KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. ISSN: 2987-9469 DOI: https://doi. org/10. 51510/komposit. Pengenalan Dunia Kampus Vokasi Di MA Terpadu Ali Bin Abi Tholib Tanjung Morawa Arfanda Anugrah Siregar1. Tuti Adi Tama Nasution2. Bakti Viyata Sundawa3. Rasdinanta Tarigan4. Fitria Nova Hulu5 Politeknik Negeri Medan. Jl. Almamater No. 1 Kampus USU Medan AeSumatera1,2,3,4,5 Email: arfanda@polmed. id, tutinasution@polmed. ABSTRAK Pemahaman siswa tingkat Sekolah Menengah Atas, khususnya dari Madrasah Aliyah (MA), terhadap pendidikan tinggi vokasi seringkali masih terbatas dan cenderung memandangnya sebagai pilihan sekunder setelah jalur Padahal, pendidikan vokasi merupakan jalur strategis untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) terampil yang siap kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, mengubah persepsi, dan menumbuhkan minat siswa kelas XII MA Terpadu Ali Bin Abi Tholib terhadap pendidikan tinggi vokasi. Kegiatan dilaksanakan secara luring . atap muk. pada 1 Juni 2025 yang diikuti oleh 30 siswa. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi panel, pemutaran video testimoni, dan pembagian booklet informatif. Evaluasi dampak kegiatan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pre-test dan post-test serta kuesioner evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan yang signifikan. Terjadi peningkatan pengetahuan kognitif siswa secara signifikan . < 0. , di mana skor rata-rata pemahaman meningkat dari 45,17 pada pre-test menjadi 82,23 pada post-test. Selain itu, terjadi pergeseran persepsi yang positif, di mana persentase siswa yang memandang vokasi sebagai jalur yang prospektif dan membanggakan meningkat dari 35% menjadi 75% setelah kegiatan. Tingkat kepuasan peserta juga sangat tinggi, dengan 96% menyatakan kegiatan ini memberikan manfaat yang besar. Disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi ini efektif dalam membuka wawasan, mereduksi stereotip negatif, dan meningkatkan daya tarik pendidikan vokasi sebagai pilihan karir yang cerdas bagi siswa MA. Kata kunci : Pendidikan Vokasi. Sosialisasi. Pengabdian Masyarakat. Siswa MA. Minat Studi ABSTRACT High school students, particularly those from Madrasah Aliyah, often have limited exposure to vocational higher education, with many viewing it as a secondary option after academics. Vocational education, in fact, is a strategic pathway to meet the need for skilled, work-ready human resources. This community service activity aims to increase knowledge, change perceptions, and foster interest in vocational higher education among grade XII students of MA Terpadu Ali Bin Abi Tholib. The activity was conducted offline on June 1, 2025, with 30 students participating. The methods used included interactive lectures, panel discussions, video testimonial screenings, and the distribution of informative booklets. The impact evaluation of the activity used a quantitative approach through pre-tests and posttests, as well as an evaluation questionnaire. The results of the activity showed significant success. There was a significant increase in students' cognitive knowledge . < 0. , with the average comprehension score increasing 17 in the pre-test to 82. 23 in the post-test. Furthermore, a positive shift in perception was observed, with the percentage of students viewing vocational studies as a promising and rewarding path increasing from 35% to 75% after the activity. Participant satisfaction was also very high, with 96% stating that the activity provided significant benefits. The socialization activity was concluded to be effective in broadening perspectives, reducing negative stereotypes, and increasing the appeal of vocational education as a smart career choice for MA students. Keywords: Vocational Education. Socialization. Community Service. MA Students. Study Interest s (Diajukan: 14 08 2025. Direvisi: 01 02 2025. Diterima: 01 02 2. KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. PENDAHULUAN Indonesia sedang memasuki era bonus demografi, sebuah periode dimana populasi usia produktif mendominasi. Fenomena ini merupakan pedang bermata dua: sebuah peluang emas untuk akselerasi ekonomi jika SDM-nya berkualitas, atau menjadi beban pembangunan jika tidak Sejalan dengan itu. Revolusi Industri 4. 0 menuntut adanya tenaga kerja yang tidak hanya berbekal pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri modern (Asnawi, 2. Menjawab tantangan ini. Pemerintah Indonesia melalui Peta Jalan Pengembangan Pendidikan Vokasi (Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, 2. memprioritaskan revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi (PTV), termasuk politeknik, sebagai garda terdepan dalam mencetak SDM unggul (Kuntoro, 2. Politeknik Negeri Medan, sebagai bagian dari ekosistem PTV, memiliki mandat untuk menghasilkan lulusan siap kerja melalui kurikulum yang berorientasi praktik. Namun, keberhasilan PTV tidak hanya bergantung pada kualitas internal, tetapi juga pada kualitas dan minat calon mahasiswa. Di sinilah letak masalah krusial: adanya kesenjangan informasi yang signifikan di tingkat sekolah menengah. Banyak siswa, terutama di luar kota-kota besar, memiliki pemahaman yang terbatas dan bahkan keliru mengenai pendidikan vokasi. Mereka cenderung memandang universitas akademik sebagai satu-satunya jalur menuju kesuksesan, sebuah persepsi yang tidak lagi relevan dengan dinamika pasar kerja saat ini. Kondisi ini tercermin di MA Terpadu Ali Bin Abi Tholib, sebuah institusi pendidikan Islam di Tanjung Morawa. Deli Serdang. Meskipun memiliki potensi, para siswanya menghadapi ketidakpastian dalam merencanakan masa depan akibat minimnya paparan terhadap alternatif jalur pendidikan dan karier. Oleh karena itu, sebuah intervensi dalam bentuk pengenalan dunia kampus vokasi menjadi sangat relevan dan mendesak. Madrasah Aliyah Terpadu Ali Bin Abi Tholib terletak di Desa Bandar Labuhan. Kecamatan Tanjung Morawa. Kabupaten Deli Serdang. Sekolah ini berkonsep full day school dan berada pada naungan Yayasan Pendidikan Islam dan Dakwah Generasi Terbaik Bangsa yang mengelola Rumah Quran. SMP IT Ali Bin Abi Tholi, dan MA Terpadu Ali Bin Abi Tholib. Sebagai sekolah yang baru berdiri, tentu masih memerlukan keunikan jasa yang harus diberikan kepada masyarakat, agar mengundang animo masyarakat memasukkan anaknya ke sekolah Prospek perkembangan sekolah tersebut cukup bagus, mengingat Kecamatan Tanjung Morawa berada di perbatasan Kota Medan dimana sebagian penduduknya banyak yang berkerja sebagai pegawai, baik swasta dan negeri. Sering dalam satu rumah tangga, suami dan istri Pengenalan Dunia Kampus (Arfanda Anugrah Sirega. | 158 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. berkerja sehingga keberadaan sekolah seperti MA Terpadu Ali Bin Abi Tholib yang berkonsep full day . ehari penu. cukup diminati oleh masyarakat di sana. Jumlah peminat sekolah ini setiap tahunnya meningkat. Gambar 1. Plang Depan MA Terpadu Ali Bin Abi Tholib Tanjung Morawa Sebagai sekolah yang berada dibawah naungan Yayasan Generasi Terbaik Bangsa. Sekolah ini pun sebenarnya sudah mempunyai pasar yang cukup baik dari alumni SMP IT Ali Bin Abi Tholib yang berkeinginan melanjutkan pendidikan tingkat menengah. Sebagai sekolah yang baru beberapa tahun berdiri, sarana dan prasarana yang membantu kelancaran proses masih terbatas, seperti laboratorium IPA, areal pertanian, infokus, dan lain-lain. Meskipun memiliki fasilitas dasar seperti laboratorium komputer, pemanfaatannya belum optimal untuk menunjang wawasan karier di bidang teknologi. Keterbatasan informasi menjadi kendala utama yang menghalangi siswa untuk menghubungkan minat dan potensi mereka dengan peluang di dunia vokasi. Berdasarkan analisis situasi yang lebih mendalam dan diskusi terfokus dengan Kepala Sekolah. Guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta perwakilan siswa MA Terpadu Ali, teridentifikasi beberapa permasalahan krusial yang dihadapi mitra . hususnya sisw. terkait pemahaman dan minat terhadap pendidikan tinggi vokasi: Kesenjangan Informasi (Information Ga. Siswa MA Terpadu Ali mengalami defisit informasi yang signifikan mengenai selukbeluk pendidikan tinggi vokasi. Informasi yang mereka miliki seringkali bersifat parsial, tidak terstruktur, dan kadang keliru. Mereka kurang memahami jenis-jenis institusi (Politeknik Negeri/Swasta. Akademi Komunitas. Program Diploma di Universita. , ragam program studi yang relevan dengan perkembangan industri 4. 0 dan 5. 0, jalur pendaftaran . isalnya Seleksi Pengenalan Dunia Kampus (Arfanda Anugrah Sirega. | 159 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Nasional Berdasarkan Prestasi/SNBP Vokasi. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes/SNBT Vokasi, dan jalur Mandir. , serta perbedaan mendasar dalam kurikulum dan metode pembelajaran dibandingkan jalur S1 akademik (Ristekdikti, 2. Persepsi Sosial dan Stereotip Negatif Masih terdapat bias persepsi di kalangan siswa, orang tua, dan bahkan sebagian masyarakat yang memandang pendidikan vokasi sebagai pilihan "kelas dua" atau alternatif bagi mereka yang tidak berhasil masuk ke program sarjana akademik (Wahyuningsih & Cahyono. Stereotip ini, meskipun tidak selalu benar, berdampak pada rendahnya minat dan kebanggaan untuk memilih jalur vokasi. Minimnya Role Model dan Kisah Sukses Keterpaparan siswa terhadap figur-figur sukses yang merupakan alumni pendidikan vokasi masih sangat terbatas. Kurangnya role model ini menyulitkan siswa untuk memvisualisasikan jalur karir yang konkret dan menjanjikan setelah lulus dari pendidikan vokasi (Bandura, 1997, tentang teori pembelajaran sosia. Ketidakpastian Prospek Karir Siswa seringkali merasa ragu mengenai prospek karir lulusan vokasi, termasuk jenis pekerjaan yang bisa dimasuki, jenjang karir, potensi penghasilan, dan peluang untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi . isalnya dari D3 ke S1 Terapan/S2 Terapa. Informasi mengenai serapan lulusan vokasi oleh industri juga belum banyak diketahui. Kurangnya Bimbingan Karir Terfokus Vokasi Layanan bimbingan karir di sekolah mungkin belum secara spesifik dan mendalam memberikan porsi yang cukup untuk eksplorasi jalur vokasi. Guru BK mungkin juga memerlukan update informasi terkini mengenai perkembangan dunia pendidikan vokasi dan DUDI (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, 2. Keterbatasan Akses ke Sumber Informasi Valid Siswa kesulitan menemukan sumber informasi yang terpercaya dan mudah diakses mengenai pendidikan vokasi. Informasi di internet terkadang simpang siur atau tidak cukup detail untuk kebutuhan pengambilan keputusan. Pengenalan Dunia Kampus (Arfanda Anugrah Sirega. | 160 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Gambar 2. Pohon Masalah MA Ali Bin Abi Tholib terkait Pendidikan Tim pengabdian merancang kegiatan pengabdian masyarakat dengan target yang jelas, spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART) untuk memastikan efektivitas intervensi. Target yang ditawarkan meliputi seluruh siswa kelas XII MA Terpadu Ali bin Abi Tholib dengan estimasi jumlah sebanyak 40 orang. Fokus pada kelas XII karena mereka berada pada tahap krusial pengambilan keputusan studi lanjut. Diharapkan setelah kegiatan ini terjadi beberapa hal peningkatan, antara lain: Peningkatan pengetahuan (Knowledge Enhancemen. berupa : minimal 80% peserta memahami definisi, tujuan, karakteristik utama, dan perbedaan fundamental antara pendidikan tinggi vokasi dengan pendidikan akademik, minimal 75% peserta primer mampu mengidentifikasi minimal lima rumpun ilmu atau contoh program studi vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan masa depan, beserta contoh institusi penyelenggaranya, dan minimal 70% peserta primer mengetahui jalur-jalur pendaftaran utama ke perguruan tinggi vokasi (SNBP Vokasi. SNBT Vokasi. Mandir. Perubahan Sikap dan Persepsi (Attitude & Perception Shif. Terjadinya peningkatan persepsi positif terhadap pendidikan tinggi vokasi pada minimal 65% peserta primer, yang diukur melalui perbandingan respons sebelum dan sesudah kegiatan terkait aspek prestise, kualitas, dan prospek karir vokasi. Peningkatan Keterampilan Dasar (Basic Skill Development - Sof. berupa meningkatnya kemampuan siswa dalam mencari dan mengevaluasi informasi terkait pilihan pendidikan tinggi secara mandiri. Pengenalan Dunia Kampus (Arfanda Anugrah Sirega. | 161 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Gambar 3. Target Kegiatan dalam Model SMART : Specific. Measurable. Achievable. Relevant. Time-bound METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat "Pengenalan Pendidikan Tinggi Vokasi bagi Siswa MA Terpadu Ali" dirancang secara komprehensif dan partisipatif, menggabungkan pendekatan edukatif, interaktif, dan evaluatif. Tahapan pelaksanaan diuraikan sebagai berikut: Gambar 4. Diagram Alir (Flowchar. Metode Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pengenalan Dunia Kampus (Arfanda Anugrah Sirega. | 162 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Flowchart ini menggambarkan alur kerja kegiatan secara visual, mulai dari Tahap Persiapan hingga evaluasi. Dimana dijelaskan antara lain: Tahap Persiapan Melakukan tinjauan literatur terkait tren pendidikan vokasi, kebijakan pemerintah . isalnya, implementasi Kurikulum Merdeka di jalur vokas. , dan penelitian sebelumnya mengenai minat siswa MA terhadap vokasi. Setelah itu mengembangkan dan menyebarkan kuesioner survei awal kepada sampel siswa kelas XII MA Terpadu Ali untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan awal, persepsi, sumber informasi yang biasa digunakan, dan ekspektasi mereka terhadap program pengenalan vokasi Koordinasi Intensif dan Pembentukan Tim Kerja Sama dengan Mitra: Mengadakan Terpadu Ali mempresentasikan proposal kegiatan, membahas detail teknis . adwal, durasi per sesi, jumlah peserta pasti, kebutuhan ruang dan fasilita. , dan menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) atau MoU jika diperlukan. Pengembangan konten dan materi sosialisasi Menyusun silabus materi yang terstruktur dan kaya konten untuk setiap sesi, dengan memperhatikan relevansi, aktualitas data, dan daya tarik bagi audiens siswa MA. Materi akan mencakup: Sesi 1: "Mengapa harus melanjutkan ke Pendidikan Tinggi. Sesi 2. Vokasi: Jalur Cerdas Menuju Karir Profesional": Konsep dasar, urgensi, keunggulan kompetitif, perbedaan dengan akademik, landasan hukum, dan peran strategis vokasi dalam pembangunan SDM nasional. Perancangan dan Validasi Instrumen Evaluasi: Menyusun butir-butir soal pre-test dan post-test . ilihan ganda dan/atau benar-sala. yang mengukur pemahaman kognitif siswa terhadap materi inti. Soal akan diuji validitas dan reliabilitasnya . isalnya, melalui expert judgment atau uji coba terbata. Pembentukan Tim Pelaksana Internal dan Pembekalan Kompetensi Tahap Pelaksanaan Inti Kegiatan inti pengabdian dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2025 dimana kegiatan ini diikuti 30 siswa. Pendekatan kegiatan yang dilakukan adalah Pendekatan Partisipatif. Selama seluruh sesi, narasumber akan mendorong partisipasi aktif siswa melalui pertanyaan pancingan, diskusi kelompok kecil . ika waktu Pengenalan Dunia Kampus (Arfanda Anugrah Sirega. | 163 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. memungkinkan untuk studi kasus singka. , dan pemberian apresiasi bagi siswa yang aktif bertanya atau menjawab. Penggunaan Bahasa yang Sesuai. Bahasa yang digunakan disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa MA, menghindari jargon teknis yang berlebihan tanpa penjelasan. Tahap Evaluasi dan Pelaporan Pengolahan dan Analisis Data Hasil Evaluasi Melakukan skoring hasil pre-test dan post-test. Menganalisis data secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif . ata-rata, standar deviasi, frekuensi, persentas. dan statistik inferensial . isalnya, uji-t berpasangan untuk membandingkan skor pre-test dan post-test, uji Wilcoxon jika data tidak norma. dengan bantuan software statistik (SPSS. R, atau Exce. Menganalisis data kualitatif dari jawaban terbuka pada kuesioner evaluasi dan catatan observasi selama kegiatan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak kegiatan dan area perbaikan. Gambar 5. Pelaksanaan Post Test HASIL. PEMBAHASAN. DAN DAMPAK Kegiatan pengabdian masyarakat berjudul "Pengenalan Pendidikan Tinggi Vokasi bagi Siswa MA Terpadu Ali" telah sukses diselenggarakan secara tatap muka pada hari Sabtu, 1 Juni 2024, mulai pukul 08. 00 WIB hingga 13. 00 WIB, bertempat di Aula Serbaguna MA Terpadu Pengenalan Dunia Kampus (Arfanda Anugrah Sirega. | 164 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Ali. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai dengan jadwal dan rencana yang telah Partisipasi Peserta. Dari total 30 siswa kelas XII yang diundang, sebanyak 30 siswa hadir, dengan tingkat kehadiran mencapai 95,38%. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Guru BK, serta beberapa guru mata pelajaran lainnya. Hasil per Sesi Kegiatan Pemahaman Awal dan Antusiasme Peserta yaitu rata-rata skor pre-test: 48,5 / 100 Mayoritas siswa belum memahami perbedaan antara jenjang D3. D4/Sarjana Terapan, dan S1 Akademik. Antusiasme terlihat dari keseriusan saat mengisi pre-test dan keinginan tahu siswa terhadap jalur vokasi. Respon terhadap Materi Sesi 1: Au Mengapa Harus Melanjutkan Ke Jenjang Perguruan TinggiAy. Materi mengenai pentingnya melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi yang juga dikaitkan dengan Perpres No. 68 Tahun 2022 memberikan perspektif baru kepada siswa. Diskusi tentang prinsip Aulearning by doingAy sangat menarik perhatian. Gambar 6. Pemaparan Materi Presentasi Respon terhadap Materi Sesi 2: "Vokasi: Jalur Cerdas Menuju Karir Profesional" meningkatkan ketertarikan siswa dengan keberagaman prodi vokasi, khususnya bidang Teknologi Digital. Energi Terbarukan, dan Ekonomi Kreatif. Materi pendukung berupa gambar fasilitas, video Pengenalan Dunia Kampus (Arfanda Anugrah Sirega. | 165 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. profil institusi, dan contoh proyek mahasiswa efektif menggugah minat siswa. Informasi mengenai SNBP Vokasi. SNBT Vokasi, serta program KIP Kuliah banyak ditanyakan. Gambar 7. Pemaparan presentasi Vokasi Jalur Cerdas Menuju Karir Profesional Diskusi Panel & Interaksi Siswa yang awalnya pasif menjadi aktif bertanya dan berdiskusi. Beberapa siswa meminta kontak narasumber untuk konsultasi lanjutan. Gambar 1. Diskusi Interaktif Umpan Balik dari Sekolah Kepala Sekolah memberikan apresiasi atas materi yang relevan dan membuka wawasan siswa. Guru BK menyarankan tindak lanjut dalam bentuk bimbingan karir vokasi dan kunjungan ke Pengenalan Dunia Kampus (Arfanda Anugrah Sirega. | 166 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Luaran Dampak (Outcome. Ae Jangka Pendek dari kegiatan pengabdian adalah Peningkatan Pengetahuan Kognitif Peningkatan pengetahun sebelum dan setelah kegiatan pengabdian dapat dilihat pada Tabel 1 Tabel 1. Peningkatan Rata-rata Skor Pre-test dan Post-Test Aspek Pre-Test Pemahaman Konsep Dasar 45,2 & Vokasi vs Akademik Post-Test Relatif (%) Signifikansi Peningkatan Absolut 82,5% p < 0,001 Ragam Prodi 38,7 Institusi Vokasi 103,8% p < 0,001 Rata-Rata Skor 45,17 Total 82,23 37,06 82,05% p < 0,001 Perubahan Sikap dan Persepsi Rata-rata siswa yang menyetujui pernyataan positif tentang vokasi meningkat dari 45. Pernyataan negatif mengalami penurunan drastis. Peningkatan Minat Eksplorasi Vokasi Sekitar 40. 2% siswa menyatakan akan menggali informasi lebih lanjut terkait vokasi. Delapan belas siswa menyebutkan program studi atau institusi vokasi yang menjadi minat mereka. Rekomendasi Tindak Lanjut Sekolah berencana mengadakan sesi bimbingan karir vokasi, kunjungan ke politeknik, dan pelatihan guru BK. Kolaborasi lanjutan antara pihak sekolah dan tim pengabdian akan dirancang. Secara keseluruhan, hasil pembahasan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan pemahaman, mengubah persepsi, dan menumbuhkan minat awal siswa MA Terpadu Ali terhadap pendidikan tinggi Interaksi yang terjadi mengindikasikan bahwa informasi yang disampaikan sangat dibutuhkan dan diterima dengan baik oleh peserta. Pengenalan Dunia Kampus (Arfanda Anugrah Sirega. | 167 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. KESIMPULAN Berdasarkan analisis menyeluruh terhadap pelaksanaan, hasil, dan pembahasan kegiatan pengabdian masyarakat dapat ditarik beberapa simpulan utama. Efektivitas Pelaksanaan Program: Kegiatan pengabdian masyarakat telah berhasil dilaksanakan dengan sangat baik, mencapai tingkat partisipasi siswa MA Terpadu Ali sebesar 89. 27 %. Seluruh rangkaian acara berjalan sesuai agenda yang direncanakan dengan antusiasme dan keterlibatan aktif dari peserta, yang mengindikasikan tingginya relevansi dan kebutuhan siswa akan informasi mengenai pendidikan tinggi vokasi. Peningkatan Signifikan Pengetahuan Kognitif: Terjadi peningkatan pemahaman yang sangat signifikan secara statistik . < 0. pada siswa peserta mengenai konsep dasar pendidikan vokasi, perbedaan dengan jalur akademik, ragam program studi dan institusi penyelenggara, serta prospek karir dan jalur masuk. Perubahan Positif dalam Sikap dan Persepsi, program ini efektif dalam mengubah sikap dan persepsi siswa MA Terpadu Ali terhadap pendidikan tinggi vokasi menjadi lebih positif, apresiatif, dan terbuka. Stereotip negatif yang mungkin ada sebelumnya berhasil dikurangi, dan siswa mulai memandang vokasi sebagai jalur pendidikan yang berkualitas, prestisius, dan menjanjikan masa depan karir yang cerah. Secara keseluruhan, program pengabdian masyarakat ini telah memberikan kontribusi yang nyata dan bermakna dalam membekali siswa MA Terpadu Ali dengan literasi pendidikan vokasi yang komprehensif, memberdayakan mereka untuk membuat keputusan pendidikan dan karir yang lebih terinformasi, serta mendukung upaya pemerintah dalam memajukan pendidikan vokasi sebagai pilar penting pembangunan SDM Indonesia. DAFTAR PUSTAKA