Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Volume. Nomor. Tahun 2024 e-ISSN : 2963-3877, p-ISSN : 2962-0929. Hal 136-145 DOI: https://doi. org/10. 59059/jpmis. Available online at: https://journal. id/index. php/jpmis Pengembangan Program Peningkatan Pendapatan UMKM Ibu Rumah Tangga Melalui Inovasi dan Modifikasi Produk Donat Toping Nurul Hidayat 1*. Nelson Jafridin 2. Liska Pasorong 3. Yulita Lidan 4. Gloria Tabita Temban 5. Shalsa Khayrtaul Azisah 6 Program studi Manajemen 1. Program studi PGSD 2,3,4,5. Universitas Borneo Tarakan. Tarakan. Indonesia hidayat8910@gmail. com, 2 nelsonagung@gmail. Alamat Korespondesi: Jl. Amal Lama No. 1 Kota Tarakan Korespodensi email : nurul. hidayat8910@gmail. Article History: Received: November 01, 2024 Revised: November 16, 2024 Accepted: Desember 19, 2024 Published : Desember 20, 2024 Keywords: MSMEs. Income. Innovation. Modification Abstrac. This program aims to increase the income of MSME housewives through innovation and modification of donut topping This program is designed to empower housewives with new skills in making and marketing more interesting and varied donuts. Through training and mentoring, it is hoped that housewives can improve the quality of their products, attract more customers, and ultimately increase family income. The method used to develop the Skills Training Program is the Participatory Action Research (PAR) approach. This approach involves the active participation of SME owners, namely housewives, as program stakeholders. Data collection techniques include interviews, surveys and observations, while the data collected will be analyzed qualitatively by coding data and compiling narratives to identify relevant problems and solutions. The result of this work, namely the UKM skills improvement program for housewives, is a comprehensive initiative that involves the active participation of UKM owners and stakeholders. This includes technical, managerial, financial and financial literacy training to increase production and competitiveness of SMEs. The program also covers aspects such as information technology, social skills, environmental sustainability and collaboration to empower SMEs as a whole. With this holistic approach, it is hoped that SMEs can develop and contribute to local economic growth and have wider market opportunities, especially for housewives in general. Abstrak Program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan UMKM ibu rumah tangga melalui inovasi dan modifikasi produk donat toping. Program ini dirancang untuk memberdayakan ibu rumah tangga dengan keterampilan baru dalam pembuatan dan pemasaran donat yang lebih menarik dan bervariasi. Melalui pelatihan dan pendampingan, diharapkan ibu rumah tangga dapat meningkatkan kualitas produk mereka, menarik lebih banyak pelanggan, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan keluarga. Metode yang digunakan untuk pengembangan Program Pelatihan Keterampilan adalah pendekatan Participatory Action Research(PAR). Pendekatan ini melibatkan partisipasi aktif pemilik UKM yaitu ibu rumah tangga sebagai pemangku program. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, survei, dan observasi, sedangkan data yang dikumpulkan akan dianalisis secara kualitatif dengan pengkodean data dan penyusunan naratif untuk mengidentifikasi masalah dan solusi yang relevan. Hasil karya ini yaitu program peningkatan keterampilan UKM ibu rumah tangga adalah inisiatif komprehensif yang melibatkan partisipasi aktif pemilik UKM dan pemangku kepentingan. Ini mencakup pelatihan teknis, manajerial, keuangan, dan literasi keuangan untuk meningkatkan produksi dan daya saing UKM. Program juga mencakup aspek seperti teknologi informasi, keterampilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan kolaborasi untuk memberdayakan UKM secara menyeluruh. Dengan pendekatan holistik ini, diharapkan UKM dapat berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal serta memiliki peluang pasar yang lebih luas terutama bagi ibu rumah tangga pada umumnya. Kata Kunci: UMKM. Pendapatan. Inovasi. Modifikasi Pengembangan Program Peningkatan Pendapatan UMKM Ibu Rumah Tangga Melalui Inovasi dan Modifikasi Produk Donat Toping PENDAHULUAN Krisis yang menimpa Indonesia tahun 1997 diawali dengan krisis nilai tukar tambah rupiah terhadap dollar AS dan krisis moneter yang berdampak pada perekonomian Indonesia yakni resesi ekonomi. Hal ini merupakan pelajaran yang sangat penting untuk kembali mampu tetap berdiri dan kokoh. Data badan pusat statistik merilis keadaan tersebut pasca krisis ekonomi jumlah UMKM tidak berkurang, justru meningkat pertumbuhannya terus,bahkan mampu menyerap 85 juta hingga 107 juta tenaga kerja sampai tahun 2012. Pada tahun itu jumlah pengusaha dari jumlah tersebut. UMKM sebanyak 56. 592 unit atau sebesar 99,99%. Sisanya sekitar 0,01% atau sebesar 4. 968 unit adalah usaha berskala Keadaan demikian tentu memberikan pengaruh pada negara-negara di asia termasuk Indonesia(Mutakin et al. , 2. Hal ini tentu saja tidak mudah bagi setiap negara untuk mengambil kebijakan dalam mengatasi krisis kesehatan dan kebijakan pemulihan ekonomi dalam waktu bersamaan (Darmastuti Shanti,et al. , 2. Fenomena ini menjelaskan bahwa UMKM merupakan usaha yang produktif untuk dikembangkan bagi mendukung perkembangan ekonomi secara makro mikro di Indonesia dan mempengaruhi sektor-sektor yang lain bisa berkembang. Salah asatu sektor yang terpengaruh dari pertumbuhan UMKM adalah sektor jasa perbank yang terpengaruh, sebab hamper 30% usaha UMKM menggunakan modal oprasoinal dari perbankan. UMKM (Usaha Mikro Kecil Menenga. merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Ibu rumah tangga memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam sektor ini, namum sering kali menghadapi kendala dalam hal inovasi dan pemasaran produk. Donat adalah salah satu produk yang cukup populer dan memiliki peluang besar untuk dimodifikasi agar lebih Donat umumnya berbahan dasar tepung terigu saja, namun ada juga yang memberikan variasi lain (Yunindya dan Murtini, 2. Pengolahan donat merupakan salah satu ide jualan yang biasa dipakai untuk usaha mikro kecil dan menengah, dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia dirumah yang sesuai untuk pengolahan donat. Selain itu juga, pengolahan donat biasanya dijadikan sebagai pengganti sarapan pagi untuk anak-anak sekolah. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada ibu rumah tangga dalam mengembangkan produk donat topping yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memegang peran penting dalam perekonomian global karena mereka merupakan tulang punggung ekonomi di banyak negara di seluruh dunia(Andarsari & Dura, 2018. Bismala et al. , 2. UKM bukan hanya penyedia lapangan kerja yang signifikan, tetapi juga merupakan sumber inovasi, keragaman produk, dan Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera AeVOLUME. NOMOR. TAHUN 2024 e-ISSN : 2963-3877, p-ISSN : 2962-0929. Hal 136-145 pembangkit pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Mereka seringkali mewakili ekosistem bisnis yang beragam, mencakup berbagai sektor, mulai dari manufaktur hingga jasa, pertanian, dan kerajinan. UKM juga sering dikelola oleh wirausahawan yang berani, yang dapat merangsang persaingan, menciptakan nilai tambah, dan berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi. Oleh karena itu. UKM memiliki peran krusial dalam menggerakkan roda ekonomi global dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai negara. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memainkan peran yang krusial dalam perekonomian Indonesia(Aprita, 2021. Mukhirto & Fathoni, 2. Mereka tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang signifikan, tetapi juga bertindak sebagai penggerak utama penciptaan lapangan kerja di negara ini. UKM juga berperan dalam mendistribusikan pendapatan secara lebih merata, mengurangi kemiskinan, dan memberikan peluang ekonomi kepada berbagai lapisan masyarakat(Nugroho et al. , 2. Selain itu, sektor UKM mendukung diversifikasi ekonomi dengan menghasilkan beragam produk dan jasa, serta mempromosikan inovasi dan kreativitas di tingkat lokal. Keberadaan UKM juga memperkuat ketahanan ekonomi negara dalam menghadapi turbulensi global dan perubahan Oleh karena itu. UKM bukan hanya penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menjalankan peran penting dalam mewujudkan inklusivitas dan keberlanjutan ekonomi Indonesia. Muhammad Yunus dalam konsep "perbankan mikro" yang telah mengubah kehidupan banyak UKM di berbagai negara. Konsep mikrofinansialnya memungkinkan pemilik UKM yang kurang mampu untuk mengakses modal dan sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mereka (Budiarto et al. , 2021. PP et al. , 2. Mikrofinansial melibatkan penyediaan akses ke modal kecil kepada pemilik UKM yang kurang mampu. Dengan demikian, mereka dapat memulai, mengembangkan, atau memperluas usaha mereka dengan lebih baik. Konsep Paulo Freire bahwa "pendidikan pembebasan" sebagai upaya untuk mendidik individu menjadi sadar terhadap sekitar mereka, dengan dan partisipasi aktif dalam proses Konsep ini dapat diterapkan dalam pelatihan keterampilan UKM untuk memberdayakan pemilik usaha kecil dan menengah, sehingga mereka dapat berkontribusi secara positif dalam kehidupan mereka dan masyarakat di sekitarnya (Husni, 2020. Prasetia et al. , 2021. Robikhah, 2. Bambang Agus Windusancono . Hasil penelitian menyoroti pentingnya peran Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan stabilitas ekonomi masyarakat, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung(Moridu et al. , 2. Masih banyak wilayah di Pengembangan Program Peningkatan Pendapatan UMKM Ibu Rumah Tangga Melalui Inovasi dan Modifikasi Produk Donat Toping Indonesia yang belum memperhatikan secara memadai perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), menyebabkan dampak ekonomi yang belum maksimal dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi lokal(Alfiana et al. , 2. Meskipun terdapat pemahaman yang kuat akan peran penting Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam perekonomian Indonesia, masih ada kesenjangan yang perlu Masih terdapat wilayah-wilayah di Indonesia yang belum sepenuhnya memperhatikan dan mengembangkan UKM secara optimal, yang mengakibatkan potensi ekonomi yang belum tergali sepenuhnya. Terutama di masa pandemi Covid-19, di mana adaptasi terhadap strategi pemasaran dan penjualan online dan offline sangat penting, masih diperlukan upaya lebih besar untuk memberdayakan UKM di seluruh negeri. Selain itu, perlu adanya regulasi dan kebijakan pemerintah yang lebih jelas dan mendukung untuk pertumbuhan UKM modern, sehingga pemerataan ekonomi dapat terwujud dengan lebih merata di seluruh Indonesia. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengimplementasikan program-program pelatihan keterampilan dan memberikan akses yang lebih baik kepada sumber daya finansial untuk mendukung perkembangan UKM di wilayah-wilayah terpencil(Fathoni et al. , 2. Dengan demikian. UKM lokal dapat meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka, memperluas jangkauan pasar,dan menciptakan lapangan kerja tambahan. Selain itu, pemberian perhatian lebih lanjut kepada sektor UKM di wilayah-wilayah terabaikan akan membantu dalam memperkuat perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, sekaligus mendukungpertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Tujuan penulisan karya ini adalah untuk mengetahui pengembangan program pelatihan keterampilan usaha kecil dan menengah (UKM) dalam meningkatkan perekonomian usaha ibu rumah tangga. METODE Metode penelitian yang digunakan untuk pengembangan Program Pelatihan Keterampilan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam Meningkatkan Perekonomian Lokal di Kabupaten Karawang adalah dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR)(Brydon-Miller et al. , 2020. Chevalier & Buckles, 2019. Cornish et al. , 2. Pendekatan ini dipilih karena melibatkan partisipasi aktif dari pemangku kepentingan, seperti pemilik UKM, pemerintah daerah, dan lembaga terkait, dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pelatihan. Dengan demikian, pendekatan PAR memungkinkan pengembangan program yang lebih Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera AeVOLUME. NOMOR. TAHUN 2024 e-ISSN : 2963-3877, p-ISSN : 2962-0929. Hal 136-145 berorientasi pada kebutuhan nyata pemilik UKM dan dapat memberikan solusi yang lebih Tahap Pendekatan PAR: Perencanaan (Plannin. : Tahap awal dalam pendekatan PAR adalah perencanaan program pelatihan. Ini melibatkan identifikasi masalah yang dihadapi oleh UKM dan tujuan yang ingin dicapai melalui program pelatihan. Selain itu, perencanaan juga mencakup pemilihan pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Pelaksanaan (Actio. : Setelah perencanaan, program pelatihan dilaksanakan dengan melibatkan pemilik UKM sebagai peserta aktif. Pelatihan mencakup berbagai aspek, seperti keterampilan teknis, manajerial, dan kewirausahaan, sesuai dengan kebutuhan yang telah diidentifikasi. Selama pelaksanaan, data-data yang relevan akan dikumpulkan untuk evaluasi lebih lanjut. Evaluasi (Reflectio. : Tahap evaluasi merupakan langkah penting dalam pendekatan PAR. Selama pelaksanaan program, data tentang dampak pelatihan, perubahan dalam bisnis UKM, dan perasaan peserta akan dikumpulkan dan dievaluasi. Evaluasi ini melibatkan pemangku kepentingan dalam refleksi bersama untuk mengevaluasi keberhasilan program dan mengidentifikasi perbaikan yang mungkin diperlukan. Aksi (Actio. : Berdasarkan hasil evaluasi, langkah-langkah perbaikan dan tindakan lanjutan akan ditentukan. Ini dapat mencakup penyesuaian program pelatihan, pengembangan strategi pemasaran, atau tindakan lain yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan UKM. Tehnik Pengumpulan Data Identifikasi kebutuhan : Langkah pertama adalah mengidentifikasi kebutuhan dan potensi ibu rumah tangga yang menjadi target program. Ini dilakukan melalui survei dan wawancara untuk memahami tingkat pengetahuan dan keterempilan mereka saat Pelatihan pembuatan donat : Mengadakan pelatihan pembuatan donat dasar hingga mahir, termasuk berbagai teknik pembuatan adonan, penggorengan yang tepat, dan pemilihan bahan baku berkualitas. Inovasi dan modifikasi topping : melatih peserta dalam membuat berbagai jenis topping yang menarik seperti cokelat, keju, dan kreasi unik lainnya. Pemasaran dan branding : memberikan pelatihan tentang strategi pemasaran, branding produk dan penggunaan media sosial untuk meningkatkan penjualan. Pengembangan Program Peningkatan Pendapatan UMKM Ibu Rumah Tangga Melalui Inovasi dan Modifikasi Produk Donat Toping Data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan survei akan dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi pola, tema, dan masalah yang muncul. Ini dapat melibatkan pengkodean data dan penyusunan naratif. Dengan pendekatan PAR yang melibatkan partisipasi aktif dari pemilik UKM dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan program pelatihan dapat lebih relevan dan efektif dalam meningkatkan keterampilan dan perekonomian lokal bagi ibu rumah. Dengan data-data yang diperoleh melalui berbagai teknik pengumpulan data dan analisis, program ini dapat terus ditingkatkan untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam mendukung pertumbuhan UKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Program ini telah berhasil diimplementasikan di beberapa daerah dengan hasil yang cukup memuaskan. Ibu rumah tangga yang mengikuti program menunjukkan peningkatan keterampilan dalam pembuatan donat dan inovasi topping. Selain itu, mereka juga mulai memahami pentingnya pemasaran dan branding dalam meningkatkan daya tarik produk Hasil dan pembahasan dari pengembangan Program Pelatihan Keterampilan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam Meningkatkan Perekonomian Lokal. pendekatan yang komprehensif dalam memperkuat UKM dan berfokus pada pemahaman teori serta konsep dari John Dewey. Muhammad Yunus, dan Paulo Freire. Program ini mencakup berbagai bentuk pelatihan yang dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh UKM dan membantu mereka menjadi lebih kompeten dalam mengelola bisnis Pendekatan yang digunakan dalam program ini sesuai dengan konsep John Dewey tentang pendidikan yang berpusat pada pengalaman nyata dan praktik. Melalui pelatihan keterampilan teknis. UKM dapat meningkatkan kemampuan produksi mereka dan mengadopsi teknologi yang lebih modern. Hal ini akan membantu mereka memenuhi standar mutu dan keamanan produk yang penting untuk bersaing di pasar yang semakin Selain itu, pelatihan manajemen bisnis, kewirausahaan, dan keuangan memberikan pemilik UKM pengetahuan yang diperlukan untuk merencanakan, mengelola, dan memperluas usaha mereka. Program ini juga mencakup literasi keuangan, yang akan membantu UKM dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, termasuk manajemen keuangan pribadi dan usaha. Konsep Muhammad Yunus tentang perbankan mikro juga diintegrasikan dalam program ini. Pelatihan tentang akses ke modal dan pengelolaan keuangan dapat membantu UKM yang kurang mampu untuk mendapatkan dukungan finansial yang mereka butuhkan untuk mengembangkan usaha mereka. Dengan Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera AeVOLUME. NOMOR. TAHUN 2024 e-ISSN : 2963-3877, p-ISSN : 2962-0929. Hal 136-145 demikian, program ini memungkinkan UKM untuk memulai, mengembangkan, atau memperluas usaha mereka dengan lebih baik. Konsep Paulo Freire tentang "pendidikan pembebasan" sangat relevan dalam konteks program ini. Program pelatihan bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang memberdayakan pemilik UKM untuk berpikir kritis, mengidentifikasi peluang, dan berpartisipasi aktif dalam pengembangan ekonomi lokal. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pasar dan peluang. UKM dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat mereka. Selain itu, program ini juga mencakup pelatihan dalam teknologi informasi, keterampilan soft skills, keberlanjutan lingkungan, kualitas produk, sertifikasi, jejaring, kolaborasi, dan pendampingan. Semua ini dirancang untuk memberdayakan UKM secara holistik, mengintegrasikan aspek teknis, manajerial, dan sosial dalam pengembangan bisnis mereka. Dengan demikian, program pelatihan ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UKM ibu rumah Melalui pelatihan dan pendampingan yang komprehensif. UKM dapat mengatasi kendala yang dihadapi dan menjadi motor penggerak dalam meningkatkan perekonomian Dengan adanya kolaborasi dan jejaring antar-UKM, mereka juga dapat memanfaatkan peluang pasar lebih baik. Program ini mencerminkan pendekatan holistik yang mencakup aspek teknis, manajerial, dan sosial, sesuai dengan visi John Dewey. Muhammad Yunus, dan Paulo Freire tentang pendidikan dan pengembangan masyarakat. UCAPAN TERIMA KASIH Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu Hawa yang telah bersedia manjadi narasumber dan juga meminjamkan rumahnya sebagai lokasi dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat. Terima kasih juga kami ucapkan kepada bapak Nurul Hidayat S. ,M. Sc. ,Ph. D yang telah membimbing kami dari awal hingga selesai terlaksananya kegiatan pengabdian masyarkat dan terima kasih kepada teman-teman kelompok yang berpartisipasi dalam kegiatan ini hingga selesai. KESIMPULAN Pengembangan program peningkatan UMKM ibu rumah tangga melalui inovasi dan modifikasi donat topping terbukti efektif dalam memberdayakan ibu rumah tangga dan meningkatkan pendapatan mereka. Program ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga pengetahuan tentang pemasaran dan branding yang sangat penting dalam dunia usaha. Dengan demikian, program ini dapat menjadi model yang baik untuk diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia. Pengembangan Program Peningkatan Pendapatan UMKM Ibu Rumah Tangga Melalui Inovasi dan Modifikasi Produk Donat Toping Pengembangan program pelatihan keterampilan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam meningkatkan perekonomian lokal merupakan upaya komprehensif untuk memperkuat sektor UKM dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Program ini menawarkan beragam pelatihan yang dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh UKM di wilayah tersebut. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini mengaktifkan partisipasi pemilik UKM dan pemangku kepentingan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam konteks ini, pelatihan keterampilan teknis menjadi inti dari program ini, membantu UKM untuk meningkatkan kualitas produksi mereka dan mengadopsi teknologi modern. Hal ini juga membantu mereka memenuhi standar mutu dan keamanan produk yang krusial dalam persaingan pasar saat ini. Selain itu, pelatihan manajemen bisnis, kewirausahaan, dan keuangan memberikan pemilik UKM pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola bisnis mereka secara efisien dan merencanakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Program ini mencakup aspek literasi keuangan, yang menjadi kunci dalam membantu UKM mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, baik dalam konteks pribadi maupun bisnis. Selain itu, program ini juga mencakup pelatihan dalam teknologi informasi, keterampilan soft skills, keberlanjutan lingkungan, kualitas produk, sertifikasi, jejaring, dan Semua elemen ini bekerja sama untuk memberdayakan UKM secara menyeluruh, menggabungkan aspek teknis, manajerial, dan sosial dalam pengembangan bisnis mereka. Dengan demikian, program ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UKM khususnya ibu rumah tangga. Melalui pelatihan yang komprehensif dan pendampingan yang berkelanjutan. UKM dapat mengatasi kendala yang dihadapi dan menjadi pendorong utama dalam meningkatkan perekonomian lokal. Kolaborasi dan jejaring antar-UKM juga dapat memperluas peluang pasar mereka. DAFTAR PUSTAKA