Fropil Vol 10 No. 2, (Desembe. 2022 DOI: https://doi. org/10. 33019/fropil. ANALISIS EVALUASI INDIKATOR KINERJA AuPELABUHAN HIJAUAy Andi NINGRAT1* Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Hasanuddin. Makassar. Indonesia *Email: autadaaning@gmail. iterima: 27 Juni 2022, disetujui: 18 November 2. ABSTRACT Sea transportation or better known as the Maritime Transportation System (Maritime Transportation System, or MTS), which consists of ports, and land-side connections between modes that allow the connection of various modes of transportation to move goods to and from the sea. Therefore, the concept of sustainable port development is becoming increasingly important to apply due to abnormal global environmental changes. This is because the port has an important role in the economic development of a To overcome environmental pollution that comes from the construction and operation of ports, the concept of a AugreenAy port is a solution. Many researchers have studied the effect of AugreenAy Port performance indicators with various approaches. This analysis focuses on evaluating AugreenAy Port performance indicators based on a literature study. These studies were conducted in several countries, namely. China. Taiwan. Egypt. England. Singapore, and Turkey using a scoring system that combines AHP and fuzzy methods. The results show that all AugreenAy port performance indicators can be grouped into the following criteria: . air pollution management, . solid waste pollution management, . liquid waste pollution management, . air pollution management, . marine habitat protection, . port staff training management, and . promotion of the AugreenAy port concept. Key words: AugreenAy port, performance indicators, sustainable port development INTISARI Transportasi laut atau yang lebih dikenal dengan istilah Sistem Transportasi Maritim (Maritime Transportation System, atau MTS), yang terdiri dari Pelabuhan, dan koneksi sisi daratan antar moda yang memungkinkan terjadinya hubungan berbagai moda transportasi untuk memindahkan barang ke dan dari Oleh karena itu, konsep pembangunan Pelabuhan berkelanjutan menjadi semakin penting untuk diterapkan karena kondisi perubahan lingkungan global yang tidak normal. Hal ini dikarenakan Pelabuhan memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang berasal dari pembangunan dan pengoperasian pelabuhan, konsep Pelabuhan AuhijauAy merupakan sebuah solusi. Banyak peneliti yang telah mempelajari pengaruh indikator kinerja Pelabuhan AuhijauAy dengan berbagai pendekatan. Analisis ini berfokus pada evaluasi indikator-indikator kinerja Pelabuhan AuhijauAy berdasarkan studi literatur. Penelitian-penelitian tersebut dilakukan di beberapa negara yaitu. China. Taiwan. Mesir. Inggris. Singapura, dan Turki dengan menggunakan sistem penilaian yang menggabungkan metode AHP dan fuzzy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator kinerja Pelabuhan AuhijauAy dapat dikelompokkan ke dalam kriteria: . manajemen polusi udara, . manajemen polusi limbah padat, . manajemen polusi limbah cair, . manajemen polusi udara, . perlindungan habital laut, . manajemen training staf pelabuhan, dan . promosi konsep pelabuhan AuhijauAy. Kata kunci: pelabuhan AuhijauAy, indikator kinerja, pembangunan pelabuhan berkelanjutan PENDAHULUAN tanpa hal tersebut ekspor/impor makanan dan barang-barang manufaktur yang terjangkau tidak akan terjadi. Transportasi laut atau yang lebih dikenal dengan istilah Sistem Transportasi terjadinya perdagangan antar benua dan pengangkutan bahan baku dalam jumlah besar. Ningrat. Analisis Evaluasi IndikatorA. Transportasi Maritim (Maritime Transportation System, atau MTS), yang terdiri dari Pelabuhan, dan koneksi sisi daratan antar moda yang memungkinkan terjadinya hubungan berbagai moda transportasi untuk memindahkan barang ke dan dari laut. Sistem Transportasi Maritim ini bertanggung jawab atas pengangkutan sekitar 90 persen atau senilai 10,7 milyar ton dari seluruh perdagangan yang terjadi di dunia (UNCTAD. Sehingga tidak salah jika sistem transportasi laut dianggap sebagai sistem pengangkutan barang yang paling efisien dan efektif dari segi biaya (UNCTAD, 2. Selain pengangkutan barang yang paling efisien dan efektif dari segi biaya. Sistem Transportasi Maritim juga merupakan sumber pencemaran Menurut data Organisasi Maritim Internasional (IMO) pada tahun 2012, berkontribusi sekitar 2,2% terhadap emisi karbon dioksida (CO. Meskipun transportasi massal yang paling hemat energi dan hanya penyumbang kecil untuk keseluruhan emisi CO2, pendekatan global untuk lebih meningkatkan efisiensi energi dan pengendalian emisi yang efektif diperlukan karena transportasi laut akan terus tumbuh dengan cepat seiring dengan perdagangan Pelabuhan adalah merupakan sebuah sarana yang menghubungkan dunia melalui jaringan sistem transportasi laut, mendorong internasional, dan mendukung pertumbuhan ekonomi dunia. Selain itu. Pelabuhan juga dapat menjadi salah satu tempat terjadinya pencemaran lingkungan melalui kegiatan dari sistem transportasi laut, dan hal inilah yang memberikan sebuah tugas baru bagi pengelola Pelabuhan yaitu sebuah posisi untuk memastikan tersedianya pelayanan Pelabuhan dan pemanfaatan Pelabuhan yang efisien, dan pengurangan masalah lingkungan global (Luo & Yip, 2. Konsep Pelabuhan AuhijauAy adalah sebuah konsep yang menunjang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang merupakan agenda yang terkandung dalam dokumen Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development, disepakati dalam pertemuan puncak di PBB pada 25-27 November 2015. Negara-negara anggota PBB, termasuk salah Republik Indonesia menandatangani kesepakatan tersebut sebagai bukti komitmennya untuk melaksanakan Tujuan Ae Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals Ae SDG. Diharapkan seluruh Negara dan pemangku kepentingan bergabung bersama dalam aksi kemitraan global dalam mengatasi kemiskinan melalui langkah-langkah yang transformatif kelestaraian planet Bumi. Pelabuhan AuhijauAy diartikan dari Bahasa Inggris, yaitu Augreen portAy. Istilah lain dalam Bahasa Inggris yang sering digunakan selain Augreen portAy adalah Aueco-portAy dan Ausustainable portAy. Selain Pelabuhan AuhijauAy, dalam Bahasa Indonesia istilah Augreen portAy juga diartikan sebagai Pelabuhan berwawasan lingkungan atau Pelabuhan ramah lingkungan. Definisi yang dikeluarkan oleh International Association of Port and Harbour (IAPH) terkait dengan Augreen portAy adalah kondisi dimana pihak otoritas Pelabuhan bersamasama dengan pihak pengguna Pelabuhan secara pro-aktif dan bertanggung-jawab dalam Pelabuhan. Pengembangan dan pengopersian tersebut berdasarkan strategi pertumbuhan green economy . konomi AuhijauA. dan filosofi alam serta melibatkan partisipasi dari para pemangku kepentingan Pelabuhan, mulai dari visi jangka panjang pada daerah dimana pelabuhan tersebut berada, sehingga menjamin pembangunan yang mengantisipasi kebutuhan generasi mendatang, untuk keuntungan mereka sendiri dan kemakmuran daerah yang dilayaninya (Ahmadi et al. , 2. Operasi transportasi laut menyebabkan dampak lingkungan bukan hanya di Pelabuhan Ningrat. Analisis Evaluasi IndikatorA. namun juga di sekitar pelabuhan. Kebisingan dari mesin kapal dan mesin yang digunakan untuk bongkar muat. partikel CO2. NOycuycu, dan SO2 dari mesin utama dan tambahan kapal. debu dari penanganan zat seperti butiran, pasir, dan batu bara. lalu lintas jalan raya dan kereta api ke dan dari kawasan Pelabuhan adalah contoh dari dampak tersebut. Secara umum, dampak lingkungan pelabuhan dapat dibagi menjadi tiga subkategori: . masalah yang disebabkan oleh aktivitas pelabuhan itu sendiri. masalah yang disebabkan di laut oleh kapal yang singgah di pelabuhan. emisi dari jaringan transportasi antar moda yang melayani pelabuhan di daerah daratan . Berbagai instrumen kebijakan perlu diterapkan untuk mengelola dampak lingkungan, dan kemungkinan besar akan sangat bervariasi dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya (Chiu et , 2. Konsep Pelabuhan AuhijauAy di Indonesia sudah sejak lama diperkenalkan dan keseriusan Pemerintah dalam hal ini dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional IV (RPJPMN IV) 2020-2024. Hal ini Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono pada Pertemuan Asia Europe Meeting Senior Transport Official Meeting (ASEM-TSOM) diselenggarakan Mei 2020. Pada pertemuan pembahasan mengenai Dekarbonisasi dan Jaringan Transportasi Berkelanjutan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 sehingga menjadi sangat penting. RPJMN 2020-2024 akan mempengaruhi pencapaian target pembangunan. Terdapat 4 . pilar dari RPJMN IV 2020-2024 yang merupakan amanat RPJPN 2005-2025 untuk mencapai tujuan utama dari rencana pembangunan nasional periode terakhir. Keempat pilar tersebut adalah: kelembagaan politik dan hukum yang mantap. kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat. struktur ekonomi yang semakin maju dan kokoh. dan terwujudnya keanekaragaman hayati yang terjaga. Keempat pilar tersebut kemudian pembangunan yang didalamnya terdapat Program Prioritas. Kegiatan Prioritas, dan Proyek Prioritas. Tujuan RPJMN IV tahun 2020 Ae 2024 telah sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG. Target-target dari 17 tujuan . dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. beserta indikatornya Ketujuh agenda pembangunan tersebut adalah: memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas. mengembangkan wilayah untuk mengurangi meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. membangun kebudayaan dan karakter bangsa. memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim. memperkuat stabilitas polhukhankam dan transportasi pelayanan publik. Selain itu, konsep Pelabuhan AuhijauAy juga didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Pasal 21: Ayat 1: Dengan Peraturan Presiden ini ditetapkan sasaran nasional periode tahun 2017 sampai tahun 2019 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, yang selaras dengan TPB sebagaimana tercantum dalam Lampiran dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. Ayat 2: TPB sebagaimana dimaksud pada ayat . bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi Ningrat. Analisis Evaluasi IndikatorA. Berdasarkan beberapa alasan tersebut di atas, pihak otoritas Pelabuhan seharusnya menemukan cara untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh operasi Pelabuhan dan hal ini seharusnya dilakukan performansi pelayanan (Melious, 2. Untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang berasal dari pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan, konsep Pelabuhan AuhijauAy . reen concept seaport operatio. merupakan hal yang menjadi keharusan dan solusi . Chun Jim Wu, dan Yenming J. Chen mengeluarkan 13 indikator kinerja pada tabel 1. Indikator-indikator berdasarkan nilai global weight of performance importance tinggi ke rendah sebagai berikut: Tabel 1. Indikator kinerja Pelabuhan AuhijauAy berdasarkan penelitian Taih-Cherng Lirn. YenChun Jim Wu, dan Yenming J. Chen INDIKATOR GLOBAL KINERJA WEIGHTS RANKING PELABUHAN (%) AuHIJAUAy Rencana 4,63 Manajemen 4,48 limbah padat Pencegahan dan 4,35 kebocoran kargo Perlindungan 4,31 habitat laut dan Pengolahan 4,27 Pencegahan 4,21 polutan air Penggunaan 4,19 sumber daya daur ulang dan konsumsi energi Perlindungan 4,15 ekologi dan pelatihan dan Peraturan emisi 4,15 gas beracun Penggunaan 4,13 energi pengganti dan peralatan hemat energi Sedimen kolam 4,10 Pelabuhan dan erosi pantai Penggalakan 3,92 RUMUSAN MASALAH Menekankan konsep Pelabuhan Auhijau: untuk melindungi lingkungan kita adalah sebuah hal penting. namun demikian, hal yang mempromosikan konsep Pelabuhan AuhijauAy ke dalam tindakan. Konsep Pelabuhan AuhijauAy telah diteliti oleh banyak peneliti. Salah satu langkah untuk mempromosikan Pelabuhan AuhijauAy adalah dengan penelitian dengan fokus penelitian terhadap indikator kinerja Pelabuhan hijau dari aspek lingkungan (Puig et al. , 2. (Bae, 2. , aspek ekonomi (Molina-Serrano et al. , 2. , (Molina Serrano et al. , 2. , dan aspek social (Ha & Yang, 2. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis indikatorindikator evaluasi kinerja Pelabuhan AuhijauAy yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti di berbagai negara dengan menggunakan metode fuzzy AHP. Artikel ini didasarkan pada studi literatur Evaluasi Indikator Kinerja Pelabuhan AuHijauAy Menurut Taih-Cherng Lirn. Yen-Chun Jim Wu, dan Yenming J. Chen. Berdasarkan penelitian evaluasi indikator kinerja pelabuhan AuhijauAy menggunakan fuzzy AHP yang dilakukan oleh Taih-Cherng Lirn. Yen-Chun Jim Wu, dan Yenming J. Chen pada tahun 2012 dengan melibatkan 56 tenaga ahli otoritas maritim, atau perusahaan Pelabuhan di Asia yaitu Pelabuhan Shanghai. Pelabuhan Hong Kong, dan Pelabuhan Kaohsiung (Lirn et al. Hasil penelitian Taih-Cherng Lirn. Yen99 Ningrat. Analisis Evaluasi IndikatorA. RANKING INDIKATOR KINERJA PELABUHAN AuHIJAUAy bahan bakar rendah sulfur Pencegahan polusi debu Pelabuhan dan Pengurahan konsumsi bahan bakar dan polusi Penggunaan bertenaga listrik Pengendalian polusi suara Peningkatan tampilan visual Tabel 2. Indikator kinerja Pelabuhan AuhijauAy berdasarkan penelitian Rong-Her Chiu. Le-Hui Lin, dan Shih-Chan Ting INDIKATOR GLOBAL KINERJA WEIGHTS RANKING PELABUHAN (%) AuHIJAUAy Penanganan Polusi udara Polusi air Penghijauan Pelabuhan Pemeliharaan 8,00 kualitas habitat Penggunaan 7,70 Konsumsi air 7,40 Pelatihan staf 6,50 Pelabuhan Pemilihan bahan 6,10 Polusi tanah dan 5,90 Promosi dan 5,30 Polusi suara 5,20 Penanganan 3,90 sampah umum GLOBAL WEIGHTS (%) 3,81 3,69 3,60 3,52 3,13 Evaluasi Indikator Kinerja Pelabuhan AuHijauAy Menurut Rong-Her Chiu. Le-Hui Lin, dan Shih-Chan Ting Berdasarkan penelitian evaluasi indikator kinerja pelabuhan AuhijauAy menggunakan fuzzy AHP yang dilakukan oleh Rong-Her Chiu. LeHui Lin, dan Shih-Chan Ting pada tahun 2014 dengan melibatkan 26 tenaga ahli yang pengalaman lebih dari 20 tahun bekerja di lembaga penelitian, otoritas maritim, atau perusahaan Pelabuhan di Taiwan (Chiu et al. Hasil penelitian Rong-Her Chiu. Le-Hui Lin, dan Shih-Chan Ting mengeluarkan 13 indikator kinerja pada tabel 2. Indikatorindikator tersebut diurutkan berdasarkan nilai global weight of performance importance tinggi ke rendah sebagai berikut: Evaluasi Indikator Kinerja Pelabuhan AuHijauAy Menurut Sara Elzarka dan Sara Elgazzar Berdasarkan penelitian evaluasi indikator kinerja pelabuhan AuhijauAy menggunakan fuzzy AHP yang dilakukan oleh Sara Elzarka dan Sara Elgazzar pada tahun 2014 dengan melibatkan 52 tenaga ahli di sektor maritim di Mesir. Inggris, dan Sinagpura (Elzarka & Elgazzar, 2. Hasil penelitian Sara Elzarka dan Sara Elgazzar mengeluarkan 15 indikator kinerja pada tabel 3. Indikator-indikator tersebut diurutkan berdasarkan nilai global weight of performance importance tinggi ke rendah sebagai berikut: Ningrat. Analisis Evaluasi IndikatorA. Tabel 3. Indikator kinerja Pelabuhan AuhijauAy berdasarkan penelitian Sara Elzarka dan Sara RANKING Elgazzar INDIKATOR KINERJA RANKING PELABUHAN AuHIJAUAy Peraturan gas beracun Rencana Pengurangan emisi CO2 kendaraan darat Manajemen Pengolahan limbah dan sumber daya air Manajemen limbah padat Pemeliharaan Pelabuhan dan Pencegahan selama prosedur pelepasan pipa Penggunaan dengan sumber daya listrik ntuk dengan sumber daya minya. Penggunaan sumber daya yang dapat didaur ulang dan konsumsi energi Penggunaan energi pengganti dan perlatan hemat energi GLOBAL WEIGHTS (%) 17,80 15,30 14,90 13,20 6,89 INDIKATOR KINERJA PELABUHAN AuHIJAUAy Rencana muatan cair Peningkatan keinginan untuk kembali sumber daya yang dapat didaur ulang Penggalakan Pencegahan polutan air GLOBAL WEIGHTS (%) 2,85 2,50 2,47 1,42 Evaluasi Indikator Kinerja Pelabuhan AuHijauAy Menurut Onder Canbulat. Murat Aymelek. Ismail Kurt. Birsen Koldemir, dan Osman Turan 4,56 4,28 Berdasarkan penelitian evaluasi indikator kinerja pelabuhan AuhijauAy menggunakan fuzzy AHP yang dilakukan oleh Onder Canbulat. Murat Aymelek. Ismail Kurt. Birsen Koldemir, dan Osman Turan pada tahun 2015 dengan melibatkan 10 tenaga ahli di sektor maritim di Turki (Canbulat et al. , 2. Hasil penelitian oleh Onder Canbulat. Murat Aymelek. Ismail Kurt. Birsen Koldemir, dan Osman Turan mengeluarkan 11 indikator kinerja tabel 4. Indikator-indikator berdasarkan nilai global weight of performance importance tinggi ke rendah sebagai berikut: 3,84 3,75 Tabel 4. Indikator kinerja Pelabuhan AuhijauAy berdasarkan penelitian oleh Onder Canbulat. Murat Aymelek. Ismail Kurt. Birsen Koldemir, dan Osman Turan INDIKATOR GLOBAL KINERJA WEIGHTS RANKING PELABUHAN (%) AuHIJAUAy Polusi udara 18,20 Sedimen laut 17,89 dan erosi pantai 3,19 3,04 Ningrat. Analisis Evaluasi IndikatorA. RANKING INDIKATOR KINERJA PELABUHAN AuHIJAUAy Pelatihan Polusi air Perlindungan kulaitas habitat Pengolahan air Penggunaan sumber daya Polusi limbah Infrastruktur Pelabuhan dan Penggunaan peralatan tenaga Polusi suara Konsumsi Tabel 5. Indikator kinerja Pelabuhan AuhijauAy berdasarkakan penelitian oleh Po-Hsing Tseng GLOBAL WEIGHTS (%) dan Nick Pilcher 17,89 RANKING 12,08 8,95 8,95 6,03 4,10 7,67 2,22 1,64 Evaluasi Indikator Kinerja Pelabuhan AuHijauAy Menurut Po-Hsing Tseng dan Nick Pilcher Berdasarkan penelitian evaluasi indikator kinerja pelabuhan AuhijauAy menggunakan fuzzy AHP yang dilakukan oleh Po-Hsing Tseng dan Nick Pilcher pada tahun 2018 dengan melibatkan 30 tenaga ahli di sektor maritim . ermasuk 15 pegawai pemerintahan dan 15 kru kapal lau. di Taiwan (Tseng & Pilcher, 2. Hasil penelitian oleh Po-Hsing Tseng dan Nick Pilcher mengeluarkan 12 indikator kinerja tabel Indikator-indikator tersebut diurutkan berdasarkan tingkat signifikansi tinggi ke rendah sebagai berikut: INDIKATOR KINERJA PELABUHAN AuHIJAUAy Dukungan AushippingAy Efisiensi operasi Pelabuhan Insentif biayabiaya Pelabuhan Kerangka pengawasan dan Mekanisme Perundangundangan Manajemen Penilaian risiko Infrastruktur Pelabuhan dan Penalti biayabiaya Pelabuhan Teknik Struktur dan GLOBAL WEIGHTS (%) 10,66 10,18 10,16 9,60 9,28 8,54 8,13 7,92 7,67 7,00 6,73 4,14 KESIMPULAN Terdapat bebarapa kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian-penelitian terkait indikator kinerja Pelabuhan AuhijauAy yang telah Kesimpulan pertama, seluruh indikator kinerja Pelabuhan AuhijauAy dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kriteria, yaitu: . manajemen polusi udara, . manajemen polusi limbah padat, . manajemen polusi limbah cair, . manajemen polusi udara, . perlindungan habital laut, . manajemen training staf pelabuhan, dan . promosi konsep Ningrat. Analisis Evaluasi IndikatorA. pelabuhan AuhijauAy. Selanjutnya kesimpulan kedua adalah indikator penanganan polusi atau limbah menempati prioritas teratas dalam menilai kinerja Pelabuhan AuhijauAy. Adapun perlindungan habitat dan ekologi menempati prioritas kedua dalam menilai kinerja Pelabuhan Auhijau. Sebagai kesimpulan keempat adalah indikator penggunaan energi menempati prioritas ketiga dalam menilai kinerja Pelabuhan AuhijauAy. Canbulat. Aymelek. Kurt. Koldemir, , & Turan. GREEN SUSTAINABLE PERFORMANCE COMPARISON OF THE THREE BIGGEST CONTAINER TERMINALS IN TURKEY. UCAPAN TERIMA KASIH Elzarka. , & Elgazzar. Green Port Performance Index for Sustainable Ports in Egypt: A Fuzzy AHP Approach. Chiu. -H. Lin. -H. , & Ting. -C. Evaluation of Green Port Factors and Performance: A Fuzzy AHP Analysis. Mathematical Problems in Engineering, 1Ae12. https://doi. org/10. 1155/2014/802976 Ucapan terima kasih disampaikan kepada peneliti-peneliti berikut ini: TaihCherng Lirn. Yen-Chun Jim Wu, dan Yenming Chen pada tahun 2012. Rong-Her Chiu. LeHui Lin, dan Shih-Chan Ting pada tahun 2014. Sara Elzarka dan Sara Elgazzar pada tahun Onder Canbulat. Murat Aymelek. Ismail Kurt. Birsen Koldemir, dan Osman Turan pada Po-Hsing Tseng dan Nick Pilcher pada tahun 2018 yang telah memberikan inspirasi di dalam tulisan jurnal yang dipublikasikan yang sehingga dapat melaksanakan penelitian dari hasil mereview jurnal tersebut dan pengembangan analisis evaluasi. Ha. -H. , & Yang. Comparative analysis of port performance indicators: Independency Transportation Research Part A: Policy Practice, 264Ae278. https://doi. org/10. 1016/j. Lirn. Jim Wu. , & Chen. Green performance criteria for sustainable ports in Asia. International Journal of Physical Distribution & Logistics Management, 43. , 427Ae451. https://doi. org/10. 1108/IJPDLM-042012-0134 Luo. , & Yip. Ports and the Environment: Maritime Policy and Management . st ed. Routledge. https://doi. org/10. 4324/9781315673639 DAFTAR PUSTAKA