JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 4. No 1. April 2021 PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP MIMO 2y2 PATCH PERSEGI PANJANG PADA FREKUENSI LTE 2,3 GHZ Eva Yovita Dwi Utami1. Muhamad Asra Gupita2. Fransiscus Dalu Setiaji3 1, 2, 3 Program Studi Teknik Elektro. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga Jln. Diponegoro 52-60. Salatiga 50711 1 eva. utami@uksw. edu, 2 muhamadasragupita@gmail. com, 3 dalu. setiaji@uksw. Abstract This paper reports the design and realization of a 2y2 MIMO rectangular patch microstrip antenna that operates at frequency of 2. 3 GHz. The antenna design was simulated using Computer Simulation Tools (CST) Microwave Studio 2016 software. Antenna design simulation resulted in a mutual coupling of -30. dB and a gain of 3. 035 dB. The antenna assembly is fabricated using FR4 Epoxy material as a substrate. From the measurement results of the designed antenna, the antenna has a VSWR value of 1. 059 and a gain 483 dB. The bandwidth of this antenna is 60 MHz . 27 MHz - 2. 33 MH. This antenna also has return loss and mutual coupling values of -22. 943 dB and -29. 08 dB at a frequency of 2. 3 GHz, respectively. The realized antenna is tested on mobile wifi and can show an improvement in average signal level reception 6 dB and increasing data rate by 79,7% Keywords : MIMO, microstrip, rectangular patch. LTE Abstrak Pada makalah ini dilaporkan hasil perancangan dan realisasi antena mikrostrip MIMO 2y2 patch persegi panjang yang bekerja pada frekuensi 2,3 GHz. Rancangan antena disimulasikan dengan software Computer Simulation Tools (CST) Microwave Studio 2016. Simulasi rancangan antena menghasilkan mutual coupling -30,34 dB dan gain 3,035 dB. Rancangan antena difabrikasi dengan bahan substrat FR4 Epoxy. Dari hasil pengukuran antena yang dirancang, antena memiliki nilai VSWR sebesar 1,059 dan gain sebesar 3,483 dB. Bandwidth antena ini adalah 60 MHz . ,27 MHz - 2,33 MH. Antena ini juga memiliki nilai return loss dan mutual coupling masing-masing sebesar -22,943 dB dan -29,08 dB pada frekuensi 2,3 GHz. Antena yang direalisasikan diuji pada mobile wifi dan dapat menunjukkan perbaikan penerimaan level sinyal rata-rata sebesar 5,6 dB dan peningkatan kecepatan data sebesar 79,7% Kata kunci MIMO, microstrip, patch persegi panjang. LTE PENDAHULUAN Teknologi komunikasi bergerak Long Term Evolution(LTE) merupakan generasi keempat . G) yang dikembangkan oleh Third Generation Partnership Project . GPP) untuk memperbaiki generasi ketiga UMTS . G)/HSPA. ,5G) yaitu menyediakan kecepatan data yang tinggi. Untuk sebagian besar negara di dunia. LTE-E 2300 . 0Ae2400 MH. dan LTE-D 2600 . 0Ae2640 MH. merupakan pita frekuensi paling banyak diadopsi, terutama di beberapa negara Asia . Di Indonesia, pemerintah telah menambahkan ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. GHz menggunakan frekuensi 1,8 GHz pada LTE. Permintaan akan kecepatan data tinggi dan kapasitas saluran yang handal selalu menjadi bidang perhatian penting di era sistem komunikasi nirkabel modern. Kompetisi untuk mencapai tujuan ini berkontribusi pada pesatnya pengembangan sistem multi-input multi-output (MIMO), memanfaatkan teknik keragaman untuk meningkatkan keandalan komunikasi sistem dengan mengurangi masalah multipath fading . Oleh karena itu teknik MIMO menjadi salah JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire satu komponen kunci dalam implementasi LTE. MIMO merupakan sistem yang terdiri dari sejumlah antena pengirim dan penerima pada perangkat transceiver sistem komunikasi nirkabel, dengan setiap antena mengirimkan data secara independen dan simultan . Misalnya MIMO 2C2 merupakan antena MIMO dengan dua antena pengirim dan dua antena Sistem MIMO ini dikembangkan untuk mengatasi adanya peredupan . akibat propagasi jalur jamak pada sistem komunikasi bergerak sehingga dapat meningkatkan kinerja dan kecepatan pengiriman data. Dalam . dijelaskan bahwa pada LTE, permintaan pengguna dan mobilitas perangkat komunikasi bergerak terjadi di dalam ruangan. Untuk mendukung hal tersebut, antena pada sistem MIMO haruslah antena berbentuk planar, kompak dan mudah difabrikasi. Antena yang mememenuhi persyaratan tersebut adalah antena mikrostrip. Antena ini memiliki kelebihan diantaranya sederhana, murah dalam fabrikasi, bobotnya ringan, dimensinya relatif kecil, dapat difabrikasi oleh teknologi printedboard modern serta mudah diintegrasikan dengan microwave integrated circuits (MIC. Dengan uraian yang telah dijelaskan di atas, maka pada makalah ini, akan dilaporkan perancangan, realisasi dan pengujian antena mikrostrip MIMO 2C2 berbentuk persegi panjang untuk LTE dengan frekuensi kerja 2,3 GHz. Jika dalam penelitian-penelitian antena LTE sebelumnya kinerja antena belum terukur pada perangkat LTE, maka di dalam makalah ini akan dilaporkan juga pengukuran tingkat penerimaan sinyal dan kecepatan mengunduh data dengan menggunakan antena hasil perancangan pada perangkat mobile LTE. TINJAUAN PUSTAKA DAN TEORI Tinjauan Pustaka Penelitian-penelitian mikrostrip MIMO telah banyak dilakukan sebelumnya untuk aplikasi LTE dan juga Wi-Fi. Pada penelitian sebelumnya telah dirancang bangun antena mikrotrip MIMO 2y2 patch segitiga untuk LTE pada frekuensi 2,3 GHz yang menghasilkan gain 1,02 dB oleh Situmorang . Antena mikrostrip MIMO 4y4 patch bowtie untuk LTE pada frekuensi 1,8 GHz yang menghasilkan gain 3,62 dB dilakukan oleh Jhon et al . Pada . dilaporkan perancangan antena mikrostrip MIMO 2y2 dengan patch persegi panjang untuk Wi-Fi pada frekuensi 5,2 GHz yang menghasilkan gain 3,33 dB dan mutual coupling < -20 dB. Perancangan antena MIMO 2y2 juga dibahas pada . dengan bentuk patch ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Volume 4. No 1. April 2021 triangular untuk apikasi Wi-Fi pada frekuensi 2,4 GHz, dengan hasil gain 3,85 dB dan mutual coupling -42 dB. Sedangkan pada . dirancang antena MIMO 2y2 dengan bentuk patch lingkaran untuk aplikasi WI-Fi pada frekuensi 2,4 GHz yang menghasilkan desain antena dengan gain 5,08 dB. Bentuk patch yang sama diteliti pada . yang menghasilkan gain 3,42 Pada . dirancang antena mikrostrip MIMO dengan bentuk patch lingkaran untuk LTE pada frekuensi 2,35 GHz menghasilkan gain pada simulasi sebesar 4,339 dB dan pada pengukuran sebesar 8 dB. Sementara pada . dirancang antena MIMO untuk LTE pada frekuensi 2,35 GHz dengan bentuk patch mikrostrip rektangular, menghasilkan gain pada simulasi sebesar 2,87 dB dan pada pengukuran diperoleh gain 4,99 dB. Perancangan antena untuk LTE pada frekuensi 1,8 GHz dengan konfigurasi circular line patch dan thick line dilaporkan pada . dengan hasil gain sebesar 2,457 dB. Perancangan antena MIMO 4C4 berbentuk lingkaran pada frekuensi 2,4 GHz untuk aplikasi Wireless LAN dilaporkan pada . Pada penelitian-penelitian yang telah disebutkan di atas, bentuk patch rektangular atau persegi panjang dirancang pada frekuensi 2,35 GHz dan 5,2 GHZ sedangkan dalam penelitian ini, dirancang antena MIMO 2C2 dengan mengambil bentuk patch persegi panjang pada frekuensi 2,3 GHz. Pada penelitian antena untuk aplikasi Wireless LAN telah dilakukan pengujian penerimaan kuat sinyal dan kecepatan sinyal menggunakan antena yang telah dirancang. Akan tetapi pada perancangan antena MIMO LTE tidak dilaporkan pengujian penerimaan kuat sinyal antena dan kecepatan Maka pada penelltian ini akan dilaporkan hasil pengujian penerimaan level daya sinyal dan kecepatan mengunduh data dengan memasang dan mengoperasikan antena yang telah direalisasikan pada perangkat LTE. Antena Mikrostrip Antena mikrostrip merupakan sebuah antena yang tersusun atas tiga elemen yaitu: bidang peradiasi . , bidang substrat, dan bidang pentanahan . seperti tampak pada Gambar 1. Bentuk patch antena bervariasi misalnya bentuk persegi panjang . , lingkaran, segitiga, cincin, oval, disc sector dan sebagainya . JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire maka panjang patch (L. diberikan oleh: Volume 4. No 1. April 2021 yaycy = yayceyceyce Oe 2OIya Patch Substrate Untuk menentukan panjang dan lebar dimensi minimal ground plane dapat menggunakan Persamaan . dan Persamaan . , yaitu yayci = . ycu E. ycOyci = . ycu E. ycOycy . Ground Plane Gambar 1. Struktur Antena Mikrostrip . Pada Gambar 1 ditunjukkan bentuk patch persegi panjang pencatuan line feed, dengan inset feed. Berikut ini adalah perhitungan untuk merancang antena mikrostrip berbentuk patch persegi panjang . Menentukan lebar patch (W. adalah sebagai berikut ycOycy = yca uA . 2yceycu Oo yc Dengan c adalah kecepatan cahaya di ruang bebas yaitu sebesar 3C108 m/s, fo adalah frekuensi kerja antena, dan Ar adalah permitivitas relatif bahan substrat. Untuk menentukan panjang patch (L. diperlukan parameter OIL yang merupakan pertambahan panjang akibat adanya fringing Pertambahan panjang (OIL) tersebut dirumuskan pada Persamaan . OIya = 0,412 Oo Ea ycOycy 0,. Ea ycOycy . uAycyceyceyce Oe0,. ( 0,. Ea . uAycyceyceyce 0,. ( . Dengan h adalah tebal substrat, dan Areff adalah permitivitas relatif efektif yang dirumuskan sebagai berikut. yuA 1 yuAycyceyceyce = yc yuA Oe1 ycy Dan kemudian panjang patch dirumuskan sebagai berikut yayceyceyce = 2yce ycu OoyuAycyceyceyce . Oo1 12ycO ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Dengan Lg adalah panjang minimal ground plane dan Wg adalah lebar minimal ground plane. Semua besaran ukuran antena dinyatakan dalam satuan milimeter. METODOLOGI PENELITIAN Skema Alur Penelitian Perancangan dan realisasi antena dalam penelitian ini melalui tahapan yang ditunjjukkan dalam Gambar 2. Tahap pertama adalah ditunjukkan pada Tabel 1. Setelah menentukan spesifikasi maka Persamaan . sampai dengan Persamaan . Untuk melakukan perhitungan diperlukan informasi nilai awal yaitu frekuensi kerja antena pada 2,3 GHz, ketebalan bahan substrat yang digunakan yaitu FR4 Epoxy sebesar 1,6 mm dan permitivitas relatif substrat sebesar 4,65. Hasil perhitungan digunakan untuk membuat gambar rancangan antena pada software CST Microwave Studio. Pada rancangan awal, dibuat antena elemen tunggal terlebih dahulu. Software akan menampilkan secara grafis nilai parameter Jika hasil simulasi belum mencapai spesifikasi maka dilakukan optimasi dengan memodifikasi dimensi antena sampai diperoleh hasil yang paling mendekati spesifikasi. Hasil optimasi single patch terbaik dipilih untuk kemudian diduplikasi menjadi antena MIMO 2y2. Simulasi dan optimasi kembali dilakukan sampai diperoleh hasil terbaik yang mendekati Rancangan menghasilkan parameter terbaik difabrikasi menjadi bentuk fisik antena. Pengukuran antena diperlukan untuk memastikan bahwa hasil fabrikasi sesuai dengan spesifikasi. Tahap terakhir adalah menguji antena yang digunakan untuk menerima data pada perangkat LTE. JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 4. No 1. April 2021 Gambar 5. Hasil simulasi bandwidth antena MIMO 2y2 Gambar 2. Diagram alir tahapan perancangan Gambar 6. Hasil simulasi impedansi antena MIMO 2y2 TABEL I. SPESIFIKASI ANTENA Parameter Frekuensi tengah VSWR Return Loss pada frekuensi tengah Mutual coupling Gain Bandwidth Nilai 2,3 GHz < -20 dB < -20 dB > 3dB > 50 MHz Hasil Simulasi Simulasi dan optimasi rancangan antena yang telah dilakukan menghasilkan grafik parameter kinerja antena sebagai berikut. Gambar 3. Hasil simulasi return loss dan mutual coupling antena MIMO 2 y 2 Gambar 4. Hasil simulasi VSWR antena MIMO 2y2 ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Gambar 7. Hasil simulasi gain antena MIMO 2y2 Gambar 3 merupakan hasil simulasi return loss dan mutual coupling antena MIMO 2y2 yang menunjukkan pada frekuensi kerja 2,302 GHz memiliki return loss sebesar -54,31 dB dan nilai mutual coupling sebesar -30,34 dB. Hasil mutual coupling <-20 dB diperlukan untuk mengisolasi antar antena karena pada MIMO, antena berada dalam satu board dan beroperasi secara simultan. Gambar 4 menunjukkan hasil simulasi VSWR antena MIMO 2y2 bernilai 1,004. Bandwidth yang diperoleh sebesar 90 MHz dengan rentang frekuensi 2,2577 MHz sampai 2,3477 MHZ yang merupakan rentang frekuensi dengan nilai return loss <-9,54 dB ditunjukkan pada Gambar 5. Impedansi antena 50,18 j0,04 telah mendekati impedansi masukan 50 sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar 6. Pada Gambar 7 dapat dilihat hasil simulasi gain antena MIMO 2y2 menghasilkan gain sebesar 3,035 dB. Gambar 8 menunjukkan hasil simulasi pola radiasi antena MIMO 2y2 pada sudut elevasi dan Gambar 9 untuk pola radiasi azimuth. Kedua gambar tersebut menunjukkan bahwa antena MIMO 2 y 2 ini memiliki pola radiasi direksional. JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 4. No 1. April 2021 batas-batas nilai return loss < -10 dB, sehingga diperoleh bandwidth sebesar 60 MHz dengan rentang frekuensi 2,27 MHz sampai dengan 2,33 MHz. Gambar 8. Hasil simulasi pola radiasi elevasi antena MIMO 2y2 Gambar 9. Hasil simulasi pola radiasi azimuth antena MIMO 2y2 Gambar 11. Hasil pengujian return loss antena MIMO 2y2 HASIL DAN PEMBAHASAN Rancangan antena yang telah disimulasikan kemudian difabrikasi dengan bahan FR4 Epoxy, sehingga diperoleh antena seperti pada Gambar Antena yang telah direalisasikan diukur dengan alat Spectrum Analyzer dan Network Analyzer untuk mengetahui nilai parameter VSWR, return loss, impedansi, gain, mutual coupling dan pola radiasi. Gambar 12. Hasil pengukuran mutual coupling antena MIMO 2y2 Gambar 10. Hasil fabrikasi antena MIMO 2y2 Hasil pengukuran return loss dan bandwidth ditunjukkan Gambar 11. Marker 1 (MKR. menunjukkan nilai return loss sebesar 22,943 dB pada frekuensi 2,3 GHz, marker 2 (MKR. menandai nilai return loss sebesar 10,185 dB pada frekuensi 2,27 GHz dan marker 3 (MKR. memperlihatkan nilai return loss sebesar -10,231 dB pada frekuensi 2,33 GHz. Pada frekuensi resonansi telah diperoleh nilai return loss yang diinginkan yaitu O -20 dB. Mengacu pada marker 2 (MKR. dan marker 3 (MKR. pada Gambar 11, dapat diperoleh ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Pengukuran mutual coupling pada Gambar 12 menunjukkan nilai -29,08 dB pada frekuensi resonansi 2,3 GHz (MKR. , sementara pada frekuensi 2,272 GHz (MKR. diperoleh nilai 31,482 dB, dan pada frekuensi 2,33 GHz (MKR. didapatkan nilai -27,823 dB. Dengan demikian nilai mutual coupling yang dicapai telah memenuhi spesifikasi < -20 dB. Hasil pengukuran VSWR diperlihatkan pada Gambar 13, yaitu nilai VSWR terukur sebesar 1,059 pada frekuensi 2,3 GHz (MKR. , dan pada frekuensi 2,272 GHz (MKR. dan frekuensi 2,33 GHz (MKR. diperoleh nilai masing-masing sebesar 1,045 dan 1,072. Sedangkan pada Gambar 14 diperoleh nilai JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 4. No 1. April 2021 Impedansi 52,9 j0,69 pada frekuensi 2,3 GHz. Gambar 13. Hasil Pengukuran MIMO 2y2 VSWR Gambar 15. Hasil pengujian pola radiasi azimuth antena MIMO 2y2 Gambar 16. Hasil pengujian pola radiasi elevasi antena MIMO 2y2 Gambar 14. Hasil Pengukuran antena MIMO 2y2 Impedansi Pengukuran gain dilakukan dengan menggunakan spectrum analyzer, function generator dan antena horn sebagai antena Antena horn tersebut mempunyai gain antena sebesar 12 dB. Dengan melakukan sepuluh kali pengukuran diperoleh nilai ratarata gain sebesar 3,483 dB. Gambar 15 dan Gambar 16 menunjukkan hasil pola radiasi sudut azimuth dan elevasi. Dari hasil pengukuran pola radiasi pada frekuensi 2,3 GHz, dapat digambarkan pola radiasi antena mikrostrip MIMO 2y2 yang cenderung berbentuk direksional. Perbandingan hasil simulasi dan pengukuran dapat dilihat pada Tabel II. Secara umum hasil simulasi maupun pengukuran telah memenuhi spesifikasi ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. TABEL II. PARAMETER ANTENA HASIL SIMULASI DAN PENGUKURAN Parameter Hasil Simulasi Rentang Frekuensi VSWR pada frekuensi 2,3 GHz Return Loss pada frekuensi 2,3 GHz Mutual Coupling pada frekuensi 2,3 GHz Bandwidth pada return loss <-10 dB Gain 2,26 Ae 2,35 GHz 1,004 Hasil Pengukura 2,26 Ae 2,35 GHz 1,059 -37,28 dB -22,94 dB -30,32 dB -29,08 dB 90 MHz 60 MHz 3,035 dB 3,483 dB JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Dengan memperhatikan Tabel II maka antena yang telah dirancang memiliki nilai gain yang lebih baik . ,035 dB pada simulasi dan 3,483 dB pada pengukura. jika dibandingkan dengan antena patch segitiga yang bekerja pada frekuensi 2,3 GHz dalam . yaitu sebesar 1,02 dB pada simulasi dan 1,05 dB pada pengukuran. Sedangkan pada penelitian . , yang menggunakan patch persegi panjang pada frekuensi 2,35 GHz diperoleh gain hasil simulasi 2,87 dB dan hasil pengukuran 4,99 dB, bandwidth simulasi 48,1 dB dan bandwidth pengukuran 68 MHz. Sehingga antena yang dirancang ini memiliki nilai gain dan bandwidth lebih tinggi pada simulasi, namun lebih kecil pada hasil pengukuran jika dibandingkan dengan penelitian . Pengujian berikutnya adalah dengan memasang antena MIMO 2y2 pada mobile wifi . erangkat terminal berstandar LTE) dan diukur tingkat daya terimanya, kemudian dibandingkan saat mobile wifi tanpa tambahan antena MIMO 2y2. Pengujian menggunakan software Homedale untuk mengetahui tingkat daya terima . dan menggunakan mobile wifi Huawei e5577. Pada Tabel i menunjukkan pada jarak 1 meter, tingkat daya terima mobile wifi tanpa antena MIMO 2y2 sebesar -37 dBm dan tingkat daya terima mobile wifi dengan antena MIMO 2y2 adalah -30 dBm, kedua nilai tersebut menunjukkan bahwa tingkat daya terima mobile wifi lebih tinggi menggunakan antena MIMO 2y2 daripada ketika menggunakan antena mobile wifi saja. Hal yang serupa dapat diketahui dengan jarak lainnya. Dengan menghitung selisih tingkat penerimaan daya tanpa antena MIMO dan dengan antena MIMO diperoleh ratarata peningkatan daya sebesar 5,6 dB. Nilai ini jika dikonversikan ke dalam nilai daya mutlak diperoleh peningkatan level daya terima sebesar 3,86 kali lebih kuat. Dengan demikian dapat ditunjukkan bahwa penggunaan antena MIMO 2y2 dapat meningkatkan level daya terima mobile wifi. ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Volume 4. No 1. April 2021 TABEL i. HASIL PENGUJIAN TINGKAT PENERIMAAN DAYA Tingkat Penerimaan Daya Sinyal Tanpa Dengan Antena Antena MIMO MIMO -37 dBm -30 dBm -42 dBm -37 dBm -45 dBm -41 dBm -50 dBm -42 dBm -53 dBm -45 dBm -58 dBm -52 dBm -59 dBm -55 dBm -61 dBm -57 dBm `-63 dBm -58 dBm -65 dBm -60 dBm Rata-rata peningkatan penerimaan kuat sinyal Peningkatan level daya . B) 5,6 dB Selain pengujian tingkat penerimaan daya juga dilakukan pengujian kecepatan mengunduh Pengujian dilakukan dengan cara memasang antena MIMO 2y2 pada mobile wifi dan mengukur kecepatan download-nya, kemudian dibandingkan saat mobile wifi tanpa tambahan antena MIMO 2y2. Pengujian menggunakan provider Smartfren, pengujian Speedtest. net untuk mengetahui kecepatan download (Mbp. dan menggunakan mobile wifi Huawei e5577. Pada Tabel IV menunjukkan tanpa menggunakan antena MIMO 2y2 kecepatan download terbaik adalah 9,83 Mbps sedangkan menggunakan antena MIMO 2y2 kecepatan download terbaik adalah 16,4 Mbps, kedua nilai tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kecepatan download pada saat menggunakan antena MIMO 2y2 yaitu sebesar 6,57 Mbps. Maka kecepatan download akan lebih baik jika menggunakan antena MIMO 2y2. Dari sepuluh data hasil pengukuran dapat diperoleh rata-rata peningkatan sebesar 4,387 Mbps dan persentase peningkatan sebesar 79,7%. Maka dapat ditunjukkan bahwa kecepatan download akan lebih baik jika menggunakan antena MIMO 2y2. Pengujian penerimaan kuat sinyal dan kecepatan data juga dilakukan dalam penelitianpenelitian sebelumnya yaitu pada perancangan antena MIMO untuk aplikasi wireless LAN. Pada . , dalam kondisi non line of sight level daya terima sinyal meningkat sebesar 1,67 dB, sementara rata-rata kecepatan data meningkat 25,8%. Hasil penelitian pada . menunjukkan persentase kecepatan sinyal 50%, persentase kecepatan download 97,1% dan persentase kecepatan upload 38,9% yang berarti kecepatan JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire dowmload lebih baik daripada hasil pada Tabel IV di atas. Pada . dilaporkan peningkatan sebesar 4,2 dB pada penggunaan antena MIMO untuk wireless LAN 2,4 GHz. Hasil ini juga menunjukkan peningkatan yang tidak berbeda jauh dengan hasil pada makalah ini. TABEL IV. HASIL PENGUJIAN KECEPATAN DATA Percobaan Kecepatan download (Mbp. Tanpa Dengan Antena Antena MIMO MIMO 5,71 6,76 7,23 9,83 15,14 9,01 4,66 5,99 3,05 2,85 3,82 5,82 `3,82 7,19 3,52 12,21 Rata-rata 5,502 9,889 Peningkatan kecepatan data Selisih Kecepatan (Mbp. -1,99 0,47 5,31 7,39 1,33 8,55 8,75 3,37 8,69 4,387 79,7% Kesimpulan dan Saran Berdasarkan keseluruhan tahapan yang telah dilakukan yaitu perancangan, fabrikasi dan pengujian antena, dapat disimpulkan bahwa Antena mikrostrip MIMO 2y2 patch persegi panjang yang telah direalisasikan dapat bekerja pada frekuensi tengah 2,3 GHz, dengan menghasilkan nilai return loss sebesar -22,943 dB, nilai mutual coupling sebesar -29,08 dB, nilai VSWR sebesar 1,059 pada frekuensi 2,3 GHz. dengan banddwidth 60 MHz . ,27 MHz - 2,33 MH. , dan gain hasil pengukuran adalah 3,483 Pola radiasi antena mikrostrip MIMO 2y2 patch persegi panjang dari hasil pengukuran adalah direksional. Antena MIMO yang telah dirancang dan direalisaskan ini, elemennya masih berbentuk sederhana yaitu patch tunggal persegi panjang, sehingga kinerjanya masih pada nilai tipikal yang dihasilkan antena mikrostrip elemen Untuk meningkatkan kinerja antena terutama pada gain dan bandwidth, elemen antena dapat dikembangkan dalam bentuk multilayer atau array. Pengembangan lainnya dapat juga menggunakan metode defected ground structure untuk meningkatkan kinerja tanpa menambah ukuran fisik antena. ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Volume 4. No 1. April 2021 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Kristen Satya Wacana yang telah mendanai penelitian ini. Daftar Pustaka: