PENINGKATAN KOMPETENSI GURU IPA BIOLOGI DALAM PENYUSUNAN RPP MELALUI MODEL PEMBINAAN CLCKM Ardiana Arifin Dinas Pendidikan Pangkep, ardinaarifin1970@gmail. Abstrak Penelitian Tindakan Pengawasan (PTP) ini bertujuan untuk mengetahui apakah kompetensi guru IPA Biologi dalam penyusuanan RPP Satu Lembar di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dapat ditingkatkan melalui Model Pembinaan CLCKM. RPP satu lembar. Pembinaan CLCKM (Contoh. Latihan. Kontrol. Kerja Mandir. adalah pola usaha, tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara efesien dan efektif untuk memperoleh hasil yang lebih baik untuk latihan dalam pengawasan sehingga dalam melakukan kegiatan harus bergantung pada orang lain. Penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemis dan Taggart. Setiap tindakan atau siklus selalu terdiri dari empat kegiatan: . Rencana Tindakan, . Pelaksanaan Tindakan, . Observasi dan . Refleksi. Dari kegiatan penelitian ini diketahui bahwa terjadi peningkatan kompetensi profesional guru IPA Biologi menyusun RPP satu lembar melalui model pembinaan CLCKM. Pada siklus I rata-rata skor yang diperoleh 81,20% dan pada siklus II ternyata rata-rata skor yang diperoleh oleh subjek penelitian naik 94,63%. Metode pembinaan CLCKM ini dipadukan dengan pelibatan tutor sebaya, dapat meningkatkan tingkat keaktifan guru secara signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan Model Pembinaan CLCKM dapat meningkatkan kompetensi guru IPA Biologi dalam menyusun RPP Satu Lembar. Abstract This Supervisory Action Research (PTP) aims to determine whether the competence of Biology Science teachers in the preparation of One Sheet RPP in Pangkajene and Islands Regencies can be improved through the CLCKM Guidance Model. One sheet RPP. CLCKM coaching . or example, training, control, independent wor. is a pattern of business, actions and activities carried out efficiently and effectively to obtain better results for training under supervision so that activities must depend on others. This study used a model developed by Kemis and Taggart. Each action or cycle always consists of four activities: . Plan of Action, . Implementing Actions, . Observation and . Reflection. From this research activity it is known that there has been an increase in the professional competence of Biology science teachers in compiling a onesheet lesson plan through the CLCKM coaching model. In the first cycle the average score obtained was 81. 20% and in the second cycle it turned out that the average score obtained by the research subjects increased by 94. This CLKKM coaching method, combined with the involvement of peer tutors, can significantly increase the level of teacher activity. The conclusion of this study is that the use of the CLKKM Guidance Model can improve the competence of Biology Science teachers in compiling One Sheet RPP. Kata Kunci: kompetensi guru. RPP, model pembinaan CLKKM 66 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Ardian. yang menggunakan suatu contoh atau PENDAHULUAN Berdasarkan Permendiknas No. model yang dijadikan acuan untuk 16 Tahun 2007 guru harus memiliki kompetensi guru. (Gusniati. Kompetensi Berdasarkan penelitian yang di lakukan oleh (Ikhtiar Ndruru. Kompetensi Pedagogik Pembinaan sangat erat dengan kemampuan guru (Contoh. Mandir. Dalam Program Pembelajaran Latihan. CLCKM Control. Kerja Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru melaksanakan evaluasi Di SMK Negeri 1 Idanotae. Kecamatan Idanotae. Kabupaten Selatan. peserta didik untuk mengaktualisasikan Dalam peningkatkan kompetensi guru melalui pembinaan CLCKM. Maka tulisan ini (Depdiknas. Setiap guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP tersebut digunakan sebagai Nias membantu peneliti dalam pelaksanaan penelitian ini. Dalam pelaksanaan penelitian melaksanakan pembelajaran. Bermutu tidaknya proses dan hasil pembelajaran sangat ditentukan oleh mutu RPP yang Oleh karena itu, guru harus Indonesia baku menjadi CLKKM yaitu memiliki kompetensi menyusun RPP Contoh. Latihan. Kontrol, dan Kerja secara baik dan tepat. (Depdiknas. Mandiri. CLCKM RPP tiga komponen ini sering langkah-langkah CLCKM yang terdapat disebut RPP Satu Lembar, meskipun dalam penulisan (Dewi. Peneliti pada kenyataannya bisa lebih dari satu memilih model pembinaan ini karena Dari data awal tersebut, peneliti lebih mudah dan simple untuk diikuiti Tindakan Pengawasan RPP 67 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Ardian. Aspek Berdasarkan pemaparan secara singkat belakang penelitian ini guru-guru peneliti membuatnya menjadi satu judul membuat RPP satu halaman ketika peneliti melakukan supervisi akademik AuPeningkatan Kompetensi Guru IPA Biologi Dalam Penyusunan (Supanri. RPP mengumpulkan informasi yang telah Melalui Model Pembinaan CLKKMAy. Peneliti diterima oleh guru. Kemudian dikaji dan diberikan umpan balik berdasarkan 4 . komponen utama yang perlu METODE PENELITIAN diperhatikan saat menyusun RPP satu Penelitian Tindakan Sekolah lembar yaitu komponen identitas RPP. Desain Stephen Kemmis. Penelitian dilaksanakan dalam 8 minggu yaitu langkah-langkah kegiatan pembelajaran, bulan Januari sampai dengan Februari (Naibaho. Adapun proses Perencanaan, kerja penelitian tindakan ini terdiri atas (Anonim, empat langkah yang berlangsung secara dilaksanakan sesuai dengan tahapan CLKKM, membuat skenario kegiatan pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi CLKKM, menyiapkan media, membuat Lokasi Penelitian ini adalah Sekretariat lembar observasi, membuat instrument MGMP IPA Biologi di SMPN 1 Pelaksanaan, kegiatan yang Bungoro. Bungoro, dilaksanakan pada tahap ini adalah Kabupaten Pangkajene dan kepulauan. menetapkan rencana (Rosiana. Subjek Penelitian adalah 26 guru mata Tindakan pelajaran IPA Biologi di dua belas Sekolah Menengah Pertama yang berada hambatan, dukungan, serta waktu yang di daratan Kabupaten Pangkajene dan Penelitian ini direncanakan Mendokumentasikan dalam 2 . Perencanaan pemecahan bersama untuk menemukan penelitian dibagi dalam langkah-langkah hambatan, dukungan, serta konsistensi Kecamatan Kegiatan 68 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Ardian. langkah-langkah, (Bahrodin. Dr. Observasi, melakukan memperbaiki kekurangan. Observasi, mereview proses pencapaian tujuan, mereview proses pencapaian tujuan, tahapan CLKKM. (Irwansyah. Refleksi, kegiatan yang dilaksanakan adalah mengevaluasi tindakan yang telah tahapan CLKKM. Refleksi, kegiatan dan memutuskan apakah yang dilaksanakan adalah mengevaluasi masalah itu tuntas atau masih perlu tindakan yang telah dilakukan, dan dilanjutkan tindakan lain dalam siklus memutuskan apakah masalah itu tuntas Hasil yang diperoleh dari atau masih perlu dilanjutkan tindakan tugas akhir guru dan tingkat keaktifan lain dalam siklus berikutnya. Hasil yang akan dianalisis. Apabila masih ada peserta yang belum mencapai indikator meningkatkan keaktifan dan komitmen akan dianalisis. Apabila masih ada peserta yang belum mencapai indikator kelemahan-kelemahannya diperbaiki pada siklus kedua. Perencanaan, dilaksanakan adalah merencanakan tahap kekurangannya untuk diperbaiki pada siklus ketiga (Winanto. kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan tahapan CLKKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan CLKKM, menyiapkan media, membuat dengan kesepakatan peneliti dan guru lembar observasi, membuat instrument maka telah dipilih dan ditetapkan satu Pelaksanaan, kegiatan yang CLKKM Kontrol, dan Kerja Mandir. Pada kemampuan dalam membuat RPP satu tindakan ini lembar, penulis dan guru mengeksplorasi 69 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Ardian. (Contoh. Latihan, peneliti membantu guru- terjadinya interaksi dalam suatu diskusi Hasil pelaksanaan tindakan pada melalui pemberian contoh cara membuat siklus I dapat disimpulkan bahwa masih RPP satu lembar, kemudian guru bekerja ada aspek-aspek yang belum memenuhi sama dalam kelompok-kelompok kecil kriteria yang diinginkan. untuk latihan membuat RPP satu lembar. Selanjutnya hasil RPP yang dihasilkan dipresentasikan oleh setiap kelompok. Peneliti memberi kontrol, pengawasan. Tabel 1. Rekapitulasi Aspek-Aspek Ketercapaian Kemampuan Identitas RPP Kemampuan Tujuan Pembelajaran Kemampuan Kegiatan Pembelajaran Kemampuan Kegiatan Penilaian Jumlah Rata-Rata pemeriksaan, dan pengendalian untuk melihat apakah segala kegiatan yang rencana yang telah dibuat sebelumnya. Kontrol mudah dimengerti, mengatur tentang poin-poin penting yang mencakup semua RPP, mencakup waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu kegiatan. Fungsi pengendalian sendiri juga penting karena dapat digunakan sebagai acuan untuk Setelah melakukan kerja mandiri menyusun sendiri RPP yang berdiskusi dengan rekan peneliti atau Belum Terpenuhi 83,65% 16,35% 71,92% 28,08% 69,23% 30,77% pelaksanaan tindakan siklus I Tabel 2. Tingkat Keaktifan Peserta Kriteria Keaktifan Jumlah Persentase Sangat Aktif 6 orang 23,08% Aktif 14 orang 53,85% 4 orang 15,38% 2 orang 7,69% 26 orang baik tanpa bantuan orang lain. Jika Sudah Terpenuhi Hasil pengamatan penulis dalam menentukan rencana kerja selanjutnya yang akan datang (Lanniari. Aspek Ketercapaian guru yang lain untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi dalam membuat RPP satu lembar. 70 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Ardian. Cukup Aktif Kurang Aktif Jumlah Dari penelitian tindakan siklus I, dengan menggunakan lembar observasi dan diamati dan diukur yang mencakup diperoleh adalah kemampuan rata-rata guru hanya 81% dari seluruh aspek 83,75%. penyusunan RPP satu lembar yang mendapatkan nilai capaian yang lebih dijadikan standard pencapaian, berarti baik yaitu 90,50%. Dari data tersebut, belum mencapai indikator keberhasilan Kemampuan menyajikan Identitas menemukan faktor penyebab, kendala. RPP terpenuhi 100%, apabila seluruh coachee memiliki kemampuan untuk ketidakterpenuhan tersebut. Dari hasil Sedangkan diminta secara lengkap yang meliputi keterangan bahwa guru belum terbiasa nama sekolah, mata pelajaran, kelas, semester, materi pokok pelajaran, dan alokasi waktu karena guru terpusat pada kriteria ABCD Kemampuan merumuskan tujuan dan mencari kata operasional yang tepat pembelajaran belum mencapai indikator keberhasilan karena masih berada di bawah nilai capaian yaitu 83,42%. Dari pengetahuan, dan keterampilan. Maka tiga item komponen perumusan tujuan dilakukan perbaikan berikut. Metode pembelajaran pada RPP satu lembar diskusi kelompok yang dipilih, perlu yang dinilai, peneliti menemukan data dipertajam dengan permasalahan aktual bahwa nilai yang paling rendah terdapat yang menjadi kendala bagi guru-guru pada item ketiga yaitu: menggunakan untuk merumuskan tujuan pembelajaran kalimat yang lengkap, memuat ABCD (Audience. Behaviour. Condition, dan (Daswati. Metode kerja kelompok Degre. ditambah dengan Karakter yang yang dipilih, perlu dibekali dengan kertas kerja . ork shee. agar seluruh capaiannya hanya 76%. guru terlibat aktif menyelesaikannya. Kemudian nilai rendah berikutnya Menyiapkan waktu presentasi yang lebih adalah item kedua yaitu menggunakan banyak agar terbuka ruang diskusi yang 71 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Ardian. lebih menyelesaikan masalahnya. (Khaidir. aktivitas yang memfasilitasi penguatan . , keterampilan, yang berbasis literasi dan Kemampuan HOTS. Kegiatan Pembelajaran belum mencapai learning . elajar mandir. , dan menggali indikator keberhasilan karena masih potensi kecerdasan majemuk peserta berada di bawah nilai capaian yaitu didik, dengan nilai capaian 72,12%. Dari 71,92%. Dari lima item komponen hasil observasi dan wawancara diperoleh perumusan kegiatan pembelajaran pada RPP satu lembar yang dinilai, peneliti memahami dengan baik cara merancang menemukan data bahwa nilai yang paling rendah terdapat pada item ketiga memberikan penguatan karakter yang yaitu kelengkapan media dan sumber lebih tepat, berbasis literasi dan numeric. HOTS, dan dapat menggali potensi 61,54% kecerdasan majemuknya. Item kedua mengenai deskripsi dari kegiatan inti Setelah item ketiga, terdapat item pembelajaran yang disesuaikan dengan kesatu yang nilainya sedikit lebih baik sintaks dari pendekatan atau model yang kecakapan abad 21 memperoleh rata-rata pembuka, doa, cek kehadiran, apersepsi, nilai capaian 75,00%. Yang sangat perlu dicermati guru di item kedua ini adalah memahami karakteristik materi pelajaran dan karakteristik lingkungan sekolah dilakukan, memperoleh nilai 65,38%. erutama keadaan peserta didi. untuk Hal itu disebabkan karena RPP yang memilih dan menerapkan pendekatan yang sesuai. Item kelima menempati kegiatan-kegiatan tersebut di bagian awal pembelajarannya karena pertimbangan waktu dan fokus pada kegiatan inti. Selanjutnya ada item penyampaian informasi pembelajaran keempat yang nilainya lebih baik yaitu (Suardi. selanjutnya, dan berdoa, 72 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Ardian. memperoleh capaian nilai 85,58%. Dari Kegiatan data tersebut, dilakukan diskusi analisis Penilaian, untuk menemukan faktor penyebab, pedoman penskoran yang disesuaikan kendala, dan solusi untuk memperbaiki dengan teknik dan bentuk instrument ketidak terpenuhan tersebut. Dari hasil diskusi maka diambil kesepakatan untuk melakukan perbaikan tindakan pada Pada tahap pemberian Contoh. Latihan, langkah-langkah berikut. Peneliti akan Kontrol, dan Kerja Mandiri, guru diberi seluas-luasnya komponen-komponen RPP yang harus Menyiapkan tutor sebaya agar terjadi pembelajaran, terutama item-item yang komunikasi dan kolaborasi yang lebih bernilai rendah. Pada tahap pemberian Contoh. Latihan. Kontrol, dan Kerja menyelesaikan masalahnya. Dari hasil Mandiri, guru diberi kesempatan seluas- diskusi, wawancara, dan analisis maka peneliti akan melaksanakan langkah- Menyiapkan tutor sebaya agar langkah dibawah ini untuk membantu terjadi komunikasi dan kolaborasi yang (Rimang. Suwadah. (Masril. Berdasarkan peneliti memperoleh data bahwa masih Kemampuan yang perlu dimotivasi agar terlibat lebih indikator keberhasilan karena masih aktif dalam proses komunikasi, kerja berada di bawah nilai capaian yaitu mandiri, dan kolaborasi. Dua orang guru 69,23%. yang kurang aktif memang terlihat wawancara pada guru yang mengalami kurang sehat ketika mengikuti kegiatan kendala maka diambil kesepakatan untuk siklus I ini serta tidak membawa laptop melakukan perbaikan tindakan pada dan buku-buku sumber pelajaran yang langkah-langkah berikut. Peneliti akan Dari ada sekitar 23% atau 6 orang peserta komponen-komponen RPP yang harus Hasil 73 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Ardian. Pelaksanaan II, peneliti dengan guru maka telah dipilih Penilaian dan ditetapkan tindakan pemecahan Jumlah Rata-Rata 377,30 94,325 22,70% 5,675% kembali, kerja kelompok, dan tutor Hasil pengamatan penulis dalam hal Pada memfasilitasi terjadinya kerja kelompok yang dibantu dengan tutor sebaya untuk mereka hadapi dalam menyusun RPP satu lembar (Pastal. Peneliti menyiapkan kertas kerja, memberikan materi dengan powerpoint, printout contoh RPP yang baik, dan memfasilitasi diskusi lanjutan yang masih perlu didiskusikan. II dapat dilihat pada table berikut : Tabel 3. Rekapitulasi Aspek-Aspek Ketercapaian No. Kemampuan Identitas RPP Kemampuan Tujuan Pembelajaran Kemampuan Kegiatan Pembelajaran Kemampuan Kegiatan Sudah Terpen Tabel 4. Tingkat Keaktifan Peserta Kriteria Jumlah Keaktifan Sangat 84,62% Aktif Aktif 4 orang 15,38% Cukup Aktif Kurang Aktif Jumlah Dari penelitian tindakan siklus II, dengan menggunakan lembar observasi dan instrument yang telah disepakati. Hasil pelaksanaan tindakan pada siklus Aspek Ketercapaian pelaksanaan tindakan siklus II melalui diskusi dan kerja kelompok yang dibantu oleh tutor sebaya jika ada hal Belum Terpenu Kemampuan rata-rata guru mencapai 94,63% penyusunan RPP satu lembar yang dijadikan standard pencapaian, berarti sudah mencapai . ahkan melampau. 100,00 0,00% indikator keberhasilan 85%. Adapun analisa dari capaian setiap aspek adalah 95,19% 4,81% sebagai berikut: Kemampuan menyajikan Identitas RPP 92,69% 7,31% terpenuhi 100%, dimana seluruh guru memiliki kemampuan untuk memenuhi 89,42% 10,58% seluruh komponen yang diminta secara 74 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Ardian. lengkap yang meliputi nama sekolah. Kegiatan Penilaian sudah mata pelajaran, kelas/semester, materi malah melampaui indikator keberhasilan pokok pelajaran, dan alokasi waktu. dengan nilai capaian yaitu 89,42%. Pada Kemampuan tabel dibawah ini disajikan data nilai pembelajaran telah mencapai bahkan rata-rata dengan nilai capaian yaitu 95,83%. Pada tabel dibawah ini disajikan data nilai rata-rata No. perumusan tujuan pembelajaran pada RPP satu lembar yang dinilai, peneliti melampaui indikator keberhasilan. Pada item keempat . , pengetahuan dan keterampilan, yang berbasis literasi dan numerik. HOTS, . elajar mandir. , dan menggali potensi dengan nilai capaian 85,58%. Dari hasil observasi dan wawancara keterangan bahwa guru masih ingin didampingi saat merancang aktivitas peserta didik yang dapat memberikan penguatan karakter yang lebih tepat, berbasis literasi dan numeric. HOTS, dan Kemampuan merumuskan Tabel 5. Ketercapaian rumusan kegiatan Dari Aspek Ketercapaian Penilaian Sudah Terpenu Belum Terpenu 89,42% 10,58% 89,42% 10,58% Jumlah 178,84% 21,16% Rata-Rata 89,42% 10,58% Terdapat teknik, bentuk, dan instrumen penilaian sikap. Terdapat Berdasarkan keaktifan peserta berdasarkan, peneliti memperoleh data bahwa keaktifan guru mengalami kemajuan yang sangat baik. 100% semuanya menunjukkan keaktifan seperti yang diharapkan sehingga proses kolaborasi dapat berjalan dengan baik untuk meingkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam menyusun RPP satu lembar. Perbandingan penelitian pada Siklus I dan Siklus II untuk setiap komponen dan aspek secara 75 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Ardian. lengkap peningkatan signifikan kinerja dan kerja mandiri. Pembelajaran orang dewasa memang sebaiknya dilakukan dalam menyusun RPP satu lembar dan dengan cara menumbuhkan kesadaran bahkan melebihi indikator keberhasilan pebelajar untuk bertanya dan belajar yang ditetapkan yaitu 85%. Dengan hasil secara berkelanjutan sepanjang hayat tersebut maka penelitian ini hanya (Marsal. sampai pada siklus II sesuai dengan pembinaan CLKK (Contoh. Latihan. Perbandingan Kontrol. Kerja Mandir. ternyata dapat tingkat keaktifan guru atau peserta pada meningkatkan keterlibatan guru dalam siklus I dan siklus II dapat dilihat pada berlatih menyusun RPP satu lembar table dibawah ini sehingga dapat meningkatkan keaktifan Tabel 6. Perbandingan keaktifan guru pada siklus I dan siklus II Dengan secara signifikan. Kriteria Keaktifan Siklus I Siklus Sangat Aktif 23,08% 84,62% Aktif 53,85% 15,38% disimpulkan bahwa. Metode Pembinaan Cukup Aktif 15,38% CLKKM (Contoh. Latihan. Kontrol, dan Kurang Aktif 7,69% Kerja Mandir. dapat Jumlah KESIMPULAN Dari kompetensi guru IPA dalam menyusun RPP satu lembar. Hal tersebut dapat Keaktifan guru pada siklus I dan peningkatan yang signifikan. Hal ini pemahaman dan kemampuannya untuk bisa menyusun RPP satu lembar karena metode pembinaan yang dipakai sesuai dengan harapan mereka yaitu dimulai menyusun RPP satu lembar, latihan dilihat pada peningkatan kinerja yang signifikan dari hasil penelitian, yaitu di siklus I diperoleh hasil rata-rata 81,20% dan siklus II diperoleh hasil rata-rata 94,63%. Indikator RPP diharapkan yaitu 85% telah tercapai dalam penelitian ini, bahkan melebihi memperoleh hasil 94,63%. bersama, diskusi sebagai wadah kontrol, 76 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Ardian. Pemilihan CLKKM sangat baik dipadukan dengan metode kerja kelompok yang melibatkan meningkatkan keaktifan guru dalam kegiatan pelatihan secara signifikan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan Terima disampaikan kepada semua pihak dalam lingkup diknas pendidikan Kab. Pangkep dan terkhusus kepada guru bidang studi IPA yang telah membantu penulis penelitian ini dukungan yang diberikan. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Petunjuk Teknis Penelitian Tindakan Sekolah (School Action Researc. Peningkatan Kompetensi Supervisi Pengawas Sekolah SMA/SMK. Jakarta: Departemen Pendidikan Dirjen PMPTS Bahrodin. Dr. Panduan Program Pembinaan Guru Pelaksanaan. Evaluasi dan Pelaporan. CV. Pustaka