Jurnal Ekonomi STIEP (JES). Vol. Published by: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pontianak - Indonesia Jurnal Ekonomi STIEP (JES ) Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/jes ANALISIS PENDAPATAN LOKAL. PELUANG KERJA. DAN DIVERSIFIKASI PRODUK SEBAGAI PILAR KEBERLANJUTAN BUMDES Sunaryono Administrasi Bisnis. Institut Bisnis dan Ekonomi Indonesia ARTICLE INFO Article history: Received: 2024,10-12 Revised 2024, 11-02 Accepted, 2024,11-24 Keywords: Pendapatan Lokal. Peluang Kerja. Diversifikasi Produk. Keberlanjutan BUMDes. PLSSEM. ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Lokal. Peluang Kerja, dan Diversifikasi Produk terhadap keberlanjutan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. dengan menggunakan data survei dari program Survey Desa Digital Telkomsel. Permasalahan yang diidentifikasi adalah rendahnya tingkat keberlanjutan BUMDes akibat kurang optimalnya pengelolaan pendapatan lokal, terbatasnya peluang kerja di desa, serta minimnya diversifikasi produk dan layanan. Selain itu, terdapat gap dalam pemahaman tentang bagaimana ketiga variabel ini secara simultan memengaruhi keberlanjutan BUMDes. Melalui pendekatan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM), hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Lokal. Peluang Kerja, dan Diversifikasi Produk memiliki pengaruh signifikan terhadap keberlanjutan BUMDes, dengan nilai kontribusi tertinggi dari diversifikasi produk. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya strategi integratif yang menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan inovasi untuk mendorong keberlanjutan BUMDes. Hasil ini memberikan wawasan bagi pemangku kebijakan dan pengelola BUMDes untuk memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan melalui dukungan kebijakan strategis, pelatihan, dan pengembangan akses pasar. This study aims to analyze the influence of Local Income. Job Opportunities, and Product Diversification on the sustainability of Village-Owned Enterprises (BUMDe. using survey data from Telkomsel's Digital Village Survey program. The problems identified are the low level of sustainability of BUMDes due to less optimal management of local income, limited job opportunities in villages, and lack of diversification of products and services. In addition, there is a gap in understanding how these three variables simultaneously affect the sustainability of BUMDes. Through the Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach, the results of the study show that Local Income. Job Opportunities, and Product Diversification have a significant influence on the sustainability of BUMDes, with the highest contribution value from product diversification. The conclusion of this study emphasizes the importance of an integrative strategy that combines economic, social, and innovation aspects to encourage the sustainability of BUMDes. These results provide insight for policy makers and BUMDes managers to strengthen the role of BUMDes as a driver of sustainable village economic development through strategic policy support, training, and market access development This is an open access article under the CC BY-SA license Corresponding Author: Sunaryono. Administrasi Bisnis. Institut Bisnis dan Ekonomi Indonesia Sunaryono Pendahuluan BUMDes (Badan Usaha Milik Des. adalah inovasi kelembagaan yang signifikan yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi pedesaan melalui pengelolaan aset yang produktif. Inisiatif ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan dengan menciptakan lapangan kerja, merangsang pertumbuhan ekonomi lokal, dan mendiversifikasi produk atau jasa berbasis sumber daya Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/jes Jurnal Ekonomi STIEP (JES). ISSN: 2654-4288 (Onlin. Ae Namun, keberlanjutan operasional BUMDes tetap menjadi tantangan kritis di berbagai daerah. Konsep inklusi keuangan sangat penting bagi keberhasilan BUMDes, karena banyak masyarakat pedesaan menghadapi hambatan untuk mengakses layanan keuangan. Voznyak et al. menyoroti bahwa masyarakat yang sering dikategorikan sebagai "gurun perbankan" tidak memiliki layanan keuangan penting, yang menghambat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi mereka (Voznyak et al. , 2. Kurangnya akses ini dapat memperburuk kemiskinan dan membatasi efektivitas inisiatif seperti BUMDes, yang mengandalkan sumber daya keuangan untuk beroperasi dan Mende dkk. lebih lanjut menekankan bahwa memahami dampak psikologis dari kemiskinan dan meningkatkan keterlibatan keuangan di komunitas ini dapat meningkatkan ketahanan ekonomi mereka (Mende et al. , 2. Selain itu, prinsip-prinsip pengembangan ekonomi masyarakat sangat penting bagi BUMDes untuk berkembang. Macdonald membahas bagaimana pemanfaatan aset lokal dan inisiatif yang digerakkan oleh masyarakat dapat mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (MacDonald, 2. Dengan berfokus pada sumber daya lokal dan mendorong partisipasi masyarakat. BUMDes dapat menciptakan usaha yang tidak hanya menghasilkan pendapatan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan anggota masyarakat secara keseluruhan. Tantangan terhadap keberlanjutan BUMDes seringkali berasal dari manajemen yang tidak memadai dan kurangnya inovasi. Seperti yang dicatat oleh Irawan dan Nara, praktik manajemen yang efektif dan keterlibatan masyarakat sangat penting untuk keberhasilan perusahaan lokal (Irawan & Nara, 2. Selain itu, pengembangan program pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota masyarakat dapat memberdayakan mereka untuk mengelola BUMDes secara lebih efektif, seperti yang disoroti oleh Widiastuti dkk. dalam studi mereka tentang partisipasi perempuan dalam pengelolaan pariwisata (Widiastuti et al. , 2. Pendapatan lokal yang dihasilkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. sering kali menjadi indikator keberhasilan awal dalam pengembangan ekonomi desa. Menurut Rozuli . , optimalisasi pendapatan BUMDes tidak hanya berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADe. , tetapi juga membuka peluang untuk investasi berkelanjutan yang dapat memperkuat ekonomi lokal (Silvianita. Sunaryono, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa BUMDes berfungsi sebagai penggerak ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Lazuardiah et al. , 2020. Savitri et al. , 2. Dengan demikian, keberhasilan BUMDes dalam meningkatkan PADes menjadi kunci untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang lebih luas di tingkat desa (Febrianti & Sunaryono, 2. Namun, banyak BUMDes yang menghadapi tantangan dalam mencapai pendapatan yang (Prasetyo, 2. menyoroti bahwa kurangnya strategi diversifikasi produk dan layanan menjadi salah satu faktor penyebab kesulitan ini (Silvianita, 2. Penelitian lain menunjukkan bahwa pengelolaan yang kurang optimal dan rendahnya kapasitas manajerial juga berkontribusi terhadap masalah ini, sehingga menghambat potensi BUMDes untuk berkembang (Iskandar et al. , 2021. Sudirno et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih strategis dalam pengembangan BUMDes, termasuk pelatihan manajerial dan penguatan kapasitas pengurus (Arfiansyah et al. , 2023. Wijaya, 2. Selain itu, (Sarjiyanto, 2. mencatat bahwa penciptaan peluang kerja yang dijanjikan oleh BUMDes sering kali tidak tercapai, terutama di desa-desa dengan sumber daya terbatas (Silvianita. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun BUMDes memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, realisasi dari potensi tersebut sangat bergantung pada kondisi lokal dan kemampuan pengelolaan yang ada. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dan dukungan dari pemerintah desa sangat penting untuk keberhasilan BUMDes dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat (Gulo, 2024. Nurullah, 2. Dengan demikian, untuk mencapai tujuan yang diharapkan. BUMDes perlu didukung oleh kebijakan yang tepat dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat desa. Meskipun banyak penelitian telah membahas kontribusi BUMDes terhadap ekonomi desa, studi yang menganalisis interaksi antara pendapatan lokal, penciptaan peluang kerja, dan diversifikasi produk sebagai pilar keberlanjutan BUMDes masih sangat terbatas. Hidayat . menekankan pentingnya indikator ekonomi, seperti pendapatan dan peluang kerja, dalam mengukur keberlanjutan, tetapi tidak mengaitkan keduanya dengan inovasi dalam diversifikasi produk (Hidayat, 2. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pendapatan dan peluang kerja merupakan indikator penting, integrasi antara keduanya dengan diversifikasi produk belum banyak dieksplorasi, sehingga Sunaryono. Pembiayaan Syariah dan Stabilitas Makroekonomi: Implikasi terhadap Perkembangan UMKM di Indonesia Ae ISSN: 2654-4288 (Onlin. menciptakan celah dalam literatur yang ada. Demikian pula. Febryani et al. hanya membahas diversifikasi produk secara terpisah tanpa melihat dampaknya terhadap keberlanjutan BUMDes secara holistik. Penelitian ini mengindikasikan bahwa diversifikasi produk dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja, namun tidak mengaitkan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi keberlanjutan BUMDes secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dalam penelitian mendatang untuk menghubungkan ketiga elemen tersebut. Lebih lanjut. Hidayat . menyoroti bahwa pengelolaan BUMDes yang efektif dapat berkontribusi pada pengembangan desa mandiri melalui pengelolaan aset dan usaha yang beragam, namun tidak secara spesifik mengaitkan hal ini dengan diversifikasi produk dan dampaknya terhadap pendapatan lokal dan penciptaan lapangan kerja (Hidayat, 2. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan yang baik, tetapi juga menunjukkan bahwa masih ada kebutuhan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengelolaan, diversifikasi produk, dan hasil ekonomi yang lebih luas. Dalam konteks yang lebih luas, penelitian oleh Nelliyana . menunjukkan bahwa dana desa berkontribusi dalam pengembangan BUMDes, tetapi tidak membahas secara rinci bagaimana diversifikasi produk dapat mempengaruhi pendapatan lokal dan penciptaan peluang kerja. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada banyak penelitian yang membahas aspek-aspek berbeda dari BUMDes, interaksi antara pendapatan, peluang kerja, dan diversifikasi produk sebagai pilar keberlanjutan masih memerlukan perhatian lebih lanjut. Kesimpulannya, meskipun BUMDes memiliki janji besar untuk pembangunan ekonomi pedesaan, keberhasilannya bergantung pada penanganan inklusi keuangan, mendorong keterlibatan masyarakat, dan meningkatkan kemampuan manajemen. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan memastikan bahwa anggota masyarakat terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan. BUMDes dapat mencapai keberhasilan operasional yang berkelanjutan dan berkontribusi secara signifikan terhadap kesejahteraan penduduk pedesaan (Sunaryono S. Salahuddin & Dilla, 2. Kajian Teori Dalam kajian mengenai Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. , terdapat beberapa variabel penting yang saling terkait, yaitu pendapatan lokal, peluang kerja, diversifikasi produk, dan keberlanjutan BUMDes. Masing-masing variabel ini memiliki peran signifikan dalam meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat. Pendapatan lokal merupakan salah satu indikator utama keberhasilan BUMDes. Menurut Lazuardiah et al. BUMDes yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui pemanfaatan potensi ekonomi lokal, seperti sumber daya alam dan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan yang efektif dari BUMDes dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan lokal yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian oleh Faisal . menekankan bahwa efektivitas pengelolaan BUMDes sangat berpengaruh terhadap peningkatan PAD, yang pada gilirannya dapat memperkuat ekonomi desa secara keseluruhan. Peluang kerja juga merupakan variabel penting yang dihasilkan dari keberadaan BUMDes. Penelitian oleh Hisyam . menunjukkan bahwa BUMDes berperan dalam menciptakan lapangan kerja di desa, yang sangat penting untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan menciptakan peluang kerja. BUMDes tidak hanya membantu individu mendapatkan penghasilan, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi desa. Lebih lanjut, penelitian oleh Khairani & Yulistiyono . menyoroti bahwa pengelolaan sumber daya lokal melalui BUMDes dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, yang pada akhirnya menciptakan lebih banyak peluang kerja. Diversifikasi produk menjadi aspek penting dalam memastikan keberlanjutan BUMDes. Menurut Raharjo . , diversifikasi produk yang dilakukan oleh BUMDes dapat membantu dalam mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan daya saing. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan mengembangkan berbagai jenis produk dan layanan. BUMDes dapat menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan pendapatan. Selain itu. Astono et al . menekankan pentingnya penguatan kapasitas pengelola BUMDes dalam bidang pemasaran untuk mendukung diversifikasi produk, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa secara keseluruhan. Jurnal Ekonomi STIEP (JES). Vol. No. November 2024 Jurnal Ekonomi STIEP (JES). ISSN: 2654-4288 (Onlin. Ae Keberlanjutan BUMDes sangat dipengaruhi oleh ketiga variabel tersebut. Penelitian oleh Nusantara Nusantara . menunjukkan bahwa keberhasilan BUMDes dalam meningkatkan pendapatan lokal dan menciptakan peluang kerja sangat bergantung pada kemampuan untuk melakukan diversifikasi produk. Dengan demikian, untuk mencapai keberlanjutan. BUMDes perlu mengintegrasikan strategi diversifikasi produk dengan upaya peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja. Selain itu. Silvianita . menekankan bahwa penguatan kapasitas pengelola BUMDes melalui pelatihan dan pendidikan juga merupakan faktor kunci dalam mencapai Secara keseluruhan, kajian ini menunjukkan bahwa pendapatan lokal, peluang kerja, diversifikasi produk, dan keberlanjutan BUMDes saling terkait dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi desa. Oleh karena itu, pendekatan yang holistik dan terintegrasi diperlukan untuk memaksimalkan potensi BUMDes dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode survey untuk mengumpulkan data dari beberapa BUMDes yang tersebar di Indonesia. Survei dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner kepada pengelola BUMDes dan beberapa stakeholder terkait di desa-desa tersebut. Kuesioner dirancang untuk mengukur tiga variabel utama, yaitu pendapatan lokal, peluang kerja, dan diversifikasi produk, yang dianggap sebagai faktor kunci dalam keberlanjutan BUMDes. Setiap variabel diukur dengan sejumlah indikator yang mencakup aspek finansial, sosial, dan operasional dari BUMDes, dengan menggunakan skala Likert 1-5 untuk mengukur tingkat kesepakatan responden terhadap setiap pernyataan. Data yang terkumpul dari survei ini kemudian dianalisis menggunakan SmartPLS (Partial Least Squares Structural Equation Modelin. , sebuah perangkat lunak untuk analisis statistik multivariat yang memungkinkan pemodelan hubungan kompleks antara variabel laten dan SmartPLS digunakan untuk menguji hubungan antara pendapatan lokal, peluang kerja, dan diversifikasi produk dalam mendukung keberlanjutan BUMDes. Teknik ini dipilih karena kemampuannya dalam menangani data dengan jumlah sampel yang relatif kecil dan model yang melibatkan variabel-variabel kompleks. Selain itu. SmartPLS memungkinkan penilaian model struktural dan pengukuran secara simultan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pengaruh langsung dan tidak langsung antara variabel penelitian. Hasil analisis menggunakan SmartPLS diharapkan dapat mengungkapkan seberapa besar kontribusi masing-masing faktor terhadap keberlanjutan BUMDes, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola BUMDes untuk meningkatkan performa mereka dalam tiga aspek utama yang telah diidentifikasi. Tabel 1 Variabel Pengukuran. Sumber Data dan Keterangan Variabel Pengukuran Keterangan Pendapatan Lokal (X. Kuesioner dengan 2 Kuesioner dengan 1 Mengukur Peningkatan Pendapatan lokal dan level ekonomi lokal Mengukur Peluang kerja yang tersedia di desa Diversifikasi Produk (X. Kuesioner dengan 2 Mengukur seberapa besar diversifikasi produk dan investasi lokalnya Keberlanjutan BUMDes (Y) Mengukur tingkat profitabilitas BUMDes dan inovasi terkait usahanya. Peluang Kerja (X. Kuesioner dengan 2 Sumber: Author ( 2024 ) Tabel 1 diatas menjelaskan variabel-variabel utama dalam penelitian ini, yaitu Pendapatan Lokal (X. Peluang Kerja (X. Diversifikasi Produk (X. , dan Keberlanjutan BUMDes (Y), beserta metode pengukurannya. Variabel Pendapatan Lokal (X. diukur menggunakan kuesioner dengan dua Sunaryono. Pembiayaan Syariah dan Stabilitas Makroekonomi: Implikasi terhadap Perkembangan UMKM di Indonesia Ae ISSN: 2654-4288 (Onlin. indikator, yang bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana peningkatan pendapatan lokal dan level ekonomi desa dipengaruhi oleh aktivitas BUMDes. Selanjutnya. Peluang Kerja (X. diukur dengan satu indikator melalui kuesioner yang menilai tingkat ketersediaan peluang kerja di desa sebagai hasil dari inisiatif BUMDes. Variabel Diversifikasi Produk (X. diukur dengan dua indikator yang mencakup sejauh mana BUMDes mampu mendiversifikasi produk dan mendorong investasi lokal. Sementara itu. Keberlanjutan BUMDes (Y) diukur melalui dua indikator, yang berfokus pada tingkat profitabilitas BUMDes dan inovasi usaha yang dilakukan. Data diperoleh melalui survei berbasis kuesioner yang dirancang untuk menggambarkan hubungan antara variabel-variabel tersebut dalam mendukung keberlanjutan operasional BUMDes. Pendekatan pengukuran ini dirancang untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kontribusi setiap variabel terhadap keberlanjutan BUMDes. Pendapatan Lokal (X. menggambarkan dimensi finansial yang menjadi dasar stabilitas ekonomi desa, sementara Peluang Kerja (X. menyoroti dampak sosial BUMDes dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Di sisi lain. Diversifikasi Produk (X. mengukur kemampuan inovasi dan adaptasi BUMDes dalam menghadapi dinamika pasar melalui pengembangan produk dan investasi lokal. Keberlanjutan BUMDes (Y) sebagai variabel dependent menjadi penanda sejauh mana BUMDes dapat bertahan secara jangka panjang melalui profitabilitas dan inovasi. Kombinasi dari pengukuran ini memungkinkan analisis yang holistik untuk memahami keterkaitan antara faktor ekonomi, sosial, dan inovasi dalam mendukung keberlanjutan BUMDes. Berikut gambar dari kerangka pemikiran riset ini : Gambar 1. Kerangka pemikiran Sumber: Model Penelitian . iolah, 2. Gambar tersebut menggambarkan model konseptual penelitian yang menunjukkan hubungan antara variabel independen, yaitu Pendapatan Lokal. Peluang Kerja, dan Diversifikasi Produk, dengan variabel dependen, yaitu Keberlanjutan BUMDes. Dalam model ini, setiap variabel independen dihipotesiskan memiliki kontribusi langsung terhadap keberlanjutan BUMDes. Pendapatan Lokal mengacu pada kemampuan BUMDes untuk meningkatkan pendapatan desa melalui pengelolaan usaha yang efektif, sementara Peluang Kerja menggambarkan dampak sosial BUMDes dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Diversifikasi Produk menekankan kemampuan BUMDes untuk memperluas portofolio produk dan layanan guna memenuhi kebutuhan pasar serta menarik Model ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari ketiga faktor tersebut secara simultan terhadap keberlanjutan operasional dan keuangan BUMDes, yang ditandai oleh profitabilitas dan inovasi usaha. Dalam penelitian ini, berdasarkan kerangka pemikiran yang telah dibangun, dapat diajukan Jurnal Ekonomi STIEP (JES). Vol. No. November 2024 Jurnal Ekonomi STIEP (JES). ISSN: 2654-4288 (Onlin. Ae empat hipotesis yang menggambarkan hubungan antar variabel yang berfokus pada keberlanjutan BUMDes : H1: Pendapatan Lokal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keberlanjutan BUMDes H2: Peluang Kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberlanjutan BUMDes H3: Diversifikasi Produk berperan penting dalam keberlanjutan BUMDes. H4: Terdapat hubungan timbal balik antara ketiga variabel tersebut, yang bersama-sama membentuk dasar yang kuat untuk keberlanjutan BUMDes. Hasil dan Pembahasan Sebelum menganalisis hubungan antar variabel, langkah awal yang dilakukan adalah menguji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian untuk memastikan bahwa data yang digunakan akurat dan konsisten. Uji validitas dilakukan untuk menilai sejauh mana indikator yang digunakan mampu merepresentasikan variabel yang diukur, sementara uji reliabilitas bertujuan memastikan konsistensi pengukuran antar indikator. Dalam penelitian ini, validitas dinilai menggunakan Average Variance Extracted (AVE) dengan batas minimum 0,5, sedangkan reliabilitas diukur melalui Cronbach's Alpha dan Composite Reliability (CR) dengan nilai minimum 0,7. Hasil dari pengujian ini memberikan dasar yang kuat untuk melanjutkan analisis lebih lanjut dengan model struktural, memastikan bahwa indikator yang digunakan mampu menjelaskan variabel secara tepat dan konsisten. Berikut hasil dari uji reabilitas Tabel 2 Hasil dan Konstruksi Model Construct/indicator Item Reliability Loading Pendapatan Lokal ( X1 ) Indikator 1 Indikator 2 Peluang Kerja ( X2 ) Indikator 1 Diversifikasi Produk ( X3 ) Indikator 1 Indikator 2 Keberlanjutan BUMDes ( Y ) Indikator 1 Indikator 2 Alpha Convergent validity AVE 0,806 0,911 0,837 1,000 1,000 1,000 0,888 0,912 0,838 0,888 0,947 0,900 0,948 0,949 1,000 0,903 0,927 0,914 0,917 Sumber: Hasil olah data ( Author 2024 ) Hasil pengujian validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh konstruk dalam penelitian ini memenuhi syarat yang diperlukan untuk analisis lanjutan. Dari segi reliabilitas, seluruh konstruk memiliki nilai CronbachAos Alpha di atas 0,7 (Hair et al. , 2. , yang menandakan konsistensi internal yang baik. Selain itu, nilai Composite Reliability (CR) juga melampaui ambang batas 0,7 (Fornell & Larcker, 1. , sehingga seluruh konstruk dianggap memiliki reliabilitas yang sangat baik. Validitas konvergen yang diukur melalui nilai Average Variance Extracted (AVE) menunjukkan hasil yang memadai, dengan semua nilai AVE lebih besar dari 0,5 (Bagozzi et al. , 1. Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator yang digunakan mampu menjelaskan varian konstruk dengan Konstruk Pendapatan Lokal (X. memiliki AVE sebesar 0,837, dengan loading faktor yang sangat tinggi pada kedua indikator . asing-masing 0,948 dan 0,. , menunjukkan bahwa indikator tersebut sangat representatif. Konstruk Peluang Kerja (X. bahkan memiliki hasil reliabilitas dan validitas sempurna, dengan nilai Alpha. CR, dan AVE sama-sama sebesar 1, menandakan bahwa indikator ini sangat kuat dalam menjelaskan konstruknya. Diversifikasi Produk (X. juga Sunaryono. Pembiayaan Syariah dan Stabilitas Makroekonomi: Implikasi terhadap Perkembangan UMKM di Indonesia Ae ISSN: 2654-4288 (Onlin. menunjukkan hasil yang baik, dengan AVE sebesar 0,838 dan loading faktor indikator masing-masing sebesar 0,903 dan 0,927. Sementara itu, konstruk Keberlanjutan BUMDes (Y) memiliki nilai reliabilitas dan validitas yang sangat tinggi, dengan CR sebesar 0,947 dan AVE sebesar 0,900, menunjukkan bahwa indikator-indikatornya sangat memadai untuk mengukur tingkat keberlanjutan BUMDes. Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa seluruh konstruk dalam penelitian ini valid dan reliabel, sehingga model siap untuk digunakan dalam analisis hubungan antar variabel menggunakan metode SmartPLS. Hasil ini memastikan bahwa data yang digunakan mampu merepresentasikan variabel penelitian secara akurat dan konsisten. Gambar berikut menunjukkan model struktural yang menilai model intersektoral dengan faktor lingkungan, sosial dan ekonomi untuk keberlanjutan BUMDes. Model ini memetakan dimensi konseptual, ukuran spesifiknya, dan nilai pemuatan dan koefisien jalur, menunjukkan bagaimana setiap tautan dianalisis melalui SEM menggunakan SmartPLS 3. Konsistensi internal langkah-langkah ditetapkan dengan menggunakan (Hair et al. , 2. dengan alfa Cronbach lebih dari 7 untuk menguji konsistensi internal (Field, 2005. Pallant et al. , 2016. Yousef, 2. Gambar 2. Path coefficients with t-values Sumber: Author . iolah, 2. Hasil analisis dari diagram di atas menunjukkan hubungan antara tiga variabel independen, yaitu Pendapatan Lokal. Peluang Kerja, dan Diversifikasi Produk, terhadap variabel dependen, yaitu Keberlanjutan BUMDes. Pendapatan Lokal memiliki dua indikator dengan nilai loading sebesar 55. untuk X3_1 dan 117. 647 untuk X3_3. Hubungan langsung variabel ini dengan keberlanjutan BUMDes menunjukkan pengaruh sebesar 4. 662, yang mengindikasikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan BUMDes, meskipun dampaknya masih lebih kecil dibandingkan variabel lain. Selanjutnya. Peluang Kerja, yang hanya diukur dengan satu indikator (X3_. , menunjukkan nilai loading 0. Hal ini mengindikasikan bahwa indikator tersebut tidak signifikan dalam menjelaskan hubungan dengan keberlanjutan BUMDes. Hubungan langsung variabel peluang kerja dengan keberlanjutan BUMDes memiliki nilai pengaruh sebesar 3. 211, yang merupakan kontribusi paling lemah dibandingkan variabel lainnya. Sementara itu. Diversifikasi Produk memberikan kontribusi paling besar terhadap keberlanjutan BUMDes. Variabel ini memiliki dua indikator, yaitu X3_4 dengan nilai loading 128. dan X3_5 dengan nilai loading 139. Hubungan diversifikasi produk dengan keberlanjutan Jurnal Ekonomi STIEP (JES). Vol. No. November 2024 Jurnal Ekonomi STIEP (JES). ISSN: 2654-4288 (Onlin. Ae BUMDes menunjukkan pengaruh sebesar 5. 129, yang mencerminkan peran signifikan diversifikasi produk dalam menciptakan stabilitas dan pertumbuhan keberlanjutan BUMDes. Keberlanjutan BUMDes sendiri diukur melalui dua indikator, yaitu Y1_1 dengan nilai loading 237 dan Y1_3 dengan nilai loading 81. Nilai-nilai ini menunjukkan bahwa model keberlanjutan BUMDes dapat dijelaskan dengan baik melalui variabel-variabel yang digunakan. Secara keseluruhan, analisis ini menunjukkan bahwa Diversifikasi Produk merupakan variabel paling berpengaruh terhadap keberlanjutan BUMDes, diikuti oleh Pendapatan Lokal, sementara Peluang Kerja memiliki pengaruh yang paling kecil dan kurang signifikan. Tabel 3 Path Coefficients for Direct Effect Hypotheses Pendapatan Lokal -> Keberlanjutan BUMDes Peluang Kerja -> Keberlanjutan BUMDes Diversifikasi Produk -> Keberlanjutan BUMDes Beta () 0,078 0,057 0,076 t-values 4,662 3,211 5,129 p values 0,000 0,001 0,000 5% CI 0,529 0,291 0,539 Report Supported Supported Supported Sumber: Author 2024 Tabel 3 diatas menyajikan koefisien jalur . ath coefficient. untuk pengaruh langsung antara variabel independen (Pendapatan Lokal. Peluang Kerja, dan Diversifikasi Produ. terhadap Keberlanjutan BUMDes. Berdasarkan hasil analisis, ketiga hipotesis yang diajukan terbukti didukung oleh data. Pengaruh Pendapatan Lokal terhadap Keberlanjutan BUMDes tercatat dengan koefisien jalur 0,078, yang menunjukkan pengaruh positif signifikan dengan t-value sebesar 4,662 dan p-value 0,000, serta interval kepercayaan 97,5% yang menunjukkan pengaruh yang kuat . Demikian juga, hubungan antara Peluang Kerja dan Keberlanjutan BUMDes dengan koefisien jalur 0,057 menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan, dengan t-value 3,211 dan p-value 0,001, serta CI 97,5% sebesar 0,291. Terakhir. Diversifikasi Produk juga memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap Keberlanjutan BUMDes, dengan koefisien jalur 0,076, t-value 5,129, dan p-value 0,000, didukung oleh CI 97,5% sebesar 0,539. Secara keseluruhan, hasil ini menegaskan bahwa Pendapatan Lokal. Peluang Kerja, dan Diversifikasi Produk secara signifikan berkontribusi pada keberlanjutan BUMDes Pembahasan Hasil analisis menunjukkan bahwa Pendapatan Lokal berkontribusi signifikan terhadap Keberlanjutan BUMDes. Dengan koefisien jalur 0,078, t-value 4,662, dan p-value 0,000, pengaruh ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan lokal menjadi salah satu pilar penting dalam memastikan keberlanjutan operasional BUMDes. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya (Rozuli, 2. , yang menegaskan bahwa peningkatan pendapatan lokal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan program-program BUMDes tetapi juga menguatkan kontribusi BUMDes terhadap pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Peluang Kerja juga terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Keberlanjutan BUMDes, dengan koefisien jalur 0,057, t-value 3,211, dan p-value 0,001. Temuan ini menegaskan pentingnya penciptaan lapangan kerja oleh BUMDes dalam mendukung keberlanjutan usaha mereka. Dengan menyediakan peluang kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. BUMDes tidak hanya berkontribusi pada pengurangan pengangguran tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat lokal, yang secara tidak langsung mendukung keberhasilan ekonomi BUMDes. Penelitian Sarjiyanto . mendukung hal ini dengan menyebutkan bahwa peluang kerja memainkan peran sentral dalam keberlanjutan ekonomi desa. Diversifikasi Produk, dengan koefisien jalur 0,076, t-value 5,129, dan p-value 0,000, juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Keberlanjutan BUMDes. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak produk dan layanan yang ditawarkan oleh BUMDes, semakin besar peluang untuk meningkatkan pendapatan dan menarik investasi lokal maupun eksternal. Diversifikasi ini memungkinkan BUMDes untuk mengelola risiko pasar dengan lebih baik dan menciptakan stabilitas keuangan jangka panjang. Sebagaimana dicatat oleh Prasetyo et al. , diversifikasi produk menjadi salah satu strategi kunci untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha di tingkat Sunaryono. Pembiayaan Syariah dan Stabilitas Makroekonomi: Implikasi terhadap Perkembangan UMKM di Indonesia Ae ISSN: 2654-4288 (Onlin. Secara keseluruhan, ketiga variabel independen yang ditelitiAiPendapatan Lokal. Peluang Kerja, dan Diversifikasi ProdukAiterbukti berkontribusi positif terhadap Keberlanjutan BUMDes. Hasil ini memperkuat kerangka teoretis yang menyatakan bahwa keberlanjutan ekonomi desa tidak dapat dicapai hanya dengan satu pendekatan tunggal, tetapi memerlukan strategi yang terintegrasi. Dengan mengoptimalkan ketiga aspek ini. BUMDes dapat meningkatkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi lokal, memperkuat stabilitas keuangan, dan mendukung kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. Selain itu, hasil ini menunjukkan pentingnya pendekatan strategis dalam pengelolaan BUMDes, khususnya dalam menciptakan sinergi antara pendapatan lokal, penciptaan peluang kerja, dan diversifikasi produk. Ketiganya memiliki hubungan yang saling melengkapi, di mana peningkatan pendapatan lokal dapat memberikan modal untuk pengembangan produk baru dan diversifikasi, sementara penciptaan peluang kerja memberikan dukungan operasional yang diperlukan untuk menjalankan inovasi tersebut. Kombinasi dari ketiga faktor ini menghasilkan model keberlanjutan yang holistik, yang tidak hanya meningkatkan profitabilitas tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas di tingkat desa. Dari perspektif kebijakan, temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengelola BUMDes dan pemerintah daerah. Fokus pada diversifikasi produk dan layanan harus dipadukan dengan strategi untuk meningkatkan peluang kerja di desa dan mengoptimalkan potensi pendapatan lokal. Pemerintah dapat memberikan dukungan melalui pelatihan keterampilan, pembiayaan, dan kemudahan akses pasar. Selain itu, keberhasilan BUMDes yang berkelanjutan membutuhkan komitmen dari semua pemangku kepentingan untuk berinvestasi dalam inovasi dan pembangunan kapasitas sumber daya manusia. Dengan pendekatan ini. BUMDes tidak hanya mampu bertahan tetapi juga berkembang sebagai penggerak utama pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Kesimpulan Penelitian ini mengungkapkan bahwa keberlanjutan BUMDes dipengaruhi secara signifikan oleh tiga faktor utama: Pendapatan Lokal. Peluang Kerja, dan Diversifikasi Produk. Pendapatan lokal berkontribusi sebagai indikator ekonomi yang menunjukkan kemampuan BUMDes untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan desa. Peluang kerja, di sisi lain, menjadi elemen penting dalam memperkuat keberlanjutan sosial dengan menyediakan pekerjaan bagi masyarakat desa, sehingga mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan daya beli Diversifikasi produk, yang berperan dalam meningkatkan daya saing dan stabilitas usaha, menunjukkan bahwa inovasi dalam layanan dan produk mampu memberikan dampak positif pada keberlanjutan finansial BUMDes. Ketiga variabel ini saling melengkapi dan membentuk kerangka kerja yang strategis untuk pengelolaan BUMDes yang berkelanjutan. Pendekatan yang mengintegrasikan ketiga faktor ini memungkinkan BUMDes untuk tidak hanya bertahan dalam menghadapi tantangan ekonomi, tetapi juga berkembang sebagai penggerak utama dalam pembangunan ekonomi desa. Penelitian ini juga memberikan wawasan bagi para pemangku kebijakan bahwa keberhasilan BUMDes tidak hanya bergantung pada satu aspek tertentu, melainkan membutuhkan pendekatan multidimensi yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan inovasi. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat pentingnya pengelolaan yang terstruktur dan berbasis data dalam BUMDes. Dukungan dari pemerintah, komunitas, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung keberlanjutan BUMDes, baik melalui kebijakan yang mendukung investasi lokal, pelatihan keterampilan, maupun akses terhadap Hal ini diharapkan dapat membantu BUMDes untuk terus berkembang sebagai motor penggerak pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Referensi