Premium Insurance Business Journal p-ISSN: 2086-8588 | e-ISSN: 2746-3427 Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 Perhitungan Premi Risiko pada Data Klaim Asuransi Kendaraan Bermotor di PT Asuransi Wahana Tata Cabang Bukittinggi Nopri Bima Sakti*1. Silvia Rosita. Si. Si2. Siska Resti. PdI. Si3 1,2,3Institution/Affiliation 3Program Studi S1 Aktuaria. Universitas Tamansiswa Padang email: nopribimasakti07@gmail. Silvia. sr@gmail. com2, siskaresti. s@gmail. ABSTRAK Tertanggung yang membayarkan sejumlah nominal premi merupakan suatu keuntungan perusahaan asuransi. Pelaku usaha harus siap menghadapi klaim yang kerugiannya bisa melebihi jumlah pendapatan premi. Jika jumlah besaran klaim yang wajib dibayarkan perusahaan asuransi kurang dari atau sebanding dengan seluruh jumlah dana bersih yang tersedia, maka perusahaan asuransi dapat mampu berdiri lebih lama. Apabila jumlah klaim yang akan dibayar perusahaan kurang dari atau sebanding dengan jumlah dana bersih yang tersedia, maka perusahaan asuransi akan mampu bertahan. Kerugian bisa terjadi meski besaran premi yang dibayarkan masing-masing pemegang polis telah Kejadian ini disebabkan karena banyaknya klaim masuk sehingga menyebabkan nilai besar klaim menjadi cukup banyak. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini mencoba menghitung premi risiko berdasarkan data jumlah klaim dan besaran klaim pada jamninan asuransi kendaraan bermotor dengan jenis pertanggungan All Risk dan TLO. Menggunakan formulasi Ozgurel . di perusahaan Aswata cabang Bukittinggi pada tahun 2018 hingga 2022. Pada penelitian ini digunakan metodologi kuantitatif dan data sekunder dari setiap pemegang polis asuransi kendaraan bermotor. Berdasarkan temuan penelitian, jaminan perlindungan All Risk dan TLO memastikan bahwa, untuk setiap jaminan perlindungan pada asuransi kendaraan bermotor untuk tahun 2018Ae2022, nilai premi risiko secara keseluruhan tidak jauh lebih tinggi dari jumlah total klaim. Kata kunci: Asuransi kendaraan bermotor, premi risiko, klaim ABSTRACT The insured who pays a nominal premium is a profit for the insurance company. Business actors must be prepared to face claims where losses could exceed the amount of premium income. If the amount of claims that the insurance company must pay is less than or comparable to the total amount of net funds available, then the insurance company can be able to exist longer. If the number of claims that the company will pay is less than or comparable to the amount of net funds available, then the insurance company will be able to Losses can occur even though the premium paid by each policyholder has been calculated. This incident was caused by the large number of claims coming in, causing the value of the claims to become quite Based on the description above, this research tries to calculate risk premiums based on data on the number of claims and the amount of claims on motor vehicle insurance coverage with All Risk and TLO coverage types. Using Ozgurel's . formulation at the Bukittinggi branch of the Aswata company from 2018 to 2022. This research used quantitative methodology and secondary data from each motor vehicle insurance policy holder. Based on research findings, the All Risk and TLO protection guarantees ensure that, for each protection guarantee in motor vehicle insurance for 2018Ae2022, the overall risk premium value is not much higher than the total claim amount. Keywords: Motor vehicle insurance, risk Premiums, claims PENDAHULUAN Risiko dapat menimbulkan kerugian baik materiil maupun nonmateriil, dan tidak ada manusia yang dapat memperkirakan kapan, di mana, atau seberapa besar suatu risiko. Meski jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat, namun masyarakat yang kehilangan nyawa akibat kecelakaan kendaraan bermotor seringkali tidak mendapatkan santunan yang menjadi haknya dari pemilik kendaraan. Kecelakaan adalah suatu keadaan yang tidak terduga yang terjadi di Nopri Bima Sakti et al. PIBJ Vol. 8 No. 2 Tahun 2024 jalan secara tidak sengaja dan mengakibatkan kerugian harta benda atau bahkan kematian. MenurutUU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Transportasi Melalui Jalan Darat (LLAJ). Menurut (Nugroho, 2. ada empat factor utama penyebab kecelakaan lalu lintas di Indonesia, yaitu factor kesalahan manusia . uman erro. , factor kondisi jalan, factor kendaraan, dan factor Oleh karena itu, dibutuhkan upaya saling mendukung antara mereka yang berisiko dengan mereka yang memiliki kapasitas dan pengalaman yang baik dibidang manajemen risiko, sehingga dapat meminimalkan risiko kerugian material yang timbul hingga batas kapasitas Asuransi merupakan suatu metode pengendalian risiko yang melibatkan pengalihan risiko dari satu pihak ke pihak lain, seperti pada perusahaan asuransi, (Kania dan Mutaqin, 2. Selain itu, sebagaimana tercantum dalam UU No. 40 Tahun 2014 perihal Perasuransian dikutip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hukum positif juga berlaku di Indonesia. Menurut undangundang ini, asuransi adalah suatu kontrak antara tertanggung dan penanggung, yang menjadi fondasiuntuk perusahaan asuransi dalam menerima premi sebagai imbalan atas ganti rugi kepada tertanggungyang mengalamisuatu bentuk risiko kerugian dalam hal apapun. Kewajiban kepada pihak ketiga yang mungkin dialami pemegang polis karena suatu keadaan yang tidak terduga, atas pembayaran yang disebabkan pada hidup atau matinya tertanggung dengan manfaat yang besarnya sudah ditentukan, atau tergantung pada hasil pengelolaan dana. Tanggung jawab kepada pihak ketiga yang mungkin diderita oleh pemegang polis akibat suatu peristiwa yang tidak pasti, atau atas pembayaran yang didasarkan pada meninggal dunia atau hidup tertanggung dengan manfaat yang besarnya telah ditentukan dan/atau berdasarkan hasil pengelolaan dana. Perusahaan asuransi yang menanggung risiko pemegang polis harus menerima pembayaran premi dari pemegang polis. Penyedia asuransi menentukan besaran premi dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kondisi mobil pemilik polis. Faktor tambahan, seperti usia kendaraan, jenis, kondisi fisik, lokasi penggunaan, dan penerapannya, pengetahuan tentang kejadian kerugian yang dihadapi, dan jenis perlindungannya dipilih oleh tertanggung (Kania, 2. Nilai premi tertanggung digunakan untuk mendanai operasional perusahaan Bisnis asuransi akan siap menghadapi klaim yang kerugiannya bisa melebihi pendapatan dari premi yang dibayarkan jika tidak berhati-hati dalam menginvestasikan uang yang diterima dari premi tersebut. Sebagai perusahaan asuransi, klaim merupakan akibat dari Profitabilitas perusahaan dipengaruhi oleh besarnya biaya klaim (Titi Ratnasari, 2. Berdasarkan (Grize, 2. salah satu tugas penting dalam asuransi kendaraan bermotor yang menjadi tanggung jawab pemegang polis atau tertanggung adalah menentukan besaran Pemegang polis bertanggung jawab untuk membayar kepada perusahaan asuransi sejumlah premi yang telah disepakati. Perusahaan asuransi menentukan besaran pembayaran premi dengan mempertimbangkan beberapa faktor yang berkaitan dengan kendaraan, antara lain umur, jenis, fungsi, lokasi penggunaan yang mengakibatkan kerugian, dan kondisi fisik. Memberikan keamanan finansial adalah fungsi utama asuransi. Manfaat dari premi yang dibayarkan nasabah pada setiap interval sepanjang masa pertanggungan berfungsi sebagai Oleh karena itu, menentukan harga premi yang tepat untuk kliennya berdasarkan risiko dan atribut unik mereka merupakan tugas penting bagi seorang aktuaris. Jika jumlah besar klaim yang harus dibayarkan perusahaan asuransi kurang dari atau sama dengan seluruh jumlah dana bersih yang tersedia, maka perusahaan asuransi akan mampu Jumlah awal uang yang dimiliki ditambah seluruh premi yang diterima ditambah uang dari sumber lain dikurangi biaya-biaya lain sama dengan jumlah dana bersih. Perusahaan asuransi akan mengalami kerugian dan akhirnya dinyatakan pailit jika jumlah klaim melebihi jumlah dana bersih yang tersedia. Total premi yang harus dibayar pemegang polis merupakan faktor yang mempengaruhi jumlah dana bersih yang tersedia secara keseluruhan. Kerugian tetap mungkin terjadi meskipun jumlah premi yang dibebankan kepada masing-masing Premium Insurance Business Journal p-ISSN: 2086-8588 | e-ISSN: 2746-3427 Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 pemegang polis telah dihitung. Hal ini disebabkan oleh tingginya volume klaim yang diajukan sehingga menyebabkan nilai klaim secara keseluruhan melebihi total aset perusahaan asuransi (Shalsa, 2. Berdasarkan latar belakang informasi yang diberikan, tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai premi risiko pada data klaim asuransi kendaraan bermotor dengan memanfaatkan data besaran klaim dan frekuensi klaim setiap pemegang polis. Data frekuensi klaim dan besarnya klaim yang dilakukan pemegang polis diperlukan untuk menentukan premi risiko dengan formulasi dari . nzgurel, 2. Untuk asuransi kendaraan bermotor dengan jenis perlindungan All Risk dan Total Loss Only (TLO) menggunakan informasi total polis, jumlah premi (R. , total klaim, dan besaran klaim (R. METODE PENELITIAN Tempat penelitina dilakukan di Perusahaan Asuransi Aswata Cabang Kota Bukittingi, yang berlokasi di Jl. Raya Bukittinggi. Jambu AirKomplek Ruko Panama Petak 9 Kota Bukittinggi. Sumatera Barat, penelitian ini dilaksanakan dari bulan januari 2024 sampai 28 Oktober 2024. Penelitian kuantitatif adalah metodologi yang digunakan. (Sugiyono, 2. mengartikan data kuantitatif sebagai pendekatan penelitian positivistik . yang menggunakan data numerik yang dapat diuji dengan menggunakan statistik sebagai instrumen tes perhitungannya dan relevan dengan permasalahan yang diteliti guna menarik kesimpulan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan pendekatan kuantitatif untuk pengumpulan Pada penelitian ini menggunakan data berupa data dari pemegang polis asuransi kendaraan bermotor pada jaminan perlindungan All Risk dan Total Loss Only (TLO). Pengumpulan data penelitian menjadi langkah awal dalam melakukan hasil perhitungan premi pada penelitian ini secara komprehensif. Data sampel penelitian yang sudah didaptakan dari perusahaan lalu diolah sebagaimana yang dibutuhkan pada penelitian kemudian disusun secara berurutan dan disajikan dalam bentuk tabel. Dilakukan perhitungan nilai premi risiko asuransi berdasarkan statistik frekuensi klaim dan besaran klaim menggunakan formulasi dari Ozgurel . 1 KonsepAsuransi Berdasarkan UU No. 2 Tahun 1992 yang berkaitan dengan asuransi, asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian antara dua pihak atau lebih, dimana perusahaan asuransi berjanji kepada tertanggung atau pemegang polis dengan menerima premi untuk mengganti kerugian kepada pemegang polis karena kerugian, kerusakan atau kehilangan harta benda, keuntungan yang diharapkan, atau kewajiban kepada pihak ketiga yang mungkin akan ditanggung oleh pemegang polis sebagai akibat dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas kematian atau kehidupan tertanggung. 2 AsuransiKendaraanBermotor (Hadi et al. , 2. mengartikan asuransi kendaraan bermotor sebagai asuransi yang melindungi kerugian dan kerusakan pada kendaraan bermotor dan/atau kepentingan yang bersangkutan yang disebabkan langsung oleh benturan, terguling, terpeleset atau terjatuh, perbuatan jahat, dan pencurian, termasuk pencurian yang didahului dengan kekerasan atau ancaman, kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda di dekat atau disimpan kendaraan bermotor, kebakaran yang disebabkan oleh sambaran petir, kerusakan akibat air dan teknik pencegahan atau pemadaman kebakaran lainnya, musnahnya seluruh atau sebagian kendaraan bermotor yang berada di atas barang milik Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan kapal yang melewatinya, termasuk kerugian atau kerusakan yang diakibatkannya. oleh kapal yang ikut serta dalam suatu kecelakaan. Nopri Bima Sakti et al. PIBJ Vol. 8 No. 2 Tahun 2024 3 Premi Risiko Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 68 dengan judul Pengukuran Nilai Wajar pada Lampiran A (PSAK 68. A) menyebutkan bahwaPremi risiko asuransi, juga dikenal sebagai premi murni, adalah jumlah premi yang diperlukan untuk menutupi klaim saja, tanpa memperhitungkan hal-hal seperti biaya overhead dan laba. Premi risiko dihitung dengan mengurangkan tingkat bebas risiko dari perkiraan tingkat pengembalian. Tingkat bebas risiko adalah tingkat pengembalian yang diperoleh investor ketika berinvestasi pada aset tanpa risiko, sedangkan perkiraan tingkat pengembalian adalah tingkat pengembalian yang diharapkan diterima investor dari investasi berisiko. Karena ini adalahkeharusan utama yang dipenuhi oleh pemegang polisterhadap penanggung, maka premi risiko merupakan komponen asuransi yang sangat penting. Pembayaran premi asuransi merupakan prasyarat untuk memutuskan dilaksanakan atau tidaknya suatu perjanjian asuransi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil premi risiko asuransi kendaraan bermotor ditentukan berdasarkan kategori perlindungan Total Loss Only (TLO) dan All Risk yang ditawarkan oleh PT Aswata cabang Bukittinggi. Data jumlah polis tahun pemesanan, jumlah total premi yang dikumpulkan setiap tahunnya, jumlah klaim yang dilakukan setiap tahunnya, dan jumlah total klaim yang dilakukan setiap tahunnya untuk periode 2018Ae2022 digunakan untuk menentukan premi risiko. 1 Perhitungan Premi Risiko Untuk Jenis Perlindungan All Risk Tabel 1. Pengeluaran klaim dan pendapatan premi pada produk asuransi kendaraan bermotor program All Risk Tahun 2018-2022 diperusahaan PT Aswata Cabang Kota Bukittinggi Periode Jumlah Polis Total Premi (R. Jumlah Klaim Total Klaim(R. Total 8,164,750,000 8,018,280,000 6,768,540,000 5,974,280,000 6,065,020,000 34,990,870,000 3,222,390,000 3,148,870,000 1,834,690,000 2,373,880,000 1,660,360,000 12,240,190,000 Berdasarkan formulasi dari Ozgurel . berikut akan digunakan untuk menentukan premi risiko berdasarkan data di atas: 1 Menghitung Rata-rata Besar klaim Per Tahun (MCS) Akan diperoleh hasil dengan membagi total klaim pertahun (R. dengan jumlah klaim per tahun untuk menentukan rata-rata besar klaim per tahun (MCS) dari data tersebut adalah: Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2018, pemegang polis yang memiliki perlindungan All Risk produk asuransi kendaraan bermotor pada perusahaan Aswata cabang Bukittinggi memiliki rata-rata besar klaim sebesar Rp. 130841 per klaim. Untuk tahun berikutnya juga dilakukan perhitungan yang sama dengan tahun 2018. 2 Menghitung Rata-Rata Premi per Tahun (AOP) Premium Insurance Business Journal p-ISSN: 2086-8588 | e-ISSN: 2746-3427 Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 Dengan membagi premi tahunan (R. dengan jumlah polis, maka hasil berikut akan dicapai. Untuk menentukan rata-rata premi perusahaan pertahun (AOP) dari data tersebut adalah: Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2018, pemegang polis yang memiliki perlindungan All Risk produk asuransi kendaraan bermotor pada perusahaan Aswata cabang Bukittinggi memiliki rata-rata premi sebesar Rp. 3,151,196. 449 per polis. Untuk tahun berikutnya juga dilakukan perhitungan yang sama dengan tahun 2018. 3 Menghitung Premi Risiko per Tahun (R. Total besaran klaim setiap tahun (R. dibagi dengan jumlah polis setiap tahun akan menghasilkan temuan untuk menghitung premi risko pertahun (RP) dari data tersebut adalah: Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2018, pemegang polis yang memiliki perlindungan All Risk produk asuransi kendaraan bermotor pada perusahaan Aswata cabang Bukittinggi memiliki nilai premi risiko sebesar Rp. 1,243,685. 836 per polis. Untuk tahun berikutnya juga dilakukan perhitungan yang sama dengan tahun 2018. 4 Menghitung Rasio Premi Perusahaan terhadap Premi Risiko per Tahun ( )) Berdasarkan informasi tersebut, rata-rata premi dalam satuan rupiah pada tahun kei akan dibagi dengan premi risiko per tahun agar mengetahui proporsi/rasio premi antara premi risiko dan premi perusahaan. Hasil yang akan diperoleh sebagai berikut: Hal ini menunjukkan bahwa rasio premi produk asuransi kendaraan bermotor tahun 2018 yang diperoleh perusahaan Aswata cabang Bukittinggi dengan jenis proteksi All Risk adalah sebesar 2,53. Untuk tahun berikutnya juga dilakukan perhitungan yang sama dengan tahun 5 Menghitung Rata-Rata Frekuensi Klaim . Statistik pada Tabel 4. 1 menunjukkan bahwa terdapat 11441 polis secara keseluruhan . cAyc. dan 1542 klaim secara keseluruhan . Dengan demikian, rumus berikut dapat digunakan untuk menentukan rata-rata frekuensi klaim . Nopri Bima Sakti et al. PIBJ Vol. 8 No. 2 Tahun 2024 Rata-rata frekuensi klaim pemegang polis PT Aswata cabang bukit tinggi dengan jenis perlindungan All Risk untuk produk asuransi kendaraan bermotor diasumsikan konstan untuk tahun 2018-2022 yaitu sebesar 0,135. 6 Menghitung Tingkat Pertumbuhan terhadap Rata-rata Besar Klaim . Nilai MCS tahun 2018Ae2022 diperlukan untuk mengetahui pertumbuhan tingkat rata-rata ukuran klaim . pada jenis proteksi All Risk produk asuransi kendaraan bermotor periode 2018Ae2022. Tingkat pertumbuhan rata-rata dapat dihitung setelah semua nilai MCS diketahui. Untuk itu dilakukan perhitungan peningkatan terhadap rata-rata besaran klaim pada asumsi pertumbuhan geometrik: Pada tahun 2018, rata-rata besaran klaim MCS adalah Rp 10,038,598. 13 dan 4 tahun kemudian menjadi Rp 5,077,553. Maka, r dapat dihitung dari : Nilai 5,077,553. 517 menyatakan rata-rata besar klaim pada tahun 2022 untuk produk asuransi kendaraan bermotor, angka 4 menyatakan jangka waktu dalam tahunan, dan nilai 10,038,598. 13 menyatakan rata-rata besar klaim untuk tahun 2018, sehingga didapatkan: Berdasarkan data, rata-rata pertumbuhan klaim produk asuransi kendaraan bermotor All Risk Protection pada Perusahaan Aswata Cabang Bukittinggi periode 2018Ae2022 adalah 15,68% yang ditunjukkan dengan nilai r = -15,68%. Karena angkanya negatif, angka ini menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan rata-rata ukuran klaim menurun. 7 Hubungan Antara Jumlah Polis Secara Berturut-Turut Premium Insurance Business Journal p-ISSN: 2086-8588 | e-ISSN: 2746-3427 Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 Pada produk asuransi kendaraan bermotor jenis perlindungan All Risk pada PT Aswata Cabang Bukittinggi periode tahun 2018-2022 hubungan antara jumlah polis secara berturutturut dapat menghitungpada cara trial and error seperti yang diterapkan sebelumnya oleh Ozgurel . Atau dapat dinyatakan dengan rumus umum : Gunakan langkah-langkah berikut untuk menghitungnya: 2591 pemegang polis akan dipesan pada tahun 2018. rata-rata besar klaim sebesar Rp 10. 598,13. Empat tahun berikutnya tidak terjadi perubahan pada tingkat frekuensi klaim . atau konstan sebesar 0,135, atau sekitar 13,5%. Ukuran rata-rata klaim terus menurun atau sama dengan -15,68%. jumlah pemegang polis meningkat satu kali sebelum menurun dengan hubungan sebagai berikut: Jumlah polis tahun kedua 2019 dibagi dengan jumlah polis tahun pertama 2018 sehingga menghasilkan 2578/2591=0,9949 OO0,995 sehingga bernilai ycu2 = 0,995ycu1. Nilai -0,1122 kemudian ditentukan melalui perhitungan, khususnya dengan menentukan nilai x menggunakan persamaan berikut. Nopri Bima Sakti et al. PIBJ Vol. 8 No. 2 Tahun 2024 Nilai polis yang paling mendekati nilai polis awal ditentukan dengan mengalikan nilai pada x = 0,1122. Dengan menggunakan rumus = 0,995ycu1 untuk menentukan jumlah polis tahun 2019, diperoleh = 0,995 x 2591 = 2578,045. Begitupun untuk mendapatkan jumlah polis di tahun berikutnya. Dengan menghitung tingkat frekuensi klaim sebagai persentase jumlah klaim yang akan terkena risiko, maka dihasilkan hubungan yang berguna untuk menaksirkan jumlah klaim per Dengan menggunakan rumus , jumlah klaim yang diwakili oleh ditentukan, sehingga menghasilkan hasil sebagai berikut: = 0,135 y 2591 = 349. Tahun berikutnya juga dihitung dengan cara yang sama. Untuk menghitung total besaran klaim (TCS. dihitung menggunakan persamaan yaitu Untuk tahun 2018, diketahui nilai yaycn = 349 dengan nilai rata-rata besar klaim ycAyaycIycn = 10,038,598. 13, dan nilai ycAyaycIycn 1 = 10,710,442. Perhitungan yang sama juga dilakukan untuk tahun berikutnya. Tabel berikut menampilkan hasil perhitungan berdasarkan asumsi-asumsi di atas. Tabel 2 Jumlah Klaim dan Total Besaran Klaim Perlindungan All Risk Tahun 2018-2022 Periode Total Rata-ratabesar klaim(R. 10,038,598. 10,710,442. 6,871,498. 7,128,768. 5,077,553. Jumlah Polis JumlahKlaim TotalBesaran Klaim(R. 3,620,707,534 3,059,779,613 2,149,501,468 1,446,449,155 477,290,031 10,753,727,801 8 Hasil Perhitungan Premi Risiko Premi risiko akan dihitung berdasarkan nilai yang ada pada tabel 2 yaitu membagi total besaran klaim dengan jumlah polis sebagai berikut : Dengan demikian, setiap tertanggung dengan jenis perlindungan All Risk produk asuransi kendaraan bermotor di Perusahaan Aswata Cabang Bukittinggi memperoleh premi risiko sebesar Rp 1. 417 berdasarkan perkiraan perencanaan pada jangka waktu 2018. Tahun berikutnya juga dihitung dengan cara yang sama. Untuk periode 2018Ae2022, berikut temuan Premi risiko produk asuransi kendaraan bermotor dihitung dengan menggunakan asumsi perencanaan di perusahaan Aswata Cabang Bukittinggi dengan jenis proteksi All Risk: Premium Insurance Business Journal p-ISSN: 2086-8588 | e-ISSN: 2746-3427 Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 Tabel 3 Hasil perhitungan premi risiko asuransi kendaraan bermotor jenis perlindungan all risk Periode Total Jumlah Klaim Jumlah Polis TotalKlaim (R. 3,620,707,534 3,059,779,613 2,149,501,468 1,446,449,155 477,290,031 PremiRisiko(R. 1,397,417 1,186,881 944,421 824,657 342,635 4,696,011. 9 Hasil Perhitungan Total Premi Bersih perhitungan total premi produk asuransi kendaraan bermotor dengan perlindungan all risk pada perusahaan asuransi Aswata cabang Bukittinggi antara tahun 2018 hingga tahun 2022. Temuan berikut dihitung dengan mengalikan jumlah polis awal pada tabel 1 dengan nilai perolehan premi risiko yaitu berdasarkan asumsi yang dibuat pada tabel 3 kumpulan premi risiko, hasilnya diperoleh sebagai berikut: Tabel 4 Total premi bersih jenis perlindungan All risk Tahun 2018-2022 Periode Total Jumlah Polis Premi Risiko yang Diprediksi (R. 1,397,417 1,186,679 944,218 824,657 342,635 Total Premi Risiko Bersih (R. 3,620,707,447 3,059,258,462 2,149,040,168 1,744,974,212 644,153,800 11,218,134,089 Berdasarkan tabel 4 diperoleh total premi risiko atau premi berish selama periode 2018 sampai 2022 adalah Rp. 11,218,134,089 dari jumlah polis 11441 yang diperoleh selama 5 tahun pada produk asuransi kendaraan bermotor jenis perlindungan All risk pada PT Aswata Cabang Bukittinggi. Perhitungan yang sama juga dilakukan untuk jenis perlindungan Total Loss Only pada produk asuransi kendaraan bermotor PT Aswata Cabang Bukittinggi tahun 2018 sampai tahun 2022, dengan mengikuti langkah Ae langkah yang sama pada jenis perlindungan All Risk. Adapun informasi pemasukan dan pengeluaran tahun 2018Ae2022 produk asuransi kendaraan bermotor PT Aswata Cabang Bukittinggi dengan jaminan Total Loss Only (TLO). Tabel 5 Pendapatan dan Pengeluaran Jaminan Perlindungan TLO 2018-2022 Periode Jumlah Polis Total Premi (R. JumlahKlaim Total 4,423,720,000 3,037,240,000 4,259,510,000 3,933,240,000 4,826,310,000 20,480,020,000 Total Klaim (R. 1,984,032,000 1,453,280,000 1,374,910,000 1,659,870,000 1,686,587,000 8,158,679,000 Nopri Bima Sakti et al. PIBJ Vol. 8 No. 2 Tahun 2024 Perhitungan premi risiko dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langka yang sama dengan jenis jaminan perlindungan All risk. KESIMPULAN Hasil dari perhitungan premi risiko terhadap asuransi kendaraan bermotor berdasarkan asumsi perencanaan jenis perlindungan All Risk didapatkan untuk tahun 2018 = Rp. 1,397,417. Tahun 2019 = Rp. 1,186,679. Tahun 2020 = Rp. 944,218. Tahun 2021 = Rp. 824,657 danTahun 2022 = Rp. 342,635. Sedangkan untuk asuransi kendaraan bermotor jenis perlindungan Total Loss Only (TLO) didapatkan hasil untuk tahun 2018 = Rp. 796,008. Tahun2019 = Rp. 623,636. Tahun 2020 = Rp. 718,499. Tahun 2021 = Rp. 857,360. 37danTahun 2022 = Rp. 415,901. Didapatkan nilai premi bersih pada jenis perlindungan All Risk dan TLO pada PT Aswata cabang Bukittinggi periode 2018 Ae 2022 adalah sebesar Rp. 089 dan Rp. 7,198,519,190. 213, sedangkan pada total klaim untuk jenis perlindungan All Risk dan TLO didapatkan nilai sebesar Rp. 801 danRp. 7,143,173,514. 45 dapat dipastikan perusahaan PT Aswata Cabang Bukittinggi tidak mengalami kerugian pada polis asuransi kendaraan bermotor dengan perlindungan risiko All Risk dan Total Loss Only (TLO) tahun 2018Ae DAFTAR PUSTAKA