SAINTEKES Ae VOLUME 2 NOMOR1 . 1 - 11 ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA BATITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREUDU KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA Savira Usrati1. Tahara Dilla Santi2. Fauzi Ali Amin3 1,2,3 Universitas Muhammadiyah Aceh Article Information Article history: Received December 3, 2022 Approved December 30. Keywords: Knowledge. Nutritional Breast milk. Parenting. BBL. Kata Kunci : Pengetahuan. Pola Asuh, status Gizi. BBL. ASI. ABSTRACT The purpose of this study is to determine the analysis of factors related to gross motor development in toddlers in the Meureudu Health Center Working Area. Meureudu District. Pidie Jaya Regency in 2022. This research is descriptive analytic with a crosectional research design. Data collection is carried out by distributing questionnaires. The population in this study was all toddlers as many as 99 people and a sample of 99 toddlers with a sampling technique, namely Total Sampling. The data analysis used is univariate and bivariate with the statistical test used, namely the Chi-Square test. The results showed that there is a relationship between gross motor development and maternal knowledge . , there is a relationship between gross motor development of parenting . , there is a relationship between gross motor development and nutritional status . , there is a relationship between gross motor development and birth weight . and there is a relationship between gross motor development and a history of breastfeeding . gross motor It is hoped that toddler mothers will increase knowledge and motivation by digging up information about gross motor development from various sources such as from health workers and books, so that mothers can supervise gross motor development. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis faktor yang berhubungan dengan perkembangan motorik kasar pada batita di Wilayah Kerja Puskesmas Meureudu Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh batita sebanyak 99 orang dan sampel sebanyak 99 orang balita dengan teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji statistik yang digunakan yaitu uji ChiSquare. Hasil Penelitian memperlihatkan bahwa adanya hubungan perkembangan motorik kasar dengan pengetahuan ibu . value 0,. , ada hubungan perkembangan motorik kasar pola asuh . value 0,. , ada hubungan perkembangan motorik kasar dengan status gizi . value 0,. , ada hubungan perkembangan motorik kasar dengan berat badan lahir . value 0,. dan ada hubungan perkembangan motorik kasar dengan riwayat pemberian ASI . value USRATI AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 1 . 1 - 11 perkembangan motorik kasar. Diharapkan kepada ibu batita untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi dengan menggali informasi tentang perkembangan motorik kasar dari berbagai sumber seperti dari petugas kesehatan dan buku, sehingga ibu dapat mengawasi perkembangan motorik kasar. A 2022 SAINTEKES *Corresponding author email: savirafkm@gmail. PENDAHULUAN Masa kanak-kanak merupakan masa yang perkembangan motorik dan perkembangan itu tepat untuk memulai memberikan stimulus agar anak dapat berkembang secara optimal, karena perilaku manusia (Makhmudah, 2. apa yang dipelajari anak di awal kehidupan Motorik kasar merupakan gerakan tubuh akan mempunyai dampak pada kehidupan di masa yang akan datang. Usia dini merupakan sebagain besar atau seluruh anggota tubuh yang masa peka bagi anak dan sering disebut dengan dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. usia emas . he golden ag. yang merupakan Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang masa dimana terjadi perkembangan yang pesat menggunakan otot-otot halus atau sebagain terhadap semua aspek perkembangan. Salah anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh satu aspek perkembangan yang paling penting kesempatan untuk belajar dan berlatih. Hasil dikembangkan adalah aspek perkembangan keterlambatan perkembangan motorik kasar motorik (Fatmawati, 2. Perkembangan otot-otot Indonesia pada balita merupakan masalah kesehatan dengan angka kejadian sebesar 29,3% di perkembangan pengendalian gerakan tubuh pedesaan dan 18,7% di perkotaan melalui kegiatan yang terkoordinir antara (Nardina, susunan saraf, otot, otak dan spinal cord. Terdapat beberapa negara di dunia yang Seiring dengan perkembangan fisik yang mengalami berbagai masalah perkembangan beranjak matang, perkembangan motorik anak sudah dapat terkoordinasi dengan baik, setiap motorik kasar, angka kejadian keterlambatan gerakannya sudah selaras dengan kebutuhan atau minatnya. Perkembangan motorik adalah sedangkan di Amerika Serikat berkisar 12- perubahan kompetensi atau kemampuan gerak 16%. Thailand sebesar 24%. Argentina sebesar dari mulai masa bayi sampai masa dewasa serta 22% dan di Indonesia mencapai 13-18% melibatkan berbagai aspek perilaku manusia, (Unicef, 2. Data yang diperoleh dari Riset kemampuan motorik dan aspek perilaku yang Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 jumlah anak usia 1-5 tahun sebanyak 4. 23,5%, USRATI AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 1 . 1 - 11 jiwa, jumlah anak yang perkembangan fisiknya Perkembangan motorik kasar anak akan sesuai dengan umur sebesar 83,4% dan yang lebih optimal jika lingkungan tempat tinggal tidak sesuai sebesar 16,6% (Riskesdas, 2. anak mendukung untuk anak bergerak bebas. Sedangkan di Provinsi Aceh pada tahun 2020 Kegiatan diluar ruangan bisa menjadi pilihan jumlah anak usia 1-5 tahun sebanyak 154. jiwa dan yang perkembangan fisik sesuai umur perkembangan otot. Ruangan yang luas dapat sebesar 97,8% dan yang tidak sesuai sebesar 2,2% (Dinkes Provinsi Aceh, 2. mengegrakkan seluruh tubuhnya dengan cara Motorik kasar yang tidak optimal dapat yang tidak terbatas. Selain itu peralatan menyebabkan menurunnya kreatifitas anak bermain anak juga bisa mendorong anak untuk dalam beradaptasi dan ketidakmampuan anak melakukan pergerakan (Yanti, 2. untuk mengenali lingkungannya dan akan Pola asuh orang tua juga berpengaruh mempersulit anak untuk bisa di terima di terhadadap perkembangan motorik kasar anak. Selain itu dampak gangguan karena pola asuh pada anak sangat bergantung motoric kasar pada anak dapat menyebabkan pada nilai-nilai yang di miliki keluarga. Pola minat anak dalam belajar berkurang, retardasi mental, gangguan perkembangan koordinasi, menerapkan disiplin terhadap anaknya. Setiap kurang mampunya anak melakukan aktivitas orangtua memiliki pola asuh yang berbeda- beda untuk mendidik seorang anak untuk Pola kecemburuan dan kekecewaan terhadap anak lain dan malu. Gangguan perkembangan merupakan interaksi antara orangtua dengan motorik kasar dapat disebabkan oleh berbagai anak yang meliputi kebutuhan fisik, psikologis hal yaitu faktor pengetahuan, pola asuh dan dan sosial di lingkungan anak (Safari, 2. lingkungan tempat tinggal (Anandhita, 2. Data dari Dinas Kesehatan Pidie Jaya Pengetahuan merupakan salah satu faktor tahun 2021 jumlah anak usia 1-5 tahun yang mempengaruhi perkembangan motorik 288 jiwa dengan jumlah terbanyak terdapat di Puskesmas Meureudu sebanyak 724 pengetahuan baik tentang perkembangan anak orang (Dinkes Pidie Jaya, 2. Data yang maka ibu akan lebih aktif dalam mencari diperoleh dari Puskesmas Meureudu Kabupaten informasi tentang perkembangan motorik untuk Pidie Jaya periode Januari sampai Desember 2021 jumlah anak balita sebanyak 724 orang sehingga semakin baik pengetahuan ibu maka dengan jumlah anak yang mengalami gangguan perkembangan motorik kasar sebanyak 131 stimulasi yang diberikan ibu pada anaknya orang, kasus ini menungkat dibandingkan (Ifalahma, 2. dengan tahun 2020 sebanyak 109 orang. Kasus Ibu USRATI AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 1 . 1 - 11 melompat, menendang bola, berdiri satu kaki. Seiring dengan perkembangan fisik yang terdapat di Desa Mns Balek dengan jumlah beranjak matang, perkembangan motoric anak balita usia 3 tahun sebanyak 20 orang, sudah dapat terkoordinasi dengan baik, setiap Meuraksa sebanyak 15 orang. Manyang Cut gerakannya sudah selaras dengan kebutuhan sebanyak 20 orang. Beurawang sebanyak 13 atau minatnya. Perkembangan motorik adalah orang. Meunasah Lhok sebanyak 15 orang, perubahan kompetensi atau kemampuan gerak Teupin Peraho sebanyak 16 orang dengan dari mulai masa bayi sampai masa dewasa serta jumlah anak usia 3 tahun sebanyak 99 orang melibatkan berbagai aspek perilaku manusia, periode Januari sampai Mei 2022 (Puskesmas kemampuan motorik dan aspek perilaku yang Meureudu, 2. Hasil wawancara penulis dengan 9 orang perkembangan motorik dan perkembangan itu ibu yang memiliki balita, diketahui bahwa terdapat 2 orang anak yang perkembangan perilaku manusia (Aidah, 2. motoriknya tidak sesuai umur, sedangkan 7 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh orang lainnya perkembangan motoriknya sudah Kembang sesuai umur. Penilaian perkembangan motorik Menurut Hidayat . , dalam proses kasar penulis menggunakan skrining atau pertumbuhan dan perkembangan pada anak setiap individu akan mengalami siklus berbeda setiap kehidupan manusia, peristiwa tersebut perkembangan (KPSP). Hasil observasi yang dapat secara cepat maupun lambat tergantung penulis dapatkan, diketahui bahwa masih banyak ibu yang menyuapi makanan terhadap percepatan dan perlambatan tersebut dapat anaknya sementara usia anaknya sudah 3-5 dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: Faktor herediter Landasan Teori Proses Faktor herediter meliputi bawaan, jenis Perkembangan Motorik Kasar Pada Balita Perkembangan kelamin, ras dan suku bangsa. Faktor hormonal perkembangan pengendalian gerakan tubuh Faktor hormonal yang berperan dalam melalui kegiatan yang terkoordinir antara tumbuh kembang anak antara lain hormon susunan saraf, otot, otak dan spinal cord. somatotropin berperan dalam mempengaruhi Gerakan tubuh balita yang menggunakan otot- menstimulasi terjadinya proliferasi sel kartilago mengangkat kepala, membalik tubuh, berdiri tanpa pegangan, berjalan, menaiki tangga. USRATI AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 1 . 1 - 11 Status sosial ekonomi pertumbuhan sel interstisial dari testis dan Status . Faktor lingkungan perkembangan anak. Anak dengan keluarga . Lingkungan mekanis yang memiliki sosial ekonomi tinggi umumnya Lingkungan mekanis adalah segala hal pemenuhan kebutuhan gizinya cukup baik yang mempengaruhi janin atau posisi janin dibandingkan dengan anak dengan sosial ekonomi rendah. menyebabkan kerusakan pada organ otak janin, . Posisi anak dalam keluarga Secara umum anak pertama atau anak tunggal memiliki kemampuan intelektual lebih menonjol dan cepat berkembang karena sering berinteraksi dengan orang dewasa, namun sehingga kemungkinan bayi lahir dengan BBLR, faktor imunitas dapat mempengaruhi kadang terlambat karena tidak ada stimulasi pertumbuhan dan perkembangan janin karena yang biasanya dilakukan saudara kandungnya. Status kesehatan anak dapat berpengaruh . Zat kimia . Status kesehatan menyebabkan kegagalan tumbuh kembang perkembangan, hal ini dapat terlihat apabila Hal ini berkaitan dengan penggunaan anak berada dalam kondisi sehat dan sejahtera, obat-obatan, alkohol atau kebiasaan merokok maka percepatan untuk tumbuh kembang oleh ibu hamil. menjadi sangat mudah dan sebaliknya. Hormonal . Gizi Hormon-hormon ini mencakup hormon Nutrisi adalah salah satu komponen yang somatotropin, plasenta tiroid dan insulin. Peran penting dalam menunjang keberlangsungan hormon somatotropin yaitu di sekresi kelenjar proses pertumbuhan dan perkembangan. hipofisis janin sekitar minggu ke 9 dan produksinya meningkat pada minggu ke 20 METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian . Budaya lingkungan Budaya lingkungan dalam hal ini adalah budaya di masyarakat yang mempengaruhi Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Meureudu Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya tahun 2022. Populasi dan Sampel pertumbuhan dan perkembangan anak. USRATI AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 1 . 1 - 11 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak batita yang berada di desa Mns HASIL DAN PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan Ibu Balek. Meuraksa. Manyang Cut. Beurawang. Perkembangan Motorik Kasar Meunasah Lhok. Teupin Peraho di Wilayah Tabel 1. Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kerja Puskesmas Meureudu periode Januari Perkembangan Motorik Kasar Pada Batita di Mei Wilayah Kerja Puskesmas Meureudu Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2022 Selanjutnya, sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah anak batita yang berada di Perkembangan Motorik Kasar Wilayah Kerja Puskesmas Meureudu tahun Teknik Pengetahuan penelitian ini adalah Total Populasi Baik Cukup pengambilan sampel yang dilakukan dengan Kurang mengambil seluruh populais berjumlah 99 Sumber: Data Primer . Value Jumlah Tidak Normal 0,002 Tabel 1 memperlihatkan anak yang Instrumen Penelitian dan Cara Pengumpulan perkembangan motorik kasar normal umumnya memiliki ibu dengan pengetahuan baik sebesar Data Alat pengumpulan data dalam penelitian . %), sedangkan sebanyak . ,7%) anak ini menggunakan timbangan digital untuk perkembangan motorik kasar normal memiliki menimbang berat badan batita dan angket ibu dengan pengetahuan cukup dan lebih dari dalam bentuk kuesioner. Data primer adalah setengah . ,6%) anak yang perkembangan motorik kasar tidak normal memiliki ibu responden dengan membagikan kuesioner. dengan pengetahuan kurang. Hasil uji statistisk Data sekunder adalah data yang diperoleh dari memperlihatkan nilai p-value < 0,05. Hal ini Puskesmas Meureudu Kabupaten Pidie Jaya tentang jumlah anak balita. pengetahuan dengan perkembangan motorik Analisis Data Analisis yang digunakan untuk menguji variabel bebas dan variabel terikat melalui uji Penelitian sejalan dengan teori Ifahlama mempengaruhi perkembangan motorik kasar kemaknaan ( = 0,. atau Confident level pada anak. Ibu yang memiliki pengetahuan (CL) Chi-square baik tentang perkembangan anak maka ibu SPSS (Statistical akan lebih aktif dalam mencari informasi Product Service Solution. USRATI AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 1 . 1 - 11 sehingga semakin baik pengetahuan ibu maka stimulasi yang diberikan ibu pada anaknya. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Safari . , hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pola asuh dengan Menurut peneliti ibu yang memiliki perkembangan motorik kasar dengan p value pengetahuan yang kurang cenderung anaknya 0,008. Pola asuh orang tua juga berpengaruh mengalami gangguan perkembangan, hal ini terhadadap perkembangan motorik kasar anak, disebabkan karena ibu tidka mengetahui cara karena pola asuh pada anak sangat bergantung menstimulasi perkembangan pada anak dan pada nilai-nilai yang di miliki keluarga. Pola cara mendeteksi dini gangguan perkembangan. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan menerapkan disiplin terhadap anaknya. Setiap Perkembangan Motorik Kasar orangtua memiliki pola asuh yang berbeda- Tabel 2. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan beda untuk mendidik seorang anak untuk Perkembangan Motorik Kasar Pada Batita di Wilayah Kerja Puskesmas Meureudu Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2022 Perkembangan Pola Asuh Normal Jumlah Tidak Pola merupakan interaksi antara orangtua dengan anak yang meliputi kebutuhan fisik, psikologis Motorik Kasar Value Permisif Otoriter Demokratis dan sosial di lingkungan anak. Penelitian sejalan dengan teori Subagia , menyatakan bahwa pola asuh orang tua 0,001 adalah suatu cara menerapkan disiplin terhadap Setiap orangtua memiliki pola asuh Sumber: Data Primer . yang berbeda-beda untuk mendidik seorang anak untuk menjadi pribadi yang baik. Pola Tabel 2 memperlihatkan anak yang asuh merupakan interaksi antara orangtua perkembangan motorik kasar normal umumnya dengan anak yang meliputi kebutuhan fisik, memiliki ibu dengan pola asuh demokratis psikologis dan sosial di lingkungan anak. Ada sebesar . ,5%), sedangkan sebanyak . ,7%) dua konsep metode disiplin yaitu konsep positif anak perkembangan motorik kasar normal dan konsep negatif. Menurut konsep positif, memiliki ibu dengan pola asuh otoriter dan disiplin ialah pendidikan serta bimbingang yang menekankan tentang pengendalian diri. perkembangan motorik kasar tidak normal Sedangkan konsep negatif, ialah pengendalian memiliki ibu dengan pola asuh permisif. Hasil dengan kekuasaan. Ini adalah suatu sistem uji statistisk memperlihatkan nilai p-value < pengekangan melalui cara yang tidak disukai 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada dan menyakiti anak hubungan pola asuh dengan perkembangan Menurut motorik kasar. ,9%) USRATI AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 1 . 1 - 11 cenderung terjadi dengan pola asuh orang tua karbohidrat, protein dan lemak sert zat-zat lain yang permisif, hal ini disebabkan karena orang sesuai dengan kebutuhan tubuh anak. Makanan atau nutris memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, dimana kebutuhan anak Hubungan Status Gizi Perkembangan Motorik Kasar status gizi yang kurang akan mempengaruhi Tabel 3. Hubungan Status Gizi dengan kekuatan dan kemampuan motorik kasar anak. Perkembangan Motorik Kasar Pada Batita Anak dapat memperoleh pengalaman gerak di Wilayah Kerja Puskesmas Meureudu Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2022 Perkembangan Status Gizi Normal Jumlah Tidak gizinya terpenuhi, anak dengan gizi baik akan Motorik Kasar berbeda dengan kebutuhan orang dewasa. Kurang Normal Lebih terlihat gesit, aktif dan selalu bersemangat Value dalam mengikuti berbagai aktivitas sehingga mempengaruhi perkembangan motorik anak. 0,002 Penelitian sejalan dengan teori Adriani . , balita yang tercukupi dengan baik Sumber: Data Primer . biasanya terlihat lebih aktif, cerdas dan ceria. Tabel 3 memperlihatkan anak yang Selain itu balita akan periang dan pandai perkembangan motorik kasar normal umumnya bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, memiliki sttaus gizi normal sebesar . ,1%), hal ini disebabkan karena gizi merupakan salah satu faktor penting bagi proses kesehatan, . ,7%) perkembangan motorik kasar normal memiliki pertumbuhan dan perkembangan balita. sttaus gizi lebih dan lebih dari setengah Menurut peneliti batita dengan gizi . ,5%) anak yang perkembangan motorik kasar tidak normal memiliki gizi kurang. Hasil motoric kasar, hal ini di sebabkan karena gizi uji statistisk memperlihatkan nilai p-value < 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan status gizi dengan perkembangan kekurnagn gizi sehingga tidak dapat bergarak motorik kasar. secara aktif dan normal. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Rahmawati . Hubungan Berat Badan Lahir Perkembangan Motorik Kasar menunjukkan bahwa ada hubungan status gizi Tabel 4. Hubungan Berat Badan Lahir dengan dengan perkembangan motoric kasar dengan p Perkembangan Motorik Kasar value 0,003. Status gizi baik artinya anak Pada Batita di Wilayah Kerja Puskesmas Meureudu mendapatkan makanan bergizi seimbang antara Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2022 USRATI AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 1 . 1 - 11 Perkembangan Motorik Kasar Berat Badan Jumlah Tidak Normal Normal BBLR perkembangan motorik kasar. BBLR adalah Value Lahir 0,007 bayi yang dilahirkan dengan berat kurang dari 2500 gram. Selain itu bayi BBLR dapat Sumber: Data Primer . kecerdasan dan gangguan pertumbuhan fisik Tabel 4 memperlihatkan anak yang sehingga membutuhkan biaya perawatan yang perkembangan motorik kasar normal umumnya tinggi, sehingga balita dengan riwayat BBLR memiliki berat badan lahir normal sebesar saat lahir maka berisiko mengalami stunting . ,9%), sedangkan sebanyak . ,5%) anak lebih besar dibandingkan dengan balita yang perkembangan motorik kasar tidak normal tidak memiliki riwayat BBLR, karena bayi memiliki iberat badan lahir tidak normal. Hasil dengan BBLR akan mengalami gangguan uji statistisk memperlihatkan nilai p-value < perkembangan motorik kasar. 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada perkembangan motorik kasar. Menurut peneliti batita dengan riwayat BBLR motoric kasar karena batita sudah mengalami Penelitian ini sejalan dengan penelitian kekurangan nutrisi dari masa kandungan Anandhita . , terdapat hubungan antara BBLR dengan perkembangan motorik kasar mempengaruhi gerakan motoric anak. dengan p value 0,012, diperoleh bahwa Hubungan Riwayat Pemberian Eksklusif dengan Perkembangan Motorik perkembangan motorik kasar adalah balita Kasar Tabel 5. Hubungan Riwayat pemberian ASI BBLR BBLR, Eksklusif dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Batita di Wilayah Kerja Puskesmas Meureudu Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2022 pertumbuhan dan perkembangan karena nutrisi 1000 hari awal kehidupan tidka tecukupi Perkembangan Riwayat dengan baik. , menyatakan bahwa berat badan lahir Motorik Kasar Pemberian ASI Normal Eksklusif Penelitian sejalan dengan teori Yanti ASI Tidak Jumlah Value Ada Tidak ada 0,002 Sumber: Data Primer . mempengaruhi perkembangan motorik kasar pada balita, dimana balita yang memiliki riwayat kelahiran dnegan berat badan lahir USRATI AT AL. - VOLUME 2 NOMOR 1 . 1 - 11 Tabel 5 memperlihatkan anak yang SIMPULAN perkembangan motorik kasar normal umumnya Berdasarkan hasil penelitian yang telah ada diberikan ASI Eksklusif sebesar . ,7%), disampaikan, maka dapat disimpulkan bahwa: Ada hubungan pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik kasar tidak normal perkembangan motorik kasar pada batita tidak ada diberikan ASI Eksklusif. Hasil uji dengan p value 0,002, . Ada hubungan pola statistisk memperlihatkan nilai p-value < 0,05. asuh dengan perkembangan motorik kasar pada Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan batita dengan p value 0,001, . Ada hubungan riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi dengan perkembangan motorik kasar perkembangan motorik kasar. pada batita dengan p value 0,002, . Ada . ,7%) Penelitian ini sejalan dengan penelitian hubungan BBL dengan perkembangan motorik Sutrisno . , hasil penelitian menunjukkan kasar pada batita dengan p value 0,007, dan . bahwa ada hubungan pemberian ASI Eksklusif Ada hubungan riwayat pemberian ASI dengan dengan perkembangan motorik kasar dengan p perkembangan motorik kasar pada batita value 0,003. Manfaat ASI bagi bayi adalah dengan p value 0,002. mengalami gangguan perkembangan. Anak yang mendapat ASI Eksklusif hingga usia 6 motorik kasar yang baik dibandingkan dengan balita yang tidak mendapat ASI Eksklusif selama 6 bulan. Hal ini disebabkan karena ASI Eksklusif kebutuhan nutrisi yang baik bagi bayi dan balita sehingga balita yang mendapat ASI Eksklusif akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Menurut peneliti, batita yang tidak mendapat ASI eksklusif cenderung mengalmai gangguan motoric kasar karena tidka mendapat mempengaruhi gerakan motoric kasar. DAFTAR PUSTAKA