Volume 2 Nomor 2 April 2022 ISSN (Onlin. : 2774-7204 http://journal. febubhara-sby. org/equity Hal: 107-120 Analisis Perlakuan Akuntansi Atas Pendapatan pada Perusahaan Property dan Real Estate Dwi Rahayu Pangestu Ningsih & *Nur Hayati Universitas Trunojoyo Madura. Indonesia DOI: 10. 46821/equity. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan akuntansi terhadap pendapatan pada perusahaan property dan real estate. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif menggunakan analisis dokumen atau analisis isi. Objek Penelitian yang digunakan adalah perusahaan property dan real estate dengan studi kasus di PT Pakuwon Jati. Tbk. Teknik pengambilan data penelitian ini yaitu menggunakan teknik dokumentasi. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan PT Pakuwon Jati. Tbk tahun 2019 dan 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Pakuwon Jati. Tbk mengakui, mengukur, menyajikan dan mengungkapkan pendapatan sebelum 1 Januari 2020 sesuai PSAK sebelumnya. Meskipun di tahun sebelumnya. PSAK 72 sudah diterbitkan namun. PT Pakuwon Jati. Tbk belum menerapkannya. Sedangkan sesudah 1 Januari 2020, pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan pendapatannya sebagian besar sudah disesuaikan dengan PSAK 72. Kata kunci: Pendapatan. Perlakuan Akuntansi. Property. Real Estate. ABSTRACT This study aims to determine the accounting treatment of income in property and real estate companies. The type of research used is descriptive qualitative research using document analysis or content analysis. The research object used is a property and real estate company with a case study at PT Pakuwon Jati. Tbk. The data collection technique of this research is using documentation techniques. The data used are secondary data in the form of annual reports and financial statements of PT Pakuwon Jati. Tbk in 2019 and 2020. The results show that PT Pakuwon Jati. Tbk recognizes, measures, presents and discloses income before January 1, 2020 according to the previous PSAK. Although in the previous year. PSAK 72 had been issued, however. PT Pakuwon Jati. Tbk has not implemented it Meanwhile, after January 1, 2020, most of the revenue recognition, measurement, presentation and disclosure have been adjusted to PSAK 72. Keywords: Accounting Treatment. Income. Property. Real Estate. *Corresponding Author: Email: nur. hayati@trunojoyo. This is an open access article under the CC-BY D. Ningsih & Nur Hayati. Analisis Perilaku Akuntansi Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. PENDAHULUAN Perusahaan lazimnya membutuhkan dana untuk membiayai pengeluaranpengeluaran yang digunakan dalam aktivitas bisnisnya. Dengan demikian, maka perusahaan akan melakukan kegiatan ekonomi yang dapat menghasilkan pendapatan serta keuntungan untuk menjaga kinerja keuangan perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan dipengaruhi oleh pendapatan. Sumber utama pendapatan dapat diperoleh dari berbagai cara pemerolehannya tergantung dari jenis perusahaannya. Terdapat banyak jenis perusahaan dengan pemerolehan pendapatan yang berbeda-beda, salah satu di antaranya yaitu perusahaan properti dan real estat. Perusahaan properti dan real estat adalah perusahaan pengembang yang memiliki kepemilikan atas aset fisik berupa tanah dan bangunan (Prospeku, 2. Pada penelitian ini, objek yang diambil oleh peneliti yaitu perusahaan properti dan real estatdengan studi kasus di PT Pakuwon Jati. Tbk. PT Pakuwon Jati. Tbk adalah perusahaan yang kegiatan usahanya secara umum terdiri dari 3 . divisi, yaitu divisi komersial, divisi hospitality, dan divisi residensial. Ketiga divisi tersebut terdiri dari beberapa segmen usaha perseroan. Setiap segmen usaha perseroan memiliki perlakuan akuntansi atas pendapatan yang berbeda-beda. Sehingga, peneliti perlu menganalisa lebih lanjut tentang perlakuan akuntansi atas pendapatan di PT Pakuwon Jati. Tbk. Saat ini terdapat pembaharuan terhadap kebijakan standar akuntansi keuangan atas akun pendapatan. DSAK menyetujui PSAK 72 . sebagai kriteria pengakuan pendapatan utama untuk pendapatan dari kontrak dengan PSAK 72 mengelola model pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, sehingga perusahaan perlu melakukan analisis sebelum mengakui pendapatan. Ada beberapa industri yang akan terkena dampak penggunaan PSAK 72 dengan tingkat kepentingan yang berbeda. Salah satu industri yang terpengaruh secara signifikan atas penerapan PSAK 72 adalah perusahaan pengembang, yakni perusahaan yang beroperasi di sektorproperti dan real estat. Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia . mengemukakan bahwa: Penerapan aturan PSAK 72 kini mulai berdampak terhadap kinerja pengembang properti. Terlebih lagi penjualan properti sedang tertekan akibat dari penyebaran pandemi Covid-19. Diakui bahwa penerapan PSAK 72 ini beratkan pengembang, karena prosedur penyusunan laporan keuangan akuntansi ini mengubah cara pengakuannya dari yang awalnya berbasis rigid . ule base. menjadi berbasis prinsip . rinciple base. Akibatnya, pengakuan pendapatan kontrak terjadi pada saat aset dialihkan dan tidak lagi terkait dengan uang muka (DP) yang diterima pengembang. Peraturan PSAK 72 ini menganggap penjualan perusahaan pengembang, khususnya emiten properti yang membangun high-rise project, sebagai beban karena penjualan tersebut D. Ningsih & Nur Hayati. Analisis Perilaku Akuntansi Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. tidak diakui sebagai pendapatan meskipun perusahaan mengeluarkan estimasi konstruksi dan membayar kontraktor. Dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan PSAK 72 ini memberatkan perusahaan yang berkecimpung dalam bidang properti dan real Hal tersebut dikarenakan dalam kebijakan yang diatur dalam PSAK 72 dalam pengakuan pendapatannya, perusahaan yang menerapkan diharuskan untuk mengakui pendapatan ketika barang atau jasa dialihkan pada pelanggan dan bukan pada besaran uang muka yang diterima dari pelanggan. Sehingga hal tersebut, memberikan dampak pada laporan keuangan perusahaan. Secara umum, real estate merupakan tanah dan segala sesuatunya yang memiliki sifat permanen melekat pada tanah tersebut. Pada penjualan real estat, pembeli tidak hanya mendapatkan tanah atau bangunan saja namun juga akan mendapatkan hak-hak khusus. Hak-hak tersebut tidak hanya berlaku pada tanah dan perbaikan saja, akan tetapi untuk kepemilikan atas semua yang melekat pada tanah tersebut (Ebisike, 2. Sejalan dengan hal ini. PT . Pakuwon Jati. Tbk juga melakukan aktivitas bisnis, salah satunya yaitu melakukan penjualan atas real Berdasarkan Publikasi dari PT Pakuwon Jati . menjelaskan bahwa Ausepanjang tahun 2020, bidang usaha yang dikelola Perseroan memberikan kontribusi yang berkesinambungan pada penjualan dan pendapatan secara keseluruhanAy. Berikut rincian pendapatannya (Tabel . Menurut tabel 1, meski dalam situasi pandemi, perusahaan mampu menjaga perolehan pendapatan agar tetap stabil di tahun 2020. Namun, terjadi penurunan perolehan pendapatan dari tahun 2019 ke tahun 2020 sebesar Rp 3. 790 juta. Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya pembatasan aktivitas operasional perusahaan, pembatasan interaksi dan mobilitas manusia akibat situasi pandemi Covid-19 serta perubahan PSAK 72. Tabel 1. Pendapatan Keseluruhan Segmen Usaha Perseroan Pendapatan Segmen Usaha Pengusahaan Pusat Perkantoran. Perbelanjaan, dan Apartemen Servis Perhotelan Real Estat Pendapatan Pertumbuhan . Kontribusi Pendapatan (%) . Sumber : Laporan Tahunan PT Pakuwon Jati Tbk 2020 Persentase (%) D. Ningsih & Nur Hayati. Analisis Perilaku Akuntansi Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. Penurunan yang terjadi menjadikan kinerja keuangan perusahaan tidak terlihat lebih baik dari tahun sebelumnya. Pada pengukuran kinerja keuangan perusahaan, maka perusahaan perlu mengetahui pola pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan atas pendapatan yang merupakan akun yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Karena, pendapatan merupakan sumber kelangsungan ekonomi perusahaan. Oleh sebab itu, diperlukan adanya suatu sikap melayani untuk mempertahankan dan meningkatkanasetstakeholder guna menjaga kinerja keuangan perusahaan. Dengan demikian, teori stewardship . uatu sikap melayan. perlu untuk diperhatikan oleh perusahaan guna menjaga kestabilan fungsi utilitas yang didasari oleh hubungan erat antara keberhasilan organisasi dan kinerja perusahaan (Davis dkk. , 1. Pendapatan merupakan penghasilan yang meliputi pendapatan maupun keuntungan dan hasil dari adanya kegiatan usahaseperti penjualan (Siallagan. Terkait pedoman yang digunakan terhadap informasi pendapatan oleh entitas akuntansi. Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) sudah menyetujui dan menetapkan PSAK baru yaitu PSAK 72 yang merupakan adopsi IFRS 15 tentang Revenue from Contracts with customers. PSAK 72 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan merupakan PSAK pengganti atas PSAK sebelumnya dan ISAK terkait. PSAK 72 selaku standar utama yang digunakan sebagai acuan dalam mengakui, mengukur, menyajikan dan mengungkapkan pendapatan. PSAK 72 ini digunakan untuk seluruh industri dan hanya beberapa yang memiliki proses transaksi yang kompleks. Karena, proses transaksi dalam PSAK 72 ini menerapkan 5 . tahapan dalam mengakui pendapatannya. Penelitian ini berfokus pada perlakuan akuntansi atas pendapatan di PT Pakuwon Jati. Tbk yang bergerak di sektor properti dan real estate dan membahas mengenai metode yang digunakan dalam pengakuan, pengukuran, penyajian dan Diketahui bahwa terdapat perbedaan perlakuan akuntansi dari sebelum dan sesudah penerapan PSAK 72. Sehingga dalam penelitian ini peneliti ingin memberikan informasi serta membandingkan perlakuan akuntansi atas pendapatan dari sebelum PSAK 72 diterapkan dan sesudah PSAK 72 diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui perubahan metode pengakuan pendapatan, pengukuran pendapatan, penyajian pendapatan, dan pengungkapan pendapatan atas diterapkannya PSAK 72. Dari latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian berjudul AuAnalisis Perlakuan Akuntansi Atas Pendapatan Pada Perusahaan Property dan Real Estate studi kasus pada PT. Pakuwon Jati. TbkAy. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai bagaimana perlakuan akuntansi atas pendapatan pada perusahaan properti dan real estat di PT Pakuwon Jati. Tbk. Ningsih & Nur Hayati. Analisis Perilaku Akuntansi Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Metode deskriptif yang digunakan yaitu pendekatan analisis dokumen atau analisis isi. Objek penelitian ini yaitu perusahaan properti dan real estat yakni PT. Pakuwon Jati. Tbk. PT. Pakuwon Jati. Tbk adalah perusahaan yang memiliki aktivitas usaha meliputi persewaan pusat perbelanjaan ritel, perkantoran, apartemen servis, hotel, dan pengembangan hunian vertikal . igh-ris. maupun horizontal . Jenis dan Sumber Data Jenis penelitian ini adalah data kualitatif. Data yang digunakan berupa dokumentasi dalam bentuk laporan tahunan dan laporan keuangan PT. Pakuwon Jati. Tbk. Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder. Data tersebut diakses dari website perusahaan dan website Bursa Efek Indonesia. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik dokumentasi. Dokumentasi yang digunakan berupa dokumen dalam bentuk laporan tahunan dan laporan keuangan PT. Pakuwon Jati. Tbk. Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat Kegiatan analisis data yang digunakan diantaranya yaitu reduksi data, penyajian data dan analisis data. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi Langkah akhir dari penelitian ini adalah menarik kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan di verifikasi selama penelitian berlangsung. Penarikan kesimpulan didapat dari hasil penelitian yang sudah dilaksanakan sebelumnya dan melakukan verifikasi atas asumsi-asumsi dengan berdasarkan pada data yang diperoleh. HASIL DAN PEMBAHASAN PT. Pakuwon Jati. Tbk melakukan penerapan PSAK 72 secara retrospektif hanya jika kontrak belum terselesaikan di awal penerapan. Perlakuan akuntansi atas pendapatan di PT. Pakuwon Jati. Tbk dipaparkan sesuai PSAK 72 mulai dari pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan pendapatan. Kinerja keuangan PT. Pakuwon Jati. Tbk melaporkan laporan keuangannya yang bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan atas kinerja keuangan pada tahun periode berjalan. Upaya yang dilakukan oleh PT. Pakuwon Jati. Tbk dalam mewujudkan keberhasilan atas kinerja keuangan perseroan adalah dengan menerapkan kebijakan akuntansi yang tepat bagi keberlangsungan aktivitas bisnis Hal tersebut sesuai dengan asumsi teori yang mendasari penelitian ini yang menekankan tingkat keberhasilan kinerja perseroan untuk memaksimalkan fungsi utilitas perseroan. Kebijakan akuntansi dan penilaian yang penting bagi pendapatan PT. Pakuwon Jati. Tbk diungkapkan dalam pengakuan, pengukuran. Ningsih & Nur Hayati. Analisis Perilaku Akuntansi Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. penyajian dan pengungkapan pendapatan yang dijelaskan sebagai berikut (Lampiran . Sebelum 1 Januari 2020 Pengakuan Pendapatan Pendapatan yang diperoleh PT. Pakuwon Jati. Tbk diakui berdasarkan kebijakan akuntansi yang berlaku sebelumnya. Hal tersebut ditunjukkan oleh PT. Pakuwon Jati. Tbk dalam pengklasifikasian akun yakni dengan mengidentifikasi transaksinya sesuai kriteria-kriteria yang dipertimbangkan dalam ketentuan PSAK Pengukuran Pendapatan Pendapatan yang diperoleh PT. Pakuwon Jati. Tbk diukur menggunakan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima sesuai kebijakan akuntansi yang digunakan pada tahun berjalan. PT. Pakuwon Jati. Tbk menggunakan metode pencatatan berbasis akrual dikarenakan pendapatan diakui ketika terjadinya Di samping itu, beberapa saldo akun lainnya ditentukan berdasarkan persetujuan antara PT. Pakuwon Jati. Tbk dan pelanggan atau pengguna barang atau jasa yang disediakan PT Pakuwon Jati. Tbk. Penyajian Pendapatan Pada akhir tahun 2019, telah diterbitkan PSAK 72 untuk diterapkan mulai atau setelah 1 Januari 2020. Akan tetapi PT Pakuwon Jati. Tbk belum menerapkannya sebagai kebijakan akuntansi Perseroan. Kebijakan yang digunakan menggunakan istilah uang muka dan biaya dibayar di muka dan uang muka pelanggan untuk mendeskripsikan saldo akun aset dan liabilitas yang terjadi akibat transaksi. Pengungkapan Pendapatan PT. Pakuwon Jati. Tbk mengungkapkan pendapatannya sesuai dengan kriteria dan batasan-batasan yang diatur dalam kebijakan akuntansi PSAK 23. Metode yang digunakan dalam mengakui penjualan jasa yaitu metode akrual secara penuh apabilakriteria terpenuhi, namun jika tidak terpenuhi maka akan digunakan metode deposit. Jumlah pendapatan keseluruhan secara bersih mengalami kenaikan sebesar Rp 121. 808 ribu atau 2% yang ditunjukkan dengan gambar berikut (Gambar . Ningsih & Nur Hayati. Analisis Perilaku Akuntansi Keterangan Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. Dalam Ribuan Rupiah Persentase Pertumbuhan Tahun Tahun 2019 Sewa dan jasa pemeliharaan: Jasa pemeliharaan Pendapatan apartemen servis Sewa ruangan Jumlah Penjualan kondominium dan kantor Pendapatan hotel Penjualan tanah dan bangunan . -66% Penagihan listrik, air dan gas Pengelolaan parkir Lain-lain . -2% Jumlah Pendapatan usaha lainnya: Jumlah *Persentase = (Nilai Kenaikan atau penurunan : Nilai Sebelum Kenaika. x 100% Gambar 1. Pendapatan Bersih Sumber: Laporan Tahunan PT Pakuwon Jati. Tbk 2020 Sesudah 1 Januari 2020 Pengakuan Pendapatan PT Pakuwon Jati. Tbk mengakui pendapatan ketika kendali atas barang atau jasa sudah diserahkan pada pelanggan. Saldo akun yang digunakan berbeda dari ketentuan PSAK sebelumnya, sehingga terjadi penyesuaian atas saldo akun Pengakuan pendapatan atas saldo akun juga tidak semuanya menggunakan 5 . model tahapan. Pendapatan yang diakui menggunakan 5 . model tahapan, yaitu pendapatan atas penjualan kondominium, perkantoran, dan tanah dan bangunan. Penerapan 5 . model tahapan tersebut di antaranya yaitu pengidentifikasian kontrak, kombinasi kontrak, pengidentifikasian kontrak, identifikasi kewajiban pelaksanaan, dan penyelesaian kewajiban pelaksanaan. Selain saldo akun tersebut, saldo akun lainnya diakui berdasarkan waktu terjadinya transaksi dan ketika terjadi perjanjian antara pelanggan dengan PT. Pakuwon Jati. Tbk seperti pendapatan sewa, biaya layanan untuk penyewa, pendapatan hotel, dan pendapatan usaha lainnya. Pengukuran Pendapatan Pengukuran pendapatan dinilai berdasarkan imbalan yang diharapkan oleh PT. Pakuwon Jati. Tbk akan diterima sesuai kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk pembayaran yang diterima atas nama pelanggan secara tatap muka kepada pihak ketiga. Ketika penentuan harga transaksi. PT. Pakuwon Jati. Tbk mengakui adanya beban bunga karena aset kontrak . tau piutan. atau liabilitas kontrak dicatat dalam kontrak dengan pelanggan. Ningsih & Nur Hayati. Analisis Perilaku Akuntansi Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. Penyajian Pendapatan Penyajian pendapatan dicatat menggunakan istilah uang muka dan biaya dibayar di muka untuk menggambarkan aset kontrak dan istilah uang muka pelanggan untuk menggambarkan liabilitas kontrak. Pada kebijakan akuntansi terbaru ini. PT. Pakuwon Jati. Tbk menggunakan istilah yang digunakan sebelumnya karena memang perseroan dapat menggunakan istilah tersebut sebagai alternatif. Pengungkapan Pendapatan Pengungkapan pendapatan di PT. Pakuwon Jati. Tbk sudah diterapkan sesuai dengan kebijakan akuntansi PSAK 72. Hal tersebut ditunjukkan dengan laporan keuangan yang dikeluarkan oleh PT. Pakuwon Jati. Tbk telah menyampaikan secara rinci terkait informasi kualitatif dan kuantitatif yang mencakup kontrak dengan pelanggan, pertimbangan kritis dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup dan aset yang diakui dari biaya tambahan untuk memperoleh atau memenuhi kontrak dengan pelanggan. Pada pengungkapan informasi kontrak dengan pelanggan. PT. Pakuwon Jati. Tbk tidak mengungkapkannya secara keseluruhan. Ada 1 . di antara 4 . kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam mengungkapkan kontrak dengan pelanggan yang tidak diinformasikan secara terpisah yaitu kewajiban pelaksanaan. Pada bagian kontrak dengan pelanggan. PT Pakuwon Jati. Tbk mengungkapkan rincian mengenai pemisahan pendapatan yang dikategorikan berdasarkan segmen usaha dan pasar geografis. PT Pakuwon Jati. Tbk memisahkan pendapatannya sesuai segmen usahanya dan pengungkapannya telah disesuaikan dengan PSAK 5. Pada suatu kontrak tertentu. PT Pakuwon Jati. Tbk mengakui komisi, gimmick, dan cashback sebagai biaya tambahan untuk memperoleh kontrak dengan pelanggan. Untuk PSAK sebelumnya, semua biaya tersebut termasuk dalam beban pemasaran pada saat terjadinya. Sementara itu, berdasarkan PSAK 72. PT Pakuwon Jati. Tbk mengkapitalisasi biaya tambahan untuk memperoleh kontrak yang sesuai kriteria PSAK 72. Biaya kapitalisasi diakui sebagai beban ketika unit real estat diserahkan ke pelanggan dengan jangka waktu 6 sampai 36 Ketika unit real estat selesai diserahkan kepada pelanggan, komisi dan gimmick akan diakui sebagai beban pemasaran dan cashback dikurangkan dari harga transaksi unit real estat tersebut. Ningsih & Nur Hayati. Analisis Perilaku Akuntansi Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. Dalam Ribuan Rupiah Dilaporkan Desember 2019 Penerapan PSAK Catatan Penjelasan Disesuaikan pada 1 Januari 2020 Pertumbuhan Persentase ASET ASET LANCAR Piutang usaha kepada pihak Persediaan aset real estate Uang muka dan biaya dibayar di muka Jumlah Aset Lancar . -87% Komisi. Gimmick dan Cashback *Persentase = (Nilai Kenaikan atau penurunan : Nilai Sebelum Kenaika. x 100% Gambar 2. Aset yang Diakui dari Biaya Tambahan Untuk Memperoleh Kontrak dengan Pelanggan (Tanggal Penerapan Awal 1 Januari 2. Sumber: Laporan Tahunan PT Pakuwon Jati. Tbk 2020 Dalam Ribuan Rupiah Menggunakan Penerapan PSAK Catatan PSAK Sebelumnya Penjelasan Menggunakan PSAK Baru Pertumbuhan Persentase ASET ASET LANCAR Piutang usaha kepada pihak Persediaan aset real estate Uang muka dan biaya dibayar di muka Jumlah Aset Lancar . -79% -2% -8% Komisi. Gimmick dan Cashback *Persentase = (Nilai Kenaikan atau penurunan : Nilai Sebelum Kenaika. x 100% Gambar 3. Aset yang Diakui dari Biaya Tambahan Untuk Memperoleh Kontrak dengan Pelanggan (Periode Berjalan 31 Desember 2. Sumber: Laporan Tahunan PT Pakuwon Jati. Tbk 2020 Dari gambar 2 dan 3, ditunjukkan bahwa PT Pakuwon Jati. Tbk mengalami penurunan yang signifikan dari aset yang diakui sebagai biaya tambahan untuk memperoleh kontrak dengan pelanggan sebesar 37% akibat perubahan kebijakan akuntansi yang diterapkan PSAK 72. Hal tersebut menunjukkan bahwa selama akhir periode berjalan pengakuan atas biaya tambahan tersebut berbeda dari kebijakan akuntansi sebelumnya. Pada kebijakan akuntansi sebelumnya. PT Pakuwon Jati. Tbk mengakui biaya tambahan tersebut sebagai beban pemasaran saat terjadinya transaksi. Pada kebijakan akuntansi yang baru diterapkan selama periode tahun berjalan. PT. Pakuwon Jati. Tbk mengkapitalisasi biaya tambahan tersebut atau mencatat biaya tambahan tersebut dengan tujuan untuk menunda pengakuan secara penuh atas beban tersebut. Ningsih & Nur Hayati. Analisis Perilaku Akuntansi Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. SIMPULAN PT. Pakuwon Jati. Tbk melakukan penerapan PSAK 72 hanya jika kontrak belum terselesaikan di awal penerapan. Perlakuan akuntansi atas pendapatan di PT. Pakuwon Jati. Tbk dipaparkan sesuai PSAK 72 mulai dari pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan pendapatan. PT. Pakuwon Jati. Tbk mengakui, mengukur, menyajikan, dan mengungkapkan pendapatannya sesuai standar akuntansi yang berlaku, baik itu sebelum maupun sesudah penerapan PSAK 72 . Meski ada beberapa saldo akun atau kriteria yang tidak dijelaskan secara keseluruha, namun sebagian besar ketentuan yang ditetapkan oleh kebijakan akuntansi yang berlaku telah diterapkan dengan baik. Dengan demikian, konklusi yang dapat diambil yaitu PT Pakuwon Jati. Tbk mampu memberikan kinerja yang yang stabil dengan kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan dalam menjaga perolehan pendapatan perusahaan di tengah-tengah pandemi Covid-19. Dari hal tersebut. PT Pakuwon Jati. Tbk telah memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pelanggan dan telah memperlakukan akuntansi atas pendapatan berdasarkan PSAK 72. Berdasarkan hasil penelitian pada PT Pakuwon Jati. Tbk, maka perusahaan perlu untuk mengakui pendapatan di setiap akun yang bersifat kompleks dengan model 5 tahapan yang sama. PT Pakuwon Jati. Tbk juga perlu memaparkan lebih detail mengenai pengukuran atas pendapatan dan menjelaskannya secara terpisah sesuai dengan tahapan PSAK 72. Lain halnya dengan penyajian dan pengungkapan pendapatan, maka PT Pakuwon Jati. Tbk perlu mempertahankan konsistensi dalam pemaparannya sehingga keterangan yang diinformasikandi laporan keuangan dapat menyokong pemahaman pengguna laporan keuangan. DAFTAR PUSTAKA