Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februari 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 Hal. 1 : 7 PENGARUH IMPLEMENTASI SAFETY MANAGEMENT SYSTEM TERHADAP PELAYANAN NAVIGASI PENERBANGAN Putu Krisna Surya Wardana. Dwi Lestary. Pangsa Rizkina Aswia. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug e-mail: 1putu. krisnasw@gmail. com, 2dwi. lestary@ppicurug. rizkina@ppicurug. 1,2,3 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Implementasi Safety Management System (SMS) terhadap Pelayanan Navigasi Penerbangan di Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Cabang Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif di mana metode pengumpulan datanya menggunakan angket/kuesioner, analisis SMS Gap Analysis Checklist dan studi dokumentasi sedangkan pengolahan data dilakukan dengan SPSS dengan sampel 22 responden serta taraf kesalahan 5% yang ditujukan kepada personel ATC di Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin. SMS Gap Analysis Checklist diisi oleh Manajer Keselamatan. Keamanan dan Standarisasi. Kesimpulan penelitian ini adalah diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan pengaruh antara Implementasi SMS terhadap Pelayanan Navigasi Penerbangan dengan nilai koefisien sebesar 0,786 dan koefisien determinasi sebesar 62%. SMS Gap Analysis Checklist, hasilnya menunjukkan bahwa Implementasi SMS di Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin berada di tahap I yaitu perencanaan implementasi SMS. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi sumber dalam mengevaluasi Implementasi SMS serta meningkatkan Pelayanan Navigasi Penerbangan di Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin. Kata Kunci: implementasi safety management system (SMS), navigasi penerbangan, pelayanan, perencanaan. Abstract: This study aims to determine the effect of the Implementation of the Safety Management System (SMS) to Air Navigation Services at Perum LPPNPI of Banjarmasin Branch. This study used quantitative analysis in which the data collection method used a questionnaire, analysis of the SMS Gap Analysis Checklist and documentation studies while data processing was carried out by SPSS with a sample of 22 respondents and an error rate of 5% which is addressed to ATC personnel at Perum LPPNPI of Banjarmasin Branch. The SMS Gap Analysis Checklist was filled out by the Manager of Safety. Security and Standardization. The conclusion of http://journal. id/index. php/jurnal-langit-biru Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februari 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 this study is it is known that there was a significant relationship and influence between the implementation of SMS on Air Navigation Services with a coefficient value of 0. 786 and a coefficient of determination of 62%. SMS Gap Analysis Checklist, the results showed that the SMS Implementation at Perum LPPNPI of Banjarmasin Branch was in stage I, namely SMS implementation planning. The results of the research were expected to be a source in evaluating the implementation of SMS and improving Air Navigation Service at Perum LPPNPI of Banjarmasin Branch. Keyword: the implementation of SMS, air navigation, services, planning Pendahuluan Bandar Udara Syamsudin Noor merupakan salah satu Bandar Udara Kalimantan Selatan khususnya di Kecamatan Landasan Ulin. Kota Banjarbaru, penghubung antara Indonesia bagian timur dan barat karena terletak di Indonesia bagian tengah. Bandara ini terus mengalami peningkatan jumlah penumpang tiap tahunnya. Dengan terjadinya peningkatan tersebut maka dibutuhkan penanganan yang baik, khususnya kualitas pelayanan jasa pemanduan lalu lintas udara yang perlu ditingkatkan. Pencegahan incident dan accident harus dilaksanakan, maka dikembangkanlah suatu sistem tersendiri yang mengatur tentang bagaimana menekan angka kecelakaan dengan membuat suatu metode pelaporan dan pencatatan kecelakaan yang mendeteksi . , konsekuensi serta risiko . dan mensosialisasikan analisis tersebut kepada pihak-pihak yang terkait. Sistem tersebut dikenal dengan Sistem Manajemen Keselamatan (Safety Management System/SMS). Safety Management System (SMS) berarti suatu pendekatan sistematis untuk mengelola organisasi yang diperlukan, kewajiban, kebijakan dan prosedur, (KM 20 tahun Safety Management System (SMS) ini juga diamanatkan dalam UU Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan bagian ke empat pasal 314 ayat . yang berbunyi: AuSetiap penyedia jasa penerbangan wajib membuat, melaksanakan, mengevaluasi, keselamatan . afety management syste. dengan berpedoman pada program keselamatan penerbangan nasionalAy. Selain rekomendasi ICAO pada Annexes 19 Safety Management System dan ICAO Doc 9859 Safety Management Manual. Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin telah menerapkan Safety Management System namun peranan SMS Penulis menemukan fenomena terkait masalah safety yaitu belum terdapatnya VFR Corridor untuk penerbangan pesawat latih menyebabkan tidak adanya acuan Pengaruh Implementasi Safety Management SystemTerhadap Pelayanan Navigasi Penerbangan pasti posisi pesawat sehingga tidak menutup kemungkinan terjadinya near miss dengan kondisi traffic semakin lama semakin meningkat. Hal ini juga sebelumnya, pada tahun 2017 tentang Penerapan Safety Management System dan Kompetensi Pemandu Lalu Lintas Penerbangan. Adapun tujuan penelitian ini, sebagai berikut: Mengetahui implementasi safety management system (SMS) di Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin. Mengetahui pelayanan navigasi penerbangan di Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin. Mengetahui system (SMS) terhadap pelayanan navigasi penerbangan di Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin. Metode Dalam penelitian ini, peneliti analisis kuantitatif yang disebut juga metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk Data penelitian pada metode ini berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik (Sugiyono. Peneliti variabelvariabel yang akan diteliti menjadi dua Variabel Bebas . Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini variabel X atau variabel bebas adalah Implementasi Safety Management System. Variabel Terikat . Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini variabel Y atau variabel terikat adalah Pelayanan Navigasi Penerbangan. Tabel 1. Dimensi dan indikator variable X DIMENSI Safey Policy and Objectives Safety Risk Management Safety Assurance Safety Promotion INDIKATOR Komitmen dan tanggung jawab manajemen Pertanggung jawaban keamanan Dokumentasi SMS Mengidentifikasi adanya bahaya . Penilaian dan mitigasi risiko keselamatan Adanya pemantauan dan pengukuran kinerja keselamatan Adanya prosedur pengelolaan perubahan Perbaikan berkelanjutan yang berkaitan dengan Safety Management System Adanya pelatihan dan pendidikan Adanya komunikasi keselamatan penerbangan Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februari 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 Tabel 2. Dimensi dan indikator variable Y DIMENSI INDIKATOR Keselamatan Kelancaran Keteraturan Tidak terjadi BOS (Breakdown of Separatio. dan BOC (Breakdown of Coordinatio. Tidak terjadi incident maupun accident Tidak terjadi delay atau holding di darat maupun udara Terampil dan tepat dalam menentukan urutan landing maupun take off . Metode Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam mendapatkan dan mengumpulkan penjelasan data yang berhubungan dengan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Angket (Kuesione. Angket (Kuesione. teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden (Aminarno, 2. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kuesioner tertutup yaitu responden memilih jawaban yang sudah ada. Adapun teknis yang digunakan dalam penyebaran angket atau kuesioner ini yaitu diberikan kepada seluruh pemandu lalu lintas udara yang tersebar di Divisi Pelayanan Aerodrome Control Tower dan Approach Control Unit di Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin. Studi Dokumentasi Studi Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subyek penelitian (Aminarno, 2. Dalam hal ini peneliti mengamati, mempelajari, dan memperoleh data yang memuat masalah SMS dari sumber lain seperti dokumen International Civil Aviation Organization (ICAO). Annexes, buku ilmu pengetahuan, literatur, laporan kerja, dan lain-lain. Metode Analisis Data Di dalam mengolah data, peneliti melakukan analisis terhadap data yang diperoleh dengan menggunakan analisis Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik korelasional dimana analisis data bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan sebelumnya. Analisis data yang dilakukan meliputi uji persyaratan analisis data sebagai persyaratan penggunaan analisis dan teknik pengujian hipotesis. Proses perhitungan dengan menggunakan analisis kuantitatif dilakukan melalui proses berikut : skala likert, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji lineritas, analisis korelasi, analisis regresi linier sederhana, koefisien Diskusi Analisis regresi linier dilakukan Implementasi Safety Management System (X) sebagai variabel bebas serta PeIayanan Navigasi Penerbangan (Y) sebagai variabel Persamaan regresi adalah sebagai berikut : Pengaruh Implementasi Safety Management SystemTerhadap Pelayanan Navigasi Penerbangan Tabel 3 Total Jawaban SMS Gap Analysis Checklist Semua Komponen Telah Dilaksanakan Dalam Proses Pelaksanaan Tidak Dilaksanakan TOTAL Jumlah Presentase dilaksanakanAy. Hal ini menunjukkan dipersyaratkan oleh gap analysis checklist telah dilaksanakan. Hasil di atas merupakan presentase elemen SMS yang sudah terimplementasi di Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin yaitu sebesar 87 %. Berdasarkan SMS GAP Analysis Checklist, penerapan SMS di Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin baru memasuki tahap I yaitu perencanaan implementasi SMS. Pada tahapan ini terdapat persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum melanjutkan kegiatan pada tahapan II. Dari Tabel 3 diatas, terlihat bahwa dari 71 pertanyaan terdapat 62 pertanyaan atau 87 % dijawab Autelah dilaksanakanAy dan 4 pertanyaan atau 6 % Audalam proses pelaksanaanAy serta 5 Autidak Tabel 4 Hasil Uji Regresi X dan Y Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Management . (Constan. Implementasi System Safety Sig. Dependent Variable: Pelayanan Navigasi Penerbangan Tabel 5 Koefisien Determinasi (R squar. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Implementasi Safety Management System Dari tabel 4 di atas diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : Y = 265 0. 813 X. Persamaan regresi linier sederhana dapat dijelaskan bahwa koefisien regresi Implementasi Safety Management System adalah sebesar 0,813, artinya jika variabel Implementasi Safety Management System kenaikan 1 satuan, maka nilai dari PeIayanan Navigasi Penerbangan akan mengalami kenaikan sebesar 0,813 Hal itu juga berlaku sebaliknya. Dari tabel 5 di atas diperoleh koefisien determinasi atau R Square adalah 0,617 artinya 62% variabel Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol. 14 No. 1 Februari 2021 ISSN . 1979-1534 ISSN . 2745-8695 terikat yaitu Pelayanan Navigasi Penerbangan (Y) dipengaruhi oleh variabel bebas Implementasi Safety Management System (X) dan sisanya sebesar 38% dipengaruhi faktor lainnya Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persamaan regresi linier Y = 265 0,813 X yang artinya apabila variasi nilai pada Implementasi Safety Management System sebanyak 1 satuan maka variasi nilai Pelayanan Navigasi Penerbangan akan naik sebanyak 0,813 pada tingkat selain itu dari hasil penelitian juga dapat diketahui bahwa Implementasi Safety Management System memiliki kaitan yang kuat Pelayanan Navigasi Penerbangan . earson correlation r=0,. , adanya Implementasi Safety Management System memberikan pengaruh sebesar 62 % terhadap Pelayanan Navigasi Penerbangan . % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian in. Kemudian dilihat dari SMS Gap Analysis Checklist untuk implementasi Safety Management System di Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin terlihat dari 71 pertanyaan terdapat 62 pertanyaan atau 87 % dijawab Autelah dilaksanakanAy dan dan 4 pertanyaan atau 6 % Audalam proses pelaksanaanAy serta 5 pertanyaan atau 7 % Autidak dilaksanakanAy. Hal ini menunjukkan masih terdapat beberapa kekurangan sehingga diperlukannya perbaikan seperti yang dipersyaratkan oleh SMS Gap Analysis Checklist. Maka dari itu dapat diketahui bahwa implementasi Safety Management System di Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin berdasarkan tahapan implementasi SMS pada Safety Management Manual Doc. 9859, 2013, phased approach yaitu berada pada tahap I Ae Perencanaan Implementasi Safety Management System (SMS). Kesimpulan Melihat dari hasil analisis di atas, ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi, yaitu sudah ditunjuknya Akuntabel Eksekutif . ccountable executiv. namun belum secara penuh bertanggung jawab langsung terhadap pelaksanaan kegiatan perusahaan terkait SMS. belum maksimalnya Safety Committee atau Review Board dan Safety Action Group untuk tujuan meninjau kinerja SMS dan keselamatan, peninjauan berkala terhadap ERP, dan belum adanya prosedur untuk tindakan korektif atau tindak lanjut ketika target dilampaui/dilanggar. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, peneliti berkeinginan untuk menyumbangkan ide dalam bentuk rekomendasi sebagai implementasi SMS dalam pelayanan navigasi penerbangan di Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin, sebagai berikut : Mempertegas kembali tugas dan tanggung jawab General Manager dan dituang di dalam manual SMS. Melakukan efektifitas pelaksanaan manajemen pencegahan bahaya. Mengevaluasi dan memaksimalkan tugas Safety Committee atau Review board dan Safety Action Group yang Pengaruh Implementasi Safety Management SystemTerhadap Pelayanan Navigasi Penerbangan ada di Perum LPPNPI Cabang Banjarmasin Peningkatan pelayanan navigasi penerbangan melalui pendidikan dan Daftar Pustaka