Vol. No. Mei 2025, hal, 1-9 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol2. Iss01. Penyuluhan Pendidikan: Kiat untuk Meningkatkan Kesadaran Pendidikan pada Penduduk Dukuh Warak. Kalurahan Girisekar. Kabupaten Gunungkidul Mu'thi Ali. Rahmat Ramadan Almu. Zubaer Zubaer. Andy Fahmi Halim. 1,2,3,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia E-mail: muthyali890@gmail. com, . rahmatalmoe@gmail. com, . zubaer060101@gmail. fahmi@stai-ali. Info Artikel Kata kunci : penyuluhan pendidikan pendidikan tinggi masyarakat pedesaan kesadaran orang tua Penulis Koresponden : MuAothi Ali E-mail : muthyali890@gmail. ABSTRAK Kegiatan penyuluhan pendidikan di Dusun Warak. Desa Girisekar, dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan tinggi dalam membentuk masa depan ekonomi dan sosial yang lebih baik. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi akibat faktor ekonomi, jarak, serta minimnya kesadaran akan manfaat pendidikan. Kegiatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan penyampaian figur inspiratif lokal seperti Ustadz Abduh Tuasikal untuk memperkuat pesan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan tinggi, ditunjukkan melalui respons positif peserta serta testimoni warga yang diwawancarai. Kegiatan ini juga berhasil membuka wawasan masyarakat tentang solusi akses pendidikan, seperti pemanfaatan beasiswa dan pendidikan daring. Kendala utama seperti keterbatasan ekonomi dan informasi ditanggapi dengan strategi konkret yang disampaikan dalam penyuluhan. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir masyarakat dan meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di masa PENDAHULUAN Pendidikan tinggi memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup individu dan masyarakat. Namun, tidak semua masyarakat di Indonesia memiliki kesempatan dan kesadaran yang sama untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang tersebut. Berdasarkan data dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia pada tahun 2023 baru mencapai sekitar 31,45%, angka ini masih menunjukkan kesenjangan akses yang cukup besar, terutama di daerah perdesaan (Yanuar, 2. Salah satu wilayah yang menghadapi tantangan tersebut adalah Dusun Warak. Desa Girisekar. Kabupaten Gunungkidul. Berdasarkan data statistik dari situs resmi Pemerintah Desa Girisekar, mayoritas penduduknya hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat SD dan SMP, dengan persentase tamatan sarjana yang sangat rendah. Ketimpangan ini diperkuat oleh data Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Penyuluhan Pendidikan: Kiat Untuk Meningkatkan KesadaranA. observasi awal yang menunjukkan bahwa masih sedikit anak-anak dari keluarga di dusun ini yang memiliki minat atau peluang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. 1 Data Jenjang Pendidikan Girisekar. Gunungkidul. Berbagai faktor menjadi penyebab rendahnya partisipasi pendidikan tinggi di wilayah ini, di antaranya adalah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, keterbatasan akses terhadap perguruan tinggi, dan kurangnya informasi mengenai program-program bantuan pendidikan. Menurut Hardana . , kemiskinan masih menjadi penghambat utama dalam pencapaian pendidikan tinggi di Indonesia, terutama di daerah-daerah pinggiran yang belum memiliki akses memadai terhadap infrastruktur pendidikan dan transportasi. Sementara itu. Selvia dan Fitriani . mengungkapkan bahwa rendahnya motivasi dan persepsi tentang urgensi pendidikan tinggi juga menjadi faktor yang berkontribusi besar terhadap lemahnya minat melanjutkan studi. Selain itu, hasil studi Durrotunnafisa dan Rosy . menyebutkan bahwa tingkat pendidikan dan pendapatan orang tua berpengaruh signifikan terhadap minat anak dalam melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Kondisi ini selaras dengan temuan di lapangan, bahwa anak-anak yang berasal dari keluarga dengan latar belakang pendidikan rendah cenderung menganggap pendidikan tinggi sebagai sesuatu yang tidak relevan dengan kehidupan mereka. Bahkan dalam beberapa kasus, anak-anak lebih memilih untuk bekerja selepas SMP atau SMA guna membantu perekonomian keluarga. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Mu'thi Ali dkk. Bukan hanya hambatan ekonomi dan akses yang menjadi tantangan, tetapi juga pendekatan pendidikan yang belum menyentuh aspek motivasional dan pemahaman jangka panjang tentang manfaat pendidikan tinggi. Dalam konteks pembelajaran, pendekatan berbasis problem solving telah terbukti mampu meningkatkan hasil belajar dan memotivasi peserta didik untuk berpikir kritis (Angriani dkk. , 2. Hal ini menjadi penting untuk diterapkan dalam kegiatan penyuluhan kepada masyarakat, agar mereka tidak hanya memahami pendidikan sebagai keharusan formalitas, tetapi sebagai sarana pemberdayaan dan transformasi diri. Minimnya figur sukses dari lingkungan sekitar yang menempuh pendidikan tinggi turut menjadi faktor rendahnya aspirasi akademik masyarakat. Anak-anak cenderung meneladani lingkungan terdekatnya, sehingga ketiadaan role model dalam bidang pendidikan menyebabkan lemahnya dorongan untuk melanjutkan studi. Menurut Taufan dkk. , pendidikan memiliki dimensi mendalam yang bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan orientasi masa depan individu. Maka dari itu, upaya penyuluhan pendidikan yang dirancang secara sistematis menjadi sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan tinggi. Sebagai langkah konkret, kegiatan penyuluhan pendidikan dilaksanakan di Dusun Warak sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran kolektif dan individual akan pentingnya pendidikan tinggi. Penyuluhan ini ditujukan tidak hanya kepada anak-anak sebagai calon mahasiswa, tetapi juga kepada para orang tua sebagai pengambil keputusan utama dalam Materi yang disampaikan tidak hanya menyoroti pentingnya pendidikan tinggi dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi sosial, budaya, dan pembangunan karakter, dengan harapan dapat memutus rantai kemiskinan struktural dan menciptakan masyarakat yang lebih berdaya. METODE PENGABDIAN Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan Penyuluhan dalam konteks ini dipahami sebagai proses pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif yang tidak hanya mentransfer informasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan pola pikir secara berkelanjutan (Amanah, 2. Sebagai sebuah pendekatan berbasis ilmu perilaku, penyuluhan ini menekankan pentingnya membangun kesadaran dan keterlibatan aktif dari masyarakat sasaran. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Warak. Desa Girisekar. Kecamatan Panggang. Kabupaten Gunungkidul. Yogyakarta, pada bulan Januari 2025. Pemilihan lokasi didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi di wilayah tersebut. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Penyuluhan Pendidikan: Kiat Untuk Meningkatkan KesadaranA. Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah orang tua dan anak-anak usia remaja. Orang tua diberikan penyuluhan tentang pentingnya mendukung pendidikan anak di rumah dan memahami pendidikan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar sarana mencari pekerjaan (Durrotunnafisa & Rosy, 2. Sementara itu, remaja diberikan motivasi agar memiliki semangat belajar, serta dibekali nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan gambaran nyata mengenai manfaat pendidikan tinggi dalam kehidupan pribadi maupun sosial (Nabila dkk. , 2. Agar penyuluhan berjalan efektif dan terstruktur, kegiatan ini dirancang dalam tiga sesi utama yang disesuaikan dengan waktu dan karakteristik peserta. Jadwal pelaksanaan setiap sesi adalah sebagai berikut: Sesi 1: Remaja putri, pukul 15. 30 WIB Sesi 2: Ibu-ibu, pukul 16. 30 WIB Sesi 3: Bapak-bapak dan remaja putra, setelah salat Maghrib hingga menjelang Isya Setiap sesi berlangsung selama satu jam, dengan metode penyampaian yang mengutamakan interaksi dan partisipasi aktif dari peserta. Adapun tahapan pelaksanaan penyuluhan dalam setiap sesi meliputi: Pembukaan dan perkenalan (A15 meni. , untuk membangun suasana yang hangat dan terbuka. Penyampaian materi utama (A35 meni. , dilakukan melalui ceramah interaktif dengan contohcontoh nyata yang relevan dengan kehidupan peserta. Diskusi dan tanya jawab (A10 meni. , yang memberikan ruang kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan, pengalaman, dan mencari solusi bersama atas permasalahan pendidikan yang mereka hadapi. Struktur kegiatan ini disusun agar bisa direplikasi dengan mudah oleh pelaksana lain di lokasi berbeda, dengan menyesuaikan konteks lokal dan kelompok sasaran. Penyuluhan ini juga melibatkan pendekatan kultural dengan menghadirkan figur inspiratif dari masyarakat setempat, sehingga materi yang disampaikan lebih membumi dan berdampak. HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Penyuluhan Penyuluhan berlangsung dengan baik dan mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat, dengan total partisipan sebanyak 400 orang, terdiri dari 350 perempuan dan 50 laki-laki, yang dibagi menjadi dua kelompok besar: orang tua dan anak-anak. Orang tua diberikan pemahaman mengenai peran mereka dalam mendukung pendidikan anak di rumah, serta pentingnya pendidikan dalam membentuk masa depan anak. Penyampaian materi menekankan bahwa pendidikan bukan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Mu'thi Ali dkk. hanya soal mencari pekerjaan, tetapi juga tentang pemberdayaan pribadi dan kemampuan untuk memecahkan masalah dalam keluarga dan masyarakat (Durrotunnafisa & Rosy, 2. Sementara itu, remaja putra dan putri diberikan motivasi untuk lebih semangat dalam belajar serta diajarkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Mereka dijelaskan mengenai manfaat pendidikan tinggi, salah satunya adalah meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (Nabila dkk. , 2. Dengan kemampuan ini, individu dapat menghadapi tantangan dalam kehidupan secara lebih efektif, baik dalam aspek pribadi, sosial, maupun Pemahaman ini memperkuat posisi pendidikan sebagai faktor utama dalam membangun pola pikir yang lebih analitis dan solutif terhadap persoalan hidup (Angriani dkk. Dalam materi penyuluhan, tim narasumber juga menghadirkan sosok Ustadz Abduh Tuasikal sebagai figur inspiratif yang relevan dengan latar sosial warga Girisekar. Beliau dikenal luas atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. Tokoh ini telah mendirikan berbagai lembaga seperti Rumaysho. Darussalihin, dan TPA-TPA yang memberikan dampak besar bagi masyarakat. Keberhasilan beliau menunjukkan bahwa pendidikan tinggi, wawasan luas, serta pengelolaan sumber daya yang baik dapat mendorong kemajuan umat. Figur ini menjadi contoh konkret bahwa pendidikan adalah alat transformasi sosial dan spiritual yang efektif. Melalui pendekatan ini, penyuluhan tidak hanya memberikan teori, tetapi juga figur nyata yang mampu memotivasi masyarakat untuk lebih menghargai pendidikan sebagai investasi jangka Tokoh lokal seperti Ustadz Abduh, yang berasal dari wilayah yang tidak jauh dari lokasi kegiatan, memperkuat pesan bahwa siapa pun, dari latar belakang apa pun, dapat mencapai kemajuan jika memiliki akses dan dukungan pendidikan yang memadai. Respon Masyarakat Terhadap Penyuluhan Hasil wawancara langsung yang dilakukan kepada peserta setelah kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respon sangat positif terhadap materi penyuluhan. Beberapa partisipan bahkan menyampaikan pandangan mereka secara terbuka. Salah satu peserta. Pak Hartono, mengatakan, "Saya sangat terkesima dengan penyuluhan ini karena sangat relevan dengan kondisi keluarga saya. Anak saya sendiri sedang mengalami kendala dalam melanjutkan kuliahnya. Oleh karena itu, saya meminta materi yang diberikan dalam penyuluhan ini agar bisa saya bagikan kepada anak saya. Sementara itu. Ibu Hartono mengungkapkan bahwa materi penyuluhan sangat membuka wawasannya dan ia merasa perlu agar suaminya ikut memahami hal yang sama. "Saya melihat materi yang disampaikan sangat bagus dan penting. Oleh karena itu, saya meminta suami saya Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Penyuluhan Pendidikan: Kiat Untuk Meningkatkan KesadaranA. untuk ikut hadir di sesi bapak-bapak agar semakin paham tentang pentingnya pendidikan anak," Pak Muhammad Riyadi (Pak Sarima. , seorang tokoh masyarakat, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan harapannya agar penyuluhan seperti ini bisa berlanjut. "Kami tunggu kelanjutannya. Semoga kita dipertemukan kembali," ungkap beliau dengan penuh Testimoni-testimoni tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan berhasil memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam bentuk pemahaman konseptual, tetapi juga memicu komitmen keluarga dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka. 1 Grafik Respon Masyarakat Diagram diatas adalah grafik kepuasan masyarakat terhadap penyuluhan yang telah Dari survei yang dilakukan terhadap 400 peserta, 60% merasa sangat puas, 30% merasa puas, 10% cukup puas, dan tidak ada yang merasa tidak puas. Hasil survei ini menunjukkan bahwa pendekatan dan konten penyuluhan dinilai efektif dan tepat sasaran oleh mayoritas peserta. Kendala Masyarakat Beserta Solusi Meskipun antusiasme masyarakat tinggi, penyuluhan juga mengungkap sejumlah kendala yang menghambat partisipasi pendidikan tinggi, khususnya di wilayah Girisekar. Kendala utama Faktor ekonomi. Banyak keluarga kesulitan membiayai pendidikan tinggi karena pendapatan yang terbatas (Hardana, 2. Biaya kuliah, transportasi, akomodasi, dan kebutuhan hidup lainnya menjadi beban berat. Selain itu, masih banyak yang belum melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang, melainkan beban finansial (Siregar dkk. , 2. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Mu'thi Ali dkk. Faktor jarak dan akses. Perguruan tinggi berada di kota, sementara transportasi umum di pedesaan seperti Gunungkidul sangat terbatas. Hal ini menambah beban biaya dan mempersulit akses, terlebih bagi keluarga yang tidak memiliki kendaraan pribadi (Ramadhani dkk. , 2. Faktor budaya dan informasi. Masih ada anggapan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi, serta kurangnya informasi tentang beasiswa seperti KIP-Kuliah (Yanuar, 2. , menyebabkan pilihan pendidikan tinggi semakin terbatas (Selvia & Fitriani, 2. Sebagai solusi, penyuluhan ini juga memberikan beberapa alternatif praktis: Sosialisasi program beasiswa, seperti KIP-Kuliah, beasiswa daerah, dan program afirmasi pendidikan. Pendidikan daring, yang memungkinkan siswa belajar dari rumah tanpa harus pindah Akses pembelajaran mandiri, seperti YouTube. Coursera, dan platform gratis lainnya untuk mendukung pendidikan informal dan keterampilan praktis. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Warak dapat secara perlahan mengatasi hambatan pendidikan dan memutus rantai kemiskinan struktural melalui jalur akademik dan keterampilan. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Penyuluhan pendidikan yang dilaksanakan di Dusun Warak. Desa Girisekar, berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan tinggi. Kegiatan ini mendorong orang tua agar lebih aktif mendukung pendidikan anak-anak mereka, dan memotivasi remaja untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Penyampaian materi yang melibatkan pendekatan naratif, tokoh inspiratif seperti Ustadz Abduh Tuasikal, serta diskusi yang tersegmentasi . rang tua dan remaj. , terbukti efektif dalam menumbuhkan pemahaman dan semangat partisipatif Dampak nyata terlihat dari antusiasme peserta yang tinggi, testimoni positif dari warga, serta meningkatnya perhatian masyarakat terhadap peluang beasiswa dan pendidikan daring sebagai solusi keterbatasan ekonomi dan jarak. Selain itu, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa figur lokal yang sukses melalui pendidikan dapat menjadi pendorong kuat perubahan pola pikir Meskipun demikian, hambatan ekonomi, keterbatasan akses transportasi, dan minimnya informasi terkait pendidikan tinggi masih menjadi tantangan utama yang perlu ditindaklanjuti secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil kegiatan, berikut beberapa rekomendasi yang dapat dijadikan acuan untuk pengembangan dan keberlanjutan program: Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Penyuluhan Pendidikan: Kiat Untuk Meningkatkan KesadaranA. Pendampingan lanjutan Melibatkan tokoh masyarakat dan tenaga pendidik untuk membina keluarga secara berkala mengenai strategi dan peluang dalam mendukung pendidikan anak-anak. Sosialisasi dan pelatihan beasiswa Mengadakan pelatihan teknis pengajuan beasiswa (KIP Kuliah, beasiswa daera. , termasuk bimbingan pengisian formulir dan penyusunan dokumen. Kemitraan dengan lembaga pendidikan Menjalin kerja sama dengan kampus, platform pendidikan daring, dan instansi pemerintah untuk menghadirkan lebih banyak akses belajar murah, mudah, dan berkualitas. Peningkatan literasi digital dan pendidikan informal Mengadakan pelatihan dasar keterampilan digital dan pemanfaatan sumber belajar mandiri berbasis internet untuk warga. Monitoring dampak jangka panjang Melakukan evaluasi tahunan terhadap perkembangan minat kuliah dan angka partisipasi pendidikan tinggi di kalangan remaja Dusun Warak. Dengan pelaksanaan rekomendasi ini secara berkesinambungan, diharapkan program penyuluhan tidak hanya menjadi intervensi sesaat, melainkan menjadi bagian dari gerakan sosial untuk transformasi pendidikan di pedesaan. DAFTAR PUSTAKA