Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 104-113, 2024 DOI: https://doi. org /10. 51352/jim. OPTIMASI KOMPOSISI SETIL ALKOHOL DAN PROPILENGLIKOL PADA SEDIAAN LOTION TABIR SURYA EKSTRAK ANGGUR HITAM (Vitis vinifera L. ) DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Submitted : 4 Mei 2024 Edited : 16 Desember 2024 Accepted : 23 Desember 2024 Repining Tiyas Sawiji1*. Elisabeth Oriana Jawa La2. Fitriyani3 Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha. Denpasar 80226. Bali. Indonesia Email : repiningtiyas@gmail. 1,2,3 ABSTRAK Buah anggur hitam memiliki antioksidan alami yang mengandung senyawa flavonoid yaitu resveratrol yang berperan sebagai UV absorben sehingga dapat digunakan sebagai tabir Untuk mempermudah penggunaannya, maka dibuat sediaan kosmetik berupa lotion. Sifat fisik dan stabilitas sediaan lotion dipengaruhi oleh emulgator dan humektan yang dapat mempertahankan kandungan air pada saat pemakaian. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan komposisi setil alkohol dan propilenglikol yang menghasilkan formula dengan sifat fisik dan nilai SPF yang optimum. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan bahan aktif ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera L. ) dengan konsentrasi 3%. Sediaan lotion tabir surya dibuat sebanyak 8 run dengan rentang konsentrasi setil alkohol 2-5% dan propilen glikol 7-10%. Komposisi setil alkohol dan propilenglikol dioptimasi menggunakan perangkat lunak Design Expert versi 13 dengan parameter uji daya sebar, daya lekat, dan viskositas, serta nilai SPF in-vitro menggunakan spektrofotometer Uv-Vis. Formula optimum ditentukan dengan menggunakan metode numerical, kemudian diverifikasi dan diuji kembali sifat fisiknya dengan nilai prediksi yang sudah ditetapkan oleh software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum lotion ekstrak anggur hitam didapatkan konsentrasi setil alkohol sebesar 2,1% dan propilen glikol 9,8%. Sediaan lotion ekstrak anggur hitam berbentuk sediaan semi padat, dengan warna coklat muda yang homogen, serta pH sesuai kulit. Lotion ekstrak anggur hitam optimum menghasilkan nilai daya sebar 53,7 g. cm/menit, daya lekat 1,4 detik, viskositas 142 dPa. S, dan nilai SPF 4,6. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahan komponen emulgator dan humektan berpengaruh pada mutu fisik sediaan, meliputi viskositas, daya lekat, daya sebar. Kata Kunci : Vitis vinifera L. Tabir surya. Lotion ABSTRACT Black grapes have natural antioxidants which contain flavonoid compounds, namely resveratrol which acts as a UV absorbent so that it can be used as a sunscreen. To facilitate its use, cosmetic preparations are made in the form of lotions. The physical properties and stability of lotion preparations are influenced by emulsifiers and humectants which can maintain the water content when used. The aim of this study was to determine the composition of cetyl alcohol and propylene glycol to produce a formula with optimum physical properties and SPF value. This study used a laboratory experimental research design using the active ingredient of black grape extract (Vitis vinifera L. ) at a concentration of 3%. The sunscreen lotion was made in 8 runs with This open access article is distributed under a Creative Commons Attribution (CC-BY-NC-SA) 4. 0 International license. Copyright . 2024 Jurnal Ilmiah Manuntung How to Cite . SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA Sawiji RT. La EOJ. Fitriyani. OPTIMASI KOMPOSISI SETIL ALKOHOL DAN PROPILENGLIKOL PADA SEDIAAN LOTION TABIR SURYA EKSTRAK ANGGUR HITAM (Vitis vinifera L. ) DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan. :104-113. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 104-113, 2024 a concentration range of 2-5% cetyl alcohol and 7-10% propylene glycol. The composition of cetyl alcohol and propylene glycol was optimized using Design Expert software version 13 with test parameters of spreadability, adhesion, and viscosity, as well as in-vitro SPF values AUAUusing a Uv-Vis spectrophotometer. The optimal formula is determined using a numerical method, then intelligence and re-tested its physical properties with predicted values AUAUthat have been set by the The results showed that the optimum formula for black grape extract lotion was 2. cetyl alcohol and 9. 8% propylene glycol. Black grape extract lotion is in the form of a semi-solid dosage form, with a homogeneous light brown color, and a pH according to the skin. The optimum black grape extract lotion produced a spreading power value of 53. 7 g. cm/minute, an adhesion of 4 seconds, a viscosity of 142 dPa. S, and an SPF value of 4. Based on the research, it can be concluded that the emulsifier and humectant components have an effect on the physical quality of the preparation, including viscosity, adhesion, spreadability. Keywords : Vitis vinifera L, sunscreen. SPF. PENDAHULUAN Kulit merupakan organ terluar yang salah satu fungsinya sebagai lapisan penghalang untuk melindungi tubuh dari pengaruh lingkungan. Tingginya paparan sinar matahari secara langsung dapat menyebabkan radiasi UV berpenetrasi ke dalam kulit sehingga mengakibatkan kerusakan kulit seperti kemerahan, kekeringan serta kulit kering dan dapat memicu terjadinya kanker kulit yang disebabkan paparan sinar UV secara terus menerus . Salah satu cara yang yang dapat digunakan untuk melindungi kulit dari bahaya radiasi sinar UV adalah dengan mengaplikasikan tabir surya. Tabir surya adalah zat yang mengandung bahan pelindung kulit terhadap paparan sinar UV yang secara fisik atau kimia yang dapat menghambat penetrasi sinar UV kedalam kulit . Tingkat efektivitas suatu tabir surya didasarkan pada pengukuran nilai SPF (Sun Protection Facto. merupakan salah satu indeks umum yang digunakan dalam mengukur keefektifan proteksi tabir surya. Tanaman yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan tabir surya adalah buah anggur hitam. Buah anggur hitam memiliki aktivitas antioksidan karena terdapat kandungan metabolit sekunder flavonoid yaitu resveratrol dengan nilai IC50 pada ekstrak anggur hitam sebesar 11,39 AAg/mL. Bentuk sediaan lotion dipilih karena berbentuk emulsi yang memiliki sifat melembutkan, sehingga pada saat penggunaan cepat meresap, mudah dicuci dengan air, mudah menyebar merata di permukaan kulit, serta tidak lengket dikulit dibandingkan dengan sediaan topikal lainnya. Sediaan emulgator untuk menjaga kestabilan fisik lotion yang bertujuan untuk menurunkan Setil merupakan emulgator yang memiliki sifat menaikan viskositas sediaan lotion sehingga dapat menyebabkan menurunnya daya sebar. Propilenglikol juga berperan sebagai humektan dan berpengaruh terhadap stabilitas sediaan lotion, penggunaan prolilen glikol dengan konsentrasi 10% dapat meningkatkan daya sebar dan daya lekat pada lotion. Oleh karena itu, perlu diformulasikan dalam bentuk sediaan lotion, agar dapat diaplikasikan pada kulit dengan bahan aktif ekstrak anggur hitam(Vitis vinifera L. ) sebagai agen tabir surya dengan sifat fisik lotion yang baik. Metode simplex lattice design (SLD) merupakan metode yang digunakan untuk mengoptimasi formula pada berbagai perbedaan jumlah komposisi bahan, yang semua jumlah totalnya komponen dibuat sama. Metode SLD lebih menghemat penggunaan bahan serta menghemat waktu pada proses formulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi setil alkohol dan propilenglikol pada sediaan ekstrak anggur hitam sebagai sediaan lotion tabir surya sehingga diperoleh formula optimum lotion ekstrak anggur hitam yang memiliki sifat fisik sediaan yang baik. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 104-113, 2024 METODE PENELITIAN metode peleburan. Sediaan lotion terdiri dari dua fase . ase minyak dan fase ai. , fase minyak diantaranya asam stearate, mineral oil, setil alkohol, dimetikon, nipagin, dan nipasol dileburkan di atas waterbath menggunakan cawan porselen pada suhu 70oC. Fase air yang terdiri dari trietanolamin, propilen glikol dan aquades dileburkan dengan langkah yang sama seperti fase minyak dengan wadah Fase minyak setelah melebur dimasukkan ke dalam mortir kemudian diaduk sambil ditambahkan fase air secara perlahan, aduk sampai kedua fase tersebut homogen, kemudian setelah homogen dan suhu 40oC ditambahkan ekstrak anggur hitam. Pembuatan ekstrak etanol 95% buah anggur hitam Buah anggur hitam diperoleh dari perkebunan anggur di daerah dencarik dan temukus. Kab. Buleleng. Prop. Bali, selanjutnya dilakukan determinasi tanaman oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) BKT Kebun Raya AuEKA KARYAAy Bali. Ekstrak buah anggur hitam diperoleh dengan cara sebanyak 5 kg buah anggur hitam di blender, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95% dengan perbandingan 1:5. Proses maserasi dilakukan selama 3x24 jam sambil sesekali diaduk dengan suhu 250-300C. Filtrat dipekatkan dengan rotary evaporator hingga didapatkan ekstrak kental. Optimasi formula lotion ekstrak anggur Pemilihan formula optimasi dilakukan dengan menggunakan software Design Expert versi 13. Nilai lower limit dan high limit dimasukan didalam software sehingga diperoleh sebanyak 8 run formula. Pembuatan lotion tabir surya ekstrak etanol 95% buah anggur hitam Pembuatan sediaan lotion tabir surya ekstrak buah anggur hitam dilakukan dengan Tabel 1. Rentan kadar setil alkohol dan propilen glikol Variable High limit % Low limit % Setil alkohol Propilen glikol Formula dibuat sesuai variasi yang ditentukan oleh software, kemudian dilakukan pengujian sifat fisik meliputi uji daya sebar, daya lekat, viskositas dan SPF. Hasil uji kemudian dimasukan sebagai parameter respon untuk menentukan formula optimum lotion ekstrak anggur hitam. Tabel 2. Kedelapan run formula lotion ekstrak anggur hitam Formula (%) Eksrak buah anggur Asam stearate Mineral oil *Setil alcohol Dimeticone TEA *Propilen glikol 2,75 4,25 9,25 7,75 Metil paraben 0,02 Propil paraben 0,01 Add 100 Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 104-113, 2024 Verifikasi formula optimum lotion ekstrak anggur hitam Hasil formula optimum yang diperoleh dari software Design Expert versi 13 dibuat dan dilakukan uji sifat fisik. Hasil uji observasi dibandingkan dengan prediksi respon dari software Design Expert. Sebanyak 0,5 g lotion tabir surya ditimbang lalu diletakkan di tengah kaca bundar berskala, diatas sediaan diletakkan kaca bundar lain yang telah ditimbang lalu didiamkan selama 1 menit dan dicatat Tambahkan beban seberat 50 gram diatas kaca penutup dan didiamkan selama 1 menit lalu dicatat Pemberat ditambahkan dengan kelipatan 50 g hingga mencapai 150 g. Uji Sifat Fisik Lotion Ekstrak Anggur Hitam Uji organoleptik Masing-masing dioleskan pada kaca bening. Amati sampel lotion secara visual yaitu warna, tekstur, bentuk, dan bau formula sediaan. Uji viskositas Sebanyak 150 g lotion dimasukkan ke dalam cup dan dipasang pada spindel no. 2 ataupun no. 3 pada viskometer, kemudian viskositas lotion tabir surya diketahui dengan mengamati angka yang tertera pada rotor. Uji homogenitas masing-masing formula lotion diambil secukupnya kemudian dioleskan pada plat kaca, diraba, dan digosokkan, massa lotion harus menunjukkan susunan homogen yaitu tidak terasa adanya bahan padat pada kaca. Uji SPF Sediaan ditimbang sejumlah 0,1 g kemudian dilarutkan dalam 10 mL etanol 95%, kemudian disaring menggunakan kertas saring. Blanko yang digunakan etanol Penentuan nilai SPF dilakukan 3 kali replikasi pada masing-masing formula. Kemudian hasil absorbansi yang muncul pada spektrofotometri UV-Vis dicatat nilai SPF kemudian data yang diperoleh diolah dengan metode mansur I. Uji pH Sebanyak 0,5 g lotion tabir surya ditimbang kemudian dilarutkan dengan 10 mL aquadest dalam beaker glass, diaduk sampai rata, kemudian celupkan elektroda ke dalam beaker glass, angka yang ditunjukan pH meter merupakan nilai pH lotion. Uji daya lekat Sebanyak 0,5 g sediaan lotion tabir surya ditimbang, diletakkan di tengah gelas objek dan ditutup dengan gelas objek Kemudian ditekan beban 500 g selama 5 menit di atas gelas objek penutup. Setelah 5 menit beban diturunkan, lalu kedua ujung gelas objek dikaitkan dengan penjepit pada alat uji daya lekat, lalu lepas beban SPF = CF yEE ()y I ( )y Abs() Keterangan : = Faktor koreksi . Abs = Absorbansi sampel = Efektifitas eritema yang disebabkan sinar UV pada panjang gelombang nm = Intensitas sinar UV pada panjang gelombang nm. Uji daya sebar Tabel 3. Spektrum efek eritemal dan intensitas dari matahari . ilai EE x I) Panjang gelombang () nm EE x I 0,0150 0,0817 0,2874 0,3278 Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 104-113, 2024 0,1864 0,0839 Total 0,0180 1,000 HASIL DAN PEMBAHASAN senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam anggur hitam tanpa melalui proses pemanasan, sehingga senyawa yang terkandung didalamnya tidak mudah rusak atau terurai akibat pemanasan. Maserasi ekstrak buah anggur hitam ini menggunakan pelarut etanol 95% dengan perbandingan 1:5. Pelarut etanol 95% digunakan karena pelarut tersebut mampu menarik flavonoid. Etanol merupakan pelarut polar yang dapat melarutkan senyawa flavonoid yang juga bersifat polar. Syarat rendemen ekstrak kental yaitu kurang dari 10% dan kandungan air untuk ekstrak kental 5-30% . Hasil ekstraksi anggur hitam dapat dilihat pada Tabel 4, berdasarkan hasil rendemen dan kadar air sudah memenuhi syarat. Hasil determinasi tanaman anggur hitam Hasil menunjukkan bahwa tanaman yang diteliti termasuk kedalam jenis Vitis vinifera L. suku Vitaceae Juss. Tujuan dilakukan nya determinasi dalam suatu penelitian adalah untuk membuktikan kebenaran identitas suatu tanaman yang akan diteliti dan mencegah terjadinya kesalahan dalam pengumpulan bahan penelitian. Hasil ekstraksi Metode maserasi karena maserasi merupakan metode yang paling mudah dengan peralatan yang sederhana. Metode ini dapat menyari Tabel 4. Hasil rendemen ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera L. Simplisia Bobot ekstrak Bobot yang diekstrak . Rendemen (%) Kadar air (%) Buah segar anggur hitam Formulasi dan evaluasi lotion ekstrak anggur hitam Uji organoleptis memiliki warna coklat muda pada kedelapan formula. Pada uji homogenitas hasil dari kedelapan formula menunjukan hasil homogen pada kedelapan formula yang ditandai oleh partikel dalam pengamatan kaca transparan terdispersi merata dan tidak adanya gumpalan partikel sediaan lotion. Demikian juga dengan uji bau khas anggur hitam pada sediaan lotion karena kedelapan formula tidak ditambahkan aroma pengharum yang lain agar diharapkan memiliki aroma yang khas dari tumbuhan tersebut. Bahan lain pada penelitian ini seperti asam stearate yang dikombinasikan dengan setil alkohol pada pembuatan sediaan lotion berfungsi sebagai emulgator untuk menjaga kestabilan lotion serta dapat membentuk lapisan yang mengelilingi fase minyak sehingga dapat mengakibatkan fase minyak terdispersi pada fase air yang akan membentuk basis kental. , mineral oil sebagai basis minyak yang digunakan sebagai pelembab. TEA sebagai pengatur pH, dimetikon sebagai emollient, nipagin dan nipasol sebagai pengawet karena kandungan air serta penggunaan bahan alam dapat berisiko memicu pertumbuhan mikroba. Pengujian pH pada sediaan lotion bertujuan untuk mengetahui keamanan sediaan lotion pada saat penggunaan di kulit sehingga tidak menimbulkan iritasi. Berdasarkan pengujian nilai pH pada sediaan lotion ekstrak anggur hitam berkisar 4-6 seperti disajikan pada Tabel 5. Hasil yang diperoleh telah sesuai dengan syarat nilai Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 104-113, 2024 pH kulit pada sediaan topikal yaitu antara 4,5 - 6,5 . Perbedaan pH sediaan lotion disebabkan penambahan setil alkohol yang bersifat asam sehingga mempengaruhi pH sediaan lotion. Tabel 5. Hasil pengujian sifat fisik dan nilai SPF lotion ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera L. Komposisi (%) SPF 2,75 4,25 9,25 7,75 0,87 1,56 1,98 Setil Propilen Keterangan: DS= daya sebar . cm/meni. V=viskositas . Pa. DL= daya lekat . Daya sebar Pengujian daya sebar bertujuan untuk mengetahui kemampuan penyebaran sediaan lotion pada saat diaplikasikan pada kulit. Daya sebar lotion yang semakin besar akan semakin mudah mengalir dan menyebar pada permukaan kulit. Hasil pengujian fisik dan nilai SPF kedelapan run dapat dilihat pada Tabel 5 . Hasil uji fisik kedelapan run diperoleh daya sebar yang berbeda-beda, yang artinya komposisi setil alkohol dan propilenglikol memiliki pengaruh pada daya sebar lotion. Tabel 6. Data hasil ANOVA Design Expert Respon. Daya sebar Daya lekat Viskositas SPF Model Quadratic . Nilai p=0,0033 Quadratic . nilai p= 0,0387 Linier . Nilai p=0,0109 Lininer . Nilai p=0,444 Equation of Actual Lack of Fit y= 42,50(A) 59,01(B)-78,10(AB) Tidak signifikan Nilai p=0,2998 y= 0,9865(A) 1,62(B) 4,22(AB) Tidak signifikan Nilai p=0,1122 y= 273. 53(A) 135,97(B) Tidak signifikan nilai p=0,3689 y= 4,12(A) 5,01(B) Tidak signifikan Nilai p=0,8080 Keterangan: A . etil alcoho. B . ropilen gliko. AB . etil alkohol dan propilen gliko. Data respon daya sebar dianalisis menggunakan software Design Expert Hasil uji ANOVA respon daya sebar dapat dilihat pada Tabel 6. Persamaan model grafik uji daya sebar didapatkan hasil quadratic mixture yang memiliki koefisien positif yang artinya kedua komponen . etil alkohol dan propilen gliko. berpengaruh dalam meningkatkan daya sebar. Berdasarkan persamaan diatas, propilenglikol yang paling dominan dalam menurunkan daya sebar sediaan lotion karena respon tertinggi terdapat pada propilenglikol ( 59,. Konsentrasi propilenglikol yang semakin tinggi dapat melunakkan sediaan lotion, sehingga daya sebar akan meningkat. Hubungan antara setil Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 104-113, 2024 alkohol dan propilenglikol terhadap respon daya sebar terdapat pada Gambar 1 yang menunjukan adanya interaksi negatif dari kedua komponen, sehingga setil alkohol dan propilenglikol dapat menurunkan daya sebar. lapisan yang mengelilingi fase minyak sehingga butiran minyak terdispersi dengan air. Daya lekat Pengujian daya lekat bertujuan untuk melihat kemampuan suatu sediaan topikal melekat pada kulit setelah diaplikasikan. Semakin lama waktu sediaan lotion pada kulit maka semakin banyak juga zat yang berdifusi kedalam kulit, dan semakin lama kemampuan lotion melekat pada kulit sehingga efektif penggunaanya terhadap paparan sinar ultraviolet. Data uji daya lekat dianalisis menggunakan software Design Expert versi 13. Hasil uji ANOVA respon daya lekat ditunjukkan pada Tabel 6. Persamaan model grafik uji daya lekat didapatkan hasil quadratik mixture, menunjukan bahwa setil alkohol dan propilenglikol berpengaruh dalam meningkatkan daya lekat pada sediaan lotion. Penambahan konsentrasi propilenglikol yang tinggi akan menyebabkan viskositas yang diberikan semakin tinggi, sehingga dapat meningkatkan daya lekat. Nilai daya lekat juga dipengaruhi oleh suhu pencampuran bahan pada saat pembuatan lotion. Semakin tinggi suhu maka semakin terpecahnya droplet-droplet, sehingga memudahkan bahan tercampur secara merata, kondisi optimum dengan suhu pencampuran 70oC akan menghasilkan lotion dengan sifat fisik yang baik. Viskositas Pengujian viskositas bertujuan untuk mengetahui konsistensi sediaan, yang berpengaruh pada penggunaan dikulit, sehingga mudah untuk dituang. Berdasarkan Tabel 5, kedelapan run diperoleh viskositas yang berbeda-beda yang artinya variasi komposisi setil alkohol dan propilenglikol berpengaruh terhadap viskositas lotion. Model linier mixture yang dihasilkan dari data ANOVA Design Expert ditunjukkan pada Tabel 6. Setil alkohol yang paling dominan dalam meningkatkan viskositas, hal ini berbanding lurus dengan sifat setil alkohol yaitu meningkatkan viskositas dan berfungsi sebagai emulgator. Setil alkohol akan menurunkan tegangan permukaan yang menyebabkan emulsifying agent membentuk . Gambar 1. Model grafik hubungan setil alkohol dan propilenglikol terhadap . daya sebar, . daya lekat, . viskositas, . nilai SPF Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 104-113, 2024 Nilai SPF Nilai SPF dilakukan untuk menentukan efektivitas proteksi pada lotion. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa ekstrak anggur hitam mengandung metabolit sekunder flavonoid yaitu resveratrol yang memiliki manfaat sebagai antioksidan tinggi, sehingga dapat dijadikan tabir surya. Uji nilai SPF ekstrak anggur hitam pada Panjang gelombang 290-320 menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan metode mansur yang masing-masing pengukurannya direplikasi 3 kali diperoleh nilai SPF dengan rata-rata sebesar 4-5. Terdapat faktor perbedaan hasil nilai SPF yang didapatkan yaitu penggunaan pelarut, kombinasi atau konsentrasi dari tabir surya, emulgator yang digunakan serta pH. Faktor ini dapat menambah atau mengurangi penyerapan UV pada tabir surya. Penentuan formula optimum Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan oleh software Design Expert versi 13 menggunakan metode simplex lattice design diperoleh hasil formula optimum adalah formula dengan konsentrasi asam stearat 2,1% dan propilen glikol 9,8% dengan nilai desirability 0,674. Tabel 7. Kriteria formula optimum lotion dengan software Design Expert versi 13 Prediksi Solution Desirability = 0,674 Setil alkohol propilen glikol 2,1 % Daya sebar 54,4 g. cm/menit 9,8 % Daya lekat Viskositas 1,7 detik 142 dPa. Nilai SPF Penentuan didasarkan pada pendekatan nilai desirability yang paling besar, semakin mendekati angka 1 maka semakin tinggi kemungkinan mendapatkan respon yang diinginkan. Kriteria setil alkohol dan propilenglikol dipilih dalam rentang in range untuk mendapatkan respon terbaik dengan kombinasi dari kedua variabel yang dioptimasi. Untuk kriteria respon daya sebar, daya lekat, viskositas dan SPF dipilih rentang maximize yang diharapkan mendapatkan formula lotion yang Formula optimum yang dibuat selanjutnya kembali diuji daya sebar, daya lekat, viskositas dan nilai SPF dan diperoleh hasil yang ditunjukkan pada Tabel 8. Tabel 8. Evaluasi formula optimum lotion Komponen (%) Replikasi Setil Daya . 56,25 Verifikasi formula optimum Formula optimum lotion ekstrak anggur hitam yang dihasilkan dari prediksi software formulasi dan evaluasi yang ditunjukkan pada Tabel 8. Berdasarkan Daya . Viskositas . Pa. SPF prediksi respon yang diperoleh dari SLD kemudian dibandingkan dengan respon nilai observasi atau percobaan, hasil dari nilai observasi dan prediksi tidak menunjukan perbedaan yang signifikan sehingga Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan p-ISSN. 2442-115X. e-ISSN. Vol. 10 No. Hal. 104-113, 2024 dikatakan bahwa metode simplex lattice design ini sesuai dan dapat digunakan untuk menentukan formula optimum sediaan lotion ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera L. Viskositas sebar dan daya lekat suatu sediaan, yakni berbanding terbalik dengan daya sebar. Semakin tinggi viskositasnya maka daya sebar nya semakin menurun. Sedangkan pada daya lekat hubungannya berbanding lurus yaitu semakin kental suatu sediaan maka daya lekat semakin tinggi. Hudairiah NN. Rosalinda S Widyasanti Formulasi Handbody Lotion (Setil Alkohol dan Karagena. dengan Penambahan Ekstrak Delima Merah. TEKNOTAN. , pp. 2528Ae Hendradi E. Chasanah U. Indriani T. Fionnayuristy F. Pengaruh Gliserin Dan Propilenglikol Terhadap Karakteristik Fisik . Kimia Dan SPF Sediaan Krim Tipe O / W Ekstrak Biji Kakao (Theobroma cacao L. Pharma Scientia. pg 31-42. Azmi HD. Subaidah WA. Juliantoni Optimasi Formula Sediaan Lotion Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L. ) Dengan Variasi Konsentrasi Setil Alkohol dan Gliserin. Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo. , p. Tandi J. Novrianto KG. Formulasi Tabir Surya Zink Oksida Dalam Sediaan Krim Dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Anggur Hitam (Vitis vinivera L. Jurnal Sains dan Kesehatan. , pp. 352Ae358. Dewi B. Formulasi Lotion Dari Ekstrak Buah Anggur Merah (Vitis vinifera L. Scientia Jurnal Farmasi dan Kesehatan. , pp. 23Ae28. Cahyani AS. Erwiyani AR. Formulasi dan Uji Sun Protection Factor (SPF) Sediaan Krim Ekstrak Etanol 70% Daging Buah Labu Kuning (Curcubita Maxima Durc. Secara In Vitro. Jurnal Farmasi. Pg 1-11 Badaring DR. Sari SPM. Nurhabiba S. Wulan W. Lembang SAR. Uji Ekstrak Daun Maja (Aegle marmelos L. ) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Indonesian. Journal Of Fundamental Sciences (IJFS). Marpaung MP. Septiyani A. Penentuan Parameter Spesifik Dan Nonspesifik Ekstrak Kental Etanol Batang Akar Kuning (Fibraurea chloroleuca Mier. Journal of Pharmacopolium. pg 58-67 SIMPULAN Formula optimum setil alkohol sebesar 2,1% dan propilen glikol 9,8% menghasilkan lotion yang mempunyai pH sesuai dengan pH kulit, daya lekat 1,4 detik, daya sebar 53,7 g. cm/menit, viskositas 142 dPa. s dan memiliki nilai SPF 4,6 DAFTAR PUSTAKA