Journal of Management and Social Sciences Volume. No. Tahun 2025 e-ISSN: 2963-5497. dan p-ISSN: 2963-5047. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jimas. Available online at: https://journal-stiayappimakassar. id/index. php/Jimas Penanganan Crew Change di Kapal Mt Ocean Rih Pt. Pelayaran Semesta Sejahtera Lestari Belawan Jeremy Yoshua Pratama Sinaga1. Dafid Ginting2. Taruna Ginting3 Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan Alamat: Jl. Pertempuran No. Pulo Brayan Kota Medan Korespondensi penulis: jeremypratama831@gmail. Abstract. Shipping agency services PT Pelayaran Semesta Sejahtera Lestari Belawan Medan is one of the shipping companies operating in the agency sector (Shipping Agenc. in Indonesia. This company deals in quite a lot of ships, both Indonesian flag ships and foreign flag ships. Crew change is an important part of shipping operations that affects the safety, efficiency and performance of the ship. This research aims to analyze procedures and challenges in handling crew changes on ships, as well as identifying best practices to ensure crew changes run smoothly. The research methodology uses qualitative methods such as interviews with crew managers and analysis of crew change documentation data. The research results show that the main challenges in crew change include administrative obstacles, logistics and strict regulations. In addition, it was found that good implementation of Standard Operating Procedures (SOP), use of communication technology, and crossdepartmental coordination are key factors for success in managing crew change. This research concludes the importance of collaboration between stakeholders, regulatory adjustments, and technological innovation to increase efficiency and safety in crew changes on ships. Keywords: Crew Change. Ship Crew. Ship Safety. Abstrak. Pelayaran jasa keagenan PT Pelayaran Semesta Sejahtera Lestari Belawan Medan merupakan salah satu perusahaan pelayaran yang bergerak di bidang keagenan (Shipping Agenc. di Indonesia. Perusahaan ini lumayan banyak mengageni kapal, baik kapal bendera Indonesia maupun kapal bendera asing. Pergantian awak kapal atau crew change merupakan bagian penting dari operasional pelayaran yang mempengaruhi keselamatan, efisiensi, dan kinerja kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur dan tantangan dalam penanganan crew change di kapal, serta mengidentifikasi praktik terbaik untuk memastikan pergantian awak berjalan lancar. Metodologi penelitian menggunakan metode kualitatif seperti wawancara dengan manajer kru, dan analisis data dokumentasi pergantian awak kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam crew change meliputi kendala administrative, logistik, dan regulasi yang ketat. Selain itu, ditemukan bahwa pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP) yang baik, penggunaan teknologi komunikasi, dan koordinasi lintas departemen merupakan faktor kunci keberhasilan dalam mengelola crew change. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan, penyesuaian regulasi, dan inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan dalam crew change di kapal. Kata kunci: Crew Change. Awak Kapal. Keselamatan Kapal. LATAR BEAKANG Industri Maritim merupakan tulang punggung perdagangan internasional, menghubungkan negara-negara di seluruh dunia melalui pengangkutan barang secara Setiap kapal memerlukan awak kapal yang terampil dan terlatih untuk menjalankan berbagai fungsi penting, mulai dari navigasi hingga pemeliharaan mesin dan peralatan. Untuk menjaga efisiensi dan keamanan operasional, perusahaan pelayaran harus memastikan bahwa awak kapal berada dalam kondisi optimal baik secara fisik maupun Salah satu aspek krusial dalam manajemen sumber daya manusia di sektor maritim adalah pergantian awak kapal atau yang dikenal dengan istilah crew change. Received: Desember 25, 2024. Revised: Januari 25, 2025. Accepted: Februari 02, 2025. Online Available: Februari 04, 2025. Penanganan Crew Change di Kapal Mt Ocean Rih Pt. Pelayaran Semesta Sejahtera Lestari Belawan Proses crew change melibatkan pergantian awak yang telah menyelesaikan masa tugas mereka dengan awak baru yang siap menggantikan peran tersebut. Meskipun terdengar sederhana, proses ini sangat kompleks karena melibatkan berbagai aspek, seperti koordinasi antar pemangku kepentingan, logistik, serta kepatuhan terhadap peraturan lokal dan internasional. Faktor-faktor seperti jadwal kapal, kondisi cuaca, dan regulasi pelabuhan dapat memengaruhi kelancaran proses pergantian awak. Selain itu, crew change harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu jadwal operasional kapal dan tetap mematuhi standar keselamatan serta ketenagakerjaan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh Pelabuhan Belawan adalah keterbatasan draft kapal yang dapat ditampung. Draft kapal merujuk pada kedalaman air yang dibutuhkan oleh kapal agar dapat berlayar tanpa terganggu oleh dasar laut atau sungai. Pelabuhan Belawan memiliki batas draft yang membatasi ukuran kapal kargo yang dapat masuk dan bersandar. Keterbatasan ini mengharuskan pengelola pelabuhan dan Nakhoda kapal untuk mematuhi prosedur navigasi yang ketat, serta seringkali mengandalkan panduan dari tugboat dan pilot pelabuhan untuk memastikan keselamatan saat memasuki dermaga. Di samping itu, tantangan geografis dan regulasi lintas negara juga menjadi perhatian utama dalam manajemen crew change. Kapal yang beroperasi secara global sering kali mengalami kesulitan dalam mengatur pergantian awak di pelabuhan tertentu karena adanya perbedaan regulasi imigrasi, visa, serta protokol keamanan yang berbeda di setiap negara. Koordinasi antara agen pelayaran, otoritas pelabuhan, dan perusahaan pelayaran menjadi kunci dalam memastikan proses ini berjalan lancar. Namun, ketidakefisienan dalam penanganan crew change dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti keterlambatan operasional, meningkatnya biaya operasional, serta penurunan produktivitas dan kesejahteraan awak kapal. Lebih lanjut, penanganan crew change yang tidak efisien dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan awak kapal. Awak yang terpaksa bekerja melebihi masa kontrak mereka berisiko mengalami kelelahan, stres, dan penurunan moral, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja dan keselamatan operasional kapal. Oleh karena itu, manajemen crew change yang efektif bukan hanya penting dari segi operasional, tetapi juga dari segi keselamatan dan kesejahteraan awak kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan-tantangan utama dalam penanganan crew change di atas kapal dan mengidentifikasi solusi serta praktik terbaik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan proses ini. Dengan JIMAS - VOLUME. NO. TAHUN 2025 eAaISSN: 2963Aa5497. dan pAaISSN: 2963Aa5047. Hal. 259Aa266 mengkaji berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan crew change, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang berguna bagi perusahaan pelayaran dan pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan manajemen sumber daya manusia di industri Maritim. KAJIAN TEORITIS Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Teori manajemen SDM menekankan pentingnya pengelolaan tenaga kerja yang efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam konteks crew change, prinsip-prinsip manajemen SDM seperti perencanaan tenaga kerja, rekrutmen, pelatihan, dan manajemen kinerja sangat relevan. Logistik dan Manajemen Rantai Pasok Teori logistik dan manajemen rantai pasok mengacu pada pengelolaan aliran barang, informasi, dan sumber daya untuk mencapai efisiensi operasional. Dalam konteks crew change, logistik mencakup pergerakan awak kapal, koordinasi transportasi, dan penjadwalan pergantian awak di pelabuhan. Kepatuhan Regulasi (Complianc. Teori kepatuhan regulasi menggarisbawahi pentingnya mematuhi peraturan dan standar yang ditetapkan oleh otoritas terkait. Dalam penanganan crew change, kepatuhan terhadap regulasi internasional dan lokal sangat penting, terutama yang berkaitan dengan imigrasi, kesehatan, dan keselamatan kerja. Kesejahteraan Tenaga Kerja Teori kesejahteraan tenaga kerja menekankan pentingnya kesejahteraan fisik dan mental pekerja dalam memengaruhi produktivitas dan keselamatan kerja. Dalam proses crew change, kesejahteraan awak kapal menjadi salah satu fokus utama karena awak yang bekerja di luar masa kontrak mereka dapat mengalami kelelahan, stres, dan penurunan motivasi. Teknologi dan Inovasi Teori ini menggarisbawahi peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas organisasi. Dalam konteks crew change, penggunaan teknologi digital seperti crew management system, aplikasi berbasis cloud, dan sistem komunikasi terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi proses dan memastikan bahwa pergantian awak dilakukan secara lebih tepat waktu dan akurat. Penanganan Crew Change di Kapal Mt Ocean Rih Pt. Pelayaran Semesta Sejahtera Lestari Belawan Manajemen Risiko Teori manajemen risiko berfokus pada identifikasi, penilaian, dan mitigasi risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Dalam crew change, risiko seperti keterlambatan pergantian awak, kegagalan mematuhi regulasi, dan dampak kesejahteraan awak harus dikelola dengan baik. METODE PENETIAN Field Research Observasi merupakan suatu metode penelitian langsung dilapangan guna memperoleh data yang akurat yang diperlukan sesuai dengan maksud dan tujuan dari makalah ini. Dalam metode ini penulis melakukan wawancara langsung atau tanya jawab kepada para pimpinan, karyawan dan tenaga kerja bongkar muat yang ahli dibidang operasional untuk mernperoleh keterangan-keterangan dan informasi yang Metode Pustaka (Library Researc. Studi Kepustakaan (Library Researc. dilakukan dengan mencari atau mencatat buku-buku yang ada di perpustakaan Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan mengenai materi yang di bahas oleh penulis yaitu tentang Penanganan Crew Change di Kapal MT Ocean Rih PT. Pelayaran Semesta Sejahtera Lestari Belawan. Disamping itu penulis juga memperoleh dari materi kuliah yang didapat penulis selama berkuliah. HASIL DAN PEMBAHASAN Penanganan Crew Change di Kapal MT Ocean Rih PT. Pelayaran Semesta Sejahtera Lestari Belawan Penanganan crew change di atas kapal adalah salah satu aspek penting dalam operasional kapal yang berdampak langsung pada efisiensi, keselamatan, dan kesejahteraan awak kapal. Proses ini melibatkan pergantian awak yang telah menyelesaikan masa tugas mereka dengan awak baru, yang memerlukan koordinasi lintas sektor antara perusahaan pelayaran, agen pelayaran, otoritas pelabuhan, dan pihak terkait lainnya. Dalam pembahasan ini, akan diuraikan tantangan utama serta pendekatan yang dapat diambil untuk meningkatkan efektivitas penanganan crew change di atas JIMAS - VOLUME. NO. TAHUN 2025 eAaISSN: 2963Aa5497. dan pAaISSN: 2963Aa5047. Hal. 259Aa266 . Tantangan Logistik dan Koordinasi Penanganan crew change memerlukan logistik yang kompleks, terutama untuk kapal-kapal yang beroperasi di lintas samudra atau di lokasi-lokasi terpencil. Tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan bahwa awak kapal dapat digantikan di pelabuhan-pelabuhan yang telah dijadwalkan. Namun, hal ini sering kali terkendala oleh perubahan jadwal kapal, kondisi cuaca yang tidak menentu, dan keterbatasan transportasi lokal. Selain itu, koordinasi antar pemangku kepentingan seperti perusahaan pelayaran, agen pelayaran, dan otoritas pelabuhan sering kali menjadi tantangan tersendiri. Kurangnya komunikasi yang efektif antara pihak-pihak ini dapat menyebabkan keterlambatan dan biaya tambahan. Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan pelayaran harus memastikan bahwa perencanaan crew change dilakukan dengan baik, termasuk penjadwalan yang fleksibel dan koordinasi yang efektif dengan semua pihak terkait. Penggunaan teknologi seperti crew management system yang terintegrasi dapat membantu dalam memantau status awak kapal dan memastikan bahwa proses pergantian dapat dilakukan dengan lancar. Regulasi dan Kepatuhan Setiap negara memiliki regulasi yang berbeda terkait imigrasi, visa, dan protokol keamanan untuk awak kapal. Perbedaan regulasi ini sering kali menjadi hambatan dalam proses crew change, terutama ketika kapal berlabuh di pelabuhan yang memiliki persyaratan administrasi yang ketat. Misalnya, beberapa negara memerlukan visa transit bagi awak kapal yang akan berganti, sementara negara lain mungkin memberlakukan aturan karantina bagi awak yang baru tiba. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan pelayaran dan agen pelayaran untuk memahami dan mematuhi regulasi lokal di setiap pelabuhan tempat crew change akan Selain itu, perlu adanya peningkatan kerja sama antara otoritas pelabuhan dan perusahaan pelayaran untuk menyederhanakan proses administrasi dan memastikan bahwa crew change dapat dilakukan dengan efisien dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kesejahteraan Awak Kapal Kesejahteraan awak kapal merupakan prioritas utama dalam proses crew Proses pergantian awak yang tertunda dapat menyebabkan awak kapal bekerja melebihi masa kontrak mereka, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan Penanganan Crew Change di Kapal Mt Ocean Rih Pt. Pelayaran Semesta Sejahtera Lestari Belawan fisik dan mental mereka. Kondisi ini dapat menimbulkan kelelahan yang ekstrem, penurunan motivasi, dan bahkan meningkatkan risiko kecelakaan di atas kapal. Untuk memastikan kesejahteraan awak kapal, perusahaan pelayaran harus menjaga jadwal crew change yang tepat waktu dan memperhatikan kondisi kerja awak kapal selama masa tugas mereka. Selain itu, perusahaan harus menyediakan fasilitas dukungan, seperti akses komunikasi dengan keluarga, layanan kesehatan, dan program kesejahteraan psikologis bagi awak yang menjalani masa kerja yang panjang di atas kapal. Efisiensi Biaya Proses crew change yang tidak terkoordinasi dengan baik dapat menyebabkan pembengkakan biaya operasional, terutama jika pergantian awak harus dilakukan di pelabuhan yang jauh dari rute pelayaran utama atau memerlukan penyesuaian rute Selain itu, biaya tambahan juga dapat timbul akibat keterlambatan yang disebabkan oleh masalah administrasi atau logistik. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan pelayaran harus melakukan pelabuhan-pelabuhan Penggunaan agen lokal yang terpercaya dan memiliki jaringan yang kuat juga dapat membantu dalam mengurangi biaya yang tidak terduga selama proses crew change. Teknologi dan Digitalisasi Dalam era digital, teknologi memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi penanganan crew change. Sistem manajemen awak kapal berbasis digital memungkinkan perusahaan untuk mengelola jadwal, administrasi, dan logistik crew change secara real-time. Teknologi ini juga memungkinkan komunikasi yang lebih baik antara pihak-pihak terkait, serta memberikan data dan analisis yang berguna untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Investasi dalam teknologi digital seperti platform crew management aplikasi berbasis cloud dan sistem komunikasi yang terintegrasi dapat membantu perusahaan pelayaran dalam mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan transparansi proses, dan meminimalkan potensi keterlambatan atau masalah administrasi. JIMAS - VOLUME. NO. TAHUN 2025 eAaISSN: 2963Aa5497. dan pAaISSN: 2963Aa5047. Hal. 259Aa266 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penanganan crew change di atas kapal adalah komponen penting dalam manajemen operasional kapal yang mempengaruhi efisiensi, keselamatan, dan kesejahteraan awak kapal. Tantangan utama dalam proses ini meliputi koordinasi logistik, regulasi lintas negara, serta pemeliharaan kesejahteraan awak kapal. Saran Agar penanganan crew change lebih baik kedepannya di butuhkan perencanaan yang matang, penggunaan teknologi digital, serta koordinasi yang efektif antara perusahaan pelayaran, agen pelayaran, dan otoritas pelabuhan. Dengan manajemen yang tepat, proses pergantian awak kapal dapat berjalan lebih efisien, mengurangi risiko, dan meningkatkan kesejahteraan awak, yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja operasional kapal. DAFTAR REFERENSI Ahyar. , & Dkk. Buku metode penelitian kualitatif & kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu.