AL-MUHITH JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN HADITS E-ISSN : 2963-4024 . edia onlin. P-ISSN : 2963-4016 . edia ceta. DOI : 10. 35931/am. REVITALISASI NORMA SOSIAL DALAM KEHIDUPAN ANAK MUDA KAJIAN TAFSIR MAUDHUAoI Dewi Zakiyatul Mashuro Universitas Yudharta Pasuruan. Indonesia dewizm251@gmail. Ahmad Zainuddin Universitas Yudharta Pasuruan. Indonesia zainuddin@yudharta. Miftara Ainul Mufid Universitas Yudharta Pasuruan. Indonesia ainulmufid@yudharta. Nyoko Adi Kuswayo Universitas Yudharta Pasuruan. Indonesia nyoko@yudharta. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi revitalisasi norma sosial dalam kehidupan anak muda zaman sekarang dengan menggunakan pendekatan Tafsir Maudhui. Dalam konteks ini, norma sosial yang dimaksud mencakup nilai-nilai, etika, dan perilaku yang dianggap penting dalam interaksi sosial di kalangan remaja. Oleh karena itu, revitalisasi norma sosial menjadi suatu keniscayaan untuk membekali anak muda dengan kompas moral yang kokoh dalam menavigasi kompleksitas tantangan zaman. penelitian ini mengkaji ayatayat Al-QurAoan yang relevan untuk menggali nilai-nilai sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui metode ini, peneliti berupaya untuk mengidentifikasi cara-cara revitalisasi norma sosial dapat diterapkan, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter dan identitas anak muda guna membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan mampu berkontribusi secara positif bagi peradaban yang berlandaskan nilai-nilai universal Islam. Kata Kunci: Revitalisasi. Norma Sosial. Anak Muda. Tafsir MaudhuAoi Abstract This study aims to explore the revitalization of social norms in the lives of today's youth using the Tafsir Maudhui approach. In this context, the social norms in question include values, ethics, and behaviors that are considered important in social interactions among adolescents. Therefore, the revitalization of social norms is a necessity to equip young people with a solid moral compass in navigating the complexity of the challenges of the times. This study examines relevant verses of the Qur'an to explore social values that can be applied in everyday life. Through this method, researchers seek to identify ways in which the revitalization of social norms can be applied, as well as their impact on the formation of character and identity of young The ultimate goal is to form a young generation that is not only intellectually intelligent, but also noble in morals, responsible, adaptive, and able to contribute positively to a civilization based on universal Islamic values Keywords: Revitalization. Social Norms. Youth. Tafsir MaudhuAoi Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi A Author. 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Norma sosial ialah fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat yang berfungsi sebagai pedoman perilaku Human Society. Norma ini mencakup nilai-nilai yang diterima dan diyakini oleh anggota masyarakat sebagai dasar perilaku yang baik dan benar. Dalam konteks kehidupan anak muda, norma sosial memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moralitas, dan tanggung jawab sosial. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan budaya yang cepat, terjadi pergeseran nilai-nilai tradisional yang mengakibatkan melemahnya kesadaran akan pentingnya norma sosial di kalangan anak muda. Dalam konteks globalisasi dan modernisasi. Generasi Muda dihadapkan pada keberagaman tantangan dan perubahan nilai yang sering kali menggerus nilai norma ataupun moral yang telah ada sebelumnya. Pengaruh Globalisasi. Digitalisasi, dan media sosial semakin mempercepat terjadinya transformasi budaya yang menggeser pandangan generasi muda terhadap norma dan etika. Fenomena ini memunculkan tantangan baru, seperti meningkatnya individualisme, krisis identitas, dan lemahnya solidaritas sosial. Anak muda zaman sekarang sering kali dihadapkan oleh budaya barat yang cenderung memiliki kebiasaan yang tidak mencerminkan nilai tradisi maupun moral yang sudah ada dari dulu. Globalisasi dengan mempercepat arus informasi dan budaya antar negara telah membawa generasi muda ke dalam situasi baru. Hanya dengan satu klik. Generasi muda dapat mengakses banyak konten dari seluruh dunia yang mungkin tidak sesuai dengan nilai-nilai lokal. Misalnya, budaya individualisme dan konsumerisme yang berlaku di media sosial seringkali berbenturan dengan budaya kolektivisme yang menjadi ciri masyarakat India. Akibatnya, generasi muda menyaksikan adanya pergeseran nilai-nilai yang menekankan kekuasaan individu atas tanggung jawab sosial. Selain globalisasi, dunia modern juga mempengaruhi sosial budaya generasi muda. Dunia modern telah membawa perubahan besar dalam struktur sosial, ekonomi, dan budaya. Misalnya, urbanisasi telah mengubah pola interaksi sosial dari komunitas yang memiliki ikatan erat menjadi hubungan yang lebih longgar dan tidak anonim. Di perkotaan, banyak anak muda yang kehilangan kontak dengan komunitas tradisionalnya dan tidak mampu mengikuti tradisi yang sudah lama ada. Tren ini telah memunculkan cara-cara hidup baru yang lebih sederhana, namun sering kali tidak Ulber Silalahi. AuGlobalisasi Informasi Dan Perubahan Politik Dan Administrasi Pemerintahan Indonesia Pasca Orde Baru,Ay Jurnal Ilmiah Administrasi IX, no. , https://lib. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi memiliki landasan moral dan etika. Kemajuan teknologi informasi, khususnya media sosial, turut berperan besar dalam mengubah norma-norma sosial. Media sosial telah menjadi sarana penting bagi generasi muda untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. 2 Namun kebebasan yang ditawarkan media sosial seringkali disalahgunakan. Banyak anak muda yang peka terhadap norma sosial dan budaya saat berinteraksi online. Misalnya, cyberbullying, penyebaran hoax, dan teknik pemaparan sudah menjadi hal yang lumrah di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip yang mengatur perilaku di dunia nyata belum sepenuhnya diterapkan di dunia maya. Perubahan norma sosial di kalangan generasi muda membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya konflik antar Generasi tua seringkali beranggapan bahwa generasi muda telah kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi landasan kehidupan bermasyarakat. Sebaliknya, kaum muda menganggap tradisi terlalu kaku dan tidak relevan dengan situasi saat ini. Jika konflik-konflik ini tidak dikelola dengan baik maka dapat menimbulkan permasalahan sosial. Dampak lainnya adalah hilangnya hubungan sosial di kalangan generasi muda. Dalam masyarakat tradisional, hubungan sosial merupakan sumber dukungan yang penting. Namun, dengan maraknya individualisme, banyak generasi muda yang lebih mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan popularitas. Keadaan ini dialami di semua bidang kehidupan, seperti kurangnya partisipasi dalam kegiatan sosial, menurunnya empati, dan meningkatnya ketidakpedulian terhadap masalah sosial. Data penelitian yang relevan menunjukkan bahwa 67% pemuda Indonesia merasa lebih terhubung dengan budaya internasional dibandingkan dengan budaya lokal. Hal ini semakin menyoroti perubahan sifat generasi muda. Dalam konteks ini, terdapat kebutuhan mendesak untuk merevitalisasi norma-norma sosial dan memulihkan keseimbangan antara modernitas dan tradisi. Adapun Fenomena dekadensi moral, krisis identitas, dan konflik sosial yang terjadi di berbagai lapisan masyarakat sering kali dihadapi dengan pendekatan yang bersumber dari tafsirtafsir ilmiah dan kontekstual yang dapat menjelaskan dan memandu generasi muda dalam mempertahankan integritas moral mereka. Di sinilah pentingnya pemahaman terhadap peran tafsir Al-Qur'an dalam membentuk norma sosial, menciptakan harmoni dalam hubungan sosial, serta memberikan alternatif solusi terhadap permasalahan yang muncul akibat perkembangan zaman yang terus berkembang. Leli Patimah and Yusuf Tri Herlambang. AuMenanggulangi Dekadensi Moral Generasi Z Akibat Media Sosial Melalui Pendekatan Living Values Education (LVE),Ay PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan. Keguruan. Dan Pembelajaran 5, no. 2 (November 2. , https://doi. org/10. 26858/pembelajar. Khanza Jasmine. AuPenambahan Natrium Benzoat Dan Kalium Sorbat (Antiinvers. Dan Kecepatan Pengadukan Sebagai Upaya Penghambatan Reaksi Inversi Pada Nira TebuAy (Sarjana. Universitas Brawijaya, 2. , https://repository. id/id/eprint/150912/. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi Salah satu fenomena yang menarik adalah bagaimana tafsir Al-Qur'an dapat beradaptasi dan memberikan wawasan baru dalam menghadapi isu-isu kontemporer seperti hak asasi manusia, kesetaraan gender, lingkungan hidup, serta keadilan sosial. Penafsiran yang kontekstual dan relevan dapat membantu umat Islam untuk menemukan jalan tengah antara menjaga nilai-nilai keagamaan dan memenuhi tuntutan zaman. Dengan demikian, pemahaman yang baik mengenai tafsir Al-Qur'an tidak hanya akan memperkaya spiritualitas umat, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan norma sosial yang relevan dengan kondisi kehidupan Generasi muda. Islam sebagai sistem nilai yang komprehensif memberikan solusi terhadap permasalahan Nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, solidaritas dan kasih sayang dapat menjadi landasan moral generasi muda dalam menghadapi tantangan masa kini. Pendekatan Tafsir maudhu'i . terhadap ayat-ayat Al-Qur'an memberikan cara yang efektif untuk memahami perspektif umat Islam terhadap tradisi lokal. Dengan membaca ayat-ayat Alquran yang relevan, kita dapat menemukan solusi efektif untuk mengembalikan nilai-nilai sosial. Misalnya saja ayat tentang mar maruf nahi munkar yang bisa menjadi panduan untuk menumbuhkan kesadaran sosial di kalangan generasi muda. Amar ma'ruf nahi munker mengajarkan kepada manusia pentingnya mengejar kebaikan dan menjauhi keburukan. Prinsip ini cocok untuk mendorong generasi muda menjadi agen perubahan positif di masyarakat. Di luar itu, konsep spiritual Islam yang menekankan pentingnya persaudaraan dapat menjadi landasan memperkuat persatuan umat manusia. Oleh Karena itu. Al-QurAoan tidak hanya berbicara tentang hubungan individu dengan Tuhan, tetapi juga mencakup prinsip-prinsip sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan Al-QurAoan mengajarkan konsep keadilan . l-ad. , kasih sayang . , dan kebajikan . yang menjadi dasar dalam membangun tatanan sosial yang ideal. Seperti dalam Surah An-Nahl . yang berbunyi: a a a a eAO E aCe aOOaI NO a aeI E aA a a aOE aII aE ae aOEa aOe Oa aEIA e A aA ea AIe aOaO aA Aea aO aI ae aE a eE aOeE aA c eAIA eAEa aE aEIe a aE aO aIA Artinya AuSesungguhnya Allah menyuruh . berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhanAAy. Umi Wasilatul Firdausiyah. AuTafsir Modern Perspektif MunAoim Sirry Dalam WhatAos Modern about Modern Tafsir? A Closer Look at HamkaAos Tafsir al-Azhar,Ay Nun: Jurnal Studi Alquran Dan Tafsir Di Nusantara 6, no. 2 (December 2. , https://doi. org/10. 32495/nun. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi Ayat ini menegaskan bahwa nilai keadilan dan kebajikan adalah norma yang diharapkan Al-Qur'an untuk dipraktikkan dalam masyarakat. Peran Al-Qur'an sendiri dalam konteks revitalisasi Norma sosial dalam membentuk karakter generasi anak muda sangat penting, mengingat banyaknya prinsip-prinsip dasar yang terkandung di dalamnya yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, konsep keadilan, egalitarianisme, dan empati yang diajarkan dalam AlQur'an dapat menjadi dasar dalam menciptakan hubungan sosial yang harmonis. Ayat-ayat yang mengatur akhlak dan perilaku sosial. Perubahan Norma sosial yang terjadi di kalangan generasi muda sering kali membawa dampak positif dan negatif, termasuk perubahan paradigma cara berpikir, perilaku, dan interaksi antar individu. Dalam konteks ini, terdapat norma-norma sosial yang didasarkan pada tradisi, agama, dan nilai-nilai lokal sering kali saling bertentangan dengan nilai-nilai modern yang Oleh karenanya, perlu dilakukan kajian ulang terhadap revitalisasi terhadap pemahaman Al-Qur'an yang dapat menjadi jembatan antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan zaman yang terus berubah. Maka dari itu, penting untuk memahami bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an dapat memberikan arahan bagi generasi muda saat ini dalam menghadapi dekadensi norma sosial yang sedang dihadapi. Selain itu. Perubahan Norma sosial yang terjadi di Generasi muda saat ini juga menunjukkan adanya kebutuhan untuk memahami bagaimana proses tafsir Al-Qur'an tidak hanya dipengaruhi oleh teks, tetapi juga oleh konteks sosial, budaya, dan politik yang melingkupi penerimaannya secara jelas. Tafsir yang bersifat kontekstual dan responsif terhadap realitas sosial dinilai dapat memberikan kontribusi positif dalam membentuk norma-norma sosial yang lebih relevan dan dapat diterima oleh masyarakat. Di sisi lain, banyak pihak yang merujuk kepada agama sebagai sumber moralitas dan pedoman hidup, termasuk Islam. Sebagai agama yang diwahyukan. Islam melalui kitab suci Al-Qur'an memiliki pedoman yang jelas mengenai norma-norma sosial. Al-Qur'an menawarkan prinsip-prinsip yang tidak hanya relevan pada masa wahyu diturunkan, tetapi juga dapat dijadikan acuan dalam menghadapi tantangan sosial masa kini. 6 Hal ini sesuai dengan Ayat Al-QurAoan Surat Al Maidah: 48. a a AOaIeIae aEaOE ea aa e aC IA a AeO Oa aOeaN aI aI eaA ae a a a aCU E aI A e aA aOaI aNeOIIU aEaeON AA aa a a aA aE eI aeO Ia aN eI aae aIe aaE cEEA ca a a ca a a UA aOEa eO aa cEEa aaEa aEa aE eI aacIA U AaOaE aaca e a eN aOa aN eI a acI aa aE I aI eaC E aE scE a aEeIa IIe aE eI e aU acOIIe aNA NaAoim Fadhilah and Deswalantri Deswalantri. AuNilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Al-QurAoan Surat Al-Hujurat Ayat 11-13: Kajian Tafsir Al-Azhar Karya Hamka,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 6, no. (June 2. , https://doi. org/10. 31004/jptam. Syaoqi et al. Kepemimpinan Wanita Dalam Surat An-NisaAo: 34 (Studi Komparatif Tafsir Ibnu Katsir & Tafsir Al-Mishba. LAPORAN HASIL PENELITIAN (Karangcempaka: Sekolah Tinggi Ilmu AlQurAan Nurul Islam (STIQNIS) Karang Cempaka Bluto Sumenep, 2. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi a a aa AeEa eO ac aaE cEEa Ia aEIA AaeO U AaOaIa aa aE eI a aEeI a eI AaeO aNA e a aCOA e acO aU acOEE eI EOa e EaaOaE eI eaA aIe O aE eI AA e a ea AyA AaeaEa aA eO aIA Relevansi Tafsir Al-Qur'an dalam membentuk norma sosial dapat dilihat dalam cara Pendekatan Tafsir MaudhuAoI yang melegimitasikan persoalan-persoalan sosial ke dalam ayat -ayat al-qurAoan. Salah satu karakteristik penting dari Al-Qur'an adalah fleksibilitasnya dalam memberikan petunjuk yang sesuai dengan konteks zaman dan tempat. Al-Qur'an memberikan solusi terhadap ketidakadilan sosial, kesenjangan ekonomi, diskriminasi, dan berbagai masalah sosial lainnya, dengan cara yang dapat diterima oleh masyarakat dari berbagai latar belakang dan keadaan. Pentingnya relevansi ini juga tercermin dalam pengaruh Al-Qur'an terhadap sistem hukum dan kebijakan di berbagai negara Muslim. Di banyak negara, meskipun dalam bentuk yang berbedabeda, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an tentang keadilan, hak asasi manusia, dan persamaan di depan hukum, tetap menjadi dasar untuk membentuk sistem hukum dan kebijakan sosial yang berkeadilan. Selain itu, berbagai kajian ilmiah yang telah dilakukan menunjukkan adanya pergeseran dalam cara pandang umat Islam terhadap Al-Qur'an, yang tidak lagi dipandang sebagai teks otoritatif yang rigid, tetapi sebagai sumber inspirasi yang dinamis dan fleksibel. Pendekatan ini berpotensi mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih inklusif, di mana norma-norma sosial dapat berasal dari dialog antara teks suci dan pengalaman manusia dalam konteks yang beragam. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji bagaimana tafsir yang kontekstual dapat berkontribusi terhadap perubahan norma sosial di generasi muda saat ini. Dengan mengkaji hubungan antara tafsir Al-QurAoan dan Norma sosial, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pesanpesan Al-QurAoan dapat diterjemahkan ke dalam norma-norma sosial yang sesuai dengan perilaku generasi muda . Penelitian ini juga akan mengeksplorasi kontribusi tafsir Al-QurAoan dalam membangun tatanan sosial yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi intelektual dalam bidang studi Al-QurAoan serta memperkaya khazanah ilmu tafsir kontemporer. Dalam kajian tafsir Al-Qur'an, terdapat berbagai pendekatan yang dapat digunakan, salah satunya adalah metode tafsir maudhuAoi . Metode ini memfokuskan pada tema tertentu dalam Al-Qur'an dan menggali ayat-ayat yang relevan dengan tema tersebut, kemudian mengaitkannya dengan konteks sosial yang ada. Tafsir maudhuAoi berbeda dengan tafsir lainnya yang Mahrus Ali Faiz. Muhammad Misbah, and Muhammad Masruri. AuKajian Perbandingan Pentafsiran Surah Al-Takasur Antara Al-Maraghi Dan Sayyid Qutb Serta Relevansi Nilai-Nilai Kehidupan Di Masa Kini,Ay Advances in Humanities and Contemporary Studies 1, no. 1 (November 2. , https://publisher. my/periodicals/index. php/ahcs/article/view/435. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi lebih berfokus pada penjelasan makna ayat secara umum atau kontekstual . ebab turunnya aya. Dalam tafsir maudhuAoi, penafsiran dilakukan dengan mengumpulkan semua ayat yang berkaitan dengan satu tema tertentu, lalu dianalisis untuk menggali makna dan pesan yang terkandung. Tema yang dapat dianalisis antara lain adalah tentang keadilan sosial, kesetaraan, hak-hak individu, dan tanggung jawab sosial. Metode Tafsir MaudhuAoi cocok untuk mengkaji norma sosial dalam AlQur'an karena dapat menggali pesan-pesan sosial yang lebih luas dan komprehensif dari berbagai ayat yang tersebar. Misalnya, dalam tema keadilan sosial, kita dapat mengumpulkan ayat-ayat yang membahas tentang keadilan dalam berbagai dimensi kehidupan, baik dalam hal pemerintahan, distribusi kekayaan, hingga hubungan antar individu. Keadilan adalah prinsip yang sangat fundamental dalam. kehidupan sosial, yang harus ditegakkan tanpa pandang bulu, baik dalam hal hukum, pembagian hak, maupun perlakuan terhadap sesama. Dalam Perspektif islam, norma sosial memiliki landasan yang kuat, sebagaimana tercermin dalam ajaran Al-QurAoan dan hadis. Pendekatan Tafsir MaudhuAoi (Temati. menjadi salah satu metode yang relevan untuk mengkaji norma sosial secara mendalam dengan merusumuskan pesan pesa Al QurAoan yang Aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini penting untuk menggali panduan normatif yang dapat digunakan sebagai landasan Revitalisasi Norma Sosial di tengah Tantangan Modernisasi. Melalui kajian ini diharapkan terwujudnya pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana ajaran islam, melalui pendekatan tafsir MaudhuAoI, dapat memberikan solusi terhadap krisis norma sosial di kalangan anak muda. Pendekatan ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya generasi yang tidak hanya sekedar sadar akan norma, tetapi juga mampu menjadikan norma sosial bagian dari gaya hidup yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalak nilai nilai moralitas dan religiusitas. METODE PENELITIAN Dari perspektif metodologinya, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang melibatkan pengumpulan informasi dalam suatu konteks dengan tujuan menafsirkan kejadiankejadian di masa lalu. jenis penelitian ini menggunakan metodologi penelitian . enelitian kepustakaa. atau telaah pustaka, artinya penelitian ini berfokus pada data atau informasi dari berbagai buku, kitab suci, jurnal, dan sumber lain yang relevan dengan masalah yang sedang Sumber data dalam penelitian ini ialah subjek dari mana data diperoleh secara efektif. Namun bila dilihat dari sumber datanya maka pengumpulan datanya dapat menggunakan sumber primer dan sumber skunder. Data primer juga dikenal sebagai data asli. Al-Qur'an dan Imam Mujaddid Alhakimi and Dzulkifli Hadi Imawan. AuThe Meaning of the Word Patience in the Study of Tafsir MaudhuAoi,Ay Nizham Journal of Islamic Studies 11, no. 02 (November 2. , https://doi. org/10. 32332/nizham. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi terjemahannya menjadi sumber utama penelitian ini. Buku, kitab suci, temuan penelitian sebelumnya, berbagai interpretasi, catatan, jurnal, atau artikel yang mendukung topik atau judul yang sedang dibahas adalah contoh sumber data sekunder Metode Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumen. Penulis menggunakan metode Tafsir maudhuAoi. Selanjutnya, memilih dan menentukan tema yang akan dibahas berdasarkan ayat-ayat Al-Quran, menghimpun seluruh ayat yang berkaitan dengan judul pembahasan, menyusun ayat-ayat sesuai dengan kronologis masa turunnya, seperti Makki dan Madani, asbab nuzulnya dan dilengkapi dengan penjelasan mengenai term kunci AuLughatan wa IsthilyhanAy, mempelajari ayat yang akan dihimpun itu dengan penafsiran yang memadai dan mengacu kepada kitab-kitab tafsir yang ada dengan menambahkan ilmu munasabahnya dan hadishadis yang relevan dengan judul pembahasan, menghimpun hasil penafsiran di atas sedemikian rupa dan kemudian mengistinbatkan unsur-unsur asasi darinya dalam kerangka yang sempurna, memberikan kutipan dari tafsir Klasik . ang ditulis sebelum 1800 M), dan dilengkapi dengan tafsir Modern ditulis setelah 1800 M, mengklasifikasi masalah, dan analisa masalah. HASIL DAN PEMBAHASAN Perubahan Norma Sosial dan Tantangan Bagi Anak Muda Perubahan norma sosial merujuk pada proses transformasi atau pergeseran aturan, nilai, atau pedoman yang berlaku dalam suatu masyarakat seiring berjalannya waktu. Perubahan ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti perkembangan teknologi, globalisasi, interaksi antarbudaya, atau perubahan struktur sosial dan ekonomi. 9 Salah satu perubahan norma sosial yang paling mencolok adalah pengaruh teknologi dan media digital. Generasi muda saat ini tumbuh dalam era di mana informasi dan interaksi sosial tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Platform media sosial, misalnya, telah mengubah cara anak muda berkomunikasi, membentuk identitas, dan membangun hubungan. Norma-norma yang berkaitan dengan interaksi sosial, privasi, dan ekspresi diri mengalami evolusi seiring dengan perkembangan teknologi. Batasan antara ruang publik dan privat menjadi kabur, dan tekanan untuk menampilkan citra diri yang ideal secara daring dapat menimbulkan berbagai permasalahan psikologis, seperti kecemasan dan rendah diri. Selain itu, perubahan norma sosial juga tercermin dalam nilai-nilai yang dianut oleh Globalisasi dan pertukaran budaya yang intensif telah membawa masuk berbagai perspektif dan gaya hidup yang sebelumnya mungkin kurang dikenal. Hal ini dapat memicu pergeseran dalam pandangan mengenai moralitas, etika, dan peran gender. Anak muda seringkali menjadi agen perubahan dalam mengadopsi norma-norma baru ini, yang terkadang menimbulkan ketegangan dengan nilai-nilai tradisional yang masih dipegang oleh generasi yang lebih tua. Soerjono Soekanto. Sosiologi: Suatu Pengantar (Jakarta: Rajawali Pers, 2. , hlm. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi Tantangan yang dihadapi oleh anak muda dalam konteks perubahan norma sosial sangat beragam. Mereka dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, mengembangkan keterampilan literasi digital yang memadai, dan memilah informasi yang benar dari yang salah di tengah arus informasi yang melimpah. Tekanan dari teman sebaya . eer pressur. juga menjadi semakin kompleks dengan adanya media sosial, di mana perbandingan sosial dan validasi daring dapat mempengaruhi harga diri dan pengambilan keputusan anak muda. 10 Lebih lanjut, perubahan norma sosial juga dapat menimbulkan tantangan terkait dengan identitas dan jati diri. Di tengah berbagai pengaruh budaya dan informasi yang datang dari berbagai penjuru, anak muda perlu mengembangkan pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai pribadi dan budaya mereka sendiri. Proses pencarian identitas ini dapat menjadi rumit ketika norma-norma tradisional mulai dipertanyakan dan norma-norma baru belum sepenuhnya mapan. Dalam perspektif Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam juga memberikan panduan dalam menghadapi perubahan sosial. Salah satu ayat yang relevan adalah: ca Aa acI cEEa aE OaeOa aI aaC eOscI a Oa aeOeO aI aaIe aA a aN eI aOa ae aa a cEEa aaC eOscI a eOU Aa aE aIaac EaNo aOaI aaEaeI aI eIA AyA Aa eOIaN aI eI acO scEA Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. " (Q. Ar-Ra'd . : . Ayat ini memberikan pemahaman bahwa perubahan dalam masyarakat, termasuk perubahan norma sosial, seringkali berawal dari perubahan individu. Anak muda sebagai bagian penting dari masyarakat memiliki peran dalam menentukan arah perubahan ini. Namun, mereka juga perlu membekali diri dengan nilai-nilai yang kokoh dan pemahaman agama yang mendalam agar dapat menghadapi tantangan perubahan sosial dengan bijak. Selain itu, tantangan lain yang signifikan bagi anak muda adalah isu kesehatan mental. Perubahan norma sosial yang serba cepat, tekanan akademik, ketidakpastian masa depan, serta dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berkontribusi pada meningkatnya masalah kesehatan mental di kalangan remaja dan dewasa muda. 11 Stigma terhadap masalah kesehatan mental juga masih menjadi Salsabila Nur Annisa et al. AuPengaruh Peer Pressure Terhadap Perilaku Remaja Dan Strategi Penanganannya Melalui Layanan Bimbingan Konseling,Ay EDU RESEARCH 6, no. 1 (March 2. , https://doi. org/10. 47827/jer. Muflih Wahid Hamid and Bagus Takwin. AuIntervensi Feedback Pesan Norma Sosial Untuk Meningkatkan Aktivitas Fisik Remaja,Ay INQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi 10, no. 1 (August 2. , https://doi. org/10. 51353/inquiry. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi penghalang bagi banyak anak muda untuk mencari bantuan yang mereka butuhkan. Globalisasi, sebagai fenomena yang mendunia, membawa dampak signifikan bagi kalangan anak muda, baik positif maupun negatif. Dalam perspektif Al-Quran, perubahan dan interaksi antar bangsa sebenarnya telah diisyaratkan sebagai bagian dari sunnatullah . ukum ala. yang diciptakan Allah SWT. Namun. Al-Quran juga mengingatkan umat manusia, termasuk anak muda, untuk tetap berpegang pada nilai-nilai ketakwaan dan tidak terjerumus dalam pengaruh negatif yang mungkin timbul. 12 Kerusakan moral dan sosial, termasuk yang mungkin timbul akibat globalisasi adalah hasil dari perbuatan manusia sendiri. Teknologi dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak muda di era modern. Dalam perspektif Al-Quran, kemajuan teknologi dapat dipandang sebagai bentuk dari karunia Allah SWT yang memudahkan manusia dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi. Namun. Al-Quran juga mengingatkan agar kemajuan ini digunakan dengan bijak dan tidak melalaikan tanggung jawab sebagai hamba Allah. 14 Kaum muda sangat terpengaruh oleh media sosial dan teknologi, baik secara positif maupun negatif. Cara kaum muda terhubung, belajar, dan mengekspresikan diri telah berubah sebagai akibat dari pertumbuhan teknologi informasi, khususnya internet dan media sosial. Namun, penggunaan yang tidak bijaksana dapat menimbulkan sejumlah dampak yang merugikan. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dan kerugian media sosial dan teknologi bagi kaum muda: Media sosial memberi kaum muda forum untuk berkomunikasi, mengakses informasi, dan mengembangkan diri. Mereka dapat membuat jaringan sosial, bertukar pengalaman, dan menerima dukungan emosional dari teman sebaya melalui media sosial. Media sosial juga dapat digunakan untuk memamerkan kemampuan dan kreativitas seseorang, serta untuk memperluas wawasan seseorang dengan berbagi konten yang memotivasi dan informatif. Meskipun media sosial memiliki banyak keuntungan, menggunakannya secara berlebihan dapat menimbulkan sejumlah kerugian. Menurut penelitian, remaja yang menggunakan media sosial secara ekstensif melaporkan tingkat stres, kecemasan, dan gejala depresi yang lebih tinggi. Harga diri yang rendah dan ketidakpuasan terhadap tubuh dapat diakibatkan oleh perbandingan sosial dan paparan terhadap standar kecantikan yang tidak dapat dicapai di media sosial. Selain itu, media sosial dapat digunakan untuk mempromosikan perilaku berbahaya seperti perundungan siber. Kompasiana. AuPengaruh Globalisasi Terhadap Perekonomian Indonesia,Ay KOMPASIANA. June https://w. com/dellanf/629b9365bb44861a5361c7c3/pengaruh-globalisasiterhadap-perekonomian-indonesia. Dewi Malikhatuz Zahroh and Nur Jannah. AuRelevansi Nilai-Nilai Akhlak Generasi Z Dalam Buku Yang Hilang Dari Kita: Akhlak Karya Muhammad Quraish Shihab,Ay Risylah Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 10, no. 3 (September 2. , https://doi. org/10. 31943/jurnal_risalah. Novi Franscelia and Richard Lyaputera. AuPengaruh Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai (January https://jptam. org/index. php/jptam/article/view/24354. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi di mana remaja terlibat atau menjadi sasaran pelecehan daring. Berikut ayat al-quraAoan yang relevan dengan teknologi dan media sosial dikalangan anak muda yaitu terdapat dalam QS- Al-Imran 104: ca a AeE aeO OaOeIO aI aaEeIOA AyA AE aN aI Ee aI eAE a eO aIA a AA aOOaeI aN eO aI a aI Ee aIeI aE a aOaOE aiOA e a e a e a a a ae AaOEea aE eI IeI aE eI aacIU Oac ea eO aI aEA Artinya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maAoruf, dan mencegah dari yang munkar. " Ayat ini mengisyaratkan bahwa media sosial seharusnya digunakan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, bukan sebaliknya. Anak muda muslim didorong untuk menjadi agen perubahan positif secara Kurangnya kontrol sosial dan peran orang tua dalam kehidupan remaja merupakan isu krusial yang berdampak signifikan terhadap perilaku dan perkembangan generasi muda. Ketidakhadiran atau lemahnya pengawasan serta bimbingan dari orang tua dapat memicu berbagai bentuk perilaku menyimpang di kalangan remaja, seperti kenakalan, penyalahgunaan teknologi, hingga keterlibatan dalam aktivitas berisiko tinggi. Kontrol sosial merupakan mekanisme yang digunakan oleh masyarakat untuk mengarahkan dan mengatur perilaku anggotanya agar tetap berada dalam batas-batas yang dapat diterima oleh lingkungan sosial. Kontrol ini bisa bersifat formal, seperti hukum dan peraturan, maupun informal, seperti norma, adat, dan tekanan dari kelompok sosial. Namun, apabila kontrol sosial melemah baik karena lemahnya lembaga pendidikan, kurangnya keteladanan tokoh masyarakat, atau minimnya pengawasan dari lingkungan sekitar maka individu, terutama anak dan remaja, lebih rentan melakukan penyimpangan perilaku seperti kenakalan, kekerasan, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba. Peran orang tua sebagai unit terkecil dalam struktur sosial menjadi fondasi awal dalam proses internalisasi nilai-nilai moral dan agama. Orang tua tidak hanya bertindak sebagai penyedia kebutuhan fisik, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual, pendidik akhlak, serta pengawas dalam pembentukan kepribadian anak. Ketika peran ini diabaikan atau dijalankan secara tidak optimal, maka akan terbentuk celah dalam pendidikan karakter anak yang bisa berujung pada perilaku Misalnya, orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan atau terlalu pesimis terhadap kebebasan anak akan cenderung kehilangan kendali terhadap pergaulan, aktivitas, dan Suryana Alfathah. Eni Zulaiha, and Asep Ahmad Fathurrohman. AuQurAoanic Ethics for Social Media: Insights from IndonesiaAos Thematic Tafsir,Ay Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Quryn Dan Tafsir 4, no. (March 2. , https://doi. org/10. 15575/mjiat. Fikri Anarta et al. AuKontrol Sosial Keluarga Dalam Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja,Ay Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) https://w. edu/download/104698440/pdf. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi perkembangan moral anak. Hal ini membuka peluang bagi pengaruh negatif dari luar, seperti media sosial yang tidak terkontrol atau lingkungan pergaulan yang menyimpang. Fenomena ini sejatinya telah diingatkan dalam ajaran Islam. Allah Swt. berfirman dalam Q. At-Tahrim ayat 6: a ca A a U acaEA U Aac aO ea a aa aEaeO aN aI E aiO aEU aEA a AeOaOac aN EOe aI aIIa eO CaeeO aIe aA a aE eI aOa eNEeO aE eI aaI U acOCa eOa aN EIA AyA AA eO aI cEEa aIe aaIaaN eI aOOa eA aEa eO aI aI Oa eaI aeO aIA a AOa eA Artinya: AuWahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai allah terhadap apa yang diperintahkannya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkanAy. Ayat tersebut menegaskan tanggung jawab orang tua, khususnya kepala keluarga, untuk menjaga dan membina keluarganya agar tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan dan dosa. Tanggung jawab ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial dan moral. Maka, ketika orang tua lalai menjalankan peran ini, secara tidak langsung mereka telah membiarkan anak-anaknya berada dalam potensi bahaya yang besar, baik di dunia maupun di akhirat. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan sinergi antara keluarga, masyarakat, dan institusi pendidikan dalam menghidupkan kembali fungsi kontrol sosial yang efektif serta membangun kesadaran orang tua akan pentingnya peran mereka dalam mendidik generasi penerus bangsa. Pergaulan bebas dan gaya hidup hedonisme merupakan dua fenomena sosial yang saling berkaitan dan berdampak signifikan terhadap perilaku serta moralitas remaja di Indonesia. Kedua fenomena ini tidak hanya mencerminkan perubahan nilai dalam masyarakat modern, tetapi juga menunjukkan adanya krisis identitas dan lemahnya kontrol sosial, terutama dari keluarga dan lingkungan sekitar. Pergaulan bebas merujuk pada interaksi sosial yang tidak dibatasi oleh norma dan nilai yang berlaku, seringkali mengarah pada perilaku menyimpang seperti seks pranikah, konsumsi alkohol, penggunaan narkoba, dan tindakan kriminal lainnya. Dari sudut pandang sosiologis, pergaulan bebas merupakan jenis perilaku yang menyimpang dan tidak mematuhi norma agama, tradisi, serta hukum yang ada. 17 Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW secara tegas melarang segala bentuk pergaulan bebas dan perilaku yang mengarah pada kemaksiatan. Ayat-ayat Al-Qur'an banyak yang menyeru umatnya untuk menjaga kehormatan diri dan menjauhi perbuatan Fara Andini and Adenan Adenan. AuHedonisme Dan Implikasinya Pada Gen-Z: Telaah QS. AlHadid Ayat 20,Ay JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesi. 9, no. 1 (August 2. , https://doi. org/10. 29210/30034558000. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi Gaya hidup hedonistik merupakan cara hidup yang fokus pada pencarian kesenangan dan kenikmatan sesaat tanpa memikirkan akibat di masa depan. 18 Dua hal ini sering kali saling mendukung, di mana hedonisme mendorong orang untuk terlibat dalam pergaulan bebas sebagai cara untuk memenuhi keinginan mereka. Akibat dari pergaulan bebas dan gaya hidup hedonisme sangat merugikan bagi individu dan masyarakat. 19 Remaja yang melakukan tindakan ini memiliki kemungkinan tinggi untuk mengalami masalah Kesehatan mental serta penurunan dalam prestasi di sekolah, dan terlibat dalam tindakan kriminal. Untuk mengatasi masalah ini, semua pihak perlu berperan aktif, terutama keluarga, sekolah, dan masyarakat. Orang tua harus meningkatkan komunikasi dan pengawasan pada anak-anak mereka, serta memberikan pemahaman tentang nilainilai moral dan agama. Sekolah dan lembaga pendidikan perlu menawarkan program bimbingan dan konseling yang efektif agar remaja dapat mengembangkan identitas yang positif dan keterampilan sosial yang sehat. Dampak dari pergaulan bebas dan gaya hidup hedonisme sangat merugikan, baik bagi individu maupun masyarakat. 20 Remaja yang terlibat dalam perilaku ini berisiko mengalami penurunan prestasi akademik, gangguan kesehatan mental, serta keterlibatan dalam tindakan kriminal. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan peran aktif dari berbagai pihak, terutama keluarga, sekolah, dan masyarakat. Orang tua perlu meningkatkan komunikasi dan pengawasan terhadap anak-anak mereka, serta memberikan pemahaman tentang nilai-nilai moral dan agama. Sekolah dan institusi pendidikan harus menyediakan program bimbingan dan konseling yang efektif untuk membantu remaja mengembangkan identitas diri yang positif dan keterampilan sosial yang sehat. Pandangan Tafsir Mengenai Norma Sosial Dikalangan Anak Muda Pandangan tafsir Al-QurAoan terhadap norma sosial dikalangan anak muda menekankan pentingnya nilai-nilai etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam era digital saat ini, tafsir Al-Qur'an juga memberikan panduan etika dalam berinteraksi di media sosial. Nilai-nilai seperti kehati-hatian dalam menyebarkan informasi, komunikasi yang konstruktif, serta menjaga privasi dan menghindari prasangka buruk menjadi sangat relevan. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Al-Qur'an tetap aplikatif dalam menghadapi tantangan sosial modern, termasuk di kalangan anak muda. Hal ini tercerminkan dalam surah Al-Hujurat ayat 11. Eka Sari Setianingsih. AuWabah Gaya Hidup Hedonisme Mengancam Moral Anak,Ay Malih Peddas 8, no. , https://doi. org/10. 26877/malihpeddas. Andini and Adenan. AuHedonisme Dan Implikasinya Pada Gen-z. Ay Irma Fitriani et al. AuGaya Hidup Hedonisme Mahasiswa UIN Suska Riau Prespektif Gender,Ay RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan 2, no. 3 (June 2. , https://doi. org/10. 62383/risoma. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi AeOaOac aN Eac aOe aI aIIa eO aE Oa e a e Ca eOUI aI eI Ca eOscI a eO a eI Oac aE eOIa eO a UeO aIeI aN eI aOaE Ia aU aI eI Ia a sc a eO a eIA AOac aE acI a UeO aIeI aN acIA Artinya: AuWahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain . boleh jadi mereka . ang diolok-olokkan it. lebih baik daripada mereka . ang mengolok-olo. Ay. Ayat ini menekankan bahwa pentingnya menjaga etika dan menghormati martabat sesama, serta menghindari perbuatan yang dapat merusak hubungan sosial. Pandangan HAMKA Tentang Revitalisasi Norma Sosial Dikalangan Anak Muda Tafsir AlAzhar Revitalisasi norma sosial untuk kehidupan generasi muda menurut pandangan Hamka terfokus pada interpretasi menyeluruh tentang Al-Qur'an yang dijelaskan dalam karya besarnya. Tafsir Al-Azhar. Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrulla. terkenal dengan gaya tafsir yang mengedepankan aspek sastra, sosial, dan kesusastraan, serta hubungannya dengan tantangan zaman modern yang dihadapi oleh umat. Dalam hal revitalisasi norma sosial. Hamka tidak hanya membahas makna langsung dari ayat-ayat, tetapi juga mengupas lebih dalam pesan moral, etika, dan dampak sosial yang berhubungan dengan pengembangan karakter dan tindakan individu, terutama di kalangan generasi muda, dalam membangun peradaban berdasarkan nilai-nilai Islam (Siregar, 2. Dalam banyak tafsirnya. Hamka senantiasa menekankan bahwa perubahan ke arah kebaikan harus dimulai dari diri individu dan kolektif. Pandangan ini sejalan dengan firman Allah SWT yang terdapat pada QS. RaAod . : 11 yang berbunyi: ca Aa acI cEEa aE OaeOa aI aaC eOscI a Oa aeOeO aI aaIe aA a aN eI aOa ae aa a cEEa aaC eOscI a eOU Aa aE aIaac EaNo aOaI aaEaeI aI eIA AyA Aa eOIaN aI eI acO scEA Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya. dan sekalikali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Hamka sering mengutip ayat ini untuk menegaskan bahwa revitalisasi norma sosial bukanlah tugas pasif, melainkan sebuah ikhtiar aktif yang menuntut perubahan mentalitas, kesadaran, dan tindakan nyata dari setiap individu, terutama anak muda. 21 Revitalisasi norma sosial untuk generasi muda menurut perspektif Hamka dapat dijelaskan melalui beberapa pilar utama yang Jumadia et al. AuBiografi Dan Pemikiran Buya Hamka Analisa Mendalam Tentang Buku Tasawuf Modern,Ay EDU RESEARCH 6, no. 2 (June 2. , https://doi. org/10. 47827/jer. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi selalu diulang dan ditekankan dalam Tafsir Al-Azhar. Hamka selalu menekankan bahwa keyakinan yang kuat kepada Allah SWT adalah dasar dari semua norma sosial yang positif. Tanpa keyakinan, etika dan moralitas akan lemah, gampang tergoyahkan oleh rayuan dan kepentingan sementara. Beliau mengartikan ayat-ayat mengenai tauhid dan keesaan Allah tidak sekadar sebagai ajaran teologis, tetapi sebagai pendorong untuk setiap tindakan manusia. Saat seorang remaja menyadari bahwa semua tindakannya diperhatikan dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, ia akan lebih cenderung memilih jalan yang baik. Iman yang kokoh menumbuhkan perasaan takut . dan harapan . aja') kepada Allah, yang dengan sendirinya mengarahkan tingkah laku sosial agar lebih mulia dan bertanggung jawab. Menurut Hamka, akhlak merupakan gambaran yang paling jelas dari iman seseorang. mengulas ayat-ayat Al-Qur'an yang memerintahkan perilaku baik dan melarang tindakan buruk secara mendetail, mengaitkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari masyarakat. Sebagai contoh, dalam memahami ayat-ayat mengenai etika berbicara. Hamka tidak hanya memberikan penekanan pada larangan ghibah . dan namimah . eperti dalam QS. AlHujurat . : . AeOaOac aN Eac aOe aI aIIa eO aE Oa e a e Ca eOUI aI eI Ca eOscI a eO a eI Oac aE eOIa eO a UeO aIeI aN eI aOaE Ia aU aI eI Ia a sc a eO a eIA ca AO aEI eO aII NI OaE Ee aIeO I A aEI OaE I O aaeaeCA a A aeA a a a a e aa aa a e a a ea e a a a ca a e U a ca ca eA aE e aI Ee aA a eO aC a e a eaEeOaI aOaI eI acacEA AyA AE aN aI EE aI eO aIA a A aOE aiOA e aAOaA Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain . boleh jadi mereka . ang diolok-olokkan it. lebih baik daripada mereka . ang mengolok-olo. dan jangan pula perempuan-perempuan . engolok-olo. perempuan lain . boleh jadi perempuan . ang diolok-olok it. lebih baik daripada perempuan . ang mengolok-olo. Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah . fasik setelah Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim. Menurut Hamka, norma ini tidak hanya relevan dalam pertemuan langsung, tetapi juga penting dalam konteks yang lebih luas, seperti interaksi di ruang publik dan bahkan di zaman media sosial yang tidak ada pada saat itu. Hal ini menunjukkan wawasan Hamka tentang kebangkitan Dinda Shofi Innayah. AuPenafsiran Buya Hamka Tentang Khauf Dan RajyAo Dalam Al-QurAoAnAy (Skripsi. Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, 2. Quran NU Online. AuAl-Quran Online Terjemah Dan Tafsir Bahasa Indonesia,Ay Nuonline, accessed July 10, 2025, https://quran. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi pesan Al-Qur'an yang bersifat universal. Para pemuda dididik untuk bersikap jujur, dapat dipercaya, menghormati orang lain, berempati, dan menolak segala bentuk ketidakadilan, baik yang berupa ucapan maupun tindakan. Hamka percaya bahwa keluarga adalah pendidikan yang pertama dan paling penting dalam membangun norma sosial. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam menerapkan nilai-nilai agama dan etika kepada anak-anak mereka. Di samping keluarga, lembaga pendidikan formal dan non-formal, serta masyarakat secara umum, juga memainkan peranan yang sangat penting. Dalam Tafsir Al-Azhar. Hamka sering mengingatkan akan pentingnya saling memberi nasihat untuk kebaikan. Pandangan dalam Tafsir Jalalain Tentang norma sosial di kalangan generasi muda sangat menekankan pada penerapan syariat dan nilai-nilai etika Islam yang telah ditetapkan. Di dalam kitab tafsir klasik ini, norma sosial dipandang bukan hanya sebagai hasil dari masyarakat 24, tetapi sebagai perintah dan larangan Allah SWT yang bersifat mutlak dan harus dipatuhi. Oleh karena itu, tindakan menyimpang seperti pergaulan bebas, ketidaksopanan dalam interaksi, serta pelanggaran terhadap adab dan aurat dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap norma-norma ilahiyah yang ada. Di dalam Tafsir Jalalain, norma sosial muncul dari tata krama Islam, yang terlihat dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas etika berpakaian, larangan berzina, adab dalam bergaul antara jenis yang berbeda, hingga etika yang harus dipegang dalam keluarga. Tafsirnya mempertegas bahwa wanita muslimah wajib menutup aurat sebagai bentuk kepatuhan kepada perintah Allah dan penghormatan terhadap tatanan sosial yang terhormat. Dalam konteks remaja mo dern, pelanggaran terhadap etika berpakaian dianggap sebagai indikator utama terjadinya degradasi moral Tafsir Jalalain tidak membedakan antara norma sosial dan norma agama karena dalam Islam keduanya merupakan satu kesatuan. Oleh karena itu, pelanggaran norma sosial oleh remaja bukan hanya masalah sosiologis, tetapi juga masalah akidah dan akhlak. Jalalain berulang kali mengangkat pentingnya penguatan pendidikan agama sejak usia dini agar anak-anak dan remaja tidak terjebak dalam budaya liberalisme moral yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Tafsir Jalalain disebutkan secara eksplisit mengharamkan segala bentuk aktivitas yang mengarah pada zina, termasuk pacaran yang kini marak di kalangan anak muda. Ini menunjukkan bahwa Jalalain bersikap sangat tegas dalam menjaga kemurnian norma sosial yang sesuai dengan Al-Qur'an. Secara keseluruhan. Tafsir Jalalain mengusung pendekatan normatif yang sangat kuat dalam memandu perilaku sosial anak muda. Ia tidak memberi ruang toleransi terhadap perilaku menyimpang, melainkan menuntut internalisasi nilai-nilai syarAoi secara utuh sebagai jalan menuju pribadi yang mulia dan masyarakat yang terjaga. Ini relevan dengan kebutuhan zaman di mana anak muda sangat Nur Rofiah and Ahmad Yani. Seksualitas Kaum Sodom Dalam Perspektif Al-Qur Ao an ( Revitalisasi Homoseksual Dalam Kisah Kaum Luth . as Berbasis Tafsir Ilmi ), 19, no. : 63Ae78. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi terpapar nilai-nilai budaya luar yang mengikis adab dan norma sosial Islam. Pandangan Tafsir Al-Misbah (Quraish Shiha. Tafsir Al-Misbah merupakan salah satu tafsir kontemporer yang menyajikan penafsiran AlQurAoan secara kontekstual dan relevan dengan dinamika social modern. 25 Dalam konteks norma sosial. Quraish Shihab menyampaikan bahwa islam sangat menjunjung tinggi nila-nilai sosial yang etis, seperti kesopanan, saling menghormati, kepedulian sosial, serta tanggung jawab kolektif dalam membentuk masyarakat yang beradab. Revitalisasi norma sosial di kalangan anak muda dalam pandangan Tafsir al-Misbah tidak dijabarkan secara eksplisit dalam satu bagian tersendiri, melainkan tersebar dalam berbagai tema yang menekankan pada nilai keadaban, tanggung jawab sosial, kesalahan individu, dan keterlibatan aktif dalam membangun masyarakat yang adil dan Tafsir ini menempatkan pemuda sebagai subjek aktif dalam perubahan sosial. Menurut Quraish Shihab, generasi muda memiliki potensi spiritual dan intelektual yang harus diarahkan melalui nilai-nilai Al-Qur'an. Dalam pembahasannya terhadap Surat Al-Kahfi, khususnya kisah Ashabul Kahfi. Shihab menekankan keberanian moral para pemuda dalam mempertahankan prinsip kebenaran di tengah arus hedonisme dan kekuasaan tiran. Nilai keberanian, independensi berpikir, serta kepatuhan kepada prinsip ilahiyah menjadi landasan penting dalam membentuk norma sosial baru yang lebih sehat. Revitalisasi norma sosial dalam kerangka tafsir ini bukanlah sebuah proses purifikasi atau pelarangan kultural, melainkan reinterpretasi nilai dengan pendekatan kontekstual menghidupkan kembali norma-norma luhur seperti kejujuran . , amanah, solidaritas sosial, dan adab dalam interaksi sosial, yang telah mulai luntur akibat pengaruh globalisasi tanpa filter. Revitalisasi ini juga menuntut adanya keterbukaan terhadap perkembangan zaman, yang menurut Quraish Shihab tidak boleh ditolak secara apriori, melainkan disikapi secara selektif dan kritis. Anak muda harus diajak untuk menjadikan nilai-nilai QurAoani sebagai panduan dalam bersosialisasi di era digital, di mana arus informasi sangat cepat dan kuat mempengaruhi pembentukan norma sosial baru. Pandangan Menurut Tafsir Muqaran Revitalisasi norma sosial dalam kehidupan anak muda menurut pendekatan tafsir muqorren . afsir komparati. adalah langkah untuk mengembalikan nilai-nilai sosial yang ada dalam AlQurAoan dengan membandingkan penafsiran dari berbagai ahli tafsir. Ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya menjalankan praktik agama secara ritual tetapi juga Faisal. Yusnaili Budianti, and Azizah Hanum Ok. AuNilai-Nilai Pendidikan Akhlak Perspektif M. Quraish Shihab Pada Buku AoYang Hilang Dari Kita Akhlak,AoAy Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan 6, no. 3 (June 2. , https://doi. org/10. 37329/cetta. Betti Fariati and Abu Anwar. AuImplementasi Nilai Karakter Dalam Al-QurAoan: Mendidik Anak Di Era Digital Dengan Nilai-Nilai Pendidikan Islam,Ay Jurnal Inovasi. Evaluasi Dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP) 5, no. 1 (April 2. , https://doi. org/10. 54371/jiepp. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi memiliki kepedulian sosial yang kuat dan berperilaku sesuai dengan ajaran Al-QurAoan Revitalisasi norma sosial saat ini menunjukkan adanya perubahan nilai dalam kehidupan generasi muda yang sering mengalami masalah identitas, individualisme yang berlebihan dan kurangnya perhatian terhadap norma sosial. Nilai-nilai yang dulu menjadi pedoman dalam kehidupan sosial sekarang mulai memudar akibat pengaruh globalisasi dan modernisasi. Ditengah situasi ini Al-qurAoan menjadi pedoman utama yang perlu di interpretasikan dengan bijaksana menggunakan metode tafsir muqaran untuk menghadapi tantangan tersebut. Tafsir muqaran menganalisis berbagai penafsiran terhadap ayat-ayat Al-QurAoan untuk menemukan makna esensial yang paling relevan dengan keadaan masyarakat. Ketika diterapkan pada ayat-ayat yang berkaitan dengan sosial, metode ini menunjukkan bagaimana para mufassir klasik . eperti al-Tabari dan alQurtub. serta mufassir kontemporer . eperti Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misba. memahami norma sosial dengan cara yang lebih fleksibel. Tafsir muqaran memberikan peluang untuk mengadaptasi norma sosial Islam agar sesuai dengan tantangan masa kini, seperti kemajuan teknologi, keragaman budaya, dan isu-isu Dengan membandingkan interpretasi yang kaku dengan pandangan yang lebih fleksibel namun tetap mengikuti syariat, generasi muda diajarkan untuk bersikap moderat dalam beragama. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak melarang kemajuan, tetapi mengharuskan agar setiap kemajuan disertai dengan etika dan moral. Contohnya, norma untuk melindungi lingkungan dapat ditafsirkan lebih luas untuk menyokong kampanye keberlanjutan serta gaya hidup ramah lingkungan, yang relevan untuk perhatian generasi muda saat ini. KESIMPULAN Masa muda adalah fase dinamis yang ditandai oleh transisi dari ketergantungan anak-anak menuju kemandirian dewasa. Di fase ini, remaja menghadapi perubahan biologis, psikologis, dan sosial secara bersamaan. Salah satu tantangan utama adalah perubahan norma sosial akibat perkembangan teknologi dan media digital. Norma-norma tentang interaksi sosial, privasi, dan ekspresi diri mengalami pergeseran, sehingga batas antara ruang publik dan privat menjadi kabur. Hal ini menimbulkan tekanan sosial yang berdampak pada kondisi psikologis, seperti kecemasan dan rendah diri. Di sisi lain, globalisasi membawa masuk nilai-nilai baru yang seringkali diadopsi oleh generasi muda, meskipun terkadang bertentangan dengan nilai tradisional yang masih dianut oleh generasi sebelumnya. Pandangan tafsir Al-QurAoan terhadap norma sosial menekankan pentingnya nilai etika dan moral, termasuk dalam interaksi digital seperti yang tercermin dalam surah Al-Hujurat ayat 11. Tafsir Al-Azhar karya Hamka menyoroti bahwa perubahan sosial yang cepat dapat mengikis moral dan identitas umat jika tidak dibimbing oleh nilai-nilai Islam. Tafsir Jalalain memandang norma Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Dewi Zakiyatul Mashuro. Ahmad Zainuddin. Miftara Ainul Mufid. Nyoko Adi Kuswayo: Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir MaudhuAoi sosial sebagai bagian dari perintah Allah, sehingga pelanggarannya dianggap serius. Sementara itu. Tafsir Al-Misbah oleh Quraish Shihab menyebarkan nilai keadaban dan tanggung jawab sosial dalam berbagai tema, serta menekankan pentingnya potensi generasi muda yang perlu diarahkan oleh nilai-nilai QurAoani. Tafsir muqaran menawarkan pendekatan perbandingan untuk menjaga relevansi ajaran Islam terhadap isu-isu kontemporer seperti etika digital dan keberlanjutan. DAFTAR PUSTAKA