Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index MANAJEMEN KESISWAAN DALAM MENINGKATKAN INPUT PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 ARJOSARI PACITAN Al-Amin1. Ali Mufron2 Achmad Ridlowi3 1 Manajemen Pendidikan Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan Email: anur84218@gmail. com1, alimufron86@gmail. com2 gengsu. cucuk13@gmail. DOI: Received: 07-03-2024 Accepted: 20-04-2024 Published: 30-04-2024 Abstract: This research was conducted to describe student management at Public Junior High School 1 Arjosari Pacitan. The study aims to explore the concepts, implementation, and evaluation applied at the educational institution in the process of improving the quality of student inputs and providing significant competitive The research employed a qualitative approach using a case study method. Data collection techniques included structured and semi-structured interviews, non-participant observation, and Data analysis techniques involved data collection, reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was ensured through credibility, transferability, dependability, and The results of the study indicate that the concept of student management at SMPN 1 Arjosari continues to evolve each year while retaining the essence from previous years. The policy for admitting new students is regulated by the Pacitan Regent's regulations, involving the entire school community in improving the quality and quantity of educators and students. Continuous evaluation processes involve collaboration between educators and active participation of parents in receiving progress reports of the students. Keywords: Student management. Student input Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan manajemen kesiswaan di Lembaga Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Arjosari Pacitan. Penelitian ini akan menggali konsep, implementasi serta evaluasi yang diterapkan di lembaga pendidikan dalam proses peningkatakan kualitas input peserta didik serta memberikan keunggulan kompetetif yang signifikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode study kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, semi terstruktur, observasi non partisipan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan kredibilitas, transferbilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep manajemen kesiswaan di Lembaga SMPN 1 Arjosari terus mengalami evolusi setiap tahun, dengan tetap mempertahankan esensi pada tahun sebelumnya, kebijakan penerimaan peserta didik baru diatur oleh peraturan Bupati Pacitan yang melibatkan seluruh warga sekolah dalam peningkatan kualitas maupun kuantitas pendidik dan peserta didik, serta evaluasi dilakukan secara berkelanjutan, dan proses ini melibatkan kolaborasi antara pendidik dan juga melibatkan peran aktif wali murid saat menerima laporan perkembangan peserta didik. Kata Kunci: Manajemen kesiswaan. Input peserta didik Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April Al-Amin. Manajemen Kesiswaan Dalam Meningkatkan Input Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Arjosari Pacitan PENDAHULUAN Dunia Pendidikan di era saat ini, harus di lakukan pengelolaan dan perlakuan dengan tingkat profesionalisme yang tinggi. Hal ini dikarenakan adanya berbagai kemajuan dan tantangan yang muncul dalam segi pengelolaan dan sistem pendidikan. Pendidikan merupakan suatu upaya yang bertujuan untuk meningkatkan pemikiran, tingkat kedewasaan, dan perilaku manusia secara keseluruhan (Handayani,2. Melalui pendidikan yang komprehensif, manusia dapat mengubah pola pikir mereka menjadi lebih baik. Selain itu, pendidikan juga berperan penting dalam membentuk dan mempertajam bakat dan keahlian seseorang. Manajemen peserta didik atau sering disebut manajemen kesiswaan merupakan salah satu bidang operasional sekolah. Dimana ia berada pada posisi strategis dalam lembaga pendidikan. Baik dalam latar institusi maupun luar instituasi tertuju kepada peserta didik. Manajemen kesiswaan tidak hanya semata-mata sebagai pencatatan data peserta didik saja tetapi meliputi aspek yang lebih luas yaitu dapat membantu upaya pertumbuhan anak melalui pendidikan disekolah serta mengatur dan mengarahkan peserta didiknya menjadi lebih baik dengan penanganan yang efektif dan efesien (Hasrian Rudi Setiawan, 2. Sehingga lembaga pendidikan tersebut dapat menghasilkan output yang bisa dinikmati hasilnya. Peserta didik atau siswa merupakan salah satu faktor penting berlangsungnya suatu pendidikan disekolah (Syaifulloh Yusuf,2. Peserta didik memiliki peran aktif dalam proses pembelajaran. Mereka adalah subyek utama yang berinteraksi dengan guru, fasilitas belajar dan konten pembelajaran. Peserta didik memiliki hak dan tanggung jawab untuk terlibat dalam pembelajaran, berpartisipasi dalam diskusi, bertanya, mencari pengetahuan, dan mengembangkan keterampilan. Proses pendidikan yang bermutu harus didukung oleh personalia seperti administrator, guru, konselor dan tata usaha yang bermutu dan professional. Hal itu didukung pula oleh sarana prasarana pendidikan fasilitas, media, serta sumber belajar yang memadai, baik mutu maupun jumlahnya, biaya yang mencukupi, manajemen yang tepat serta lingkungan yang memadai (Meilina Bustari,2. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran Surat An-nisa . ayat 9 yang berbunyi : A aOeA a:4/aAEIA a a eOA a aEac aOeIaEa eOaa aa aE eOa aI eIaa eaE aA aN eIaa a aOacA a acEEaa aO eE aOCa eOEa eOaCa eOEA a AaO eE aO eA a aAEa eO aN eIa eE aOacCaOA a )a 9 AuHendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya . meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah . mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar . alam hal menjaga hak-hak keturunanny. Ay. (An-Nisa'/4:. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. :April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Yulia Erna Cipta. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MIM 2 Kluwih Berdasarkan ayat diatas bahwa seharusnya orang tua mempersiapkan penerusnya . nak keturunany. menjadi orang yang kuat, dan hal ini juga tidak hanya diperuntukkan bagi orang tua akan tetapi diberlakukan pula bagi pendidik agar memiliki output atau lulusan yang tidak lemah sehingga mampu menjawab dan menghadapi tantangan dimasa depan nanti. Proses pembelajaran yang efektif seharusnya memiliki kemampuan untuk mendorong eksperimen baru, kreativitas, pemikiran logis, dan rasa ingin tahu untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan baru. Proses ini juga harus mampu mengembangkan demokrasi dan menerima kesalahan yang muncul sebagai hasil dari kreativitas berpikir. Dalam konteks ini, tanggung jawab guru yang sangat penting adalah merencanakan dan memberikan lingkungan yang mendukung kepada siswa untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan. Ada beberapa langkah dalam perencanaan peserta didik diantaranya: . Analisis kebutuhan peserta didik, . Rekruitmen peserta didik, . Seleksi peserta didik, . Orientasi peserta didik, . Penempatan peserta didik, . Pencatatan dan pelaporan (Syaifullah Yusuf, 2. Dalam konteks penelitian ini manajemen kesiswaan selalu terlaksana pada setiap lembaga pendidikan baik itu negeri ataupun swasta. Yang membedakan ialah bagaimana manajemen kesiswaan disuatu sekolah dapat berlangsung dengan baik dan efektif sehingga mampu menciptakan peserta didik yang unggul dalam prestasi dan karakter baik. Meskipun demikian, masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk mengoptimalkan manajemen kesiswaan sebagai upaya untuk meningkatkan pencapaian peserta didik. Beberapa kendala yang mungkin dihadapi meliputi kurangnya koordinasi antara guru, staf sekolah, dan pihak terkait dalam menjalankan kegiatan kesiswaan. Selain itu, ada kemungkinan kekurangan sumber daya dan fasilitas yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan kesiswaan. Manajemen kesiswaan melibatkan semua proses kegiatan yang direncanakan dan disengaja, serta pembinaan yang berkelanjutan terhadap semua peserta didik di sebuah lembaga pendidikan. Tujuan utamanya adalah memastikan agar peserta didik dapat mengikuti proses belajar-mengajar dengan efektif dan efisien dari saat penerimaan mereka hingga saat keluarnya dari sekolah (Rohiat,2. Dengan demikian, manajemen kesiswaan akan meliputi aspek penerimaan siswa baru, pencatatan prestasi siswa, serta pencatatan bimbingan dan penyuluhan yang secara umum terdokumentasikan dalam administrasi siswa. Kegiatan administrasi siswa dapat dikategorikan dalam berbagai jenis, yang dapat diilustrasikan melalui pandangan bahwa lembaga pendidikan merupakan suatu proses transformasi yang melibatkan masukan . , pengelolaan dalam proses transformasi itu sendiri, dan keluaran . Implementasi manajemen kesiswaan di sekolah memang memerlukan kemampuan manajerial yang kuat dari kepala sekolah (Amirudin Tumanggor,2. Peserta didik menjadi salah satu komponen penting dalam input Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Al-Amin. Manajemen Kesiswaan Dalam Meningkatkan Input Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Arjosari Pacitan pendidikan, karena merekalah yang menjadi subjek pembelajaran. Faktor-faktor seperti kecerdasan intelektual, kesiapan fisik, interaksi sosial, dan kemampuan emosional peserta didik juga berkontribusi terhadap proses pembelajaran. Sementara itu, output pendidikan mencakup hasil dari proses pembelajaran. Output tersebut meliputi kelulusan peserta didik, kemampuan yang telah diperoleh, dan performa peserta didik. Mutu pendidikan juga merupakan bagian dari output pendidikan, yang mencerminkan kualitas pendidikan yang Dalam input dan output pendidikan, terjadi proses pembelajaran yang berperan dalam mengubah input menjadi output yang diinginkan (Meilina Bustari, 2. Kualitas input dan output dalam lembaga pendidikan dapat dilihat dari kinerja lembaga pendidikan tersebut. Mulai dari efektifitas, kualitas, produktivitas, efesiensi, inovasi dan kuanitas kehidupan kerja, serta moral kerjanya. Semua itu merupakan proses dalam meningkatkan kualitas input dan output Lembaga sekolah. Selain itu salah satu yang paling berpengaruh dalam peningkatan kualitas input dan output lembaga pendidikan adalah melalui proses pembelajaran. Secara umum manajemen kesiswaan Lembaga Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri Arjosari 1 ini, dalam penerimaan peserta didik baru selalu di laksanakan setiap awal tahun ajaran baru. Dimana penerimaan peserta didik baru adalah salah satu kegiatan rutin yang diadakan setiap lembaga pendidikan. SMP N Arjosari 1 darri sudut pandang masyrakat memiliki daya tarik tersendiri, dari dulu lembaga pendidikan ini sudah terkenal dengan pembinaan peserta didiknya yang mengedepankan karakter, mulai dari ibadahnya, kesehariannya, dan disiplin di lembaga pendidikan. SMP N 1 Arjosari merupakan salah satu sekolah favorit yang menjadi prioritas siswa SD/MI untuk melanjutkan Disisi lain peserta didik juga diajarkan pengelolaan sumber daya alam yang ada melalui kegiatan menyajikan hasil peternakan dan pertanian menjadi sebuah olahan masakan tradisonal dan dikonsumsi oleh sekolah. Lembaga pendidikan ini memiliki kemajuan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun, mulai dari peserta didik maupun dari pendidikanya sehingga penulis ingin mengetahui bagaimana sebenarnya manajemen kesiswaan yang diciptakan oleh kepala sekolah melalui kinerjanya yang komprehensif, memiliki kemampuan untuk mengelola siswa dalam jumlah yang besar dan dengan beragam karakter, sehingga dapat menciptakan peserta didik yang sangat berprestasi baik dalam aspek akademik maupun non akademik. Penelitian ini memanfaatkan metode pengumpulan data yang beragam serta pendekatan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang manajemen kesiswaan dalam proses peningkatkan kualitas input peserta didik di Lembaga SMPN 1 Arjosari. Teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan data melibatkan survei lapangan, observasi, wawancara dengan staff di Lembaga tersebut. Harapannya, hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman maupun masukan lebih lanjut untuk mengembangkan konsep manajemen kesiswaan di Lembaga SMPN 1 Arjosari dalam proses peningkatan kualitas input peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian kualitatif berfokus pada fenomena atau gejala alami dan mendasar, naturalistis, dan tidak dapat dilakukan di laboratorium, melainkan di lapangan. Oleh sebab itu, penelitian semacam ini sering disebut dengan naturalistic inquiry, atau field study. Penelitian ini dilakukan di SMP N 1 Arjosari Jl. Nawangan No. Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan. Lembaga Pendidikan ini berstatus negeri dan terakreditasi A. Peneliti mengkaji lebih dalam terkait Lembaga Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. :April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Yulia Erna Cipta. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MIM 2 Kluwih Pendidikan SMP N 1 Arjosari sebagai objek penelitian. Adapun data yang digunakan merupakan data primer dan skunder yang terdiri dari kepala sekolah, waka kesiswaan, humas, sarpras, kurikulum serta data-data terkait menajemen kesiswaan di lembaga tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana praktik manajemen kesiswaan lembaga sekolah dalam meningkatkan input peserta didiknya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dialami oleh subjek Data yang diperoleh sebagai acuan mendeskripsikan peran manajemen kesiswaan dalam penerimaan peserta didik baru tersebut di dapat berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan empat kriteria yaitu derajat kepercayaan . , keteralihan . Kepergantungan . , dan kepastian . Sedangkan untuk memperoleh keabsahan temuan pada penelitian ini, peneliti menggunakan kriteria Kredibilitas. Penerapan kriteria derajat kepercayaan . pada dasarnya menggantikan konsep validitas internal dari non kualitatif (Sugiono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Manajemen Kesiswaan dalam Meningkatkan Input Peserta Didik Di Lembaga SMPN 1 Arjosari Konsep manajemen kesiswaan merupakan strategi yang diimplementasikan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan mengatur berbagai aspek kehidupan siswa. Fungsi pengaturan peserta didik dilakukan melalui empat fungsi manajemen di indonesia yaitu perencanaan . , pengorganisasian . , penggerakan . , dan pengendalian . John Dewey menyatakan dalam teori pendidikan holistiknya bahwa pendidikan seharusnya melibatkan perkembangan seluruh aspek individu, baik fisik, mental, emosional, dan sosial (Jhon Dewey, 2. Dalam konteks manajemen kesiswaan, teori ini mengacu pada pendekatan yang merancang program pendidikan dan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan holistik siswa. Pendekatan di lembaga SMPN 1 Arjosari selalu membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka sebaik-baiknya. Fokus pada aspek kesiswaan ini menjadi prioritas utama dan bertujuan memberikan persiapan terbaik bagi siswa agar mereka siap menghadapi tantangan pendidikan pada level yang lebih tinggi. Sama hal nya dengan kerja sama yang dilakukan pihak sekolah dengan lembaga sekitar seperti puskesma, kapolsek, pemerintahan daerah, serta Hal ini menuntun siswa untuk lebih memperhatikan aspek kedisiplinan, ketaataan serta peduli terhadap lingkungan sekitar. Pentingnya pelaksanaan PPDB adalah untuk penjaringan peserta didik dan untuk mengetahui kemampuan awal siswa. (Amirudin Tumanggor, 2. Dimulai pada tahap persiapan sosialisasi dan publikasi PPDB hingga diakhiri ketika memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dengan dilaksanakannya kegiatan, jenis dan jumlah kegiatan tempat kegiatan dilaksanakan, jadwal pelaksanaan kegiatan pihak-pihak yang terlibat, serta cara untuk menyelesaikan kegiatan tersebut. Serta dalam pembentukan panitia PPDB. Proses penerimaan siswa baru harus mengikuti rencana yang telah disusun sebelumnya. Panitia yang terlibat dalam Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terdiri dari anggota guru dan karyawan, serta dibantu oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas. Semua pihak ini bertanggung jawab dalam menjalankan proses PPDB dengan efektif. Di sisi lain, proses pembelajaran harus menekankan pada pemberdayaan peserta didik. Hal ini dapat dicapai melalui interaksi antara guru dan siswa yang terjadi baik di dalam maupun di luar kelas. Proses belajar-mengajar harus memberikan perhatian yang sama pada keterlibatan siswa, di mana mereka aktif dalam mempelajari materi dan memiliki Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Al-Amin. Manajemen Kesiswaan Dalam Meningkatkan Input Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Arjosari Pacitan peran yang lebih aktif dalam proses pembelajaran. Implementasi Manajemen Kesiswaan dalam Meningkatkan Input Peserta Didik Di Lembaga SMPN 1 Arjosari Pelaksanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan partisipasi peserta didik melibatkan berbagai strategi dan langkah-langkah untuk memastikan bahwa siswa mendapatkan pengalaman pendidikan yang optimal. Sekolah sebagai suatu sistem kompleks yang melibatkan interaksi antara siswa, guru, staf, dan lingkungan sekolah (David Easton,1. Teori ini sejalan dengan tahap awal dalam proses PPDB di lembaga SMPN 1 Arjosari diantaranya promosi, dimana promosi ini mencakup berbagai aspek seperti pelayanan yang berkualitas bagi siswa, sejumlah prestasi sekolah, keberagamans ekstrakurikuler yang bermanfaat bagi siswa, sensus sekolah serta distribusi brosur-brosur melalui media cetak dan elektronik yang dipublikasikan di situs web sekolah. Tahap penerimaan peserta didik baru merupakan langkah awal dalam manajemen siswa yang melibatkan proses seleksi dan penerimaan siswa berdasarkan kriteria tertentu. Terdapat empat jalur seleksi untuk penerimaan peserta didik baru, yaitu jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orangtua, dan jalur prestasi. Sebab daya tampung yang dibatasi sehingga hampir setiap tahun. Lembaga SMPN 1 Arjosari harus mengeluarkan siswa yang tidak memenuhi syarat untuk tetap berada di dalam lembaga tersebut. Dan bagi siswa yang memenuhi syarat lolos seleksi selanjutnya dapat melakukan daftar ulang dan membeli seragam. Implementasi manajemen kesiswaan harus mempertimbangkan hubungan dan interaksi yang saling mempengaruhi antara komponenkomponen dalam sistem sekolah, serta memastikan adanya koordinasi yang baik untuk mencapai tujuan bersama. Dalam pengimplementasian manajemen peserta didik meliputi pembinaan terhadap peserta didik yang meliputi layananlayanan khusus yang menunjang manajemen peserta didik (Amirudin Tumanggor,2. Teori ini sesuai dengan pengimplementasian manajemen kesiswaan dilembaga SMPN 1 Arjosari, dimana pemantauan kehadiran peserta didik merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen kesiswaan. Untuk menegakan kedisiplinan peserta didik sekolah membuat tatib siswa. Hal ini dapat membantu sekolah atau lembaga pendidikan dalam mengelola kehadiran siswa secara efektif, mengidentifikasi pola absensi, dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan kehadiran. Pembinaan peserta didik diserahkan kepada waka kesiswaan yang dibantu oleh bapak/ibu guru BK serta Pembinaan akademik peserta didik di SMPN 1 Arjosari menggunakan Kurikulum K13 dan kurikulum merdeka. Bagi kelas VII dan Vi menggunakan kurikulum merdeka sengan ksn kelas XI menggunakan kurikulum K13. Dalam membina kegiatan akademik siswa untuk persiapan PAT. PAS maupun UN sekolah mengadakan simulasi terlebih dahulu. hal ini dilakukan agar siswa tidak Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. :April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Yulia Erna Cipta. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MIM 2 Kluwih merasa bimbang dan bingung pada saat pelaksanaan ujian. Sekolah juga bekerja sama dengan pihak polsek dan koramil, serta puskesmas arjosari. Dimana hal itu dilaksankan satu bulan sekali untuk memberikan pengawalan, motivasi serta pelatihan PPB kepada siswa-siswi SMPN 1 Arjosari. Pembinaan non akademik atau ekstrakurikuler merupakan program sekolah yang dibuat untuk menyalurkan bakat, minat dan kemampuan peserta didik agar dapat menjadi prestasi yang membanggakan sekolah. Jenis-jenis kegiatan non akademik yang dilakukan sekolah ada dua yaitu pengembangan diri dan pembiasaan diri. Pengembangan diri terdiri dari pramuka. PMR. Drumband. Seni baca al quran, paduan suara, paskibra, robodik serta club sains. Ada juga sekolah adiwiyata dan sepatu kita serta wirausaha. Sedangkan yang masuk pembiasaan antara lain, baca alquran sebelum memulai pembelajaran, sholat dhuha serta sholat dhuhur berjamaah. Sarana dan prasarana . dalam pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung manajemen kesiswaan yang berfokus pada peningkatan kualitas input peserta didik. Sarpras yang memadai mampu menunjang proses pendidikan untuk mencapai tujuan Pendidikan (James Ronald Tambunan, 2. Sarpras yang memadai, seperti ruang kelas yang nyaman, kantin, ruang ibadah, kamar mandi yang layak, perpustakaan lengkap, laboratorium, dan fasilitas olahraga yang baik, asrma serta kendaraan sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi siswa. Hal ini dapat meningkatkan minat belajar, keterlibatan, dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Evaluasi manajemen kesiswaan dalam meningkatkan input peserta didik di SMPN 1 Arjosari Evaluasi peserta didik di sekolah dilakukan untuk menilai kemajuan hasil belajar peserta didik, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. Tujuan dari evaluasi ini adalah mengidentifikasi kekurangan-kekurangan yang mungkin mempengaruhi kinerja suatu program, sehingga perbaikan dapat diupayakan. Evaluasi manajemen kesiswaan dapat berkontribusi dalam meningkatkan input peserta didik. Evaluasi yang tepat akan memberikan informasi pneting tentang keberhasilan program kesiswaan dan membantu dalam mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan dari proses Dalam konteks evaluasi manajemen kesiswaan, penting untuk memiliki metrik dan indikator yang jelas untuk mengukur keberhasilan input peserta didik (Daniel L. Stufflebeam Guili Zhang, 2. Hal ini sesuai dengan paparan data yang ada bahwa evaluasi peserta didik di Lembaga SMPN 1 Arjosari selalu di lakukan dengan seiring dan terus menerus, melalui mentoring dan supervisi. Kepala Madrasah melakukan penilaian terhadap peserta didik setelah proses penentuan kenaikan kelas selesai dan setelah hasil Ujian Nasional diumumkan. Selain itu, untuk mengukur perkembangan hasil belajar peserta didik, evaluasi dilakukan melalui berbagai cara seperti Ulangan Harian. Ujian Tengah Semester, dan Ujian Akhir Semester. Tujuannya adalah agar proses penerimaan dan pembinaan peserta didik di masa mendatang dapat ditingkatkan, sekaligus meningkatkan mutu input dan output SMPN 1 Arjosari Pacitan pada tahun ajaran berikutnya. Kepala madrasah selalu melibatkan semua unsur dalam institusi dalam melakukan evaluasi peserta didik. Kinerja madrasah dapat dinilai dari berapa banyak prestasi yang dicapai oleh peserta didik setiap tahun ajaran, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana prestasi peserta didik dalam berbagai bidang. Hasil evaluasi peserta didik ini akan dijadikan pedoman untuk meningkatkan bimbingan bagi peserta didik di masa yang akan datang. Proses pembinaan peserta didik dapat semakin ditingkatkan melalui penerapan evaluasi Dengan demikian, evaluasi peserta didik ini menjadi landasan penting untuk pengembangan lebih lanjut. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep manajemen kesiswaan di SMPN 1 Arjosari Pacitan terus berkembang setiap tahunnya dengan tujuan meningkatkan kualitas penerimaan siswa baru. Implementasi manajemen kesiswaan di lembaga ini mencakup perencanaan, pembinaan kedisiplinan. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Al-Amin. Manajemen Kesiswaan Dalam Meningkatkan Input Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Arjosari Pacitan pemantauan siswa, pengembangan kurikulum, ekstrakurikuler, dan fasilitas yang memadai. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui mentoring dan supervisi, dan keberhasilan siswa diukur melalui pemahaman mereka terhadap mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. :April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Yulia Erna Cipta. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MIM 2 Kluwih DAFTAR PUSTAKA