GENTA MULIA:JurnalIlmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 PERAN GURU TERHADAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN KONTEMPORER TERHADAP KURIKULUM MERDEKA Muriani1. Desi Rahmatika2. Dewi Fitri Yeni3. Merika Setiawati4 Pendidikan Ekonomi. Universitas Mahaputra Muhammad Yamin Solok. Indonesia Coresponding Email: muriani989@gmail. Abstract Tujuan dalam penelitian ini adalah agar dapat mengetahui peran guru dalam perkembangan pendidikan kontemporer terhadap kurikulum merdeka. Didalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan literatur riview serta tinjauan pustaka yang dilakukan oleh peneliti agar dapat mengetahui peran guru dalam perkembangan pendidikan kontemporer terhadap kurikulum Tujuan pendidikan akan menentukan kemana siswa akan dibawa. Masalah dasar dan tujuan pendidikan merupakan masalah yang sangat mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan, karena dasar pendidikan akan menentukan metode dan isi pendidikan. Mangsa terpenting dalam manajemen berdasarkan visi Islam adalah harus ada kepemimpinan. Kata-kata kunci: peran guru, pendidikan kontemporer, kurikulum merdeka. Pendahuluan Pendidikan saat ini membutuhkan pelatihan modern dan professional Instansi pendidikan diharapkan dapat memainkan perannya secara efektif melalui keunggulan dalam kepemimpinan, staf, proses belajar mengajar, pengembangan staf, kurikulum, tujuan dan harapan, iklim sekolah, penilaian diri, komunikasi dan keterlibatan orang tua/masyarakat untuk memahami Yang tidak kalah penting adalah munculnya guru yang bercirikan nasionalisme dan semangat juang yang unggul, iman dan taqwa, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, etos kerja dan disiplin, profesional, kerjasama dan belajar dengan disiplin eissn: 25806416pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN. Peran Guru Terhadap Perkembangan Pendidikan Kontemporer Muriani ilmu, serta tenaga pendidik. visi masa depan, jalur karir yang aman dan kesejahteraan fisik dan mental. Merdeka Belajar ialah slogan pendidikan yang saat ini sedang digencarkan oleh Mendikbud. Prinsip merdeka belajar diharapkan dapat memajukan proses reformasi pendidikan di Indonesia yang selama ini dianggap perlahan layu. Mendikbud bahkan menggagaskan istilah deregulasi pendidikan karena regulasi pendidikan selama ini dinilai menghalangi proses pencapaian reformasi pendidikan yang bermuara pada kualitas pendidikan di Indonesia. Belajar merupakan suatu tindakan dan perilaku siswa yang sangat kompleks dalam mencari dan menerima suatu ilmu pengetahuan. Dalam belajar terdapat interaksi antara guru . dengan siswa . eserta didi. untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran akan tercapai jika penerapan pembelajaran sesuai dengan kondisi peserta didik yang beragam. Selama ini proses belajar hanya bertumpu kepada pendidik sebagai sumber utama, sehingga peserta didik kurang terlibat dalam pembelajaran, karena peserta didik dikatakan belajar apabila mereka mampu mengingat dan menghafal informasi atau pelajaran yang telah Pembelajaran seperti ini tidak akan membuat peserta didik menjadi aktif, mandiri dan mengembangkan pengetahuannya berdasarkan pengalaman belajar yang telah mereka lakukan. Seiring kemajuan zaman dan teknologi, tentunya dibutuhkan SDM (Sumber Daya Manusi. yang berkualitas Langkah strategis bagi perwujudan tujuan di atas adalah adanya layanan ahli kependidikan yang berhasil guna dan berdaya guna tinggi, seperti student active learning. Istilah kemerdekaan sering dimaknai dengan kebebasan dalam arti yang sesunguhnya. Yang menjadi permasalahannya adalah masih banyak kita melihat upaya pengekangan dimana-mana, khususnya dalam Guru dan murid belum merasakan otonomi yang cukup untuk menentukan arah kebijaksanaan belajar dan mengajarnya karena masih diatur dengan regulasi yang membuat rencana, proses pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan terkesan dibatasi dan mengikat(Wiguna and Tristaningrat 2. Tidak jarang, kita melihat dengan aturan jam pelajaran yang harus penuhi, membuat guru dan siswa tidak bisa fokus dalam Pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk membina anak-anak peserta didik agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif GENTA MULIA-JurnalIlmiah Pendidikan Peran Guru Terhadap Perkembangan Pendidikan Kontemporer Muriani dalam menjalani kehidupan. Banyaknya materi mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang ada dalam kurikulum, serta keinginan dan harapan dari siswa mengadakan pengayaan, berekspresi, mengembangkan bakat, minat, kesegaran jasmani, maupun untuk mewujudkan prestasinya dalam olahraga akan mendorong sekolah untuk berpikir ulang dalam menambah alokasi waktu yang telah tersedia. Salah satu cara yang dapat ditempuh oleh sekolah menambah waktu di luar jampelajaran intrakurikuler yaitu dengan mengadakan kegiatan Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 tahun 2014 pasal 1 tentang Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik diluar jam belajar intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan. Kurikulum merdeka adalah kurikulum yang saat ini sedang diperkenalkan secara meluas oleh Kemendikbud kepada tiap satuan pendidikan yang ada di Indonesia. Kurikulum ini memang tidak dipaksakan untuk secara sekaligus diterapkan oleh seluruh sekolah mengingat bahwa kesiapan sekolah tentu berbeda-beda(Suryaman 2. Akan tetapi, secara bertahap Kurikulum Merdeka diharapkan dapat diimplementasikan secara merata pada tiap satuan pendidikan mulai dari tingkat dasar seperti SD dan SMP, kemudian tingkat SMA/SMK dan sampai ke tingkat Perguruan Tinggi. Penerapan mengenai Kurikulum Merdeka telah diatur dalam Keputusan Mendikbud Ristek Nomor 162/M/2021 tentang Sekolah Penggerak. Kurikulum Merdeka tidak dilaksanakan secara serentak dan masif, hal inisesuai kebijakan dari Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi(Kemendikburiste. yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam mengimplementasikan kurikulum. Beberapa program yang mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) adalah adanya program Sekolah Penggerak (SP) dimana Kemendikburistek pada program tersebut memberikan dukungan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dari dua kegiatan tersebut didapatkan pengalaman yang baik dalam mengimplementasikan KM sehingga menjadi praktik baik dan konten pembelajaran dari IKM teridentifikasi dengan baik dan dapat menjadi pembelajaran bagi satuan pendidikan lainnya. Penyediaan dukungan IKM yang diberikan oleh Kemendikburistek adalah bagaimana kemendikbud ristek memberikan dukungan GENTA MULIA-JurnalIlmiah Pendidikan . Peran Guru Terhadap Perkembangan Pendidikan Kontemporer Muriani pembelajaran IKM secara mandiri dan dukungan pendataan IKM jalur mandiri, dari dukungan tersebut akan mendapatkan calon satuan pendidikan yang terdata berminat dan akan memperoleh pendampingan pembelajaran untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka jalur mandiri, sehingga Guru. Kepala Sekolah dan Pengawas serta aktor lain dapat mengadakan kegiatan berbagi praktik baik Kurikulum Merdeka dalam bentuk seminar maupun lokakarya secara mandiri. Metode Didalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan literatur riview serta tinjauan pustaka yang dilakukan oleh peneliti agar dapat mengetahui peran guru dalam perkembangan pendidikan kontemporer terhadap kurikulum merdeka. Hasil dan Pembahasan Masalah dasar dan tujuan pendidikan merupakan masalah yang sangat mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan, karena dasar pendidikan akan menentukan metode dan isi pendidikan. Tujuan pendidikan akan menentukan kemana siswa akan dibawa. Oleh karena itu, diperlukan suatu bentuk manajemen pendidikan yang dapat mengatasi tantangan modern dan kekinian(Iskandar et al. Oleh itu, dalam hal ini manajemen Islam dapat memberikan solusi yang lebih manusiawi. Menurut pandangan Islam, empat landasan, yaitu: kejujuran, kejujuran, kejujuran, dan profesionalisme (Indarta et al. Seorang tersebut agar manajemennya dapat mencapai hasil yang terbaik. Mangsa terpenting dalam manajemen berdasarkan visi Islam adalah harus ada kepemimpinan. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata GENTA MULIA-JurnalIlmiah Pendidikan Peran Guru Terhadap Perkembangan Pendidikan Kontemporer Muriani Kurikulum merdeka sangat diperluka karena Berbagai studi nasional maupun internasional menunjukkan bahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran . earning crisi. yang cukup lama. Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa banyak dari anak-anak Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Temuan itu juga juga memperlihatkan kesenjangan pendidikan yang curam di antar wilayah dan kelompok sosial di Indonesia. Untuk mengatasi krisis dan berbagai tantangan tersebut, maka kita memerlukan perubahan yang sistemik, salah satunya melalui kurikulum. Kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas. Kurikulum juga mempengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik(Islam. Hasan, and Probolinggo 2. Untuk itulah Kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alami. Guru memiliki peran yang sangat penting baik dalam pengembangan kurikulum maupun dalam implementasinya. Demikian pula, guru sangat berperan dalam penerapan kebijakan merdeka belajar. Guru dapat berkontribusi secara kolaboratif dan efektif bekerja dengan pengembangan kurikulum sekolah untuk mengatur dan menyusun materi, buku teks, dan konten pembelajaran. Keterlibatan guru dalam menyelaraskan isi kurikulum dengan kebutuhan siswa di kelas. Sebagai seorang pendidik, guru dapat memahami psikologi siswa, mengetahui tentang metode dan strategi pembeajaran. Guru juga berperan sebagai evaluator untuk penilaian hasil belajar Maka, dalam pengembangan kurikulum merdeka, guru perlu memiliki kualitas-kualitas seperti perencana, perancang, manajer, evaluator, peneliti, pengambil keputusan dan administrator(Arviansyah and Shagena 2. Guru dapat memainkan peran-peran tersebut pada setiap tahapan proses pengembangan kurikulum. Beberapa penelitian mengemukakan tentang merdeka belajar dalam kaitan dengan peran guru. (Lubis et al. , peran guru dalam mengembangkan kurikulum merdeka belajar yaitu: GENTA MULIA-JurnalIlmiah Pendidikan . Peran Guru Terhadap Perkembangan Pendidikan Kontemporer Muriani . merumuskan tujuan spesifik pembelajaran sesuai dengan tujuan kurikulum dan karakteristik mata pelajaran dan siswa serta keadaan kelas. mendesain proses pembelajaran yang secara efektif dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang telah ditetapkan. melaksanakan proses pembelajaran sebagai implementasi . melaksanakan evaluasi proses dan hasil pembelajaran. melaksanakan evaluasi terhadap interaksi komponen-komponen kurikulum yang telah diimplementasikan. Menunjukkan bahwa guru mengambil peran sangat besar dalam merdeka belajar. Bahkan guru tampil sebagai penggerak merdeka belajar. Karena kunci dari kebijakan merdeka belajaradalah manusia yaitu guru dan siswa yang merdeka. Guru menjalankan perannya dalam merdeka belajar dengan mendesain strategi atau metode pembelajaran berbasis merdeka belajar karena merdeka belajar merupakan respon terhadap revolusi industry 4. 0 maka tugas guru adalah mendesain pembelajar dengan strategi implementasi yang relevan untuk untuk memfasilitasi siswa mencapai kemampuan atau keterampian terhadap literasi baru yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Peran guru pada dasarnya sesuai dengan tuntutan kurikulum yaitu sebagai pengajar, pembimbing, dan pendidik. Sebagai pengajar, guru melaksanakan pendidikan, menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Sebagai pembimbingguru membantu siswa mengenal diri dan masalahnya serta pemecahan masalahnya. Sebagai pendidik guru memfasilitasi proses pengenalan dan pendewasaan diri siswa melalui Guru diartikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Marisa 2. Jadi kesiapan guru dapat diartikan sebagai kondisi seorang guru yang memiliki kompetensi atau kemampuan yang cukup baik fisik, sosial maupun emosional begitu besar dan taggungnya tugas pokok dan fungsi seorang guru bagi muridnya sehingga melahirkan catatan, pemikiran, rambu-rambu, kriteria guru profesional menurut para ahli pendidik. Adapun tugas pendidik secara umum adalah mendidik, dalam operasionalnya, mendidik adalah rangkaian proses mengajar, memberikan . GENTA MULIA-JurnalIlmiah Pendidikan Peran Guru Terhadap Perkembangan Pendidikan Kontemporer Muriani dorongan, memuji, memberi hadiah, membentuk Sedangkan tugas khusus guru adalah: Sebagai pengajar (Instruksiona. : Merencanakan program pengajaran dan melaksanakan program yang telah disusun dan penilaian setelah program itu dilaksanakan. Sebagai pendidik (Edukato. : Mengarahkan peserta didik pada tingkat kedewasaan yang berkepribadian sempurna. Sebagai pemimpin (Manajeria. : Memimpin dan mengendalikan diri sendiri, peserta didik dan masyarakat yang terkait, menyangkut upaya pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, partisipasi atas program yang dilakukan. Adapun kesulitan dalam penilaian peserta didik yaitu : Kurangnya pelatihan yang diikuti oleh sebagian guru, bahkan ada pula yang belum pernah sama sekali mengikuti pelatihan. Materi yang disampaikan tidak fokus membahas tentang penilaian autentik tetapi menjelaskan seluruh aspek pada Kurikulum Merdeka Belajar. Banyaknya jumlah peserta didik yang harus dinilai. Terbatasnya ketersediaan waktu untuk melakukan penilaian. Pendidikan untuk menjadi komunitas penggerak dalam Pendidikan. Implementasi merdeka belajar dalam pembelajaran memiliki makna dan berdampak positif untuk guru dan bagi siswa. Memahami dari literatur terdahulu bahwa makna merdeka belajar yaitu merdeka dalam berpikir, merdeka dalam berinovasi, merdeka belajar mandiri dan juga Pemikiran merdeka belajar merujuk pada pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam Ainia . bahwa pemikirannya mengenai pendidikan mengarah pada tahap perkembangan siswa mulai dari mengajarkan untuk perubahan dan bermanfaat masyarakat. Pendidikan sebagai sarana meningkatkan rasa pecaya diri, mengembangkan potensi dan di seimbangkan oleh perilaku berkarakter dan ketrampilan dalam kehidupan Konsep Merdeka Belajar memiliki kesejajaran atau makna yang sama dengan filsafat pendidikan progresivisme yaitu menekankan kemerdekaan dan kebebsan kreativitas lembaga pendidikan mengolah secara optimal dari sisi! kemampuan,kecerdasan, dan potensi siswa dengan cara fleksibel atau menyenangkan, terbentuk oleh proses secara alami, dan memberikan kesempatan secara demokratis Serupa dengan pelaksaan merdeka belajar yaitu berdasarkan filosofi asas penciptaan GENTA MULIA-JurnalIlmiah Pendidikan . Peran Guru Terhadap Perkembangan Pendidikan Kontemporer Muriani manusia sebagai individu merdeka memilih jalan hidup dengan keammpuan akal, hati, dan fisik sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Sehingga merdeka belajar dimaknai bahwa kemerdekaan belajar pada kesempatan bagi peserta didik untuk belajar senyaman mungkin dalam suasana bahagia tanpa adanya rasa tertekan. Sebagai rangkaian kebijakan Merdeka Belajar. Kemendikbud telah mengeluarkan empat paket 1 kebijakan, yang pada tahap pertama meliputi: Ujian Sekolah Berstandar | Nasional diganti asesmen yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Ujian Nasional tahun 2021 diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang meniscayakan penyesuaian tata kelola penilaian pembelajaran di level satuan pendidikan dan pada level nasional. Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berimplikasi pada kebebasan guru untuk dapat memilih, membuat, dan menggunakan format RPP secara efisien dan efektif sehingga guru memiliki banyak waktu untuk mengelola pembelajaran. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) fleksibel untuk ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah. Implementasi konsep nerdeka belajar dapat di gunakan antak mempermudah guru agar fokus pada pelasanaan pemberian pembelajaran, sehingga dengan alokasi waktu yang cukup banyak mampu memberikan kesempatan pada guru mengembakan media serta bahan ajar demi mencapai Pendidikan Perlu dipahami secara utuh banwa peran guru pengerak trak SEDAMIS sebagai pengajar yang menyiapkan perencanaan, menjelaskan materi, namun harus memiliki niat dan kemampuan untuk memimpin, berinovasi serta melakukan perubahan. Perubahan yang dimaksud mengikuti perkembangan zaman seperti menggunakan media pembelajaran dan disesuaikan dengan minat peserta didik. Sebagaimana seorang pemimpin maka guru penggerak pada konsep merdeka belajar di tuntut mampu mengajar dan mengelola pembelajaran dengan efektif menggunakan teknologi serta terampil menggunakan berbahasa Inggris untuk meningkatkan mutu pendidikan serta melakukan refleksi dan perbaikan secara menyeluruh dalam proses mengajar ada berbagai kendala karena faktor yang menghambat guru GENTA MULIA-JurnalIlmiah Pendidikan Peran Guru Terhadap Perkembangan Pendidikan Kontemporer Muriani belum bisa melaksanakan peran sebagai pemimpin I dibebakan faktor yaitu faktor sekolah, faktor guru, dan faktor dari siswa(Khairil Anwar Faktor dari sekolah karena fasilitas belum maksimal Faktor dari guru tidak menjalankan kegiatan pembelajarn sesuai dengan RPP, pengetahuan guru kurang dalam memahami media dan faktor dari siswa memiliki minat belajar dan tidak ada motivasi belajar. Setiap guru dan para praktisi pendidikan harus memahami peran guru penggerak. Adapun peran dari guru penggerak yaitu sebagai . Guru penggerak pada lingkup komunitas belajar berperan sebagai pelatih bagi rekan guru yang lain dan memberikan perubahan pada kualitas belajar dan mengajar sebagi pendidik yang ideal dan mampu mengembangkan dirinya secara mandiri. Guru penggerak berperan melatih pembelajaran yang berpusat pada peserta didik Setiap guru yang mengikuti arahan guru penggerak di tuntut mampu mendesain dan mengelola pembelajarannya menarik dan mampu memotivasi siswa belajar dan berkreasi dengan bakan dan kemampuan. Guru penggerak sebagai agen perubahan dalam hal peningkatan kualitas kepemimpinan peserta didik secara menyeluruh di . Guru penggerak berperan mencipatkan ruang belajar sebagai media untuk berdiskusi dan berkolaborasi bersama dengan rekan guru lain baik dalam sekolah maupun pengembangan di luar . Guru penggerak sebagai penuntun proses pembelajaran yang menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan dalam . Kemampuan mengembangkan diri, yaitu guru penggerak mengupgrade dirinya dalam mengikuti kemajuan teknologi sebagai dan berbagai pengetahuan terbaru. Sebagai motivator di lingkungan sekolah bagi rekan guru sebagai pemacu bahwa guru harus selalu belajar dan mengadakan adanya perubahan posistif secara bersama dan melahirkan generasi bangsa berkualitas demi kemajuan sebuah bangsa. Menjalankan peran sebagai guru penggerak tentunya melalui berbagai proses seleksi, maka setiap pendidik di tuntut harus dinyatakan kompeten dibidangnya. Kompotensi menjadi modal utama seorang orang yang akan menjadi guru yang menggerakan komunitas pendidikan atau sebuah sekolah, hal ini merujuk pada kompetensi merupakan seperangkat ilmu serta ketrampilan guru GENTA MULIA-JurnalIlmiah Pendidikan . Peran Guru Terhadap Perkembangan Pendidikan Kontemporer Muriani dalam mengajar secara professional sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan(Manalu et al. Beragam kompetensi yang harus dimiliki seorang guru yang harus dikuasai sebagai berikut: Kompetensi Pedagogik kemampuan seorang guru memahami karakteristik atau kemampuan yang dimiliki oleh murid melalui memahami peserta didik dari perkembangan kognitif, merancang pembelajaran dan pelaksanaan serta evaluasi hasil belajar. Kompetensi Kepribadian kemampuan personal guru profesional dengan cara mencerminkan kepribadian baik pada diri sendiri, bersikap bijaksana serta arif, bersikap dewasa dan berwibawa serta mampu menjadi teladan. Kompetensi Profesional dengan cara menguasai materi pembelajaran mendalam pada pengusaan kemampuan akademik menguasai ilmu, jenjang dan jenis pendidikan . Kompetensi Sosial melalui cara yang baik dalam berkomunikasi dengan murid dan seluruh tenaga pendidikan serta orang tua dan masyarakat secara luas. Kesimpulan Tujuan pendidikan akan menentukan kemana siswa akan dibawa. Masalah dasar dan tujuan pendidikan merupakan masalah yang sangat mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan, karena dasar pendidikan akan menentukan metode dan isi pendidikan. Mangsa terpenting dalam manajemen berdasarkan visi Islam adalah harus ada kepemimpinan. UcapanTerimakasih Terima kasih diberikan kepada Dr. Merika Setiawati. Pd. Pd atas kerjasama dan memberikan kesempatan yang diberikan kepada kami Daftar Pustaka