Tadiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 Volume 2 no 1 Juli-Desember 2021 Pelaksanaan Pendekatan Individual Dalam Pembelajaran PAI di SD Negeri 117874 Kotapinang Husni Mubarok & Nining Apriani Sekolah Tinggi Agama Islam Rokan Bagan Batu Email: hm305923@gmail. nining17ar@gmail. Abstract The purpose of this study was to determine the implementation of an individual approach in PAI learning at SD Negeri 117874 Kotapinang. The method used is descriptive qualitative with the type of research is field research or . ield researc. with data collection techniques of observation, interviews and documentation. As for the results of the study, it is known that the initial planning of religious learning with the assumption that students can learn well and fully understand the subject matter with the strategy or approach given by the teacher, but has not been implemented properly, it can be seen that the teacher only pays attention to smart students. Its implementation in PAI learning has not been carried out optimally, because teachers often or tend only to students who can without paying attention to the differences of each individual student. Key word: Aplication. this Method. Individual. Religion Education Abstrak Tujuan Penelitian Ini adalah untuk mengetahui. Pelaksanaan Pendekatan Individual Dalam Pembelajaran PAI di SD Negeri 117874 Kotapinang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan Jenis penelitianya adalah penelitian lapangan atau . ield researc. dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian, diketahui bahwa Perencanaan awal dari pembelajaran agama dengan asumsi bahwa anak didik dapat belajar dengan baik dan sepenuhnya memahami materi pelajaran dengan strategi atau pendekatan yang diberikan guru, namum belum terlaksana dengan baik terlihat gurunya memperhatikan siswa yang pandai saja. Pelaksanaannya dalam pembelajaran PAI belum terlaksana secara maksimal, karena guru lebih sering sering atau cenderung hanya kepada siswa yang bisa saja tanpa memperhatikan perbedaan dari masing-masing individu siswa. Key Words:Pelaksanaan. Pendekataan. Individual. Pembelajaran PAI. Pendahuluan Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam hidup dan kehidupan manusia, karena dengan pendidikan manusia dapat dibimbing, di didik, dilatih dan diarahkan agar menjadi manusia yang berguna bagi bangsa, negara dan agama. Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan yang berlangsung di Sekolah, di luar Sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat dimasa yang akan datang (Redja Mudya Harja, 2. Pendidikan bagi kehidupan umat manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat, dan pendidikan juga merupakan wadah yang dapat dijadikan sarana perubahan yang paling utama. Tanpa pendidikan sama sekali mustahil suatu kelompok manusia dapat hidup berkembang sejalan dengan aspirasi . ita-cit. untuk maju, sejahtera dan bahagia menurut konsep pandangan hidup mereka, maka melalui pendidikanlah kita dapat merekontruksi kepribadian yang telah usang dan mengubah menjadi sosok pribadi yang bersih. Pendidikan merupakan langkah efektif untuk menjaga kebaikan manusia, karena banyaknya faktor yang mempengaruhi kebaikan dirinya, baik secara internal maupun Tadiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 Volume 2 no 1 Juli-Desember 2021 Dengan demikian melakukan pendidikan adalah sebuah jalan untuk menjaga dan melipatkan kebaikan diri (Cahyadi Takariawan Dan Ida Nr Laila, 2. Pendidikan tidak akan bisa berjalan tanpa ada komponen-komponen pendidikan, maka Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati menjelaskan bahwa yang termasuk kedalam komponen pendidikan adalah tujuan pendidikan, pendidik, anak didik, lingkungan dan alat pendidikan (Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, 2. Serta Umar Tirtarahardja dan S. Sulo menambahkan tiga komponen pendidikan yang telah diuraikan oleh Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati yaitu: interaksi antara peserta didik dengan pendidik . nteraksi edukati. , materi pendidikan dan metode pendidikan (Umar Tirtarahadja dan S. La Sulo, 2. Dari pendapat diatas dapat kita pahami komponen pendidikan itu ada delapan komponen yaitu: tujuan pendidikan, pendidik, anak didik, lingkungan, alat pendidikan, interaksi antara peserta didik dengan pendidik . nteraksi edukati. , materi pendidikan, dan metode pendidikan. Dari delapan komponen diatas salah satu yang mendukung agar tercapainya tujuan pendidikan adalah pendidik. Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab dan berwenang untuk membimbing, memahami peserta didik serta memberikan berbagai ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi peserta didiknya dengan cara yang baik. Menurut Ramayulis pendidik dalam pendidikan islam ada beberapa macam yaitu Allah Swt. Nabi Muhammad Saw. Orang tua, dan Guru/pendidik. Pada hakikatnya pendidik adalah orang yang bertanggung jawab membimbing peserta didik untuk bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan ajaran islam sesuai dengan perkembangannya untuk mencapai tingkat kedewasaanya serta bengembangkan potensi peserta didik baik dari segi afektif, psikomotor dan kognitif. Dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung telah terjadi interaksi yang bertujuan, pendidik dan anak didiklah yang menggerakkannya. Interaksi yang bertujuan itu disebabkan pendidiklah yang memaknainya dengan menciptakan lingkungan yang bernilai edukatif demi kepentingan peserta didik dalam belajar. Pendidik ingin memberikan layanan yang terbaik bagi peserta didik, dengan menyediakan lingkungan yang menyenangkan dan menggairahkan. Pendidik berusaha menjadi pembimbing yang baik dengan peranan yang arif dan bijaksana, sehingga tercipta hubungan dua arah yang harmonis antara pendidik dengan peserta didik. Ketika kegiatan proses pembelajaran itu berproses, pendidik harus dengan ikhlas dalam bersikap dan berbuat, serta mau memahami peserta didiknya dengan segala Semua kendala yang terjadi dan dapat menjadi penghambat jalannya proses pembelajaran, baik yang berpangkal dari perilaku peserta didik maupun yang bersumber dari luar diri peserta didik, pendidik harus hilangkan dan bukan Karena keberhasilan proses pembelajaran lebih banyak ditentukan oleh pendidik dalam mengelola kelas. Dalam mengajar, pendidik harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana, bukan sembarangan yang bisa merugikan peserta didik. Pandangan pendidik terhadap peserta didik akan menentukan sikap dan perbuatan. Setiap pendidik tidak selalu mempunyai pandangan yang sama dalam menilai peserta didik. Hal ini akan mempengaruhi pendekatan yang pendidik ambil dalam pengajaran. Pendidik yang memandang peserta didik sebagai pribadi yang berbeda dengan peserta didik lainnya akan berbeda dengan pendidik yang memandang peserta didik sebagai makhluk yang sama dan tidak ada perbedaan dalam segala hal. Maka adalah penting meluruskan pandangan yang keliru dalam menilai peserta didik. Sebaiknya Tadiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 Volume 2 no 1 Juli-Desember 2021 pendidik memandang peserta didik sebagai individu dengan segala perbedaan . aiful Bahri Djamarah, 2. Ada beberapa pendekatan yang diajukan dengan harapan dapat membantu pendidik dalam memecahkan berbagai masalah dalam kegiatan belajar mengajar seperti pendekatan individual, pendekatan kelompok, pendekatan bervariasi, pendekatan edukatif. Pendekatan yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran salah satunya yang penulis gunakan adalah pendekatan individual, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendekatan adalah proses perbuatan, cara mendekati (Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Defenisi ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Mulyanto Sumardi bahwa pendekatan bersifat axiomatic, ia terdiri dari serangkaian asumsi mengenai hakikat bahasa dan pengajaran bahasa serta belajar bahasa (Mulyanto Sumardi, 1. Bila dikaitkan dengan pendidikan Islam, pendekatan berakti serangkaian asumsi mengenai hakikat pendidikan Islam dan pengajaran agama Islam serta belajar agama Islam. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan pendidik dalam proses pembelajaran adalah pendekatan individual. Pendekatan individual adalah pendekatan yang sangat pemperhatikan perbedaan individual peserta didik yang beragam, dengan tujuan agar peserta didik memiliki penguasaan yang optimal terhadap materi pelajaran. Pendekatan ini dilakukan oleh pendidik dengan memahami karakter atau watak dari setiap peserta didik. Dalam pendapat lain pendekatan individual adalah berorientasi pada individu dan pengembangan diri siswa (Hamzah B Uno, 2. Pendekatan ini menfokuskan pada proses dimana individu membangun dan mengorganisasikan dirinya secara realitas bersifat unik. Secara singkat model menekankan pada pengembangan pribadi, yaitu upaya membantu siswa untuk mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungannya dan membantu mereka untuk dapat memandang dirinya sebagai pribadi yang mampu atau Dalam proses pendidikan Islam, pendekatan mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya mencapai tujuan, karena ia menjadi sarana yang sangat bermakna bagi materi pelajaran yang tersusun dalam kurikulum pendidikan, sehingga dapat dipahami atau diserap oleh peserta didik dan menjadi pengertian-pengertian yang fungsional terhadap tingkah lakunya. Salah satu yang menjadi dasar bahwa setiap manusia harus menpunyai pendidikan agar berkembangnya potensi dari masing-masing individu tersebut. Menurut Undangundang Republik Indonesia no 20 tahun 2003 pasal 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangakan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Pendekatan individual mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan Pengelolaan kelas sangat memerlukan pendekatan individu, pemilihan metode tidak begitu saja mengabaikan kegunaan pendekatan individu, sehingga pendidik dalam melaksanakan tugasnya selalu saja melakukan pendekatan individu terhadap peserta didiknya dikelas. Persoalan kesulitan belajar peserta didik lebih mudah dipecahkan dengan menggunakan pendekatan individual (Syaiful Bahri Djamarah , 2. Berdasarkan kutipan di atas dapat dipahami bahwa pendekatan individual adalah pendekatan yang sangat pemperhatikan perbedaan individual peserta didik yang beragam, dengan tujuan agar peserta didik memiliki penguasaan yang optimal terhadap materi Pendekatan ini dilakukan oleh pendidik dengan memahami karakter atau watak dari setiap peserta didik. Tadiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 Volume 2 no 1 Juli-Desember 2021 Metode Penelitian Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan Jenis penelitianya adalah penelitian lapangan atau . ield researc. dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian dan Pembahasan Perencanaan Pendekatan Individual oleh Guru PAI di SD Negeri 117874 Kotapinang Dalam perencanaan pendekatan individual yang dilakukan pendidik saat sebelum proses pembelajaran yaitu Perencanaan adalah kondisi awal dari belajar anak didik didasarkan kepada asumsi bahwa anak didik dapat belajar dengan baik dan sepenuhnya memahami materi pelajaran dengan strategi atau pendekatan yang diberikan guru. Sesuai dengan observasi yang penulis lakukan mengenai perencanaan pendekatan individual dalam pembelajaran PAI di SD Negeri 117874 Kotapinang oleh guru PAI. Dalam perencanaan pendekatan individual pendidik harus melihat kondisi dari kelas tersebut baik dari penataan ruang kelas maupun pengaturan siswa tersebut. Agar terciptanya suasana belajar yang menggairahkan, perlu diperhatikan jumlah siswa dalam kelas, jumlah bangku dan meja dalam kelas agar proses pembelajaran berjalan dengan maksimal dalam pelaksanaannya kurang berjalan sesuai yang diharapkan. Sebelum pelaksanaan pendekatan individual yang perlu diperhatikan salah satunya yaitu jumlah siswa dalam setiap kelompok, jumlah kelompok dalam kelas, maupun pengaturan siswa tersebut, yang dilihat berdasarkan berbagai persamaan dan perbedaan individu siswa tersebut. Pelaksanaan pendekatan individual yang diterapkan dalam mata pelajaran PAI di SD Negeri 117874 Kotapinang. Pelaksanaan pendekatan individual yang diterapkan pada mata PAI di SD 117874 Kotapinang yaitu: Perbedaan dari masing-masing siswa, kepandaian serta kekurangan dari masing-masing Saat pelaksanaan pendekatan individual dengan memperhatikan perbedaan masing-masing individu siswa. Saat pembelajaran berlangsung saya memperhatikan perbedaan masing-masing individu siswa baik dari segi kepintaran siswa maupun dari segi kekurangan siswa tersebut namun dalam pelaksanaannya Bapak/Ibuk belum melaksanakannya secara maksimal. Saat proses pembelajaran ibuk memang telah memperhatikan perbedaan masing-masing individu kami namun dalam segi kekurangan masing-masing siswa, ibuk tidak seutuhnya memperhatikan kami tapi ibuk hanya memperhatikan kekurangan kami secara konvensional. Dalam proses pembelajaran ibuk memang telah memperhatikan perbedaan individu masing-masing kami, namun ibuk tidak seutuhnya memperhatikan perbedaan kami tersebut, kebanyakan ibuk hanya memperhatikan siswa-siswa yang lebih dekat dengan ibuk Memberi kesempatan yang cukup kepada siswa dalam memberikan kesempatan untuk menjawab atau bertanya. Dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab, bertannya maupun menanggapi pertanyaan dari siswa yang lain. Bapak/ibuk melakukan atau memberikan kesempatan kepada siswa, agar nantiknya mereka paham akan materi yang akan dibahas atau yang akan dipelajari siswa tersebut namun dalam pelaksanaannya hanya sebagian siswa yang terlihat aktif dalam kelas tersebut. Dalam memberikan kesempatan kepada kami baik berupa memberikan pertanyaan, memberikan kesempatan untuk bertanya, maupun menjawab pertannyaan dari siswa lain, ibuk memang telah memberikan kesempatan tersebut kepada kami, namun kesempatan tersebut hanya kebanyakan diberikan kepada siswa yang boleh dikatakan Tadiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 Volume 2 no 1 Juli-Desember 2021 pintar dan siswa yang sering banyak berbicara dalam kelas, ibuk tidak memberikan kesempatan tersebut secara bergiliran kepada kami. Membantu siswa ketika siswa membutuhkan bantuan ketika siswa mendapat masalah. Ketika siswa tidak paham akan meteri pelajaran Bapak/Ibuk telah memberikan bantuan kepada siswa tentang apa yang siswa tersebut tidak mengerti, dengan tujuan nantiknya siswa tersebut paham dengan pelajaran tersebut namun dalam pelaksanaannya tidak keseluruhan siswa yang terlibat dalam kelas tersebut. Ketika kami mendapat kekeliruan dalam proses pembelajaran Ibuk memberikan solusi atau pemecahan masalah terhadap apa yang tidak kami pahami, namun ibuk sering memberi bantuan kepada siswa yang boleh dikatan pintar sedangkan siswa yang boleh dikatakan kurang pintar ibuk hanya sekedar memberikan pemecahan masalah tersebut secara keseluruhan kurang memperhatikan perbedaan dari masing-masing individu kami, sehingga banyak siswa yang diam dalam kelas karena kebanyakan siswa binggung terhadap permasalahan tersebut. Saat siswa mendapat keliruan dalam proses pembelajaran ibuk telah memberikan bantuan pemecahan masalah kepada kami, sehingga kami mengerti akan pembelajaran tersebut, terkadang ibuk hanya memberikan bantuan kepada siswa yang bertanya, dan kebanyakan siswa banyak diam karena siswa tersebut tidak mengerti akan kendalanya tersebut. Memperhatikan siswa yang kurang pandai, tidak hanya siswa yang pandai. Guru memperhatikan semua keadaan siswa, tidak saja hanya siswa-siswa yang pandai saja, karena kita dituntut untuk memperhatikan kecerdasaan dan kepintaran dari masingmasing siswa yang kita ajarkan, agar nantiknya siswa tersebut memiliki pemahaman yang sama dalam pelaksanaannya kebanyakan kepada siswa yang yang pintar-pintar Guru memang telah memperhatikan semua siswa dalam kelas, tidak saja hanya siswa yang pintar-pintar saja tetapi juga siswa-siswa yang kurang pandai, namun terkadang ibuk tidak memperhatikan semua siswa tersebut, terkadang ibuk cendrung kepada siswa yang pintar, agar pembahasan cepat terselesaikan. Guru memang memperhatikan semua siswa dalam kelas, terkadang ibuk hanya memperhatikan siswa yang pintar karena ibuk tersebut sering mengejarkan pembahasan saat pembelajaran, sehingga nantiknya pelajaran cepat terselesaikan sebelum waktunya. Setiap kali saya mengajar dalam kelas, saya memperhatikan semua siswa, tidak saja siswa yang pintar saja, namun saya lebih menekankan kepada siswa yang kurang pintar, tampa mengabaikan siswa yang pintar agar pemahaman dari masing- masing siswa Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: . Perencanaan adalah kondisi awal dari belajar anak didik didasarkan kepada asumsi bahwa anak didik dapat belajar dengan baik dan sepenuhnya memahami materi pelajaran dengan strategi atau pendekatan yang diberikan guru. Dalam perencanaan pendekatan individual pendidik harus melihat kondisi dari kelas tersebut baik dari penataan ruang kelas maupun pengaturan siswa tersebut. Pelaksanaan pendekatan individual dalam pembelajaran PAI di SD Negeri 117874 Kotapinang. Pelajari perbedaan dari masing-masing siswa, kepandaian, dan kekurangan dari masing-masing siswa tersebut, memberi kesempatan yang cukup kepada siswa dalam memberikan kesempatan untuk menjawab dan bertannya, membantu siswa ketika siswa membutuhkan bantuan ketika siswa mendapat masalah, memperhatikan siswa yang kurang pandai jangan hanya siswa yang pandai. Pelaksanaannya dalam pembelajaran PAI juga belum terlaksana secara maksimal, karena bapak dan ibuk sering atau cenderung Tadiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 Volume 2 no 1 Juli-Desember 2021 kepada siswa yang pintar-pintar agar guru lebih mudah dalam melaksanakan pendekatan tersebut tanpa memperhatikan perbedaan dari masing-masing individu siswa tersebut. DAFTAR KEPUSTAKAAN Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2003 Bahri Syaiful Djamarah dan Zain Aswan. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Asdi Mahasatya, 2006 Cahyadi Takariawan Dan Ida Nr Laila. Menjadi Murabbiyah Sukses. Solo: Era Intermedia, 2005 Cik Hasan Bisri. Penuntun Penyusunan Rencana Penelitian dan Penulisan Skripsi Bidang Agama Islam. Jakarta. PT Logos Wacana Ilmu, 1998 Depdiknas. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama 2008 Dewi Salma Prawiradilaga. Prinsip Disain pembelajaran. Jakarta : Kencana, 2008 Dimiyati dan Mujiono. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta, 1999 Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Departemen Pendidikan Nasional, 2007 E. Mulyara. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. PT Remaja Rosda karya Bandung. Hamzah B Uno. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008 Khalid Ahmad Syantut. Melejitkan Potensi Moral dan Sprital Anak. Bandung: Syaamil Cipta Media, 2007 Lexy J. Moleong. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosda karya, 1994 Moh. Uzer Usman. Menjadi Guru Professional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006. Muhaimin. Abd. Mujib. Pemikiran Pendidikan Islam Kajian Filosofik dan Kerangka Dasar Operasionalisasinya. Bandung: Trigenda Karya, 1993 Mulyanto Sumardi. Pengajaran Bahasa Asing. Jakarta : Bulan Bintang, 1975. Oemar Hamalik. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara, 1999 Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: kalam Mulia, 1994 _________. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 1994 Redja Mudya Harja. Pengantar Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2001 Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian . Jakarta : Rineka Cipta, 1989 Syaiful Bahri Djamarah. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Rineka Cipta, 2006 Syaiful Bahri Djamarah. Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Syaiful Bahri Djamarah. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta, 2000 Syaiful Sagala. Konsep Dalam Mata Pembelajaran. Bandung. Alfabeto, 2006 Umar Tirtarahadja dan S. La Sulo. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2005 Wina Sanjaya. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana:2008