terhadap penghasilan suami dan lemahnya kemampuan dalam menghadapi situasi darurat finansial (Kasim 2. Selain itu, keterbatasan akses informasi membuat sebagian ibu rumah tangga tidak mampu membedakan antara pinjaman legal dan ilegal, sehingga membuka peluang bagi maraknya praktik pinjaman online tidak berizin yang menjerat warga desa (Hamzah et al. Dalam pre-test yang sama, sebanyak 40% responden mengaku pernah menerima tawaran pinjaman online tanpa memahami risiko Kurangnya pengetahuan mengenai pencatatan keuangan, penyusunan anggaran, dan strategi menabung menyebabkan ibu rumah tangga sulit mengelola arus kas rumah tangga secara sehat (Wiharno et al. Oleh karena itu, fokus pengabdian ini diarahkan pada upaya penguatan literasi keuangan melalui edukasi praktis, penyusunan modul sederhana, dan pelatihan berbasis pengalaman nyata agar para ibu dapat mengelola keuangan dengan lebih terencana dan berkelanjutan (Hamzah et al. Pemilihan ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok PKK Desa Cikijing sebagai subjek pengabdian bukan tanpa alasan. Ibu rumah tangga di Desa Cikijing dipilih karena mereka memiliki peran strategis dalam pengellaan keuangan harian. Selain itu, mereka tergabung dalam organisasi PKK yang aktif dan partisipitaif (Msomi and Kandolo 2. Dengan membekali mereka kemampuan dalam literasi keuangan, maka dampak positifnya akan berkelanjutan tidak hanya bagi keluarga masing-masing, tetapi juga terhadap komunitas sekitarnya melalui penyebaran praktik baik. Intervensi berbasis kelompok seperti PKK juga memperbesar peluang keberhasilan program karena adanya dukungan sosial dan mekanisme pengawasan informal antaranggota. Hal ini mendukung gagasan bahwa pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput dapat menjadi titik tolak penting bagi penguatan ekonomi Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan keluarga secara mandiri dan Penguatan literasi keuangan bagi ibu rumah tangga untuk mewujudkan kemandirian keuangan berkelanjutan DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 35-44 Melalui serangkaian pelatihan interaktif, diskusi kelompok, simulasi pencatatan anggaran, serta penyusunan rencana keuangan sederhana, diharapkan tercipta perubahan perilaku dalam mengelola pengeluaran, memprioritaskan kebutuhan, serta membangun kebiasaan menabung secara rutin. Perubahan sosial yang diharapkan adalah terbentuknya budaya pencatatan keuangan harian, peningkatan kemampuan menyusun anggaran rumah tangga, dan menurunnya ketergantungan terhadap pinjaman konsumtif. Dengan demikian, para ibu tidak hanya mampu menjaga stabilitas finansial rumah tangga, tetapi juga berperan aktif dalam mewujudkan ketahanan ekonomi komunitas secara kolektif. Program penguatan literasi keuangan ini juga didukung oleh berbagai literatur yang menegaskan pentingnya literasi keuangan dalam kehidupan rumah tangga. Studi oleh Lusardi dan Mitchell . menyebutkan bahwa literasi keuangan memiliki korelasi positif terhadap pengambilan keputusan keuangan yang rasional, tabungan jangka panjang, dan penghindaran utang konsumtif. Selain itu, laporan OJK . menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan perempuan di pedesaan masih berada di bawah 40%, menandakan perlunya intervensi edukatif berbasis komunitas. Program ini menghadirkan kebaruan signifikan karena hingga saat ini, belum pernah ada pelatihan literasi keuangan khusus untuk ibu rumah tangga yang dilaksanakan di Desa Cikijingbaik oleh pemerintah desa, lembaga swadaya masyarakat, maupun institusi akademik. Dengan mengusung pendekatan berbasis komunitas yang menyentuh langsung kebutuhan lokal dan budaya Desa Cikijing, program ini mengisi gap besar yang selama ini terlewat, sekaligus menjadi inisiatif pionir dalam memberdayakan perempuan untuk mengelola keuangan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan Oleh karena itu, pengabdian ini tidak hanya relevan secara sosial, tetapi juga memiliki nilai akademik sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat melalui pendekatan terstruktur, berbasis data, dan berorientasi pada dampak jangka panjang. Metode Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan ibu rumah tangga yang tergabung dalam organisasi PKK Desa Cikijing. Kecamatan Cikijing. Kabupaten Majalengka. Lokasi ini dipilih berdasarkan kebutuhan nyata yang teridentifikasi dari hasil diskusi awal bersama pengurus PKK dan perangkat desa, yang mengungkapkan adanya masalah rendahnya literasi keuangan dan kerentanan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga yang tidak terencana. Program dirancang dengan pendekatan partisipatif, yaitu melibatkan langsung subjek pengabdian . bu PKK) dalam seluruh proses mulai dari identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan hingga evaluasi bersama. Pada tahap awal, tim pengabdian melakukan observasi lapangan dan wawancara informal dengan ketua PKK dan beberapa anggota aktif sebanyak 13 orang. Hasil dari tahap ini digunakan sebagai dasar untuk menyusun rencana kegiatan yang relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Tim juga mengedarkan pre-test untuk mengukur tingkat literasi keuangan awal peserta, yang hasilnya turut menentukan bentuk intervensi yang akan Dalam penyusunan rencana, musyawarah desa kecil dilaksanakan dengan melibatkan perwakilan ibu PKK, ketua RW/RT, dan perangkat desa untuk menyepakati alur kegiatan, waktu pelaksanaan, dan bentuk kegiatan pelatihan. Penguatan literasi keuangan bagi ibu rumah tangga untuk mewujudkan kemandirian keuangan berkelanjutan DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 35-44 Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Community-Based Participatory Approach (CBPA), yang mengedepankan kolaborasi aktif antara tim pengabdi dan masyarakat dalam setiap tahap pelaksanaan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Pendekatan ini dipilih karena terbukti efektif dalam membangun rasa kepemilikan . ense of ownershi. masyarakat terhadap program, meningkatkan partisipasi, serta memperkuat keberlanjutan hasil kegiatan. CBPA memungkinkan masyarakat menjadi mitra sejajar, bukan sekadar objek intervensi, sehingga solusi yang dihasilkan lebih relevan dan dapat diterima secara sosial dan kultural ((Israel et al. Dalam konteks Desa Cikijing, pendekatan ini sangat tepat karena mendorong ibu rumah tangga untuk lebih terlibat aktif, merasa dihargai, dan memiliki tanggung jawab bersama terhadap keberhasilan program literasi keuangan. Strategi kegiatan mencakup: penyuluhan interaktif, pelatihan berbasis praktik, pendampingan teknis, serta evaluasi partisipatif. Materi yang diberikan meliputi: pencatatan keuangan sederhana, penyusunan anggaran rumah tangga, strategi menabung, dan bahaya pinjaman ilegal. Gambar 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan identifikasi masalah dan kebutuhan, yang dilakukan melalui observasi awal serta wawancara dengan pengurus PKK dan perangkat desa. Proses ini bertujuan untuk menggali secara langsung kondisi objektif yang dihadapi oleh ibu rumah tangga di Desa Cikijing dalam pengelolaan keuangan keluarga Untuk memperkuat data kualitatif, dilakukan juga pre-test untuk mengukur tingkat literasi keuangan awal para ibu rumah tangga. Hasil dari tahapan awal ini menjadi dasar dalam merancang intervensi yang sesuai dan relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat sasaran. Tahap selanjutnya adalah perencanaan bersama, di mana tim pengabdian mengadakan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan perwakilan ibu PKK. Dalam diskusi ini, para peserta secara aktif dilibatkan dalam merumuskan tujuan kegiatan, menentukan topik pelatihan yang dibutuhkan, serta menyusun jadwal dan format modul pelatihan secara kolaboratif. Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa masyarakat merasa memiliki peran dalam proses perubahan dan mendukung keberlanjutan program. Setelah perencanaan selesai, kegiatan berlanjut pada tahap pelaksanaan, yang mencakup empat sesi pelatihan literasi keuangan dengan topik: pencatatan keuangan, penyusunan anggaran rumah tangga, strategi menabung, serta edukasi mengenai bahaya pinjaman online ilegal. Pelatihan ini dilakukan secara interaktif dan disertai dengan simulasi Penguatan literasi keuangan bagi ibu rumah tangga untuk mewujudkan kemandirian keuangan berkelanjutan DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 35-44 dan praktik langsung, seperti mencatat pengeluaran harian menggunakan buku keuangan Selain itu, dilakukan juga pendampingan teknis kepada peserta dalam menyusun anggaran rumah tangga yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Tahapan akhir adalah evaluasi dan refleksi, yang dilakukan melalui post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, dikumpulkan juga umpan balik secara kualitatif untuk mengetahui efektivitas metode dan materi yang disampaikan. Dalam sesi reflektif, peserta diajak menyusun rencana tindak lanjut yang bersifat berkelanjutan, seperti pembentukan kelompok Auarisan cerdasAy yang berbasis edukasi keuangan, atau pembuatan buku keuangan kolektif di tingkat kelompok PKK. Dengan demikian, proses pengabdian ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berupaya membangun sistem yang mendukung perubahan perilaku keuangan secara jangka panjang di lingkungan keluarga dan komunitas. Hasil dan Pembahasan Pada tanggal 10 Oktober 2024, kegiatan pelatihan literasi keuangan berkelanjutan bagi ibu-ibu PKK Desa Cikijing dilaksanakan di Balai Desa Cikijing. Kecamatan Cikijing. Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini dimulai pukul 09. 00 WIB dan dihadiri oleh lebih dari 30 peserta dari unsur ibu rumah tangga dan pengurus PKK. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para ibu dalam mengelola keuangan rumah tangga secara bijak dan berkelanjutan, sekaligus membentengi mereka dari risiko keuangan seperti utang konsumtif dan jeratan pinjaman online ilegal. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Cikijing yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kemandirian finansial bagi perempuan, terutama dalam peran strategis mereka sebagai pengelola keuangan keluarga. Setelah itu, fasilitator dari tim pengabdian masyarakat memaparkan gambaran umum tentang kondisi literasi keuangan di tingkat rumah tangga dan urgensi edukasi keuangan dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Sebelum masuk ke materi inti, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal mereka terkait pencatatan, penganggaran, kebiasaan menabung, serta risiko dari layanan keuangan digital ilegal. Gambar 2. Kegiatan Pelatihan Literasi Keuangan Penguatan literasi keuangan bagi ibu rumah tangga untuk mewujudkan kemandirian keuangan berkelanjutan DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 35-44 Sesi pelatihan terdiri dari empat topik utama: pencatatan keuangan harian, penyusunan anggaran rumah tangga, strategi menabung yang realistis, dan edukasi bahaya pinjaman online ilegal. Setiap sesi disampaikan secara interaktif dengan metode diskusi, studi kasus, serta praktik langsung. Salah satu kegiatan yang menarik antusiasme peserta adalah simulasi pencatatan keuangan menggunakan buku kas sederhana, di mana peserta diajak mencatat pengeluaran sehari-hari untuk kemudian dianalisis bersama. Para ibu terlihat aktif bertanya dan berbagi pengalaman, menciptakan suasana belajar yang hangat dan mendalam. Tabel 1. Hasil Pretest dan Postest Aspek Penilaian Pretest Postest Pemahaman Pencatatan Keuangan Harian Penyusunan Anggaran Rumah Tangga Strategi Menabung yang Realistis Pemahaman Risiko Pinjaman Online Ilegal Praktik Pengelolaan Keuangan Berkelanjutan Sumber : Hasil olah data, 2024 Berdasarkan hasil pretest dan postest yang disajikan dalam Tabel 1, terlihat peningkatan signifikan pada seluruh aspek literasi keuangan peserta pelatihan. Pemahaman tentang pencatatan keuangan harian meningkat dari 45% menjadi 85%, menunjukkan bahwa peserta kini lebih terampil dalam mendokumentasikan pengeluaran dan pemasukan secara Hal ini sejalan dengan antusiasme mereka selama simulasi penggunaan buku kas sederhana, yang terbukti efektif sebagai alat bantu praktis. Pada aspek penyusunan anggaran rumah tangga, skor postest mencapai 82%, naik dari 42% di pretest. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan pelatihan dalam membantu peserta merencanakan alokasi keuangan secara lebih terstruktur, termasuk memprioritaskan kebutuhan pokok. Begitu pula dengan strategi menabung yang realistis, yang melonjak dari 38% menjadi 80%, mengindikasikan peserta telah memahami pentingnya menabung sesuai kemampuan finansial keluarga. Aspek pemahaman risiko pinjaman online ilegal mencatat kenaikan tertinggi . ari 50% menjadi 90%), membuktikan bahwa edukasi bahaya utang konsumtif dan pinjaman ilegal berhasil meningkatkan kewaspadaan peserta. Selain itu, praktik pengelolaan keuangan berkelanjutan juga menunjukkan kemajuan pesat . ari 40% menjadi 88%), didorong oleh rencana tindak lanjut seperti pembentukan "arisan cerdas" dan penggunaan "buku keuangan Secara keseluruhan, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teoritis, tetapi juga mendorong penerapan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat partisipasi aktif dan tanggapan positif peserta menjadi indikator keberhasilan kegiatan dalam membangun kemandirian finansial yang berkelanjutan di tingkat rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor post-test secara signifikan dibandingkan pre-test, yang mencerminkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan literasi keuangan peserta. Selain itu, peserta memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan dan menyatakan minat untuk meneruskan praktik keuangan sehat di rumah masing-masing. Penguatan literasi keuangan bagi ibu rumah tangga untuk mewujudkan kemandirian keuangan berkelanjutan DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 35-44 Berikut ini disajikan tampilan data hasil pretest dan posttest peserta pelatihan literasi keuangan dalam bentuk grafik. Grafik ini membandingkan tingkat pemahaman peserta terhadap lima aspek penilaian utama sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Melalui visualisasi ini, kita dapat mengamati secara jelas peningkatan yang signifikan di setiap aspek, meliputi Pemahaman Pencatatan Keuangan Harian. Penyusunan Anggaran Rumah Tangga. Strategi Menabung yang Realistis. Pemahaman Risiko Pinjaman Online Ilegal, serta Praktik Pengelolaan Keuangan Berkelanjutan. Gambar 3 Hasil Pretest dan Postest Pelatihan Pelatihan literasi keuangan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan di semua aspek yang diukur. Pada aspek Pemahaman Pencatatan Keuangan Harian, terjadi peningkatan sebesar 40% dari skor awal 45% menjadi 85%, yang menunjukkan efektivitas metode praktik langsung melalui penggunaan buku kas sederhana dalam membantu peserta menguasai keterampilan dasar pencatatan transaksi sehari-hari. Kemajuan serupa juga terlihat dalam Penyusunan Anggaran Rumah Tangga dengan kenaikan 40% dari 42% menjadi 82%, membuktikan bahwa materi pelatihan tentang penyusunan anggaran berdasarkan skala prioritas berhasil dipahami dan dapat diimplementasikan oleh peserta. Peningkatan paling dramatis terjadi pada aspek Strategi Menabung yang Realistis dengan lonjakan 52% dari 28% menjadi 80%, mengindikasikan bahwa pendekatan praktis dan contoh konkret yang diberikan selama pelatihan berhasil mengubah persepsi peserta tentang kesulitan menabung menjadi sesuatu yang mudah diaplikasikan. Sementara itu, meskipun memiliki skor awal tertinggi sebesar 50%. Pemahaman Risiko Pinjaman Online Ilegal tetap menunjukkan kemajuan yang mengesankan menjadi 90%, membuktikan efektivitas penyampaian materi melalui studi kasus nyata dalam meningkatkan kewaspadaan peserta terhadap bahaya pinjaman ilegal. Aspek terakhir. Praktik Pengelolaan Keuangan Berkelanjutan, mencatat kenaikan tertinggi kedua sebesar 48% dari 40% menjadi 88%. Keberhasilan ini tidak terlepas dari inisiatif tindak lanjut konkret seperti pembentukan kelompok arisan cerdas dan penggunaan buku keuangan kolektif, yang tidak hanya memperkuat pemahaman teoritis tetapi juga menciptakan sistem pendukung bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan mereka secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang menggabungkan teori, praktik langsung, dan pembentukan sistem pendukung komunitas berhasil menciptakan perubahan nyata dalam literasi keuangan Penguatan literasi keuangan bagi ibu rumah tangga untuk mewujudkan kemandirian keuangan berkelanjutan DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 35-44 Kegiatan terakhir dilakukan diskusi reflektif dan penyusunan rencana tindak lanjut secara bersama. Salah satu inisiatif yang muncul dari peserta adalah membentuk kelompok Auarisan cerdasAy yang tidak hanya menabung, tetapi juga membahas pengelolaan keuangan keluarga secara rutin. Peserta juga menyepakati penggunaan Aubuku keuangan kolektifAy yang akan digunakan sebagai alat bantu pemantauan dan evaluasi berkala. Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memupuk semangat kolektif dalam mewujudkan kemandirian finansial berkelanjutan di lingkungan ibu PKK Desa Cikijing. Untuk mengukur tingkat kepuasan dan efektivitas pelatihan literasi keuangan bagi ibuibu PKK Desa Cikijing, kuesioner diberikan kepada 30 peserta yang terdiri dari anggota PKK dan ibu rumah tangga. Kuesioner ini dirancang untuk menilai persepsi peserta terhadap kualitas materi, metode pengajaran, kesesuaian kebutuhan, fasilitas, serta interaksi selama Hasil kuesioner disajikan dalam tabel berikut: Tabel 2. Hasil Kuesioner Pelatihan Aspek Penilaian Kualitas Materi Pelatihan Metode Pengajaran Kesesuaian Materi dengan Kebutuhan Fasilitas Pelatihan Interaksi dan Diskusi dengan Fasilitator Sumber : Hasil olah data, 2024 Sangat Baik (%) Baik (%) Cukup (%) Kurang (%) Berdasarkan data pada Tabel 2, terlihat bahwa mayoritas peserta memberikan penilaian sangat baik dan baik untuk semua aspek pelatihan. Pada Kualitas Materi, 70% peserta menilai sangat baik, sementara 25% menilai baik, menunjukkan bahwa konten pelatihan dianggap komprehensif dan mudah dipahami. Hanya 5% yang memberi penilaian cukup, dan tidak ada yang menilai kurang. Untuk Metode Pengajaran, 65% peserta menyatakan sangat puas dengan pendekatan interaktif seperti simulasi pencatatan keuangan dan diskusi kasus, sedangkan 30% menilai Hal ini membuktikan bahwa metode praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Aspek Kesesuaian Materi dengan Kebutuhan mendapat respons paling positif, dengan 75% peserta menilai sangat baik. Ini menunjukkan bahwa materi pelatihan relevan dengan tantangan keuangan harian yang dihadapi ibu-ibu PKK, seperti pengelolaan anggaran rumah tangga dan mitigasi pinjaman ilegal. Penilaian terhadap Fasilitas Pelatihan juga positif . % sangat baik, 35% bai. , meskipun ada 5% peserta yang menilai cukup, mungkin terkait ketersediaan alat peraga Sementara itu. Interaksi dengan Fasilitator meraih skor tertinggi . % sangat bai. , menegaskan bahwa pendampingan selama pelatihan berlangsung intensif dan mendukung partisipasi aktif. Secara keseluruhan, hasil kuesioner ini mengkonfirmasi bahwa pelatihan literasi keuangan telah berjalan sukses, dengan materi yang aplikatif, metode partisipatif, dan fasilitas Penguatan literasi keuangan bagi ibu rumah tangga untuk mewujudkan kemandirian keuangan berkelanjutan DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 35-44 yang memadai. Tingkat kepuasan yang tinggi juga mencerminkan tercapainya tujuan pelatihan dalam membekali peserta dengan keterampilan keuangan yang berkelanjutan. Kesimpulan Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan literasi keuangan bagi ibu-ibu PKK Desa Cikijing, dapat disimpulkan bahwa program pengabdian ini berhasil mencapai tujuannya secara Pertama, dari aspek peningkatan pemahaman peserta, hasil pretest dan posttest menunjukkan kemajuan signifikan pada semua indikator, dengan rata-rata kenaikan sebesar 45%. Capaian tertinggi terdapat pada aspek Strategi Menabung yang Realistis . aik 52%) dan Praktik Pengelolaan Keuangan Berkelanjutan . aik 48%), yang membuktikan efektivitas metode pelatihan berbasis praktik dan pendekatan komunitas. Kedua, evaluasi kepuasan peserta melalui kuesioner mencatat respon sangat positif, dimana 75% peserta menilai kesesuaian materi dengan kebutuhan mereka sebagai sangat baik dan 80% memberikan penilaian tertinggi untuk interaksi dengan fasilitator. Hal ini menunjukkan bahwa desain pelatihan yang interaktif dan kontekstual berhasil menjawab tantangan nyata dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Keberhasilan program juga tercermin dari inisiatif tindak lanjut yang diusulkan peserta, seperti pembentukan "arisan cerdas" dan buku keuangan kolektif, yang menjadi indikator keberlanjutan program. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi keuangan individu, tetapi juga membangun sistem pendukung di tingkat komunitas. Secara keseluruhan, program pengabdian ini telah memenuhi kriteria keberhasilan berdasarkan parameter kuantitatif . eningkatan skor te. dan kualitatif . epuasan peserta serta rencana aksi lanjuta. , sekaligus berkontribusi pada penguatan kemandirian finansial berkelanjutan di Desa Cikijing. Saran Untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan program pelatihan literasi keuangan, disarankan beberapa langkah perbaikan. Pertama, metode pelatihan perlu diperkaya dengan memanfaatkan teknologi sederhana seperti aplikasi pencatatan keuangan dasar dan pendekatan kelompok kecil untuk pendampingan yang lebih personal. Kedua, materi pelatihan dapat diperluas dengan menambahkan modul lanjutan tentang investasi dasar dan pengelolaan usaha mikro, serta menggunakan studi kasus lokal agar lebih relevan dengan kebutuhan peserta. Ketiga, penting untuk menyediakan buku panduan visual dan memastikan fasilitas pelatihan memadai guna mendukung proses belajar yang optimal. Evaluasi pasca-pelatihan juga perlu dilakukan secara berkala melalui pendampingan rutin dan survei lanjutan untuk memantau penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari Kolaborasi dengan stakeholder lokal seperti pemerintah desa, bank, dan koperasi dapat memperluas akses peserta terhadap layanan keuangan resmi. Selain itu, pelatihan bagi fasilitator desa akan memungkinkan program berjalan secara mandiri di masa depan. Terakhir, institusionalisasi program melalui anggaran desa dan dokumentasi praktik terbaik akan memastikan keberlanjutan dan replikasi program di wilayah lain. Dengan implementasi rekomendasi ini, dampak positif pelatihan literasi keuangan dapat diperkuat dan diperluas secara berkelanjutan. Penguatan literasi keuangan bagi ibu rumah tangga untuk mewujudkan kemandirian keuangan berkelanjutan DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 35-44 Daftar Pustaka