NAKULA SADEWA : Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN: 3031-2760 https://ejournal. id/ojs/index. php/jva Upaya Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Singkong Menjadi Keripik Singkong di Labuhan Ratu Induk. Lampung Timur Dinda Rida Safira1. Suci Amalia2. Ade Rahmad Kurniawan3. Mia Selvina4. Wilia Novi Aryani5 1, 2, 3 ) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Lampung. Indonesia ) UIN Raden Intan Lampung dindardsf19@gmail. Article Information: Received Juny 10, 2025 Revised Juny 30, 2025 Accepted July, 28, 2025 Keywords: Community Empowerment. Cassava Processing. Cassava Chips Abstract: The cassava chip processing training program in Labuhan Ratu Induk Village. East Lampung, is part of a community empowerment initiative based on local potential. This activity aims to enhance technical skills and promote economic selfreliance housewives and cassava farmers. Over four days, participants engaged in a series of activities, including a socialization session on the importance of food product diversification, hands-on training in cassava chip production, practical sessions on processing and packaging, and a product seminar focusing on market opportunities and promotional strategies. The training also encouraged participants to think creatively in developing competitive and marketable food products. The results showed strong enthusiasm and active participation from the community, with many expressing interest in continuing cassava chip production independently at home. In addition to practical skills, the program fostered a spirit of cooperation and strengthened social ties among The long-term impact of this training is expected to support the formation of small-scale business groups focused on local food processing, increase the added value of agricultural products, and improve household economic resilience. By utilizing readily available raw materials and simple technology, this program represents a strategic starting point for developing a creative economy at the village level. The success of this initiative demonstrates that local resource-based training can play a vital role in shaping a more productive and self-sufficient community. PENDAHULUAN Desa Labuhan Ratu Induk merupakan salah satu desa di Kecamatan Labuhan Ratu. Kabupaten Lampung Timur, yang memiliki jumlah penduduk cukup ramai dan dikenal sebagai penghasil singkong terbesar di wilayah tersebut. Meskipun singkong memiliki potensi ekonomi yang tinggi, sebagian besar masyarakat setempat, baik dari kalangan muda maupun tua, lebih memilih untuk bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri, khususnya di Taiwan dan Jepang, dibandingkan mengelola potensi lokal tersebut. (Widariyanti. Krisdiana, and Munir n. ) Fenomena ini menunjukkan bahwa potensi sumber daya alam belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan yang mampu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan hasil pertanian secara produktif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dirancang dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan potensi singkong sebagai bahan baku olahan, khususnya melalui pengolahan menjadi keripik singkong yang memiliki nilai tambah ekonomi. (Sofianto Menurut Gunawati dan Sudarwati. Desa Labuhan Ratu Induk merupakan salah satu desa di Kecamatan Labuhan Ratu. Kabupaten Lampung Timur, yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, terutama komoditas singkong. Singkong (Manihot esculent. merupakan tanaman umbi-umbian dan menjadi komoditas pangan terbesar kedua setelah padi. Singkong dapat tumbuh sepanjang tahun, sehingga tanaman ini banyak dibudidayakan oleh petani dan sangat potensial untuk (WAHYU 2. Menurut data Badan Pusat Statistik. Provinsi Lampung termasuk salah satu produsen singkong terbesar di Indonesia, dengan kontribusi signifikan terhadap total produksi nasional. Namun, komoditas singkong yang melimpah di daerah tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, padahal tanaman singkong berpotensi untuk dijadikan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. (Tama et al. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilaksanakan, singkong yang ditanam oleh petani umumnya hanya dipanen dan langsung dijual ke pabrik atau lapak pengepul dalam bentuk bahan mentah. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat belum memanfaatkan singkong secara optimal dan cenderung membiarkan singkong tumbuh tanpa perhatian khusus, dikarenakan kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolahnya, sehingga masyarakat hanya terbatas pada proses pemanenan dan penjualan ke pabrik dan lapak. Disamping itu, harga singkong sebagai bahan mentah di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan komoditas pangan lainnya (Ratnah, et al 2. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan adanya inovasi dalam meningkatkan nilai tambah singkong melalui proses pengolahan yang bernilai ekonomis. Sebagai Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 25-34, 2025 upaya untuk mengatasi permasalahan yang ada, kelompok KKN-T dari Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Lampung mengusung program pengolahan singkong menjadi keripik di Desa Labuhan Ratu Induk. Saat ini, telah bermunculan banyak jenis produk turunan dari singkong. Menurut Indardi, keripik singkong menjadi salah satu olahan makanan ringan yang popular dan banyak disukai oleh semua kalangan masyarakat. Keripik singkong memiliki rasa yang khas dan renyah gurih pada saat dinikmati. (Syofia and Jalil 2. Menurut Noviana, hasil studi lapangan menunjukkan bahwa singkong merupakan salah satu komoditas yang cepat mengalami pembusukan setelah dipanen. Singkong hanya mampu bertahan selama 3 hari pascapanen, bahkan proses pembusukan dapat berlangsung dua kali lebih cepat apabila terkena air. Singkong yang sudah membusuk tentunya tidak memiliki nilai jual dan umumnya hanya akan dijadikan sebagai pakan Oleh karena itu, dengan pengolahan singkong menjadi berbagai jenis makanan dapat meningkatkan nilai jual dari singkong. (Wijaya2. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis kepada masyarakat, tidak hanya dalam aspek teknis produksi, tetapi juga mencakup dasardasar pemasaran dan manajemen usaha kecil. Melalui kegiatan ini, masyarakat dilatih untuk mengolah singkong menjadi keripik bernilai jual, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan, menciptakan peluang usaha, dan menjadikan produk keripik sebagai unggulan desa. Sasaran kegiatan ini mencakup petani singkong lokal, ibu rumah tangga, pemuda desa, serta masyarakat yang berminat memulai usaha rumahan, dengan konsumen lokal dan regional sebagai target pasar Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses untuk meningkatkan kapasitas individu dan kelompok untuk mengelola sumber daya secara mandiri demi kesejahteraan bersama. (Fatmawati et al. Menurut Amalia. Nikmatullah, dan Yanfika. AuSalah satu cara untuk meningkatkan ketahanan pangan adalah meregenerasi pelaku utama yang saat ini sudah masuk usia lanjut dengan generasi muda yang memiliki energi sangat tinggi dan menyukai tantangan. AyPelatihan pengolahan hasil pertanian seperti pembuatan keripik singkong mampu mendorong terbentuknya unit usaha rumah tangga yang bernilai tambah, melibatkan anggota keluarga petani, serta meningkatkan pendapatan melalui diversifikasi usaha agribisnis. (Amalia et al. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan partisipatif. Pendekatan ini menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelatihan, hingga evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Labuhan Ratu Induk. Kecamatan Labuhan Ratu. Kabupaten Lampung Timur, pada tanggal 15Ae18 Juli 2025 dengan melibatkan petani singkong setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung ke lapang selama proses Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 25-34, 2025 pelaksanaan kegiatan, wawancara informal dengan peserta, serta dokumentasi proses Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan pengolahan singkong menjadi keripik sebagai upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan pengolahan keripik singkong dilakukan selama empat hari, melalui beberapa tahap meliputi: Melakukan observasi awal untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Penyusunan program kerja dan sosialisasi kepada perangkat desa dan Pelatihan teknis pengolahan singkong menjadi keripik, mulai dari persiapan bahan dan alat, proses produksi, hingga pengemasan. Seminar produk yang diadakan di rumah mak Ros untuk menjelaskan proses pembuatan keripik singkong secara teori dan praktik, menampilkan hasil produk, dan diskusi lanjutan kepada masyarakat. (Purwati et al. Untuk memperjelas arah dan capaian kegiatan pelatihan, pendekatan metode ABCD (Audience. Behavior. Condition. Degre. digunakan sebagai dasar perencanaan dan Audience (Sasara. : Masyarakat Desa Labuhan Ratu Induk, terutama petani singkong, ibu rumah tangga, dan pemuda desa yang tertarik dengan usaha rumahan berbasis pangan lokal. Behavior (Perilaku yang Diharapka. : Peserta diharapkan mampu mengolah singkong menjadi keripik secara mandiri, mengenali teknik pengolahan dan pengemasan yang baik, serta memiliki keterampilan dasar dalam pemasaran Condition (Kondisi Pemberian Tugas/Kegiata. : Pelatihan dilakukan dalam bentuk teori dan praktik langsung, disertai dengan pendampingan dan diskusi bersama selama empat hari kegiatan, serta penggunaan alat-alat sederhana yang mudah diperoleh. Degree (Tingkat Keberhasilan yang Diinginka. : Keberhasilan pelatihan diukur dari keterlibatan aktif peserta (>75%), kemampuan menghasilkan minimal satu varian keripik secara mandiri, serta adanya rencana atau minat untuk melanjutkan produksi dalam waktu dekat. Evaluasi juga dilakukan melalui wawancara yang menunjukkan >80% peserta merasa kegiatan ini bermanfaat dan menambah wawasan merek. Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 25-34, 2025 Tabel 1. Tahap dan Uraian Kegiatan Tahap Uraian Kegiatan Audience (Sasara. Masyarakat Desa Labuhan Ratu Induk, meliputi: - Petani singkong - Ibu rumah tangga - Pemuda desa Behavior (Perilaku yang Diharapka. - Mampu mengolah singkong menjadi keripik secara mandiri - Mengenali teknik pengolahan dan pengemasan yang baik - Memiliki keterampilan dasar pemasaran produk Condition (Kondisi Kegiata. - Pelatihan teori & praktik selama 4 hari - Pendampingan dan diskusi bersama - Menggunakan alat sederhana yang mudah diperoleh Degree (Tingkat Keberhasila. - >75% peserta aktif berpartisipasi - Menghasilkan minimal 1 varian keripik secara mandiri - Memiliki rencana atau minat untuk melanjutkan produksi - >80% peserta merasa kegiatan bermanfaat dan menambah wawasan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan singkong menjadi keripik dilaksanakan di Desa Labuhan Ratu Induk dengan menggunakan pendekatan partisipatif, dimana masyarakat dilibatkan secara aktif dalamperencanaan hingga pelaksanaan pelatihan. Kegiatan ini diikuti beberapa ibu-iburumah tangga dan juga sebagai perwakilan dari petani singkong daerah setempat. Keikutsertaan warga dalam pelatihan ini dikarenakan warga Desa Labuhan Ratu Induk memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang dapat meningkatkan nilaijual dari komoditas singkong sehingga pendapatan yang diperoleh juga akan meningkat. Adapun proses sosialisasi pelatihannya dapat diperhatikan pada Gambar1. Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 25-34, 2025 Gambar 1. Pendampingan Pelatihan Kegiatan pertama yang dilaksanakan yaitu survei dengan petani singkong dan ketua RT untuk mengidentifikasi kebutuhan para petani singkong. Permasalahanterjadi di lapang yaitu kurangnya penerapan teknologi pangan berbahan dasar singkong, kurangnya keterampilan dalam mengolah hasil panen singkong, dan kurangnya informasi mengenai pemasaran hasil produk. Berdasarkan kondisi yang terjadi, kami mencoba mencari solusi dengan mencari referensi jenis produk olahan dan mempelajari terkait pemasaran produk tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan situs internet untuk mencari peluang usaha dan produk inovatif untuk meningkatkan nilai jual hasil panen. Masyarakat di Desa Labuhan Ratu Induk umumnya langsung menjual singkong segar atau sebagai bahan mentah kepada pabrik dan juga lapak yang ada disekitar. Kenyataannya, harga jual singkong dalam bentuk bahan segar masih relatif rendah dibandingkan komoditas pangan lain, bahkan terjadi penurunan harga jual singkong segar yang mencapai Rp900/kg, dan umumnya pabrik memberikan potongan upah sebesar 30%, sehingga dengan pelatihan pengolahan singkong menjadi keripik ini dapat menjadi salah satu bentuk kreativitas yang dapat meningkatkan nilai tambah Pelatihan ini memiliki peluang sebagai bisnis rumahan bagi ibu-ibu rumah tangga, mengingat modal, bahan, serta alat yang sangat mudah diperoleh dan Maka dari itu, setelah diadakannya pelatihan ini diharapkan masyarakat, khususnya petani singkong memiliki keterampilan tambahan dalam mengolah hasil panen, sehingga dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 18-21 Juli 2022, pukul 09. 00Ae14. 30 WIB yang diikuti oleh beberapa ibu-ibu Desa Labuhan Ratu Induk, yang berlatar belakang sebagai petani singkong. Target kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga di Desa Labuhan Ratu Induk, lalu melakukan praktik secara terbimbing, dan mengolah singkong menjadi aneka macam produk turunan yang bernilai ekonomi Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 25-34, 2025 Gambar 2. Proses pembuatan olahan keripik singkong Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di salah satu rumah warga yang juga merupakan petani singkong di Desa Labuhan Ratu Induk. Produk turunan yang dibuat dalam kegiatan pelatihan ini yaitu keripik singkong. Bahan utama yang digunakan yaitu singkong yang dipanen langsung dari kebun warga setempat. Beberapa perlatan yang dibutuhkan yaitu pemarukan singkong, alat penggorengan, baskom, dan kompor. Ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini menunjukkan sikap antusias dalam semua proses kegiatan pengolahan singkong menjadi keripik tersebut. Sebelum proses pembuatan berlangsung, kami memberikan arahan dan contoh mengenai cara pengolahan keripik singkong, meskipun olahan keripik singkong ini sudah umum dipraktikkan, mahasiswa harus tetap memberikan arahan dan juga mempraktikkan terlebih dahulu agar hasil produk yang dicapai bisa lebih maksimal. Selanjutnya, peserta pelatihan dapat mencoba secara langsung dengan tetap didampingi oleh mahasiswa KKN. Produk keripik singkong ini terbuat dari singkong yang diiris tipis dengan menggunakan alat pemaruk, kemudian digoreng hingga renyah dan diberikan aneka Beberapa rasa yang digunakan, yaitu jagung manis, balado, dan original. Penambahan rasa tersebut dimaksudkan agar produk lebih menarik dan menyediakan berbagai rasa yang dapat menjadi opsi bagi pembeli. Pengemasan produk olahan dilakukan dengan menggunakan plastik ziplock karena lebih tebal dibandingkan plastik lainnya dan diharapkan kemasannya tidak musak rusak. Keripik singkong yang berbahan dasar singkong ini tidak memerlukan teknik pengolahan khusus, sehingga mudah diterapkan oleh ibu-ibu rumah tangga di daerah (Sundoro 2. Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 25-34, 2025 Gambar 3. Hasil olahan keripik singkong Kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat melalui pelatihan yang dilakukan di Desa Labuhan Ratu Induk telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini terlihat dari semangat masyarakat yang mengikuti sosialisasi pelatihan ini, meskipun jumlah peserta terbatas, kegiatan pelatihan ini mendapat respon positif dari warga Berdasarkan wawancara langsung, peserta merasa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru serta membuka wawasan terkait peluang usaha kecil berbasis rumah tangga. Mereka juga berminat untuk mencoba produksi mandiri di rumah secara bertahap. Kegiatan ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif, meskipun hanya beberapa perwakilan ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini, tetap dapat memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat, dimana hal ini sesuai dengan Suharto . yang menyatakan bahwa konsep pemberdayaan masyarakat dengan kegiatan pelatihan semacam ini dapat meningkatkan kapasitas individu untuk mandiri secara ekonomi melalui akses terhadap keterampilan praktis. Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya dapat meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mendorong pengembangan industri rumah tangga berbasis pertanian lokal serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa. KESIMPULAN Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan singkong menjadi keripik di Desa Labuhan Ratu Induk. Lampung Timur, menunjukkan bahwa penguatan kapasitas berbasis potensi lokal dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Hasil pelatihan ini menunjukkan adanya potensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih lanjut, sekaligus memperkuat nilai tambah komoditas pertanian lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan secara Pelatihan ini telah memberikan pengetahuan teknis, membangun kesadaran akan pentingnya inovasi produk, dan menumbuhkan minat untuk memulai usaha skala kecil dari rumah. Namun, keberlanjutan dari kegiatan ini sangat bergantung Nakula Sadewa: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. 1, pp. 25-34, 2025 pada adanya dukungan lanjutan, baik dalam bentuk pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, maupun fasilitasi peralatan produksi yang lebih memadai. DAFTAR PUSTAKA