JURNAL MASTER PENJAS & OLAHRAGA Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Hubungan Tingkat Kebugaran Jasmani Dan Persepsi Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani 1Akhmad Sobarna, 2Sumbara Hambali, 3Lala Koswara 1Dosen Prodi. Magister Penjas STKIP Pasundan. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia 2Dosen Prodi. PJKR STKIP Pasundan. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia 3Mahasiswa Prodi. Magister Penjas STKIP Pasundan. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kebugaran jasmani dan persepsi siswa terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode korelasional. Populasi dan sampel yang digunakan adalah seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran pendidikan jasmni, yaitu laki-laki 41 siswa dan perempuan 34 siswa jadi sebanyak 75 orang. Instrumen penelitian ini adalah TKJI 16-19 tahun dan angket. Berdasarkan hasil pengolahan data, disimpulakn bahwa: . Tidak ada hubungan yang signifikan antara TKJI terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajran pendidikan jasmani yaitu dengan nilai rhitung -0,656 > rtabel 0,514 dengan taraf 5%, karena nilai rsquare sebesar 0,006 atau setara 0,6%, korelasi tersebut sangat lemah sehingga diabaikan, karena nilai sebesar 99,4 % tidak ada hubungan . Tidak ada hubungan yang signifikan antara Persepsi siswa terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani yaitu dengan nilai rhitung -0,191 < rtabel 0,849 dengan taraf 5%, sehingga dapat disimpulakan tidak ada hubungan karena nilai rsquare sebesar 0,000 atau setara 0,0%, . Tidak ada hubungan yang signifikan antara TKJI dan Persepsi siswa terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan jasamni yaitu dengan rhitung -0,678 > rtabel 0,500 dan rhitung -0,267 < rtabel 0,790 dengan taraf singnifikan 5%, karena nilai rsquare sebesar 0,007 atau setara 0,7%. Akan tetapi korelasi tersebut sangat lemah sehingga diabaikan, karena nilai sebesar 99,3% tidak ada hubungan. Kata Kunci: Hasil Belajar. Kebugaran Jasmani. Persepsi Siswa ABSTRAC This study aims to determine the relationship of physical fitness levels and student perceptions of student learning outcomes. This research was conducted using the correlational method. The population and sample used were all students who participated in jasmni education learning, namely 41 male students and 34 female students to 75 students. The research instruments were 16-19 years TKJI and questionnaires. Based on the results of data processing, it is concluded that: . There is no significant relationship between TKJI on student learning outcomes in physical education learning that is with a value of -0. 665> rtable 514 with a level of 5%, because the rsquare value of 0. 006 or equivalent to 0. 6%, the correlation is very weak so it is ignored, because the value of 99. 4% there is no relationship . There is no significant relationship between students' perceptions of student learning outcomes in physical education learning that is with a score of -0. 191 rtable 0,500 and r count -0,267 0,05. Artinya bahwa Terdapat hubungan yang AunegatifAyantara Tes Kebugaran Jasmani dengan Hasil Belajar. Tabel 2. Uji Hipotesis Variabel X1 ke Y Tabel Model Summary Model Summary Model ,077a R Square ,006 Adjusted R Std. Error of Square the Estimate -,008 3,137 Dari output di atas diketahui model koefisien R square sebesar 0,006, besaran angka koefisien determinasi tersebut 0,6%. Angka tersebut mengandung arti bahwa Pengaruh TKJI terhadap Hasil Belajar sebesar 0,6% sedangkan sisanya 99,4% tidak ada Pengaruh TKJI terhadap Hasil Belajar. Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Akhmad Sobarna. Sumbara Hambali. Lala Koswara Tabel 3. Uji Hipotesis Variabel X1 ke Y Tabel Anova Model Sum of Mean Square Sig. ,430 ,514b Squares Regression 4,236 4,236 Residual 718,431 9,842 Total 722,667 Berdasarkan output di atas diketahui bahwa nilai signifikansi dalam uji F. F hitung < F tabel = 0,430 < 0,514, sehingga dapat di simpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara TKJI dengan Hasil Belajar. Hasil Uji Korelasi X2 dengan Y Hipotesis 2 yang berbunyi : Ho :Terdapat hubungan yang signifikan antara Persepsi Siswa dengan Hasil Belajar. :Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Persepsi Siswa dengan Hasil Belajar. Hasil analisis dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 21. 0 diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 3. Uji Hipotesis Variabel X2 ke Y Tabel Coefficients Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Sig. Coefficients Std. Error (Constan. 80,323 3,465 PERSEPSI_X2 -,004 ,021 Beta -,022 23,184 ,000 -,191 ,849 Dari tabel di atas, dapat diketahui hasil analisis regresi diperoleh koefisien untuk variabel Persepsi Siswa sebesar(-0,. dengan konstanta sebesar . Sehingga model persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut: Y1 = 80,323 - 0,004 X1 Hasil uji empiris pengaruh Persepsi siswa terhadap Hasil belajar menunjukkan nilai t hitung (-0,. dan p value (Si. sebesar 0,849 yang di bawah alpha 5%, dengan probabilitas 0,849 > 0,05. Artinya bahwa Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Persepsi Siswa dengan Hasil Belajar. Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Akhmad Sobarna. Sumbara Hambali. Lala Koswara Tabel 4. Uji Hipotesis Variabel X2 ke Y Tabel Model Summary Model R Square ,022a Adjusted R Std. Error of Square the Estimate ,000 -,013 3,146 Dari output di atas diketahui model koefisien R square sebesar 0,000, besaran angka koefisien determinasi tersebut 0 %. Angka tersebut mengandung arti bahwa Pengaruh TKJI terhadap Prestasi belajar sebesar 0% sedangkan sisanya 100% tidak ada Pengaruh Persepsi Siswa terhadap Prestasi belajar. Tabel 5. Uji Hipotesis Variabel X2 ke Y Tabel Anova Model Sum of Mean Square Sig. ,036 ,849b Squares Regression ,359 ,359 Residual 722,308 9,895 Total 722,667 Hasil Uji Korelasi X1. X2 dengan Y Hipotesis 3 yang berbunyi : Ho :Terdapat hubungan yang signifikan antara TKJI dan Persepsi Siswa secara bersamasama dengan Hasil Belajar. :Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara TKJI dan Persepsi Siswa secara bersama-sama dengan Hasil Belajar. Hasil analisis dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 21. 0 diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 6. Uji Hipotesis Variabel X1 . X2 ke Y Tabel Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Sig. Coefficients Std. Error (Constan. 83,002 5,262 TKJI_X1 -,140 ,207 PERSEPSI_X2 -,006 ,021 Jurnal Master Penjas & Olahraga Beta 15,773 ,000 -,080 -,678 ,500 -,032 -,267 ,790 Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Akhmad Sobarna. Sumbara Hambali. Lala Koswara Berdasarkan output di atas diketahui bahwa nilai signifikansi dalam uji F. F hitung < F tabel = 0,036 < 0,849, sehingga dapat di simpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara Persepsi Siswa dengan Prestasi belajar. Dari tabel di atas, dapat diketahui hasil analisis regresi diperoleh koefisien untuk variabel TKJI sebesar (-0,. Persepsi Siswa sebesar (-0,. dengan konstanta sebesar . Sehingga model persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut: Y1 = 83,002 - 0,140 X1 - 0,006 X2 Hasil uji empiris pengaruh TKJI terhadap Hasil Belajar menunjukkan nilai t hitung . dan (-0,. dengan p value (Si. yang di bawah alpha 5%, dengan probabilitas 0,500 > 0,05 dan 0,790 > 0,05. Artinya bahwa Terdapat hubungan yang AunegatifAoAo TKJI dan Persepsi Siswa secara bersama-sama dengan Hasil Belajar. Tabel 7. Uji Hipotesis Variabel X1 . X2 ke Y Model R Square ,083a Adjusted R Std. Error of Square the Estimate ,007 -,021 3,157 Predictors: (Constan. PERSEPSI_X2. TKJI_X1 Dari output di atas diketahui model koefisien R square sebesar 0,007, besaran angka koefisien determinasi tersebut 0,7 %. Angka tersebut mengandung arti bahwa ada hubungan antara TKJI dan Persepsi Siswa secara bersama-sama dengan Hasil Belajar sebesar 0,7% . Sedangkan sisanya 99,3% tidak ada hubungan antara TKJI dan Persepsi Siswa secara bersamasama dengan Hasil Belajar. Tabel 4. Uji Hipotesis Variabel X1 . X2 ke Y Tabel Anova Model Sum of Mean Square Sig. ,248 ,781b Squares Regression 4,945 2,473 Residual 717,721 9,968 Total 722,667 Berdasarkan output di atas diketahui bahwa nilai signifikansi dalam uji F. F hitung < F tabel = 0,0248 < 0,781, sehingga dapat di simpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara TKJI dan Persepsi Siswa secara bersama-sama dengan Prestasi Belajar. Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Akhmad Sobarna. Sumbara Hambali. Lala Koswara Pembahasan Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara TKJI dengan Hasil Belajar Secara biologis seseorang yang memiliki tingkat kesegaran jasmani yang baik akan lebih mudah menerima informasi maupun memberikan respon dari informasi yang dia terima dari pada seseorang yang memiliki tingkat kesegaran jasmani yang kurang atau tidak baik. Dengan demikian hipotesa yang penulis ajukan adalah AuAda hubungan yang signifikan antara tingkat kesegaran jasmani terhadap hasil belajar siswaAy. Untuk membuktikan kebenaran hipotesa di atas maka penulis menggunakan analisis korelasi product moment Pearson. Koefisien rxy atau ro yang sudah diperoleh yaitu -0,656, sedangkan rt sebesar 0,514 . Dengan demikian ro > rt, pada taraf signifikan 5% dan koefisien Rsquare sebesar 0,006 atau setara 0,6% maka ada hubungan yang signifikan antara TKJI terhadap Hasil Belajar sebesar 0,6% dan 99,4% tidak ada hubungan yang signifikan antara TKJI terhadap Hasil Belajar, maka hipotesa alternatif (H. yang berbunyi AuAda hubungan yang signifikan antara Tingkat Kesegaran Jasmani terhadap Hasil Belajar SiswaAy, ditolak dan hipotesa nihilnya yang berbunyi AuTidak ada hubungan yang signifikan antara Tingkat Kesegaran Jasmani terhadap Hasil Belajar SiswaAy, diterima. Jadi pada taraf signifikan 5% tidak ada hubungan yang signifikan antara Tingkat Kesegaran Jasmani terhadap Hasil Belajar Siswa-Siswi kelas X-XI-XII Maadrasah Aliyah Husainiyah Tahun Pelajaran 2017 / 2018. Maka rumusan hipotesis yang penulis ajukan ditolak. Namun karena nilainya bertanda negatif (-) maka dapat dinyatakan bahwa dengan interpretasi secara sederhana, antara Tingkat Kesegaran Jasmani . dan Hasil Belajar Siswa . terdapat korelasi negatif atau berlawanan, tetapi sangat lemah. Dengan kata lain semakin baik tingkat kesegaran jasmani maka hasil belajar akan cenderung menurun. Akan tetapi korelasi tersebut sangat lemah sehingga diabaikan . ianggap tidak ada korelasi antara Tingkat Kesegaran Jasmani dan Hasil Belajar Sisw. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kesegaran jasmani terhadap hasil belajar Siswa-Siswi kelas X-XI-XII Maadrasah Aliyah Husainiyah Tahun Pelajaran 2017 / 2018 dengan instrumen tes kesegaran jasmani menurut panduan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) oleh Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani, untuk kategori anak usia 16-19 tahun. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Persepsi Siswa dengan Hasil Belajar Secara biologis seseorang yang memiliki Persepsi Siswa yang baik akan lebih mudah menerima informasi maupun memberikan respon dari informasi yang dia terima dari pada seseorang yang memiliki Persepsi Siswa yang kurang atau tidak baik. Dengan demikian hipotesa yang penulis ajukan adalah AuAda hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap hasil belajar siswaAy. Untuk membuktikan kebenaran hipotesa di atas maka penulis menggunakan analisis korelasi product moment Pearson. Koefisien rxy atau ro yang sudah diperoleh yaitu - Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Akhmad Sobarna. Sumbara Hambali. Lala Koswara 0,191, sedangkan rt sebesar 0,849. Dengan demikian ro > rt, pada taraf signifikan 5% dan koefisien Rsquare sebesar 0,000 atau setara 0% maka ada hubungan yang signifikan antara Persepsi Siswa terhadap hasil Belajar sebesar 0% dan 100% tidak ada hubungan yang signifikan antara Persepsi Siswa terhadap Prestasi Belajar, maka hipotesa alternatif (H. yang berbunyi AuAda hubungan yang signifikan antara Persepsi Siswa terhadap hasil Belajar SiswaAy, ditolak dan hipotesa nihilnya yang berbunyi AuTidak ada hubungan yang signifikan antara Persepsi Siswa terhadap Prestasi Belajar SiswaAy, diterima. Jadi pada taraf signifikan 5% tidak ada hubungan yang signifikan antara Persepsi Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa-Siswi kelas X-XI-XII Maadrasah Aliyah Husainiyah Tahun Pelajaran 2017 / 2018. Maka rumusan hipotesis yang penulis ajukan Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap hasil belajar Siswa-Siswi kelas X-XI-XII Maadrasah Aliyah Husainiyah Tahun Pelajaran 2017 / 2018 dengan instrumen angket persepsi siswa dan Hasil belajar. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara TKJI dan Persepsi Siswa secara bersama-sama dengan Hasil Belajar. Secara umum berdasarkan hasil kedua analisa di atas maka dapat dikatakan hubungan tingkat kesegaran jasmani dan Persepsi Siswa secara bersama-sama dengan hasil belajar siswasiswi kelas X-XI-XII Maadrasah Aliyah Husainiyah Tahun Pelajaran 2017 / 2018, ketiganya berkatagori sedang dan baik sekali. Namun adakah hubungan yang signifikan antara tingkat kesegaran jasmani dan Persepsi Siswa secara bersama-sama dengan prestasi belajar siswa? Secara biologis seseorang yang memiliki tingkat kebugaran jasmani dan persepsi siswa yang baik akan lebih mudah menerima informasi maupun memberikan respon dari informasi yang dia terima dari pada seseorang yang memiliki tingkat kebugaran jasmani dan persepsi siswa yang kurang atau tidak baik. Dengan demikian hipotesa yang penulis ajukan adalah Auada hubungan yang signifikan antara tingkat kesegaran jasmani dan persepsi siswa secara bersamasama dengan prestasi belajar siswaAy. Untuk membuktikan kebenaran hipotesa di atas maka penulis menggunakan analisis korelasi product moment pearson. Koefisien rxy atau ro yang sudah diperoleh yaitu -0,678, dan -0,267 sedangkan rt sebesar 0,500dan 0,790. Dengan demikian ro > rt, pada taraf signifikan 5% dan koefisien Rsquare sebesar 0,007 atau setara 0,7%, maka ada hubungan yang signifikan antara TKJI dan Persepsi Siswa secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar sebesar 0,7% dan sebesar 99,3% tidak ada hubungan yang signifikan antara TKJI dan PersepsiSiswa secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar, maka hipotesa alternatif (H. yang berbunyi AuAda hubungan yang signifikan antara TKJI dan Persepsi Siswa secara bersama-sama dengan Prestasi BelajarAy, ditolak dan hipotesa nihilnya yang berbunyi AuTidak ada hubungan yang signifikan antara TKJI dan Persepsi Siswa secara Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Akhmad Sobarna. Sumbara Hambali. Lala Koswara bersama-sama dengan Prestasi BelajarAy, diterima. Jadi pada taraf signifikan 5% tidak ada hubungan yang signifikan antara TKJI dan Persepsi Siswa secara bersama-sama dengan Prestasi Belajar Siswa-Siswi kelas X-XI-XII Maadrasah Aliyah Husainiyah Tahun Pelajaran 2017 / 2018. Maka rumusan hipotesis yang penulis ajukan ditolak. Namun karena nilainya bertanda negatif (-) maka dapat dinyatakan bahwa dengan interpretasi secara sederhana, antara Tingkat Kesegaran Jasmani . ariabel x. dan Persepsi Siswa . ariabel x. dengan Prestasi Belajar Siswa . terdapat korelasi negatif atau berlawanan, tetapi sangat lemah. Dengan kata lain semakin baik tingkat kesegaran jasmani dan Persepsi Siswa maka prestasi belajar akan cenderung menurun. Akan tetapi korelasi tersebut sangat lemah sehingga diabaikan . ianggap tidak ada korelasi antara Tingkat Kesegaran Jasmani dan Persepsi Siswa secara bersama-sama dengan Prestasi Belajar Sisw. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara Tingkat Kesegaran Jasmani dan Persepsi Siswa secara bersama-sama dengan Prestasi Belajar Siswa-Siswi kelas X-XI-XII Maadrasah Aliyah Husainiyah Tahun Pelajaran 2017 / 2018 dengan instrumen tes kesegaran jasmani menurut panduan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) oleh Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani, untuk kategori anak usia 16-19 tahun, angket persepsi siswa, dan Prestasi belajar . asil UTS semester . Dari hasil ke 3 hipotesis yang ada, dengan melihat tinjauan teori bahwa faktor fisiologis yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah faktor kesehatan dan faktor cacat badan, bukan tingkat kesegaran jasmani dan Persepsi. Faktor kesehatan di sini berarti keadaan sehat atau sakit. Anak yang sakit atau dalam keadaan lemah akan sukar belajar dan anak yang cacat badan harus mendapatkan pendidikan secara khusus. (Slameto, 2010:. Dengan demikian anak yang tingkat kesegaran jasmani dan persepsinya rendah pun dapat memperoleh hasil belajar yang baik apabila memiliki kesehatan yang baik . eadaan fit atau tidak saki. dan Fikiran yang Positif. Hal ini karena adanya faktor psikologis yang lebih dominan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Slameto (Slameto, 2010:. yang mengatakan bahwa Berhasil atau tidaknya belajar itu tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual saja, tetapi juga dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor. Adapun faktor psikologis yang yang mempengaruhi hasil belajar yaitu sikap, bakat, minat dan motivasi. Dengan demikian apabila tingkat kesegaran jasmani dan persepsi dihubungkan dengan hasil belajar untuk UTS semester 1 sangat lemah sekali. Bahkan setelah diadakan penelitian ini hasilnya justru berlawanan karena hasil perhitungan korelasi menunjukkan tanda negatif (-). Dengan kata lain anak yang memiliki tingkat kesegaran jasmani dan persepsi yang tinggi cenderung hasil belajarnya lebih rendah dari pada yang anak yang memiliki tingkat kesegaran jasmani dan persepsi yang biasa-biasa saja. Hal ini mungkin disebabkan karena anak yang memiliki tingkat kesegaran jasmani dan persepsi yang tinggi cenderung lebih menyukai kegiatan-kegiatan dan fisik di luar rumah seperti bermain atau Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Akhmad Sobarna. Sumbara Hambali. Lala Koswara olahraga dibandingkan dengan anak yang memiliki tingkat kesegaran jasmani dan persepsi yang biasa-biasa saja atau rendah cenderung lebih menyukai kegiatan-kegiatan yang ringan seperti membaca buku atau majalah. Namun pendapat ini masih perlu dibuktikan pada penelitian KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang peneliti laksanakan tentang AuHubungan Tingkat Kesegaran Jasmani dan persepsi siswa Terhadap Prestasi Belajar Pada SiswaSiswi kelas X-XI-XII Maadrasah Aliyah Husainiyah Tahun Pelajaran 2017 / 2018Ay dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Tidak ada hubungan yang signifikan antara Tingkat Kesegaran Jasmani dengan Hasil Belajar Siswa. Tidak ada hubungan yang signifikan antara Persepsi siswa dengan Hasil Belajar Siswa. Tidak ada hubungan yang signifikan antara Tingkat Kesegaran Jasmani dan Persepsi Siswa secara bersama-sama dengan hasil Belajar Siswa. DAFTAR PUSTAKA