Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 03. Desember 2024 Submitted : 2024-11-20 Accepted : 2024-12-17 Published : 2025-02-05 Pembuatan Mading Sekolah Meningkatkan Kreativitas Siswa Methodist Pematang Siantar SMP Idawati Situmorang. | Hamela Sari Sitompul. Tuty . AMIK Parbina Nusantara . Universita Deli Sumatera hamelasari@gmail. com | idawatisitumorangpasca@gmail. com | tutyyap22@gmail. Abstrak: Penggunaan Mading . ajalah dindin. di sekolah SMP Methodist Pematangsiantar kurang berkembang dengan baik. Hal ini diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan kepada guru dan siswa. Padahal, mading atau majalah dinding adalah salah satu jenis media komunikasi tulis yang paling sederhana. Mading sebagai salah satu upaya untuk menanamkan budaya literasi dilingkungan sekolah. Kurang berkembangnya penggunaan mading sekolah di SMP Methodist Pematangsiantar disebabkan minimnya wawasan mereka tentang cara menulis beragam karya tullis dan pengelolaan mading. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan dan praktik tentang penulisan beragam karya tulis dan pengelolaan mading sekolah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah praktek. Para siswa dituntut untuk menulis sebuah karya tulis dan membuat sistem pengelolaan mading sekolah agar dapat bermanfaat secara maksimal. Setelah diberikan pelatihan, kegiatan ini mampu membuat peserta menulis berbagai karya tulis, meningkatkan kemampuan dan ketrampilan membuat majalah dinding dengan alat dan bahan sederhana namun memberikan hasil yang baik dan semenarik mungkin, meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam mengembangkan potensi, sarana rekreasi, menambah wawasan dalam ilmu pengetahuan, mempererat tali persaudaraan, mengasah kepekaan sosial, serta mengembangkan kreatifitas dalam mempraktekkan pengetahuan jurnalistik malalui pembuatan majalah dinding . di lingkungan sekolah serta dan membuat sistem pengelolaan mading. Kata Kunci: Mading Sekolah. Karya Tulis. Kreativitas Pendahuluan Literasi adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalamkehidupan sehari-hari. Budaya literasi di Indonesia masih sangat rendah. Programme of International Students Assemssment (PISA) tahun 2022 menyatakan bahwa budaya literasi Indonesia menempati urutan 64 dari 65 negara yang disurvei. Data Unesco menyebutkan posisimembaca Indonesia 0. 001% yang artinya dari 1000 orang, hanya 1 orang yang memiliki minatbaca. Hal ini sangat memprihatinkan bagi kemajuan Bangsa. Keyakinan bahwa masa depan bangsa dititipkan lewat kemampuan literasi anak negeri, membuat dunia pendidikan harus berkomitmen mengembangkan kegiatan literasi Pemerintah sudah menerapkan gerakan literasi dalam proses pembelajaran di sekolah. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dikembangkan berdasarkan Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Gerakan literasi sekolah bertujuan membiasakan siswa untuk membaca dan menulis guna menumbuhkan budi pekerti. Dalam jangka panjang, diharapkan dapat menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan literasi tinggi yaitu mampu mengakses, memahami,dan menggunakan informasi dengan cerdas. Kegiatan literasi memang merujuk pada kemampuan dasar seseorang dalam membaca dan menulis. Sehingga selama ini, strategi yang dilakukan untuk Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 03. Desember 2024 Submitted : 2024-11-20 Accepted : 2024-12-17 Published : 2025-02-05 meningkatkan tersebut adalah menumbuhkan minat membaca dan menulis. Pemanfaatan mading atau majalah sekolah merupakan salah satu strategi meningkatan budaya literasi di sekolah. Mading adalah singkatan dari majalah dinding yang merupakan media komunikasi yang ditempel di dinding. Mading seskolah dapat digunakan sebagi media ekspresi bagi siswa dan dapat meberikan informasi lain yang berkaitan dengansekolah. Jayanti, dkk . menjelaskan bahwa mading dapat dijadikan sbegai sarana informasi dan kreativitas siswa. Menulis merupakan kegiatan yang hampir tidak terpisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Terutama bagi mereka yang berhubungan dengan pekerjaan sebagai tenaga administrasi, dosen, guru, mahasiswa, siswa dan lainlain. Damono . alam Warastutik, 2. menyatakan bahwa Au seseorang yang ingin memiliki keterampilan mengarang mau tidak mau harus rajin mencari contoh yang baik. Dengan kata lain ia harus rajin membaca Au. Dari pernyatan tersebut jelas bahwa kemampuan menulis dapat dipupuk dari rajin membaca dan salah satu media bacaan sekaligus media untuk menuangkan karya-karya siswa adalah majalah dinding. Kegiatan menulis memerlukan banyak tenaga, waktu, serta perhatian yang sungguh-sungguh dan juga menuntut keterampilan yang tidak dimiliki semua orang. Bahkan di kalangan guru-guru masih banyak yang mengalami kesulitan menulis dengan benar. Dalam kenyataannya masih sedikit sekali siswa yang dapat membuat karya tulis, baik yang digunakan dalam lingkungan sekolah sendiri maupun untuk lingkungan luar sekolah . Jika saat ini siswa tidak banyak menghasilkan karya tulis, tidak berarti mereka tidak memiliki potensi untuk Pada dasarnya banyak siswa yang memiliki potensi untuk menulis, hanya saja potensinya belum terasah karena tidak ada upaya untuk meningkatkan keterampilan mereka dan tidak ada media sebagai tempat untuk menyalurkan ide, gagasan dan kreativitasnya. Dengan kondisi yang demikian perlu ada upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis bagi siswa dan sekaligus membangun budaya baca dan salah satu cara adalah dengan menerbitkan majalah dinding sebagai alat bantu pengajaran dan pembinaan yang diharapkan dapat merangsang kreativitas Namun faktanya, masih banyak sekolah yang belum memanftaatkan secara penuh program mading sekolah. Salah satunya adalah sekolah SMP Methodist Pematangsiantar. Sekolah ini juga belum memeliki manajemen pengelolaan mading yang baik. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya struktur organisasi dari mading tersebut. Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, maka tim melakukan pelatihan pembuatan dan pengelolaan mading sekolah bagi siswa SMP Methodist Pematangsiantar. Berikut akan di tunjukan foto majalah dinding hasil observasi: Gambar 1: Majalah Dinding SMP Methodist Pematangsiantar Dari hasil observasi yang dilakukan, ditemukan bahwa mading SMP Methodist kurang Hal ini dapat dilihat dari penyusunan mading yang tidak teratur dan belum adanya penerbitan mading secara periodik yang ditentukan sekolah. Tema yang ditampilkandi atas adalah Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 03. Desember 2024 Submitted : 2024-11-20 Accepted : 2024-12-17 Published : 2025-02-05 Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. tema Imlek yang dilaksanakan pada bulan Februari 2024. Sementara itu, sampai pada bulan Mei 2024, dimana tim PKM akan melaknsanakan Pengabdian, tema mading belum berganti. Dengan melihat masalah seperti ini penulis tertarik untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Au Pelatihan Pembuatan Mading Sekolah Bagi Siswa SMP Methodist PematangsiantarAy. Tujuan yang ingin dicapai dalam pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMP Methodist Pematangsiantar tentang mading sekolah sehingga mading SMP methodist dapat berkembang dan terbit secara periodik. Realisasi Kegiatan Pelatihan pembuatan mading sekolah bagi SMP Methodist Pematangsiantar dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi dan praktik. Metode ceramah dilakukan dengan memberikan penjelasan tentang pembuatan mading sekolah. Metode kedua adalah metode diskusi dengan memberikan kesempatan peserta ubtuk bertanya dan memberikan tanggapan. Metode ketiga adalah praktik pembuatan mading secara langsung. Selama pelatihan peserta diberikam modul pelatihan yang dipakai untuk acuan pelatihan. Adapun materi modul langkah-langkah pembuatan mading sekolah yang diberikan kepada peserta adalah : Menentukan tema mading Dalam menentukan tema, tema yang dipilih haruslah tema yang menarik dan membuat orangingin Tim pengabdi dan mitra memilih satu tema yang akan digunakan dalam pembuatan mading yaitu tema AuMengejar MimpiAy memilih tema ini karena pembuatanmading dalam periode periode setelah masa ujian sehingga semangat mengejar mimpi dan cita-cita mereka masih membara. Merancang Sketsa Setelah menentukan tema, maka selanjutnya adalah membuat sketasa atau tataletak untuk semua isi di dalam mading nantinya. Mading yang menarik biasanya informasi yang diberikannya lengkap. Misalnya logo, judul, edisi, artikel, gambar-gambar, dan lain-lain. Beberapa bagian skesta mading yang akan dibuat seperti berikut ini: Salam Redaksi, berupa sambutan/sapaan dari penyusun kepada pembaca. Contohnya AuWhatsup. Guys ! Tema Mading kita kali ini Kemerdekaan lho. Ada puisi, biografi, cerpen dan lainnya. Pokoknya banyak ! AYO buktikan semangatmu dengan membaca !Ay. Susunan Redaksi, salah satu cara membuat mading, yaitu dengan memberikan susunan redaksi yang berisikan nama-nama penyusun mading. Materi tambahan, beberapa materi tambahan yang menarik agar lebih menarik sepertihumor . erita atau pantun luc. , komik singkat menariktips & trik mernarik, cerpen, puisi, karikatur dan lainnya. Hiasan Mading, untuk membuat isi mading agar menjadi lebih menarik, kita dapat menambahkan beberapa hiasan. Hiasan dapat terbuat dari biji-bijian, kertas koran, renda, kancing, pita, kain perca, kain flanel, dan lain-lain. Hasil Majalah dinding merupakan salah satu wujud keterampilan menulis. Menurut Supriyanto Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 03. Desember 2024 Submitted : 2024-11-20 Accepted : 2024-12-17 Published : 2025-02-05 (Santoso. H, 2. majalah dinding sangat mungkin diselenggarakan karena merupakan salah satu bentuk majalah sekolah yang sederhana dengan biaya yang murah sehingga lebih mungkin dilaksanakan di mana saja. Dalam hal ini majalah dinding bukanlah hal yang baru dan asing dalam dunia persekolahan. Kehadirannya di sekolah bukan saja disikapi sebagai pelengkap fasilitas semata, tetapi juga telah menjadi kebutuhan dalam merekayasa siswa, baik yang berkaitan dengan program kurikulum kurikuler maupun kokurikuler (Umar. W, 2. Majalah dinding memiliki peran yang cukup tinggi dalam upaya pembinaan dan pembentukan siswa, baik dalam aspekpengetahuan, kemampuan/keterampilan, bakat dan minat maupun sikap. Perananmajalah dinding yang tampak pokok sebagai salah satu fasilitas kegiatan siswa secara fisikal dan faktual serta memiliki sejumlah fungsi, yaitu : . informatif, . rekreatif, . kreatif (Jamaludin. J et al, 2. Lebih lanjut. Zubaidah dan Saptono menganggap bahwa keberadaan mading dapat mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik . Majalah dinding adalah salah satu strategi dalam meingkatkan literasi dilingkungan sekolah. Namun pada kenyataanya, pemanfaat mading diskeolah SMP Methodist belum maksimal. Adapun sumbangan yang dapat diberikan untuk meningkatkan literasi di sekolah SMP Methodist Pematangsiantar dalam pemanfaatan mading sekolah adalah dnegan memberikan pelatihan pembuatan mading sekolah. Berikut ini dokumentasi pelaksanaan pembuatan mading sekolah dapa dilihat pada gambar 2 dan 3. Gambar 2. Pengarahan Tim PkM dalam Pembuatan Mading Gambar 3. Memajang Hasil Karya Siswa pada Mading Sekolah Materi pelatihan pembuatan mading sekoolah dibuat sesuai kebutuhan yang diinginkan oleh Sekolah SMP Methodist Pematangsiantar sehingga diharapkan mendapatkan hasil yang maksimal Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi: https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol 2 No 03. Desember 2024 Submitted : 2024-11-20 Accepted : 2024-12-17 Published : 2025-02-05 dalam pelatihan ini. Bagi tim PkM kegiatan pelatihan ini adalah program yang sangat penting terutama dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Selanjutnya dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan kedua belah pihak dapat berpearan strategis dan taktis serta mengatasi permasalahan sesuai dengan misi pengabdian kepada masyarakat. Kesimpulan Dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa: . Tim PkM telah berhasil melaksanakan Pelatihan pembuatan mading bagi Siswa SMP Methodist Pematangsiantar. Para siswa membutuhkan pembinaan pembuatan mading sekolah karena minimnya wawasan siswa tentang penulisan berbagai jenis karya tulis. Dengan adanya pelatihan pembuatan mading sekolah di SMP Methodist Pematangsiantar, pengetahuan dan pemahaman siswa tentang pemanfaatan dan pengelolaan mading sekolahmeningkat. Terjalin kemitraan dan kerjasama antara pihak Perguruan Tinggi dan SMP Methodist Pematangsiantar. Daftar Pustaka