Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 DOI http://dx. org/10. 36722/psn. [SN . Pengenalan Struktur Tumbuhan dan Membatik dengan Metode Eco-printing di Kampung Cahaya. Menteng Atas. Setiabudi. Jakarta Selatan Dhea Hanun1*. Nabila1. Kun Mardiwati Rahayu1. Dira Syafira1. Najuwa1. Wendy Almira Kintoko1 Biologi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Al Azhar Indonesia. Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru. Jakarta Selatan, 12110. Email Penulis Korespondensi: dheanabila99@gmail. Abstrak Mayoritas warga Kampung Cahaya yang berlokasi di tengah TPU Menteng bekerja sebagai pemulung, termasuk orang tua dan anak-anak. Anak-anak di kampung Cahaya dalam kesehariannya dihabiskan membantu orang tuanya dan bermain sehingga diperlukan kegiatan dan aktivitas Untuk itu, diadakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengajarkan mengenai tumbuhan dan kerajinan tangan secara non-formal agar dapat mendukung pengetahuan sains dan kreativitas anak-anak di Kampung Cahaya. Struktur anatomi tumbuhan secara umum terdiri dari akar, batang, dan daun. Bagian daun, bunga, dan batang dapat menjadi bahan pewarna alami untuk membatik dengan metode eco-printing. Eco-printing adalah kegiatan membatik dengan mentransfer warna dan bentuk ke kain menggunakan bahan pewarna dari alam. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan mengajarkan struktur tumbuhan dan membuat batik eco-printing pada media tote Pesertanya adalah anak-anak di Kampung Cahaya. Hasilnya, peserta dapat mencerna materi struktur tumbuhan dengan menyebutkan ulang struktur dan fungsi bagian tumbuhan. Peserta juga dapat membatik eco-printing dengan teknik pounding . Peserta sangat antusias dan dapat dengan bebas berkreasi di atas totebag yang disediakan. Kata kunci: Eco-printing. Struktur. Tote bag. Tumbuhan pula yang tetap semangat belajar dengan pendidikan non formal (Khadafi, 2. Keterbatasan pendidikan bagi anak-anak Kampung Cahaya dapat diatasi dengan diadakannya program pembelajaran secara nonformal. Pembelajaran merupakan sebuah bantuan dari para pendidik ke peserta didik agar menjadi manusia yang cerdas dalam arti Proses pembelajaran hendaknya berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk ikut berpartisipasi aktif sesuai dengan bakat dan minat peserta didik (Ayu Anjani, 2. Program pembelajaran dalam memanfaatkan tumbuhan sebagai pewarna alami belum pernah PENDAHULUAN Kampung Cahaya atau disebut juga Kampung Penampungan Cahaya merupakan kampung pemulung yang berlokasi di tengahtengah TPU Menteng Pulo. Menteng Atas. Setiabudi. Jakarta Selatan. Kampung Cahaya menjadi tempat sementara warga disana sebelum direlokasi. Mayoritas warganya sebanyak 80% bekerja sebagai pemulung dan 20% bekerja serabutan, campuran, dan Warga Kampung Cahaya tidak hanya orang tua, namun banyak pula anak-anak kecil yang juga tinggal dengan keterbatasan Banyak anak yang putus sekolah dan ikut bekerja dengan orang tua namun ada Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 diajarkan di Kampung Cahaya. Tumbuhan memiliki pigmen dalam strukturnya yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Pigmen pada tumbuhan antara lain pigmen klorofil, karotenoid, dan antosianin. Hampir semua bagian tumbuhan seperti akar, batang, daun, dan bunga dapat menghasilkan zat warna. Contoh tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pewarna tekstil adalah daun pohon nila, kunyit, teh, daun jambu biji dan lain Bagian-bagian tumbuhan tersebut dapat menjadi bahan pewarna alami dalam membatik (Nugraha, 2. Eco-printing adalah kegiatan membuat batik melalui proses mentransfer warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung yang menggunakan bahan pewarna dari alam ke media tekstil. Batik eco-printing adalah proses mempunyai serat tebal atau bunga dan bagian tanaman yang lain yang dapat mengeluarkan Daun dan bunga menjadi bagian tumbuhan yang sering digunakan untuk ecoprinting, seperti daun jati, daun jambu, daun ekaliptus rainbow, bunga sepatu, dan bunga Teknik membuat eco-printing dapat dilakukan melalui teknik steaming . dan pounding . Warna dan bentuk dari daun maupun bagian tanaman lain akan memberikan kesan indah, sehingga hasil eco-printing pada kain terlihat lebih indah dan menarik. Maka dari itu, dalam program pengabdian masyarakat ini kami mengajarkan anak-anak di Kampung Cahaya menggunakan metode eco-printing untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak bahwa struktur tanaman dapat berfungsi sebagai bahan pewarna alami dalam membatik dan kegiatan ini dapat menjadi salah satu jalan keluar dalam meningkatkan kemampuan dan produktivitas Gambar 1. Tahapan pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk pembuatan eco-printing: Plastik hitam dimasukkan ke dalam tote bag yang sebelumnya telah dilakukan mordant. Daun-daunan yang diinginkan disusun di atas plastik hitam dengan posisi pertulangan daun menghadap ke atas Tote bag bagian luar dilapisi dengan plastik Bagian luar tote bag yang telah dilapisi plastik bening di pukul-pukul menggunakan palu hingga warna dan bentuk daun tercetak Plastik bening diangkat secara perlahan dan plastik hitam di dalam tote bag dikeluarkan dengan perlahan sampai tidak ada lagi sisasisa daun-daun yang menempel pada bagian dalam tote bag Tote bag eco-printing siap digunakan Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan survei lokasi dan perizinan pada 10 Oktober 2022 dan dilanjutkan dengan persiapan kegiatan selama 2 minggu. Kemudian kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada 22 Oktober 2022 di Kampung Cahaya. Menteng Atas. Setiabudi. Jakarta Selatan. METODE Program pengabdian masyarakat ini terintegrasi dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri atas bagian-bagian tumbuhan dan pembuatan eco-printing pada media tote bag. Mitra dari kegiatan ini adalah anak-anak Kampung Cahaya. Menteng Atas. Jakarta Selatan. Alat dan Bahan: Alat yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain adalah wadah besar, sendok, laptop, proyektor, spidol, palu, label nama, gunting, dan poster kegiatan. Kemudian bahan yang dibutuhkan antara lain adalah air, tro, tawas, asam asetat, tunjung, tote bag ukuran 15x20cm 40 pcs, plastik bening ukuran 15x20cm 40 pcs. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 plastik hitam ukuran 15x20cm 40pcs, daun pepaya dan tanaman paku-pakuan, serta bunga Gambar 3. Pemberian Materi Pembelajaran Proses eco-printing berjalan dengan lancar. Peserta terlihat sangat antusias dan gembira selama pembuatan eco-printing karena mereka dapat dengan bebas memilih jenis daun dan bunga yang ingin digunakan. Gambar 2. Alat dan Bahan Eco-Printing Langkah Pelaksanaan Kegiatan bagian-bagian tumbuhan dilakukan dengan cara pemaparan materi melalui video tentang bagian-bagian tanaman meliputi akar, batang, daun, buah, dan bunga serta manfaatnya. Selanjutnya kegiatan pembuatan eco-printing pada media tote bag dilakukan dengan cara pelatihan membuat batik menggunakan daun dan bunga. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan teknik membatik dengan menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 4. Pelaksanaan dan hasil karya EcoPrinting Kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Cahaya berlangsung dengan baik. Peserta yang ikut berpartisipasi dapat memahami materi yang disampaikan. Materi pengenalan struktur tumbuhan yang diberikan dengan metode penayangan video ini cukup efektif, hal tersebut dikarenakan peserta pengabdian masyarakat yang mengikuti kegiatan ini dapat lebih tertarik untuk menyaksikan materi yang diberikan dan tidak merasa bosan karena mahasiswa pengabdian masyarakat pun mengajak peserta untuk lebih Peserta pengabdian masyarakat dapat mencerna materi dengan mudah. Ini dibuktikan dengan adanya beberapa quiz seputar materi yang diajukan ke peserta dan peserta pun dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan benar serta terlihat sangat antusias. Kegiatan eco-printing pada tote bag yang dilakukan peserta menghasilkan tote bag dengan corak dan motif yang beragam. Kebebasan peserta dalam memilih bentuk daun dan bunga membuat kegiatan eco-printing ini memberikan kesenangan dan kepuasan tersendiri bagi anak-anak peserta pengabdian masyarakat tersebut. Terdapat tote bag ecoprinting dengan motif daun pepaya, tanaman paku-pakuan, daun belimbing, dan bunga Selain itu, terdapat beberapa anak yang berkreasi menggunakan spidol pada tote bag hasil eco-printing mereka sehingga hasilnya bisa lebih menarik. Hal ini tentu saja akan melatih kreativitas anak-anak tersebut dalam pembuatan eco-printing. Usaha, keaktifan, keseriusan serta kemauan anak-anak tersebut yang menjadi alasan mengapa kegiatan eco-printing dengan tote bag ini dapat berjalan dengan sangat baik. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 dapat bermanfaat hingga waktu yang lama bagi masyarakat tersebut. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Cahaya berlangsung lancar. Materi yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh peserta pengabdian masyarakat. Peserta juga turut aktif dan antusias dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang membuat kegiatan ini berjalan lancar. Pembuatan ecoprinting dengan media tote bag pun dapat terlaksana dengan baik dimana peserta dapat dengan bebas menunjukkan sisi kreatif mereka. Saran untuk kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya adalah pemilihan ukuran tote bag yang lebih besar agar motif daun maupun bunga yang digunakan lebih banyak sehingga anak-anak lebih kreatif dan daun yang digunakan hanya daun muda agar motif batik lebih terlihat. Kegiatan yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kebutuhan atau masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat agar UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada penanggung jawab mitra yang telah mengizinkan kami untuk melaksanakan kegiatan di Kampung Cahaya. Jakarta Selatan. DAFTAR PUSTAKA